Kombinasi Makanan Sehat Yang Baik Untuk Penderita Nyeri

Kombinasi makanan sehat

Makanan sehat adalah makanan yang melalui kombinasi dan mengandung aneka nutrisi yang perlu oleh tubuh agar sistem imun tubuh sehat sehingga Anda dapat melakukan pekerjaan atau aktivitas harian. Untuk hidup sehat, tidak hanya perlu makanan, tetapi juga perlu seimbang dengan aktivitas olahraga secara teratur agar berat badan Anda pun tetap ideal. Agar kebutuhan tubuh akan zat gizi (vitamin dan mineral) terpenuhi, Anda perlu mengonsumsi kombinasi makanan sehat namun, sebaiknya sesuai dengan beberapa faktor, misalnya usia, tingkat aktivitas fisik dan lainnya. Makanan Sehat Perlu Kombinasi Yang Pas Makan makanan tertentu tidak hanya kelezatannya saja yang Anda cari namun juga manfaat penyerapan zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya. Ternyata bila makanan atau minuman tersebut dikonsumsi dengan makanan lain secara bersamaan, justru tubuh dapat mendapatkan manfaat yang lebih darinya. Salah satunya berguna untuk pemulihan pasien dengan masalah nyeri kronis. Jadi ada beberapa makanan tertentu yang memiliki hubungan sinergis antara satu dengan lainnya yang tentu saja bermanfaat bagi tubuh. Manfaatnya antara lain : Penyerapan nutrien atau zat gizi menjadi lebih baik atau optimal. Mengoptimalkan manfaat antioksidan, vitamin, mineral dan bahan lainnya yang terkandung di dalamnya. ‘Pasangan’ makanan ini akan saling membantu agar proses penyerapan dalam tubuh menjadi optimal. Makanan Sehat Apa Saja? Berikut ‘pasangan’  atau kombinasi makanan sehat yang saling bahu membahu agar nutrisi di dalamnya dapat terserap lebih baik lagi dalam tubuh atau saling bekerja sama untuk membantu menjaga kesehatan : Kombinasi Sehat Vitamin D dan Makanan Pisang Pisang merupakan sumber magnesium yang berperan penting dalam mengaktivasi vitamin D dalam tubuh, hal ini sesuai dengan hasil review dalam ‘Journal of the American Osteopathic Association’, magnesium dalam darah akan mengaktivasi vitamin D dalam tubuh. Makanan kaya magnesium: bayam, almond, kacang mede. Vitamin C dan Zat Besi Zat besi berperan membantu membawa oksigen ke otot, otak dan seluruh tubuh. Sedangkan vitamin C membantu memecah zat besi sehingga lebih mudah terserap oleh tubuh. Peran vitamin C juga membantu menjaga kesehatan gusi, jantung, dan kulit serta membantu sel-sel tubuh menyerap lebih banyak zat besi. Makanan tinggi zat besi contohnya daging merah, daging ayam, telur. Vitamin C terkandung dalam jeruk, papaya dan lainnya. Kombinasi Sehat Beta-karoten dan Makanan Berlemak Beta karoten dalam vitamin A memerlukan lemak agar dapat terserap tubuh dan mengubahnya menjadi vitamin A yang membantu berperan dalam menjaga kulit, sistem imun dan sistem reproduksi. Beta-karoten ada dalam wortel, apricot, ubi, papaya. Lemak sehat ada dalam kacang-kacang seperti almond, kenari, dan di buah zaitun, alpukat. Tomat dan Minyak Zaitun (Olive Oil) Tomat kaya akan likopen (salah satu jenis karotenoid) yang berperan dalam membantu menjaga kesehatan jantung dan membantu memerangi kanker tertentu, seperti paru, payudara dan yang terutama kanker prostat. Agar tubuh mendapatkan manfaat karotenoid ini, tomat harus dimasak dan karena termasuk ke dalam larut lemak maka perlu dipasangkan dengan lemak, yaitu minyak zaitun. Minyak ini akan meningkatkan bioavailabilitas (perbandingan antara jumlah zat gizi yang dapat diserap tubuh dengan zat gizi yang dikonsumsi) likopen dalam tomat sehingga tubuh dapat mendapatkan manfaatnya lebih baik. Kalsium dan Inulin (oligofruktosa) Bila pencernaan Anda sering bermasalah, dengan inulin dapat membantu bakteri sehat dalam saluran cerna dalam jumlah yang seimbang. Inulin ini juga dapat membantu menyehatkan tulang dengan meningkatkan penyerapan kalsium. Inulin terkandung dalam bawang putih, bawang bombai, asparagus, pisang. Kalsium ada di susu, tofu, salmon. Vitamin E dan vitamin C Salah satu fungsi vitamin E adalah melindungi sel-sel mata dari radikal bebas yang berisiko dapat merusak jaringan mata sehingga memicu timbulnya katarak atau degenerasi makula (age-related macular degeneration). Sedangkan vitamin C merupakan salah satu antioksidan terkuat yang dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan stres oksidatif akibat radikal bebas, yang nantinya juga akan membantu menurunkan risiko terjadinya katarak. Vitamin C didapatkan di kiwi, jambu, brokoli, stroberi dan vitamin E ada dalam kacang kedelai, selai kacang. Kombinasi kedua makanan tersebut membuat tubuh Anda sehat. Vitamin Larut Lemak (Vitamin A, D, E, dan K) dan Lemak Saluran cerna (usus) dapat dengan baik menyerap beberapa vitamin larut lemak ini bila ‘dipasangkan’ dengan lemak. Hal ini diperlukan agar penyerapan terjadi maksimal mengingat defisiensi vitamin ini kemungkinan dikaitkan dengan risiko kanker dan diabetes. Pasangan lemaknya antara lain olive oil, kacang-kacangan (almond, kenari), alpukat. Vitamin K ada di dalam kuning telur, bayam, asparagus. Kombinasi Makanan Sehat, Selai Kacang dan Pisang Protein dan serat yang ada dalam selai kacang dapat bekerja melawan efek gula yang ada dalam buah. Bisa juga dengan kacang almond yang dapat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah tetap stabil. Zinc dan Sulfur Keduanya ini berperan membantu membangun sistem imun kuat. Senyawa sulfur (belerang) terkandung dalam bawang putih dan bawang bombai, tidak hanya menyedapkan makanan, tetapi juga dapat membantu meningkatkan penyerapan zinc, yang ada di gandum, roti gandum, beras merah. Zinc diperlukan tubuh untuk membantu mempercepat penyembuhan luka. Kunyit dan Lada Hitam Kunyit mengandung curcumin yang berperan sebagai antioksidan kuat dan mengandung faktor antiperadangan (antiinflamasi) serta membantu meringankan gas dalam saluran cerna, peradangan sendi (artritis) dan ginjal (sesuai hasil studi dalam Redox Biology). Agar dapat bekerja optimal, curcumin ini memerlukan pasangan yaitu piperin (alkaloid) dalam lada hitam sehingga perannya dalam tubuh lebih efisien. Keduanya bekerja berdampingan untuk membantu mencegah terjadinya terbentuknya batu empedu, dan membantu menjaga kesehatan tulang dengan menekan aktivitas osteoklas. Lada hitam berperan membantu memperlancar/perbaikan proses pencernaan, mengatur sinyal saraf, perbaikan proses metabolisme tubuh dan membantu mencegah kenaikan berat badan berlebihan (obesitas). Dari hasil beberapa studi menunjukkan lada hitam ini juga mengandung antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba seperti kunyit.

Rehabilitasi Pasca Stroke Perlu Dilakukan Segera Hindari Kecacatan

rehabilitasi medik pasca-stroke

Rehabilitasi medik pasca stroke berperan sangat penting mengingat dampak stroke yang dapat menyebabkan disabilitas penderitanya. Menurut WHO, stroke adalah kondisi medis disertai defisit neurologik fokal dan global yang berkembang dengan cepat. Kondisi ini memerlukan tindakan medis cepat karena dapat memburuk dan berlangsung selama 24 jam atau lebih dan/atau dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskular. Stroke terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah. Akibatnya sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen sehingga sel/ jaringan otak mengalami kematian. Dampak stroke ini bisa menurunkan kualitas penderitanya karena dapat menimbulkan risiko kelumpuhan sehingga berdampak pada kemandiriannya dan penurunan kualitas hidup. Penanganan stroke perlu secepatnya atau dalam waktu 3 jam setelah serangan terjadi (golden period). Semakin cepat tertolong, semakin besar kesempatan untuk pulih secara optimal setelah serangan pertama. Serangan stroke dengan singkatan FAST (face, arms, speech, time). Jenis Stroke Dalam dunia kedokteran penyakit stroke sendiri terdiri dari tiga jenis, antara lain : 1. Iskemik Terjadi ketika pembuluh darah arteri yang tersambung ke otak tersumbat dan menyempit sehingga menyebabkan berkurangnya pasokan darah menuju ke otak (iskemia). Berikut yang termasuk stroke iskemik: Trombotik, akibat adanya bekuan darah di salah satu pembuluh arteri pemasok darah ke otak sehingga aliran darah ke otak berkurang. Bekuan darah tersebut terbentuk akibat adanya timbunan lemak atau plak yang menumpuk di pembuluh arteri (aterosklerosis). Embolik terjadi ketika bekuan darah (embolus) dari organ tubuh (misalnya hati) yang letaknya jauh dari otak menyumbat pembuluh darah di otak. 2. Hemoragik Penyebabnya adalah tekanan darah tinggi (hipertensi) dan aneurisma (pembesaran/penonjolan pembuluh darah otak akibat melemahnya dinding pembuluh darah) serta pecahnya arteriovenous malformation (AVM). Jenis stroke, antara lain: Pendarahan pada intraserebral, akibat pecahnya pembuluh darah otak dan darah akan mengisi dalam jaringan otak yang berada sekitarnya sehingga dapat merusak sel-sel otak. Penyebab pendarahan ini, tekanan darah tinggi, cedera berat, kelainan pada pembuluh darah, dan obat tertentu. Perdarahan subarachnoid, pecahnya pembuluh darah yang berdekatan dengan permukaan otak dan darah mengisi ruang antara otak dan tulang tengkorak sehingga pembuluh darah dapat mengalami vasospasme dan sel-sel otak rusak akibat berkurangnya aliran darah. 3. Transient Ischemic Attack TIA atau mini stroke. Serangan ini terjadi akibat suplai darah menuju otak berkurang akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah yang berlangsung sekitar kurang dari lima menit dan bersifat sementara. Namun, stroke jenis ini jangan anggap sepele karena kemungkinan Anda berisiko mengalami kerusakan otak permanen. Baca juga : Terapi CTS tanpa operasi Rehabilitasi Medik Pasca Stroke Stroke dapat menimbulkan beberapa gejala berupa: Mendadak kebas/baal atau kelemahan otot wajah, lengan, dan kaki, terutama salah satu sisi tubuh. Sulit bicara/pelo atau tidak dapat memahami apa yang orang lain katakan Gangguan pada penglihatan Sulit berjalan, merasa pusing atau tidak seimbang (sempoyongan) Sakit kepala berat mendadak Kenali Dampak Stroke Jenis dan derajat disabilitas atau kecacatan pasca stroke bergantung pada area otak yang rusak. Namun pada umumnya, stroke menyebabkan 5 jenis kelumpuhan berikut: 1. Kelumpuhan mengontrol gerakan (kontrol motorik). Kerusakan sel-sel dan koneksi dalam otak mengakibatkan kerusakan dalam mengontrol gerakan dan sensasi : Paralisis atau kelumpuhan, hilangnya gerakan yang tidak disadari, atau kelemahan salah satu sisi tubuh, biasanya sisi berlawanan dari area otak yang rusak akibat stroke (misalnya wajah, lengan, kaki atau semua bagian tubuh). Kelumpuhan satu sisi adalah hemiplegia, sedangkan kelemahan salah satu sisi disebut dengan hemiparesis. Disfagia atau kesulitan menelan. Tidak dapat mengontrol gerakan tubuh, misalnya postur tubuh, berjalan dan keseimbangan (ataksia) 2. Sensorik terganggu, termasuk nyeri Tidak dapat merasakan sentuhan, nyeri, perubahan suhu, atau merasakan posisi tubuh. Penderita stroke juga tidak mampu mengenal benda-benda saat memegangnya atau tidak tahu nama anggota tubuhnya. Nyeri, kesemutan, tungkai terasa berat, atau adanya sensasi aneh seperti jarum menusuk-nusuk atau kesemutan pada area yang lumpuh atau lemah (parestesi). Kebas/baal atau kesemutan ini dapat tetap berlangsung bahkan setelah dapat memulihkan beberapa gerakan. Hilangnya kemampuan mengontrol buang air kecil dan air besar. Sindrom nyeri kronik dapat terjadi adanya masalah mekanis akibat kelemahan. Yang paling sering, nyeri akibat kurangnya gerakan sendi dalam waktu lama (kaku tendon dan kaku ligamen) dan akibat kelamaan dalam satu posisi saja atau frozen joint. 3. Masalah berkomunikasi, berbicara dan memahami sesuatu/ berbahasa (afasia) Cedera oleh stroke ke salah satu pusat otak yang berperan dalam kontrol bahasa dapat mengganggu komunikasi verbal. Ada beberapa jenis afasia: Ekspresif, hilangnya kemampuan berbicara atau menulis kata-kata dan menyatukan kata-kata dalam kalimat dengan tata bahasa yang benar. Reseptif, sulit memahami bahasa lisan atau tulisan. Meskipun dapat membentuk kalimat yang benar secara tata bahasa, ucapan mereka seringkali tanpa makna. Global, menghilangnya hampir semua kemampuan linguistik sehingga tidak dapat memahami bahasa atau menggunakannya untuk menyampaikan pemikiran. 4. Pemikiran dan memori Stroke dapat merusak bagian otak yang bertanggung jawab untuk memori, pembelajaran, dan kesadaran. Seorang penyintas stroke mungkin memiliki rentang perhatian yang lebih pendek secara dramatis atau mungkin mengalami defisit dalam memori jangka pendek. Sebagian penderitanya juga menjadi tidak mampu membuat perencanaan tertentu, memahami makna, mempelajari tugas-tugas baru, atau kegiatan kompleks lainnya. Stroke menyebabkan: Anosognosia, tidak mengakui adanya gangguan fisik atau mental akibat stroke Mengabaikan, tidak mampu merespons benda atau rangsangan sensorik yang terletak pada area tubuh yang terkena dampak stroke. Kondisi ini sering mengenai sisi kiri penderitanya akibat stroke menyerang otak sisi kanan. Apraksia, hilangnya kemampuan untuk bergerak atau saat ingin berjalan dalam urutan yang benar, dan tidak mampu mengikuti atau melakukan instruksi. 5. Masalah pada emosional, seperti ketakutan, cemas (ansietas), frustrasi, marah, sedih. Kadang gangguan emosional dan perubahan kepribadian ini merupakan dampak fisik dari kerusakan otak. Perlunya Rehabilitasi Medik Pasca Stroke Program rehabilitasi medik dapat membantu penderita stroke untuk belajar kembali keterampilan yang hilang secara mendadak ketika terjadi kerusakan otak akibat stroke. Hal ini sama pentingnya untuk melindungi penderitanya dari masalah medis baru, seperti pneumonia, infeksi saluran kemih, cedera akibat jatuh, atau terbentuknya bekuan darah di pembuluh vena. Program neurorehabilitasi harus sesuai untuk melatih keterampilan yang terganggu akibat stroke, seperti kelemahan otot, kurangnya koordinasi, gangguan berjalan, kehilangan sensasi, gangguan penglihatan, atau kesulitan berbicara atau memahami. Jadi program rehabilitasi untuk stroke meliputi: Speech therapy atau terapi wicara Fisik untuk memperbaiki koordinasi gerakan Okupasi pada perbaikan aktivitas harian, misalnya makan, minum, berpakaian, mandi, membaca atau menulis. Variasi Penanganan Stroke Penanganan stroke bervariasi sesuai

Polimialgia Reumatik, Kenali dan Atasi Untuk Hilangkan Nyeri

Polimialgia reumatik

Rematik polimialgia atau reumatik dan dalam dunia kedokteran sebagai polymyalgia rheumatic merupakan peradangan yang mengakibatkan nyeri dan kekakuan otot, terutama otot area bahu dan pinggul. Kata ‘poli’ berarti banyak dan kata ‘mialgia’ berarti nyeri pada otot. Kenali Gejala Polimialgia Reumatik Penyakit yang menyerang otot ini dapat terjadi dalam waktu singkat dan kadang nyerinya timbul di dua sisi tubuh. Nyeri dan kekakuan otot dirasakan paling berat di pagi hari, dan cenderung membaik secara perlahan. Namun dalam kondisi tidak aktif dalam waktu lama, misalnya duduk lama menyetir mobil atau duduk dalam waktu lama, dapat menyebabkan kekakuan dan nyeri otot ini. Di malam hari, kekakuan dapat memburuk disertai gangguan dalam melakukan kegiatan harian misalnya  kesulitan memakai baju/jaket bahkan kaos kaki, atau kesulitan bangun dari tempat tidur, bangkit dari kursi, kesulitan menyisir rambut. Kadang, nyeri dan kekakuan otot ini juga terjadi hingga sendi-sendi di lengan dan pergelangan tangan. Sesuai namanya, penyakit ini menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut: Kaku dan nyeri otot di area bahu Nyeri dan kekakuan otot di leher, lengan atas, hingga bokong, panggul atau paha Rasa nyeri dan gangguan gerak di pergelangan tangan, siku atau lutut Nyeri hingga ke wajah atau rahang Gangguan penglihatan Gejala umum lainnya yang kadang menyertai antara lain: Demam ringan Merasa lelah Menurunnya berat badan tanpa sebab Menurunnya nafsu makan Penyakit yang Mirip dengan Polimialgia Reumatik Terdapat beberapa penyakit lain yang sangat mirip dengan polimialgia reumatik, yaitu: Kanker (limfoma, leukemia) Infeksi (virus atau bakteri) Giant cell arteritis atau temporal arteritis (peradangan lapisan pelindung pembuluh darah arteri terutama arteri di pelipis) Penyakit rematik lainnya, seperti rheumatoid arthritis, pseudogout, fibromialgia Hipotiroid (gangguan pada hormon tiroid) Sindrom nyeri kronik Apa Penyebabnya? Penyakit ini dapat menyebabkan peradangan akibat sistem imun menyerang synovium atau cairan pelumas sendi, namun alasan pastinya hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Usia lanjut (≥ 50 tahun) dan wanita memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit ini. Ini Dia Cara Penanganannya Sebelum memutuskan penanganannya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik dengan menilai gerakan lengan dan kaki, sendi dan kepala untuk menilai ruang gerak dan keparahan keluhan Anda. Pemeriksaan neurologis, pemeriksaan darah dan radiologis mungkin juga perlu Anda lakukan. Dokter akan meresepkan obat berupa: Kortikosteroid oral Suplementasi kalsium dan vitamin D, untuk membantu mencegah keropos tulang yang kemungkinan akibat oleh penggunaan obat steroid. Usir Nyeri Otot Akibat Polimialgia Reumatik Tips sehat berikut ini patut Anda coba untuk membantu mengatasi nyeri dan kekakuan otot: Mengonsumsi makanan sehat yang bervariasi yang kaya akan vitamin dan mineral, misalnya sayuran berdaun hijau dan buah. Batasi atau kurangi asupan garam (sesuai anjuran WHO, < 5 gram per hari). Berolahraga teratur, minimal 35 menit per harinya. Lakukan masase (pijat) untuk membantu memperbaiki ruang gerak otot. Kompres hangat dan dingin. Rasa hangat dapat membantu merangsang perbaikan aliran darah dan mengurangi kaku otot. Rasa dingin dapat membantu meredakan bengkak dengan mengerutkan pembuluh darah. Jangan mengangkat beban berat. Konsumsi makanan yang mengandung bahan yang dapat membantu mengurangi/meredakan inflamasi, seperti kunyit, tomat, kacang almond, minyak zaitun (olive oil), sayuran berdaun hijau. Selain itu, diperlukan terapi fisik untuk membantu memulihkan kekuatan, koordinasi, dan kemampuan penderita untuk melakukan aktivitas hariannya.

Akibat Duduk Terlalu Lama, Ini Masalah Kesehatan Yang Mungkin Terjadi

Akibat duduk terlalu lama

Berapa jam atau berapa lama waktu yang Anda habiskan dalam sehari untuk duduk? Pernahkan Anda menghitungnya, apa akibat dari duduk terlalu lama? Coba saja hitung. Misalnya, dari saat duduk menyelesaikan pekerjaan di depan komputer, menyetir kendaraan pribadi, duduk lama kendaraan umum saat macet, hingga duduk menonton televisi atau sekadar melihat postingan sosial media. Jika dihitung, waktu yang tersedia untuk aktivitas gerak bisa jadi sangat minim. Rutinitas sehari-hari tetap berjalan seperti biasa tanpa terpikir gangguan kesehatan yang sedang mengintai. Duduk terlalu lama dapat berakibat buruk bagi kesehatan, apalagi jika dengan jarangnya mengonsumsi makanan sehat dan kurang olahraga. Dari hasil analisa 13 studi yang menilai level aktivitas dan duduk, menunjukkan yang duduk lebih dari 8 jam per hari tanpa aktivitas fisik memiliki risiko mengalami obesitas. Akibat Duduk Terlalu Lama dan Masalah Kesehatan Apa sih masalah kesehatan yang dapat terjadi akibat Anda terlalu banyak duduk lama? 1. Melemahnya Otot Kaki dan Bokong Kebanyakan duduk dalam waktu lama kemungkinan dapat memicu melemahnya otot-otot besar di tungkai bawah dan bokong (otot gluteal). Padahal kedua otot besar ini berperan penting saat berjalan dan menjaga kestabilan tubuh. Jika otot ini melemah, dapat mengganggu aktivitas harian Anda. 2. Kenaikan Berat Badan Bergerak aktif dapat membantu Anda menyerap dan mencerna lemak dan gula dari makanan yang Anda makan. Jika kelamaan bersantai atau duduk-duduk saja dapat memperlambat proses metabolisme tubuh sehingga kerjanya dalam mengatur tekanan darah, kadar gula darah dan memproses lemak juga akan terganggu. Sheri R. Colberg, profesor dalam bidang kedokteran olahraga di Old Dominion University mengatakan, duduk sebentar sekitar 20 menit saja sudah dapat menurunkan aktivitas kerja metabolisme tubuh. “Jika otot-otot tidak Anda gunakan untuk memakai memakai energi atau kalori dari makanan yang kita makan, berarti kalori ini akan masuk ke dalam ‘wadah’ penyimpanan tubuh. Nah jika wadah tersebut sudah penuh dengan karbohidrat, saat Anda makan karbohidrat lagi, maka akan tersimpan sebagai lemak sehingga anda berisiko alami obesitas.” 3. Akibat Duduk Terlalu Lama Pada Panggul Dan Tulang Belakang Sama seperti kaki dan bokong, panggul dan punggung tidak dapat menyangga tubuh dengan baik. Duduk membuat otot fleksor panggul memendek yang bila berlangsung lama dapat membuat sendi panggul bermasalah. Baca juga : Dislokasi tempurung lutut Duduk dalam jangka waktu lama, apalagi dengan postur tubuh yang buruk dan tidak menggunakan kursi yang didesain secara ergonomis, dapat memberikan tekanan pada tulang belakang dan bantalan tulangnya. Sehingga bila berlangsung lama kemungkinan dapat menyebabkan masalah pada tulang punggung, seperti kompresi bantalan tulang, sehingga proses degenerasi akan terjadi dan timbul nyeri. Kompresi ini tidak hanya karena postur tubuh yang buruk, namun juga bisa karena oleh cedera, angkat beban berat yang Anda lakukan dengan posisi yang salah. Kondisi-kondisi ini dapat memburuk lagi dengan posisi duduk yang salah. 4. Penyakit Jantung Salah satu hasil studi menemukan, laki-laki yang menghabiskan waktunya duduk menonton televisi selama 23 jam seminggu, memiliki risiko 64% lebih tinggi mengalami sakit jantung dibandingkan dengan yang hanya menonton selama 11 jam per minggunya. Beberapa pakar juga mengatakan, orang-orang yang tidak aktif atau sering duduk-duduk saja memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung atau stroke. 5. Diabetes Duduk lama berarti tidak ada kegiatan otot atau kerja otot berkurang, kalori yang terbakar juga berkurang, dan kerja metabolisme yang mengatur cadangan gula darah dalam tubuh juga akan menjadi kurang aktif dan kurang efektif. Sehingga kadar gula dalam darah akan meningkat, cadangan berkurang, dan seiring dengan waktu risiko terjadinya diabetes akan meningkat. 6. Gangguan pada Kaki Duduk lama dengan posisi kaki menekuk dapat menghambat sirkulasi darah di kaki sehingga darah berkumpul di sekitar pergelangan kaki, menimbulkan pembengkakan di pergelangan kaki, atau varises, dan bahkan gumpalan atau bekuan darah di pembuluh vena (deep vein thrombosis/DVT). Bekuan darah ini bisa ‘berpindah’ ke tempat lain dan memutuskan aliran darah ke bagian tubuh lainnya, misalnya paru, yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas. Dampak Buruk Akibat Duduk Terlalu Lama, Cegah Dengan Ini Bagaimana cara mengurangi dampak buruk duduk kelamaan? Membiasakan diri untuk: Lakukan istirahat dan peregangan setiap 2-3 jam sekali selama 5-10 menit Beranjak dari kursi, misalnya mengisi botol atau gelas minum Menggerakkan atau menggoyangkan jari dan kaki saat duduk Duduk tidak dengan posisi membungkuk ke depan atau dengan menjaga postur Menerima telepon sambil berjalan-jalan Gunakan tangga, bukan lift, bila memungkinkan Saat menggunakan kendaraan umum, misalnya kereta atau busway, pilih berdiri Turun 1 halte lebih jauh, bila memungkinkan, agar Anda dapat berjalan kaki untuk ke tempat kerja Saat istirahat, berjalan kaki untuk membeli makan siang di sekitar tempat kerja Cukupi kebutuhan air putih.

Tangan Kebas Dan Kesemutan, Ini 5 Kategori Penyebab Utamanya

Tangan kebas dan kesemutan

Bagian tangan kebas dan kesemutan, hingga mati rasa pernah sesekali Anda rasakan. Misalnya pada lengan setelah tertindih saat tertidur atau kaki setelah duduk dengan posisi menekuk cukup lama. Gambaran rasanya mungkin seperti tertusuk-tusuk jarum, terbakar, yang kadang dengan gejala kebas/baal/mati rasa, sedikit nyeri dan kelemahan di tangan atau kaki. Kaki atau tangan kebas dan kesemutan dapat terjadi oleh berbagai faktor atau kondisi, misalnya tekanan, cedera atau kerusakan pada saraf. Penyebab bagian tubuh seperti kaki atau tangan kebas dan kesemutan terbagi dalam 5 kategori yaitu : Penyebab tersering Penyakit autoimun Penyakit infeksi Kondisi lainnya Penyebab lain namun jarang Penyebab Kesemutan dan Kebas Berikut 25 kondisi yang berpotensi menimbulkan kesemutan dan kebas di beberapa area tubuh: Penyebab Tersering Kesemutan dan Kebas 1. Neuropati diabetes. Neuropati ini juga banyak jenisnya, dan kerusakan saraf yang menyerang lengan dan kaki disebut dengan neuropati perifer. Pada diabetes, kerusakan saraf ini sebagai akibat kadar gula yang terlalu tinggi dan tidak terkontrol dengan baik yang juga merusak pembuluh darah yang memperdarahi persarafan. Bila saraf tidak mendapat asupan oksigen yang cukup, fungsinya akan terganggu sehingga timbullah kesemutan. 2. Kekurangan atau defisiensi vitamin. Beberapa vitamin yang berperan dalam kesehatan persarafan adalah vitamin B12, B6, B1, dan vitamin E. Kekurangan vitamin ini bisa menimbulkan kesemutan kebas di tangan dan kaki. 3. Syaraf kejepit akibat terjepitnya saraf baik di ruas tulang belakang, lengan hingga pergelangan tangan. Penyebabnya antara lain cedera, gerakan berulang, dan peradangan. Jepitan saraf di area punggung bawah atau pinggang, rasa kesemutan dan kebas ini dapat menjalar hingga paha dan telapak kaki. 4. Carpal tunnel syndrome (CTS) yang akan terjadi bila saraf median di pergelangan tangan terjepit. Cedera, gerakan berulang dalam waktu lama dan peradangan bisa menyebabkan CTS dan kesemutan di telapak tangan. 5. Gagal ginjal yang terjadi bila ginjal tidak lagi bekerja dengan normal sehingga berisiko menimbulkan cairan dan zat yang tidak terpakai tubuh menumpuk sehingga merusak saraf. Kesemutan dapat terasa di tungkai bawah, paha hingga telapak kaki. 6. Kehamilan. Akibat membesarnya rahim menjadi lebih berat dan bengkak pada kaki/tangan kemungkinan menekan saraf di area pergelangan tangan, punggung, tungkai bawah, paha, dan bokong sehingga timbul kesemutan dan kebas. Kesemutan pada tangan dan kaki biasanya menghilang setelah melahirkan. 7. Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antihipertensi, antikonvulsan Penyakit Autoimun Dalam kondisi normal, sistem imun tubuh dapat melindungi tubuh dari serangan benda asing. Namun terkadang sistem imun ini justru menyerang sel-sel tubuh Anda sendiri. 8. Rheumatoid arthtritis menyebabkan bengkak dan nyeri pada sendi-sendi, terutama pergelangan tangan dan telapak tangan, namun juga bisa mengenai bagian tubuh lain seperti pergelangan kaki dan telapak kaki. Inflamasi yang berlangsung dalam penyakit ini dapat menekan saraf sehingga timbul kesemutan. 9. Multiple sclerosis, kerusakan lapisan pelindung sel saraf atau myelin sehingga memicu timbulnya kerusakan saraf. Gejala yang ditimbulkan MS antara lain kesemutan atau kebas di lengan, kaki dan wajah. 10. Lupus, menyebabkan peradangan di beberapa bagian tubuh, seperti kulit, sendi, ginjal, otak serta sistem saraf. 11. Penyakit celiac, menyerang saluran cerna akibat mengonsumsi gluten. Pada sebagian besar penderitanya mengalami gejala neuropati seperti kesemutan di tangan dan kaki. Penyakit Infeksi Infeksi terjadi bila ada benda asing memasuki tubuh, seperti bakteri, virus, dan jamur. 12. Penyakit Lyme, sebagai akibat gigitan kutu jenis tertentu. Bila tidak tertangani, dapat mengenai sistem saraf dan menimbulkan kesemutan di tangan dan kaki. 13. Herpes (shingles) yang menimbulkan tanda ruam kulit sangat nyeri (serta lepuhan) akibat reaktivasi virus varicella-zoster yang ‘tidur’ di saraf-saraf orang yang pernah menderita cacar air. Biasanya ruam ini hanya mengenai satu sisi area wajah seperti telapak tangan, lengan, tungkai dan telapak kaki dan terasa kesemutan atau baal. 14. Hepatitis B dan C yang disebabkan oleh virus hepatitis yang memicu timbulnya infeksi pada hati dan neuropati perifer. 15. HIV atau AIDS yang bila mencapai tahap akhir infeksi HIV, dapat mengenai sistem saraf termasuk saraf di tangan dan kaki sehingga timbul kesemutan, kebas dan nyeri. 16. Lepra atau kusta, akibat infeksi oleh bakteri Mycobacterium leprae mengenai kulit, saraf, dan saluran pernapasan. Kondisi Lainnya 17. Hipotiroid (kekurangan hormon tiroid) yang tidak ditangani kadangkala dapat menyebabkan kerusakan saraf sehingga timbul kesemutan dan kebas. 18. Paparan zat beracun (misalnya merkuri, arsenik, etilen glikol) bersifat neurotoksin yang dapat mencederai sistem saraf dan gejalanya beragam yang salah satunya kesemutan di tangan dan kaki. 19. Fibromyalgia (nyeri pada otot) dapat disertai dengan sakit kepala, masalah pada saluran cerna, dan kesemutan di tangan dan kaki. 20. Kista ganglion, yaitu benjolan yang berisi cairan dan sering timbul di persendian, terutama pergelangan tangan. Benjolan ini dapat menekan jaringan saraf sekitar sehingga timbul kesemutan di tangan dan jarinya. 21. Spondilosis servikal (cervical spondylosis) adalah perubahan degeneratif sesuai dengan proses penuaan yang bisa terjadi di ruas tulang leher (servikal). Perubahan ini dapat menyebabkan hernia (menonjolnya bantalan di antara ruas tulang), dan osteoartritis. Bila perubahan ini menekan saraf di area leher, dapat menyebabkan nyeri leher disertai kesemutan dan kebas di lengan dan kaki. 22. Fenomena Raynaud menyebabkan spasme pembuluh darah sehingga memengaruhi aliran darah ke lengan dan kaki, menimbulkan kesemutan dan mati rasa. 23. Neuropati akibat minuman beralkohol memicu terjadinya neuropati perifer, sehingga timbullah kesemutan lengan dan kaki. Penyebab Lain Tangan Kebas dan Kesemutan 24. Vaskulitis, yaitu peradangan pembuluh darah yang menyebabkan perubahan dindingnya. Di beberapa jenis vasculitis bisa menyebabkan masalah pada saraf seperti kesemutan, kebas. 25. Sindrom Guillain-Barre dapat menyerang sistem saraf perifer yang mengendalikan pergerakan tubuh. Gejalanya meliputi kesemutan dan nyeri pada otot kaki dan tangan. Jangan tunda lagi bila kesemutan dan kebas Anda juga disertai dengan: Kelemahan otot atau kelumpuhan Kesulitan berbicara Pusing Sakit kepala berat dan mendadak Memburuk Mengenai kedua sisi tubuh Datang dan pergi Timbul seiring dengan aktivitas harian, terutama yang memerlukan gerakan berulang Dokter akan memberikan penanganan berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah, radiologis.

Tulang Pipi Sakit, Penyebabnya Apa, Hingga Penanganannya

Sakit pada tulang pipi

Tulang pipi sakit, penyebabnya bisa beragam dan bisa timbul pada semua area selain pipi, misalnya dahi, pelipis, dahi, gigi, rahang, telinga, mata, kelenjar air liur, langit-langit mulut, dan lainnya. Gejalanya juga cukup bervariasi, misalnya nyeri, bengkak, atau wajah terasa kebas/ mati rasa. Tanda-tanda tulang pipi sakit bisa berupa: Nyeri tajam atau nyeri tumpul Terasa seperti terbakar Nyeri terasa konstan atau terputus-putus Terasa di satu tempat atau seluruh wajah Nyeri seperti kesetrum Aneka Penyebab Tulang Pipi Sakit                                     1. Infeksi Bakteri seperti impetigo dan selulitis dapat menimbulkan sakit pada tulang pipi. Selulitis merupakan infeksi bakteri pada lapisan dalam kulit. Kondisi ini biasanya timbul pada tungkai, kaki bawah, dan wajah. Kondisi ini dapat timbul jika bakteri stafilokokus memasuki kulit via luka atau adanya infeksi kulit lain seperti eksim. Virus, seperti herpes yang mengenai persarafan area wajah atau kepala sehingga menimbulkan nyeri wajah yang berat atau masalah pada mata (keratitis) Infeksi atau sumbatan pada kelenjar saliva atau batu pada kelenjar saliva (sialolithiasis) juga dapat menimbulkan pembengkakan dan nyeri pada wajah terutama pada kelenjar parotid, yang berlokasi area dekat telinga. Penyakit Lyme, infeksi gigitan kutu yang terinfeksi bakteri. Gejalanya sakit pada tulang pipi, sakit kepala, kaku leher, atau paralisis/ kelumpuhan saraf wajah. 2. Kondisi kulit Rosasea yaitu kondisi kronis kulit yang menyebabkan wajah kemerahan, yang biasanya berlokasi area pipi, hidung, dagu, atau dahi. Akne pada wajah Dermatitis seboroik yang menyebabkan kulit kemerahan, gatal, bercak-bercak yang berlokasi area alis, mata dan mulut. 3. Kondisi lain Sinusitis akibat adanya tekanan tertentu pada rongga-rongga sinus di wajah. Sinusitis ini dapat beserta dengan flu atau asma dan polusi udara. Masalah pada gigi, seperti infeksi sehingga menimbulkan nyeri dan bengkak pada wajah area rahang. Nyeri pada rahang penyebabnya adalah TMJ yang nyerinya pada area telinga atau atas telinga. Sakit kepala, seperti migren atau sakit kepala cluster (cluster headache), yang nyerinya sekitar mata, dahi, dan pelipis. Giant cell arteritis biasanya orang dewasa yang mengalaminya dan menimbulkan sakit kepala dan nyeri bahkan kebutaan bila tidak mendapatkan penanganan sedini mungkin. Trigeminal neuralgia yaitu kondisi yang menyebabkan gangguan pada stimulasi salah satu saraf wajah sehingga menimbulkan nyeri wajah seperti ditusuk-tusuk. Glaukoma sudut tertutup yang menyebabkan perubahan penglihatan dan nyeri pada mata atau belakang mata Bell’s palsy yang menyebabkan kelumpuhan saraf wajah. Otot-otot salah satu sisi wajah akan melemah dan ‘melorot’. Kadang dengan ketidakmampuan menutup salah satu mata dan nyeri ringan pada otot-otot wajah. Multiple sclerosis yang memengaruhi kekuatan otot wajah, penglihatan dan perubahan sensasi atau rasa. Miastenia gravis, otot wajah melemah dan kelopak mata menurun dengan kesulitan bicara, mengunyah, menelan atau bernapas. Lupus yang menimbulkan peradangan, fatigue, dan bercak kupu-kupu pada area pipi. Masalah pada persarafan leher/servikal (saraf C2 dan C3) yang mencakup area leher, sisi rahang, dan pelipis. Penyebab Lain Tulang Pipi Sakit Sakit pada tulang pipi dan hanya satu sisi atau sebelah dapat melibatkan beberapa komponen wajah yang mengalami kerusakan, cedera, atau meradang. Penyebabnya bisa neurologis, infeksi, kerusakan struktur dan cedera. Penyebab neurologis mencakup neuropatik dan sentral. Neuropatik berarti adanya gangguan fungsi saraf. Penyebab nyeri wajah sebelah adanya malfungsi dari saraf trigeminal. Sebagian besar kasus, mekanisme gangguan fungsi saraf ini dunia medis juga belum dapat memahaminya. Sentral akibat adanya lesi atau gangguan pada sistem saraf pusat. Penyebab struktur muskuloskeletal, nyeri dan gangguan otot pengontrol gerakan rahang juga dapat menimbulkan nyeri wajah sebelah yang bisa terpicu oleh gerakan seperti mengunyah atau menguap. Adanya kerusakan (obstruksi) yang menekan saraf trigeminal sehingga timbul nyeri atau gangguan fungsi saraf. Contohnya batu pada kelenjar air liur yang dapat menyebabkan pembengkakan wajah dan menekan saraf trigeminal sehingga nyeri. Cedera, misalnya tindakan bedah, fraktur, memar yang mengenai saraf trigeminal, juga bisa menyebabkan nyeri pada wajah dan sekitar area mulut. Penanganan Tulang Pipi Sakit Tujuan utama penanganan nyeri adalah membantu mengurangi/meredakan nyeri, mengurangi kecemasan/stres karena mengganggu pola tidur yang baik, dan mengurangi kecacatan akibat nyeri, sehingga kualitas hidup Anda menjadi lebih baik dan dapat kembali beraktivitas. Penanganan akan sesuai dengan gejala, penyebab dan hasil diagnosis dokter berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang radiologis, seperti Rontgen, MRI. Penanganannya dapat berupa obat-obatan seperti antikonvulsan, antibiotik (jika bakteri penyebabnya). Teknologi Radiofrekuensi Ablasi  Bila trigeminal neuralgia menjadi penyebab tulang pipi sakit, salah satu pilihan penanganannya adalah radiofrekuensi ablasi (RFA), terutama pasien yang berusia tua dan terlalu berisiko untuk menjalani operasi. Prinsip kerja radiofrekuensi adalah mengalirkan aliran listrik oleh gelombang radio untuk memanaskan dan melumpuhkan saraf trigeminus agar tidak dapat menghantarkan sinyal nyeri ke otak. Terapi ini tidak memerlukan pembedahan, karena hanya menggunakan jarum, sehingga pasien tidak perlu rawat inap. Jangan biarkan nyeri ini mengganggu lagi, konsultasikan dengan tim dokter di Lamina Pain and Spine Center.

Chondromalacia Patella Penyebab, Gejala dan Penanganannya Adalah

Chondromalacia patella

Apa Chondromalacia Patella Itu? Chondromalacia patella atau kondromalasia patella adalah kondisi melunaknya lapisan tulang rawan (kartilago) pada bagian bawah/ belakang tempurung lutut (patella). Tulang rawan atau kartilago ini merupakan jaringan halus dan padat yang melindungi tulang-tulang saat bergesekan, misalnya pada tempurung lutut dan tulang-tulang lain pada sendi lutut. Kondisi ini lebih rentan pada usia remaja, terutama penggemar lari atau jogging Gejala utamanya, nyeri tumpul atau terasa tajam di lutut Nyerinya kemungkinan karena tempurung lutut agar bergeser dari tempat semula Penanganannya bisa berupa latihan/gerakan, kompres dingin, obat-obatan antinyeri, dan kadang perlu tindakan lainnya yang akan dilakukan dokter dan disesuaikan. Apa Penyebab Chondromalacia Patella? Penyebab chondromalacia patella adalah aktivitas yang banyak melibatkan gerakan menekuk lutut sehingga bagian bawah/ belakang lutut ini akan menggores atau mengikis tulang lutut. Bila berlangsung lama dapat merusak dan mengikis kartilago di bawah tempurung lutut. Aktivitasnya seperti : Lari Jongkok Lompat Cedera atau injuri lutut sehingga menyebabkan bergesernya tempurung lutut dari tempatnya (dislokasi) dan fraktur (retak) juga dapat memicu timbulnya kondisi ini Chondromalacia Patella dan Usia Dapat terjadi di kelompok usia lanjut (≥ 40 tahun) ketika kartilago mulai rusak akibat proses pemakaian terus menerus (wear and tear), dan juga terjadi di semua jaringan tubuh. Kartilago lutut merupakan mula lokasi kartilago yang mengalami kerusakan, dan secara perlahan menjadi progresif sehingga memicu timbulnya artritis (peradangan) di sendi lutut. Chondromalacia patella umum terjadi pada usia remaja (terutama perempuan), karena di usia ini masih dalam proses pertumbuhan yang cepat sehingga tekanan ke lutut berlebihan atau ketidakseimbangan lutut sehingga kartilago di area tempurung lutut berisiko mengalami pelunakan dan penipisan. Apa Gejala Chondromalacia Patella? Nyeri tumpul atau tajam di belakang atau area sekitar lutut Nyeri terasa di bagian depan lutut Sakit terasa setelah duduk atau berdiri lama Biasanya tidak disertai dengan bengkak lutut Nyeri dirasakan hanya di salah satu lutut, jarang di kedua lutut  Aktivitas yang Memperburuk Chondromalacia Patella Naik dan turun tangga Jongkok Berlutut Berlari Melompat Duduk menekuk lutut dalam waktu lama Mengenakan sepatu hak tinggi Olahraga yang Berisiko Memperburuk Nyeri Chondromalacia: Voli Sepak bola Basket Lari marathon Stair stepper Diagnosis Chondromalacia Patella Dokter akan melakukan : Pemeriksaan fisik Pemeriksaan penunjang atau radiologis: 1. Rontgen, untuk melihat kemungkinan adanya peradangan atau trauma/cedera; 2. Pemeriksaan darah, melihat ada tidaknya proses inflamasi atau peradangan; dan 3. MRI untuk melihat gambaran lengkap akan tendon atau jaringan sekitar lutut Penanganan di Rumah, Atasi Chondromalacia Patella Tips sehat berikut dapat membantu meredakan nyeri: Kompres dingin area lutut beberapa kali sehari dan dilakukan selama beberapa hari sesuai anjuran dokter Minum obat pereda nyeri yang diresepkan dokter Menjaga berat badan tetap ideal Lakukan aktivitas dan istirahat tetap dalam porsi seimbang Melakukan latihan fisik yang dianjurkan dokter Mengurangi gerakan-gerakan tertentu yang memicu rasa nyeri, seperti jongkok, naik turun tangga Pilihan Penanganan Non-Bedah Penanganan berikut dapat membantu meredakan nyeri akibat kondisi ini. Dilakukan oleh dokter dan sesuai dengan hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan radiologis: Injeksi steroid Suntikan asam hyaluronat (viscosuplementasi) Injeksi platelet rich plasma (PRP) Gerakan atau Latihan Untuk Cegah dan Atasi Nyeri 1. Short-arc extensions yang dapat Anda lakukan dengan duduk atau berbaring. Letakkan handuk yang digulung di bawah paha saat Anda mengangkat paha selama 5 detik. Setelah itu turunkan kaki sambil menekuk lutut. Lakukan 10 kali, kaki kiri dan kanan bergantian. 2. Straight-leg raise, mengangkat kaki sambil berbaring. Tahan posisi ini 5 detik dan turunkan perlahan. Selanjutnya ulangi 10 kali bergantian kaki kiri dan kanan, dua kali sehari. 3. Quadriceps isometric exercises. Luruskan kedua kaki sambil duduk. Kencangkan otot paha depan dan tekan lutut ke lantai. Selanjutnya Tahan selama 5 detik dan ulangi 10 kali setiap kaki (kiri dan kanan) dua kali sehari.     4. Sepeda statis dapat membantu memperbaiki toleransi aktivitas fisik tanpa membebani lutut Anda. Selanjutnya Atur posisi duduk senyaman mungkin supaya kaki lurus saat mengayuh ke arah bawah. Lakukan 15 menit per hari dan secara bertahap tingkatkan hingga 30 menit. Sebelum melakukan semua gerakan,  yuk konsultasikan dengan dokter rehabilitasi medik di Lamina.

Low Back Pain, Tipe, Penyebab, Diagnosis Dan Penanganannya

Low back pain adalah nyeri pada punggung bagian bawah, nyerinya bervariasi, bisa terasa tumpul, nyeri terus menerus hingga nyeri mendadak, tajam atau seperti ditusuk. Low back pain juga bisa terjadi dadakan setelah kecelakaan/cedera atau mengangkat beban berat, atau bisa timbul seiring dengan proses menua. Jarang berolahraga kemudian diikuti dengan langsung olahraga/ latihan berat mendadak juga bisa menyebabkan nyeri punggung bawah. Kenali Tipe Low Back Pain Akut atau nyeri jangka pendek, yang berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun memang sebagian nyeri area ini adalah akut dan biasanya mereda dengan perawatan di rumah misalnya kompres. Fungsi otot juga belum terganggu. Dalam beberapa kasus, nyeri bisa menghilang dalam beberapa bulan. Kronik, bila nyeri masih berlangsung hingga lebih dari 12 minggu, bahkan setelah cedera atau nyeri akutnya sudah berhasil tertangani. Sekitar 20% penderita nyeri akut bisa berlanjut menjadi kronik. Jika nyeri masih ada, tidak selalu berarti ada kondisi medis penyebabnya. Mungkin memerlukan pemeriksaan lanjutan. Struktur Penyusun Tulang Punggung Punggung bawah atau pinggang – tempat tersering terkena nyeri – memiliki 5 ruas tulang belakang/ lumbar (L1-L5), yang akan menopang sebagian besar beban tubuh bagian atas. Ruang antara vertebra atau tulang belakang terjaga oleh bantalan tulang bulat dan lentur (diskus intervertebral) yang bekerja sebagai alat peredam kejutan (shock absorber) di seluruh tulang belakang untuk melindungi saat tubuh bergerak atau beraktivitas. Selain itu, antara tulang belakang, juga terdapat ligamen, seperti pita, yang menahan tulang belakang dan otot agar tetap berada di tempatnya. Di area ini terdapat 31 pasang saraf yang berakar ke sumsum tulang belakang. Saraf ini yang akan mengontrol gerakan tubuh dan mengirimkan sinyal dari tubuh ke otak atau sebaliknya. Tulang belakang ini sebenarnya berawal dari leher (servikal), punggung atas (torakal), dan punggung bawah/pinggang (lumbar) hingga tulang ekor (sakral). Apa Saja Penyebab Low Back Pain? Sebagian besar nyeri punggung bawah atau low back pain akibat faktor mekanik, yang berarti kemungkinan ada gangguan pada komponen-komponen penyusun area punggung bawah (tulang belakang, otot, bantalan tulang, dan saraf) saat bergerak. Secara garis besar penyebab mekanis low back pain antara lain adalah : 1. Kongenital (bawaan) Kelainan bentuk tulang rangka, misalnya skoliosis, lordosis, kifosis, dan kelainan bentuk tulang belakang kongenital lainnya Spina bifida, akibat terganggunya perkembangan sumsum tulang belakang dan/atau lapisan pelindungnya yang mengakibatkan malformasi tulang belakang dan adanya sensasi abnormal bahkan kelumpuhan. 2. Cedera (injuri) Terkilir (ligamen robek atau teregang berlebihan), tendon/otot robek, dan spasme/kejang Cedera akibat olahraga, kecelakaan kendaraan bermotor, atau jatuh yang mencederai tendon, ligamen, atau otot yang menjadi penyebab nyeri dan terjepitnya saraf tulang belakang sehingga bantalan tulang bocor dan menonjol (herniasi). 3. Masalah degeneratif (terjadi seiring proses pertambahan usia/ penuaan) Menipisnya bantalan tulang (tear and wear process) sehingga kemampuan sebagai bantalan atau peredam kejutan menjadi berkurang. Spondilosis Peradangan sendi (artritis) pada tulang belakang, seperti osteoartritis dan rheumatoid arthritis 4. Masalah pada saraf Jepitan (kompresi), inflamasi dan/atau cedera saraf tulang belakang Sciatica (disebut juga dengan radikulopati), penyebabnya oleh jepitan pada saraf sciatica. Saraf ini membentang dari bokong hingga ke kaki bagian bawah. Gejalanya, nyeri seperti kesetrum/terbakar di pinggang dan nyeri menjalar dari bokong ke salah satu kaki. Stenosis spinal, menyempitnya rongga/ruas tulang belakang sehingga menjepit saraf tulang belakang. Spondilolistesis, bergesernya tulang belakang dari tempatnya, sehingga berisiko menjepit akar saraf di sekitarnya. Infeksi, misalnya pada tulang belakang (osteomielitis), pada diskus (discitis), pada sendi sakroiliaka yang menghubungkan tulang belakang bawah dan panggul (sacroiliitis). Sindrom cauda equina muncul akibat pecahnya atau menonjolnya bantalan tulang dan menjepit sekelompok akar saraf di area lumbar dan sacral. Bila kondisi ini tidak tertangani secara dini, dapat menimbulkan kerusakan saraf yang permanen. Osteoporosis (tulang keropos) yang dapat meningkatkan risiko patah tulang belakang dan menimbulkan nyeri. Penyebab Lain Low Back Pain Yang Bukan Masalah Tulang Belakang Batu ginjal (nyeri pada salah satu pinggang belakang) Endometriosis (tumbuhnya jaringan rahim di luar rahim) Fibromialgia (sindrom nyeri kronik sehingga menyebabkan nyeri pada otot dan fatigue) Tumor yang dapat menekan atau merusak tulang belakang dan sarafnya atau di lokasi punggung lainnya. Kehamilan (nyeri punggung biasanya mereda setelah melahirkan) Kenali dan pahami faktor risiko low back pain yang mungkin muncul, antara lain adalah ; Usia Tingkat kebugaran fisik. Nyeri punggung bawah atau low back pain lebih sering terjadi pada orang-orang dengan kebugaran fisik rendah. Lemahnya otot-otot punggung dan perut tidak dapat menopang tulang belakang dengan baik. Berat badan berlebihan, karena dapat memberikan ekstra beban dan berat pada tulang belakang dan bantalannya. Genetik Pekerjaan atau aktivitas harian yang mengharuskan mengangkat, mendorong atau menarik beban berat karena memerlukan gerakan memutar atau menggetarkan tulang belakang, sehingga berisiko cedera dan nyeri. Bekerja duduk seharian juga bisa menjadi penyebab nyeri, apalagi dengan postur tubuh yang salah atau duduk tanpa penyangga punggung yang baik. Merokok, dapat menyebabkan gangguan aliran darah dan oksigen ke tulang belakang, sehingga tulang belakang berdegenerasi lebih cepat. Psikologis, misalnya stres, depresi Bagaimana Pemeriksaan dan Penanganannya? Riwayat medis lengkap dan pemeriksaan fisik biasanya dapat mengidentifikasi penyebab nyeri. Dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis dan pemeriksaan penunjang yang akan membantu menemukan penyebab sehingga dapat menyusun rencana penanganannya dengan baik. Pemeriksaan penunjang atau radiologis yang direkomendasikan dokter antara lain: Computerized tomography (CT) scan, dapat menunjukkan jaringan lunak yang tidak dapat terlihat dengan pemeriksaan rontgen biasa, misalnya stenosis spinal, tumor Magnetic resonance imaging (MRI), tampak jelas memperlihatkan struktur dan jaringan lunak di ruas tulang belakang, seperti tulang, otot, ligamen, tendon dan pembuluh darah. Biasanya pada kasus tumor, inflamasi, herniasi nukleus pulposus (HNP) atau curiga adanya jepitan di saraf tulang belakang. Rontgen (X-ray) untuk menunjukkan kemungkinan adanya patah tulang atau cedera atau ketidaksejajaran/kelainanan bentuk tulang belakang. Biasanya nyeri dapat membaik dengan sendirinya dan biasanya dapat sembuh dengan: Obat antinyeri atau obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) Relaksan otot untuk membantu mengendurkan otot yang tegang Krim topikal, oleskan pada area yang nyeri Kompres hangat dan/atau dingin (es) untuk membantu meringankan nyeri Peregangan ringan sesuai anjuran dokter Bila berlanjut, segerakan konsultasi dengan dokter agar dapat mengembalikan aktivitas Anda yang mungki tertunda akibat nyeri pinggang. Pilihan Penanganan Penanganan low back pain atau nyeri punggung bawah bergantung dari penyebabnya. Pilihan terapi dapat berupa ; Injeksi steroid, ke area punggung bawah (pinggang atau lumbar) dapat membantu mengatasi nyeri dan nyeri sciatica oleh

Nutrisi Tulang Yang Dibutuhkan Dalam Pemulihan Nyeri

Nutrisi untuk nyeri tulang belakang

Proses pemulihan nyeri tulang belakang dapat lebih cepat dengan mengonsumsi beberapa nutrisi atau zat gizi tertentu. Nutrien atau zat gizi tertentu sangat perlu guna menunjang atau menjaga sistem imun tubuh. Zat nutrien yang termasuk ke dalam kelompok imunonutrisi adalah arginin, glutamin, omega-3, nukleotida dan antioksidan yang terkandung alami dalam makanan maupun dalam bentuk suplemen. Nutrisi atau zat gizi  sangat perlu untuk membantu mempercepat proses pemulihan nyeri tulang belakang. Nutrisi Untuk Proses Pemulihan Nyeri Tulang Belakang Penelitian mendukung bahwa lima nutrisi berikut berperan penting dalam proses pemulihan akibat cedera, seperti herniasi nukleus pulposus (penonjolan bantalan tulang belakang). Atau penyakit degeneratif tulang belakang, serta pemulihan pasca-tindakan pada punggung atau leher. Arginin, merupakan salah satu asam amino tubuh, yang muncul dalam batas tertentu selama masa pertumbuhan, saat sakit, atau cedera. Hasil riset menunjukkan dengan suplementasi arginin dapat membantu meningkatkan kemampuan tubuh berperang melawan infeksi. Arginin terkandung dalam kacang-kacangan, daging (terutama daging kalkun) Glutamin, hampir sama dengan arginin. Glutamin terlibat dalam aneka proses biologis yang mengontrol pertumbuhan dan perbaikan sel. Beberapa hasil studi, suplementasi glutamin dapat membantu menurunkan risiko terjadinya infeksi. Glutamin terkandung di daging sapi, telur, nasi putih, tofu dan jagung. Asam lemak omega-3 yang secara alami dapat membantu mengurangi respons inflamasi tubuh. Karena inflamasi atau peradangan menjadi penyebab tersering nyeri punggung, maka dengan mengurangi inflamasi maka nyeri pun menghilang. Asam lemak ini terkandung di beragam makanan misalnya salmon, telur, bayam, kenari Nukleotida. Setiap sel tubuh memiliki nukleotida yang membantu membuat dan memelihara DNA dan RNA (keduanya diperlukan untuk proses perbaikan dan pertumbuhan kembali sel). Ketika tubuh mengalami stres (misalnya nyeri punggung atau nyeri leher), kemungkinan memerlukan lebih banyak nukleotida dari biasanya. Tubuh akan memproduksi dan mendaur ulang nukleotida ini, selain menyerapnya dari makanan sehat yang Anda konsumsi. Daging sapi, daging ayam, ikan, udang, sayuran, buah, semuanya mengandung nukleotida. Antioksidan, membantu menjaga dan memperbaiki jaringan sehat dengan mengurangi stres oksidatif di tubuh. Stres oksidatif ini dikaitkan dengan inflamasi kronis, dan inflamasi ini berperan terjadinya nyeri punggung. Contohnya makanan dengan beta-karoten, selenium, vitamin A dan vitamin C yang banyak terkandung dalam sayuran berdaun hijau, buah, kacang-kacangan. Yuk jaga saraf dan tulang belakang dengan mencukupi kebutuhan nutrisinya. Selanjutnya, sesuaikan dengan kebutuhan dan konsultasikan dengan dokter di Klinik Lamina mengenai kecukupan nutrisi ini.

Vitamin Tulang Hingga Nutrisi Untuk Kesehatan Tulang Belakang

Vitamin tulang belakang dan saraf

Vitamin tulang belakang dan saraf perlu perhatian lebih, ini agar keduanya dapat bekerja dengan baik. Kecukupan vitamin tidak hanya perlu oleh tulang belakang dan saraf, tetapi juga semua jaringan dan organ. Sumber vitamin dan olahraga dapat memengaruhi tingkat kerentanan seseorang terhadap masalah kesehatan yang terkait dengan tulang, sendi, dan jaringan ikat. Vitamin K Untuk Tulang Anda Vitamin K bekerja sebagai pengarah utama penentu kandungan mineral dalam tulang, membantu mengatur pendistribusian kalsium ke seluruh jaringan lunak dan tersimpan dalam tulang. Secara bersamaan kalsium menjaga kesehatan tulang belakang dan tubuh tetap kuat. K1 merupakan salah satu bentuk vitamin K, yang terkonversi menjadi vitamin K2 oleh bakteri sehat dalam saluran cerna. Vitamin K2 terkandung dalam lemak sehat dari daging, keju, kuning telur dan produk olahan susu, dan K1 terkandung di sayuran berdaun hijau, seperti bayam, kale dan brokoli. Vitamin Obesitas Pada Nyeri Tulang Belakang Obesitas terutama di area perut menyebabkan tekanan pada otot-otot dan ligamen-ligamen yang menyangga tulang belakang. Sendi di area tulang belakang ini rentan alami kerusakan akibat pekerjaan harian seperti  mengangkat beban berlebihan dan lakukan dengan postur tubuh yang kurang baik. Lemak dari makanan tinggi karbohidrat, dan makanan olahan yang merangsang insulin berlebihan. Insulin ini akan memberikan sinyal pada tubuh. Enzim-enzim ini dapat meningkatkan jumlah sel-sel inflamasi dan meningkatkan kolesterol serta menyempitkan pembuluh darah. Kesemuanya ini dapat meningkatkan kadar nyeri yang terasa bila Anda mengalami masalah pada tulang belakang, sehingga butuh vitamin berimbang. Lemak di area perut terbuat dari jenis sel yang paling aktif memproduksi zat-zat tertentu dalam tubuh penyebab peradangan yang dapat merusak semua sendi. Semakin tebal atau banyak sel lemak di perut, maka semakin banyak zat tersebut terbentuk. Nutrisi Tulang Vitamin untuk sirkulasi darah yang baik guna memperbaiki kondisi kesehatan tertentu, misalnya pasca tindakan pembedahan tulang, cedera tulang, atau jaringan ikat seperti kartilago dan ligamen. Pembuluh darah ini membawa bahan mentahatau vitamin yang akan diolah dan untuk merawat atau menjaga kekuatan dan fungsi tulang dan jaringan ikat. Makanan tinggi karbohidrat dan tinggi gula, serta rendah protein dan rendah lemak sehat, dapat berdampak pada pembuluh darah (mengerut) sehingga aliran darah yang menuju bagian-bagian yang alami cedera akan berkurang. Hal ini menyebabkan proses pemulihan lebih lama. Baca juga : Pantangan untuk penderita skoliosis Herbal, buah, dan sayuran mengandung zat anti inflamasi tertentu untuk penyembuhan jaringan. Makanan nabati memiliki antioksidan (flavonoid) yang membantu mengurangi zat-zat kimia yang memicu peradangan. Flavonoid sebagai salah satu sumber vitamin merupakan sumber nabati yang berperan dalam metabolisme tubuh, yang semuanya perlu dalam proses penyembuhan tulang. Flavonoid ini akan ‘merajut’ serat-serat kolagen sehingga terjalin erat dalam jaringan ikat. Hasilnya adalah jalinan kuat antara kulit dan pembuluh darahnya; densitas tulang yang kuat, serta ligamen dan tendon yang kuat dan elastis. Kondisi peradangan dapat mendapatkan manfaat dari antioksidan, seperti vitamin E, namun perlu yang alami, bukan sintetik. Konsumsi ikan sekitar 5 kali seminggu atau suplementasi minyak ikan murni harian bisa juga membantu perbaikan. Kecukupan asupan ini bisa dikonsultasikan dengan dokter bila butuh suplementasi. Vitamin Tulang Belakang Dan Saraf Untuk membantu perbaikan masalah pada tulang belakang, berikut ini adalah beberapa tips sehat untuk Anda: Cukupi kebutuhan cairan sesuai dengan kebutuhan atau minum teh herbal. Hindari jus buah atau minuman dengan tambahan pewarna dan bahan pengawet. Hindari gula atau jauhkan makanan manis (permen) dan makanan olahan yang terbuat dari tepung. Jauhkan makanan kemasan yang mengandung zat pengawet dan pewarna tambahan Mengonsumsi suplemen vitamin/mineral, jika perlu. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini. Konsumsi suplemen minyak ikan yang mengandung asam lemak omega-3: EPA (eicosapentanoic acid/asam eikosapentanoat) dan DHA (Docosahexaenoic Acid/asam dokoheksanoat). Suplemen vitamin D3 bila perlu. Perubahan asupan makanan jangka panjang bisa bermanfaat pada kondisi tulang belakang Anda. Jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas, konsultasikan ke dokter mengenai cara mendapatkan berat badan ideal. Kurangi Lemak di Perut, Gizi Tulang Belakang dan Saraf Juga Terpenuhi Untuk menurunkan berat badan, terutama mengurangi lemak di perut, coba konsumsi : Sayuran segar, mentah atau yang direbus/kukus Dua atau tiga potong buah segar setiap hari Masukkan ikan ke dalam daftar makanan harian Daging sapi tanpa lemak, produk olahan susu, telur Menggunakan minyak zaitun (olive oil) pada salad dan untuk proses memasak tiap harinya Konsumsi kacang-kacangan, seperti almond dan kenari, karena mengandung lemak sehat Jangan lupa untuk tetap aktif. Jenis olahraga yang dianjurkan untuk Anda yang sedang mengalami masalah pada tulang belakang, sebaiknya konsultasi dengan dokter Anda.