Radang Sendi, Mengenal Jenis dan Tipe Serangannya

JAKARTA — Radang sendi terjadi ketika ada peningkatan cairan di jaringan di sekitar sendi. Radang sendi secara umum dibagi menjadi beberapa jenis. Yakni arthritis, infeksi dan cedera. Ada baiknya kita mengenali jenis dan tipe serangannya. Secara medis radang sendi adalah gejala dari masalah kesehatan berikut ini : 1. Osteoarthritis Osteoarthritis (OA) adalah tipe radang sebagai akibat proses penuaan atau cedera. Pada osteoarthritis, terdapat tulang rawan yang mengalami penipisan, padahal guna tulang rawan adalah sebagai bantalan di tempat tulang bertemu tulang yang selayaknya tidak mengalami gesekan. Radang sendi OA lebih sering terjadi di sendi yang banyak menanggung beban tubuh, seperti lutut, pinggul, kaki dan tulang belakang. Kecuali karena rasa nyeri yang menyerang sendi yang terserang OA biasanya penderita tak merasa sakit atau lelah. 2. Rheumatoid arthritis Rheumatoid arthritis (RA) adalah radang yang bisa menyerang semua usia. Bahkan pada anak-anak. RA merupakan tipe radang sendi yang menyebabkan rasa nyeri, dan kaku pada sendi. Biasanya radang sendi RA menyerang tangan, kaki, lutut, tapi bisa juga menyerang sendi dan bagian tubuh lainnya. RA bisa sangat menghambat aktivitas harian. 3. Radang sendi gout Gout merupakan jenis radang yang biasanya menyerang secara mendadak. Serangannya membuat sendi terasa nyeri, radang, hangat sampai panas, serta mengalami kemerahan. Paling sering atau 50 persen, menyerang sendi di ibu jari kaki. Untungnya biasanya hanya menyerang salah satu sendi saja saat serangan. Meski ada kalanya juga menyerang lebih dari satu sendi. Gout menyebabkan rasa nyeri, radang sendi yang parah sampai-sampai untuk mengangkat selimut di tempat tidur rasanya bisa tak tertahankan. Dengan gout, asam urat — zat kimia yang normal ada di tubuh — membentuk kristal yang kemudian menggumpal di sendi. Akibatnya terjadi peradangan dan rasa nyeri. Kristal itu mungkin juga akan berakumulasi di bagian tubuh lain dan membentuk nodul dibawah kulit atau batu di ginjal. 4. Ankylosing spondylitis Ankylosing spondylitis adalah kondisi nyeri ini terjadi di sendi yang menjadi dasar dari syaraf tulang belakang di mana ruas-ruas tulang belakang bertemu dengan tulang panggul atau pelvis. Ini disebut sendi sacroiliac atau sacroiliac joint, yang juga dapat mengalami nyeri. 5. Psoriatic arthritis Ini adalah penyakit peradangan sendi yang berhubungan dengan psoriasis, sebuah kondisi kulit. Lebih dari 30 persen dari orang yang mengidap psoriosis akan mengalami psoriatic arthritis. 6. Arthritis septic Infeksi arthritisa atau septic arthritis adalah akibat infeksi bakteri, virus, dan jamur atau fungal di jaringan atau cairan sendi. Infeksi sendi biasanya muncul setelah sebelumnya ada infeksi dalam tubuh. Infeksi kemudian berjalan ke sendi melalui aliran darah ke bagian tubuh lain, seperti kulit, hidung, tenggorokan, telinga dan luka yang ada. Dalam hitungan hari, nyeri, radang, sendi yang membengkak dan demam muncul. Sendi yang mudah terpengaruh oleh infeksi misalnya lutut, pinggul, bahu, pergelangan kaki atau ankle dan pergelangan tangan. Sendi yang sebelumnya memang sudah cedera lebih berisiko mengalami infeksi. Bakteri yang biasa menyebabkan infeksi arthritis misalnya Neisseria gonorrhoeae dan Staphylococcus aureus. Beberapa infeksi sendi bisa jadi disebabkan oleh lebih dari satu organisme sekaligus. 7. Cedera sendi Cedera pada sendi bisa mengakibatkan rasa nyeri, sendi membengkak dan rasa kaku. Kadang nyeri sendi bisa disebabkan oleh cedera atau otot yang robek, tendon dan ligamen di sekeliling sendi, bursitis, tendonitis, dislokasi, ketegangan, keseleo dan fraktur. (berbagai sumber/TM)
Nyeri Leher Akibat Pemakaian Ponsel yang Sembrono

JAKARTA — Nyeri leher di masyarakat modern besar kemungkinan juga dipengaruhi akibat penggunaan ponsel yang sembrono. Saat ini tercatat di seluruh dunia ada 3,4 biliun pengguna ponsel cerdas yang kesehatan lehernya berisiko, demikian hasil penelitian dari University of South Australia. Posisi yang salah saat menggunakan ponsel dalam waktu lama akan menempatkan tekanan pada tulang belakang dan mengubah kurva alami leher, meningkatkan kemungkinan risiko bagi jaringan lunak terkait. Penelitian bertaraf internasional terbaru yang dipublikasikan di PLOS One, menggarisbawahi risiko ergonomik bagi pengguna ponsel. Terutama pada kelompok usia muda. Mereka saat ini tercatat cenderung lebih dini mengalami masalah nyeri hebat dibanding generasi sebelumnya. Para peneliti dari Khon Kaen University membuat video dari 30 penguna ponsel di Thailand berusia 18-25 tahun yang menghabiskan waktu 8 jam per hari dengan ponsel mereka. Penelitian itu menghitung level risiko ergonomik. Hasilnya sungguh mengejutkan karena rata-rata partisipan mencapai angka 6, meski angka yang bisa ditolerir hanya 1-2 saja. Sebelumnya cara penghitungan yang sama telah digunakan untuk mengukur dampak ergonomik pada pengguna komputer dan laptop. Ini kali pertama perhitungan itu digunakan untuk meneliti pengguna ponsel. Dr. Rose Boucaut, fisioterpis dari UniSA yang terlibat dalam penelitian tersebut menyatakan postur yang buruk pada pengguna ponsel bisa mempengaruhi jaringan-jaringan lunak disekitar. Pengguna ponsel sadar tak sadar suka berada dalam posisi menunduk ketika membaca dan menulis teks. Mereka juga kadang menekuk leher ke bahu dan membiarkan posisi tubuh dan kaki dalam posisi yang aneh. “Posisi aneh ini semakin menambah beban stres pada jaringan lunak di sekitar tulang belakang yang bisa menumbulkan rasa tak nyaman.” Dalam penelitian yang dipulikasikan bulan ini di jurnal WORK, penelius mensurvei 779 mahasiswa Thailand yang menggunakan ponsel, 32 persen melaporkan masalah nyeri leher, 26 persen mengalami nyeri bahu, 20 persen mengeluhkan nyeri punggung bagian atas. Sementara 19 persen mengeluhkan nyeri di pergelangan dan tangan. Nyeri Leher Akibat Penggunaan Ponsel Lebih Sering Dialami Wanita Kelainan muskoloskeletal sangat umum terjadi di kalangan mahasiswa yang sering menggunakan ponsel atau lebih dari lima kali dalam sehari. Juga pada mereka yang merokok dan jarang berolahraga. Perempuan pengguna ponsel juga lebih mudah mengalami kelainan mukoloskeletal dibanding pria, dengan perbandingan 71 persen dibanding 28 persen. Baca juga : Penyebab Nyeri Leher Sulit diketahui apakah orang yang mengalami nyeri leher dan punggung menyadari bahaya penggunaan ponsel dan postur yang salah saat menggunakan ponsel. “Praktisi kesehatan harus mengedukasi pasien mereka tentang pentingnya postur dan lama penggunakan ponsel untuk mencegah masalah ini,” kata Dr. Boucaut.(TM)
Redakan Nyeri Punggung dengan Bahan Alami
JAKARTA — Nyeri punggung bisa diakibatkan oleh banyak sebab. Kasusnyapun dengan mudah bisa kita temui di masyarakat sekitar kita. Penyebab paling umun misalnya perubahan akibat proses penuaan, cedera, peradangan dan meski jarang tapi ada terjadi, karena kanker. Biasanya lebih banyak menyerang punggung bagian bawah dan akan terasa lebih sakit ketika penderita membungkuk. Akibat nyeri ini mungkin otot-otot di punggung jadi semakin lemah dan lunak. Nyeri punggung yang diakibatkan oleh proses penuaaan mungkin akan terasa sampai ke kaki karena ada tekanan pada syaraf. Misalnya saja pada kasus-kasus syaraf kejepit atau herniated disc. Nyeri punggung juga bisa diakibatkan oleh ketegangan pada otot-otot punggung. Setidaknya ada 200 otot di punggung yang harus dijaga untuk mendapatkan postur tubuh yang tegak. Pemicu munculnya nyeri punggung di antaranya: – Membawa benda yang berat – Mengangkat benda dengan posisi yang aneh dan tidak tepat – Bekerja terlalu keras dengan menggunakan otot-otot punggung. Bahan alami rumahan yang bisa dimanfaatkan untuk meredakan nyeri punggung. 1. Es batu, bahan alami bermanfaat yang mudah dicari. Es sangat baik untuk meredakan rasa sakit. Anda bisa menggunakan dua atau tiga kali sehari. Es bahkan bisa untuk menyembuhkan peradangan. Gunakan es batu yang dibungkus dengan handuk untuk meredakan rasa nyeri punggung. 2. Menjaga postur tubuh yang baik. Manusia modern cenderung lebih banyak dalam posisi duduk saat mengerjakan sesuatu. Bahkan biasanya dilakukan dalam waktu yang lama. Maka sangat penting untuk selalu menjaga postur yang baik saat beraktivitas. Duduk dengan cara yang tepat bisa mengurangi ketegangan di punggung. Artinya Anda harus duduk dengan posisi tulang punggung yang lurus, dan kaki yang menapak datar di lantai. Usahakan juga untuk bisa tidur dengan posisi yang benar. 3. Pemijatan secara rutin. Pemijatan yang baik dan tepat bukan hanya baik untuk meredakan nyeri punggung, tapi juga sebagai pereda stres. Anda juga boleh menggunakan minyak-minyak alami untuk memaksimalkan pemijatan. 4. Bawang putih. Makan dua dan tiga siung bawang putih tiap pagi dalam kondisi perut kosong. Anda juga bisa menggunakan bawang putih untuk pemijatan punggung. Untuk membuat minyak urut dengan bawang putih caranya adalah dengan memanaskan minyak kelapa, minyak mustard atau minyak wijen dengan api kecil saja. Masukkan 8-10 siung bawang putih hingga kecoklatan. Saring dan biarkan sampai berada dalam suhu ruangan. Pijat ringan punggung dengan minyak itu. Biarkan selama beberapa saat sebelum kemudian mandi dengan air hangat untuk membilas bekas minyak. 5. Berolahraga Olahraga adalah cara bijak untuk tercegah dari nyeri punggung. Caranya dengan melatih otot-otot punggung agar terus berada dalam kondisi prima. Karenanya otot punggung dan perut harus mendapat prioritas saat berolahraga setiap hari. Latihan peregangan adalah yang paling baik. 6. Menggunakan garam mandi. Mandi berendam air hangat dengan menggunakan garam mandi bisa membantu mengurangi nyeri punggung. Garam mandi tak hanya baik untuk meringankan nyeri punggung tapi juga membuat tubuh lebih rileks setelah bekerja seharian. Hanya saja waspadai temperatur air yang Anda gunakan untuk mandi berendam. Jangan sampai terlalu panas atau terlalu dingin. Jika nyeri punggung tetap membandel setelah menggunakan pereda nyeri dari bahan-bahan alami rumahan, artinya Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter. Di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang yang akan segera berganti nama menjadi Lamina Pain and Spine Center Anda bisa berkonsultasi gratis dulu via WA dan sekaligus membuat janji bertemu dengan dokter-dokter ahli kami. (berbagai sumber/TM)
Pola Nyeri Punggung Berdasarkan Penelitian
JAKARTA — Nyeri punggung ternyata memiliki pola sendiri dilihat dari karakteristik pasien berdasarkan sebuah penelitian. Penelitian yang dilakukan oleh University Health Network’s Krembil Research Institute di Toronto, Kanada itu secara khusus menyoroti pasien nyeri punggung dalam kaitannya dengan disabilitas. Seperti diketahui nyeri punggung adalah masalah kesehatan paling sering dilaporkan di dunia. Penelitian tentang pola nyeri punggung itu juga meneliti lebih jauh penggunaan obat-obatan — termasuk opioid — dan berbagai manajemen layanan kesehatan lainnya terkait dengan kasus-kasus nyeri. “Orang yang menderita nyeri punggung karakteristiknya sangat beragam. Karenanya pertolongan dengan pendekatan manajemen yang sifatnya individual akan sangat membantu,” kata peneliti dalam laporannya. Penelitian tentang pola nyeri punggung tersebut melibatkan 12.782 partisipan dan dilakukan dalam waktu 16 tahun. Data yang terkumpul dari penelitian termasuk juga tingkat morbiditas, nyeri, disabilitas, pengunaan opioid, dan obat-obatan lain dan kunjungan ke dokter. Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih dari separuh (45,6 persen) dari partisipan melaporkan keluhan back pain atau nyeri punggung setidaknya sekali. Penelitian membagi pola nyeri punggung menjadi empat kelompok: – persisten atau nyeri punggung menetap : 18 persen – developing atau terus berkembang :28,1 persen – recovery atau membaik : 20,5 persen – occasional atau serangan kadang-kadang : 33,4 persen Hasil penelitian dipublikasikan di Arthritis Care and Research, menunjukkan bahwa kelompok persisten dan developing cenderung mengalami rasa nyeri yang lebih parah dan berujung disabilitas, lebih sering mengunjungi layanan kesehatan, serta menggunakan obat dibanding kelompok recovery dan occasional. Pola Nyeri Punggung dan Kesembuhan Sebagai tambahan, pada kelompok recovery terjadi peningkatan penggunaan opioid dan antidepresan seiring waktu. “Kabar baiknya 1 dari 5 orang yang mengalami nyeri punggung bisa sembuh. Hanya saja pada beberapa kasus mereka tetap menggunakan obat-obatan yang berarti setelah sembuh dari nyeri punggung diharapkan monitoring tetap dilakukan,” kata penulis penelitian Mayilee Canizares. Pengidap nyeri punggung adalah kelompok yang beragam yang bisa mendapatkan keuntungan dari manajemen dengan pendekatan personal dibanding dengan pendekatan lain. Penelitian ini mungkin bisa jadi representasi bahwa kedepaannya manajemen penanganan dan pencegahan yang sifatnya individual bisa sangat menguntungkan untuk pasien. (berbagai sumber/TM)
Syaraf Kejepit di Pinggang Jangan Diremehkan
Syaraf kejepit atau dikenal dengan herniated nucleus pulposus (HNP) sering menimbulkan gejala seperti pinggang kesemutan, kaki kesemutan, nyeri di tulang punggung/pinggang atau tulang belakang, nyeri pada bokong, dan nyerinya menjalar ke kaki. Hubungi Call Center Kami di (021) 7919-6999 Mendengar kata syaraf kejepit mungkin yang dibayangkan orang adalah yang terjadi di bagian punggung (torakal) saja. Padahal tak selalu demikian. Dalam perkara syaraf terjepit bisa juga terjadi di ruas tulang leher yang disebut servikal. Satu lagi yang justru paling sering terjadi adalah di punggung bawah atau lumbar (lumbal) ini khususnya di khususnya ruas L3-L4 dan L4-L5. Inilah lokasi terjadinya syaraf kejepit di pinggang. Semakin bertambah usia — dimulai sekitar usia 30 tahunan — permukaan bantalan tulang di tulang belakang semakin mengeras dan akibatnya jadi lebih tidak stabil dan mudah robek. Bahkan oleh gerakan yang ringan seperti mengangkat beban berat dengan teknik yang salah seperti membungkuk atau memutar pinggang. Kelompok akar saraf yang bersambung dengan tulang belakang bagian bawah disebut sebagai cauda equina, karena mirip ekor kuda. Meski jarang herniated disc atau melesetnya disk di tulang belakang di area ini, bisa membuat cauda equina bisa sangat membahayakan penderita. Pembedahan darurat mungkin perlu dilakukan untuk mencegah kelemahan yang permanen atau kelumpuhan. Salah satu akibatnya misalnya sciatica. Sciatica adalah nyeri tak tertahankan yang muncul akibat saraf sciatica yang rusak atau terjepit di bagian punggung bawah. Syaraf ini terletak di punggung bawah hingga ke kaki, tepatnya di bawah lutut. Pencegahan Serangan Syaraf Kejepit di Pinggang Begitu syaraf kejepit terjadi dan gejalanya muncul seperti nyeri di punggung dan pinggang, mungkin Anda berpikir ini adalah rasa nyeri yang tak ada tandingannya. Wajar saja, nyeri yang datang kadang membuat pengidap berpikir tak ada lagi yang bisa dilakukan. Untuk menghindarinya cobalah beberapa hal berikut. Lindungi punggung saat mengangkat benda berat. Misalnya dengan menekuk kaki dan bukan membungkukkan punggung. Hindari gerakan menekuk pinggang saat mengangkat barang. Tekuk lutut Anda, dan lakukan squat. Pastikan Anda selalu berada dalam postur terbaik. Baik saat berdiri, duduk atau berjalan. Jaga bahu tegak tapi tak kaku, dagu diangkat sedikit, dan pusar masuk ke perut. Postur ini akan membantu mencegah nyeri punggung. Olahraga rutin. Misalnya berenang, berjalan dan bersepeda statis. Mintalah saran dokter tentang apa saja yang bisa dilakukan. Jaga berat badan ideal. Ini akan mencegah Anda untuk memberi tambahan berat ke punggung bawah Anda. Bayangkan orang yang mengalami kelebihan berat badan, biasanya tanpa sadar akan bergerak dengan postur melengkung ke belakang akibat berat beban tambahan berat badannya. Jangan merokok. Merokok bisa meningkatkan risiko cedera disk di ruas-ruas tulang belakang. Ini Gejala Syaraf Kejepit di Pinggang yang Mungkin Anda Rasakan Jika Anda terserang nyeri punggung, nyeri pinggang termasuk juga nyeri punggung bagian bawah mungkin Anda akan merasakan gejala ini. Nyeri di kaki, kesemutan, kebas Jika Anda mengalami saaraf kejepit di bagian punggung bawah, Anda mungkin akan merasakan keluhan yang khas. Yakni nyeri di bokong, dan paha. Kebas dan kesemutan. Pengidap syaraf kejepit ada kalanya merasakan sensasi kesemutan atau kebas di area yang terhubung dengan saaraf di tulang belakang yang terjepit. Rasa lemah. Otot-otot menjadi lemah. Otot-otot yang dipengaruhi oleh saraf yang terjepit di tulang belakang biasanya jadi ikut melemah. Dalam kasus syaraf kejepit di pinggang, besar kemungkinan akan membuat kaki Anda jadi tak stabil. Anda jadi mudah tersandung atau punya kesulitan saat harus mengangkat atau menggenggam sesuatu. Namun juga jangan terpaku pada gejala-gejala tersebut. Ada beberapa kasus hernia nukleus pulposus (HNP) atau syaraf kejepit yang tidak menimbulkan gejala khas yang dirasakan penderita. Kadang bagian syaraf yang terjepit hanya terlihat saat pemeriksaan X-Ray dan MRI dilakukan. “Sebagai contoh saat bantalan sendi tulang belakang mengalami robekan atau bergeser, rasa nyeri yang dialami pasien sama dengan spasme otot di daerah tulang belakang. Menyakitkan dan terjadi di daerah yang sama,” jelas dr. Sri Wahyuni, SpKFR. Temui Dokter Sesegera Mungkin Jika gejala seperti diatas terasa makin kerap terjadi, baik yang khas maupun karena Anda mudah terjerembab dan tak stabil saat berdiri dan bergerak, ada baiknya Anda segera menemui dokter. Klinik Nyeri dan Tulang Punggung yang akan segera berganti nama menjadi Lamina Pain and Spine Center di Warung Jati Barat, Pejaten Jakarta Selatan memiliki jawaban untuk berbagai keluhan nyeri dan syaraf terjepit. Semua terapi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat keluhan pasien dan rekomendasi dokter-dokter ahli. Para pakar yang praktik di Lamina Pain and Spine Center, antara lain dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS; Dr .dr. Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP; dr. Yossi Yudha, SpBS dan sebagainya. Untuk menemui para dokter ahli ini ada baiknya jika Anda berkonsultasi gratis dulu dengan para ahli via WhatsApp di nomor 0812 8281 8473. Siapa Berisiko Paling Tinggi Terserang Syaraf Kejepit Banyak pengidap yang tak bisa menyebut pasti apa penyebab kasus syaraf kejepit yang mereka alami. Selain akibat mengangkat beban dengan teknik yang salah, syaraf kejepit di pinggang juga bisa terjadi misalnya karena kejadian traumatik seperti jatuh atau jatuh ke belakang. Namun dua kasus ini bisa disebut jarang terjadi. Orang dengan berat badan berlebih. Terutama yang besar di area perut, akan menambah tekanan dan ketegangan di area punggung bawah. Risiko pekerjaan. Orang dengan tuntutan pekerjaan yang tinggi di bagian punggung akan punya lebih banyak risiko. Gerakan mengangkat berulang, mendorong, menarik dan membungkuk saat bekerja meningkatkan risiko serangan syaraf kejepit di pinggang. Mereka yang suka melakukan gerakan berulang Misalnya untuk bekerja, gaya hidup, olahraga yang bisa memberi tekanan tambahan di punggung bawah. Cedera Cedera akibat aktivitas high impact yang membuat bantalan sendi menonjol, robek dan rusak. Genetik. Ada beberapa gen yang bisa membuat individu tertentu lebih berisiko mengalami penuaan pada disk di tulang belakangnya. Hanya saja para ahli sepakat masih perlu waktu untuk penelitian lebih lanjut. Komplikasi Syaraf Kejepit di Pinggang Waspadai tanda-tanda kedaruratan berikut yang menuntut penanganan segera dari keluhan syaraf kejepit di pinggang: Gejala yang semakin memburuk. Rasa nyeri, kebas, dan lemah yang semakin meningkat hingga Anda kesulitan untuk melakukan aktivitas harian. Masalah pencernaan dan kandung kemih. Orang dengan masalah di cauda equina mungkin mengalami mudah mengompol atau inkontinensia atau sebaliknya kesulitan untuk berkemih meski kandung kemih dalam kondisi penuh. Saddle anesthesia Ini adalah kondisi progresif di mana penderita mungkin kehilangan sensasi di area yang
Cara Mengobati Syaraf Kejepit

Syaraf kejepit saat ini menjadi keluhan yang cukup sering ditemukan kasusnya. Salah satunya karena orang semakin mudah menemukan informasi via internet dan mengecek kondisi dan keluhan yang dialaminya. Berikut beberapa cara mengobati syaraf kejepit yang bisa dipelajari. Syaraf kejepit kadang disebut juga syaraf terjepit sebenarnya adalah akibat dari proses panjang pada bantalan sendi yang meleset dari tempatnya di dua ruas tulang belakang. Bantalan sendi adalah semacam bantalan yang memisahkan dua ruas tulang, maka para ahli medis menyebutnya sebagai intervertebral disc. Setiap bantalan sendi bentuknya rata semacam kapsul dengan diameter sekitar 1,5 sentimeter. Bentuk bagian luar agak keras, berserat dan disebut annulus fibrosus. Bagian dalam diskus disebut nukleus pulposus yang sifatnya sangat elastis. Diskus ini normalnya menempel dengan kuat diantara ruas tulang belakang diperkuat dengan ligamen yang menghubungkan dengan tulang belakang. Sebenarnya hanya ada sedikit ruang yang tersisa bagi diskus untuk bisa ‘terpeleset’ keluar atau bergerak keluar dari ruang diantara ruas tulang belakang. Perkembangan Diskus Syaraf Pada anak-anak, diskus di ruas tulang belakang berbentuk gel dan berisi cairan. Tapi cairan itu semakin memadat seiring pertambahan usia. Saat awal masa dewasa bagian lembut itu semakin keras dan akhirnya tidak lagi elastis. Di usia paruh baya, bagian dalamnya dapat mengeras. Kira-kira kekerasannya mirip karet. Perubahan-perubahan ini membuat proses penuaan di bagian luar jadi lebih lemah dan diskus cenderung mudah untuk mengalami cedera. Bagaimana Syaraf Kejepit Terjadi Sebenarnya hanya ada sedikit ruang yang tersisa bagi diskus untuk bisa ‘terpeleset’ keluar atau bergerak keluar dari ruang diantara ruas tulang belakang. Saraf yang terjepit oleh disk yang meleset inilah yang disebut syaraf terjepit. Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri tak tertahankan, lemas dan kebas di anggota badan, hingga kesulitan beraktivitas normal. Diskus ini berfungsi sebagai penyerap kejutan dari gerakan di tulang belakang. Mengobati Syaraf Kejepit dengan Cara Sederhana Syaraf terjepit atau kadang disebut juga sebagai syaraf kejepit terjadi ketika ada sesuatu yang menekan syaraf atau saraf tulang belakang dan mengakibatkan rasa nyeri, lemah dan baal di bagian leher, punggung, lengan dan kaki. Kadang gejala-gejala tersebut muncul cukup parah hingga bisa mengganggu aktivitas di keseharian. Ada beberapa gejala herniated disc yang bisa membaik dengan sendirinya dalam hitungan minggu. Sembari menjalankan program penanganan yang diberikan dokter penderita syaraf kejepit bisa melakukan beberapa hal berikut sebagai cara mengobati syaraf kejepit. Beristirahat Istirahat bermanfaat untuk meredakan peradangan dan memberi punggung waktu untuk sembuh. Saat punggung Anda sakit, hindari olahraga terutama dengan latihan-latihan berat seperti yang membutuhkan gerakan khusus seperti membungkuk atau mengangkat. Beristirahat dengan tidur untuk waktu singkat memang baik. Tapi sangat tak disarankan untuk rebahan dalam waktu lama. Misalnya lebih dari 1-2 hari. Bergeraklah, berjalan kaki di sekitar rumah saja, cukup baik agar sendi dan otot tidak terlalu kaku. Kompres dingin dan panas Anda juga bisa menggunakan kompres dingin dan panas untuk meringankan nyeri. Kompreskan kantong berisi atau handuk yang sudah direndam di air hangat di bagian yang nyeri. Anda bisa menggunakan keduanya bergantian, bergantung mana yang paling nyaman. Obat-obatan Untuk kondisi darurat, Anda bisa menggunakan obat-obatan antinyeri yang bisa didapatkan di pasaran. Misalnya ibuprofen yang bisa membantu untuk mengurangi rasa nyeri dan meredakan peradangan. Namun jangan gunakan obat-obatan bebas ini sebagai cara mengobati syaraf kejepit lebih dari 10 hari tanpa berkonsultasi dengan dokter. Terapi fisik Beberapa latihan bisa membantu memperbaiki gejala syaraf kejepit. Terapis akan mengajarkan latihan yang memperkuat otot pendukung punggung. Misalnya: latihan kelenturan, aerobik, berjalan, berenang atau bersepeda statis. Cara Mengobati Syaraf Kejepit oleh Dokter Untungnya, sebagian besar dari kasus syaraf terjepit atau herniated disc tidak membutuhkan pembedahan. Namun sebagian kecil dari pengidap syaraf kejepit mungkin mengalami gejala yang parah dan sakit punggung bawah yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Beberapa literatur menyebutkan herniated disc sering kali cukup ditangani dengan injeksi obat antiinflamasi non-steroid jika nyeri yang dialami sifatnya masih ringan dan moderat. Injeksi steroid epidural mungkin akan dilakukan dengan menggunakan jarum spinal dengan panduan X-Ray agar suntikan bisa tepat masuk di disc yang mengalami hernia dan menyebabkan syaraf terjepit. Dokter mungkin akan merekomendasikan terapi fisik. Terapis akan melakukan evaluasi mendalam, menggabungkan dengan diagnosis dokter dengan mendesain penanganan mengobati syaraf kejepit pada pasien dengan penonjolan bantalan sendi (herniasi nukleus pulposus/HNP). Di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang yang sebentar lagi akan berganti nama menjadi Lamina Pain and Spine Center Anda akan mendapatkan beberapa cara mengobati syaraf kejepit yang akan disesuaikan dokter dengan kondisi Anda, seperti: Endoskopi PELD (percutaneous endoscopic lumbar discectomy) Endoskopi PELD merupakan teknologi invasif minimal untuk mengatasi saraf terjepit. Keunggulan luka sayatan minimal (7 mm), sembuh cepat dan tanpa rawat inap serta hanya dilakukan dalam waktu cukup singkat yaitu 45 menit. Tingkat keberhasilan teknologi ini di Lamina Pain and Spine Center pun cukup tinggi. Radiofrekuensi Ablasi Memanfaatkan gelombang radio yang bersumber dari arus listrik, radiofrekuensi ablasi digunakan untuk membaalkan saraf-saraf spesifik penghantar nyeri. Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD) Sayatan atau luka bekas operasi yang minimal. Pemulihan pascatindakan mengobati syaraf kejepit ini cepat, efek samping/komplikasi pascatindakan ringan, tanpa membutuhkan rawat inap. Laminektomi Laminektomi adalah cara mengobati syaraf kejepit dengan pembedahan untuk membebaskan tekanan pada tulang belakang atau akar saraf tulang belakang yang disebabkan oleh stenosis tulang belakang. Stenosis tulang belakang adalah penyempitan kanal tulang belakang yang menekan pada urat tulang belakang yang berisi saraf. (berbagai sumber/TM)
Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Punggung Saat Hamil

JAKARTA — Kehamilan adalah fase penuh kebahagiaan buat wanita. Sayangnya tak semua kehamilan berjalan mulus tanpa keluhan. Biasanya ada saja keluhan kesehatan yang dirasakan wanita. Salah satunya adalah nyeri/ sakit punggung yang muncul saat hamil. Kabar baiknya adalah saat nyeri punggung itu terjadi, artinya bayi Anda sedang bertumbuh. Hanya saja memang meski faktanya demikian, kondisi ini tak mudah dirasakan. Biasanya wanita akan merasakan keluhan pada usia kehamilan trimester kedua. Ada banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan untuk meminimilkan keluhan sakit punggung saat hamil. Baca juga : Terapi syaraf kejepit Penyebab Sakit Punggung Saat Wanita Hamil Sakit punggung saat hamil terjadi saat panggul terdesak ke arah tulang belakang, di sendi sakroiliaka. Ada banyak alasan mengapa itu terjadi. Berikut beberapa di antaranya: Berat badan bertambah. Dalam kehamilan yang sehat, berat badan meningkat sampai 10-20 kilogram. Ini jadi beban tambahan untuk tulang belakang. Risikonya bisa muncul nyeri tulang belakang bawah. Belum lagi tekanan kandungan ke pembuluh darah dan syaraf di panggul dan punggung. Perubahan postur. Kehamilan akan membuat postur tubuh jadi tak seimbang. Hasilnya, perlahan dan tanpa sadar, ibu hamil akan menyesuaikan posturnya jadi condong ke depan saat berjalan. Ini sangat besar akan menyebabkan nyeri punggung dan ketegangan. Perubahan hormonal. Selama kehamilan, tubuh wanita akan menghasilkan hormon relaxin yang membuat ligamen di area pelvic atau panggung jadi lebih relaks dan sendi jadi lebih longgar untuk persiapan proses kelahiran. Namun hormon yang sama juga bisa membuat ligamen yang mendukung tulang belakang jadi lebih longgar dan mengakibatkan ketidakseimbangan dan rasa nyeri. Pelebaran otot. Begitu uterus mengembang, dua bagian otot — rektal dan abdominis, dari rusuk ke tulang pubik atau kemaluan mungkin akan melebar. Pelebaran ini bisa memburuk seiring rasa sakit pada punggung saat ibu sedang hamil. Stres. Stres emosional akan menyebabkan ketegangan di otot tulang belakang, yang mungkin akan dirasakan sebagai rasa nyeri atau kejang punggung. Saat ibu hamil mengalami stres, ada kemungkinan sakit punggung yang dihadapi lebih kuat. Penanganan untuk Sakit Punggung Saat Hamil Kecuali saat ibu hamil memang mengalami nyeri punggung kronis sebelum hamil, biasanya setelah melahirkan nyeri punggung akan perlahan berkurang. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi sakit punggung saat hamil : Berolahraga Olahraga rutin bisa menguatkan otot dan meningkatkan kelenturan. Hasilnya stres di tulang punggung lebih terkendali. Pilih latihan yang aman buat ibu hamil seperti berjalan kaki, berenang atau bersepeda statis. Tanyakan pada dokter apa gerakan olahraga yang baik untuk punggung dan perut di masa kehamilan. Kompres hangat dan dingin Kompres hangat dan dingin bergantian di punggung akan membantu mengurangi rasa nyeri punggung. Lakukan pengompresan selama 20 menit, diawali dengan kompres dingin di beberapa hari pertama dilanjutkan dengan kompres hangat. Ingat untuk tidak mengompres dengan bahan terlalu panas di bagian perut. Perbaiki postur Anda Duduk bersender akan membebani tulang belakang Anda. Berusahalah untuk duduk dan bergerak dengan menegakkan tulang punggung. Gunakan alat bantu seperti bantal diantara lutut saat tidur miring ke salah satu sisi. Saat duduk gunakan penyangga kaki, Anda juga bisa menggunakan korset khusus untuk penyangga kehamilan. Konsultasi Dengan Dokter Jika nyeri punggung berhubungan dengan stres, konsultasikan kondisi ibu hamil dengan dokter ahli terpecaya. Di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang yang sudah berganti nama menjadi Lamina Pain and Spine Center, Anda bisa berkonsultasi secara gratis via WhatsApp di nomor 0812 8281 8473. Hal-hal Lain yang Harus Diperhatikan Jika ibu hamil ingin mengambil sesuatu dari lantai, jangan membungkuk. Tetapi tekuk lutut untuk merendahkan tubuh. Jangan gunakan sepatu hak tinggi. Jangan tidur telentang Gunakan korset penyangga kehamilan Jika nyeri punggung masih menyerang, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter. Hindari minum obat nyeri tanpa anjuran dokter. Kapan kondisi darurat nyeri punggung saat hamil harus menghubungi dokter? Saat nyeri punggung tak hilang-hilang dengan intensitas nyeri yang kuat. Kemungkinan ada hubungannya dengan osteoporosis, vertebral osteoarthritis dan septic arthritis. Nyeri yang sangat kuat dan berirama ada kemungkinan mengalami osteoporosis.
Perut Kembung Punggung Sakit Bisa Jadi Gejala Syaraf Terjepit

JAKARTA — Nyeri punggung sering disebut keluhan yang membuat kesal dan menakutkan oleh pengidapnya, sementara itu keluhan sakit perut begah seperti kembung juga tak bisa dianggap remeh. Ternyata paduan sakit punggung dan perut kembung bisa jadi gejala syaraf terjepit, apakah tepat. Meski disebutkan kehadiran kedua keluhan ini sering kali tidak berbahaya, dan dianggap hal yang biasa. Namun jika keluhan terus berlangsung selama beberapa hari ada baiknya Anda segera menghubungi dokter. Apalagi jika ternyata keluhan tersebut semakin terasa berat seiring hari. Gejala ini biasanya juga bisa berisiko kematian. Inilah beberapa penyebab sakit punggung dan perut kembung atau begah yang bisa datang bersamaan, dan apa yang dapat Anda lakukan selanjutnya? 1. Perubahan Hormonal, Sebabkan Nyeri Punggung dan Perut Kembung Hormon adalah pengirim pesan kimiawi dalam tubuh. Semua jenis kelamin sangat mudah terpengaruh pada perubahan hormon yang bisa terus bergerak ini. Misalnya pada perempuan, saat menstruasi, tak sedikit yang mengeluhkan perut kembung, mual, kram dan sakit atau nyeri punggung. Jika rasa nyeri ini ternyata memenuhi pola yang terlihat berulang, maka keluhan ini tak perlu dikhawatirkan. Mereka yang menjalani Terapi Sulih Hormnon (TSH) juga mungkin akan mengalami perut kembung mual dan sakit punggung. Ada baiknya kondisi ini dikonsultasikan dengan dokter. 2. Kehamilan Sudah jadi pengetahuan umum bahwa kehamilan sering kali memunculkan keluhan kembung, sembelit atau konstipasi dan produksi gas berlebih dalam perut atau begah. Ini adalah kondisi yang awam terjadi pada trisemester akhir kehamilan, ketika kehamilan mulau membesar dan uterus menekan organ lain. Tambahan berat dan beban di perut wanita bagian depan juga berarti tekanan tambahan untuk punggung dan pinggul. Wanita hamil sebaiknya menceritakan jika ada keluhan ini, terutama karena keluhan yang dialami ibu hamil bisa berpengaruh pada anak dalam kandungan. Sebagian besar keluhan kembung dan nyeri punggung saat kehamilan, biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan. 3. Herniated Disc, Hubungannya dengan Sakit Punggung dan Perut Kembung Ada banyak jenis cedera punggung, mulai dari cedera ringan seperti keseleo hingga yang berat seperti herniated disc atau saraf kejepit. Semuanya bisa menyebabkan nyeri punggung. Yang membedakan dari saraf kejepit adalah biasanya ada rasa menjalar ke bagian tubuh lain. Termasuk juga di perut yang menimbulkan sensasi tak biasa, termasuk kembung. 4. Masalah Gas dalam Pencernaan Sebagian besar kasus gas dalam pencernaan dianggap gangguan kecil. Namun sayangnya gas dalam pencernaan sering kali membuat seluruh perut terasa penuh, begah dan kembung. Rasa nyeri ini bisa menyebar ke punggung, menyebabkan nyeri punggung dan kembung. Masalah pencernaan atau gastrointestinal seperti yang diakibatkan oleh virus, juga bisa menyebabkan kembung dan rasa nyeri. Kadang-kadang, gastrointestinal bisa menyebabkan nyeri punggung dan otot. Ini bisa terjadi jika penderita mengalami kejang otot perut akibat gerakan usus besar yang tak normal atai karena muntah-muntah. 5. Stres Dapat Menyebabkan Sakit Punggung dan Perut Kembung Stres bisa mengubah tubuh dan pikiran. Stres dan kecemasan yang besar bisa memicu nyeri punggung yang menjalar dan rasa tak nyaman di perut atau begah, termasuk kembung. Nyeri punggung terjadi pada orang yang stres terjadi karena tanpa sadar saat stres mereka mengencangkan otot-otot. 6. Infeksi Saluran Kemih (ISK) Infeksi Saluran Kemih bisa menyebabkan nyeri punggung bagian bawah yang menyebar atau menjalar dari arah ginjal. UTI juga memicu keinginan untuk terus ke toilet. Rasanya biasanya antara nyeri dan seperti ada tekanan. Infeksi ginjal yang parah juga bisa menyebabkan muntah-muntah dan rasa kembung. Ada beberapa sebab nyeri punggung dan kembung lain yang tidak sepopuler enam masalah itu. Misalnya: Kelainan dan cedera tulang belakang Kanker pankreas Kelainan lever Abdominal aortic aneurysms Kelainan pencernaan serius seperti peritonitis dan obstruksi usus Meski sebab tersebut jarang terjadi namun kondisinya perlu penanganan segera juga. Sebaiknya segera hubungi dokter ahli nyeri punggung, seperti yang ada di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang yang dalam waktu dekat akan menjadi Lamina Pain and Spine Center. Anda bisa mendapatkan informasi awal kondisi perut kembung punggung sakit dengan berkonsultasi secara gratis via WhatsApp jika keluhan tak juga reda selama beberapa hari. (TM)
Kaki Kesemutan Dan Nyeri, Ini 6 Kemungkinan Penyebabnya

JAKARTA — Nyeri kaki dan kesemutan bisa tiba-tiba terjadi kapanpun dan di manapun. Sering kali kehadirannya sangat tiba-tiba dan membuat penderita bertanya-tanya apa yang salah dengan kaki mereka. Kadang kala rasanya seperti tertusuk-tusuk, kebas, jemari kaki seperti tertarik ke atas dan kumpulan serabut syaraf yang biasanya bertugas mengirimkan pesan motorik dan sensori ke seluruh tubuh ikut terpengaruh. Tapi sebenarnya apa yang terjadi? Hubungi Call Center Kami di (021) 7919-6999 Berikut beberapa sebab dari kaki kesemutan dan nyeri yang mungkin terjadi dan menganggu aktivitas harian Anda. 1. Sepatu Terlalu Sempit Sebabkan Kaki Kesemutan Memaksakan kaki menggunakan sepatu yang sempit sepanjang hari bisa sangat membahayakan kesehatan kaki. Selian nyeri kaki dan kesemutan, sepatu yang sempit tentu bisa sangat tak nyaman. “Sepatu yang terlalu ketat akan menekan kaki dan akhirnya menekan syaraf juga,” kata Ettore Vulcano, M.D., dari Mount Sinai West, New York City. Syaraf yang tertekan akan menimbulkan sensasi kesemutan. Carilah sepatu dengan lebar yang cukup agar kaki bis tetap nyaman, tidak terjepit. Rasa kesemutan dan mati rasa juga tak hanya terjadi diujung jemari tapi juga diseluruh kaki? Ada syaraf superfisial di bagian kaki yang bisa tertekan ketika Anda mengikat sepatu terlalu kencang di area itu. Usahakan untuk tidak mengikat sepatu dengan menyilang di bagian atas kaki. 2. Bunion Sebabkan Nyeri Kaki Benjolan di bagian luar ibu jari kaki memang tidak terlihat indah. Ini disebut bunion, dan ini bisa menimbulkan masalah besar pula. Jika dibiarkan seiring waktu bunion bisa mendesak ibu jari dan menekan syaraf. Anda bisa menggunakan alat bantu spacer ibu jari kaki untuk mengatasi, tapi jika Anda masih merasakam rasa tertusuk dan kesemutan, Anda mungkin harus menemui dokter yang kemungkinan akan melakukan pembedahan. 3. Nyeri Kaki dan Kesemutan karena Masalah Syaraf di Punggung Ada kalanya rasa nyeri, kesemutan dan melemah di kaki muncul sebagai akibat adanya herniated disk di tulang punggung. Ini adalah kasus ketika bantalan jeli yang membatasi antar ruas tulang belakang keluar ke kanal syaraf dan menekan syaraf di sekitarnya. Syaraf sciatic adalah jalur dari tulang belakang bawah ke kaki. Jika ini masalahnya Anda mungkin juga akan mengalami sakit punggung bagian bawah dan rasa lemas di kaki, tumit dan betis. Dengan pemeriksaan X-ray, MRI keluhan ini bisa diidentifikasi. Berbagai pilihan penanganan juga bisa diberikan seperti yang ada di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang yang sebentar lagi akan berganti nama menjadi Lamina Pain dan Spine Center. 4. Iritasi Syaraf Rasa kebas dan tertusuk di satu atau dua kaki (biasanya jari tengah dan jari manis) bisa disebabkan oleh neuroma atau iritasi syaraf. Biasanya ini terjadi saat Anda melakukan aktivitas yang tergolong high-impact. Syaraf jadi tertekan dan menimbulkan rasa tak nyaman itu, nyeri dan mungkin kesemutan. Cobalah menggunakan tatakan metatarsal di sepatu untuk melindungi telapak kaki. Jika rasa nyeri tak hilang juga ada kemungkinan Anda mengalami lecet pada jaringan dan membutuhkan pembedahan 5. Kerusakan syaraf Sebabkan Kaki Kesemutan Neuropati, kondisi syaraf kronis, termasuk komplikasi yang sering terjadi di antaranya akibat diabetes atau kecanduan alkohol. Diabetes terjadi ketika kadar gula dalam darah sangat tinggi. Untuk penanganan paling baik adalah dengan berkonsultasi dengan ahlinya untuk mendapatkan obat anti nyeri syaraf. 6. Sindroma Tarsal Tunnel Ini adalah sindroma carpal tunnel versi di kaki. Syaraf di tarsal tunnel-a di bagian kaki dan di dalam ankle Anda tertekan, lalu area tumit ikut merasakan kebas dan kesemutan. Meski kasus ini jarang terjadi, namun juga bisa terjadi karena penggunaan sepatu yang kurang tepat, trauma atau saat ankle terkilir. (*) Konsultasi Kaki Kesemutan Gejala Saraf Kejepit Via Telpon 021-7919-6999
Siapa Paling Sensitif Hadapi Nyeri pada Pria atau Wanita?

JAKARTA — Pria dan wanita bagaimanapun adalah dua jenis makhluk yang berbeda. Bukan sekadar fisik tapi juga bagaimana mereka merespon lingkungannya. Termasuk juga saat menghadapi rasa nyeri pada pria dan wanita. Wanita juga lebih mudah melupakan rasa nyeri dibanding pria. Penelitian itu sendiri dilakukan pada manusia dan tikus. Hasil penelitian ini membuktikan anggapan sebagian orang bahwa wanita adalah makhluk yang lemah ternyata salah besar. Penelitian ini dilakukan di University of Toronto Mississauga (UTM) Canada. Intinya penelitian ini menunjukkan bahwa pria dan wanita juga mengingat rasa nyeri dengan cara yang berbeda. Pria cenderung mengingat pengalaman rasa nyeri yang pernah dialami dengan sangat jelas. Sementara wanita cenderung tidak. Maka ketika harus menghadapi rasa nyeri yang sama, pria cenderung menjadi lebih stres dan hipersensitif dalam mengingat. Sementara wanita tak terlalu terpengaruh dan menjadi stres oleh pengalaman akan rasa nyeri yang pernah mereka rasakan. “Saat mengingat rasa nyeri, yang paling kuat terjadi pada penyakit-penyakit kronis, kita jadi memahami bagaimana pria dan wanita mengingat rasa nyeri itu. Dengan penelitian ini kami mungkin bisa mmembantu penderia dengan membuat mekanisme di balik kenangan itu seara langsung,” kata penulis penelitian Loren Martin, Asisten Profesor di UTM. “Yang lebih mengejutkan adalah ternyata pria bereaksi lebih banyak, meskipun seandainya merasakan nyeri yang sama dengan perempuan. Pria juga lebih mudah jadi stres karenanya,” kata Martin. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Current Biology itu, tim melakukan penelitian pada baik manusia maupun tikus. Semua subyek penelitian diberikan rangsangan rasa nyeri pada bagian tangan. Untuk manusia diberikan ikatan tekanan darah sembari diminta untuk melakukan latihan selama 20 menit. Pada saat yang sama mereka diberikan injeksi cairan yang membuat sakit perut selama 30 menit. Keesokan harinya peserta diminta menjalani rasa nyeri yang sama di ruang berbeda untuk mengukur respon mereka akan kenangan rasa nyeri itu. Untuk mengetahui rasa nyeri yang muungkin Anda alami, konsultasikan dengan gratis ke dokter-dokter kami di Whatsapp dengan nomor (*)