Rehabilitasi medik pasca stroke berperan sangat penting mengingat dampak stroke yang dapat menyebabkan disabilitas penderitanya.

Menurut WHO, stroke adalah kondisi medis disertai defisit neurologik fokal dan global yang berkembang dengan cepat. Kondisi ini memerlukan tindakan medis cepat karena dapat memburuk dan berlangsung selama 24 jam atau lebih dan/atau dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskular.

Stroke terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah. Akibatnya sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen sehingga sel/ jaringan otak mengalami kematian.

Dampak stroke ini bisa menurunkan kualitas penderitanya karena dapat menimbulkan risiko kelumpuhan sehingga berdampak pada kemandiriannya dan penurunan kualitas hidup.

Penanganan stroke perlu secepatnya atau dalam waktu 3 jam setelah serangan terjadi (golden period). Semakin cepat tertolong, semakin besar kesempatan untuk pulih secara optimal setelah serangan pertama. Serangan stroke dengan singkatan FAST (facearmsspeechtime).

Jenis Stroke

Dalam dunia kedokteran penyakit stroke sendiri terdiri dari tiga jenis, antara lain :

1. Iskemik

Terjadi ketika pembuluh darah arteri yang tersambung ke otak tersumbat dan menyempit sehingga menyebabkan berkurangnya pasokan darah menuju ke otak (iskemia).

Berikut yang termasuk stroke iskemik:

2. Hemoragik

Penyebabnya adalah tekanan darah tinggi (hipertensi) dan aneurisma (pembesaran/penonjolan pembuluh darah otak akibat melemahnya dinding pembuluh darah) serta pecahnya arteriovenous malformation (AVM).

Jenis stroke, antara lain:

3. Transient Ischemic Attack

TIA atau mini stroke. Serangan ini terjadi akibat suplai darah menuju otak berkurang akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah yang berlangsung sekitar kurang dari lima menit dan bersifat sementara. Namun, stroke jenis ini jangan anggap sepele karena kemungkinan Anda berisiko mengalami kerusakan otak permanen.

Baca juga : Terapi CTS tanpa operasi

Rehabilitasi Medik Pasca Stroke

Stroke dapat menimbulkan beberapa gejala berupa:

Kenali Dampak Stroke

Jenis dan derajat disabilitas atau kecacatan pasca stroke bergantung pada area otak yang rusak. Namun pada umumnya, stroke menyebabkan 5 jenis kelumpuhan berikut:

1. Kelumpuhan mengontrol gerakan (kontrol motorik). Kerusakan sel-sel dan koneksi dalam otak mengakibatkan kerusakan dalam mengontrol gerakan dan sensasi :

2. Sensorik terganggu, termasuk nyeri

3. Masalah berkomunikasi, berbicara dan memahami sesuatu/ berbahasa (afasia)

Cedera oleh stroke ke salah satu pusat otak yang berperan dalam kontrol bahasa dapat mengganggu komunikasi verbal. Ada beberapa jenis afasia:

4. Pemikiran dan memori

Stroke dapat merusak bagian otak yang bertanggung jawab untuk memori, pembelajaran, dan kesadaran. Seorang penyintas stroke mungkin memiliki rentang perhatian yang lebih pendek secara dramatis atau mungkin mengalami defisit dalam memori jangka pendek.

Sebagian penderitanya juga menjadi tidak mampu membuat perencanaan tertentu, memahami makna, mempelajari tugas-tugas baru, atau kegiatan kompleks lainnya. Stroke menyebabkan:

5. Masalah pada emosional, seperti ketakutan, cemas (ansietas), frustrasi, marah, sedih. Kadang gangguan emosional dan perubahan kepribadian ini merupakan dampak fisik dari kerusakan otak.

Perlunya Rehabilitasi Medik Pasca Stroke

Program rehabilitasi medik dapat membantu penderita stroke untuk belajar kembali keterampilan yang hilang secara mendadak ketika terjadi kerusakan otak akibat stroke.

Hal ini sama pentingnya untuk melindungi penderitanya dari masalah medis baru, seperti pneumonia, infeksi saluran kemih, cedera akibat jatuh, atau terbentuknya bekuan darah di pembuluh vena.

Program neurorehabilitasi harus sesuai untuk melatih keterampilan yang terganggu akibat stroke, seperti kelemahan otot, kurangnya koordinasi, gangguan berjalan, kehilangan sensasi, gangguan penglihatan, atau kesulitan berbicara atau memahami.

Jadi program rehabilitasi untuk stroke meliputi:

Rehabilitasi pasca stroke
Rehabilitasi pasca stroke

Variasi Penanganan Stroke

Penanganan stroke bervariasi sesuai dengan hasil evaluasi fisik dan kapan stroke itu terjadi.

Proses pemulihan stroke bergantung pada besar dan lokasi stroke, seberapa cepat Anda mendapatkan penanganannya, dan kondisi kesehatan Anda saat terserang stroke.

Terapis fisik atau rehabilitasi akan membantu mengembalikan keterampilan fungsional Anda agar dapat kembali beraktivitas harian.

Program rehabilitasi tidak hanya terbatas pada pemulihan kondisi, tetapi juga mencakup rehabilitasi yang bersifat psikososial, penuh dengan kasih sayang serta empati yang luas, guna memberikan inovasi penderita.

Cakupan Rehabilitasi Medik Pasca Stroke

Rehabilitasi mencakup:

Mobilisasi pada pasien stroke bertujuan untuk membantu:

Mengingat pentingnya rehabilitasi ini pada pasien stroke, maka perlu motivasi penderita untuk membantu mencegah komplikasi dengan cara menekankan manfaat latihan, dan proses pemulihan terjadi secara berangsur-angsur sehingga perlu ketekunan dalam latihan dan perlunya meningkatkan partisipasi keluarga.

Stroke dan Kerusakan Permanen

Stroke dapat merusak bagian otak yang bekerja mengendalikan berbagai fungsi, seperti bicara dan gerakan. Tetapi bagian lain dari otak dapat mengambil alih area yang rusak tersebut. Banyak yang bisa pulih dapat memperbaiki keterampilan dan kemampuan yang tadinya kena dampak stroke.

Namun ada yang sebagian mengalami kerusakan permanen. Dengan program rehabilitasi dapat membantu Anda belajar memperbaiki keterampilan yang akan membantu mengembalikan kemandirian Anda nantinya.

Faktor Penentu Keberhasilan Rehabilitasi Medik Pasca Stroke

Keberhasilan program rehabilitasi sangat bergantung pada beberapa faktor berikut ini:

Cegah Stroke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *