Sepatu Ibu Hamil, Apa Rekomendasinya, High Heels Boleh?

JAKARTA — Nyeri punggung pada ibu hamil bisa mengancam wanita yang gemar mengenakan high heels. Lalu jenis sepatu apa yang baik digunakan ibu hamil? Contoh saja pada Meghan Markle, Duchess of Sussex. Istri Pangeran Harry dari kerajaan Inggris itu dikomentari beberapa pihak karena mengenakan high heels sampai 12 centimeter dalam beberapa kali penampilan publiknya. Duchess of Sussex saat itu berada di akhir trimester kehamilannya. Anaknya yang bakal jadi bangsawan baru di Inggris itu lahir pada April. Duchess of Sussex bukan orang pertama yang melakukan hal yang membuat khawatir terserang nyeri punggung pada ibu hamil ini. Kim Kardashian juga mengenakan high heels sangat lancip saat kehamilannya memasuki trimester tiga. Yang dikhawatirkan jika tak tahu tentang bahaya perilaku ini ibu hamil bisa ikut-ikutan melakukannya karena mereka dianggap figur publik, ini pentingnya mengetahui sepatu yang tepat. Pertama, karena menggunakan high heels sangat berbahaya untuk kesehatan janin dalam kandungan. Jika pada bulan-bulan pertama memang masih bisa dimaklumi. Tapi dengan semakin besarnya kandungan dan perubahan tubuh ibu para ahli menganjurkan ibu hamil untuk mengenakan sepatu dengan hak yang lebih tebal seperti misalnya wedges untuk keseimbangan yang lebih baik dan kenyamanan. Kedua, hak tinggi bisa menyebabkan nyeri punggung pada ibu hamil karena ada beban tambahan di perut ibu. Itu saja sudah bisa mengubah kondisi tulang punggung. Jika ditambah dengan penggunaan high heels akan membuat beban tambahan pada tumit dan tulang punggung. Saat mengenakan high heels, postur tubuh akan berubah meski sedikit. Ada tambahan tekanan di punggung, lutut dan sendi angkle atau pergelangan kaki. Risiko Menggunakan Sepatu High Heels saat Hamil? Dengan tumpuan tubuh yang berubah selama kehamilan, high heels akan membuat ibu hamil kaki tak seimbang dan mudah jatuh dan mencederai ibu dan bayi. Padahal tanpa menggunakan high heels saja, perempuan cenderung bergerak berbeda untuk mengakomodasi bayi yang sedang tumbuh. Ligamen ibu hamil jadi cenderung lebih longgar, sendi tidak stabil dan mudah terjadi ketegangan otot. Wanita hamil juga lebih mudah terserang pembengkakan kaki pada trimester kedua dan ketiga atau yang disebut oedema. Maka pembatasan kaki dengan high heels yang biasanya memiliki ruang yang sempit bisa sangat tidak nyaman dan menyakitkan. Padahal semestinya pada usia trimester dua dan tiga ini, ibu hamil bisa mendapatkan kondisi paling aman dan nyaman termasuk dalam urusan gaya dan penampilan menggunakan sepatu. Menggunakan sepatu high heels di masa hamil bisa mengundang banyak risiko baik untuk ibu maupun anak. Beberapa diantara bahaya penggunaan high heels dalam kehamilan adalah sebagai berikut: Nyeri punggung, kram kaki dan nyeri akibat otot yang tertarik. Perempuan hamil cenderung tidak baik keseimbangannya dan lebih mudah jatuh. Penggunakan high heels meningkatkan risiko ini. Kaki membengkak dan bisa semakin parah dengan penggunaan high heels. Ini karena terjadi retensi atau penumpukan cairan di kaki ibu hamil yang bisa menyebabkan sakit luar biasa. Perempuan yang lebih memilih high heels selama kehamilan juga lebih tinggi risikonya mengalami keguguran karena jatuh. “Saya sangat tak menganjurkan ibu hamil untuk menggunakan sepatu high heels saat kehamilan. Karena ligamen di tubuh sudah cukup mengalami ketegangan menyambut kelahiran,” kata Dr. Sarah Jarvis dalam sebuah situs kesehatan. Satu area yang paling terpengaruh adalah bagian punggung. Tanpa high heels saja, ketegangan punggung sudah terjadi karena postur Anda sudah cenderung ke depan di bagian perut untuk menahan berat bayi. “Jadi sepadankah mengorbankan keamanan Anda dan bayi demi fashion?” dr. Jarvis bertanya. Tips Memilih Sepatu untuk Ibu Hamil Pastikan saat hamil Anda harus mengutamakan rasa nyaman dan aman. Tak masalah mengenakan high heels pada awal kehamilan. Tapi seiring perubahan hormonal, otot-otot Anda akan mengalami peregangan. Segera ganti sepatu dengan yang lebih rendah dan tebal solnya jika ingin mengenakan sepatu yang agak tinggi untuk mencegah nyeri punggung pada ibu hamil. Pilih sepatu yang nyaman dan tidak ‘menggigit’ di bagian jari-jari kaki. Hindari stilleto, platform heels atau high heels bertali, atau kitten heels, dan semua sepatu yang halnya tipis dan tidak mendukung keseimbangan tubuh dengan baik. Jika Anda harus menggunakan sepatu berhak sepanjang hari, cobalah untuk beristirahat sesekali. Lepaskan sepatu dan relaks sejenak, sebelum mengenakannya lagi. Saat pesta hindari menggunakan sepatu berhak terus menerus dalam waktu lama. Jika demi penampilan sempurna, cari tempat duduk dan sesekali istirahatkan ankle Anda. Saat terpaksa mengenakan high heels dan Anda merasa tak nyaman, copot sebentar lakukan pemanasan dan peregangan untuk otot lalu pijat lembut betis sebelum mengenakannya kembali. (TM)
Posisi Tidur Yang Baik untuk Kesehatan Tulang Belakang

JAKARTA — Jika Anda mengalami nyeri punggung jangan khawatir Anda tak sendiri. Banyak pasien di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang yang juga mengalami hal yang sama dan saat ini sudah sembuh atau dalam proses pemulihan. Hal yang paling sederhana menyebabkan nyeri tulang belakang adalah posisi tidur, penting untuk mengetahui posisi tidur yang baik untuk kesehatan. Sebagian besar nyeri punggung memang disebabkan bukan oleh kondisi medis yang serius. Seperti kanker dan arthritis misalnya. Tapi lebih sering karena stres, ketegangan karena postur tubuh yang salah, posisi tidur yang aneh dan berbagai gaya hidup tak sehat lainnya. Sembari menjalani berbagai terapi yang bisa jadi pilihan, Anda juga harus mengikuti beberapa petunjuk dokter untuk mempercepat proses penyembuhan. Mulai dari pola makan, gaya hidup bahkan cara tidur akan ada anjuran yang berbeda. Semua demi kenyamanan Anda dan cepatnya proses penyembuhan. Sebagian besar nyeri punggung disebabkan postur tubuh yang salah, posisi tidur dan berbagai gaya hidup tak sehat lainnya. Berikut Adalah Posisi Tidur yang Baik untuk Meringkan Nyeri Punggung 1. Tidur miring dengan ganjal bantal diantara kedua lutut Jika Anda merasakan ada ruang kosong antara pinggang dengan kasur, ganjal dengan bantal kecil sebagai pendukung. Hindari keinginan untuk terus menerus berada dalam posisi sama selama tidur. Sesekali walau mungkin sulit, ubahlah posisi miring ke sisi tubuhnya lainnya. Bertahan dalam satu posisi malah akan memberi Anda risiko terkena skoliosis. Bagiamana posisi ini bisa membantu? Tidur miring saja bukan jawaban untuk nyeri punggung Anda. Tapi penggunaan bantal sebagai ganjal yang membuat pinggul, panggul dan tulang belakang Anda berada dalam posisi lurus. 2. Tidur dalam posisi janin atau fetal Jika nyeri punggung Anda akibat Herniated Nucleus Pulposus (HNP), tidur dengan posisi seperti janin adalah pilihan yang baik. Tidurlah dalam posisi miring dan dekatkan lutut ke dada. Lalu dengan lembut bungkuk kan tubuh bagian atas kearah lutut. Posisi ini akan membantu Anda karena ruang di antara ruas-ruas tulang belakang akan lebih terbuka. Sehingga bantalan sendi yang meleset di ruang antar ruas tulang dan menyebabkan syaraf terjepit dan nyeri akan lebih berkurang tekanannya. Demi keseimbangan tubuh Anda, jangan lupa untuk bergerak dan berganti posisi ke sisi satunya. 3. Tidur tengkurap dengan perut di ganjal bantal Anda mungkin pernah mendengar bahwa tidur tengkurap tak baik untuk kesehatan punggung. Karena pada saat tidur tengkurap Anda sedang memberi beban tambahan untuk leher Anda. Tapi posisi tengkurap bisa meringankan nyeri punggung Anda, jika Anda menambahkan bantal untuk mengganjal perut dan kepala. Posisi ini akan membuat tulang punggung dalam posisi lurus tapi cukup relaks bagi ruang-ruang di antara ruas-ruas tulang belakang. 4. Posisi Tidur Telentang Baik dengan Bantal yang Mengganjal Belakang Lutut Bantal untuk mengganjal lutut penting untuk membuat tulang belakang dalam posisi netral, namun lengkungan di punggung bawah tetap rileks. Untuk tambahan posisi yang baik Anda bisa menggulung handuk untuk jadi ganjal di ruang yang ada di bagian pinggang dan matras tidur Anda. Saat tidur telentang, berat tubuh Anda benar-benar terdistribusi ke seluruh tubuh. Sehingga tak ada tekanan berlebih di tulang belakang. Pada posisi yang sama Anda juga bisa menyeimbangkan tulang belakang dengan organ dalam Anda lainnya. 5. Tidur telentang dalam posisi berbaring Pernahkan Anda merasakan kenyamanan saat tertidur di kursi berbaring atau recliner? Meski ini bukan pilihan terbaik untuk nyeri punggung, tapi cukup menguntungkan buat para penyandang isthmic spondylolisthesis. Isthmic spondylolisthesis adalah kondisi di mana posisi ruas tulang belakang meleset diatas tulang dibawahnya. Dengan kursi berbaring mungkin akan menguntungkan karena akan membuat ruang antara paha dan tubuh atas, ini akan mengurangi tekanan di tulang belakang. Baca Juga : Skoliosis ini Gejala dan Diagnosisnya Kunci Tidur yang Baik Adalah Kesejajaran Tulang Punggung Apapun pilihan posisi tidur Anda, yang baik adalah berusaha agar tulang punggung berada dalam posisi lurus dan rileks. Fokus pula pada kesejajaran telinga, bahu dan pinggul. Namun hati-hati saat bangkit dan turun dari tempat tidur. Orang biasanya akan membuat gerakan menyentak sembari melenting. Selalu berusaha menggerakkan tubuh bagian kiri, kanan secara bersamaan dan kunci perut saat bergerak. Untuk bantal pilihlah dengan busa yang tak terlalu tebal, lembut dan lentur untuk menyangga bagian leher dan bahu. Jangan lupa menganti bantal setiap 18 bulan. Untuk posisi matras atau alas tidur yang baik, sangat direkomendasikan memilih matras ortopedi. Karena matras yang terlalu keras akan membuat Anda sulit tidur sementara yang terlalu lembut tak akan banyak membantu mensejajarkan tulang belakang. Selin posisi tidur dan pemilihan alat tidur yang baik ada beberapa hal yang mesti dilakukan agar Anda mendapatkan tidur yang berkualitas meski mengidap nyeri punggung, diantaranya; Pastikan jadwal tidur, setidaknya memenuhi 8 jam sehari semalam. Lakukan rutinitas khusus sebelum tidur seperti mandi air hangat, yoga ringan, membaca atau merajut. Tinggalkan minuman mengandung kafein seperti kopi dan stimulan sebelum tidur. Olahraga hanya di pagi hari. Kegiatan berat menjelang tidur akan meningkatkan adrenalin dan suhu tubuh. Kedua hal ini akan membuat Anda sulit tidur. (TM)
Risiko Nyeri Punggung Ini Mengintai Jika Ingin Tinggal di Luar Angkasa

JAKARTA — Tinggal di luar angkasa menjadi obsesi sebagian orang di beberapa belahan dunia. Termasuk bos Tesla, Elon Musk, yang selama beberapa tahun terakhir mencoba membuat teknologi agar manusia bisa tinggal di luar angkasa. Namun ternyata tinggal di luar angkasa mengandung risiko nyeri punggung. Beberapa astronot yang telah menjelajah ke luar angkasa cenderung banyak yang mengeluhkan nyeri punggung begitu mereka kembali ke bumi. Kini para ilmuwan mencoba menjelaskan kenapa rasa tak nyaman itu terjadi. Penjelasannya demikian: tinggal di luar bumi akan membuat otot punggung menjadi mengkerut dan lebih berlemak. Selain risiko itu tercatat para astronot mengeluhkan nyeri punggung bawah segera begitu mereka kembali ke bumi. Para astrorot juga terlihat punya risiko lebih besar mengalami herniated disc (Herniated Nuckleus Pulposus- HNP) alias syaraaf kejepit, demikian hasil penelitian yang sempat dipublikasikan di Spine. Risiko Nyeri Punggung untuk Pencegahan “NASA sedang berencana melakukan misi ke Mars dan planet lain di masa depan, hasil penelitian ini bisa digunakan untuk pencegahan di masa depan,” kata Katelyb Burkhart, penulis penelitian dari Massachusetts Institute of Technology, dan para koleganya. Dalam penelitian tersebut Burkhart dan timnya menganalisa hasil CT scan dari punggung bawah 17 orang astronot yang melakukan perjalanan luar angkasa bersama International Space Station rata-rata selama enam minggu. Mereka melakukan penelitian terhadap otot paraspinal, yang bergerak naik dan turun di tulang belakang dan mengendalikan gerakan dan postur tulang belakang. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa otot paraspinal para astronot menyusut karena kurangnya gravitasi. Pemindaian menunjukkan otot paraspinal para astronot, 5-9 persen lebih kecil dibanding saat mereka berada di stasiun luar angkasa. Namun semua otot tersebut akan kembali ke ukuran normal sekitar setahun kemudian. Pemindaian menemukan sebagian besar astronot mengalami risiko nyeri punggung akibat penurunan ketebalan otot hingga 6-9 persen di dua bagian — quadratus lumborum dan psoas muscles. Pada saat yang sama lemak justru menebal di lokasi tersebut. Kadar lemak tetap tinggi 2-4 tahun setelah mereka kembali ke bumi. Kedua otot yang menyusut tersebut berada di sisi tulang belakang dan menghubungkan kolom tulang belakang dan pelvis. Otot di belakang tulang belakang tetap memiliki ketebalan yang normal, berdasarkan penelitian tersebut. Dalam beberap kasus, perubahan dari ukuran otot setelah kembali ke bumi setidaknya diketahui ada hubungannya dengan jumlah dan tipe olah raga yang yang dilakukan di luar angkasa. Yakni latihan beban dan bersepeda statis. Namun olahraga selama di luar angkasa justru tidak membuat perubahan pada kepadatan otot selama di luar angkasa, menurut penelitian tersebut. (TM)
Epilepsi Berdasarkan ICD 10 Sebab, Gejala dan Tipe Serangan

JAKARTA — Saat ini cukup banyak masyarakat yang menghubungi call center Klinik Nyeri dan Tulang Belakang menanyakan perihal epilepsi. Umumnya yang menghubungi kerabat atau orang tua pengidap. Lalu apa sih sebenarnya epilepsi menurut klasifikasi International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems – ICD 10. Di klinik kami yang sebentar lagi akan berganti nama menjadi Lamina Pain and Spine Center, memang untuk kasus epilepsi bisa ditangani oleh para spesialis bedah syaraf dengan beberapa pilihan yang disesuaikan dengan keinginan pasien dan hasil konsultasi dokter. Terutama yang sudah tidak memberikan hasil setelah terapi obat. Apa itu Epilepsi Berdasarkan ICD 10 Epilepsi adalah salah satu penyakit yang membutuhkan waktu yang panjang untuk dipahami, bahkan untuk para ahli. Sumber epilepsi adalah otak manusia. Berdasarkan kriteria ICD 10 epilepsi dikategorikan sebagai kelainan kronis yang dapat muncul kembali bangkitan kejangnya (seizures) meski tanpa pemicu sekalipun. Seseorang dianggap mengidap epilepsi jika telah mengalami setidaknya dua kali bangkitan tanpa pemicu ini. Artinya serangan kejang muncul tanpa kondisi seperti usai minum alkohol atau mengalami penurunan gula darah ekstrim. Bangkitan epilepsi bisa jadi berhubungan dengan cedera otak atau kecenderungan dalam keluarga, namun lebih sering tidak diketahui sebabnya. Banyak pengidap epilepsi memiliki lebih dari satu jenis seizures dan mengalami gejala dari masalah syaraf lain juga. Mengalami epilepsi bisa berisiko pada keamanan, hubungan sosial, pekerjaan, kemampuan mengendara pengidap dan banyak lagi. Belum lagi saat ini persepsi masyarakat dan penanganan bagi pengidap kadang masih jadi masalah. Apa yang terjadi saat Seizure? Seizure atau bangkitan pada pengidap epilepsi bisa muncul dalam berbagai bentuk. Serangan ke orang yang berbeda juga bisa beda bentuknya. Satu serangan bisa jadi tak mudah terlihat dan dipisahkan dari serangan lainnya. Butuhkan beberapa menit atau jam untuk kembali ke kondisi normal. Proses Munculnya Kejang pada Epilepsi Berdasarkan ICD 10 Seizure bisa ada dalam banyak bentuk, dan mempengaruhi penderita dengan cara berbeda pula. Semua yang biasanya dilakukan otak dengan normal bisa menjadi serangan seizure saat otak sedang diaktifkan oleh pemicu seizure. Banyak orang yang menyebut aktivitas ini sebagai “badai elektrik” di otak. Tiap orang yang mengalami seizure bisa jadi tak mengalami semua tahapan seizure. Tidak semua bagian kejang dapat terlihat atau mudah dipisahkan satu sama lain. Gejala selama kejang biasanya stereotipik (terjadi dengan cara yang sama atau serupa setiap kali), episodik (datang dan pergi), dan mungkin tidak dapat diprediksi. 1. Tahap awal atau aura Beberapa orang menyadari awal kejang, mungkin berjam-jam atau berhari-hari sebelum itu terjadi. Di sisi lain, beberapa orang mungkin tidak menyadari permulaan dan karenanya tidak memiliki peringatan. Beberapa orang mungkin mengalami perasaan, sensasi, atau perubahan perilaku beberapa jam atau beberapa hari sebelum kejang. Perasaan ini umumnya bukan bagian dari kejang, tetapi dapat memperingatkan seseorang bahwa kejang mungkin datang. Tidak semua orang dengan epilepsi berdasarkan ICD 10 memiliki tanda-tanda ini. Tetapi jika itu terjadi tapi dapat membantu seseorang mengubah aktivitas mereka, pastikan untuk minum obat, menggunakan perawatan penyelamatan, dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah cedera. Aura adalah gejala pertama kejang dan dianggap sebagai bagian dari kejang. Seringkali aura adalah perasaan yang tak terlukiskan. Di lain waktu itu mudah dikenali dan mungkin ada perubahan dalam perasaan, sensasi, pikiran, atau perilaku yang serupa setiap kali kejang terjadi. Aura juga dapat terjadi sendiri dan dapat disebut kejang onset sadar fokus, kejang parsial sederhana atau kejang parsial tanpa perubahan kesadaran. Aura dapat terjadi sebelum perubahan kesadaran atau kesadaran. Namun, banyak orang tidak memiliki aura atau peringatan; kejang dimulai dengan hilangnya kesadaran atau kesadaran. Gejala Umum Sebelum Kejang Perubahan kesadaran, sensorik, emosional atau pikiran: Déjà vu (perasaan bahwa seseorang, tempat atau sesuatu sudah biasa, tetapi Anda belum pernah mengalaminya sebelumnya) Jamais vu (merasa bahwa seseorang, tempat atau sesuatu itu baru atau asing, tetapi itu tidak) Bau, pendengaran, rasa Hilang atau kabur secara visual Muncul perasaan “aneh”, ketakutan / panik (sering kali perasaan negatif atau menakutkan) Perasaan menyenangkan atau berpikir cepat Perubahan fisik: Pusing atau sakit kepala Perasaan mual Mati rasa atau kesemutan di bagian tubuh 2. Tahap Tengah atau Iktal Ini adalah periode waktu dari gejala pertama (termasuk aura) hingga akhir aktivitas kejang, berkorelasi dengan aktivitas kejang listrik di otak. Kadang-kadang gejala yang terlihat lebih lama dari aktivitas kejang pada EEG. Gejala umum selama kejang. Pingsan Bingung, merasa lalai, pelupa dan ingatan menyimpang. Perhatian teralihkan atau melamun. Tak bisa mendengar, suara terdengar aneh, kehilangan penglihatan Bau yang tidak biasa (seringkali bau tidak enak seperti membakar karet) Selera yang tidak biasa Pandangan kabur atau seperti lampu berkedip Halusinasi. Kebas, kesemutan, merasa ada sengatan listrik di tubuh. Sensasi keluar dari tubuh. Merasa terpisah, de javu atau jamais vu Perasaan panik, takut, azab yang akan datang atau perasaan menyenangkan Perubahan fisik: Kesulitan bicara Tidak bisa menelan, mengeluarkan air liur Berkedip berulang-ulang mata, mata mungkin bergerak ke satu sisi atau melihat ke atas, atau menatap Kurang gerak atau tonus otot (tidak bisa bergerak dan kepala bisa jatuh ke depan) Tremor, gerakan berkedut atau menyentak Otot kaku atau tegang Gerakan berulang yang tidak bertujuan, yang disebut automatisme. Konvulsi (orang kehilangan kesadaran, tubuh menjadi kaku atau tegang, kemudian gerakan menyentak cepat terjadi) Kehilangan kontrol urin atau feses secara tak terduga Berkeringat Berubah warna kulit (terlihat pucat atau memerah) Pupil bisa melebar atau tampak lebih besar dari biasanya Menggigit lidah, sulit bernafas, jantung berdebar kencang 3. Tahap Akhir atau Postiktal Bredasarkan kriteria ICD 10 ini adalah periode pemulihan setelah kejang epilepsi. Beberapa orang segera pulih sementara yang lain mungkin membutuhkan waktu beberapa menit hingga berjam-jam untuk merasa seperti diri mereka yang biasanya. Baca juga : Bedah epilepsi Jenis kejang, serta bagian otak mana yang terkena dampak kejang, memengaruhi periode pemulihan – berapa lama itu bisa bertahan dan apa yang mungkin terjadi selama kejang itu. Perubahan kesadaran, sensorik, emosional, atau pikiran: Lambat untuk merespons atau tidak dapat segera merespons Ngantuk, bingung, hilang ingatan Kesulitan berbicara atau menulis Merasa tidak jelas, ringan kepala, atau pusing Merasa tertekan, sedih, kesal, takutm gelisah, frustrasi, malu. Perubahan fisik: Mungkin mengalami cedera, seperti memar, luka, patah tulang, atau cedera kepala jika jatuh saat kejang Mungkin merasa lelah, letih, atau tidur selama beberapa menit atau jam Sakit kepala, mual atau sakit perut Haus Kelemahan umum atau
Ini Penjelasan Kondisi dan Pilihan Terapi Osteoarthritis Abu Bakar Ba’asyir
JAKARTA — Abu Bakar Ba’asyir diberitakan saat ini mengalami tiga masalah kesehatan utama. Yakni gangguan di pembuluh vena di kedua kakinya, pembengkakan di pergelangan kaki dan osteoarthritis di lututnya. Seperti dituturkan oleh perwakilan tim dokter Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) usai menemani pemeriksaan di RSCM Kencana bahwa osteoarthritis Ba’asyir adalah akibat menipisnya bantalan di sendi lututnya. Radang sendi atau osteoarthritis (OA) yang dialami Ba’asyir memang membuat pria yang sedang jadi kontrovesi karena kasus hukumnya itu jadi tak lagi bebas bergerak. Rasa nyeri adalah keluhan utama pada OA yang umumnya menyerang mereka yang berusia diatas 40 tahun. Proses munculnya osteoarthritis Ba’asyir Meski bisa terjadi di bagian tubuh lain,seperti di jari, leher, kaki, pinggang, dan pinggul, kasus OA paling sering terjadi di lutut. Sebabnya? Karena lututlah yang sepanjang hidup menjadi sendi tumpuan tubuh kita. Semakin berat beban tubuh akan semakin berat pula beban yang harus ditanggung lutut. Tapi berat badan bukan satu-satunya masalah. Proses penuaan yang membuat bantalan sendi lutut menipis jadi sebab utamanya. Inilah yang terjadi pada Ba’asyir. Jika dibiarkan dan tak ditangani dengan serius sampai bantalan sensi semakin menipis tulang rawan yang menjadi ujung-ujung tulang yang bersambung di sendi lutut jadi rusak. Tak heran penderita OA seperti Ba’asyir akan merasakan sendi yang tak stabil, kaku, bengkak, hangat saat disentuh dan sakit saat berjalan. Tak hanya sendi, otot di bagian yang terserang OA juga jadi ikut melemah. Ada beberapa pemeriksaan OA yang dipastikan juga dijalani Ba’asyir yaitu: – Tes darah untuk mengetahui jika ada penyebab lain terjadinya nyeri sendi – X-ray untuk melihat taji tulang di sekitar persendian. – Analisis cairan persendian untuk memeriksa apakah nyeri yang muncul diakibatkan oleh infeksi atau kristal asam urat. – MRI untuk melihat jaringan lunak, tulang dan tulang rawan secara lebih rinci. Ini alternatif terapi keluhan seperti osteoarthritis Ba’asyir Bagaimana menangani rasa nyeri pada pengidap OA? “Untuk nyeri ringan memang bisa minum obat, tapi ada nyeri yang kompleks, misalnya kanker diatasi dengan pemberian morfin, tapi sampai batas tertentu pasien menjadi kebal,” kata dr. Mahdian Nur Nasution, spesialis bedah saraf dari Klinik Nyeri & Tulang Belakang. “Penggunaan obat-obatan antinyeri untuk nyeri kronik bisa mendatangkan efek samping, sementara untuk operasi tak semua pasien mau melakukannya.” dr. Mahdian menjelaskan, sejak beberapa tahun terakhir ini berkembang ilmu interventional pain management (IPM) yang mempelajari teknik-teknik intervensi dalam menangani nyeri subakut, kronik, persisten, dan nyeri yang sulit diatasi. “IPM bisa dilakukan oleh dokter spesialis anestesi, neurologi, bedah saraf, ortopedi, atau dokter rehabilitasi fisik dan medik, yang melakukan pelatihan bidang manajemen nyeri,” kata dokter lulusan Universitas Indonesia ini. Salah satu terapi intervensi yang sudah dipakai secara luas di banyak negara adalah radiofrekuensi ablasi. Menurut Mahdian, prinsip kerja terapi ini adalah mengalirkan aliran listrik yang diproduksi gelombang radio untuk memanaskan bagian saraf tertentu. “Lapisan pembuluh sarafnya diblok agar tidak bisa lagi mengirimkan sinyal nyeri,” katanya. Jenis nyeri yang bisa diterapi dengan radiofrekuensi ablasi terutama adalah nyeri yang sudah bersifat kronik atau berlangsung lama. “Rasa nyerinya bisa dihilangkan sampai dengan dua tahun. Kelebihan dari terapi ini bisa meningkatkan lingkup gerak tubuh dan meminimalkan penggunaan obat oral,” ujarnya. “Nanti keputusan ada di tangan pasien apakah akan melakukan terapi ini atau yang lain,” dr. Mahdian. (berbagai sumber/TM)
Redakan Nyeri Punggung dengan Herbal Rumahan dalam Kondisi Darurat
JAKARTA — Indonesia terkenal akan berbagai tanaman herbal yang bukan hanya sedap untuk bumbu masakan. Tapi juga untuk pengobatan. Termasuk juga untuk redakan nyeri punggung, khususya herbal untuk kondisi darurat. Misalnya saja kita sudah mengenal campuran beras kencur untuk obat oles setelah mengalami benturan. Nyeri punggung menurut para ahli jika tak ada masalah serius semestinya bisa pulih dengan sendirinya dalam hitungan beberapa pekan atau bulan. Itu jika penyebabnya adalah cedera ringan, salah posisi tidur atau biasa bergerak dengan postur yang buruk. Mengubah pola makan dan rutin berolah raga adalah upaya sehat untuk juga mendapatkan punggung yang kuat. Tapi ketika nyeri punggung menyerang, Anda harus mempersiapkan langkah darurat juga. Di beberapa negara barat saat ini sedang menjadi tren krim cayenne atau krim cabe rawit. Krim yang dikenal juga dengan sebutan krim capsaicin ini diklaim bisa sementara redakan nyeri punggung, demikian pernyataan Dr. Joseph Mercola. Krim Cayenne mengandung bahan aktif cabe rawit yang dikeringkan yang memberi cita rasa pedas. Berdasarkan klaim tersebut bahan aktif ini juga digunakan di tubuh bisa mengaktifkan sel-sel syaraf tertentu. Pengaplikasian krim ini di punggung disebutkan bisa menghalau zat kimia yang mengirimkan rasa nyeri ke otak, kata Mercola. “Nyeri punggung adalah isu kesehatan saat ini yang sedikitnya menyerang delapan dari sepuluh orang,”kata Mercola. “Jika Anda menderita nyeri punggung kronis atau nyeri apapun, yang harus Anda pahami adalah ada banyak cara yang aman dengan cara alternatif untuk mengatasinya meski membutuhkan kesabaran.” “Anda hanya harus menemukan akar masalahnya lalu mengubah gaya hidup dan cara Anda makan sembari terus aktif bergerak,” kata Mercola. Beberapa herbal lain untuk redakan nyeri punggung Selain dengan krim cayenne, dalam kondisi darurat Anda juga bisa banyak mengonsumsi kunyit. Kunyit mengandung bahan aktif curcumin yang diketahui biasa mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan kemampuan mobilitas. Ada lagi jahe yang telah lama diketahui memiliki kandungan anti-peradangan dan meringankan nyeri. Karenanya bisa digunakan juga untuk redakan nyeri punggung. Tetap rutin berolah raga juga bisa membantu meringankan nyeri punggung dan mencegahnya kekambuhan. Jahe bisa membantu otot jadi lebih kuat dan fleksibel sehingga mengurangi risiko cedera. Sebaliknya terlalu lama beristirahat di tempat tidur atau bed rest malah akan membuat rasa nyeri semakin memburuk. Meski obat-obat yang dijual bebas bisa digunakan juga untuk meredakan sakit punggung, tapi tetaplah waspada. Ketika nyeri punggung tak juga membaik, apalagi ditambah rasa kebas dan kesemutan, segeralah mencari pertolongan medis. Karena bisa jadi itu adalah masalah kesehatan yang lebih serius. Konsultasikan secara gratis kondisi Anda via WhatsApp dengan ahli kesehatan kami di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang yang akan segera berganti nama menjadi Lamina Pain and Spine Center.
Cara Mengatasi Sakit Punggung Bawah dari Rumah

JAKARTA — Begitu nyeri punggung bawah menyerang dan tak jua membaik setelah beberapa pekan maka tak ada cara lain selain berkonsultasi dengan dokter. Namun penderita juga jangan menyerah. Anda bisa mendapatkan cara mengatasi sakit punggung bawah dengan beberapa latihan berikut. Hanya saja sekali lagi Anda harus mengkonsultasikan latihan ini dulu dengan dokter Anda, karena beberapa gerakan justru akan membuat nyeri semakin buruk. Nyeri punggung bawah biasanya tak selalu merupakan gejala dari penyakit serius. Jika dokter mengatakan tak ada yang masalah yang berisiko, makan bisa jadi nyeri punggung bawah hanya masalah ketegangan dan keseleo. Dalam kondisi ini, maka keputusan untuk tetap aktif bergerak adalah kunci kesehatan Anda. Selain bisa mengusir rasa sakit, aktivitas fisik juga bisa membuat tubuh lebih bugar. Berikut beberapa gerakan yang bisa dilakukan di rumah saran ahli yoga: Peregangan ala kucing sebagai cara mengatasi sakit punggung bawah – Gerakan ini bisa diulang 5-10 kali dalam sehari. Posisi merangkak dengan kaki dan tangan sebagai penyangga. – Pastikan punggung lurus dan kepala berada lurus dengan tulang belakang. – Perlahan membungkuk dan jatuhkan kepala dan punggung atas ke lantai. Biarkan punggung memanjang saat Anda melakukan hal ini. – Kembali ke posisi merangkak di awal. Ada banyak latihan lain yang bisa dilakukan di rumah dan bisa dilakukan siapapun sebagai cara mengatasi sakit punggung bawah. Misalnya berenang, berjalan santai dan bersepeda statis. Kenapa berenang sangat dianjurkan bagi pengidap nyeri punggung dan nyeri punggung bawah? Karena gerakan renang memang bagus untuk nyeri punggung, sementara air punya kemampuan memindahkan sebagian berat badan sehingga kita bisa bergerak lebih lembut tanpa hambatan. Berenang juga baik untuk latihan jantung dan baik untuk kesehatan tulang belakang. Saat Anda bergerak di air dingin, sebagian besar otot akan menguat. Yakni otot perut, punggung dan kaki. Otot jadi memanjang dan langsing dengan tulang belakang yang lebih stabil. Tubuh jadi bisa mengirim oksigen lebih banyak ke seluruh bagian tubuh. Inilah yang membuat sakit punggung bawah jadi mereda. Saat berada di dalam air, Anda akan bergerak lebih perlahan dan gerakan Anda akan mengurai sumber rasa nyeri punggung bawah, selama nyeri punggung bukan disebabkan hal-hal yang serius. Sakit punggung bawah yang harus diwaspadai Menurut NHS, lembaga kesehatan Amerika Serikat, Anda harus waspada pada sakit punggung bawah apabila: 1. Ada rasa kebas atau kesemutan di bagian kelamin dan bokong. 2. Sulit berkemih 3. Kehilangan kendali untuk berkemih dan usus besar 4. Nyeri dada 5. Demam dengan suhu 38 derajat Celcius atau lebih. 6. Berat badan turun tanpa alasan. 7. Bengkaka atau bentuk yang berubah di bagian punggung. 8. Semua keluhan tak membaik setelah beristirahat dan memburuk di malam hari. 9. Nyeri muncul setelah terjadi kecelakaan. 10. Dalam beberapa kasus bisa jadi nyeri punggung adalah gejala dari kanker pankreas. (TM)
Nyeri Leher, Mengenal Penyebab dan Penyakit yang Mungkin Menyertai

JAKARTA — Nyeri leher menjadi keluhan yang bisa sangat mengganggu pengidapnya dengan berbagai penyebab. Tak jarang untuk menjalankan aktivitas sehari-haripun jadi terganggu. Leher kita terdiri dari banyak jaringan lunak, mulai dari otot, pembuluh darah dan juga syaraf. Lalu ada tulang belakang tempat berpangkalnya syaraf di sepanjang leher hingga tulang belakang. Belum lagi ada pula pipa udara di bagian depan. Intinya leher adalah bagian tubuh yang sangat kompleks. Maka rasa sedikit saja ketidaknyamanaan di leher, rasa kaku di otot leher bisa digolongkan ke dalam kelompok besar nyeri leher. Ada kalanya rasa nyeri menyebar sampai ke bahu, ke lengan dan menyebabkan sakit di sebagian atau keseluruhan kepala. Sementara otot di leher mungkin akan terasa kencang, pegal dan lebih keras saat disentuh. Nyeri leher bisa jadi muncul berbarengan dengan keseleo otot atau masalah pada jaringan lunak lainnya seperti ligamen dan tendon. Cedera yang kemudian menyebabkan nyeri leher bisa juga diakibatkan sentakan yang terjadi saat kecelakaan lalu lintas. Atau karena ketegangan leher misalnya akibat menyandang beban terlalu berat di bahu dan tidur dengan posisi yang salah Penyebab Paling Sering Terjadinya Nyeri Leher Ketegangan leher Di masyarakat modern, penyebab tersering dari nyeri leher adalah penggunaan komputer dan gadget yang salah. Berlama-lama dalam posisi postur yang membungkuk di depan komputer atau ponsel akan membuat otot leher jadi terlalu lelah dan tegang. Demikian juga kegiatan yang Anda anggap sederhana seperti membaca sambil tidur atau menggeretakan gigi berulang-ulang. Cedera leher. Jika satu kejadian membuat leher melakukan kegiatan mengejutkan ke depan dan langusung ke belakang akan membuat jaringan lunak di leher mengalami cedera sentakan. Tekanan syaraf. Ketika syaraf di area servikal terjepit akibat masalah seperti misalnya pada kasus herniated disc atau herniated nukleus pulposus (HNP). Ausnya sendi. Sendi di leher seperti juga sendi di bagian tubuh lain juga bisa mengalami aus karena proses penuaan. Termasuk osteoarthritis yang menyebabkan tulang rawan antara ruas-ruas tulang belakang terkikis dengan cepat. Penyakit Nyeri leher bisa berawal dari penyakit seperti misalnya rhematoid arthritis, meningitis atau kanker Bagaimana sensasi nyeri leher ? Bagi penderita, nyeri leher bisa terasa sangat tajam, nyeri dan tegang. Nyeri yang akut bisa membuat postur leher menjadi abnormal, kepala jadi dipaksa untuk berat ke salah satu sisi. Ini disebut sebagai torticollis. Penderita bisa merasa semacam tusukan di dasar tengkorak sekaligus rasa lemah di bahu dan lengan. Sangat jarang nyeri leher disebabkan oleh hal-hal serius. Yang disebabkan oleh hal tak serius biasanya bisa hilang dalam hitungan pekan. Dalam beberapa kasus nyeri leher bisa juga merupakan gejala meningitis atau radang selaput otak. Sementara nyeri di leher yang tak hilang dalam waktu 3-6 pekan bisa jadi adalah gejala kanker. Kanker di mulut atau tenggorokan bisa menyebar ke kelenjar getah bening di leher. Anda mungkin juga akan merasakan nyeri dan mati rasa di kepala dan kesulitan mengunyah dan menelan Gejala Nyeri Leher yang Perlu Diwaspadai Beberapa gejala dan pertanda nyeri leher yang perlu diwaspadai misalnya yang terkait dengan kanker, seperti; Bengkak dan radang yang tak sembuh-sembuh. Kemunculan jaringan berwarna kemerahan atau putih di mulut. Benjolan atau massa yang muncul tanpa rasa nyeri di kepala atau leher. Sakit tenggorokan yang terus menerus. Bau mulut yang tak ada hubungannya dengan masalah kebersihan. Perubahan suara. Pernafasan macet yang terus menerus. Tak Perlu Khawatir, Juga Jangan Tunda Penyebab Nyeri Leher tak Kunjung Sembuh Jika Anda ternyata tak menunjukkan gejala yang berhubungan dengan kanker, bisa jadi penyebabnya adalah hal yang lain. Umumnya nyeri leher bisa sangat berhubungan dengan postur yang buruk dikombinasikan dengan proses penuaan tubuh yang membuat organ tubuh jadi aus. Cobalah untuk tetap aktif bergerak. Istirahat total dengan tiduran bisa jadi tak bermanfaat. Cobalah untuk tetap bergerak layaknya aktivitas harian biasa. Pastikan Anda selelu memperbaiki postur tubuh dengan istirahat sejenak saat bekerja. Perbaiki letak meja, kursi dan komputer kerja. Gunakan headset atau speaker saat berbicara di telepon. Berhenti merokok, dan hindari membawa tas yang berat dengan tali menggantung di bahu. Dan terakhir pastikan Anda tidur dengan posisi yang baik. Berdasarkan observasi nyeri yang moderat bisa mereda dengan sendirinya dengan perawatan yang tepat dalam 2-3 pekan. Ada banyak pilihan terapi yang bisa Anda pilih dan disesuaikan dengan saran dokter. Rasa nyeri yang tajam dan menusuk bisa jadi gejala palsu dan tak terlalu perlu untuk dianggap bahaya. Leher yang terasa kencang juga kadang sama saja. Tidak berbahaya dan kadang hanya nyeri sementara pada sistem muskoloskeletal. Meski ketika nyeri berulang terjadi Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter, jika nyeri leher datang hanya sekali tak perlu terlalu khawatir. Tetap menjaga gaya hidup sehat dan tetap berpikiran positif juga penting. (TM) Terakhir diperbarui: 07 Mei 2020 Ditinjau oleh: dr Yulianto
Nyeri Punggung Pada Anak, Memahami Keluhan Mereka

JAKARTA — Nyeri punggung telah diketahui menjadi sumber ketidaknyamanan bagi banyak orang dewasa. Tapi faktanya ini juga jadi masalah pada anak-anak dan remaja. Banyak orang tua yang tak menyadari bahwa nyeri punggung pada anak-anak bukan masalah sepele. Banyak yang menduga keluhan tulang belakang hanya berkaitan dengan masalah proses penuaan. Padahal nyeri punggung dengan sebab-sebab tertentu sangat umum terjadi. Jadi, saat anak mengeluhkan nyeri punggung segeralah mencari informasi yang tepat. Misalnya lewat konsultasi gratis via WhatsApp dengan Klinik Nyeri dan Tulang Punggung yang sebentar lagi akan berganti nama menjadi Lamina Pain and Spine Center. Menurut sebuah penelitian, alasan paling besar banyaknya muncul masalah nyeri punggung pada anak adalah masalah berat badan berlebih, obesitas, tingginya intensitas aktivitas olahraga dan beratnya tas punggung yang dibawa anak. Yang jadi perhatian adalah ketika nyeri punggung pada anak menjadi serius dan bukan sekadar masalah ketegangan otot. Beberaap tes medis yang dilakukan mungkin bisa membantu. Banyak alternatif penanganan yang bisa ditawarkan untuk meringankan beban anak-anak pengidap nyeri punggung. Hanya perlu diketahui dulu penyebab asalnya. Kapan harus mewaspadai nyeri punggung pada anak? 1. Gejala awal Anak bisa mengeluhkan nyeri punggung karena cedera pada otot atau ligamen tanpa masalah struktural yang abnormal. Orang tua harus mewaspadai gejala berikut : nyeri di malam hari, terutama jika nyeri tersebut sampai membangunkan tidur malam anak, nyeri yang konstan, gejala umum seperti demam, kedinginan, berat badan yang turun. Jangan juga abaikan rasa nyeri yang terus muncul selama beberapa pekan, nyeri kaki, rasa kebas dan rasa lemah. 2. Nyeri Otot Punggung Nyeri punggung pada anak terjadi pada sepertiga dari banyak kasus nyeri punggung berdasarkan sebuah penelitian. Sebagian besar terdiagnosa seiring dengan kemunculan cedera. Misalnya ketegangan otor dan ligamen, kelelahan, masalah dengan postur, dan lemahnya otot punggung. Beberapa pemeriksaan mungkin tidak dianjurkan untuk anak-anak. Karenanya konsultasi dengan dokter ahli akan sangat diperlukan. 3. Stres fraktur Stres fraktur bisa terjadi di tulang belakang. Dalam kasus ini biasanya banyak terjadi pada remaja, tanpa disadari oleh penderitanya. Baru setelah beberapa waktu tanda terjadinya stres fraktur baru muncul. Misalnya saja spondylolysis atau cedera pada bagian belakang kolom spinal. Kondisi ini kerap muncul pada mereka yang berolahraga dengan gerakan melengkung ke belakang berulang yang ekstrim. Misalnya atlet senam dan selam. Meski ada yang mengatakan cedera ini sulit sembuh, dengan tindakan tertentu dan penanganan tepat yang tidak invasif bisa memperbaiki kondisi penderita. Baca Juga : Nyeri Lutut Kronik, Suntikan Bisa Jadi Solusi 4. Masalah herniated disc Memang kasus herniated disc pada anak-anak tidak sesering seperti pada orang dewasa. Namun tetap bisa memunculkan masalah serius. Inilah kondisi ketika bantalah lembut diantara dua ruas tulang belakang meleset dan keluar dari posisi idealnya. Akibatnya syaraf bisa terjepit. Dengan gejala seperti nyeri di kaki, rasa kebas, kesemutan dan rasa lemah di tubuh bagian bawah, kesulitan membungkukk dan meluruskan tulang belakang. Tes MRI bisa membantu memperjelas kondisi ini. Pada dewasa herniated disc mungkin terjadi karena proses penuaan, sementara pada remaja dan anak-anak bisa terjadi karena trauma cedera atau struktur disk yang abnormal. 5. Infeksi Infeksi pada tulang belakang dan disk bisa sangat sulit untuk didiagnosa. Sering juga terjadi pada balita dan juga remaja. Gejalanya misalnya malaise (rasa tak nyaman dan kelelahan), demam ringan dan nyeri punggung secara umum. Lewat pemeriksan laboratorium pada peradangan infeksi bisa ditemukan. Pengobatan dengan antibiotik biasanya dilakukan. Sementara pembedahan hanya dilakukan jika infeksi menyebabkan keruskanan di struktur spinal atau ketika infeksi tak bisa dikendalikan dengan antibiot. 6. Bentuk tulang belakang yang abnormal. Nyeri punggung pada anak bisa jadi disebabkan oleh bentuk tulang punggung yang abnormal yang baru ketahuan setelah muncul rasa nyeri. Yang harus dicatat adalah ketidaknormalan sekecil apapun bisa menyebabkan nyeri. Yang paling umum terjadi pada anak-anak adalah skoliosis dan kyphosis Scheuermann. Skoliosis terjadi jika tulang belakang membentuk huruf S saat terlihat dari belakang. Sementara kyphosis adalah tulang belakang yang bentuknya melengkung saat terlihat dari samping membuat penderita berpostur membungkuk. 7. Tumor Beberapa jenis tumor tulang baik yang jinak maupun ganas bisa muncul di tulang belakang. Kadang ini bia menimbulkan rasa nyeri, bahkan kadang muncul tanpa disertai gejala. Meski jarang terjadi pada anak-anak, penyebab nyeri ini pada anak dan remaja harus dipertimbangkan kemungkinannya sehingga diagnosis tetap sebaiknya dilakukan. Jangan sepelekan gejala seperti nyeri di malam hari, rasa sakit umum dan hilangnya berat badan. Penanganan tumor spinal sangat tergantung pada tipe tumor. bahkan tumor yang jinakpun (benign/ noncancerous) mungkin membutuhkan pembedahan karena tumor yang tak tertangani bisa menyebabkan deformitas atau berubahnya bentuk tulang belakang. Dengan kombinasi pengobatan, radiasi dan pembedahan, tumor penyebab nyeri punggung pada anak-anak semoga bisa tertangani. (TM)
Nyeri Tulang Punggung Pada Pengendara Motor

JAKARTA — Para pengendara motor di Jakarta dan beberapa kota besar masih terus bertambah. Lama perjalanan ditambah dengan kemacetan membuat waktu yang harus dihabiskan pengendara di punggung motor dengan postur yang tegang jadi lebih panjang. Risikonya nyeri pada tulang punggung pada pengendara motor jadi bisa semakin besar. Tanya Jawab Nyeri Tulang Hubungi 021-7919-6999 Bagi sebagian orang mengendara motor memang dianggap menyenangkan. Ada lagi yang menganggapnya sebagai beban. Apapun alasan dan yang dirasakan pengendara motor, risiko nyeri tulang punggung pada pengendara motor tak bisa diabaikan begitu saja. Apalagi nyeri yang bisa muncul bisa di leher, bahu, punggung, pinggang bahkan lutut. Bayangkan tulang belakang Anda sebagai sekumpulan tulang yang terikat sempurna dengan serat-serat syaraf seperti pada tendon dan ligamen. Perubahan panjang dari tulang belakang akan berdampak pada seluruh postur tubuh. Bahkan bisa membuat ruas tulang belakang menonjol dan kemungkinan terjadi saraf kejepit atau herniated disk uga masalah lainnya. Pertanyaannya bagaimana agar Anda bisa terbebas dari rasa nyeri sembari tetap bisa mengendara motor baik karena Anda suka atau demi kebutuhan. Perhatikan Hal Berikut Agar Bebas Nyeri Tulang Punggung Saat Berkendara Motor Jenis motor akan sangat berpengaruh dalam hal risiko mengalami nyeri. Terutama dilihat dari posisi tangan, kaki dan tubuh. Motor dibagi tiga jenis, standard, cruiser dan sportbike. Standard Jenis motor ini memang nyaman untuk sport dan touring. Secara alami pada motor ini tubuh diposisikan tegak dengan tubuh dengan posisi tangan diatas kaki. Leher dan siku tak perlu terlalu jauh, sekaligus mencegah kekakuan dan masalah postur di masa depan. Cruiser Ada yang mengatakan bahwa motor jenis cruiser adalah pilihan kedua untuk urusan kenyamanan setelah tipe standar. Saat berkendara tubuh bisa tetap tegak termasuk juga lengan Anda. Hanya saja posisi kaki biasanya kurang pas untuk mendukung tulang belakang Anda.Namun untuk kecepatan tinggi pada motor jenis ini Anda akan merasakan ketegangan di bagian dada yang membuat Anda sadar tak sadar akan membungkuk. Akibatnya akan ada ketegangan di punggung bawah. Sport Motor sport akan membuat Anda merunduk ke depan, tubuh Anda akan merasakan banyak ketegangan. Untuk kecepatan yang lebih tinggi tubuh bagian atas atau torso harus menawan tekanan angin. Sementara dalam kecepatan rendah mungkin pergelangan kaki dan otot tulang belakang akan bekerja lebih berat menahan tubuh. Akibatnya nyeri di lengan dan punggung bawah.Motor sport tidak dianjurkan untuk perjalanan jangka panjang karena ketegangan yang diakibatkannya di seluruh bagian tubuh. Selalu pertimbangkan kesehatan Anda tiap kali memilih motor. Jangan pula sampai akhirnya motor Anda hanya terparkir di garasi karena terlalu sakit rasa nyeri yang diakibatkannya saat berkendara Perhatikan Bagian-bagian Motor Perhatikan jok Saat Anda membeli motor, biasanya joknya sudah dibentuk sama dari pabrik. Bisa jadi kualitasnya juga bukan yang terbaik dan bisa membuat tak nyaman. Cobalah temui profesional dan lakukan pengukuran ulang untuk jok yang lebih sesuai dengan kondisi personal Anda. Menambah dudukan bisa membantu untuk perjalanan jangka panjang. Injakan kaki Perubahan kecil di motor Anda, khususnya di bagian injakan kaki bisa membuat banyak perubahan pada postur tubuh Anda. Sama seperti dudukan, cobalah sesuaikan pijakaan kaki dengan posisi duduk Anda di atas motor. Pijakan kami semestinya dekat dengan tubuh tapi tetap membuat nyaman. Jika terlalu jauh dari tubuh, otot kaki akan harus bekerja lebih berat untuk menopang tubuh dan motor. Setang Banyak pengendara motor yang setangnya tidak sejajar tingginnya dengan tubuh. Posisi tangan dan lengan ini sudah merugikan tubuh. Setang motor dibuat untuk manusia dengan tinggi ‘rata-rata’. Jadi bisa jadi terlalu besar atau terlalu kecil untuk individu tertentu. Ukuran setang yang tak sesuai bisa menyebabkan rasa kesemutan dan baal sampai nyeri di leher dan punggung. Minimalkan Nyeri Tulang Punggung Saat Berkendara Jangan lupa peregangan Jika Anda bekerja sembari duduk seharian, dan harus berkendara motor saat pulang, jangan langsung naik ke motor dan berangkat. Luangkan waktu beberapa menit untuk melakukan peregangan untuk mencegah nyeri tulang punggung saat berkendara motor. Demikian juga saat Anda turun dari motor. Jika Anda harus berkendara dalam waktu lama, pastikan setiap beberapa jam sekali berhenti dan lakukan peregangan sambil bergerak dari kendaraan. Ketegangan otot Coba cek apakah Anda memang sudah mengalami ketegangan punggung saat berkendara. Jika ya, cobalah untuk bersantai sejenak. Lakukan peregangan dan visualisasikan ketegangan itu menguap dari tubuh Anda. Penahan punggung Untuk nyeri punggung saat mengendara motor, cobalah menggunakan penahan punggung. Banyak pengendara yang berhasil mengurangi nyeri punggungnya dengan penggunakan penahan punggung ini.Saat Anda merasakan nyeri punggung saat mengendara motor, Anda membutuhkan terapi sebelum kondisinya semakin memburuk. Ini akan mencegah sakit yang lebih berat di masa depan. Hubungi dokter-dokter ahli di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang yang akan berganti nama menjadi Lamina Pain and Spine Center. (berbagai sumber/TM) Tanya Jawab Nyeri Tulang Hubungi 021-7919-6999