Bahaya Minuman Bersoda Pada Kesehatan Punggung

JAKARTA — Meneguk minuman berkarbonasi atau minuman bersoda dengan es yang mengembun sampai permukaan gelas memang menggoda. Namun hati-hati, efek buruknya tak sekadar sampai ke pencernaan. Tapi minuman bersoda bisa memberi dampak bahaya pada kesehatan punggung Anda. Minuman bersoda sudah diketahui memang jadi biang keladi meningkatnya kasus diabetes, berat badan berlebih dan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Namun tetap saja penjualan minuman ini semakin meningkat. Intinya ada di pengetahuan orang tentang bahaya minuman bersoda atau berkarbonasi ini. Penelitian di Huntington Hospital New York menunjukkan wanita yang gemar minuman bersoda punya anak yang lebih buruk kemampuan berpikir, penyelesaian masalah dan non-verbalnya. Minuman ini akan menghambat pada kemampuan neurotransmitter di otak anak yang masih dalam proses belajar atau tumbuh kembang. Minuman bersoda juga akan menghambat pertumbuhan tulang, dengan mengikis kalsium yang menjadi bahan utama tulang. Ini berbahaya buat anak-anak yang tulangnya masih rapuh. Akibatnya orang yang gemar minum minuman berkarbonasi akan cenderung mudah terserang nyeri tulang belakang. Tak sedikit mereka yang berusia dewasa mengalami patah tulang akibat konsumsi minuman ini dalam waktu lama. Tingginya kadar kafein dalam minuman ini diduga menjadi sebab utama risiko pengeroposan tulang ini. Sementara kadar gula yang tinggi dalam minuman bersoda juga bahaya. Waspadai Bahaya Kafein dan Asam Fosforik dalam Minuman Bersoda Selain tinggi kafein dan gula, kadar asam fosforik yang biasanya juga tinggi dalam minuman ini yang bisa merontokkan kalsium dalam tulang. Diduga ada masalah lain yang membuat minuman berkarbonasi bukan pilihan bijak untuk kesehatan Anda. Begitu mengonsumsi minuman ini, Anda akan dengan mudah merasa cepat kenyang. Akhirnya kesempatan untuk bisa menikmati makanan atau minuman lain yang lebih sehat untuk tulang, misalnya susu, jadi lebih sedikit. Jikapun sesekali tergoda untuk menikmati minuman ini maka kadar moderat sangat dianjurnya. Untuk minuman berkafein, maksimal dua cangkir per hari. Sementara untuk minuman bersoda jika Anda bisa menghindarinya sama sekali akan lebih baik. Jika Anda merasa selama ini jadi penggemar minuman berkarbonasi dan mulai sering merasa serangan nyeri tulang belakang, jangan tunggu lagi. Segeralah berkonsultasi dengan para ahli di Lamina Klinik Nyeri dan Tulang Belakang seperti dengan Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS dan dr. Yosi Yudha. (berbagai sumber)
Manfaat Teh Hijau Bagi Pengidap Nyeri Punggung

JAKARTA — Untuk mencegah nyeri punggung, pasien tak hanya perlu menjalani pengobatan dan tetap berolahraga. Pola makan dan pilihan menu juga harus diperhatikan. Teh hijau menjadi salah satu minuman yang memiliki manfaat dan dianjurkan untuk pengidap nyeri punggung. Nyeri punggung adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Hampir setiap orang bisa dipastikan pernah mengalami setidaknya sekali seumurnya. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Mulai dari yang ringan seperti posisi tidur yang salah, postur yang salah, atau bahkan yang paling serius adalah akibat cedera. Untuk kasus tak berbahaya, biasanya keluhan akan hilang sendiri dalam waktu beberapa pekan. Sementara untuk mengatasi nyeri punggung kronis paling baik adalah dengan berkonsultasi dengan dokter. Anda bisa mencoba berkonsultasi gratis ke Whatsapp dengan nomor ke nomor 0812 8281 8473 . Atau Anda bisa berkonsultasi dengan Dr. dr Wawan Mulyawan, SpBS atau dr. Yosi Yudha, SpBS. Keduanya saat ini berpraktek juga di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang di Jalan Warung Jati Barat, Pancoran, Jakarta Selatan. Sembari menjalani terapi Anda bisa mencoba terapi pola makan berikut. Setidaknya ini bisa mencegah rasa nyeri saat bangun di pagi hari. Jika terpaksa dan Anda ingin sesekali tetap menikmati secangkir kopi atau teh, pilihlah teh hijau. Teh hijau diketahui adalah salah satu minuman yang sangat baik untuk mencegah nyeri punggung. Teh hijau mengandung zat anti-peradangan yang memiliki manfaat alami. Seperti diketahui peradangan adalah kunci utama dari masalah nyeri punggung. Manfaat Kandungan Teh Hijau Teh hijau juga mengandung banyak antioksidan dibandingkan dengan teh hitam biasa. Antioksidan diketahui melindungi tubuh dari sejumlah penyakit berbahaya. Uniknya teh hijau sering kali dihubungkan dengan upaya menurunkan berat badan dengan fungsinya yang bisa mendorong metabolisme dan membakar lemak. Nah, ini menarik karena salah satu cara untuk terhindar dari nyeri punggung adalah dengan menjaga berat badan ideal. Pada kasus nyeri punggung yang serius teh hijau saja tak cukup. Pada kasus seperti ini, ahli medis mungkin akan menawarkan tindakan operasi. Namun jangan khawatir. Karena tindakan medis seperti operasi saat ini tidak membutuhkan sayatan yang besar dan pasienpun bisa lebih cepat sembuh. (*)
Mengatasi Nyeri Punggung Saat Cuaca Dingin

JAKARTA — Musim penghujan masih akan berlangsung beberapa bulan. Cuaca yang bisa berubah dalam hitungan jam membuat aktivitas juga bisa tertahan. Mendung dan hujan bisa membuat kita malas bergerak ke luar, apalagi berolahraga. Padahal saat cuaca dingin ini muncul, bisa membuat pengidap nyeri punggung semakin menjadi. Tiap orang sekali dalam hidupnya pasti pernah mengalami nyeri punggung. Ada kalanya nyeri punggung hilang dengan sendirinya. Namun dalam beberapa kasus nyeri punggung kronik, keluhan ini bisa mengurangi kualitas hidup. Ketika cuaca tak bersahabat dan olahraga jadi jarang dilakukan. Akhirnya aliran darah menjadi terhambat dan membuat otot dan sendi jadi lebih kaku. Inilah 4 cara mudah agar pengidap nyeri punggung bisa tetap aktif bergerak saat cuaca dingin tak bersahabat. Baca juga : ICD 10 HNP 4 Cara Mudah Atasi Nyeri Punggung Saat Cuaca Dingin Mulai dengan yoga yang ringan Yoga sangat fokus pada latihan kekuatan, fleksibilitas dan nafas. Hal ini sangat terkait dengan pemulihan nyeri punggung. Khususnya gerakan seperti bridge. dan downward dog. Berjalan kaki setiap hari Berjalan santai akan membuat otot tetap siap untuk bergerak. Cobalah tantang tubuh Anda untuk menambah jarak tempuh tiap harinya. Cobalah latihan low-impact Latihan low-impact bisa mengurangi rasa nyeri dan membuat tubuh lebih siap bergera. Hindari gerakan yang memaksa sendi dan berisiko menimbulkan keseleo. Latihan ini sangat baik untuk pengidap nyeri punggung bawah yang disebabkan oleh postur yang buruk. Cari dukungan Jika Anda bingung untuk memulai olahraga dari mana, carilah dulu dukungan sekitar. Mulailah dengan berkonsultasi dengan dokter tentang apa yang sebaiknya Anda lakukan atau tidak. Anda bisa berkonsultasi dengan Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS atau dr. Yosi Yudha, SpBS di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang di Jakarta Selatan. Atau Anda juga bisa berkonsultasi secara langsung via Whatsapp ke nomor 0812 8281 8473. Olahraga apapun latihannya bisa membantu memperbaiki suasana hati sampai meredakan rasa nyeri. Sementara rasa nyeri sendiri jika tak ditangani dengan serius akan merusakkan suasana hati juga. (*) Terakhir diperbarui: 08 Mei 2020 Ditinjau oleh: dr Yulianto
Jika Dibiarkan Nyeri Pada Punggung Bisa Memicu Masalah Serius
JAKARTA — Sebuah penelitian terbaru berhasil menganalisa hubungan antara nyeri pada punggung dengan peningkatan angka kematian. Nyeri punggung adalah keluhan yang sangat umum yang menimpa jutaan orang di dunia. Meski umum terjadi namun juga menyebabkan banyak ketidaknyamanan, disabilitas dan hilangnya hari kerja efektif. Berbagai faktor pencetus kondisinya misalnya cedera, gaya hidup dengan sedikit bergerak, kegemukan, obesitas dan penambahan umur. The National Institute of Neurological Disorders and Stroke memperkirakan 80 persen dari tiap orang dewasa setidaknya pernah sekali mengalami nyeri punggung. Survei melalui telepon lembaga tersebut menunjukkan angka kejadian dari sakit punggung kronis mengalami kenaikan dua kali lipat dalam 14 tahun, yakni antara tahun 1992 dan 2006, dengan paling banyak pengidap adalah wanita. Tipe Sakit Punggung Menurut dr Mahdian Nur Nasution SpBS dari Lamina Pain and Spine Center, sakit punggung ada dua jenis, akut dan kronis. Nyeri punggung akut bisa bertahan selama beberapa hari atau pekan dan biasanya akan hilang dengan sendirinya. Rata-rata 20 persen pengidap nyeri punggung akut akan berkembang menjadi nyeri punggung kronis. Sakit punggung kronis bisa berlangsung sampai 3 bulan atau lebih. Sakit punggung kronis adalah gejala dari masalah yang lebih serius. Untuk mengukur efek sakit punggung ini para peneliti dari Boston Medical Center di Massachusetts meneliti efek nyeri punggung pada wanita. Karena ternyata pada rentang usia 40-80 tahun angka kejadian kondisi ini lebih banyak pada wanita dibanding pria. Studi yang dipublikasikan dalam The Journal of General Internal Medicine ini diikuti 8 ribu wanita yang lebih tua selama rata-rata 14 tahun. Para ilmuwan melakukan pengukuran awal sakit punggung dan ditindaklanjuti 2 tahun kemudian. Mereka bertanya kepada peserta tentang kegiatan sehari-hari. Banyak dari mereka mengalami kesulitan melakukan tugas-tugas seperti berjalan, menyiapkan makanan, dan gerakan berulang. Segera Konsultasikan Masalah Nyeri Pada Punggung Anda Sekitar 65 persen wanita dengan nyeri punggung persisten sering meninggal selama masa penelitian, dibandingkan dengan 54 persen wanita tanpa sakit punggung. Hasil studi baru ini menunjukkan bahwa mungkin ada hubungan yang kuat antara sakit punggung dan kematian. Meskipun alasannya belum jelas, para peneliti percaya bahwa faktor-faktor lain yang berhubungan dengan sakit punggung dapat berkontribusi pada kematian. Karena jika tak diobati sakit punggung bisa menghambat aktivitas sehari-hari. Lalu seiring bertambahnya usia pengidap sakit punggung mungkin akan menghindari gerakan tertentu karena takut cedera kembali. Padahal pilihan ini ada efek buruknya juga. Pengidap menjadi kurang gerak dan mengalami peningkatan berat badan dan perkembangan penyakit kronis lainnya yang bisa jadi berujung dengan kematian dini. Karenanya para ahli mengambil kesimpulan keluhan sakit punggung sangat disarankan untuk segera dicari solusinya. Lalu manajemen sakit punggung ini juga harus dilakukan terus menerus untuk mencegah kecacatan permanen, meningkatkan kualitas hidup dan akhirnya memperpanjang usia. (*)
Latihan untuk Kesehatan Punggung Sehat
JAKARTA — Satu kali dalam sepanjang hidup manusia bisa jadi pernah merasakan keluhan nyeri punggung. Ya, penyebabnya memang bisa macam-macam. Dari mulai yang sederhana seperti kelelahan, hingga kasus berat seperti adanya kanker. Nah, apapun kasusnya jika rasa nyeri punggung mulai terasa mengganggu karena terus berulang dengan intensitas yang semakin meningkat pula langkah paling tepat adalah berkonsultasi dengan ahli medis. Perkembangan teknologi mengizinkan kita untuk bisa berkomunikasi dengan cepat. Demikian pula dalam perkara nyeri punggung. Anda bisa mendapatkan informasi tentang nyeri punggung awal dengan cepat Anda bisa menghubungi Whatsapp di nomor 0812 8281 8473. Jika membutuhkan tindakan lebih lanjut Anda bisa berkonsultasi dengan Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS dan dr. Yosi Yudha, SpBS di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang di Jl. Warung Buncit, Jakarta Selatan. Untuk diketahui nyeri punggung, khususnya di punggung bawa biasanya akan hilang dalam hitungan pekan. Namun dengan olahraga dan peregangan yang baik akan membantu proses pemulihannya. Jangan lupa untuk makan makanan yang bergizi dan cukup tidur untuk mempercepat pemulihan. Berikut lima latihan fisik yang bisa membantu meringankan nyeri punggung ringan: 1. Lutut ke dada. Tidur telentang, bawa salah satu lutut ke dada dengan lembut. Tahan selama lima detik. Ulangi lima set untuk masing-masing kaki. 2. Peregangan punggung. Tidur telentang dengan tangan di atas kepala. Tekuk lutut dan biarkan telapak kaki menapak lantai. Jatuhkan lutut perlahan-lahan ke kiri dan kanan. 3. Memiringkan pinggul. Tidur telentang dengan lutut ditekuk dan telapan kaki menapak lantai. Ketatkan otot perut sembari meluruskan tulang belakang secara perlahan. Tahan selama lima detik, lalu lepaskan, ulangi lima kali. 4. Berdiri satu kaki. Berdiri dengan satu kaki dengan satu kaki yang lain ditekuk kearah dada. Tahan kaki yang ditekuk dengan satu tangan. Jika diperlukan, pakai kursi atau dinding untuk membantu menyeimbangkan. Tahan selama lima detik, ulangi tiga set untuk masing-masing kaki secara bergantian. 5. Deep lunge Tekuk salah satu kaki di depan tubuh, dengan kaki yang lain menopang di bagian belakang sehingga menjauh dari tubuh. Naikkan lutut kaki yang ditekuk di depan perlahan tahan selama lima detik lalu ulangi. Lakukan tiga kali untuk masing-masing kaki. (*)
Cedera Punggung Bisa Ganggu Ritme Sirkadian
JAKARTA — Cedera punggun bisa ganggu ritme sirkadian tubuh yang mengatur ‘jadwal kerja’ seluruh organ. Bukan sekadar nyeri, pada beberapa kasus bahkan bisa memicu kelumpuhan. Cedera punggung bisa disebabkan oleh banyak hal, bahkan beberapa di antaranya adalah penyebab yang sederhana. Misalnya saja trauma akibat kecelakaan mobil, jatuh dari ketinggian, cedera saat berolahraga, dan lain-lain. Beberapa waktu lalu sebuah penelitian dari University of Texas yang dipublikasikan di jurnal eNeuro menyimpulkan bahwa cedera sejenis ini ternyata juga berpotensi memicu masalah lain yang tak kalah besarnya yakni kacaunya kerja jam tubuh manusia atau yang biasa disebut dengan ritme sirkadian tubuh. Perubahan ritme ini kemudian juga akan mengubah jadwal tubuh secara keseluruhan. Karena fungsi utama sirkadian memang mengatur aktivitas keseluruhan tubuh mulai dari hormon sampai jadwal tidur. Hubungan Cedera Punggung dan Ritme Sirkadian Idealnya saraf tulang belakang di punggung membantu mentransfer informasi dari otak ke tubuh dengan mengandalikan fungsi seperti gerakan, sensori atau perasa dan fungsi otonomik yang bekerja 24 jam dalam sehari. Gangguan pada ritme sirkadian biasanya dihubungkan dengan beberapa masalah kesehatan mulai dari kelainan metabolisme hingga peningkatan risiko beberapa jenis kanker. Dalam studi terbaru tersebut, para peneliti ingin memahami bagaimana cedera punggung dan tulang belakang moderat pada tikus mempengaruhi aliran informasi jam sirkadian di otak dalam berhubungan dengan seluruh anggota tubuh. Khususnya mengenai ritme hormon, suhu, pergerakan anggota tubuh yang dari tempat cedera. Penelitian sebelumnya telah berfokus pada bagaimana cedera tulang belakang mempengaruhi ritme sirkadian yang sangat penting bagi kesehatan. Namun, para peneliti tetap optimis bahwa suatu saat nanti ada upaya pemulihan baru. Sehingga pemulihan cedera tulang belakang bisa sekaligus mengembalikan ritme sirkadian tubuh penderita. Jika Anda punya keluhan punggung sering nyeri dan terasa tak nyaman dalam aktivitas sehari-hari ada baiknya berkonsultasi dengan para dokter ahli di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang. Anda bisa menemui Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS atau dr. Yosi Yudha, SpBS atau konsultasi secara gratis dulu melalui Whatsapp dengan nomor 0812 8281 8473.(*)
Teknologi Sel Punca, Harapan Baru Pasien Nyeri Punggung
JAKARTA — Teknologi pengobatan nyeri punggung kini semakin berkembang. Bahkan teknologi stem cell atau sel punca yang sudah sejak lama digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit, kini mulai dilirik juga untuk pengobatan nyeri punggung. Diharapkan dengan sekali treatment sel punca, masalah nyeri punggung khususnya pada kasus lower back pain bisa sembuh selamanya. Perjalanan pengembangan teknologi ini tentu saja perlu waktu. Hanya saja para dokter berharap sel punca yang dicangkokkan ke tubuh pasien bisa membantu untuk menumbuhkan kembali jaringan di organ tulang belakang yang rusak. Percobaan pada hewan telah berhasil dilakukan, khususnya untuk menumbuhkan spinal disc yang berfungsi sebagai bantalan cair seperti gel di antara 26 ruas-ruas tulang belakang. Saat ini percobaan pada manusia sedang dilakukan di sebuah rumah sakit di Amerika Serikat dengan 24 orang pasien yang di antaranya menerima 2 dosis sel punca atau suntikan plasebo. Manusia memiliki puluhan ruas tulang belakang yang masing-masing disela-sela oleh spinal disc. Disk ini bisa berkurang fungsinya karena faktor usia, genetis atau cedera. Disk ini juga bisa kehilangan sebagain cairannya atau mengering. Saat mengering akibatnya ruas tulang jadi melekat dan mengurangi kelenturan gerakan atau kemampuannya untuk menahan goncangan akibat gerakan. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Yosi Yudha SpBS dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang di Jalan Warung Jati Barat, Pancoran, DKI Jakarta. Disk bisa melembung keluar dari posisinya dan menekan saraf di sekelilingnya yang mengakibatkan rasa nyeri kronis dan terhambatnya gerakan tubuh. Langkah pertama pengobatan umumnya adalah pemberikan antinyeri, suntikan steroid untuk mengurangi peradangan, fisioterapi sampai pembedahan. Berbagai Manfaat Sel Punca Untuk Nyeri Punggung Kini para ahli mencoba sel punca bukan hanya sebagai antiperadangan tapi juga mendorong pertumbuhan sel baru. Sel punca diambil dari sel inti dewasa dari organ dan jaringan tubuh manusia dewasa. Di laboratoriun selama ini sel punca bisa dikembangkan untuk membentuk sel darah, tulang, tulang rawan, lemak, pembuluh darah dan otot jantung. Ada dua jenis sel induk dewasa. Pertama, hematopoietik yang hanya diambil dari sumsum tulang belakang, yang menjadi sumsum tulang dan sel darah. Kedua, mesenchymal, diambil dari jaringan tubuh manapun. Gunanya dikembangkan menjadi organ dan jaringan padat seperti tulang dan tulang rawan. Dalam penelitian, tiap peserta mendapatkan sel punca dari sumsum tulang belakang mereka sendiri yang langsung disuntikkan ke bagian tulang belakang yang bermasalah setelah melalui proses di laboratorium. (*)
Kesehatan Punggung Jangan Dikorbankan Saat Menggendong Anak

JAKARTA — Kehadiran anak dalam sebuah keluarga meski akan ada banyak kebahagiaan, jika tak hati-hati anak-anak juga bisa membawa masalah punggung pada ayah atau ibu baru. Lho kok bisa? Ya, karena masalah kesehatan punggung tak melulu soal masalah-masalah serius seperti arthritis misalnya. Tapi bisa juga karena — seperti pada kasus orang tua baru — terlalu banyak menggendong si buah hati. Jangan hanya berpikir saat anak baru lahir yang biasanya beratnya hanya berkisar di angka 2,5 sampai dengan 3 kilogram saja. Tapi bayangkan saat mereka semakin tumbuh besar. Belum lagi jika si anak sangat aktif, tak hanya digendong dengan cara ‘konvensional’ tapi juga saat mereka bergelantungan di leher atau memanjat ke bahu Anda. Tapi jangan khawatir, karena dengan mengetahui beberapa trik untuk dekat secara fisik dengan anak tanpa harus mengorbankan kesehatan punggung Anda. Cara Sederhana Jaga Kesehatan Punggung 1. Jaga berat badan Anda. Memang tak mudah melihat makanan anak Anda tak dihabiskan. “Sayang ah, kan mubazir.” Anda mungkin akan berargumentasi demikian. Coba pikirkan lagi. Anda bisa mencegahnya dengan memberikan porsi secukupnya pada anak. Mengapa demikian? Karena saat Anda terbiasa menghabiskan makanan anak kemungkinan Anda akan kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan di bagian perut, postur tubuh akan cenderung melengkung ke depan dan ini berisiko sakit punggung. 2. Gunakan alas tidur yang tepat. Pikirkan untuk berinvestasi dengan alas tidur yang baik untuk menjaga tulang punggung. Di malam hari, cobalah tidur miring dengan mengganjal kaki dengan guling atau bantal. 3. Pelajari cara aman mengangkat anak. Menekuk lutut adalah cara memulai yang baik saat mengangkat anak untuk digendong. Hindari mengangkat benda berat apapun sembari membungkuk untuk mengurangi beban ke tulang belakang. 4. Berhenti merokok. Rokok bisa merusak aliran darah Anda. Akibatnya oksigen dan nutrisi makanan yang diangkut darah ke bagian punggung juga terhambat. Akibatnya jaringan di area punggung mudah rusak. Tambahkan sedikit dengan beban tubuh anak-anak yang minta digendong, maka nyeri punggung akan segera muncul. 5. Dingin dulu, baru panas. Begitu nyeri muncul, cara menangani secara darurat adalah seperti apa yang dilakukan di gym untuk nyeri otot. Gunakan bergantian suhu dingin dan panas. Ini akan mengurangi peradangan dan menguatkan otot. 6. Kuatkan otot punggung dengan olahraga. Untuk jangka panjang, cegah nyeri punggung dengan olahraga yang menguatkan perut dan otot punggung. 7. Jangan tunda berkonsultasi dengan dokter. Banyak masalah kesehatan ditemukan dalam kondisi sudah parah karena pasien enggan bersegera untuk berkonsultasi dengan dokter. Segeralah kunjungi dokter untuk memastikan keluhan yang Anda rasakan masih bisa ditangani dengan cara-cara dan pengobatan yang ringan dulu. Misalnya saja dengan menemui Dr.dr. Wawan Mulyawan, SpBS atau dr. Yosi Yudha, SpBS di Jalan Warung Jati Barat, Pancoran, DKI Jakarta(*)
Jangan Sepelekan Sakit Punggung Pada Wanita Usia Remaja

JAKARTA — Sakit punggung tak khas keluhannya pada kaum wanita usia dewasa dan lanjut. Sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Public Health, menyebutkan ada hubungan antara nyeri punggung dan penyalahgunaan obat terlarang pada remaja. Sebuah penelitian menyebutkan pada wanita remaja yang menderita sakit punggung cenderung menjadi perokok, minum alkohol dan mengalami masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Bahkan sakit punggung menahun pada wanita remaja bisa meningkatkan risiko kematian. Penelitian yang diterbitkan di jurnal tersebut menyebutkan remaja wanita berusia 14-15 yang mengalami sakit punggung lebih dari sekali dalam sepekan, 2-3 kali lebih mungkin mencoba minuman alkohol dan merokok dibanding yang tidak punya masalah nyeri punggung. Kombinasi sakit punggung dan kebiasaan hidup tak sehat ini biasanya akan terbawa sampai wanita dewasa. Wajar saja, karena otak remaja yang masih dalam masa perkembangan akan mudah terpengaruh oleh zat berbahaya dari rokok, alkohol dan zat terlarang lainnya. Wanita Jangan Sepelekan Keluhan Sakit Pada Punggung Anda Masalahnya banyak orang tua yang mengabaikan keluhan nyeri punggung dan leher pada remaja. Cobalah untuk lebih tanggap pada keluhan mereka sebelum masalah ini jadi lebih buruk. Konsultasikan keluhan anak pada ahli medis yang khusus menangani nyeri dan tulang belakang. Dari mana remaja biasanya bisa terserang nyeri punggung kronis? Tercatat beberapa sebab yang sering terjadi pada remaja, mulai dari cedera olahraga atau tekanan pada tulang belakang, misalnya penggunaan tas punggung yang salah. Meski ada pula kasus yang khusus misalnya remaja yang terlahir dengan masalah tulang belakang. Saraf dan tulang belakang manusia adalah bagian tubuh yang penting dan khas. Baik karena fungsinya maupun bentuknya yang bisa memberikan postur yang baik dalam kondisi sehat sempurna. Pada remaja, nyeri punggung bisa berawal kebiasaan postur yang buruk yang kronis akan berdampak pada ligamen, menarik otot dan mengubah bentuk tulang belakang jadi bungkuk atau sebaliknya. Kondisi ini biasanya disebut kyphosis. Namun dalam beberapa kasus, nyeri punggung juga bisa menjadi tanda dari masalah yang malah tidak berhubungan dengan saraf dan tulang belakang. Misalnya saja masalah ginjal yang memunculkan gejala sakit punggung bagian bawah. Bahkan pada beberapa kasus bisa disebabkan oleh tumor juga. Untuk mengetahui lebih khusus kondisi anak dan remake yang mengeluhkan sakit punggung cobalah berkonsultasi dengan dr. Yosi Yudha, SpBS di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang yang berlokasi di Jalan Warung Jati Barat, Pancoran, DKI Jakarta. 10 Cara Hindarkan Anak dari Nyeri Punggung Lalu, apa yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah sakit punggung pada remaja? Berikut 10 caranya: Jangan biarkan anak untuk duduk diam selama berjam-jam. Duduk manis tanpa banyak gerak bukan perilaku yang sehat. Biarkan anak dan remaja bergerak bebas sesuai keinginan mereka. Jadilah orang tua yang bisa jadi contoh buat anak. Jangan terbiasa duduk membungkuk, jangan terbiasa malas bergerak, berusahalah untuk bersikap tegak saat duduk dan menerapkan gaya hidup sehat. Pastikan tas punggung anak tidak terlalu berat. Jika nyeri punggung membuat anak tak bisa tidur, terbangun di malam hari atau mengganggu aktivitas harian segera hubungi dokter. Cari berbagai informasi tentang nyeri punggung dan cedera olahraga. Awasi anak-anak saat bermain di arena bermain dan beraktivitas fisik. Jauhkan dari risiko cedera karena alat-alat permainan. Pastikan anak-anak mendapat pelatihan yang sesuai jika ingin menekuni satu bidang olahraga. Cari pengajar yang paham teknik menghindari cedera. Lengkapi anak dan remaja dengan perlengkapan yang memadai untuk melindungi tulang belakang saat beraktivitas fisik. Ingatkan anak dan remaja untuk mengenakan sabuk keselamatan saat berkendara. Pubertas sering memunculkan perasaan malu akan gerakan tertentu pada remaja. Ini bisa jadi pangkal postur tubuh yang salah dan memicu nyeri punggung. Bantu anak merasa nyaman dengan diri sendiri dan memiliki kepercayaan diri dengan gaya hidup sehat. (*)
Nyeri Punggung, Ini Pilihan Terapi Untuk Kesembuhan Penyebab

JAKARTA — Teknologi bedah invasif minimal kini semakin banyak diadaptasi di berbagai disiplin ilmu medis. Tak terkecuali untuk pasien dengan penyebab nyeri punggung di bidang kedokteran bedah saraf. Bisa dikatakan teknik ini merupakan revolusi besar di bidang bedah saraf, dengan tujuan mendapatkan hasil yang sama bahkan lebih baik dibanding bedah konvensional. Plus risiko yang lebih sedikit. Sayatan dan kerusakan jaringan yang lebih kecil, lebih sedikit darah yang keluar jadi nilai lebih lainnya. Belum lagi sakit yang lebih ringan setelah pembedahan sehingga pasien tak perlu rawat inap lama. Sejumlah ahli bedah saraf kini mampu melakukan teknik ini. Paling umum adalah untuk penyakit saraf seperti herniated disc, spinal stenosis (penyempitan di kanal saraf) dan scoliosis. Untuk masalah tersebut biasanya penyebab pasien datang dengan keluhan nyeri di punggung dan atau rasa lemas di kaki. Disebutkan tulang belakang berhubungan dengan cakram atau disk yang sifatnya seperti karet yang menjadi bantalan untuk menstabilkan saraf. Bantalan ini bisa mengering seiring pertambahan usia. Inilah yang menyebabkan herniated disc dan membuat saraf iritasi. Jika proses degenerasi terus berlangsung, taji tulang akan berkembang dan membentuk kelainan bentuk tulang belakang seperti halnya pada kasus skoliosis. Bagi sebagian besar pasien pengobatan konservatif adalah langkah pertama untuk meringankan gejala. X-ray, CT atau MRI akan mengkonfirmasi lokasi dan tingkat keparahannya. Dokter mungkin akan merekomendasikan pasien untuk beristirahat, mengurangi aktivitas, terapi fisik, pijat dan suntikan steroid. Strategi ini dapat efektif bagi banyak pasien. Tetapi setelah enam minggu, jika gejala tak hilang, maka dokter akan memberikan pilihan terapi minimally invasive. Pembedahan untuk mengobati disc hernia melibatkan pengangkatan disc atau cakram yang rusak. Bagi mereka dengan kondisi yang lebih buruk, dekompresi dan penempatan spacer mungkin diperlukan untuk menstabilkan dan memfasilitasi fusi tulang belakang dan memperbaiki kelainan bentuk. Dengan Cara ini, Penyebab Nyeri di Punggung Bisa Lebih Cepat Sembuh Dengan teknik invasif minimal dan instrumentasi tulang belakang, prosedur tulang belakang sederhana atau kompleks kini dapat dilakukan melalui sayatan mini dari depan, samping atau belakang tulang belakang. Ini meminimalkan kerusakan yang biasanya terkait dengan operasi tulang belakang tradisional. Pemulihan – dengan prosedur invasif minimal tulang belakang – membutuhkan waktu dan upaya dari pihak pasien nyeri di punggung. Satu hingga empat minggu adalah waktu pemulihan standar. Namun, untuk hasil optimal, ikuti perintah dokter untuk mengukur tingkat aktivitas dan membatasi berbagai jenis gerakan, seperti membungkuk dan memutar. Operasi tulang belakang invasif minimal akan sangat membantu buat pasien yang berisiko terlalu tinggi. Seperti mereka yang berusia lanjut atau obesitas. Untuk informasi lebih lanjut Anda bisa berkonsultasi dengan Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang di Jalan Warung Jati Barat, Pancoran, DKI Jakarta.(*)