Sakit Tulang Belakang Atas, Apa Saja Sebabnya?

Sakit tulang belakang atas biasanya disebabkan dari postur yang buruk, otot yang terlalu banyak dipakai hingga cerdera. Penangannya biasanya mulai dari penggunaan obat-obatan rumahan, istirahat cukup, olahraga ringan dan jika diperlukan konsultasi dengan dokter ahli. Hubungi Call Center Kami di (021) 7919-6999 Untuk Konsultasi Area punggung atas meliputi mulai dari tulang leher bagian bawah hingga tulang belakang yang menyangga rusuk. Ada 12 tulang yang membentuk punggung atas. Para dokter menyebutnya sebagai tulang belakang thoracic. Penderita sakit tulang belakang atas kemungkinan mengalami serangan di sekitar area ini. Pengidap nyeri punggung atas menggambarkan nyerinya sebagai rasa terbakar, seperti ada yang menarik-narik area tersebut. Dibanding pengidap nyeri leher dan nyeri punggung bawah, disebutkan dalam artikel di Occupational Medicine bahwa jumlah pengidap sakit tulang belakang atas lebih sedikit. Disebutkan pula 1 dari 10 pria dan 1 dari 5 wanita pernah mengeluhkan sakit ini. Berikut beberapa penyebab nyeri di punggung atas yang seringkali dsiebuat dengan Thoracic Spine Pain (TSP) 1. Pengunaan otot yang salah atau posture yang buruk. Penggunaan otot secara berlebihan, salah dan tidak teratur bisa menyebabkan nyeri di punggung atas. Orang bisa memiliki otot yang kuat hanya dengan melakui olahraga dan latihan kekuatan. Sebaliknya jika tak digunakan untuk berlatih, otot manusia juga bisa melemah. Ketika bekerja dengan duduk terlalu tegak dan posisi tidak baik dalam waktu lama biasanya yang jadi korban adalah otot punggung atas. Tapi sebaliknya duduk terlalu lama bersandar juga tak baik untuk otot. Saat duduk bersandar dengan santai, maka tekanan dari gravitasi di tubuh akan menekan tulang balakang, leher, disk dan ligamen. Seiring waktu tekanan ditulang belakang itu akan terasa nyeri dan mungkin muncul komplikasi lain. Karenanya penanganan untuk kasus seperti ini adalah dengan mengoreksi postur saat duduk dengan melatih otot agar lebih kuat dan lentur. Juga dengan mengingatkan penderita untuk sering bangun dan bergerak. 2. Terlalu banyak otot dipakai Sebabkan Sakit Tulang Belakang Atas Dalam kasus ini biasanya karena ada gerakan yang dilakukan berulang-ulang. Akibatnya bisa seperti, berikut: Ketegangan otot Otot terasa kencang Peradangan Penanganan keluhan ini adalah dengan mengistirahatkan area yang nyeri dan dengan kompres panas atau es untuk melancarkan peredaran darah ke jaringan otot. Terapis fisik mungkin akan merekomendasikan latihan kekuatan dan kelenturan di area yang sakit. 3. Trauma Cedera Trauma cedera bisa berujung pada sakit punggung. Penyebabnya bisa macam-macam. Misalnya : Kecelakaan mobil Terpeleset dan jatuh. Kecelakaan kerja. Mengangkat beban berat secara salah Berolahraga terlalu keras Cederanya bisa jadi sangat jelas terlihat dan nyeri punggung atas langsung muncul usai kejadian. Namun ada kalanya juga nyeri baru muncul belakangan. Trauma cedera bisa sangat parah kondisinya, misalnya saja pada fraktur vertebrae yang bisa memunculkan nyeri kronis, kerusakan syaraf, dan kelumpuhan. Cedera yang parah bisa jadi membutuhkan pembedahan. 4. Sakit Tulang Belakang Atas Akibat Herniated Disc Disk di tulang belakang mencegah ruas-ruas tulan saling bergesekan. Meski lebih sering terjadi di punggung bawah, kasus ini ada kalanya juga terjadi di punggung atas. Disk bersifat lembut, seperti bantalan karet. Herniated disk muncul ketika sebagian dari bantalan itu terpeleset keluar dari posisi normalnya dan menekan tulang belakang. Tekanan paling ringan cukup signifikan menyebabkan rasa nyeri. Juga kadang disertai dengan rasa kebas dan lemah di lengan atau kaki. 5. Syaraf kejepit Akibat herniated disk yang melenceng jauh dari lokasinya, bisa menekan syaraf dan mengakibatkan syaraf kejepit. Akibatnya penderita akan merasakan : Kebas dan nyeri di lengan dan kaki Kesulitan mengendalikan buang air kecil. Impotensi. Baca juga : Senam Syaraf Kejepit 6. Osteoarthritis Sumber dari nyeri punggung atas kadang bukan di otot tapi di tulang punggung sakit atau sendi. Tulang rawan yang menjadi bantalan dan melindungi ujung tulang bisa jadi terkikir seiring proses penuaan. Istilahnya osteoarthritis. Osteoarthritis menyebabkan tulang saling bergesekan dan membuat syaraf di tulang belakang jadi tertekan. Akibatnya akan muncul rasa kebas dan kesemuta di kaki dan tangan. 7. Nyeri Myofascial Nyeri bisa jadi berawal dari jaringan penghubung di punggung yang disebut fascia. Nyeri myofascial biasanya terjadi setelah cedera atau terlalu banyak digunakan. Namun biasanya yang kronis berlangsung lebih lama serangannya dibanding cederanya sendiri. Tak dapat dipastikan kenapa nyeri ini terus berlangsung di beberapa kasus. 8. Infeksi Tulang Belakang. Infeksi spinal atau tulang belakang biasanya beberapa harus diakhiri dengan pembedahan. Jarang infeksi yang jadi sebab nyeri tulang belakang dalam waktu singkat. Biasanya muncul saat terjadi abses di epidural yang kemudian menjadi tempat berkumpulnya kuman di antara syaraf tulang dan tulang. Penelitian yang dilakukan BioMed Research International menemukan epidural abses biasanya jadi parah karena membutuhkan waktu lama untuk diagnosanya. 9. Kanker paru-paru Meski jarang terjadi, Journal of the Advanced Practitioner in Oncology mencatat beberapa kasus serupa. Komplikasi penyakit ini bisa menyebar di tulang 30-40 persen pada pasien kanker paru-paru dengan non-small sel kanker. 10. Kondisi lainnya Beberapa kondisi yang mempengaruhi tulang belakang dan otot di punggung atas misalnya: Scoliosis Fibromyalgia Spinal deformity Problematic kyphosis Beberapa Cara Mencegah Sakit Tulang Belakang Atas Lakukan perenggangan di sela-sela waktu kerja sembari tidur telentang. Berhenti barang sejenak di antara waktu kerja agar otot jadi kuat dan liat. Lakukan peregangan otot sebelum mulai bekerja. Jangan mengangkat benda berat sembari membungkuk Pemijatan dan terapi bersama ahli untuk rutin untuk mencegah kekakuan otot. Hindari tas yang berat. Sadari postur yang baik seperti apa baik saat jalan, duduk atau tidur. (*) Tanya Jawab Nyeri Punggung Atas Silahkan Hubungi Call Center Kami di (021) 7919-6999 Terakhir diperbarui: 08 Mei 2020 Ditinjau oleh: dr Yulianto
Makanan untuk Penderita Osteoarthritis, Ampuh Redakan Nyeri

Osteoarthritis (OA) adalah penyakit radang sendi yang paling sering terjadi pada pasien. OA adalah bagian dari kelompok penyakit arthritis, sebutan medis yang mengacu pada rasa nyeri yang menyerang sendi. Selain terapi dan pengobatan, pasien mengonsumsi makanan untuk penderita osteoarthritis bantu redakan OA. Selain OA ada lebih dari 100 jenis arthritis yang saling berhubungan. Berbagai kelompok usia, ras dan jenis kelamin bisa terserang penyakit ini. Arthritis lebih banyak menyerang wanita dan semakin mudah muncul seiring proses penuaan. Osteoarthritis (OA) nyeri salah satunya bisa menyerang sendi lutut dengan gejala seperti rasa nyeri dan peradangan. Anda bisa meringkankan tanda-tanda arthritis dengan menambahkan minuman ini ke diet Anda. Mengenal Osteoarthritis OA, salah satu tipe arthritis yang paling sering terjadi muncul karena rusaknya tulang rawan halus yang berada Tulang rawan sendiri merupakan jaringan ikat yang padat, licin, kenyal, licin, dan elastis. Jaringan ini menyelubungi ujung tulang pada persendian untuk melindunginya dari gesekan saat ada pergerakan. Saat tulang rawan mengalami kerusakan, teksturnya yang licin akan menjadi kasar. Begitu tulang rawan ini menipis, tendon dan ligamen menjadi bekerja lebih keras di area sendi. Inilah yang menyebabkan peradangan yang bisa sangat nyeri dan kaku. Gejala Osteoarthritis Tangan, tulang belakang, lutut dan pinggul adalah yang paling sering terpengaruh oleh osteoarthritis. Gejala arthritis paling umum terjadi bisa di antaranya nyeri sendi, rasa kaku, terbatasnya gerakan dan kulit yang terasa hangat sampai panas di area yang sakit. Sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lengkap dan paket pengobatan seperti di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang atau yang akan segera berubah nama menjadi Lamina Pain and Spine Center. Di Lamina setelah pemeriksaan Anda mungkin akan menjalani pengobatan OA mulai obat-obatan, suntikan intraartikular, terapi radiofrekuensi ablasi, dengan tingkat keberhasilan 90 persen atau fisioterapi. Untuk informasi awal, Anda bisa berkonsultasi gratis dengan dokter via WhatsApp degan nomor 0812 8281 8473. Sembari menjalankan pengobatan Anda bisa mendukung proses itu dengan mengonsumsi beberapa makanan dan minuman tertentu. Misalnya saja teh hijau yang terbukti bisa meringankan keluhan dengan meredakan inflamasi atau peradangan dan mencegah munculnya rasa nyeri. Teh adalah salah sau dari banyak minuman yang baik untuk pasien OA. Teh mengandung banyak zat antiperadangan dan salah satu yang disebut baik untuk pengidap arthritis, menurut data Arthritis Foundation. Dari Teh Hijau sampai Jus Buah Makanan untuk Penderita Osteoarthritis Teh mengandung polyfenol yang bermanfaat untuk meredakan peradangan. Peradangan diketahui menjadi kunci atas keluhan nyeri arthritis. Daripada jenis teh lain, teh hijau paling banyak kandungan polyfenolnya. Maka pasien bisa cukup sering minum teh hijau. Teh adalah minuman yang paling sering mendapat penelitian untuk keluhan arthritis. Selain teh hijau, teh hitam dan teh putih juga bisa jadi alternatif untuk mendapatkan efek antiperadangan dari polyfenol yang disebut EGCG. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa teh hijau juga menjaga kesehatan tulang dan tulang rawan, meski belum ada penelitian yang terkontrol pada kelompok pasien arthritis. Anda juga bisa menurunkan risiko arthritis dengan banyak minum jus buah, demikian disebutkan Arthritis Foundation. Jus buah cherry akan mencegah dari rasa terbakar di sendi dalam kasus arthritis, dan mengurangi rasa sakit sendi pada pesien OA. Sementara itu, buah jeruk, nanas, wortel dan jus tomat juga disebut mengandung banyak vitamin C, yang membantu mengusir radikal bebas yang berkontribusi pada peradangan. Vitamin Makanan Untuk Penderita Osteoarthritis Vitamin C Antioksidan pada vitamin C, terbukti dapat membantu pertumbuhan jaringan lunak. Pada lain pihak, kekurangan vitamin C dapat mengakibatkan melemahnya tulang lunak serta meningkatkan tanda-tanda osteoartritis. Pada pria, sangat rekomendasi mengonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin C, dengan dosis minimal 90 mg/ hari, sedangkan pada wanita rekomendasi konsumsi 75 mg/ hari. Terdapat beberapa jenis makanan yang memiliki kandungan vitamin C tinggi, antara lain : Buah tropis (pepaya, jambu, dan nanas) Buah dengan kandungan citrus tinggi seperti jeruk Blewah Stroberi Kiwi Raspberry Sayur-sayuran (kol, brokoli) Tomat Paprika Beta-karoten Beta-karoten sebagai komponen/ zat makanan yang mengandung antioksidan tinggi. Ia berguna melawan radikal bebas sebelum radikal bebas tersebut merusak bagian tubuh kita seperti contoh sendi. Makanan yang kaya kandung beta-karotennya gampang sekali terlihat, umumnya berwarna oranye cerah, seperti wortel. Labu Blewah Selada Bayam Aprikot Daun peppermint Asparagus Makanan Kaya Omega-3 Untuk Penderita Osteoarthritis Lemak yang umum bagi penderita osteoarthritis adalah asam lemak omega-3. Jika lemak lain menyebabkan peradangan, omega-3 justru mengurangi peradangan dengan cara menekan produksi sitokinin dan enzim yang menghambat pertumbuhan tulang lunak. Konsumsi makan ini baik dengan dosis 85 gram/ minggu. Omega-3 umum pada makanan-makanan yang berasal dari laut, seperti: Salmon Kacang walnut Sarden Ikan herring Ikan tuna Makerel Ikan teri atau ikan bilis Ikan rainbow trout Telur fortifikasi omega-3 Bioflavanoid Quercetin dan anthocyanidins merupakan bioflafonoid yang membentuk efek antioksidan. Efek anti peradangan pada quercetin hampir serupa dengan obat anti peradangan seperti aspirin dan ibuprofen. Makanan yang banyak mengandung bioflavonoid, antara lain : Black currants The hijau Tomat ceri Bubuk cocoa Bawang Kale Brokoli Bluberi Aprikot Apel (makan beserta kulitnya) Beberapa makanan bersifat pedas mengandung efek anti peradangan tinggi. Makanan pedas seperti jahe dan kunyit. Kunyit telah banyak penelitian menunjukan mampu menekan bahan-bahan kimia peyebab inflamasi. Campurkan jahe pada makanan atau minuman. Atau variasikan dalam bentuk teh jahe, bumbu salad, dan lain-lain. Inilah makanan untuk penderita osteoarthritis. Terakhir diperbarui: 03 Maret 2020 Ditinjau oleh: dr Ibrahim Agung SpKFR
Bahaya Syaraf Kejepit Sangat Beragam, Kenali Untuk Dihindari
JAKARTA — Syaraf sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Maka ketika terjadi syaraf kejepit atau yang disebut Herniated Nucleus Pulposus (HNP) masalahnya kadang bukan sekadar rasa nyeri yang mengganggu. Tapi juga beberapa risiko bahaya syaraf kejepit lain yang harus dihindari. Bagaimana Syaraf Kejepit Terjadi? Di sepanjang tulang belakang, ada ruas-ruas tulang yang dibatasi dengan disk atau cakram sebagai bantalan tulang. Bantalan ini terdiri dua lapisan, lapisan dalam seperti jeli yang disebut nucleus pulposus dan bagian luar berbentuk serat yang disebut annulus fibrosis. Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA 08111443599 Disk atau bantalan sendi ini mencegah benturan antara ruas tulang belakang saat manusia bergerak. “Nah, HNP adalah terjadi ketika lapisan terluar bocor dan bergeser ke luas posisinya. Penyebabnya bisa dari efek penuaan atau cedera,” ujar dr Mahdian Nur Nasution SpBS. Beliau merupakan dokter spesialis bedah saraf, lulusan fakultas kedokteran Universitas Indonesia, yang saat ini mendalami masalah saraf kejepit. Dan praktek di RS Meilia Cibubur, RSU Bunda Jakarta dan Klinik Lamina Mampang. Akibatnya tak ada cukup bantalan di antara ruas tulang. Ini saja sudah cukup menyakitkan dan menimbulkan peradangan. Belum lagi jika ada syaraf yang terjepit di antaranya. HNP biasanya terjadi di lumbar atau pinggang belakang, terutama di ruas tulang L4 L5 dan L3 L5. Ini adalah area paling bawah dan bisa jadi paling tidak fleksibel dibanding area lain. Gejala tersering yang muncul pada penderita saraf kejepit adalah nyeri atau rasa tidak nyaman di area bantalan yang menjepit saraf. Pada beberapa orang, seringkali menganggapnya ketidaknyamanan atau nyeri punggung biasa. Bahkan tidak menyadari kalau dirinya mengalami saraf kejepit. Bahaya Gejala Syaraf Kejepit Saat kondisi ini tidak segera diatasi, HNP dapat menyebabkan bermacam komplikasi medis atau kondisi penyerta. Dengan kondisi yang paling parah berupa kerusakan syaraf permanen. Ini diakibatkan bantalan yang menonjol terus menekan atau menjepit saraf hingga akhirnya menghentikan impuls saraf di beberapa area tubuh. Menurut dr Victorio, SpBS pakar nyeri dari Lamina Pain and Spine Center, HNP dimulai dengan keluhan subektif seperti nyeri, kesemutan, kebas, hingga gangguan motorik berupa: kelumpuhan (sebagian atau total), serta gangguan saraf otonom, seperti contoh tidak dapat menahan kencing atau buang air besar. Bahkan parahnya lagi tidak bisa ereksi (pada pria). Komplikasi saraf kejepit jangka panjang atau HNP adalah berupa saddle anesthesia. Bahaya syaraf kejepit ini menyebabkan seseorang kehilangan sensasi di beberapa area tubuh yang di persarafi, seperti di pinggang belakang, rektum, paha bagian dalam, dan kaki bagian belakang (betis). Bahaya yang Muncul pada Syaraf Kejepit 1. Sulit buang air Syaraf-syaraf yang penting dan bertanggung jawab untuk berfungsinya dengan baik saluran ekskresi atau pembuangan pada manusia yang terhubung dengan tulang belakang dalam sekumpulan akar syaraf yang disebutcauda equina. Syaraf-syaraf ini terletak di ujung bawah saraf tulang belakang di tulang belakang. Syaraf ini bisa rusak saat terjadi HNP di lumbal di tulang belakang. Disk atau bantalan antar ruas tulang belakang yang rusak membuat syaraf di sekitarnya terjepit. Inilah salah satu bahaya saraf kejepit yang dikhawatirkan. Ketika kumpulan syaraf cauda equina ini yang terkena maka akan ada risiko-risiko yang dirasakan pasien. Seperti kesulitan buang air kecil atau malah kesulitan menahan buang air. University of Maryland Medical Center mengingatkan bahwa sindroma cauda equina bisa menyebabkan kerusakan yang permanen di syaraf perut bawah dan kandung kemih yang mengakibatkan masalah buang air kecil yang bisa jadi sulit diperbaiki. 2. Gangguan Sensori Syaraf sensori yang menangkap berbagai perasaan di tubuh bagian bawah termasuk juga bagian dari cauda equina. Kerusakan di syaraf ini bisa menyebabkan rasa sakit atau kelihangan rasa di salah satu atau kedua kaki. Lokasi tepatnya di mana rasa nyeri terasa sangat bervariasi tergantung pada disk lumbar mana yang mengalami herniasi. MayoClinic mengingatkan sindroma cauda equina juga berhubungan dengan hilangnya kemampuan sensori secara progresif di paha bagian dalam, paha belakang dan rektum. Kondisi ini disebut saddle anasthesia. 3. Otot Melemah Kelemahan otot adalah komplikasi saraf kejepit yang terjadi ketika tekanan akibat HNP mempengaruhi syaraf gerak dari cauda equina, impuls syaraf ke otot di paha, betis dan kaki bisa terhambat. Hasil akhirnya adalah otot kaki yang melemah. Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA 08111443599 Saat otot kaki melemah, penderita HNP bisa jadi tak bisa mengangkat kaki dengan benar saat berjalan. Pengidap mungkin jadi mengangkat kaki terlalu tinggi saat berjalan karena ingin mencegah gerakan menyeret kaki saat berjalan. Jika tidak ditangani, tekanan pada syaraf di cauda equina bisa menyebabkan kelumpuhan, demikian penjelasan dari MayoClinic. Untuk pemeriksaan dokter mungkin akan menggunakan X-ray, CT scan, MRI scan, atau discogram. Kombinasi pemeriksaan ini digunakan untuk menentukan penyebab nyeri, rasa lemah, tak nyaman yang dirasakan penderita dan bahaya saraf kejepit lainnya. Bahaya Lain Syaraf Kejepit di Kepala Selain beberapa kondisi diatas, bahaya lain dari syaraf kejepit yang dapat muncul pada penderitanya dapat meliputi beberapa kondisi, diantaranya; Rasa sakit di area tubuh yang mengalami syaraf terjepit, seperti pada bagian leher atau pinggang bawah Nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain seperti pada nyeri karena sciatica, atau juga dikenal sebagai nyeri radikuler Kebas hingga kesemutan Rasa nyeri yang teramat sangat dengan sensasi nyeri seperti terbakar Syaraf kejepit di kepala juga dapat menyebabkan kondisi yang dikenal dengan istilah trigeminal neuralgia. Syaraf di kepala yang kejepit ini selanjutnya harus di bebaskan sehingga rasa sakit pada wajah seorang penderita trigeminal neuralgia bisa diatasi dengan baik. Terkadang rasa nyeri akan bertambah berat ketika Anda melakukan gerakan memutar kepala atau pinggang atau menariknya. Apa Saja Penanganan untuk Bahaya Syaraf Kejepit? Penanganan HNP adalah beragam, mulai dari yang konservatif hingga pembedahan. Penanganan biasanya tergantung pada level bahaya syaraf kejepit, ketidaknyamanan yang dirasakan dan seberapa jauh disk meleset dari tempatnya. Ada beberapa penderita yang setelah berkonsultasi dengan dokter mendapatkan manfaat dari program latihan fisik seperti peregangan dan penguatan otot punggung dan sekitarnya. Biasanya program ini ada kalanya disertai dengan pemberian obat pereda nyeri. Semua itu bisa dibarengi juga dengan menghindari diri dari kegiatan mengangkat beban berat da posisi yang bisa memicu rasa nyeri lagi. Meski menghentikan banyak kegiatan fisik saat mengalami nyeri karena syaraf kejepit memang menggoda, tapi disarankan tidak dilakukan. Menghentikan kegiatan fisik akan membuat otot-otot menjadi lemah dan sendi-sendi menjadi kaku. Sebaliknya usahakan untuk terus aktif bergerak, mulai dari melakukan stretching atau perenggangan hingga kegiatan
Nyeri Lutut, Ini Beberapa Pangkal Masalahnya
JAKARTA — Apakah Anda merasakan lutut yang luar biasa nyeri, terlihat kemerahan, bengkak dan agak panas di akhir hari yang sibuk? Jangan disepelekan. Bisa jadi itu adalah tanda dari penyakit yang lebih serius. Ya, tentu saja ada beberapa penyebab nyeri lutut. Tapi jika keluhan Anda adalah seperti yang di atas bisa jadi itu adalah osteoarthritis (OA) atau ausnya sendi-sendi tulang — dalam hal ini lutut. “Kasus ini biasanya banyak terjadi pada mereka yang berusia diatas 60 tahun. Walau kini banyak kita temukan pasien yang berusia lebih muda dengan masalah osteoarthiris atau nyeri lutut karena obesitas,” kata dr. George Gayagay ahli bedah orthopedik di Sydney Australia. Untuk orang-orang berusia 30-40 tahun, peradangan (baik otoimun maupun metabolik) dan post-traumatik OA adalah penyebab paling sering dari serangan nyeri lutut. Sementara untuk kelompok usia remaja belasan tahun hingga awal 30 tahun, masalah ligamen, cedera olahraga biasanya paling banyak jadi penyebab masalah ini. Biasanya yang dikeluhkan adalah rasa nyeri yang tajam, seperti terbakar yang bisa muncul di lutut saja, atau bisa menjalar ke pinggul hingga punggung. Rasa nyeri itu mungkin semakin burus saat dibawa beraktivitas dan mereda saat Anda beristirahat. Kadang diikuti juga dengan rasa lutut yang kaku seperti terkunci, berbunyi pelan. Pada beberapa orang rasa nyeri membuat mereka tak bisa berjalan, tidur dengan baik atau beristirahat dengan nyaman. Nyeri lutut akibat cedera biasanya bersifat akut atau tiba-tiba dan kadang keluhan kembali lagi meski sudah ada proses pemulihan. Sementara nyeri lutut dari OA biasanya bersifat berbahaya, progresif dan seringkali akhirnya harus diatasi dengan pembedahan. Tulang rawan yang terkena OA biasanya tidak bisa pulih atau beregenerasi, tidak seperti ligamen dan tulang yang mengalami cedera. Penanganan untuk Nyeri Lutut Semakin kita bertambah usia, jaringan semakin memburuk dan metabolisme semakin melambat. Hal ini pula yang memberi kontribusi pada nyeri sendi, seperti juga halnya dengan otot dan tulang rawan yang melemah, osteoporosis dan obesitas. Lutut yang nyeri boleh jadi terjadi karena harus menopang 5-7 kali berat tubuh. Biasanya obat-obatan anti nyeri ringan bisa meredakan nyeri lutut sederhana. Ditambah dengan bantuan penopang, pengidap nyeri lutut bisa tetap beraktivitas normal. Kerja sama dengan fisioterapi bisa meredakan bengkak, membantu mobilitas dan penguatan otot lutut yang biasanya jadi lemah karena rasa nyeri itu. Injeksi ke lutut untuk meredakan nyeri mungkin ditawarkan ahli medis. Bisa juga Anda akan disarankan untuk menurunkan berat badan untuk mengurangi beban tubuh. Jika semua pilihan terapi tak mempan dan nyeri lutut masih terus muncul, boleh jadi intervensi pembedahan harus dilakukan.(*)
Atasi Sakit Punggung, Ini Salah Satu Gerakan yang Disarankan
JAKARTA — Satu kali dalam seumur hidup manusia pasti pernah mengalami nyeri punggung. Kadarnya memang berbeda-beda seperti juga sebabnya. Atasi sakit punggung yang ringan dan bukan disebabkan hal yang berbahaya dengan gerakan sederhana ini. Sebenarnya untuk mereka yang mengalami nyeri punggung berolahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda dan berenang tetap dianjurkan untuk menjaga kebugaran. Minimal 150 menit dalam sepekan. Hanya saja sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter agar tak malah menimbulkan kerusakan lebih besar. Sedangkan jika nyeri punggung dan punggung bawah yang Anda rasakan masih ringan sifatnya, Anda bisa mencoba beberapa hal berikut. Pertama, hindari keinginan untuk hanya rebahan di tempat tidur atau sofa. Perilaku ini malah akan membuat otot menjadi kaku dan rasa nyeri semakin menjadi. Kedua, cobalah untuk bergerak ringan hingga lebih aktif. Ini akan menguatkan otot dan meningkatkan fleksibilitas untuk otot yang lebih kuat. Ketiga, pastikan meski bergerak Anda tak melakukannya terlalu bersemangat. Jaga gerakan dalam intensitas moderat. Atasi Sakit Punggung dengan Gerakan Yoga “Untuk atasi sakit punggung ringan Anda bisa mencoba gerakan peregangan ringan seperti cobra pose dalam yoga,” kata Lyndsay Hirst, fisioterapis di majalah Waitrose’s. Anda bisa tidur tengkurap. dengan kedua telapak tangan menapak di lantai dekat dengan kepala. Tarik nafas dalam perlahan lalu angkat kepala sampai dada dari lantai. Biarkan tangan tetap menapak sebagai tumpuan Anda. Luruskan siku semampu Anda dan senyaman mungkin. Tahan selama beberapa detik. Saat kembali ke posisi tengkurap, ambil nafas lagi. Selain sering melakukan gerakan ini, dianjurkan juga untuk menghindari posisi duduk diam terlalu lama. “Hidup aktif bergeraklah sesering mungkin. Berdiam diri terlalu lama bisa menyebabkan sakit punggung dan memperparah sakit punggung yang sudah terjadi. Gerakan ringan seperti cobra pose ini bisa Anda lakukan berulang kali di rumah kapanpun Anda membutuhkannya. “ Jika nyeri tak juga hilang dalam beberapa pekan, segera cari bantuan ahli medis profesional. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan sebelum mengambil tindakan yang diperlukan. (***)
Senam Syaraf Kejepit, Pengidap HNP Jadi Lebih Bugar

JAKARTA — Syaraf kejepit atau yang dalam bahasa medisnya disebut Herniated Nukleus Pulposus (HNP) disebut para pengidapnya sebagai kondisi yang sangat menyakitkan. Sensasi nyeri pada tulang belakang membuat penderitanya sulit bergerak. Senam syaraf kejepit bisa dipilih dari beberapa gerakan yoga. Meski ada jeda antara satu serangan ke serangan lain, tetap saja kondisi ini membuat penderitanya jadi lebih sedikit bergerak. Padahal tetap aktif bergerak adalah salah satu syarat hidup sehat. Setelah itu, olahraga juga bisa jadi cara yang menyenangkan untuk mengurangi rasa tak nyaman dari HNP Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA 0811 1443 599 Sembari menjalani terapi, sebenarnya ada beberapa olahraga yang baik untuk pasien saraf kejepit atau HNP. Biasanya tujuan utama olahraga untuk HNP adalah menguatkan dan menstabilkan otot punggung bawah pasien. Sehingga tekanan berlebih untuk tulang belakang tidak diperlukan. Baca juga : Dokter saraf kejepit yang bagus Selain menguatkan dan menstabilkan, olahraga untuk HNP juga harus selalu dengan menjaga berat badan ideal pasien. Memiliki berat badan berlebih akan menambah beban bagi bagi punggung Anda. Ibaratnya seperti Anda membawa beban berat ke mana-mana. Bagi pengidap HNP, olahraga dengan intensitas tinggi seperti kardio high-impact, atau latihan fisik angkat beban tidak disarankan. Oleh karena itu, pilihlah olahraga yang ringan tapi secara efektif bisa berdampak pada perbaikan HNP. Misalnya saja latihan fisik berjalan santai, bersepeda, berenang, yoga dan pilates, baik untuk memperbaiki kekuatan, fleksibilitas dan meringankan rasa nyeri di kaki dan punggung bawah. Dokter mungkin juga akan memberikan saran untuk latihan stabilisasi mulai dari perut, otot belakang. Jika Anda memang positif mengidap HNP dan baru memulai latihan fisik senam syaraf kejepit, mulailah dengan latihan ringan. Misalnya 10 menit di hari pertama. Lalu tingkatkan di hari-hari berikutnya. Pastikan pada akhirnya Anda bisa mencapai latihan 30-40 menit 5 hari dalam sepekan. Apa Itu Syaraf Kejepit dan Latihan Senam? Di sepanjang tulang belakang, ada ruas-ruas tulang yang tergemen dengan disk atau cakram sebagai bantalan tulang. Bantalan ini terdiri dua lapisan, lapisan dalam seperti jeli yang disebut nukleus pulposus dan bagian luar berbentuk serat yang disebut annulus fibrosis. Baca juga : Pengobatan syaraf kejepit di leher Disk ini mencegah benturan antara ruas tulang belakang saat manusia bergerak. Nah, HNP terjadi ketika lapisan terluar bocor dan bergeser ke luas posisinya. Penyebabnya bisa dari efek penuaan atau cedera. Akibatnya tak ada cukup bantalan di antara ruas tulang. Ini saja sudah cukup menyakitkan dan menimbulkan peradangan. Belum lagi jika ada syaraf terjepit. HNP biasanya terjadi di tulang lumbal atau lumbar, terutama di ruas tulang L4 dan L5. Ini adalah area paling bawah dan bisa jadi paling tidak fleksibel dibanding area lain. Jenis Olahraga Untuk Saraf Kejepit Berikut beberapa gerakan latihan fisik atau jenis olahraga senam syaraf kejepit yang bisa dilakukan, oleh Anda di rumah, diantaranya : 1. Peregangan otot hamstring sembari duduk di kursi. Duduk tegak di kursi, salah satu kaki menapak lantai dan satu lagi di atas kursi lain. Perlahan luruskan kaki perlahan-lahan semampu Anda, dan rasakan gerakan otot betis mengejang. 2. Peregangan dengan handuk. Tidur telentang dengan kaki posisi lurus. Setelah itu bawa salah satu lutut ke arah dada, pasang handuk atau apapun yang bisa untuk menahan ke tumit kaki tersebut. Cobalah untuk meluruskan kaki yang menekuk dengan bantuan handuk tersebut. 3. Stretching untuk saraf terjepit dengan dinding. Gerakan ini lebih mudah jika Anda menganggap peregangan dengan handuk terasa sulit. Tidur telentang dekat dinding. Angkat salah satu kaki, sementara tekuk yang lainnya. Rasakan otot kaki yang lurus tersebut dengan bertumpu pada dinding mengencang. 4. Peregangan paha sembari duduk. Duduk tegak diatas kursi dengan kedua kaki bertumpu di lantai sejajar dengan lutut. Angkat kaki kanan dan letakan tumit di lutut kiri. Anda akan merasakan otot paha sampai pinggul mengencang, tahan selama 30 detik dan lakukan pada kaki lainnya. Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA 0811 1443 599 5. Senam paha sembari telentang untuk pasien syaraf kejepit Gerakan sama dengan peregangan atau stretching untuk saraf terjepit sembari duduk. Tidur telentang dengan lutut menekuk dan telapak kaki menapak lantai. Perlahan angkat kaki dan letakan pergelangan kaki kanan dan letakan di lutut kiri. Tahan selama 30 detik dan lakukan bergantian dengan kaki lainnya. Baca juga : Leher kiri sakit 6. Peregangan sembari bersandar di dinding. No 6 gerakan senam syaraf kejepit adalah duduk dengan punggung bersandar di dinding, tekuk lutut dengan telapak kaki tetap menapak lantai. Lalu, angkat kaki kanan dan letakkan pergelangan kaki ke lutut kiri. Perlahan tekan lutut kanan menjauh semampu Anda. 7. Penekanan spinal. Cari tiang yang cukup kuat untuk Anda bergantungan. Saat bergantungan Anda sedang memberi kesempatan ruas-ruas tulang belakang untuk merenggang. Oleh karena itu, jika tak mampu melakukan ini, telentang di permukaan yang menurun dengan kepala di bagian yang lebih rendah juga cukup membantu. 8. Gerakan-gerakan yoga Anda bisa mencoba mulai dari gerakan cobra pose, cat -cow, plank dan child’s pose. Meski demikian, lakukan perlahan dengan pengaturan nafas yang baik hingga tak menyiksa. 9. Latihan low-impact untuk seluruh tubuh. Berjalan santai, bersepeda dan berenang merupakan latihan senam syaraf kejepit yang bagus untuk membuat otot punggung. (*)
Nyeri Leher, Penyebab, Gejala Hingga Obat Sederhananya

JAKARTA — Nyeri leher kini semakin sering jadi keluhan sebagian masyarakat modern. Tak heran ada sampai ada yang menjuluki keluhan ini sebagai endemi. Sebagian besar karena penggunaan ponsel atau gadget dengan postur tubuh yang salah. Padahal obat untuk atasi nyeri leher bisa sangat sederhana. Masalahnya meski kasusnya dengan mudah muncul, penyebab nyeri leher tidak semua orang mengetahui. Penyebabnya juga bisa sangat beragam. Setidaknya sekali dalam seumur hidup tiap orang pernah mengalaminya nyeri leher dan mencarai obat. Informasi & Pendaftaran Telepon 021-7919-6999 Nyeri leher bisa banyak hal yang menyebabkan termasuk juga cedera, masalah mekanikal atau otot leher, saraf kejepit atau arthritis. Penyebab Trauma atau cedera. Kecemasan atau stres. Tidur atau duduk dengan posisi yang aneh atau salah. Penggunaan gadget terlalu lama, seperti komputer, tablet dan ponsel. Disk atau bantalan sendi leher yang meleset. Pengeroposan tulang atau osteoporosis. Pertumbuhan bentuk tulang belakang yang tak natural (skoliosis) Kerusakan struktural karena tumor atau infeksi. Rasa nyeri atau panas, kejutan karena efek kecelakaan lalu lintas yang bisa menyerang selama beberapa bulan. Bagaimana Nyeri Leher Dirasakan oleh Pasien? Nyeri leher adalah rasa tak nyaman di bagian leher, yang bisa menyebar sampai ke lengan, tangan dan tulang selangka atau bahkan ke kepala sehingga perlu obat segera. Inilah mengapa ada yang mengalami rasa sakit kepala, baik di satu bagian — kiri atau kanan — atau keduanya. Otot di leher adalah otot paling mudah kaku, dan keras saat tersentuh. Nyeri yang akut bisa menimbulkan postur yang abnormal. Misalnya saja kepala jadi cenderung ke satu sisi atau torticolis. Nyeri di dasar tulang tengkorak kepala biasanya akan muncul rasa kelemahan di bahu, lengan dan mungkin rasa sedikit kebas di lengan dan jari. Apa Saja Obat Atasi Nyeri Leher ? Meski serangan nyeri leher sedang berlangsung dan membuat tak nyaman, cobalah untuk tetap bergerak aktif sebisa mungkin. Lakukan aktivitas normal biasa. Baca juga : Nyeri Leher Akibat Penggunaan Ponsel Nyeri leher tidak mengharuskan seseorang untuk beristirahat total. Karena umumnya nyeri leher tidak mengharuskan istirahat total. Belum lagi biasanya nyeri ini bisa hilang dengan sendirinya dalam hitungan pekan. Untuk obat nyeri leher sederhana Anda bisa mencoba beberapa hal berikut: Mengonsumsi obat yang dijual bebas seperti ibuprofen. Kompres panas dan atau dingin. Mulai dengan dengan kompres dingin di hari pertama, lalu kompres panas di hari berikutnya. Tetap berusaha aktif bergerak, namun hindari latihan high impact. Cukup tidur dan istirahat. Peregangan otot leher. Lakukan latihan gerakan leher perlahan dari kiri ke kanan berulang-ulang. Mintalah orang terdekat Anda atau terapis memijat lembut area yang sakit. Jika nyeri sendi telah lama berlangsung, berkonsultasilah dengan dokter ahli. Nyeri ini sangat tergantung pada penyebab rasa nyeri. Namun tak semua pengidap nyeri sendi bisa dengan cepat-cepat sembuh. Orang-orang dengan leher yang lemah, cenderung lebih mudah terkena masalah leher. Olahraga yang dititik beratkan pada penguatan bagian tubuh ini akan sangat bermanfaat. Jika nyeri leher Anda berhubungan dengan kebiasaan hidup yang tak aktif bergerak atau Anda terbiasa untuk menghabiskan banyak waktu di meja kerja, ada baiknya Anda mereview ulang tentang posisi duduk dengan postur terbaik. Cari waktu untuk beristirahat sejenak dan batasi waktu untuk menatap layar komputer. Hubungi Lamina Pain and Spine Center jika kondisi nyeri leher Anda tidak sembuh dengan obat biasa. Terimakasih (berbagai sumber) Informasi & Pendaftaran Telepon 021-7919-6999 Terakhir diperbarui: 07 Mei 2020 Ditinjau oleh: dr Yulianto
Nyeri Wajah Paling Tak Tertahankan Adalah Trigeminal Neuralgia

JAKARTA — Trigeminal neuralgia bagi pengidapnya kadang sulit digambarkan rasa nyeri nya. Ada yang menyebutnya sebagai rasa nyeri ditusuk-tusuk yang tak tertahankan di bagian wajah tertentu. Kondisi trigeminal neuralgia adalah salah satu jenis facial pain atau nyeri pada wajah yang harus mendapat pertolongan medis segera. Kondisi ini ada juga yang menggambarkannya sebagai rasa nyeri seperti ditampar se ember es batu. Sebagian besar pengidap sepakat bahwa trigeminal neuralgia adalah penyakit dengan “rasa nyeri paling menyakitkan di seluruh dunia”. Seorang pengidap berusia 20 tahunan, Andi sebut saja demikian, menceritakan perjalanan penyakitnya yang telah dideritanya sejak berusia 15 tahun. Disebutkan serangan nyeri muncul sejak dia mengalami benturan saat bermain bola basket. Sayangnya rasa nyeri tak hilang seiring waktu sebagaimana mestinya. Bahkan setelah beberapa bulan. Dokter awalnya menemukan ada retak kecil di tulang tengkoraknya. Ini yang menyebabkan tekanan di beberapa bagian wajahnya. Pembedahan kemudian dilakukan untuk mengatasi tekanan tersebut. Namun ternyata keluhan nyeri malah semakin memburuk. Nyeri semakin sering datang, tapi dokter tak bisa menemukan masalahnya. Trigeminal Neuralgia Adalah Nyeri Wajah Tak Tertahankan “Rasanya seperti banyak serangan sekaligus ke wajah — seperti ada es batu yang tajam,” kata Andi. “Itu adalah pertama kali dalam hidup saya di mana saya mengalami nyeri parah yang membuat saya ingin bunuh diri karena nyeri nya.” Saat itu Andi diagnosa dengan trigeminal neuralgia. Penyakit yang membuat sensasi di wajahnya terasa menjadi nyeri yang sangat menyakitkan. Ini disebabkan saraf ke lima atau saraf trigeminus pada wajah mengalami penekanan hingga inflamasi oleh pembuluh darah atau jaringan lain. Catatan di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang di Jakarta yang kini berganti nama menjadi Lamina, Pain and Spine Center, nyeri pada trigeminal neuralgia adalah mencakup juga sensasi seperti ditusuk-tusuk, terbakar atau sengatan listrik. Nyeri bisa muncul saat menggosok gigi, membasuh wajah, berhias, atau bahkan karena terkena angin sepoi-sepoi. Nyeri biasanya hanya muncul di salah satu bagian wajah, kiri atau kanan dan bisa muncul dalam hitungan detik sampai beberapa menit. Salah seorang pasien ada yang mengeluhkan saat serangan datang bisa mencapai 15 menit dan itu bisa berulah beberapa kali dalam sehari! Rasa nyeri bisa hilang timbul. Ketika ada periode nyeri tak muncul dalam beberapa hari atau bulan fase ini disebut sebagai fase remisi. Namun umumnya rasa nyeri bisa muncul semakin sering dengan intensitas yang semakin tinggi. Area yang diserang rasa nyeri biasanya adalah bagian pipi, rahang, gigi, gusi, dan bibir. Jarang muncul di bagian mata dan dahi. Inilah sebabnya pasien seringkali salah menduga sebagai sakit gigi, meski dokter gigi ternyata tak menemukan masalah apapun. Dalam kasus Andi, dia sempat mencoba mengalihkan rasa nyeri nya dengan bermain musik. Meski cara itu tak benar-benar menyembuhkannya. Penyebab Trigeminal Neuralgia Adalah Trigeminal neuralgia dihubungkan dengan beberapa kondisi medis. Salah satu yang utama dari trigeminal neuralgia adalah pembuluh darah yang menjepit saraf trigeminus atau saraf ke 5 wajah ini. Selubung saraf atau mielin dari saraf trigeminus ini yang mengalami kerusakan. Ini dapat juga terjadi pada penderita sklerosis multiple yang menyebabkan terjadinya kerusakan selubung saraf atau dikenal sebagai mielin. Penyebab lain dari trigeminal neuralgia adalah kompresi saraf oleh tumor dapat juga karena terjadinya malformasi pembuluh darah. Cidera pada saraf trigeminus juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri wajah kondisi ini umum terjadi paska tindakan operasi sinus, rongga mulut, stroke hingga trauma pada wajah. Dari beberapa literatur medis yang ada, trigeminal neuralgia lebih banyak terjadi pada mereka usia 50 tahun keatas. Meski dapat terjadi pada semua umur bahkan pada usia bayi sekalipun. Prevalensi mencapai 12/ 100.000 populasi setiap tahunnya. Dan lebih banyak menyerang wanita dibandingkan dengan pria, salah satu penyebabnya adalah hormon esterogen yang berperan pada kondisi saraf penderita. Terapi Trigeminal Neuralgia di Lamina Pain and Spine Center Trigeminal neuralgia berpengaruh pada saraf trigeminus yang membawa informasi dari otak ke wajah. Biasanya memang dimulai dengan nyeri yang ringan baru kemudian meningkat intensitas nya. Saat ini keluhan trigeminal bisa diatasi dengan injeksi, obat-obatan tertentu dan pembedahan. Di Lamina, ketiganya bisa dilakukan dengan pilihan yang tergantung pada hasil pembicaraan antara pasien dan dokter berdasarkan pemeriksaan di antaranya dengan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Hasil pemeriksaan MRI khusus akan secara jelas memperlihatkan penekanan pembuluh darah pada saraf ke lima di wajah pasien. Saat bacaan MRI tidak terlihat pasti, dokter akan menyarankan pasien mengkonsumsi obat anti kejang. Saat obat anti kejang ini memberikan efek positif menghilangkan nyeri di wajah pasien, maka diagnosis trigeminal neuralgia dapat di tegakkan. Selain obat anti kejang dokter juga dapat merekomendasikan terapi antidepresan tricylic pada pasien yang diduga mengalami trigeminal neuralgia. Baca juga : Pemeriksaan MRI Tulang Belakang Tahap pertama treatment biasanya dilakukan dengan menggunakan obat-obatan, khususnya dari kelompok anti konvulsan. Penanganan yang lain misalnya dengan dekompresi mikrovaskular yang lebih permanen. Dokter akan membuat sayatan kecil di belakang telinga. Dari lubang tersebut saraf atau pembuluh darah sumber nyeri dan memberikan bantalan kecil di antaranya. Risiko tetap ada meski penanganan ini cukup efektif, terutama jika tidak ada respon dari obat-obatan. Cara ketiga yang mungkin dilakukan adalah dengan gamma knife, atau pemberian radiasi dosis tertentu pada saraf trigeminus. Sejumlah pasien dilaporkan memberikan respon yang baik. Dengan efek samping yang minimal dan pemulihan yang cepat, terapi ini cocok untuk pasien yang berisiko dengan pembedahan konvensional. Pilihan keempat adalah rizotomy perkutaneus. Ini termasuk prosedur minimally invasive untuk meringankan nyeri yang salah satunya adalah trigeminal neuralgia juga. Dalam treatment ini, elektroda akan dipasang sepanjang pipi melalui lubang yang dibuat di pipi hingga mencapai titik pusat masalah trigeminal. Pilihan Terapi Trigeminal Neuralgia Lainnya Adalah Neurectomy adalah salah satu prosedur lain yang mungkin dilakukan pada penderita trigeminal neuralgia. Pada kondisi ini dokter akan memotong sebagian saraf pasien yang terjepit pembuluh darah. Pemotongan saraf ini tentunya menyebabkan rasa kebas berkepanjangan di wajah pasien tetapi nyeri hilang. Meski pemotongan saraf trigeminus dilakukan tidak menutup kemungkinan saraf tersebut akan tumbuh dan menimbulkan nyeri berulang, meski kemungkinan ini terjadi membutuhkan waktu yang relatif lama. Curiga nyeri wajah yang Anda alami adalah trigeminal neuralgia? Segera konsultasi kondisi Anda dengan Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS atau dr Yosi Yudha, SpBS di Lamina Pain and Spine Center. (berbagai sumber)
Postur Tubuh yang Salah Saat Bekerja Membahayakan Leher

JAKARTA — Postur tubuh yang salah saat bekerja dengan komputer diketahui bisa menyebabkan leher kaku dan nyeri punggung. Sebagian besar dari kita secara insting cenderung duduk dengan condong ke depan untuk bisa melihat layar komputer lebih jelas. Sayangnya hal ini jarang disadari bahwa ini adalah postur yang buruk bagi kesehatan tulang belakang. Para peneliti di San Fransisco State University menyebut posisi condong ke depan ini akan menekan leher. Akibatnya orang jadi mudah kelelahan, sakit kepala, konsentrasi memburuk dan mengalami kekakuan otot. Gejala nyerinya bisa muncul hanya dalam hitungan menit saja. Jika postur Anda tegak dan lurus saat bekerja, otot di bagian punggung akan dengan mudah ikut mendukung berat kepala dan leher yang bisa mencapai 5,5 kilogram. Namun jika kepala Anda berada dalam posisi 45 derajat, leher Anda akan berada dalam posisi tumpuan atau tuas yang mengangkat beban berat. Sementara beban jadi semakin berat yang harus diangkat otot leher, sekitar 20 kilogram. Maka tak heran jika leher dan punggung jadi terasa kaku. Dalam penelitian tersebut, para peneliti meminta 87 mahasiswa untuk duduk tegak dengan posisi kepala sejajar dengan leher dan meminta mereka untuk menggerakan kepala. Kemudia para mahasiswa diminta untuk mengerutkan atau memendekan leher dan menonjolkan kepala ke depan dalam beberapa waktu. Hasilnya 92 persen mengatakan mereka lebih bisa menggerakan kepala lebih jauh saat posisi kepala lurus dengan leher. Dalam tes kedua, 125 mahasiswa diminta memendekan leher selama 30 detik. Hasilnya 98 persen menyatakan rasa sakit di kepala, leher atau mata. Ini mengejutkan para mahasiswa karena tak menduga hanya dalam hitungan detik keluhan nyeri bisa muncul. Cara Mengatasi Postur Tubuh yang Salah saat Bekerja Nah, ada dua cara untuk mencegah gerakan tanpa sadar memendekkan kepala atau mencondongkan kepala ke layar komputer saat bekerja. Pertama dengan membesarkan font huruf di layar komputer atau menggunakan kacamata khusus membaca. Kedua, Anda harus memastikan posisi layar sejajar dengan mata Anda. Ini bisa mencegah godaan untuk mencondongkan kepala ke layar. Jadi saat Anda merasa sakit kepala, leher atau punggung usai kerja dengan komputer, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengecek postur Anda. Caranya dengan mencoba menggerak-gerakan kepala. Jika terasa kaku mungkin memang Anda berada dalam postur tubuh yang salah. Penelitian terakhir dari University of Nevada Las Vegas menemukan 60 persen mahasiswa yang mengeluhkan nyeri leher dan bahu adalah karena terbiasa dengan postur tubuh yang salah, yakni membungkuk saat menggunakan tablet atau gadget lainnya. Perempuan disebutkan dua kali lebih mungkin terserang keluhan nyeri leher dan bahu ini dibanding pria saat sama-sama menggunakan gadget. Untuk informasi lebih lanjut tentang kesehatan leher, bahu dan tulang belakang terkait penggunaan gadget Anda bisa menghubungi Klinik Nyeri dan Tulang Belakang di Whatsapp konsultasi gratis dengan nomor 0812 8281 8473 .(berbagai sumber)
Resolusi Sehat 2019: Mendapatkan Punggung Lebih Kuat

JAKARTA — Tahun baru 2019 baru berlangsung sepekan. Masih ada banyak kesempatan untuk membuat resolusi sehat dan menjalankannya sepanjang tahun ini. Jangan hanya terpaku pada rencana ‘mainstream’. Cobalah menginginkan punya punggung yang lebih sehat dan kuat. Ya, biasanya orang begitu bicara soal resolusi sehat, selalu berputar pada topik-topik yang itu-itu saja. Seperti gaya hidup lebih sehat atau diet menurunkan berat badan. Tak jarang pula resolusi itu akhirnya hanya mentok sampai tanggal 10 Januari. Lalu tak ada kelanjutan dari rencana hidup sehat hingga 31 Desember. Jarang di antara kita menjajal resolusi sehat yang lebih spesifik. Misalnya: “Tahun 2019, saya ingin punya punggung yang lebih sehat.” Tak ada salahnya dengan resolusi ini. Karena buat mereka yang sudah mengalami masalah serangan nyeri punggung memiliki punggung yang bebas rasa nyeri adalah harapan terbaik. Punggung dan tulang belakang adalah penentu bentuk tubuh kita. Organ inilah yang membuat kaki tangan dan semua anggota tubuh kita tetap bisa bergerak saat kita sibuk beraktivitas. Maka punggung dan tulang belakangyang kuat dan sehat jadi jaminan untuk terhindar dari rasa nyeri, sakit, risiko cedera lebih parah, atau melambatnya gerakan pada usia lanjut. Resolusi 2019 untuk Dapatkan Punggung Lebih Sehat Inilah beberapa cara sehat untuk menjalani resolusi punggung sehat 2019 : 1. Pilih alas tidur dan bantal yang nyaman tapi bisa menopang leher dan kepala dengan baik sekaligus relaks saat beristirahat. 2. Jangan menghabiskan banyak waktu di telepon atau gadget lainnya. Kepala kita akan menjadi beban untuk otot dan tulang leher saat dipaksa untuk menunduk menatapi gadget. 3. Saat Anda merasa nyeri di leher dan punggung, segera konsultasikan dengan dokter ahli. Karena jika diabaikan, malah bisa membuat keluhan semakin menjadi-jadi dan menghambat aktivitas Anda. Cobalah untuk mendapatkan konsultasi gratis via WA di nomor 0812 8281 8473. Anda juga bisa membuat buat janji dengan Dr.dr. Wawan Mulyawan, SpBS atau dr. Yosi Yudha, SpBS di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jalan Warung Jati Barat, Jakarta Selatan. 4. Gunakan sepatu yang nyaman. High heels memang indah dan membuat Anda terlihat jangkung. Tapi high heels membuat tekanan di lengkungan punggung bawah dan tumit Anda lebih besar. Akibatnya nyeri bisa menyerang punggung bawah, lutut dan kaki Anda. 5. Jadwalkan waktu untuk perawatan rutin punggung yang mencakup latihan bergerak, peregangan dan pemijatan. Khususnya untuk otot dan sendi di bagian leher dan punggung. Tak hanya menyehatkan treatment ini akan membuat Anda lebih relaks. (berbagai sumber)