Nyeri Pinggul Sering Dialami Anda? Ini Penyebab Dan Solusinya

Nyeri Pinggul bisa terjadi pada kita semua. Pada umumnya, pinggul memiliki kemampuan dalam berbagai macam gerakan. Apabila seseorang semakin bertambah umur, maka sendi tersebut mengalami keausan. Sendi tersebut juga dapat mengalami cerai sendi, artinya yaitu jaringan yang mengelilinginya dan saraf tersebut mengalami peradangan. Penyakit radang sendi juga dapat menyebabkan nyeri pinggul. Pengertian Nyeri pinggul Pinggul merupakan sendi yang menonjol antara tulang paha dan daerah panggul (pelvis). Pinggul terdiri dari bola dan dudukannya untuk memberikan ruang yang lebih luas untuk pergerakan pinggul bawah sehingga membuat seseorang dapat berjalan, menari, duduk, dan mengangkat benda.   Pinggul memiliki tulang rawan yang mencegah terjadinya gesekan ketika tulang pinggul digerakkan. Adapun ligamen berfungsi menahan sendi pinggul untuk mencegah terjadinya pemisahan sendi. Sedangkan otot, berfungsi dalam membantu menahan ligamen dan sendi pinggul menyatu bersama. Nyeri pinggul yaitu nyeri yang berasal dari dalam rongga pinggul. Rasa nyeri dapat datang mendadak dan parah, maupun ringan namun bertahan beberapa bulan. Apabila pinggul mendadak terasa nyeri, maka disarankan segera berkonsultasi ke dokter. Nyeri pada pinggul seringkali dihubungkan dengan rasa nyeri yang terjadi pada organ reproduksi internal wanita. Namun, laki-laki juga memiliki risiko mengalami sakit pinggul. Pinggul nyeri tersebut dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: Sakit pinggul akut, nyeri tersebut seringkali muncul tiba-tiba dan lebih sering dialami oleh wanita saat menstruasi, pembuahan, atau berhubungan seksual. Sakit pinggul kronis, nyeri tersebut konstan dan sering kambuhan dan biasanya nyeri yang bertahan lebih dari 6 bulan. Gejala Nyeri pinggul Gejala yaitu sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Gejala tersebut dirasakan oleh penderita pinggul nyeri akut biasanya berbeda-beda, hal ini tergantung dari penyebabnya. Berikut ini gejala sakit pinggul akut berdasarkan penyebabnya: Terjadinya kehamilan ektopik, yaitu suatu keadaan yang biasanya menyebabkan gejala sakit pinggul dengan ditandai tes kehamilan yang positif. Misalnya, pada saat menstruasi berhenti, adanya perdarahan dari vagina, mengalami pusing atau lemas, mual dan muntah, akan tapi disertai nyeri pada bahu, hingga hilangnya kesadaran.   Adanya benjolan pada jaringan sekitar rahim. Hal ini dapat ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur atau berubah, seringnya buang air kecil, mengalami sulit buang air besar, adanya proses pencernaan yang tidak lancar, perut terasa kembung, limbung atau pusing, serta nyeri pinggul yang bervariasi dari ringan hingga berat bergantung dari ukuran dan posisi benjolan tersebut. Adanya radang pinggul, gejala ini dapat ditandai dengan sakit ketika buang air kecil dan saat berhubungan seksual, mengalami demam tinggi, mual, muntah, keputihan dengan warna yang berubah, menstruasi yang lebih lama dan sakit, adanya perdarahan di antara menstruasi atau setelah berhubungan seksual dan nyeri di bagian perut bawah saat bergerak atau tersentuh. Penyebab Nyeri pinggul Pada kedua jenis nyeri pinggul yaitu sakit pinggul akut dan kronis, terdapat penyebab yang berbeda pula. Berikut ini beberapa penyebab dari sakit pinggul akut: Adanya Infeksi akut, misalya endometritis, abses saluran telur, panyakit radang pinggul. Hal yang berhubungan dengan kehamilan, misalnyakeguguran, kehamilan ektopik, pecahnya kista korpus luteum, kelahiran prematur, plasenta abrupsi, uterus pecah. Ginekologi, penyebabnya ovulasi, dismenorea (nyeri haid), pecahnya kista ovarium, tumor pinggul, perubahan degeneratif tumor fibroid, pembekuan darah di pembuluh darah pinggul (pelvic vein thrombosis). Penyebab yang lain yaitu prostatis dan strangulasi hernia. Sedangkan, berikut ini beberapa penyebab dari nyeri pinggul kronis, yaitu: Endometriosis Sindrom iritasi usus besar Hernia Gangguan psikologis dan sosial Epididymo-orchitis Prolaps organ pinggul Rusaknya sistem saraf di bagian pinggul Adesi usus (bowel adhesion) Radang menahun kandung kemih (chronic interstitial cystitis)l Tumor testis Kista ovarium kambuhan Infeksi saluran kemih kambuhan Adenomiosis Gangguan muskuloskeletal Kapan Harus Periksa ke Dokter? Apabila Anda memiliki tanda-tanda dan gejala seperti yang disebutkan di atas, atau Anda memiliki pertanyaan maupun kekhawatiran, maka silakan konsultasikan ke dokter Anda. Hal ini dikarenakan status dan kondisi dapat berbeda bagi setiap orang. Selalu diskusikan dengan dokter Anda dimulai dari metode diagnosis, perawatan, dan pengobatan terbaik bagi Anda. Jadi, Anda perlu melakukan pengobatan ke dokter umum yang mana akan membuat diagnosis awal. Dokter pasti akan melakukan serangkaian tes, salah satunya yaitu pemindaian MRI (apabila dokter percaya kondisi itu merupakan bursitis atau radang tulang) atau dengan melakukan foto rontgen (X-ray). Setelah itu, dokter akan menyarankan pereda nyeri atau obat. Apabila pengobatan awal tidak bekerja, maka dokter akan merujuk Anda ke seorang spesialis yang disebut spesialis tulang (ortopedi). Pengobatan di Rumah untuk Nyeri pinggul Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah juga dapat membantu Anda mengatasi sakit pinggang belakang adalah: Minumlah obat teratur, sesuai dengan resep dokter. Mulailah menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan Sebaiknya lakukan latihan peregangan untuk memperkuat pinggang setiap hari Jagalah postur tubuh yang tepat saat duduk, berjalan, atau mengangkat beban Pengobatan Medis Tindakan penanganan pada bermacam-macam, biasanya pengobatan dibedakan berdasarkan penyebab munculnya sakit pinggul. Salah satu langkah dalam penanganan tersebut yang biasa dilakukan dokter yaitu pemberian obat-obatan sesuai dengan penyebab munculnya sakit pinggul. Apabila faktor ginekologi menjadi akibat munculnya sakit pinggul, maka pada umumnya dokter akan meresepkan pil kontrasepsi. Apabila tidak ditemukan penyebab khusus dari nyeri, maka sorang pasien biasanya akan diberikan obat anti-inflamasi non steroid dan obat pereda rasa nyeri. Pada sakit pinggul kronis, biasanya dokter akan memberikan beberapa obat kepada penderita yaitu: Obat hormonal Pil kontrasepsi Obat anti-inflamasi non steroid. Nyeri yang lebih parah mungkin akan perlu diobati dengan menggunakan obat yang lebih kuat atau mengandung opium untuk digunakan dalam jangka waktu yang pendek. Sedangkan, pada gejala otot kejang, biasanya dokter akan meresepkan obat pelemas otot. Namun, memang dari semua obat tersebut berpotensi menimbulkan efek samping. Obat antiradang juga dapat menyebabkan sakit perut, bisul, ruam, dan masalah hati dan ginjal. Sedangkan, pada relaksan otot dapat menyebabkan kantuk, pusing, atau ruam. Selain pengobatan, Anda juga dapat menggunakan metode fisioterapi untuk membantu mengurangi rasa sakit. Metode terapi ini lebih efektif untuk pasien dengan nyeri lumbar kronis, kondisi pada pasien dapat diperbaiki berkat latihan untuk punggung bawah dan perut. Langkah terakhir yang umumnya dipilih oleh dokter untuk menangani sakit pinggul adalah tindakan pembedahan. Saat nyeri disebabkan oleh patah tulang atau cedera berat, maka dokter dapat menyarankan pembedahan. Pembedahan sering juga dianggap darurat. Silahkan Kontak Kami untuk mendapatkan layanan maksimal terkait dengan Nyeri Pinggul bersama dengan Dokter Ahli Kami.   

Nyeri Punggung Yang Tak Tertahankan Waspada HNP Pinggang

Anda pasti tidak asing dengan yang namanya nyeri tulang punggung. Rasa sakit pada punggung ini biasanya dialami oleh orang tua karena menurunnya kualitas tulang. Tapi, sekarang ini, banyak juga anak muda yang sudah merasakan sakit pada punggung dan penyebabnya pun pasti berbeda-beda. Nyeri tulang punggung yaitu sensorik yang tidak menyenangkan berhubungan dengan kerusakan jaringan atau kemungkinan adanya kerusakan jaringan di sepanjang tulang belakang, hal ini berasal dari dasar leher hingga ke tulang ekor. Gejalanya dapat berupa rasa nyeri yang datang dan pergi dan cenderung memburuk pada malam hari. Hubungi Call Center Kami di (021) 79196999   Sakit punggung ini dapat terpicu oleh posisi postur tubuh yang tidak ideal saat duduk, berdiri, maupun membungkuk. Kondisi nyeri tersebut sebagai akibat efek mengangkat benda yang terlalu berat. Sakit punggung biasanya tidak muncul oleh hal serius dan dapat tertangani dengan mengubah posisi postur tubuh dan mengonsumsi obat pereda rasa sakit. Namun, pada beberapa orang terdapat nyeri yang sangat menyiksa dan menimbulkan sakit yang tidak tertahankan hingga menghambat aktivitas sehari-hari. Gejala Nyeri Punggung Beberapa gejala umum yang terasa saat sakit punggung adalah: Merasa nyeri dan kaku pada punggung bagian bawah Rasa saki cenderung ringan tapi bertahan dan berkepanjangan Nyeri biasanya dapat membaik maupun timbul pada malam hari atau saat beristirahat. Nyeri punggung tersebut dapat muncul karena adanya tekanan saraf. Gejala-gejala yang dapat timbul antara lain: Rasa sakit yang menyebar sampai pinggang dan pinggul Kaki mati rasa atau kesemutan Kesulitan untuk bergerak Nyeri terasa memburuk saat berjalan atau berolahraga. Penyebab Rasa sakit punggung dapat timbul karena adanya masalah pada salah satu bagian tulang-tulang yang menyatu dengan otot, tendon, ligamen, saraf, serta cakram sebagai bantalan peredam benturan. Penyebab dari nyeri punggung yang paling umum adalah keseleo, cedera ringan, saraf terjepit atau teriritasi, dan ketegangan otot. Namun, terkadang sakit punggung dapat terjadi secara mendadak tanpa sebab yang jelas. Misalnya, pada sebagian orang yang bangun di pagi hari tiba-tiba dapat merasa sakit punggung tanpa tahu penyebabnya. Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan nyeri pada punggung, antara lain: Posisi tubuh yang salah pada saat sedang mengangkat, membawa, atau menarik sesuatu Perenggangan tubuh yang berlebihan dan terlalu kuat Posisi duduk yang salah Berkendara dalam waktu yang lama atau posisi membungkuk tanpa jeda. Faktor Risiko Kondisi-kondisi berikut ini juga dapat membuat Anda berisiko dalam mengidap nyeri tulang punggung, antara lain: Stres atau depresi berat Berat badan yang berlebihan, sehingga membuat tulang belakang bekerja lebih keras untuk menopang tubuh. Tambahan massa janin pada wanita hamil juga akan menambah beban tulang belakang sehingga terasa nyeri pada punggung. Perokok aktif juga akan cenderung meengalami sakit punggung lebih buruk vs bukan perokok Konsumsi obat-obatan dalam jangka waktu panjang yang dapat melemahkan tulang, seperti obat anti-inflamasi (steroid). Beberapa kondisi yang lebih serius, namun termasuk jarang juga dapat memicu terjadinya nyeri pada punggung, antara lain: Adanya infeksi pada ginjal atau infeksi saluran kemih Osteoartritis: kondisi paling umum dari artritis yaitu berupa kerusakan pada tulang rawan di sendi. Adanya osteoporosis: kondisi berkurangnya kepadatan tulang. Waspadai Gejala Nyeri Yang Terus Menerus Pada umumnya tanpa berkunjung ke dokter, sakit punggung Anda akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 4-6 minggu. Namun, apabila rasa nyerinya tidak kunjung hilang dan sudah tidak tertahankan, maka Anda dapat melakukan konsultasi pada dokter. Ada berbagai gejala-gejala lain yang kadang mengiringi sakit punggung seperti adanya demam, berat badan mulai menurun drastis, nyeri yang menjalar ke bawah lutut dan pembengkakan di area punggung yang dapat menjadi tanda-tanda apabila penyakit menjadi lebih serius. Maka, segera hubungi dokter apabila sakit punggung disertai dengan gejala-gejala yang telah disebutkan di atas. Baca Juga : Vitamin Tulang Belakang Pencegahan Nyeri Tulang Punggung Adapun beberapa cara dalam mencegah nyeri punggung, yaitu: Mengubah gaya hidup Kelebihan berat badan, stress, dan postur tubuh yang buruk dapat menjadi penyebab dari sakit punggung. Mulailah memilih aktivitas yang dapat Anda nikmati dan juga mendatangkan manfaat seperti berjalan kaki, melakukan renang atau yoga, mulai makanan yang sehat dan istirahat yang cukup. Posisi tidur Apabila Anda terbiasa tidur telentang, maka tempatkan bantal di bawah lutut. Sedangkan, apabila Anda biasa tidur dengan posisi menyamping, maka angkat sedikit kaki Anda ke arah dada, kemudian tempatkan sebuah bantal di antara kedua kaki. Posisi-posisi tidur tersebut akan membantu menjaga postur punggung bawah tetap pada posisi normal. Pengubahan posisi tidur juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan meredakan tekanan pada punggung. Merelaksasi otot dan pikiran Khawatir pada situasi yang sedang Anda hadapi membuat otot-otot menegang. Penelitian membuktikan bahwa apabila orang yang tetap optimis saat mengidap sakit punggung cenderung akan lebih cepat pulih dan dapat terhindar dari sakit yang jangka panjang.Jadi, Anda usahakan untuk mulai melakukan relaksasi. Mulailah berlatih dengan cara menarik napas dalam-dalam secara teratur di tempat yang tenang. Buatlah diri Anda merasa nyaman. Olahraga Postur tubuh dan olahraga juga sangat mempengaruhi kesehatan tulang punggung Anda. Maka, cobalah untuk melakukan olahraga secara teratur. Olahraga teratur dapat membantu Anda dalam mencegah sakit punggung, sehingga Anda dapat terhindar dari nyeri tersebut. Pengobatan Nyeri Punggung Ada beragam cara dalam penanganan yang dapat dilakukan supaya rasa nyeri menjadi tidak berkepanjangan, antara lain: Tetaplah aktif Sebelumnya, Anda pasti menganggap istirahat sebagai penanganan yang mungkin dapat meringankan nyeri punggung. Namun, saat ini dipercaya bahwa tubuh yang tidak bergerak aktif dalam jangka panjang justru berakibat buruk bagi punggung. Lakukanlah olahraga ringan secara rutin sebagai solusi yang tepat. Obat pereda nyeri Apabila nyeri Anda tidak mereda dan terasa tidak tertahankan, maka Anda dapat mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Vitamin B12 Anda dapat memberikan vitamin B12 untuk pengobatan terhadap sakit punggung kronis, karena beberapa penelitian menyatakan nyeri berkurang. Vitamin B12 juga dipercaya dapat memberikan manfaat dalam regenerasi saraf yang cedera seperti pada penekanan saraf tulang belakang. Pemberian vitamin B12 juga dapat dikombinasikan dengan obat antinyeri Anda, misalnya paracetamol, karena obat ini aman dan tidak menimbulkan efek yang merugikan. Berpikir positif Mulailah melakukan relaksasi, karena hal ini dapat mengurangi ketegangan otot sehingga membantu mengurangi nyeri yang diderita. Penderita yang selalu memiliki pikiran positif terbukti lebih cepat sembuh dibandingkan penderita yang selalu cemas akan penyakit yang dideritanya. Terapi manual Lakukanlah kompres panas atau dingin sehingga dapat membantu meredakan nyeri. Bentuk-bentuk pengobatan lain yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan terapi

Endoskopi PECD Pertama di Indonesia oleh Dr Mahdian

Endoskopi Servikal PECD — Dalam 2 decade terakhir, pengobatan kasus herniasi bantalan sendi tulang belakang terutama di daerah servikal (leher) terus mengalami perkembangan, diantaranya Endoskopi PECD. Diawali dengan adanya teknik bedah terbuka. Kemudian dilanjutkan dengan Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF) yang sampai saat ini masih dilakukan dokter di banyak belahan dunia termasuk Indonesia. Sayangnya teknik ini memiliki beberapa komplikasi yang dapat terjadi. Seperti disfagia, hematoma, unilateral recurrent laryngeal nerve (RLN) palsy, kebocoran cairan serebrospinal (CSF), kebocoran esophagus, perburukan gejala radiculopathy, kegagalan pemasangan implant dan lain sebagainya.   Perkembangan Endoskopi PECD Atas pengalaman klinis ini selanjutnya para pakar kesehatan dunia mencoba mengembangkan teknik bedah baru yang saat ini dikenal sebagai percutaneous endoscopy. Baru tahun 1990, Tajima dan kawan-kawan memperkenalkan sebuah teknik baru yang disebut Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD)/ endoskopi servikal. Baca juga : Endoskopi PELD “Teknik PECD, menganut dua pendekatan atau teknik yaitu anterior (depan) dan posterior (belakang). Keduanya bertujuan mengilangkan herniasi bantalan sendi tulang belakang yang menyebabkan penekanan pada saraf tulang belakang. Dengan bantuan penglihatan langsung melalui kamera endoskopi yang ditampilkan pada layar,” jelas dr. Mahdian Nur Nasution SpBS, dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, Jakarta. Keuntungan Endoskopi Servikal PECD dibandingkan Teknik Minimally Invasive Lain Selain keuntungan seperti sayatan yang minimal hanya 4 mm, dapat dilakukan melalui anastesi lokal saja. PECD memberikan harapan yang lebih baik dibandingkan teknik ACDF, total disc replacement (TDR) hingga posterior microdiscectomy pada pengobatan HNP servikal. “Waktu operasi pasien juga menjadi lebih singkat, pemulihan cepat, kerusakan jaringan lebih minimal,” jelas dr. Mahdian.     Meski ada sejak tahun 1990 an, teknologi ini belum bisa diaplikasikan dokter-dokter di Indonesia, dengan beberapa pertimbangan. “Masalah mahalnya alat yang harus di beli dokter atau rumah sakit, menjadi masalah yang harus menjadi perhatian bersama,” jelas dr. Mahdian.   Dimulai dengan Endoskopi PELD Setelah sebelumnya berhasil melakukan tindakan Endoskopi PELD di lebih dari 200 pasien di Indonesia, yang dimulainya pada pertengahan tahun 2017. Dokter Mahdian menjadi satu-satunya dokter Indonesia yang melakukan tindakan Endoskopi servikal PECD pada pasien pertama, pada tanggal 8 November 2018, di RS Meilia Cibubur, Depok.

Nyeri Pinggang Sebelah Kiri, ini Sebab dan Jenisnya

Nyeri pinggang sebelah kiri

Nyeri pinggang sebelah kiri, sering terjadi pada populasi orang Indonesia. Seperti kita tahu, tulang lumbar atau masyarakat awam menyebutnya sebagai punggung bawah tersusun secara apik pada tulang belakang manusia. Di dalamnya mencakup struktur sendi, saraf, ligament dan otot yang saling terhubung dan memberikan dukungan satu sama lain membentuk suatu kekuatan namun tetap fleksibel. Karena adanya stress atau beban sehari-hari tulang belakang  bagian bawah/ pinggang kiri rentan mengalami cidera atau rasa nyeri sebelah.   Pinggang tersusun dari 5 ruas tulang belakang yang disebut sebagai tulang lumbar 1, lumbar 2, lumbar 3, lumbar 4 dan lumbar 5. Fungsinya menumpu berat tubuh bagian atas, agar tetap dapat melakukan gerakan sehari-hari yang meliputi, membungkuk, memutar pinggul dan lain-lain. Penyebab Nyeri Pinggang Sebelah Kiri Sebagian besar nyeri pinggang sebelah kiri terjadi akibat cidera pada otot, ligament, sendi tulang dan bantalan sendi tulang belakang. Meski pada umumnya tubuh bereaksi terhadap cidera dengan cara memobilisaasi respon penyembuhan peradangan, dalam kondisi tertentu tetap membutuhkan terapi medis. Meski awalnya ringan saat kondisi ini dibiarkan begitu saja dapat menyebabkan rasa sakit yang berat dan sangat menyiksa penderitanya. Saraf yang Terhubung Sebabkan Nyeri Pinggang Sebelah Kiri Banyak saraf yang terhubung dengan bantalan sendi tulang belakang, otot, ligament dan struktur tulang belakang lainnya. Namun sulit buat otak menentukan penyebab sesungguhnya nyeri terjadi dimana. “ Sebagai contoh saat bantalan sendi tulang belakang mengalami robekan atau bergeser, rasa nyeri yang dialami pasien sama dengan spasme otot di daerah tulang belakang. Menyakitkan dan terjadi di daerah yang sama,” jelas dr. Sri Wahyuni, SpKFR. Yang membedakan adalah jika masalah yang terjadi pada otot atau ligament nyeri pinggang lebih cepat hilang dibandingkan dengan bantalan sendi yang mengalami robekan. Baca juga : Trigeminal neuralgia adalah Tipe dan Jenis Nyeri Pinggang Nyeri pinggang muncul dengan beberapa kondisi bisa bersifat ringan hingga berat. Terkadang dapat muncul dengan adanya kelemahan anggota tubuh lainnya.   Hadirnya nyeri pinggang sebelah kiri juga dapat terjadi secara perlahan, tiba-tiba datang dan pergi begitu saja atau bertahap dan memburuk seiring bertambahnya waktu. Terdapat beberapa jenis tipe nyeri pada pinggang yang sering muncul, diantaranya; Nyeri pinggang yang tumpul atau pegal terutama di bagian pinggang Nyeri yang menusuk dan sangat menyengat seperti rasa terbakar menjalar dari pinggang ke paha, betis dan telapak kaki. Pada kondisi nyeri pinggang semacam ini juga sering disertai dengan mati rasa, kesemutan hingga linu panggul Ketegangan otot punggung, baik di daerah pinggang, panggul dan pinggul. Nyeri pinggang menusuk yang memburuk saat duduk dalam jangka waktu lama, atau berdiri dalam intensitas lama. Nyeri pinggang yang disertai kesulitan berdiri tegak, berjalan atau merubah posisi dari duduk ke berdiri atau sebaliknya. 

5 Gerakan Cara Mengatasi Nyeri Pinggang di Rumah

cara mengatasi nyeri pinggang

Cara mengatasi nyeri pinggang merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Ini karena sakit pinggang sangat mengganggu aktivitas keseharian Anda. Biasanya Anda hanya menginginkan berbaring di tempat tidur tanpa melakukan hal lain karena rasa nyeri yang melemahkan. Dr. Sri Wahyuni, SpKFR dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta menganjurkan beberapa cara peregangan yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi dan mengatasi nyeri pinggang. Selain meringankan rasa sakit, peregangan ini juga dapat meningkatkan kekuatan dan kelenturan tubuh. Sebelumnya, pastikan Anda melakukan peregangan sekitar 10 hingga 30 detik. Semakin lama peregangan dilakukan, maka rasa sakit Anda akan semakin berkurang, terutama dalam mengatasi nyeri pinggang.   Nikmati prosesnya sembari mendengarkan musik dapat menambah rasa rileks. Jangan lupa untuk tetap mengatur napas untuk membantu mengurangi rasa sakit. Berikut berbagai cara peregangan tubuh yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri pinggang. Baca juga : Nyeri pinggang sebelah kiri Cara 1 Cow Stretch untuk Mengatasi Nyeri Pinggang Gerakan ini dilakukan dengan cara menggerakkan otot pinggang ke dua arah untuk membantu otot berkontraksi dan mengatasi nyeri pinggang. Untuk melakukannya Anda ikuti langkah berikut: Taruh tangan dan lutut di lantai seperti pose hendak merangkak Kemudian, regangkan punggung ke atas dengan memundurkannya sehingga tulang punggung terlihat melengkung Tahan selama lima detik Kemudian, turunkan punggung dan lengkungkan ke bawah hingga membentuk seperti cekungan Tahan selama lima detik Ulangi gerakan ini selama 30 detik. Cara 2 Child Pose Mengatasi Nyeri Pinggang Postur yoga ini dilakukan dengan meregangkan otot punggung bawah Anda yang biasanya akan berkontraksi saat rasa sakit menyerang. Untuk melakukannya, lakukan dengan cara berikut: Taruh tangan dan lutut di lantai. Rentangnkan lengan dan telapak tangan Anda di lantai. Dudukkan pinggul di atas tumit, kemudian jatuhkan kepala dan dada perlahan-lahan ke bagian bawah. Anda juga bisa meletakkan bantal tepat di bawah perut untuk menopang tubuh dan mengurangi tekanan di otot pinggang. Lakukan peregangan selama 10 hingga 20 detik per sesinya. Cara 3 Knee to Chest Stretch Gerakan peregangan ini akan merangsang kontraksi di otot punggung bagian bawah. Lakukan peregangan ini dengan cara: Berbaringlah dengan posisi telentang. Angkat dan tekuk lutut ke atas dada. Gunakan tangan untuk menarik lutut dan tahan 20 hingga 30 detik sebelum kembali ke posisi awal. Cara 4 Pelvic Tilts Mengatasi Nyeri Pinggang Langkah melakukan pelvic tilts untuk mengatasi nyeri pinggang: Berbaringlah dengan posisi telentang. Tempatkan bantal kecil di bawah kepala Anda. Kemudian tekuk lutut dan bukalah kaki selebar pinggul. Angkat punggung hingga sejajar dengan perut dan ulangi ke posisi awal. Ulangi gerakan 10 hingga 15 kali dengan menaikturunkan panggul Anda secara perlahan.   Cara 5 Lower Back Twist Gerakan ini dilakukan tak hanya membantu meregangkan punggung bawah tetapi juga mengencangkan glutes (otot bokong) Anda. Berikut langkah-langkahnya: Berbaringlah telentang dengan lutut ditekuk ke samping kanan atau kiri dan kaki menapak di lantai. Rentangkan lengan ke samping kanan atau kiri. Usahakan bahu tetap menempel di lantai saat lutut ditekuk. Tahan selama 20 hingga 30 detik sebelum kembali ke posisi awal. Ulangi gerakan untuk meregangkan bagian sisi lainnya. Saat kondisi nyeri pinggang sudah tidak bisa ditangani dengan beberapa gerakan diatas. Sebaiknya Anda datang ke Lamina Pain and Spine Center untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satu cara untuk mengatasi nyeri pinggang yang efektif di klinik lamina adalah radiofrekuensi ablasi (RFA). Berikut ini video testimoni yang bisa anda saksikan dari salah satu pasien nyeri pinggang kami. Terimakasih. Youtube : Nyeri pinggang kanan sampai paha

Nanang Samodra DPR-RI, Lebih Baik Setelah Endoskopi PELD

Nanang Samodra baru saja disambangi Tim Klinik Nyeri Tulang Belakang Jakarta. Ia merupakan anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Demokrat, yang sudah melakukan tindakan endoskopi PELD bersama Dr Mahdian Nur Nasution SpBS di Lamina Pain and Spine Center, RS Meilia Cibubur, Depok. Menurut istri tercintanya Ibu Titin Nanang Samodra, perkembangan kondisi kesehatan Bapak sudah cukup baik. Terlihat dari gaya jalannya yang tidak lagi miring namun seperti orang pada umumnya, jalan jauh juga sudah lebih baik tanpa ada keluhan, dan utamanya saat berada di lift dimanapun sudah tidak lagi mencari sandaran untuk punggungnya. Nanang Samodra Melakukan Operasi Endoskopi PELD Bukan Di Penang Keputusan pak Nanang Samodra melakukan tindakan Endokopi PELD ternyata membutuhkan perjalanan yang cukup panjang. Meski ia terdiagnosis mengalami HNP sejak beberapa tahun lalu. “Saya sempat ke China, dan Penang Malaysia untuk mengetahui metode pengobatan saraf kejepit yang ada disana,” jelas Nanang Samodra. Hanya saja pengobatan yang dilakukan di 2 Negara tersebut tidak masuk dalam logika berpikirnya. Hingga ia akhirnya melakukan beberapa pengobatan seperti akupuntur meski keluhan nyerinya tidak kunjung membalik. Yakin Operasi Endoskopi PELD Lebih Baik Dari Penang Nama Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta ia dapatkan ketika berselancar di dunia maya berikut juga nama Dr Mahdian Nur Nasution sang Eskeskutor bantalan sendinya. “Namun yang membuat saya sempat berpikir kok setingnya klinik ya. Khawatir pelayanan yang diberikan tidak professional, belum lagi spanduk lain yang menempel di depan klinik yang bermacam-macam,” papar Nanang Samodra. Baca juga : Endoskopi PELD Meski demikian ia kemudian memberanikan diri datang bersama Istri setelah melihat dan memutar beberapa video dari Youtube Klinik Nyeri dan Tulang Belakang. “Ternyata pelayanannya sangat professional, perawat dan CS-nya ramah demikian juga pelayanannya,” jelasnya. Meski sempat menunggu lama karena antrian pasien yang cukup banyak, pak Nanang mengaku cukup senang dan bangga. “Disitu saya bertemu banyak teman-teman seperjuangan yang sedang berhadapan dengan HNP atau saraf terjepit. Berbagi nomer Whatsapp hingga komunikasi progress pengobatan yang dilakukan bersama dokter di Klinik,” jelasnya. Tidak butuh Waktu Lama Tak butuh waktu lama, Nanang melakukan Endoskopi PELD di Lamina Pain and Spine Center, RS Meilia Cibubur. Paska tindakan nyeri yang ia alami berangsur hilang. “Kebas di kaki kanan dan nyerinya hilang sama sekali,” jelas Nanang Samodra. Hanya saja kaki kiri masih ada sedikit nyeri, namun intensitasnya tinggal 25% dari yang ia rasakan sebelumnya. Nanang Samodra berharap, penderita HNP seperti dirinya, tidak perlu takut lagi dengan tindakan medis Endoskopi PELD. Karena ia merasa sudah lebih baik dari sebelumnya. Ketakutan akan kelumpuhan, impotensi, dan perburukan paska tindakan minimally invasive spine surgery, yang selama ini dibicarakan banyak penderita saraf terjepit terbantahkan sudah.

Nyeri Leher Belakang, Cegah dengan Cara Ini  

Nyeri leher belakang merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami dan dikeluhkan masyarakat. Hal ini dapat disebabkan otot-otot leher yang kaku, aktivitas tubuh yang kurang baik seperti duduk terlalu lama didepan komputer dengan posisi terlalu membungkuk. Atau penyebab lainnya seperti tulang leher yang mengalami osteoarthritis atau peradangan sendi. [toc] Bahaya Nyeri Leher Meski angka kejadiannya jarang, nyeri leher kronik dapat menyebabkan masalah serius seperti kelemahan pada tangan hingga sulitnya melakukan aktivitas sehari-hari. Terlebih jika disertai adanya pembengkakan atau nyeri yang menjalar hingga pundak atau tangan. Pada kondisi seperti ini sangat disarankan mencari dokter. Tanda dan Gejala Nyeri Leher Belakang Berikut ini tanda dan gejala yang mungkin muncul pada penderita, diantaranya; ketidaknyamanan terutama saat digunakan untuk menyangga kepala dalam waktu lama, seperti mengendarai mobil atau bekerja di depan komputer. Kaku dileher atau terjadinya spasme otot leher. Berkurangnya kemampuan menggerakan kepala pada beberapa posisi hingga sakit kepala. Kondisi saat Nyeri Leher Semakin Serius Sebagain besar, akan mengalami perbaikan setelah beberapa waktu, tanpa harus datang atau mendapatkan pengobatan dokter. Namun pada kondisi nyeri leher belakang yang diakibatkan kecelakaan saat mengendari kendaraan bermotor, trauma atau terjatuh, sangat disarankan untuk segera menemui dokter. Atau pada saat nyeri leher disertai dengan beberapa kondisi berikut; Kondisi nyeri yang terus bertambah berat. Nyerinya menetap, tanpa ada perbaikan. Nyeri menyebar hingga ke bahu atau tangan. Nyeri yang disertai dengan adanya sakit kepala, pembengkakan dan kelamahan pada tangan. Penyebab Nyeri Leher Belakang Leher yang terdiri dari beberapa ruas tulang belakang, menyangga berat kepala sehingga meningkatkan risiko terjadinya cidera, yang selanjutnya mencetuskan terjadinya nyeri leher, hingga berkurangnya gerakan kepala atau leher, beberapa kondisi yang dapat menyebabkan nyeri leher belakang diantaranya; Gangguan otot leher. Hal ini dapat disebabkan oleh over use leher, seperti disebabkan oleh kegiatan di depan komputer dan duduk terlalu lama di meja kerja dengan posisi tubuh yang tidak tepat (membungkuk), sehingga memicu ketegangan otot. Kebiasan membaca di tempat tidur, bermain gadget di tempat tidur. Perburukan bantalan sendi leher. Sama seperti sendi lainnya pada tubuh sendi leher, cenderung mengalami penipisan seiring bertambahnyab usia. Kondisi medis seperti osteoarthritis selanjutnya menyababkan bantalan sendi tulang leher menjadi tipis dan buruk, yang selanjutnya secara alami tulang membentuk taji tulang yang mempengaruhi pergerakan sendi dan menyebabkan rasa sakit. Penekanan saraf tulang belakang. Bantalan sendi yang menonjol atau pecah dan taji tulang leher dapat menekan saraf tulang belakang. Kondisi ini selanjutnya menyebabkan nyeri leher. Kecelakaan kenadaraan bermotor seringkali menyebabkan terjadinya cidera whiplash, yang terjadi saat kepala secara tiba-tiba terlontar kebelakang dengan cepat dan maju kembali yang selanjutnya menyebabkan cidera jaringan lunak leher. Beberapa jenis penyakit seperti rheumatoid arthritis, meningitis, kanker terbukti dapat menyebabkan nyeri leher belakang. Pencegahan Sebagian besar nyeri leher belakang disebabkan oleh kebiasaan posisi/ postur tubuh yang tidak baik, di ikuti dengan pertambahan usia yang meningkatkan terjadinya keausan sendi dan batalannya. Maka dari itu untuk mencegah terjadinya nyeri leher, jaga postur tubuh atau kepala Anda secara baik. Meubah posisi duduk di kantor sangat membantu mencegah terjadinya nyeri leher.

Nyeri Panggul yang Jarang Namun Menyakitkan

Sakit punggung bagian bawah sendiri adalah kondisi yang umum dialami oleh orang dengan rentang usia antara 18 hingga 55 tahun. Terdapat banyak jenis nyeri pinggang, bisa karena otot, saraf terjepit atau pengapuran sendi. Salah satu yang dialami oleh masyarakat yakni nyeri panggul atau nyeri pinggul yang di dalam istilah kedokterannya yakni Piriformis Syndrome. Anda mungkin jarang mendengar sindrom piriformis karena penyakit ini memang tergolong sakit punggung bagian bawah yang jarang terjadi. Sehingga tidak banyak orang yang familiar dengan namanya. Sindrom piriformis terjadi ketika otot piriformis menekan saraf sciatic, yaitu saraf besar yang membentang dari punggung bagian bawah hingga ke masing-masing tungkai Anda.   Otot piriformis sendiri merupakan otot yang terletak di bagian bokong, membentang hingga bagian atas tulang paha.  Otot piriformis membantu menyeimbangkan tubuh bagian bawah ketika Anda melakukan aktivitas yang melibatkan bagian tubuh di area ini, seperti berjalan atau ketika sedang mengangkat beban. Gejala Nyeri Panggul Seseorang yang mengalami sindrom piriformis mungkin akan merasakan sakit di area pinggul. Selain itu juga bokong, atau selangkangan, dan juga merasa tubuh tidak seimbang. Gejala-gejala yang dirasakan pada sindrom piriformis umumnya mirip dengan sciatika. Sindrom piriformis rentan dialami oleh pengemudi truk, petenis, penggemar olahraga ski, dan pesepeda. Rasa sakit akibat sindrom piriformis dapat menyebar ke tungkai bagian bawah dan akan memburuk ketika Anda berjalan atau jongkok. Tanda lain yang mungkin Anda rasakan namun tidak disadari adalah rasa sakit yang muncul ketika buang air, beranjak bangun dari kasur, sakit di area organ kelamin, nyeri saat menggerakkan paha dan sulit duduk.   Apabila tidak ditangani, nyeri akibat sindrom piriformis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terlebih karena nyeri ini dapat terpicu ketika sedang duduk, berlari, naik tangga, hingga jika otot piriformis ditekan. Untuk informasi lebih lanjut terkait kondisi nyeri panggul yang Anda alami. Silahkan menghubungi customer care relation Lamina pain and Spine Center, melalui Hp/WA 0812 8281 8473.

Piriformis Syndrome Cara Pengobatan dan Menyembuhkannya

Piriformis syndrome

Apa itu sindrom piriformis atau piriformis syndrome, adalah kondisi penyakit tergolong sakit punggung bagian bawah yang jarang terjadi. Otot piriformis sendiri merupakan otot yang terletak pada bagian bokong, membentang hingga bagian atas tulang paha. Otot piriformis membantu menyeimbangkan tubuh bagian bawah ketika Anda melakukan aktivitas yang melibatkan bagian tubuh di area ini, seperti berjalan atau ketika sedang mengangkat beban. Piriformis syndrome adalah kondisi saat otot piriformis yang terletak di area bokong mengalami ketegangan dan kekakuan. Sehingga menjepit saraf sciatic yang berjalan di antara oto-otot piriformis tersebut dan timbul gejala seperti linu panggul (sciatic) akhibat jepitan saraf sciatic di daerah bokong (pantat). Apabila tidak terobati dengan baik, nyeri akibat piriformis syndrome dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terlebih karena nyeri ini dapat terpicu ketika sedang duduk, berlari, naik tangga, hingga jika otot piriformis tertekan. Terkadang orang awam sulit membedakan nyeri punggung dengan nyeri akibat piriformis syndrome. Tanda dan Gejala Piriformis Syndrome Adalah Untuk membedakan sindrom piriformis dari jenis sakit punggung bagian bawah lain seperti saraf terjepit, kejang otot, cedera otot hamstring dan asam urat, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan penunjang pada pasien. CT scan, MRI, dan pemeriksaan elektromiografi (EMG) akan dilakukan untuk mengamati otot piriformis, mendeteksi gangguan atau perubahan pada saraf otot, dan mencari tahu faktor penyebab, seperti herniasi bantalan saraf tulang belakang, abses maupun tumor. Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA 0811 1443 599   Piriformis syndrome adalah rentan dialami mereka yang memiliki profesi sebagai pengemudi truk, petenis, penggemar olahraga ski, serta pencinta olahraga sepeda. Rasa nyeri akibat piriformis syndrom akan menjalar ke tungkai bagian bawah dan akan menjadi lebih berat ketika Anda berjalan atau jongkok. Ciri-ciri lain yang mungkin dirasakan namun tidak disadari adalah rasa nyeri yang muncul ketika buang air baik kecil maupun besar, posisi akan bangun dari kasur, hingga rasa nyeri di area organ kelamin. Bahan dapat muncul juga rasa nyeri saat menggerakkan paha dan sulit duduk. Pada wanita, dengan piriformis syndrome juga dapat ditandai dengan nyeri saat berhubungan badan dengan pasangannya. Saat kondisi ini tidak ditangani dengan baik, nyeri akibat sindrom piriformis dapat mengganggu aktivitas harian Anda. Terlebih karena rasa saki ini dapat terpicu ketika sedang duduk, berlari, ketika naik tangga, bahkan aktivitas ringan seperti saat otot piriformis mendapat tekanan. Pemeriksaan Fisik Piriformis Syndrome Temuan gejala klinis yang sering pada pasien adalah kekakuan pada palpasi muskulus piriformis. Pada bagian ini dapat teraba massa berbentuk tebal seperti sosis di bokong yang merupakan muskulus piriformis mengalami kontraksi. Pemeriksaan tanda piriformis, ditemukan bahwa Freiberg sign positif pada 32-63% kasus, dan pace sign ditemukan positif pada 30-74% kasus. Pemeriksaan Penunjang Modalitas diagnostik seperti Computer Tomography-scan atau CT-scan, Magnetic Resonance Imaging atau MRI, Ultrasound atau USG, dan Electromyography atau EMG sering berguna untuk menyingkirkan diagnosis banding. MRI dapat juga digunakan untuk mengidentifikasi adanya ketidak normalan anatomis yang menyebabkan kompresi nervus iskiadikus. Dari beberapa pemeriksaan radiologi yang dapat dilakukan, MRI lebih sensitif dibandingkan CT scan dan USG. Pemeriksaan CT-scan dan USG dapat mengidentifikasi keberadaan massa yang dapat menyebabkan kompresi nervus iskiadikus. Pada pemeriksaan USG, muskulus piriformis yang mengalami nyeri ditemukan lebih tebal dibandingkan kondisi normalnya (rerata 10,9 mm pada sisi normal dan 13,5 mm pada sisi nyeri). Cara Menyembuhkan Piriformis Syndrome Setelah berkonsultasi dengan dokter dan melakukan beberapa pemeriksaan, maka akan diketahui apakah pasien memiliki keluhan sindrom piriformis atau keluhan lain. Jika pasien positif mengidap piriformis syndrom, ada beberapa cara untuk menyembuhkannya, diantaranya: Fisioterapi adalah salah satu jenis penanganan pertama yang disarankan bagi penderita sindrom piriformis. Selain istirahat yang cukup, Anda akan dianjurkan untuk mengikuti serangkaian latihan fisik, peregangan hingga senam piriformis syndrome untuk mengurangi tekanan pada saraf sciatic. Anda juga bisa mencoba memberikan kompres dingin pada daerah yang nyeri untuk mengurangi peradangan dan nyeri. Fisioterapi juga bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan menambah jangkauan gerakan Anda. Obat-obatan seperti obat pereda rasa sakit, obat pelemas otot (muscle relaxant) yang bisa Anda temukan di apotik, maupun suntikan kortikosteroid. Bius juga bisa diberikan jika dirasa perlu untuk meminimalisir rasa sakit. Tindakan pembedahan adalah pilihan terakhir yang dianjurkan dan dilakukan dengan beberapa cara. Diantaranya dengan pemotongan urat piriformis dan pembedahan saraf sciatic. Tindakan operasi juga dapat dipertimbangkan pada gejala nyeri berat akibat tekanan pada saraf sciatic piriformis syndrome dengan biaya terjangkau. Anda bisa mendiskusikan dengan dokter, pilihan pengobatan lain yang tersedia, sebelum memutuskan untuk menjalankannya. Jika ketiga cara di atas sudah dilakukan namun tidak ada perubahan, cara yang tepat yakni dengan melakukan injeksi atau suntik di area yang nyeri. Penyuntukkan anastesi lokal dan kortikosteroid. kadang langsung disuntikkan ke dalam otot piriformis untuk membantu otot menjadi rileksa dan mengurangi kejang serta nyeri. Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA 0811 1443 599 Pencegahan Piriformis Syndrome Adalah Untuk membedakan sindrom piriformis dengan jenis nyeri punggung bagian bawah lainnya seperti saraf terjepit, kejang otot, atau cedera otot hamstring hingga asam urat. Dokter umumnya melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan penunjang untuk kondisi Anda. Pemeriksaan radiologi seperti CT scan, MRI, dan pemeriksaan elektromiografi (EMG) dapat dilakukan. Guna mengamati otot piriformis, atau mendeteksi gangguan hingga perubahan pada saraf, dan mencari tahu penyebab. Seperti penonjolan bantalan saraf tulang belakang atau dikenal HNP, munculnya nanh di dalam tulang belakang maupun tumor. Untuk meminimalkan risiko piriformis sindrom, langkah pencegahan yang bisa Kalian lakukan. Contohnya adalah dengan menyediakan waktu cukup untuk pemanasan sebelum beraktivitas atau pada saat akan berolahraga. Perhatikan juga posisi tubuh saat berjalan, berlari, atau saat hendak mengangkat beban cukup berat. Segera hentikan segala kegiatan kalian saat merasa nyeri. Atau merasa tidak tepat dengan postur tubuh maupun area punggung belakang bagian bawah Anda. Semakin awal piriformis sindrom tertangani, maka semakin besar tingkat kesembuhan yang Anda dapatkan. Pantangan Sindrom Piriformis Saat Anda kurang hati-hati dalam memilih makanan yang dikonsumsi, tidak menutup kemungkinan dapat memperparah rasa sakit dan memperlambat proses penyembuhan sindrom piriformis. Berikut beberapa makanan yang sebaiknya Anda hindari ketika didiagnosis piriformis syndrome, adalah : Golongan kacang-kacangan, seperti susu kacang dan buncis Emping Jeroan, misalnya usus, dan hati Daging merah (sapi atau kambing) Makanan kaleng Durian Minuman yang mengandung Alkohol tinggi Bayam dan kangkung

Teknik Operasi Baru Minimally Invasive untuk Nyeri Pinggang

Ibu Ida (43th) dari Lampung memiliki keluhan nyeri pinggang selama 4 bulan terasa kesemutan dan tidak bisa berjalan lama. Nyeri yang dirasakan yakni dari pinggang hingga ke kaki. Ibu Ida sudah mencoba ke beberapa dokter, mengkonsumsi obat, diurut selama 3 bulan namun tidak ada perubahan. Ibu Ida disarankan operasi bedah terbuka, namun beliau tidak mau. Tindakan Operasi Minimally Invasive Setelah MRI dan berkonsultasi dengan dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS, Ibu Ida disarankan melakukan tindakan operasi minimally invasive Endoscopy PELD. Syaraf terjepit di tulang belakang akan memberikan sensasi kesemutan dan lemah di kaki. Saraf terjepit harus segera diatasi sebelum menyebabkan kelumpuhan. dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS melakukan tindakan Endoscopy PELD. Endoscopy PELD (Percutanous Endoscopy Lumbar Discectomy) yakni teknik operasi baru minimal invasive untuk pengobatan staraf terjepit akhibat bantalan tulang (discus) yang menojol tanpa bedah, yakni dengan lubang berdiamater 7mm. Lama tindakan ± 30—60 menit dengan menggunakan bius lokal. Dengan teknik ini, biasanya pasien hanya memerlukan perawatan 1 hari. Pasien bisa beraktivitas normal dapat dilakukan dalam beberapa hari kemudian. Tidak ada rasa sakit, jalan tidak terasa sakit, terasa ringan. Pasien bisa memulai rutinitas seperti biasa. Pasien puas dengan pelayanan yang diberikan tim medis Klinik Nyeri dan Tulang Belakang. Kami dapat menyembuhkan saraf terjepit Anda tanpa Operasi bedah. Segera konsultasikan berbagai keluhan nyeri Anda Bersama Dokter-dokter terbaik kami di Klinik Nyeri dan Tulang belakang. Kami akan melayani Anda sepenuh hati.