Radang Sendi Lutut dan 5 Pantangan Yang Harus Diketahui

JAKARTA — Nyeri lutut karena radang sendi bisa membuat hidup terasa lebih lambat, ada beberapa hal yang menjadi pantangan yang perlu kita tahu. Ketidakmampuan bergerak atau ketidaksanggupan bergerak cepat bisa membuat orang frustasi. Meski biasanya penderita nyeri lutut sudah menjalani masa rehalibitasi tapi nyeri tetap ada. Diagnosis dari dokter memang penting. Tapi penting juga untuk memperhatikan kebiasaan hidup Anda, mana hal yang menjadi pantangan penderita radang sendi, mana yang boleh. Tak peduli apakah nyeri lutut Anda adalah sesuatu yang baru terjadi, berulang atau Anda baru saja pulih dari keluhan tertentu, beberapa kebiasaan dalam hidup bisa membuat kondisi lutut Anda memburuk. Berikut di antaranya: Pantangan Radang Sendi Pertama, Lari Jarak Jauh di Permukaan Keras Sebelum memutuskan lari marathon sebagai hobi baru Anda, ada baiknya Anda memeriksakan kondisi lutut Anda dulu ke dokter. Kebiasaan berlari, terutama di permukaan yang keras, bisa membuat lutut stres. Anda mungkin bisa bertahan, tapi itu tergantung kondisi seberapa rusak lutut Anda. Jadi mungkin Anda bersedia mencari alternatif olahraga lainnya. Jika sangat sulit melepaskan hobi ini, paling tidak cobalah untuk berlari di permukaan yang lebih lunak, seperti di rumput atau treadmill. Bukan di aspal atau jalanan berbatu. Pantangan Kedua, Malas Bergerak Hal paling penting dari proses penyembuhan adalah istirahat. Namun jika dokter menegaskan Anda harus tetap olah raga, ya jangan dibantah. Malas bergerak adalah pantangan penderita radang sendi. Mulailah dengan latihan low-impact yang ringan untuk lutut. Misalnya berenang, bersepeda berjalan kaki, yang baik untuk menjaga kebugaran secara umum tanpa memberi banyak beban bagi lutut. Latihan dengan gerakan lembut seperti thai-chi dan yoga juga bisa meningkatkan fleksibilitas atau kelenturan. Ini penting untuk kondisi peradangan seperti Rheumathoid Arthritis (RA) dimana rasa kaku yang diakibatkannya membuat penderita semakin sulit bergerak. Sebagai bonus, olahraga bisa melepaskan endorphine atau hormon yang terkait dengan rasa gembira, dan bisa menurunkan kadar rasa nyeri. Terapis bisa membantu Anda dengan program untuk penguatan otot penunjang di lutut juga. Ikuti petunjuknya saat latihan, karena Anda tak bakal ingin mengalami cedera lebih lanjut karena aktivitas dan gerakan yang salah kan ? Pantangan Radang Sendi Ketiga, Membawa Beban Terlalu Berat Saat Anda mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, menurunkannya adalah sebuah kewajiban. Jika tidak, kesehatan lutut Anda akan jadi taruhannya. Setiap kelebihan berat badan atau obesitas sangat berarti bagi kesehatan radang sendi lutut Anda, sehingga harus paham betul pantangan nya. Obesitas atau kelebihan berat badan adalah faktor risiko mengalami osteoarthritis dan kondisi lainnya. Lutut Anda menahan seluruh beban tubuh setiap kali melangkah, duduk atau bangkit dari duduk. Kabar baiknya menurunkan berat badan juga bisa memperlambat laju penyakit arthritis, begitu Anda mengidap masalah tersebut. Makin ringan tubuh Anda, semakin minim kerusakan di sendi lutut dan semakin sedikit nyeri yang Anda rasakan. Salah Memilih Alas Kaki Setelah di diagnosis mengalami nyeri lutut, berjalan mondar mandir dengan sandal jepit bukan pilihan bijaksana. Anda membutuhkan sepatu dengan bahan pendukung yang tepat. Misalnya sepatu atletik jika Anda ingin berolah raga meski sekadar jalan santai. Hal yang sama juga berlaku untuk braces. Asal-asalan membeli braces seperti alat untuk menutupi luka bukan cara yang tepat. Mintalah saran dokter ahli seperti yang ada di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang. Dokter mungkin akan mengukur lutut Anda sebelum menyarankan braces yang cocok buat Anda. Mungkin braces pilihan dokter lebih mahal, tapi biasanya bekerja dengan lebih baik karena disesuaikan khusus dengan lutut Anda sendiri. Pantangan Radang Sendi Kelima, Belum Adaptasi dengan Lingkungan Buat pengidap nyeri lutut yang masih baru dan nyeri masih sangat parah, langkah sederhana di sekitar rumah bisa membantu sebagai sarana gerak. Tapi pastikan segala benda di rumah sudah disesuaikan dengan kondisi khusus Anda. Misalnya dudukan toilet ditinggikan, pinggiran ranjang dibuat lebih bisa membantu Anda untuk bangun dari tidur tanpa banyak membawa ketegangan untuk sendi. Penggunakan tongkat atau kruk juga membantu Anda penderita radang sendi untuk tetap bergerak meski masih ada rasa tegang di lutut, dan pantangan nya. Jika Anda tak beradaptasi dengan lingkungan paling dekat seperti lingkungan rumah, dikhawatirkan Anda jadi enggan bergerak yang merugikan lutut yang sedang dalam masa pemulihan juga. Jangan bandingkan kondisi lutut Anda dengan orang lain meski dengan kasus yang sama. Karena kondisi tiap orang bisa berbeda. Kuncinya tetap sama, tetap berusaha bergerak, namun kenai batasan Anda pribadi. (***)

Dorsalgia Adalah Penyebab Isco Pemain Real Madrid Menyerah

Dorsalgia Adalah

Nyeri punggung dan leher sekali terbukti sebagai penyakit yang tak bisa dianggap sepele. Pesepak bola Real Madrid, Francisco Roman yang akrab dipanggil Isco terancam tak bisa tampil bersama timnya menghadapi Ajax Amsterdam pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Rabu (13/2) mendatang. Isco didiagnosis mengalami cedera punggung dan leher, dorsalgia dan cervicalgia akut. Dorsalgia adalah penyebab Isco pemain Real Madrid menyerah. Sebelumnya gelandang Real Madrid itu telah absen saat pertandingan pekan ke-23 La Liga melawan Atletico Madrid di Estadio Wanda Metropolitano, Sabtu (9/2). “Setelah serangkaian tes yang dilakukan hari ini terhadap pemain kami Isco oleh Pelayanan Medis Real Madrid telah didiagnosis mengalami dorsalgia-cervicalgia akut. Kami saat ini enunggu perkembangan selanjutnya,” demikian pernyataan resmi Real Madrid. Dorsalgia Adalah  Dorsalgia adalah sekumpulan kondisi yang menyebabkan nyeri seperti terbakar atau menusuk moderat sampai intensi di otot, saraf, tulang, sendi dan semua yang terkait dengan trauma di struktur kolom tulang belakang. Dorsalgia mengacu pada area punggung, dan cervalgia menyerang di area leher. Rasa nyerinya bisa terus menerus, bisa juga berjeda tergantung cedera atau penyebabnya. Area sakit juga bisa terfokus bisa juga menyebab di beberapa tempat di punggung. Nyeri dorsalgia bisa menyebar ke organ lain tubuh. Tapi terutama di bagian atas dan bawah tubuh, dengan sensasi rasa kebas dan kesemutan. Dorsalgia bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. Mulai osteoporosis, kifosis, sciatica, lumbagi atau nyeri punggung bawah, dan juga herniasi diskus dan diskus yang menonjol hingga saraf kejepit yang banyak ditangani di Klinik Nyeri danm Tulang Belakang yang akan segera berganti nama menjadi Lamina Pain and Spine Center. Selain faktor degeneratif, dorsalgia juga bisa terjadi karena stres dan cedera lain. Dorsalgia biasanya memunculkan gejala khas nyeri punggung, mulai dari nyeri di punggung hingga leher, kesulitan bergerak dari posisi duduk, kesulitan membungkuk bahkan dalam beberapa kasus sampai sulit berjalan, bergerak dan beraktivitas layaknya manusia normal. Jenis-jenis Dorsalgia Seperti disebutkan dorsalgia sangat tergantung pada lokasi nyeri dan cederanya. Berikut beberapa jenisnya: 1. Cervical Dorsalgia Tipe dorsalgia yang muncul di leher karena cedera atau proses penuaan saraf tulang belakang yang terasa di area leher (cervikal). Rasa nyeri biasanya menjalar sampai ke lengan dan leher dengan rasa kebas dan kesemutan. Nama lain dari kondisi ini adalah: Cervicalgia. 2. Cervicothorachic Dorsalgia Ketika dorsalgia muncul di arena cervikal dan thorak di tulang belakang sekaligus. 3. Thoracic Dorsalgia JIka dorsalgia hanya muncul di area punggung tulang belakang saja. Ini sebenarnya kasus yang sangat jarang karena saraf thoracic tulang belakang jarang digunakan. 4. Thoracolumbar Dorsalgia Saat dorsalgia muncul di dua tempat sekaligus, thoracic dan lumbar. Ini akan menyebabkan nyeri punggung bawah. 5. Lumbar (Lumbal) Dorsalgia Paling sering terjadi, karena berada tepat di saraf lumbar tulang belakang. Area ini adalah yang paling sering digunakan oleh manusia, karenanya tulang-tulang area ini juga lebih cepat aus hingga menyebabkan lumbar dorsalgia. 6. Lumbosacral Dorsalgia. Ketika dorsalgia muncul di lumbar sekaligus juga di arena sacral (tulang ekor). Penanganan Konservatif untuk Dorsalgia Adalah Sebagai Berikut Penanganan dorsalgia bisa konservatif bisa juga surgikal atau pembedahan. Kasus ringan bisa atasi dengan terarpi fisik dan obat anti nyeri NSAID. Relaksan otot juga mungkin diberikan jika ada otot yang nyeri dan kram yang biasa muncul dalam dorsalgia. Demikian juga obat-obatan saraf bisa diberikan, jika saraf mulai terpengaruh. Kompres panas atau dingin selama 15-20 menit dalam dua atau tiga kali sehari bisa dilakukan. Pembedahan untuk Dorsalgia Jika penanganan konservatif tak membantu dan meringankan Dorsalgia, beberapa penanganan dengan pembedahan berikut bisa jadi alternatif. 1. Penggantian diskus artifisial Jika penyebabnya sudah diketahui adalah diskus yang rusak, maka prosedur penggantian dengan diskus palsu atau artificial bisa dipilih. 2. Microdiscectomy Ini dilakukan jika dorsalgia terjadi karena herniasi diskus atau saraf kejepit. 3. Vertebroplasty Jika dorsalgia terjadi karena ostepororis. Meski mungkin tak menyembuhkan osteoporisis namun penanganan ini dirahapkan bisa memperlambat laju penyakitnya sekaligus menghilangkan nyerinya. 4. Stimuli elektrik Caranya dengan menempatkan alat elektrik ke kolom saraf tulang belakang dan memblok rasa nyeri ke otak. 5. Spinal Fusion Prosedur pembedahan ini biasanya dilakukan pada dorsalgia karena kasus herniasi diskus, degenerai diskus, spondylolisthesis dan beberapa yang lainnya. Dalam prosedur ini, diskus yang bermasalah diangkat dan ruang antara kedua diskus digabung untuk menghilangkan nyeri. 6. PELD Di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, ada treatment menghilangkan nyeri langsung di pusatnya yang dikenal dengan Percutaneous Endoscopy Lumbar Decompression (PELD) yang telah banyak dilakukan karena dengan ensdoskopi luka sayatan yang sangat minimal sehingga pasien bisa cepat sembuh dan tanpa rawat inap. (***)

Usir Nyeri Lutut Penderita Obesitas Dengan Kurangi Berat Badan

Obesitas dan kejadian nyeri pada sendi lutut

JAKARTA — Kelebihan berat badan hingga obesitas diketahui dapat mengundang banyak masalah kesehatan. Mulai dari pencernaan, pembuluh darah, jantung dan sebagainya. Termasuk juga nyeri sendi yang sebagian besar terjadi karena berat beban berlebih hingga obesitas, utamanya lutut dimana tubuh harus ditopang sendi ini saat kita bergerak. Salah satu nyeri sendi yang berhubungan dengan penambahan berat tubuh yang paling sering terjadi adalah Osteoarthritis (OA). Selain sebagai akibat, OA juga bisa memperburuk kondisi penderita. Karena sekali terserang OA penderita jadi tak lagi mudah bergerak, dan karena sulit bergerak risiko mengalami berat badan berlebih jadi semakin bertambah.   Karenanya menurunkan beberapa kilogram saja dari berat badan pasien nyeri sendi, bisa menguntungkan untuk kesehatan sendi. Terutama sendi di bagian tubuh bawah seperti pinggul dan lutut. Keduanya paling bertanggung jawab terhadap beban tubuh. Setelah bertahun-tahun menopang tubuh apalagi ditambah dengan berat badan berlebih, sendi jadi mudah terasa sakit, bengkak, kaku, meradang dan kemerahan. Karena OA, tulang rawan yang menjadi bantalan antar tulang mengalami degenerasi. Tulang jadi mudah bergesekan dengan keras, menyebabkan iritasi, nyeri dan meradang. Semakin berat beban yang ditanggung sendi, semakin aus permukan tulang rawan. “Menjaga berat badan ideal sangat penting, jika kelebihan berat badan, menurunkan sebanyak 4,9 kilogram saja sudah bisa memperbaiki kondisi OA di lutut sampai 50 persen,” kata ahli rheumatologis Elain Husni, MD, MPH, direktur Cleveland Clinic’s Arthritis and Musculoskeletal Treatment Center. Penelitian secara konsisten menunjukkan orang yang kelebihan berat badan lebih berisiko terserang OA dibanding yang tidak kelebihan berat badan. Sebuah penelitian menemukan bahwa mereka yang obesitas (dengan indeks massa tubuh antara 30 dan 35), 4-5 kali lebih mungkin mengalami arthritis di lutut. Kurangi Ketegangan dan Nyeri Sendi Lutut pada Obesitas Jika Anda mengalami nyeri sendi yang disebabkan oleh obesitas seperti lutut, mengurangi beberapa kilogram bisa mengurangi gejala nyeri sendi. Karena tubuh tidak bisa menghilangkan arthritis dan menumbuhkan lagi tulang rawan, menghilangkan sebagian berat badan akibat obesitas bisa membuat keluhan nyeri sendi lutut sedikit lebih ringan. Sekaligus juga mencegah kerusakan lebih lanjut di masa depan. Cobalah Olahraga Air Cara terbaik untuk menurunkan berat badan adalah kombinasi dari pengaturan pola makan dan olahraga. Untuk yang terlanjur terserang masalah sendi dianjurkan melakukan olahraga air. Berenang, aerobik air dan berjalan di air adalah pilihan olahraga yang baik untuk penderita obesitas dengan keluhan nyeri lutut. Saat di dalam air, tubuh orang dengan obesitas lebih ringan dengan demikian Anda akan lebih mudah menggerakkan sendi lutut sehingga tidak terlalu nyeri. Untuk pasien masalah sendi, latihan gerak dan berbagai aktivitas bisa menjadi langkah pertama. Jika mobilitas menjadi tantangan, terapi fisik bisa didahulukan untuk mencegah serangan nyeri saat bergerak. Jika Nyeri Sendi Lutut Tak Juga Pergi pada Penderita Obesitas Baik ahli rheumathologis dan pengobatan nyeri sama-sama sepakat beberapa langkah berikut ini dapat menghentikan nyeri yang tak mau juga pergi. Pengobatan anti-peradangan. Bisa obat telan atau yang dioleskan di kulit. Injeksi. Jika nyeri membuat penderita tak bisa bergerak, penyuntikan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan atau viscosuplementasi ke sendi bisa membantu. Viscosupplementasi adalah gel lubrikasi yang dapat disuntikkan ke sendi lutut untuk mengurangi nyeri saat bergerak. Radiofrekuensi Ablasi (RA). Terapi ini bisa Anda dapatkan di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang yang sebentar lagi akan berganti nama menjadi Lamina Pain and Spine Center. Ini adalah teknologi terbaru untuk penanganan nyeri lutut. Caranya dengan menggunakan jarum khusus yang ujungnya dipanaskan dengan radio frekuensi yang setara dengan gelombang AM. Jarum di tempatkan berdekatan dengan saraf sensori lutut. Panas yang intens akan membuat saraf berhenti mengirimkan sinyal rasa nyeri ke otak.Prosedur ini berlangsung kurang dari 30 menit dan pasien bisa langsung sembuh tanpa rawat inap. Pasien bisa bebas rasa nyeri selama beberapa bulan atau tahun. RA bisa menjadi cara untuk menghindari replacement tulang lutut lebih lama. Setidaknya sembari pasien bisa menurunkan berat badan, kemudian baru bisa melakukan penggantian tulang lutut. Tetaplah Bergerak Cara terbaik untuk menghentikan nyeri lutut pada obesitas adalah menghentikannya sebelum nyeri muncul atau semakin meluas. Lindungi pinggul dan lutut untuk waktu yang lebih lama dengan mengurangi berat badan. Mulailah bergerak dari sekarang sebelum OA menyerang. Apa yang dapat Anda lakukan: Ketahui Indeks Massa Tubuh (IMT) Anda dan sesuaikan dengan IMT ideal. Ukur lingkar perut Anda dan berusaha sesuaikan terus dengan ukuran ideal. Ikuti aktivitas fisik yang moderat. Sesuaikan dengan kondisi tubuh Anda. Buat modifikasi diet untuk untuk penurunan berat badan. Penting juga mendapatkan diagnosis yang tepat karena banyak kondisi yang bisa menyebabkan nyeri sendi. Termasuk di dalamnya penyakit autoimun yang berkaitan dengan arthritis, psoriasis arthritis, gout atau asam urat. (***)

PSLD, Adalah Teknologi Terkini Atasi Stenosis Tulang Belakang

Spinal stenosis adalah

JAKARTA — Nyeri punggung termasuk salah satu keluhan yang paling banyak membuat penderitanya jadi kehilangan kualitas hidup. Masalah tulang belakang seperti stenosis adalah prioritas menyangkut aktivitas seseorang. Termasuk terbatasnya mobilitas dan melakukan kegiatan sehari-hari. Salah satu sebab yang sering terjadi adalah lumbar spinal stenosis, atau penyempitan saluran tulang belakang di area lumbar atau punggung bawah. Kanal spinal adalah “rumah” bagi saraf tulang belakang. Stenosis atau penyempitan ini bisa terjadi di satu lokasi tapi bisa juga di beberapa tempat sekaligus.   Sebabnya bisa beragam. Mulai dari penebalan tulang, penebalan tendon, dislokasi diskus tulang belakang, spondylolisthesis, atau kombinasi dari beberapa sebab tersebut. Namun penyebab umum lumbar spinal stenosis yaitu: Kelainan sejak lahir. Degenerasi atau proses penuaan kanan spinal. Penyakit atau faktor tertentu yang terkait dengan tulang seperti osteoporosis atau spondylosis. Gejala Lumbar Spinal Stenosis Lumbar spinal stenosis bisa menyebabkan nyeri punggung yang menyebar hingga ke salah satu atau kedua kaki pada saat bersamaan. Pengidap mungkin akan merasa otot kakinya melemah, terasa sakit atau merasa perlu berhenti setiap beberapa langkah saat berjalan. Ini terjadi karena adanya tekanan pada saraf atau darah tak mengalir di saraf tersebut. Pasien mungkin juga akan merasakan sakit dan kebas diantara bokong, area pinggul dan menyebar hingga ke kaki saat berdiri atau berjalan untuk waktu yang lama. Lebih jauh kondisi ini juga bisa mempengaruhi kemampuan berkemih dan buang air besar. Bahkan juga impotensi pada pria. Keluhan lebih sering muncul dan terasa lebih parah saat gerakan membungkuk atau duduk. Biasanya tak ada gejala atau rasa nyeri saat penderita tidur telentang. Kapan Harus Menemui Dokter? Sesegera mungkin. Apalagi jika Anda sudah mengalami nyeri kaki, rasa sakit semakin berat yang mempengaruhi kemampuan untuk berjalan dan melakukan kegiatan sehari-hari. Anda juga harus segera menemui dokter jika nyeri kaki sudah disertai dengan demam, berat badan berkurang, hilang selera makan dan nyeri saat tidur malam. Ini menandakan sudah ada indikasi infeksi atau kanker spinal. Siapa saja yang mungkin mengalami kondisi ini? Berusia diatas 50 tahun atau lebih. Kelebihan berat badan atau obesitas. Pengidap diabetes. Wanita menopause. Diagnosis Spinal Stenosis Adalah Dokter akan membuat diagnosis lumbar spinal stenosis berdasarkan gejala yang dikeluhkan pasien, rekam medis, pemeriksaan medis, X-Ray, dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Semua pemeriksaan harus dilakukan secara simultan karena bisa jadi sebuah pemeriksaan menunjukkan abnormalitas tapi pasien tidak mengeluhkan gejala tertentu. Jika pasien tidak memberi respon yang diharapkan terhadap penanganan yang diberikan, atau ada beberapa gejala tambahan seperti atropi otot atau terhentinya pertumbuhan otot, tidak teraturnya berkemih dan gerakan usus besar, pasien mungkin membutuhkan pembedahan. Karena bisa jadi dokter menemukan ketidaknormalan saraf tulang belakang, kanal saraf tulang belakang atau tulang yang menekan saraf. Penanganan Lumbar Spinal Stenosis Adalah Penanganan lumbar spinal stenosis adalah termasuk pengobatan, terapi fisik dan pembedahan. 1. Pengobatan termasuk: Antibiotik biasa digunakan untuk nyeri yang medium tapi seringkali memiliki efek seperti sakit perut, luka di dinding usus, liver dan masalah ginjal. Paracetamol untuk meringankan nyeri. Relaksan otot untuk mengurangi ketegangan otot yang berkaitan dengan rasa sakit. Campuran dari berbagai obat-obatan untuk mengurangi rasa nyeri dan infeksi seperti NSAIDs dengan relaksan otot. Anti-depresan (yang mempengaruhi sistem saraf ) untuk mengurangi nyeri dari tekanan di saraf. Obat-obatan untuk mencegah kejang (yang mempengaruhi sistem saraf) untuk mengurangi nyeri dari tekanan di saraf. 2. Terapi fisik yang ditujukan untuk mengurangi rasa nyeri dengan menstimulasi saraf melalui Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), pemijatan, gelombang ultrasound, akupunktur, traksi, dan penguatan punggung serta otot kaki dengan memperbaiki efisiensinya. 3. Pembedahan menjadi pilihan ketika obat dan terapi fisik tidak bekerja. Yakni ketika gejala yang terjadi sudah mempengaruhi kehidupan sehari-hari, seperti gangguan berkemih dan gerakan usus bawah yang sulit dikendalikan. Tujuan dari pembedahan adalah : Mengurangi tekanan pada saraf dan tulang belakang. Mengangkat lamina untuk mengurangi tekanan pada saraf, Mengangkat tulang yang tumbuh tak normal Dan/ atau mengangkat tulang yang mengalami fraktur atau diskus spinal yang mengalami degenerasi dalam kasus saraf kejepit. Selain pembedahan konvensional kini spinal stenosis sudah ada penanganan alternatif adalah dengan Percutaneous Stenoscopic Lumbar Decompression (PSLD). Teknik ini sudah beberapa kali dilakukan di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang yang akan berganti nama menjadi Lamina Pain and Spine Center. Prosedur untuk Penanganan Lumbar Spinal Stenosis atau PSLD Begitu pasien sudah mendapatkan anestesi, dokter akan memasukkan alat endoskopik dekompresi ke dalam sayatan sebesar 5 milimeter di area saraf yang bermasalah. Tak ada otot yang perlu dicederai dalam penanganan ini. Endoskopik dekompresi akan membantu dokter untuk melihat saraf dengan lebih jelas dan memotong bagian diskus yang mengalami herniasi dan sendi atau tendon yang menekan saraf. Prosedur ini hanya membutuhkan waktu 30-45 menit dan pasien bisa langsung bangkit dan berjalan selesai tindakan.   Endoskopi dekompresi adalah instrumen pembedahan yang lebih kecil dari pena. Semacam pipa berdiameter 5,0 milimeter dengan lensa di salah satu ujungnya. Di ujung lensa tersebut ada lensa lagi yang berbentuk miring untuk mendapatkan penglihatan yang lebih baik. Ada juga pipa kecil untuk mengalirkan air. Keuntungan dari bedah PSLD: Sayatan yang kecil yang hanya 5 centimeter diameternya. Lebih sedikit darah yang keluar. Lebih cepat pulih, pasien bisa langsung pulang usai penanganan. Lebih aman. Lebih rendah risiko infeksi. Jika diperlukan hanya membutuhkan rawat inap satu malam. Biaya rendah. Lebih sedikit jaringan rusak di sekitar tempat sayatan. Lebih cepat pemulihan untuk kembali ke rutinitas sehari-hari. Pencegahan Lumbar Spinal Stenosis Jika Anda merasa berisiko mengalami masalah lumbar spinal stenosis, berikut adalah beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mencegahnya: Menurunkan berat badan sampai berat ideal untuk mencegah tekanan di tulang belakang. Tangani dan kendalikan penyakit kronis yang diidap Hindari gerakan membungkuk dan duduk dengan postur yang sama dalam waktu lama. Sesuaikan posisi punggung dengan yang disarankan dokter saat bergerak. Lakukan terapi fisik, meski berada di rumah. Olahraga setiap hari, tapi hindari latihan yang berat dan gerakan yang dilarang. (berbagai sumber)

Sakit Leher pada Anak, Dengarkan Keluhan dengan Seksama

Sakit leher pada anak-anak

JAKARTA — Jika anak mengalami luka dan lecet dalam aktivitasnya mungkin para orang tua menganggapnya sebagai hal yang lumrah. Namun ketika anak mengeluhkan sakit pada leher tentu bisa membuat orang tua kaget. Ini dianggap keluhan yang tidak lumrah untuk anak-anak. Padahal sangat penting untuk tak sekadar mengobati penyakitnya tapi juga menemukan sumber rasa sakit. Sakit leher pada anak biasanya berlangsung temporer antara 1-2 hari tanpa pengobatan. Namun kadang sakit leher bisa bersifat kronis dan bisa mengganggu kualitas hidup anak, aktivitas sosial dan pada pendidikan anak. Ketegangan pada otot servikal anak disebabkan oleh permainan yang keras atau karena anak menunduk terlalu lama, seperti bermain ponsel atau komputer. Akan sangat bijak jika orang tua berusaha untuk mendengarkan keluhan anak. Biarkan anak untuk menceritakan apa yang mereka rasakan dan sejak kapan mereka merasakannya. Baca juga : Leher Terasa Sakit? Apa Yang Perlu Dilakukan Penanganan Sakit Leher pada Anak Penanganan sakit leher pada anak sangat tergantung pada penyebabnya. Dalam kondisi darurat obat-obatan rumahan bisa meredakan rasa sakit, tapi segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan sumber sakitnya. Intinya, pengasuh anak harus sensitif terhadap keluhan anak dan mencatat semua gejala baru yang dirasakan anak. Beberapa cara yang bisa dilakukan di rumah misalnya: Menggunakan kompres panas atau dingin. Mandi berendam dengan air hangat akan membuat otot lebih relaks dan mengurangi nyeri. Peregangan leher yang dilakukan perlahan-lahan. Pijatan lembut. Obat-obatan yang dijual bebas tapi terjamin untuk anak-anak. Ikuti petunjuk penggunaan di label. Kecuali dokter merekomendasikan hal berbeda. Perubahan Gaya Hidup Saat menggunakan ponsel: Tidur telentang saat melihat ponsel untuk mengurangi tekanan pada leher. Tapi batasi waktunya. Pastikan layar ponsel sejajar dengan mata saat duduk atau berdiri, agar tulang leher dan punggung tetap tegak. Beri jeda waktu istirahat berjauhan dari gadget untuk mengistirahatkan leher dan mata. Peregangan yang dianjurkan The American Academy of Pediatrics: Mendekatkan dagu ke masing-masing bahu dengan lembut Mendekatkan telinga ke masing-masing bahu dengan lembut. Menggerakkan kepala menunduk dan mendongak dengan lembut. Jangan lanjutkan jika gerakan terasa menyakitkan. Perubahan saat tidur : Tidur telentang atau miring, dan menghindari tidur tengkurap. Tidur menyamping dengan mengganjal lutut dengan bantal. Tidur dengan mengganjar leher dengan bantal kecil bukan bantal besar. Anak-anak yang terlalu lama menggunakan ponsel, komputer atau gadget lain paling mudah terserang sakit leher. Postur yang salah dalam waktu lama juga bisa mengakibatkan sakit leher, seperti misalnya saat belajar, membaca buku atau menonton televisi. Gerakan menunduk dan memajukan kepala terlalu lama itulah yang memberi beban tambahan di leher dan mengundang sakit leher. Sebab Umum Sakit Leher pada Anak-anak Sakit leher pada anak ini jangan diabaikan. Karena berdasarkan sebuah penelitian, sekali anak mengalami sakit leher saat masih kanak-kanak, hal itu bisa berulang lagi saat dewasa. Sakit leher anak bisa berubah jadi kronis. Berikut beberapa kemungkinan penyebab sakit leher pada anak-anak. Aktivitas fisik Seperti olahraga keras, misalnya sepak bola dan bela diri. Mereka bisa saja tanpa sadar terjatuh, kepala terbentur, atau gerakan yang tak biasa saat beraktivitas. Ini bisa mengakibatkan terkilir di leher. Dokter biasanya akan mengevaluasi sakit leher pada anak yang disebabkan oleh cedera ini. Salah Posisi Tidur Salah posisi tidur juga bisa membuat anak mengalami sakit leher, bahu atau punggung karena otot yang tegang. Rasa sakit dan nyeri mungkin bersifat sementara tapi bisa mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Anak jadi sulit menolehkan leher dan kepala, juga melakukan hal-hal sederhana seperti membawa tas punggung atau membaca. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Kelenjar getah bening biasanya akan membengkak sebagai respon terhadap infeksi yang ringan. Misalnya saja demam, flum atau radang tenggorokan. Pembengkakan ini menimbulkan rasa sakit baik di salah satu atau kedua bagian leher – kiri atau kanan. Biasanya benjolan muncul di bawah telinga dan tulang rahang. Obat-obatan yang dijual bebas bisa meredakan flu atau demam anak. Jika infeksi terus berlanjut, jangan tunda lagi segera ke dokter untuk mendapatkan antibiotik atau pengobatan lain. Meningitis Leher kaku juga bisa jadi tanda dari infeksi yang berat. Jika anak mengalami demam dan tak bisa menggerakkan leher tanpa nyeri, ini mungkin gejala dari meningitis. Meningitis bisa mengancam jiwa, jika tidak cepat-cepat mendapat pertolongan. Apalagi jika ditambah dengan keluhan seperti: Sakit kepala. Ruam kulit. Masalah makan. Jika anak mengalami rasa sakit leher yang mendadak dengan deman yang tinggi tiba-tiba sebaiknya mendapat pertolongan dokter secepatnya. Beberapa sebab lain tapi jarang, yang menyebabkan sakit leher pada anak misalnya: Cedera traumatik dari jatuh atau kecelakaan mobil. Kanker. Arthritis pada anak. Kapan harus menemui dokter Banyak kasus sakit leher pada anak bersifat temporer. Jika keluhan bertahan sampai beberapa hari, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk diagnosis yang . Misalnya kepada para ahli di Klikik Nyeri dan Tulang Belakang atau yang sebentar lagi akan berganti nama menjadi Lamina Pain and Spine Center. Anak yang mengeluhkan beberapa hal berikut bersamaan dengan sakit leher harus segera dibawa ke dokter: Sakit kepala dan pusing Kepala terasa ringan Rasa kebas dan kesemutan di anggota badan yang lain Orangtua atau pengasuh mencari pertolongan darurat jika sakit leher anak berawal dari cedera seperti kecelakaan lalu lintas atau jika anak yak bisa berdiri tegak atau bergerak. Diagnosis Dokter mungkin akan memeriksa gejala yang sangat berat pada sakit leher pada anak. Biasanya dokter akan menanyakan kapan sakit leher itu bermula. Bantu anak untuk mengingat jika memang ada aktivitas yang membuat mereka mulai merasakan nyeri tersebut. Atau mungkin juga kebiasaan anak, seperti seberapa sering mereka menggunakan gadget sepanjang hari. Dokter mungkin akan menggunakan tes gambar, X-Ray dan sebagainya untuk memeriksa kemungkinan ada cedera. Jika dokter menduga ada infeksi, dokter mungkin akan memeriksa kemungkinan ada benjolan kelenjar limfa. Antibiotik bisa diresepkan jika diduga penyebabnya adalah infeksi. (TM)

Trigeminal Neuralgia ICD 10 Kode, Penyebab, Gejala dan Terapi

Kode 10 ICD Trigeminal Neuralgia

JAKARTA — Nyeri wajah sebelah jangan diremehkan. Penyebabnya memang bisa sangat beragam. Tapi salah satu yang perlu diwaspadai adalah serangan nyeri wajah trigeminal neuralgia. Berdasarkan klasifikasi ICD 10 kode, nama lainnya trigeminal neuralgia adalah tic duuloureux. Ini adalah kondisi dimana rasa nyeri berasal dari saraf trigeminal yang ada di wajah. Atau dalam istilah medis disebut sebagai nyeri wajah paroksismal. Saraf trigeminal bertanggungjawab menyampaikan rasa yang terjadi di wajah ke otak manusia. Penyebabnya mulai dari yang sangat ringan seperti gerakan wajah saat makan dan minum. Sampai serangan nyeri yang waktunya panjang dan semakin sering terjadi. Rasa nyeri seperti yang dituturkan para pengidap mula dari rasa nyeri tajam, menusuk, menyengat sampai seperti setruman listrik. Baca juga : Trigeminal neuralgia adalah Berbagai penanganan sesuai kemajuan teknologi bisa membantu, tapi dalam beberapa kasus, sebabnya sendiri tak diketahui. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems atau ICD Kode 10 mengklasifikasikan, kasus trigeminal neuralgia berdasarkan penelitian lebih sering terjadi pada wanita. Terutama yang berusia di atas 50 tahun. Tanpa pengobatan yang tepat nyeri ini bisa terus menyerang sepanjang usia. Gejala Trigeminal Neuralgia Berdasarkan ICD 10 Kode Jika Anda menduga Anda terserang trigeminal neuralgia, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Ini cara paling aman, apalagi jika nyeri terus berulang dengan tingkat keparahan semakin tinggi. Di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang yang sebentar lagi akan berganti nama menjadi Lamina Pain and Spine Center, beberapa kasus sudah ditangani oleh dr Mahdian Nur Nasution, SpBS. Ahli bedah saraf itu menyebut para pasien jika ditanya skala nyerinya di angka berapa dari 1 sampai dengan 10, “Mereka menjawab skalanya di angka 10,” kata dr Mahdian. Kadang untuk menemukan penyakit ini diagnosanya bisa sangat lama tak cukup dengan tes darah, rontgen atau Magnetic Resonance Imaging (MRI). Tak jarang ada pasien yang bolak-balik ke dokter gigi tapi tak ditemukan masalah dengan giginya. “Kebanyakan pasien baru didiagnosa trigeminal neuralgia setelah bertahun-tahun berobat. Tes darah tidak akan bisa melihat. MRI saja juga tidak. Diagnosis biasanya ditegakkan dari cerita pasien,” kata dr Mahdian.   Pola nyeri trigeminal neuralgia berdasarkan ICD Kode 10 biasanya terlihat dari kemunculannya yang bahkan cuma disebabkan oleh stimulasi paling lembut sekalipun. Nyeri yang dihasilkan berlangsung selama beberapa detik, menit atau jam dan berulang tersus selama berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Seolah tak ada harapan nyeri akan hilang begitu saja. Kondisi ini biasanya juga menyerang salah satu bagian wajah saja. Beberapa pasien menyebutkan rasa nyeri bisa muncul karena hal-hal sederhana berikut : Makan Minum Menggunakan make up Bercukur kumis dan jenggot Menggosok gigi Berbicara Tersenyum Mencuci muka Terkena hembusan angin Penyebab Trigeminal Neuralgia Memang sebelumnya disebutkan bahwa trigeminal neuralgia kadang sulit ditentukan penyebabnya. Namun sejumlah dokter di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang bisa menjelaskan demikian. Nyeri muncul karena gangguan saraf trigeminal di batang otak, bagian dalam kepala belakang bawah. Pemicunya ialah letak saraf yang terlalu dekat dengan pembuluh darah arteri ataupun vena. Saat pembuluh berdenyut karena darah lewat, saat itu juga saraf tertekan. Rangsangan tekanan dihantarkan ke cabang saraf kelima dari batang otak yang arahnya menuju balon ganglion di wajah. Dari sana, rangsangan diteruskan ke ujung-ujung saraf di kening, dahi, hingga rahang bawah dan ditangkap indera manusia sebagai rasa nyeri. Tumor dan kista di otak juga bisa mengakibatkan trigeminal neuralgia. Untuk sebab yang ini nyeri biasanya juga bisa menyebab ke sara-saraf lainnya. ICD 10 Kode juga menghubungkan trigeminal neuralgia dengan multiple sclerosis, atau kondisi lain yang ada hubungannya dengan kerusakan di selubung myelin di saraf. Saat myelin rusak, kondisinya bisa mirip dengan trigeminal neuralgia. Trigeminal neuralgia juga bisa muncul karena lesi otak, cedera setelah pembedahan, trauma di wajah dan berbagai cedera lain yang berhubungan dengan otak. Apakah penyakit ini bisa dicegah? Sayangnya tidak bisa. “Ini bukan penyakit karena gaya hidup. Saat kena, hanya perlu menemui dokter yang tepat,” kata dr. Mahdian. Terapi Trigeminal Neuralgia Dokter biasanya akan menawarkan beberapa alternatif penangaan sesuai dengan kondisi Anda. Biasanya dimulai dengan pemberikan obat-obatan. Obat-obatan ini dalam kasus ringan bisa menghilangkan rasa tajam saat nyeri muncul dengan menghambat syaraf penghantar nyeri. Obat-obatan ini juga berfungsi memberi rasa rileks di otot dan antidepressan.   Jika masih juga muncul mau tak mau mungkin ada tindakan medis tertentu misalnya : Operasi Dengan operasi terbuka dokter akan memasang lapisan teflon di antara syaraf dan pembuluh darah yang berdekatan. Tapi operasi ini cukup mahal dan pasien harus terbebas dari masalah ginjal, hipertensi dan benar-benar dalam kondisi fit. Botoks Meski bisa untuk menahan rasa nyeri, namun tindakan ini biasanya efeknya hanya sebentar. Sekitar 3 bulan rasa nyeri bisa kambuh lagi. Radiofrekuensi Ablasi (RFA) Tindakan ini saat ini dirasa paling efektif dan efisien. Saraf sumber rasa nyeri dipanaskan dengan alat yang memancarkan gelombang setara dengan gelombang radio AM. Hasilnya ujung saraf dimatikan sehingga tak menghantarkan rasa sakit. “Ibaratnya kita mematikan sekring agar listrik tidak mengalir,” kata dr Mahdian. Pasien tentu saja akan menjalani proses pembiusan sebelum tindakan radiofrekuensi ablasi. Beberapa kelebihan dari tindakan RFA misalnya: Lebih murah dibanding dengan operasi terbuka. Penanganan lebih cepat, hanya 15-30 menit. Tanpa rawat inap. Risiko kekambuhan dan nyeri muncul lagi lebih lama. Rasa sakit pasienbisa berkurang sampai 80 persen dan berangsur menghilang. (TM/berbagai sumber)

Untuk Penderita Sakit Punggung, Hindari 3 Gerakan Olahraga Ini

Olahraga yang harus dihindari untuk penderita sakit punggung

JAKARTA — Para ahli mengatakan istirahat secukupnya untuk penderita sakit punggung sangat dianjurkan, lalu bagimana dengan olahraga? Tapi istirahat yang dimaksud bukan berlama-lama bed-rest yang membuat otot punggung semakin tegang, tak lentur dan sakit. Lalu aktivitas fisik dan olahraga bagimana yang dianjurkan dan tidak? Sakit punggung diketahui sebagai kondisi paling mudah dan sering ditemui di masyarakat. Sebab dan tingkat kedaruratannya memang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Mulai dari sekadar karena kadar kolesterol dalam darah yang meningkat, postur yang salah, sampai adanya masalah syaraf kejepit atau Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Termasuk sakit punggung bawah yang mungkin dalam kasus ringan bisa hilang dalam beberapa hari, pekan atau bulan. Tapi selama pemulihan punggung tetap harus dijaga kesehatan, kelenturan dan kekuatannya. Salah satunya dengan olahraga. Namun ada beberapa gerakan olahraga yang tak lagi dianjurkan untuk mereka yang sudah terserang sakit punggung. Hindari tiga gerakan olahraga berikut untuk penderita sakit punggung, agar tidak semakin berat hingga tak kunjung sembuh.   “Olahraga perlu untuk sakit punggung khususnya di bagian bawah — tapi tidak semua olahraga memberi keuntungan,” demikin dikutip dari halaman webmd. “Semestinya semua perasaan tak nyaman saat Anda mulai latihan bisa hilang begitu otot lebih kuat. Tapi jika rasa nyeri terus muncul selama lebih dari 15 menit saat latihan, berhentilah dan segera memeriksakan diri ke dokter.” Untuk Penderita Sakit Punggung, Hindari Gerakan Olahraga Memegang Ibu Jari Kaki Dalam kondisi normal berlatih kelenturan dengan berdiri dan mencoba memegang ibu jari kaki mungkin tak masalah. Tapi sebenarnya gerakan ini akan menambah tekanan bagi bantalan tulang/ diskus dan ligamen di tulang belakang. Gerakan olahraga ini akan memaksa otot punggung bawah dan hamstring untuk meregang lebih jauh sehingga bertambah nyeri. Sit Ups Orang biasanya melakukan sit-ups untuk menguatkan otot perut, tapi banyak orang cenderung menggunakan otot pinggul saat melakukannya. Ini akan membuat sakit punggung bawah semakin terasa karena ada tekanan yang lebih besar juga untuk otot dan disk yang berhubungan dengan tulang belakang. Mengangkat kaki Seperti sit-ups, orang biasanya melakukan gerakan mengangkat kaki untuk menguatkan otot perut. Tapi gerakan ini yang dilakukan sembari telentang akan memberi beban bagi punggung. Lalu saat mengangkat kedua kaki pada waktu bersamaan akan sangat berat bagi otot perut jika belum cukup kuat. Akibatnya beban ditimpakan pada tulang punggung bawah. Anda sebenarnya tetap bisa melakukan ini dengan cara yang lebih aman. Angkat kaki secara bergantian, dengan kaki yang lain di posisi menapak ke lantai dengan lutut yang di tekuk.   Intinya apapun yang Anda rasakan tetaplah berusaha aktif bergerak dan olahraga. Tapi pastikan pilihan olahraga Anda cukup aman dan sesuai dengan anjuran atau hasil konsultasi dengan dokter. (TM)

Nyeri Leher dan Risiko Memilih Helm yang Salah

Nyeri leher karena helm

JAKARTA — Saat ini penggunaan helm bagi pengendara motor sudah jadi keharusan. Soal helm padahal bukan hanya soal aturan, tapi juga soal keamanan dari risiko cedera akibat kecelakaan. Selain itu masih ada satu masalah lagi. Nyeri leher karena helm juga bisa terjadi jika salam memilih jenis helm yang semakin membebani leher. Helm yang baik bisa melindungi pengendara motor, mengurangi risiko cedera tulang leher. Demikian kata para peneliti dari Departement of Neurological Surgery, University of Wisconsin Hospitals and Clinics. Tapi kata peneliti juga ada jenis helm yang tak cukup melindungi pengendara dari cedera. Penelitian ini dipublikasikan secara online pada Maret, 2018 di Journal of Neurosurgery: Spine. Untuk penelitian tersebut, Dr. Paul Page dan koleganya menganalisa data lebih dari 1.000 orang yang cedera karena kecelakaan antara tahun 2010 dan 2015. Untuk pasien tersebut, 30 persen menggunakan helm dan 70 persen tidak. Hasilnya kasus fraktur tulang servikal terjadi pada 11 persen karena tanpa helm, dan 5 persen pengguna helm. Cedera tulang leher berbahaya karena langsung berhubungan dengan otak dan berisiko kelumpuhan bahkan juga kematian. Melihat angka tersebut penggunaan helm jadi terlihat pentingnya. Meski beberapa orang mengeluhkan penggunaan helm yang dianggap menyebabkan ketidaknyamanan karena menghalangi pandangan. Ada 3 jenis helm yang saat ini beredar di pasaran, full face, 3/4 wajah dan 1/2 wajah. Disebutkan para ahli yang full face adalah yang paling aman karena juga melindungi bagian dagu. Sebuah studi di Australia menyebutkan, cedera di bagian dagu terjadi pada 50 persen kecelakaan motor. Dianjurkan untuk menggunakan helm dengan penutup wajah untuk menghindari angin, serangga di malam hari, dan benda-benda kecil yang bisa beterbangan. Penutup wajah pada helm bisa melindungi sampai 20 persen. Namun hindari helm dengan berat berlebih, karena kepala manusia umumnya memiliki berat 4,5-5 kilogram. Tambahan helm yang berat, meski sesuai standar keamanan akan menambah beban yang menekan tulang leher. Jaga postur yang baik selama mengendara dan menggunakan helm. Postur yang baik, akan membuat tubuh khususnya otot leher lebih kuat saat Anda menggunakan helm. Postur yang salah akan memberikan ketegangan leher hingga cedera. Latihan, olahraga dan untuk mencegah nyeri leher. Keluhan rasa tak nyaman bisa jadi karena cervical disc prolapse, cervical spondylosis dan kejang otot leher. Meski bukan disebabkan oleh helm tapi kondisi ini bisa diperburuk oleh helm. Rasa nyeri sampai lemas, kebas di lengan dan tangan. Konsultasikan dengan dokter begitu keluhan nyeri leher karena helm  seperti ini muncul. Memilih helm yang aman untuk atasi nyeri leher 1. Saat membeli cobalah kenakan di kepala pegang pinggiran helm dan goyangkan. Idealnya helm yang baik tidak akan bergerak dan tetap dikepala Anda karena memang tugasnya sebagai lapisan lain dari kepala, namun di bagian dalam tetap memberi kenyamanan. 2. Uji kejelasan pandangan Anda saat mengenakan helm. Idealnya helm tidak menghalangi pandangan mata Anda dan sifatnya juga harus ergonomis. Saat menjajal helm sebaiknya juga sembari mengendarai motor agar Anda tahu seberapa maksimal pandangan Anda saat mengenakan helm berkendara motor. 3. Beli helm yang sesuai dengan aturan dan standar keamanan tapi pilih dengan material yang lebih ringan seperti karbon fiber. Helm semacam ini mungkin harganya lebih mahal dibanding helm standar. Tapi ingatlah bahwa kepala dan kesehatan Anda lebih mahal dari apapun. 4. Pikirkan kecocokan dengan kepala Anda. Ergonomik dengan bantalan untuk mengurangi ketegangan di leher, tapi juga aman. Helm yang pas di kepala akan menjaga kepala Anda dari angin saat berkendara di malam hari juga rasa nyeri leher karena helm. Helm yang longgar akan menimbulkan goncangan saat Anda berkendara. Bahkan ada kemungkinan helm yang longgar akan terlepas saat Anda mengalami benturan jika kecelakaan. Sadar tanpa sadar jika Anda menggunakan helm yang longgar, Anda akan berusaha menahannya di kepala Anda. Inilah yang akan membuat ketegangan leher terjadi. (TM)

Cara Mengatasi Sakit Punggung dengan 6 Cara Praktis

Cara mengatasi sakit punggung

JAKARTA — Rasa nyeri menyengat di punggung saat Anda bangkit dari duduk memang sangat menganggu. Kadang tak sekadar bangkit dari duduk, gerakan paling perlahan sekalipun jika Anda sudah mengalami nyeri punggung, sengatan rasa tersebut bisa muncul lagi. Berikut beberapa cara mengatasi sakit punggung  dengan enam cara praktis. Pemeriksaan ke dokter memang jadi hal yang sangat penting dilakukan. Namun ada pemeriksaan, alternatif pengobatan dan penanganan dari dokter ada baiknya Anda mengetahui beberapa cara untuk meringankan nyeri punggung yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Siapa tahu dengan penanganan darurat rasa nyeri sedikit mereda atau mungkin hilang. Hanya saja pada akhirnya pemeriksaan dokter tetap dibutuhkan untuk menemukan sumber rasa nyeri sampai tuntas. Beberapa cara mengatasi sakit punggung darurat 1. Kompres dingin atau panas sebagai cara mengatasi sakit punggung Kadang kita merasa bingung antara apakah menggunakan kompres dingin atau panas. Intinya adalah seberapa lama nyeri itu sudah menyerang. Jika nyeri mulai muncul dalam 24-72 jam pertama, pakailah kompres dingin. Setelah nyeri muncul setelah 72 jam, pakai kompres panas. Jika Anda tak punya gel kompres Anda bisa menggunakan es batu yang dibungkus dengan handuk dan ditempatkan di bagian yang nyeri selama 15-20 menit. Jika tak ada heating pad, Anda bisa menggunakan air hangat yang ditempatkan di dalam botol. Guling-gulingkan botol hangat tersebut di bagian yang nyeri selama 10-15 menit. Kompres dingin atau panas bisa membantu untuk membuat otot jadi lebih relaks dan mengurangi rasa nyeri. Anda juga bisa melakukannya di manapun berada. 2. Perbaiki postur Anda Salah satu dari penyebab nyeri punggung adalah postur yang buruk. Postur buruk membuat otot dan tulang belakang menjadi stres, sehingga menyebabkan nyeri dan rasa tak nyaman. Contohnya saat Anda duduk berjam-jam di depat komputer, saat menggunakan ponsel, mengendarai mobil, atau duduk berjam-jam di kursi yang tak nyaman. Anda dapat mengatasinya dengan: menempatkan bantal yang tak terlalu keras atau lembut di antara punggung bawah dan kursi saat duduk. Ada baiknya Anda menggunakan alas tidur yang luas dan baik untuk mencegah punggung dari serangan kram. Pegang perut seperti ingin memegang tulang belakang dari arah perut. Cara ini akan mengembalikan posisi perut dan otot punggung ke postur idealnya. Pastikan kaki Anda menampak di permukaan lantai dan lutut serta pinggul menekuk 90 derajat saat duduk. 3. Mengangkat benda dengan benar Saat mengangkat benda dari lantai, gunakan lekukan kaki dan bukan membungkuk dengan punggung Anda. Kita semua tanpa sadar sering melakukan kegiatan mengangkat benda dengan cara yang salah, yakni dengan membungkukkan punggung. Cara yang salah ini bukan hanya berisiko bagi kesehatan punggung bawah dan juga pinggul. Perhatikan juga beberapa cara mengatasi sakit punggung berikut : -Lihat apa yang akan Anda angkat. Bisakan Anda melakukannay sendiri atau Anda membutuhkan bantuan. -Jika harus mengangkatnya sendiri lakukan dengan jarak kaki kanan dan kaki kiri lebih lebar. -Lekukkan lutut dalam posisi squat, dengan punggung lurus saat mengangkat barang. -Pastikan beban terbagi rata di antara dua kaki sebelum Anda bangkit ke posisi normal dan objek sudah terangkat di tangan Anda. 4. Stretch atau peregangan Seperti disebutkan sebelumnya, duduk dalam posisi yang sama dalam waktu lama bisa menyebabkan rasa nyeri. Apalagi dalam posisi duduk yang salah. Duduk dalam waktu lama bisa dampak buruk bagi kesehatan punggung secara keseluhan sekaligus pada sistem pembuluh darah di jantung. Setelah duduk selama satu jam, bangkitlah dan lakukan perenggangan sebagai berikut. – Peregangan hamstring saat duduk. – Duduklah agak di ujung kursi. Luruskan kaki dan gerakkan telapak kaki lurus lalu tarik ke arah atas. – Perlahan cobalah sentuk ujung kaki kanan dengan tyangan kanan dengan posisi kaki tetap lurus. Jangan tekuk lutut Anda. Lakukan selama 30 detik. – Perlahan kembali ke posisi duduk – Lakukan untuk sisi kiri. – Lakukan peregangan dengan mendekatkan lutut ke dada yang bisa dilukan sembari duduk atau berbaring. Peregangan saat duduk – Duduk dengan punggung lurus dan lutut menekuk – Letakan tangan kanan dan kiri di lutut kanan dan bawa ke arah dada. Tahan selama 30 detik. – Ulangi pada kaki sebelah kiri Peregangan saat tidur – Tekuk kedua lutut sembari telentang. – Letakkan kedua tangan di belakang lutut kanan dan perlahan bawa ke dada. – Tahan selama 30 detik. Ulangi untuk kaki kiri. Peregangan bagian kiri dan kanan – Bisa dilakukan saat berdiri atau duduk. – Letakkan tangan di pinggang. – Gerakan tubuh ke kiri dan kanan tahan selama 10 detik. Ulangi untuk sisi lainnya. 5. Gunakan sepatu yang tepat Menggunakan sepatu yang salah untuk waktu yang lama bisa berujung pada nyeri punggung. Hal ini terjadi karena berat tubut terbagi pada punggung, pinggul, ankle dan kaki. Jika ankle dan kaki tidak mensuport dengan baik akibat penggunaan sepatu yang salah maka berat badan hanya ditopang oleh lutut, punggung dan pinggul sehingga menimbulkan nyeri punggung. Cara mengatasi sakit punggung yang sangat dianjurkan adalah selalu mengutamakan kenyamanan dibanding gaya saat memilih sepatu. 6. Temui dokter atau fisioterapis Jika nyeri disebabkan oleh trauma seperti jatuh atau kecelakaan, segeralah temui dokter atau ahli fisioterapis. Anda mungkin akan diminta untuk melalui pemeriksaan X-Ray, MRI dan sebagainya untuk memastikan dimana sumber cedera jika ada. Jika dibutuhkan penanganan tertentu Anda akan diberikan beberapa pilihan untuk dicari yang paling sesuai dengan Anda. (TM)

Nyeri pada Lutut di Bagian Belakang, Apa Saja Kemungkinan Sebabnya

Nyeri lutut

JAKARTA — Nyeri pada lutut bukan hanya pertanda satu jenis penyakit. Ada banyak jenis nyeri yang terkiat nyeri pada lutut belakang.  Nyeri lutut terasa di bagian belakang atau tepatnya di lekukan sendi saja ada beberapa kemungkinannya. Mulai dari ketegangan otot sampai arthritis . Pastikan Anda memperhatikan jenis nyeri yang Anda alami, kata Miho Tanaka, MD karena beberapa tipe menuntut Anda segera ke ruang gawat darurat. Tanaka mengatakan tiap pengidap nyeri lutut bagian belakang harus mewaspadai penggumpalan darah, rasa kebas dan lemas di kaki, demam dan warna kemerahan di kulit yang berhubungan dengan peradangan. Sementara Steven Lyons, MD mengatakan nyeri lutut yang dialami setelah trauma besar seperti jatuh atau kecelakan mobil juga harus segera mendapat perawatan medis. Jika nyeri lutut terus menetap lebih dari satu atau dua pekan tanpa cedera inilah saatnya untuk pergi ke dokter. 1. Nyeri pada Lutut Akibat Meniskus Robek Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons, meniskus robek adalah salah satu penyebab nyeri lutut yang paling sering terjadi. Meniskus berfungsi sebagai “peredam kejutan” antara paha dan tulang kering. Penderita meniskus robek mungkin akan merasakan nyeri yang sangat tiba-tiba, rasa kaku, dan lutut seperti mengunci. 2. Arthritis dan gout Peradangan arthritis dan gout (asam urat) bisa menyebabkan rasa nyeri dibelakang lutut, seperti juga jenis arthritis lainnya. Osteoarthritis (OA) adalah tiap yang paling banyak terjadi. Pada OA terjadi tulang rawan atau bantalan antar sendi rusak. Psoriatic arthritis juga berkontribusi pada nyeri lutut seperti juga penyakit otoimun lain seperti lupus dan Rheumatoid Arthritis (RA), menurut National Psoriasis Foundation dan Johns Hopkins Medicine. 3. Kista Baker Dinamai berdasarkan ahli bedah yang bernama William Morrant Baker. Dr.Lyons menjelaskan kista Baker adalah kumpulan dari carian yang bergerak dari depan lutut ke arah belakang lalu bertemu dengan masalah arthritis atau meniskus yang robek. Dr.Tanaka menambahkan bahwa kista Baker adalah tanda awal adanya masalah lutut dan bisa membuat tak nyaman. “Kista ini biasanya bisa hilang sendiri dengan manajemen penyembuhan yang juga menyasar pada sumber radang, mengobati arthritis dan sebagainya,” katanya. 4. Ketegangan atau kram betis dan urat lutut (hamstring) Aktivitas tiba-tiba dan terlalu banyak bergerak menjadi penyebab utama nyeri di bagian paha atau hamstring, menurut Dr. Tanaka. Gerakan seperti mendorong dan menekukkan lutut menyebabkan rasa nyeri ini. “Kedua masalah bisa ditangani dengan kompres es, istirahat, peregangan yang lembut dan obat anti-peradangan. Namun tetap harus mencari pertolongan dokter jika nyeri dan peradangan menetap,” kata Tanaka. Salah satu tandanya adalah ketika Anda tak bisa mengangkat beban dengan tumpuan lutut, maka itulah saatnya Anda harus segera ke dokter. 5. Lutut Jumper Ini adalah kondisi lutut yang cedera karena terlalu sering dipakai, demikian disebutkan Nemours Foundation. Biasanya banyak menyerang atlit dan anak-anak yang suka bergerak melompat, mendarat di permukaan yang keras dan berubah posisi dengan cepat. Akibatnya jaringan yang seperti pita di lutut mengalami cedera. Awalnya gerakan itu mengakibatkan ketegangan, robekan dan kerusakan tendon patellar atau disebut juga sebagai lutut jumper. Penderita akan merasakan nyeri, rasa kaku dan lemas. Dokter akan menyarankan istirahat, kompres es atau pembedahan dalam kasus khusus. 6. Cedera ligamen Beberapa cedera ligamen bisa menyebabkan rasa nyeri lutut di bagian belakang. Termasuk cedera di ACL (anterior cruciate ligament) atau MCL (medial collateral ligament). ACL robek adalah hal yang lumrah pada kelompok atlet. Ligamen robek atau lecet saat bergerak berputar dangan telapak kaki menapak. Sementara MCL robek saat ada hantaman dari luar ke arah lutut, memaksa lutut menekuk. Sama saja dengan jenis cedera lutut lain, cedera ACL dan MCL membutuhkan penanganan RICE: rest (istirahat), ice (es), compression (kompres) dan elevation (mengangkat organ cedera lebih tinggi dari jantung) untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan. (TM)