Sakit Lutut yang Harus Diwaspadai Penggemar Sepeda dan Lari

JAKARTA — Saat ini olahraga seperti bersepeda, berlari dan rupa-rupa atletik pada umumnya masih menjadi pilihan utama sebagian orang. Lihat saja momen Car Free Day di setiap akhir pekan di berbagai kota. Namun hobi olahraga ini selalu diintai ancaman sakit lutut. Ada berbagai jenis sakit lutut dan banyak pula penyebabnya. Tapi yang paling memiliki dobel risiko adalah para penggemar olahraga triatlon. Karena pada dasarnya mereka menggunakan lutut dengan sangat luar biasa pada aktivitasnya, mulai dari berlari, bersepeda, dan berenang. Nyeri pada pelaku olahraga ini sering kali tanpa sebab yang spesifik. Tapi meninggalkan sisa waktu pemulihan yang lebih lama. Pasalnya gerakan berulang yang dilakukan pada ketiga olah raga itu menyebabkan overuse injuri atau cedera karena terlalu banyak digunakan. Meski beristirahat bisa memulihkan sejenak, tapi tanpa penanganan yang serius pada titik penyebab rasa nyeri, pada suatu ketika nyeri itu akan kembali lagi. Di Klinik Lamina Pain and Spine Center, berbagai keluhan sakit lutut termasuk pada overuse injury bisa dicarikan alternatif solusinya. Yang menyenangkan di klinik yang kini berada di Mampang, RS. Meilia Cibubur dan RS. Bunda Menteng ini, pasien tak perlu menghabiskan banyak waktu untuk rawat jalan. Baca juga : Nyeri lutut saat squat Dengan teknologi terdepan untuk memeriksa dan menentukan diagnosisnya ditambah berbagai metode minimaly invasif lokasi nyeri, sedikitnya pasien hanya perlu menjalani tindakan yang berlangsung hanya beberapa menit saja untuk mencapai kesembuhan. Berikut dua jenis sakit lutut karena overuse dan bagaimana pencegahan dan penanganannya seperti dikutip dari triathlonmagazine: 1. Sindroma Iliotibial Band Pada nyeri ini biasanya yang dikeluhkan adalah rasa sakit yang menusuk di bagian luar lutut. Biasanya nyeri ini akan muncul paling terasa saat lutut bergerak ketika kaki menginjak pedal seped. Ketegangan pada iliotibial band (ITB) menyebabkan sindroma karena kurangnya kekuatan pada otot glutes atau gluteus medius muscle. Dengan latihan khusus untuk otot glutes bisa mencegah sindroma ITB ini. Penanganan nyeri mungkin akan termasuk juga istirahat cukup dengan kompres dingin di bagian lutut untuk mencegah inflamasi atau peradangan. Pemijatan atau pelepasan jaringan halus di ITB juga bisa efektif memulihkan sakit pada lutut akibat ITB. 2. Runner’s Knee (Sindroma Nyeri Patellofemoral) Runner’s Knee juga dikategorikan sebagai nyeri di bagian belakang atau disekitar tempurung lutut atau patella. Nyeri ini paling sering muncul saat gerakan memanjat, naik tangga, squat atau saat aktivitas seperti lari dan bersepeda. Cedera diduga merupakan hasil dari peningkatan tekanan pada sendi patellofemoral karena kombinasi berbagai aktivitas tersebut. Ketidakseimbangan otot quadriceps dan ketegangan iliotibial band. Penanganan untuk sakit ini sangat beragam, tapi yang paling mudah dilakukan adalah beristirahat dan mengurangi aktivitas yang bisa membuat lutut lebih tegang. Obat-obatan nonsteroid anti-nyeri bisa meringankan sementar. Tapi bukan untuk jangka panjang. Pemijatan dengan rolling foam untuk merilekskan diselingi dengan latihan kekuatan otot-otot ini untuk menyeimbangkan dalam jangka panjang (***)
Nyeri Sendi Lutut Dapat Dipulihkan Dengan Cepat
Nyeri sendi lutut adalah salah satu nyeri yang sangat mengganggu. Pasalnya pasti akan mengganggu aktivitas dan mobilitas penderitanya. Untungnya untuk tindakan, di Klinik Lamina Pain and Spine Center tidak membutuhkan waktu lama. Dengan berbagai alternatif yang mengutamakan tindakan minimal invasif pasien jadi tak perlu rawat inap dan bisa dilakukan dalam waktu beberapa jam saja. Kerja sama pasien juga sangat dibutuhkan. Misalnya saja usai tindakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu pemulihan nyeri sendi lutut, terlepas itu karena cedera atau radang sendi yang sebelumnya telah dialami selama bertahun-tahun. Ikuti beberapa cara berikut. NYERI SENDI LUTUT : CUKUP ISTIRAHAT Istirahat yang baik bukan yang berlebihan, tapi yang cukup. Istirahat yang terlalu banyak malah akan melemahkan otot dan akan membuat nyeri semakin dalam. Akan lebih baik untuk berusaha bergerak dengan program latihan yang dinilai aman untuk lutut Anda dan terus lakukan. Konsultasikan dengan dokter tentang gerakan yang aman dan berapa kuantitas yang diperlukan dan bisa Anda lakukan. NYERI SENDI LUTUT : BEROLAHRAGALAH Latihan kardio akan menguatkan otot yang menopang lutut Anda, sekaligus akan meningkatkan kelenturan. Demikian pula angkat beban dan peregangan. Untuk latihan kardio Anda bisa mencoba beberapa yang aman seperti berjalan, berenang, beberapa aerobik air lainnya, latihan dengan alat seperti misalnya sepeda statis. JANGAN AMBIL RISIKO JATUH Lutut yang nyeri dan tak stabil bisa jadi sebab Anda jatuh lagi yang menimbulkan masalah lutut lebih besar. Pastikan tempat tinggal dan beraktivitas sudah dilengkapi dengan pengaman, seperti misalnya pegangan di tangga, lapisan lantai agar tak licin, tangga yang nyaman untuk bergerak dan sebagainya. LAKUKAN RICE RICE adalah singkatan rest, ice, compression dan elevation. Atau istirahat, (kompres) es, dan elevasi atau meletakkan area cedera lebih tinggi dari jantung. RICE sangat baik untuk nyeri sendi lutut yang disebabkan oleh cedera minor atau pada nyeri menyengat pada arthritis. Istirahatkan lutut Anda, kompres dengan es atau air dingin untuk mengurangi pembengkakan, gunakan balutan kompres dan pastikan posisi lutut lebih tinggi dari jantung. PERHATIKAN BERAT BADAN Jika Anda kelebihan berat badan, menguranginya akan juga membantu meringankan beban yang ditopang oleh lutut. Anda tak harus bersegera mencapai berat ideal saat cedera. Ingatkan, perubahan kecil saja akan membawa perbedaan besar. JANGAN MALU MENGGUNAKAN ALAT BANTU Seperti sudah disebutkan sebelumnya, bahwa bergerak juga bisa membantu proses penyembuhan. Jadi jangan menyerah dulu. Termasuk jika harus menggunakan alat bantu seperti tongkat penyangg, kursi roda, dan sebagainya. Jangan punya perasaan berlebih seperti malu, terlalu khawatir orang lain terlalu memperhatikan Anda. Fokus saja pada kesehatan Anda sendiri dan bagaimana Anda ingin segera pulih. PILIH SEPATU YANG TEPAT Sol yang empuk akan mengurangi stres pada lutut Anda. Untuk osteoartritis lutut, dokter biasanya menyarankan sol khusus yang Anda letakkan di sepatu Anda. untuk mencari sol yang dapat tepat, bicarakan bersama dokter Anda. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Lamina Pain & Spine Center sebagai satu-satunya klinik syaraf kejepit terlengkap di Indonesia. (***)
Penyebab Sakit Punggung Disaat Bangun Pagi

Artikel ini menjelaskan beberapa penyebab sakit punggung saat bangun pagi. Bangun tidur di pagi hari mestinya jadi momen paling membahagiakan. Jika tidur Anda berkualitas seharusnya Anda bangun dengan tubuh yang bugar dan siap menjalankan segala aktivitas. Namun bagi pengidap sakit punggung kenyataan tak seindah harapan itu. Mereka sering kali terbangun dengan serangan nyeri tak tertahankan. Pada orang yang sehat, bangun pagi dengan rasa nyeri punggung bisa mengindikasikan adanya masalah mulai dari postur saat tidur, alas tidur atau matras atau penggunaan bantal. Namun bisa juga nyeri punggung adalah sebuah kondisi medis tertentu. Efek dan penyebab sakit punggung di pagi hari bisa sangat luas, bukan sekadar terganggunya mobilitas dan aktivitas. Karena itu ketahui dulu akar masalahnya lalu atasi. Di Klinik Lamina Pain and Spine Center Anda bisa mendapatkan layanan paripurna untuk segala masalah nyeri tersebut. Pemeriksaan dengan teknologi medis terdepan akan membantu mengetahui apa masalah penyebab sakit punggung Anda. Belum lagi para dokter yang sangat berkompetensi di bidangnya. Mereka akan membantu Anda dengan beberapa solusi masalah sakit punggung. Berikut beberapa masalah dan penyebab sakit punggung yang bisa menyerang di pagi hari: 1. Penyebab Sakit Punggung Karena Degenerasi Diskus Pengidap diskus degeneratif sangat mungkin bangun di pagi hari dengan sakit punggung. Semakin bertambahnya usia, diskus juga bisa menjadi aus dan lemah. Tulang belakang juga bisa jadi menyempit. Khususnya di kanal saraf lumbar. Penyempitan ini disebut dokter sebagai spinal arthritis atau penyakit diskus degeneratif. Kondisi ini bisa membuat saraf terjepit akibatnya muncul rasa nyeri, kakum dan terbatasnya mobilitas yang terutama menyerang bagian tubuh bawah atau leher. Tingkat nyeri mulai dari ringan sampai berat dan sangat mungkin menyebar ke bagian tubuh lain. Gejala yang muncul bagi pasien bisa jadi terasa berat di pagi hari adalah akibat tidur yang tak berkualitas sepanjang malam. Gejala lain termasuk : Lemas, kesemutan dan kebas di kaki dan tangan Rasa nyeri yang bisa semakin memburuk saat duduk, mengangkat benda dan membungkuk Rasa nyeri mungkin membaik saat Anda berjalan, bergerak atau berganti posisi Penanganannya termasuk : Obat-obatan nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen dan acetaminophen Kompres es atau hangat Penggunaan korset Terapi fisik Bedah minimal invasif seperti Percutaneous Endoscopy Lumbar Discectomy (PELD) 2. Fibromialgia Sakit punggung dan kekakuan adalah gejala yang biasa terjadi pada pengidap fibromialgia. Ini adalah penyakit kronis yang bisa menyebabkan rasa nyeri, sakit dan rasa lembek di beberapa bagian tubuh. Gejala lain dari fibromialgia : Kelelahan Sulit tidur Masalah memori dan konsentrasi yang sering disebut sebagai ‘fibro fog’ Masalah di usus besar Sakit kepala Kebas dan kesemutan di lengan dan kaki Penanganan fibromialgia tergantung pada gejala setiap orang. Tapi umumnya mencakup : Penggunaan pereda nyeri. Perubahan gaya hidup, mulai dari berolah raga kembali, makan sehat dan menyesuaikan lingkungan kerja jika memungkinkan. Pemanasan atau stretching sebelum bangkit dari tempat tidur, seperti menarik lutut ke dada saat telantang. Mandi air hangat segera setelah bangun dari tempat tidur untuk membantu sirkulasi dan melepaskan kekakuan otot. Sebelum tidur pastikan kamar tidur dalam suhu yang nyaman. Gunakan bantal yang bisa meminimalkan tegangan di punggung saat tidur. Bangun dari tidur dengan perlahan untuk mencegah kekejangan pada punggung. 3. Postur Buruk Saat Tidur Penyebab Sakit Punggung Terbanyak Postur yang buruk saat tertidur juga bisa mengakibatkan rasa tegang di punggung, pinggang dan leher. Memang tak selalu penting bagi seseorang untuk mengubah posisi tidurnya. Tapi penderita nyeri lambung bisa menggunakan bantal sebagai penyokong posisi tidur agar nyaman. 4. Matras Atau Alas Tidur Tidak Nyaman Matras yang tak mendukung penuh berat badan seseorang bisa memicu rasa nyeri saat terbangun dari tidur. Pabrik kasur biasanya menyarankan Anda mengganti alas tidur setiap 10 tahun sekali. Salah satu tanda matras Anda harus ganti adalah adanya bentuk pada permukaan kasur karena tekanan berat badan di mana biasanya Anda tidur. Belilah alas tidur yang nyaman dan mendukung penuh tubuh Anda. Untuk pengidap sakit punggung alas tidur yang menengah kekerasannya. 5. Kapan Harus Menemui Dokter Sakit Punggung Seperti yang ada dari Medical News Today, pengidap sakit punggung harus segera menemui dokter saat nyeri tak juga hilang setelah beberapa waktu atau ada masalah dengan sesak nafas. Demikian pula dengan penderita sakit punggung di bagi hari yang tak kunjung membaik. Penderita sakit punggung juga harus segera ke dokter jika keluhan terasa dengan keluhan lain sebagai berikut: Masalah berkemih dan buang air besar. Kelumpuhan atau rasa lemah di lengan atau kaki. Nafas pendek. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Lamina Pain & Spine Center sebagai satu-satunya klinik syaraf kejepit terlengkap di Indonesia. (***)
Cara Memilih Bantal Punggung Dan Matras Untuk Kesehatan

JAKARTA — Nyeri punggung tak seperti keyakinan banyak orang yang berpikir, “dibiarkan saja, nanti juga lama-lama sembuh, paling masalah bantal” ternyata bukan perkara sepele. Meski sekali seumur hidup manusia pasti merasakannya, nyeri punggung harus ditangani dengan profesional pula. Setidaknya satu dari tiga manusia pernah merasakannya. Di Klinik Lamina Pain and Spine Center, berbagai keluhan yang berhubungan dengan nyeri dan masalah-masalah tulang belakang akan diberikan layanan paripurna. Mulai dari pemeriksaan yang teliti dengan teknologi paling mutakhir hingga pelayanan medis terbaik bersama dokter-dokter yang kompeten di bidangnya. Untuk sakit punggung kronis dan berlangsung dalam waktu yang lama usai tindakan medis pasien juga akan disarankan untuk melakukan beberapa modifikasi gaya hidup. Terutama agar proses pemulihan bisa berlangsung cepat dan maksimal. Salah satunya adalah dengan memilih alas tidur atau matras yang tepat dan pemilihan bantal yang baik. Bantal digunakan untuk mengganjal bagian tubuh seperti punggung saat pasien nyeri tidur untuk mengurangi rasa tak nyaman sepanjang malam hingga terbangun di pagi hari. MELETAKKAN BANTAL YANG IDEAL UNTUK NYERI PUNGGUNG Meletakkan bantal di bagian bawah tubuh seperti punggung tak bisa sembarangan. Pasien harus tahu bagian tubuh mana yang harus mendapat dukungan untuk mengurangi rasa nyeri. Menurut para ahli medis, posisi tidur Anda akan menentukan dimana harus meletakkan bantal. Jika Anda biasa tidur telentang, maka peletakan bantal yang baik adalah di leher, pinggang belakang dan lutut. Ini akan membuat tulang belakang Anda berada dalam posisi lurus. Jika Anda suka tidur miring ke salah satu sisi, letakkan di antara 2 lutut, ini akan membuat pinggul, panggul dan tulang belakang satu garis lurus. Jika Anda sering tidur tengkurap, letakkan bantal di bawah panggul dan perut bagian bawah, ini akan mengurangi ketegangan di punggung Anda. Tidur tengkurap pada umumnya dianggap sebagai posisi terburuk bagi penderita sakit punggung, karena tidak memberikan dukungan untuk tulang belakang dan dapat menambah tekanan pada leher. Tetapi jika Anda tidur telungkup dan merasa tidak nyaman tidur di punggung atau samping, meletakkan bantal di bawah panggul dan perut bagian bawah mungkin lebih bermanfaat daripada memaksa diri Anda ke posisi lain. Baca juga : Nyeri punggung Jika Anda dapat menghindari tidur tengkurap, lebih baik tidur telentang atau miring karena ini akan mendukung kelengkungan tulang belakang Anda. Tidur berbaring menghadap di sisi kanan baik untuk aliran darah, karena dalam posisi ini paru-paru kiri yang lebih kecil dan lebih ringan akan bertumpu pada jantung. LATIHAN UNTUK NYERI PUNGGUNG Selain penggunaan bantal untuk menyangga bagian tubuh seperti punggung bawah dan leher. Beberapa posisi ini dapat mengurangi nyeri dibagian tubuh Anda diantaranya; Posisi Cobra Posisi latihan yang baik untuk membalikkan lekuk duduk. Berbaringlah di depan Anda dengan lengan setinggi dada. Dorong lengan Anda selurus mungkin. Ulangi 10-12 kali Latihan Twist Latihan yang baik untuk mobilitas tulang belakang. Posisikan diri Anda telentang, meremas bantal kecil di antara lutut Anda. Biarkan lutut Anda berguling ke samping sejauh yang nyaman, sambil memandang sebaliknya. Peregangan Satu Kaki Latihan yang baik untuk kekuatan dan stabilitas tulang belakang. Posisikan panggul Anda dalam posisi datar. Tarik pusar ke arah tulang belakang Anda saat menarik nafas. Jaga posisi panggul yang baik ini saat Anda meluruskan satu kaki dari Anda. masukkan kembali untuk melepas kaki yang ditekuk sambil bernapas. MATRAS YANG TAK TERLALU KERAS ATAU LEMBUT Para ahli soal tempat tidur menyarankan saat membeli matras Anda harus yakin bahwa bagian antara bahu, leher dan kepala bisa terisi dengan bantal. Agar tulang belakang dan tulang leher dalam posisi sejajar dan tidak menerima beban. “Bayangkan jika Anda duduk dan tulang leher bisa lurus dengan seluruh rangka tulang belakang, saat Anda tidur dalam posisi miring Anda tentu ingin posisi lurus ini tetap terjadi,” kata Dream. Penting juga untuk meyakinkan bahwa Anda menggunakan matras yang bisa mendukung tulang belakang dengan benar. Matras atau alas tidur yang terlalu keras bisa memberi tekanan berlebih pada area yang membuat pasien tidak merasa nyaman. Namun sebaliknya matras yang terlalu lembut tidak akan cukup memberi sokongan bagi area nyeri yang membutuhkannya. “Karenanya mereka yang mengidap sakit punggung akan lebih diuntungkan dengan matras yang padat dengan sisi-sisi yang netral,” kata Dream. (***)
Cara Menghilangkan Nyeri Pinggang Di Rumah

JAKARTA — Pernahkah Anda menemui seseorang yang mengeluhkan rasa nyeri tapi menganggap enteng masalah itu. “Nanti juga hilang,” kata mereka. Padahal rasa nyeri tak boleh dibiarkan begitu saja. Nyeri adalah sinyal bahwa ada yang salah dengan tubuh kita, salah satu jenisnya adalah nyeri pinggang dan banyak cara menghilangkan nya. “Rasa nyeri dapat meningkatkan stres dan menyebabkan gangguan hormon yang membuat penyakitnya jadi lebih berat. Karena itu nyeri harus diatasi,” kata Prof Dr Darto Satoto, SpAn, KAR, salah satu dokter ahli di Klinik Lamina Pain and Spine Center. Di Klinik Lamina yang kini memiliki cabang di Mampang, RS Meilia Cibubur dan RS Bunda Menteng akan memberikan beberapa solusi nyeri yang akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan hasil berbagai jenis pemeriksaan seperti X-ray dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Berbagai penelitian di dunia telah menyimpulkan bahwa nyeri punggung adalah penyakit kedua yang paling sering membuat orang harus pergi ke dokter. Penyakit ini juga yang paling banyak mengakibatkan disabilitas pada kelompok pekerja produktif dibawah usia 45 tahun. Meski diketahui penyebab terbesar dari nyeri punggung adalah kurang berolah raga, postur yang salah, kelemahan otot, dan sebagainya, namun beberapa kasus itu adalah indikasi dari masalah yang bisa jadi lebih serius. Jadi sangat penting untuk tidak mengabaikan nyeri punggung dan melakukan hal-hal yang membuat kondisi itu semakin parah tentunya tujuannya untuk menghilangkan nyeri, cara tersebut diantaranya : Istirahat Baring yang Terlalu Lama Cara Menghilangkan Nyeri Pinggang Terlalu lama tak aktif secara fisik dan hanya berbaring untuk istirahat dari nyeri punggung mungkin tampaknya hal yang alami. Namun ternyata tidak. Memang istirahat total selama 2-3 hari akan sangat membantu. Tapi ternyata beristirahat selama lebih dari 3 hari, justru akan memperburuk kondisi pasien dan memperlambat penyembuhan. Segera kembali ke kehidupan normal adalah cara mengurangi/ menghilangkan disabilitas dan rasa nyeri pada pinggang. Untuk itu pasien harus melakukan rehabilitasi medik sesegera mungkin untuk menguatkan punggung dan otot perut. Ini akan memberikan dukungan tambahan untuk kekuatan tulang belakang, otot perut, mempercepat pemulihan dan mencegah serangan ulang nyeri di masa depan. Pengobatan Mandiri Banyak orang yang sangat bergantung pada obat anti nyeri dan obat-obatan rumah an. Keduanya tidak diresepkan oleh dokter. Ini membuktikan hal tersebut tidak terlalu efektif dalam jangka panjang dan malah hanya akan menunda pengobatan yang semestinya. Menggunakan obat anti nyeri dalam jangka panjang memang bisa menekan rasa nyeri, tapi bukan cara menghilangkan penyebab sakit pinggang. Belum lagi penggunaan dalam jangka panjang obat anti peradangan non steroid bisa berdampak luka saluran pencernaan, pendarahan dan sebagainya. Karenanya dianjurkan hanya menggunakannya dengan resep dokter. Secepat Mungkin Melakukan Pemeriksaan dengan MRI Banyak perawatan tulang belakang seperti MRI & sinar-X tidak cukup untuk mendiagnosis penyebab nyeri. Ketika pasien memiliki gejala khusus tertentu atau dan tidak boleh dilakukan secara rutin untuk nyeri punggung bawah. Tidak disarankan untuk menjalani investigasi yang tidak perlu setelah satu atau dua episode nyeri punggung. Sangat penting untuk menemui dokter rehabilitasi tulang belakang khusus untuk diagnosis fungsional. Mengabaikan Nyeri Punggung yang Datang Lagi Meskipun, nyeri punggung bawah mungkin membaik dalam beberapa minggu, nyeri punggung yang berlangsung lama tidak boleh diabaikan. Perhatikan rasa sakit dan pergi ke spesialis tulang belakang, terutama jika sakit punggung Anda bertahan lebih dari enam minggu meskipun sedang menjalani perawatan. Dengan diagnosis yang benar, Anda dapat memulai olahraga yang tepat yang akan meminimalkan rasa sakit di masa depan. (***)
Makanan Untuk Kesehatan Saraf Yang Baik Pada Penderita Nyeri

Kali ini kita akan membahas makanan untuk kesehatan saraf, ini penting bagi Anda penderita nyeri atau syaraf kejepit. Selama lurang lebih 3 tahun ini Lamina Pain and Spine Center banyak menangani masalah nyeri yang berhubungan dengan tulang belakang dan syaraf. Termasuk nyeri syaraf kejepit yang melibatkan syaraf utama tulang belakang manusia. Masalah kesehatan syaraf di sebabkan banyak hal, pilihan terapi yang dapat dilakukan juga beragam. Semua tergantung pada kondisi kesehatan pasien dan hasil konsultasi yang mengarah pada diagnosis pasti oleh dokter. Selain tindakan yang melibatkan teknologi paling mutakhir sehingga semakin minimal invasive, para dokter mungkin juga akan menyarankan modifikasi gaya hidup dan perubahan pola makan pasien. Contohnya pada para pengidap kesehatan syaraf seperti nyeri saraf kejepit. Masalah syaraf adalah keluhan yang sangat umum terjadi untuk orang-orang dewasa akhir-akhir ini, gaya hidup sedentary merupakan faktornya. Penyebabnya bisa karena osteoarthritis atau spondylolysis yang selanjutnya menyebabkan penekanan pada saraf. Seperti diketahui struktur tulang, sendi dan diskus terhubung di leher dan keseluruhan postur tubuh. Nyeri syaraf kejepit di leher sebagian besar terjadi karena tulang dan tulang rawan yang aus karena penuaan. Kekerapan terjadinya nyeri syaraf kejepit tergantung pada berbagai faktor dan penanganannya juga sangat beragam. Selain terapi yang tepat konsumsi makanan tertentu baik untuk kesehatan saraf Anda, diantaranya; Baca Juga : Vitamin Saraf Tulang Belakang Makanan Yang Baik Untuk Kesehatan Saraf Manusia banyak berhutang pada alam untuk mendapatkan nutrisi dari makanan yang bisa membuat tulang kita tetap sehat dan bagus. Memilih makanan sehat yang tepat bisa penting untuk kesehatan saraf Anda. Faktanya, kekuatan jaringan ikat dan saraf bisa membantu mengurangi nyeri dan peradangan. Jadi, berikut beberapa makanan sehat yang bisa Anda masukan untuk diet untuk meningkatkan kepadatan mineral tulang dan memperbaiki kesehatan saraf tulang Anda. Air Untuk Kesehatan Saraf Selain Makanan, Air penting untuk menjaga kesehatan tubuh, sehingga tetap terhidrasi, ini adalah kunci besar dari gaya hidup sehat secara keseluruhan termasuk saraf. Jika tubuh tak cukup mengandung cairan, nyeri otot dan masalah saraf mengancam. Ketika tubuh cukup mengandung cairan untuk sumber makanan, ini akan membuat kesehatan otot dan saraf berfungsi normal. Magnesium Sumber Makanan Untuk Kesehatan Saraf Para dokter banyak yang menganjurkan konsumsi cukup magnesium untuk mendapatkan tulang dan rangka tubuh yang lebih baik termasuk menjaga kesehatan saraf. Defisiensi magnesium di tubuh bisa menyebabkan nyeri saraf kejepit, nyeri otot dan otot tegang. Magnesium adalah mineral esensial yang membantu proses relaksasi dan kontraksi otot. Magnesium banyak ditemukan di kacang kedelai, gandum utuh, buah dan sayuran. Pria dewasa setidaknya mengonsumsi 400 miligram dalam sehari, dan wanita setidaknya 320 miligram. Makanan Kaya Antioksidan Dan Serat Antioksidan dan serat mengandung anti-peradangan juga. Nutrisi ini membantu mengurangi peradangan di tubuh. Mengonsumsi zat anti-peradangan bisa membantu meredakan rasa nyeri da mengurangi peradangan di dalam otot dan saraf. Kedua zat ini juga berfungsi menenangkan sekaligus menguatkan tubuh. Makanan Tinggi Kalsium Dan Vitamin D Menjaga tulang tetap kuat dan sehat adalah langkah penting untuk meringankan nyeri syaraf kejepit. Konsumsilah cukup kalsium dan vitamin D untuk mencapainya. Kalsium akan membantu meningkatkan kekuatan tulang, sementara vitamin D membantu penyerapan kalsium ke tubuh. Direkomendasikan kalsium untuk dewasa adalah antara 1000-1500 miligram dan vitamin D sekitar 400-800 IU per hari. Asam Lemak Omega 3 Asam lemak ini banyak ditemukan di ikan seperti salmon, sarden dan makarel. Konsumsi asam lemak omega 3 membantu menurunkan kadar kimiawi penyebab peradangan di tubuh. Jika Anda tak suka makan ikan, alternatifnya adalah suplemen makanan sehat yang berisi asam lemak ini. Faktanya flaxseed, sayuran hijau daun dan kacang walnut juga banyak mengandung asam lemak omega 3, yang bisa memperbaiki kesehatan tulang. Hindari Makanan Berikut Untuk Tingkatkan Kesehatan Saraf Selain makanan untuk sakit leher yang harus dikonsumsi. Sebenarnya ada pula makanan untuk kesehatan saraf yang harus dihindari jika Anda ingin mencegah gangguan pada syaraf seperti syaraf kejepit. Terutama adalah makanan-makanan yang memicu peradangan berat, seperti diantaranya; Lemak jenuh dan asam arachidonic adalah sebagian dari jenis zat yang bisa memicu peradangan juga di tubuh. Zat seperti ini biasanya banyak ditemukan di daging dan produk susu. Karenanya konsumsi makanan sehat berbasis susu terlalu banyak bisa menyebabkan peradangan. Pengidap nyeri syaraf kejepit juga wajib sama sekali menghindari makanan yang diproses seperti sosis, mi instan dan sebagainya. Sebagian kecil dari masalah tulang yang lemah dan rapuh adalah konsumsi alkohol dan kecanduan merokok. Alkohol bisa melunturkan magnesium dan kalsium di tubuh melalui urin, sementara rokok bisa merapuhkan tulang. Kebutuhan nutrisi yang terpenuhi sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang belakang. Seseorang yang telah mengidap nyeri tulang leher semestinya mulai disiplin dengan kebiasaan hidup dan pola makan mereka. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Lamina Pain & Spine Center sebagai satu-satunya klinik syaraf kejepit terlengkap di Indonesia. (***)
Manipulasi Tulang Belakang Terbukti Atasi Nyeri Punggung

JAKARTA — Sejak bulan lalu ada terapi baru di Klinik Lamina Pain and Spine Center. Dengan meja Manuthera, pasien sakit punggung bisa mendapatkan terapi rehabilitasi medik untuk manipulasi sendi, mobilisasi sendi, manipulasi tulang belakang. Mobilisasi tulang belakang ini dilakukan dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan. Tapi Anda, penderita masalah nyeri punggung tak bisa serta merta datang dan meminta terapi ini. Harus ada diagnosis dokter dulu. Harus ada hasil pemeriksaan terlebih dahulu jika memungkinkan dengan hasil X-Ray dan MRI dan hasil pemeriksaan dokter spesialis nyeri atau dokter spesialis saraf. MANIPULASI TULANG BELAKANG DENGAN MANUTHERA Di Klinik Lamina Anda bisa menemui Dr Mahdian Nur NasutiOn SpBS dan Dr. Dr. Yossi Yudha, SpBS. Untuk rehabilitasi medik, Anda bisa menemui Dr Sri Wahyuni, SpKFR praktek setiap hari Senin sampai dengan Sabtu pukul 11.00 sampai selesai di Klinik Lamina Mampang, Jakarta Selatan. Manipulasi spinal atau tulang belakang sebagai sebuah bagian dari terapi rehabilitasi medik memang tak selalu secara rutin direkomendasikan sebagai tindakan inti untuk nyeri punggung. Tapi sebuah riset membuktikan cara ini mungkin berhasil untuk intervensi, sehingga tak salah jika dokter menganjurkannya. Berdasarkan data dari 47 penelitian yang diikuti total oleh 9.211 orang yang rata-rata berusia paruh baya, terbukti manipulasi tulang belakang meringankan nyeri punggung bawah. Setara dengan olahraga, penggunaan obat anti-peradangan non-steroid dan anti-nyeri. Manipulasi tulang belakang juga tampaknya lebih baik untuk memperbaiki fungsi tubuh dalam jangka pendek. “Saat ini manipulasi spinal dianggap sebagai tahap kedua atau tindakan pilihan berdasarkan petunjuk medis internasional,” kata kepala penulis penelitian Sidney Rubinstein dari Vrije Universiteit, Amsterdam. “Hasil penelitian menyebutkan manipulasi spinal setara dengan terapi lain yang direkomendasikan, dan bisa dipertimbangkan sebagai pilihan terapi.” Nyeri punggung bawah adalah salah satu penyebab disabilitas dan sebab kunjungan pasien dewasa tertinggi ke dokter. Keluhan bisa berlangsung selama beberapa pekan. Namun jika nyeri terus berlangsung, berkonsultasi dengan dokter adalah keharusan. Di sini manipulasi spinal bisa dilakukan beriringan dengan pengobatan seperti anti-nyeri atau relaksan otot, kompres panas, olah raga dan terapi fisik lain. Manipulasi spinal sering dilakukan oleh ahli chiropraktik tapi juga bisa dilakukan oleh ahli fisioterapis. Tindakan yang dilakukan termasuk menggerakkan sendi, pemijatan, dan latihan gerak lainnya. Di Klinik Lamina hal ini dilakukan dengan produk Manuthera yang baru ada dua buah di Indonesia, satu di Klinik Lamina Mampang satu lagi di Klinik Lamina RS. Cibubur. FUNGSI MANIPULASI SPINAL Manipulasi tulang belakang didesain untuk mengurangi tekanan pada sendi dan mengurasi peradangan. Misalnya terjadi pada nyeri punggung, leher, bahu dan sakit kepala. Untuk studi saat ini, para peneliti fokus pada standar emas untuk menentukan efektivitas dan keamanan perawatan medi. Uji coba terkontrol secara acak yang membandingkan hasil untuk pasien yang secara acak ditugaskan untuk perawatan tertentu atau untuk pengobatan palsu atau tanpa perawatan sama sekali. Manipulasi spinal bekerja lebih baik untuk menghilangkan rasa sakit daripada intervensi yang tidak direkomendasikan seperti pijatan jaringan ringan. Demikian hasil penelitian terbaru tersebut. Salah satu keterbatasan analisis adalah bahwa studi manipulasi tulang belakang dilakukan dalam pengaturan yang berbeda, menguji teknik yang berbeda dan mengukur efektivitas intervensi ini dengan cara yang berbeda, catat para penulis penelitian. “Manipulasi spinal dapat mengurangi rasa sakit dari ketegangan otot, peradangan dan kejang pada otot-otot punggung Anda dan / atau memengaruhi cara tubuh Anda merasakan nyeri melalui otak atau sumsum tulang belakang,” kata Christine Goertz, kepala eksekutif Spine Institute for Kualitas di Oskaloosa, Iowa. “Efek samping paling umum yang dihasilkan dari manipulasi tulang belakang adalah nyeri sendi dan otot ringan atau sedang, dan / atau kekakuan,” Goertz, yang tidak terlibat dalam penelitian ini. “Gejala-gejala ini umumnya hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua hari.” (***)
Sakit Lutut pada Remaja, Kenali Penyebabnya

JAKARTA — Tahukah Anda bahwa lutut kita adalah sendi yang paling besar dan paling kuat di tubuh kita? Tapi bagi remaja organ lutut ini bisa jadi sumber sakit tak tertahankan. Nyeri lutut sering terjadi karena terlalu banyak dipakai. Dalam hal ini istirahat total seringkali dibutuhkan untuk pemulihan yang sempurna. Tapi jika nyeri lutut sudah diikuti dengan pembengkakan, kekakuan hingga tak bisa digerakkan, tidak stabil hingga mengganggu kegiatan sehari-hari, ini waktunya memeriksakan diri ke dokter. Lutut terdiri dari ujung bawah tulang paha, ujung atas tibia (tulang kering) dan patella (tempurung lutut). Patella melindungi bagian depan lutut. Saat lutut ditekuk dan diluruskan, patella meluncur ke atas dan ke bawah tulang paha dalam alur. Ujung-ujung tulang di belakang patella ditutupi dengan tulang rawan, yang melindungi tulang selama gerakan lutut. Tepat di bawah patella ada lapisan lemak kecil yang bertindak sebagai peredam kejut. Ujung tulang anak-anak dan remaja juga memiliki tulang rawan yang dikenal sebagai lempeng pertumbuhan, di mana tulang memanjang seiring pertumbuhan anak-anak. Benjolan bertulang yang disebut tibial tubercle menutupi lempeng pertumbuhan di ujung tibia. Ketika seorang anak sudah dewasa penuh, lempeng pertumbuhan mengeras menjadi tulang padat. Ligamen bertindak seperti tali kuat yang menghubungkan tulang, dan tendon menghubungkan otot ke tulang. Ketika remaja mengalami sakit lutut, biasanya terletak di depan dan tengah. Berikut empat hal penyebab nyeri lutut pada remaja: SAKIT LUTUT SINDROMA NYERI PATELLOFEMORAL REMAJA Patellofemoral Pain Syndrome (PFS), penyebab umum nyeri lutut pada atlet muda, adalah cedera yang terlalu sering terjadi akibat aktivitas yang menyebabkan tekanan atau gesekan pada tulang rawan di belakang patela. Rasa sakitnya biasanya tumpul dan pegal-pegal. Pasien mungkin juga merasakan sakit di malam hari dan setelah duduk lama. Lutut yang sakit juga bisa mengeluarkan suara saat pasien remaja menaiki tangga. PFS sering terjadi pada atlet yang berpartisipasi dalam olahraga yang melibatkan lari atau melompat, seperti bola basket, bola voli, lintasan atau lintas negara. Ini sering dimulai setelah peningkatan intensitas atau volume pelatihan. Baca juga : Sakit Lutut pada Pesepeda Orang-orang dengan kaki rata, sindroma jari kaki merpati atau ‘knock-knee’ (kondisi di mana lutut bentuknya saling menempel saat kaki diluruskan sehingga membentuk huruf X), mungkin berisiko lebih tinggi untuk PFS karena kondisi ini dapat memengaruhi cara patella melacak geraknya. Atlet dengan otot hamstring dan paha depan yang ketat atau lemah juga mungkin berisiko karena kondisi ini dapat mengganggu pelacakan gerak patella yang normal. PENYAKIT OSGOOD-SCHLATTER Penyakit Osgood-Schlatter atau Osgood-Schlatter Disease (OSD) adalah penyebab umum lain dari nyeri lutut pada remaja. OSD biasanya terjadi pada anak perempuan berusia 10 hingga 13 tahun dan anak laki-laki berusia 12 hingga 15 tahun. Penyakit ini mempengaruhi hingga 20 persen anak-anak dalam kelompok usia ini. OSD adalah peradangan area tepat di bawah lutut di mana tendon patella menempel pada tibia. Dengan aktivitas tertentu, otot paha depan menarik tendon patella. Pada gilirannya, tendon menarik pada tuberkulum tibialis yang menutupi lempeng pertumbuhan. Traksi atau tarikan berulang ini menyebabkan peradangan pada lempeng pertumbuhan. Gejala utama OSD adalah rasa sakit di tempat ini selama aktivitas yang melibatkan berlari, melompat dan berlutut, atau setelah jatuh. Sekitar sepertiga pasien memiliki gejala di kedua lutut. Kondisi ini biasanya hilang setelah atlet melewati masa pertumbuhan. TENDONITIS PATELLA PENYEBAB SAKIT LUTUT REMAJA Sering juga disebut ‘lutut pelompat’ (jumper’s knee) cedera atau peradangan pada tendon yang menghubungkan patella ke tibia. Ini adalah cedera yang sering dialami para atlet, terutama mereka yang bermain bola voli dan bola basket. Seiring waktu, rasa sakit dapat memburuk dan mengganggu gerakan sehari-hari seperti menaiki tangga atau bangkit dari kursi. ILLIOTIBIAL BAND FRICTION SYNDROME (ITBS) Tidak selalu menyerang bagian depan dan tengah lutut, pada Iliotibial Band Friction Syndrome (ITBS) adalah penyebab paling umum dari nyeri lutut pada sisi luar (lateral) dari patella. ITBS biasanya memengaruhi atlet yang terlibat dalam olahraga yang membutuhkan berlari terus menerus atau fleksi dan ekstensi lutut berulang seperti pelari jarak jauh dan pengendara sepeda. SOLUSI SAKIT LUTUT REMAJA Langkah pertama dalam penanganan dan pengobatan nyeri lutut pada remaja adalah menghindari aktivitas yang menyebabkan rasa sakit. Dokter akan menegakkan diagnosis berdasarkan gejala pasien dan pemeriksaan fisik, namun pemeriksaan X-Ray dan MRI (Magnetic Resonance Imaging) juga kadang dibutuhkan untuk pendukung. Langkah selanjutnya tergantung pada diagnosis. Untuk sebagian besar masalah karena terlalu sering digunakan, seperti PFS atau OSD, pasien dapat pulih dengan istirahat, kompres dingin atau es dan kegiatan berdampak rendah seperti berenang dan bersepeda dengan resistensi rendah. Jika gejalanya lebih parah, atau tidak membaik, remaja mungkin dirujuk ke spesialis ortopedi atau kedokteran olahraga. (***)
Manuthera 242 Rehabilitasi Medik Spine Teknologi Mutakhir

JAKARTA — Rehabilitasi medik menjadi kata kunci penting dalam perjalanan pasien mengatasi rasa nyeri. Baik yang mengalami nyeri dalam derajat sangat ringan hingga cukup menjalani terapi obat dan fisioterapi. Maupun mereka yang telah menjalani tindakan medis, invasif ataupun non-invasif. Tujuan utamanya adalah untuk mengembalikan kemampuan gerak dan fungsi tubuh usai tindakan dan pengobatan, salah satunya dengan manuthera 242. Salah satu bagian yang penting dari rehabilitasi medik adalah terapi manual. Dalam hal ini terapi manual seperti juga yang tersebut dalam “the Orthopaedic Manual Physical Therapy Description of Advanced Specialty Practice’. Diartikan sebagai pendekatan klinis yang memanfaatkan teknik-teknik tertentu, meski tak hanya terbatas pada manipulasi / mobilisasi yang digunakan dokter rehabilitasi medik untuk membantu mendiagnosis dan merawat struktur jaringan lunak dan sendi. Terapi manual secara umum bermanfaat untuk, meredakan nyeri, meningkatkan rentang atau luasan pergerakan. Mengurangi peradangan jaringan lunak, memperbaiki relaksasi, memfasilitasi gerakan dan meningkatkan fungsi organ. Ada beberapa bentuk terapi manual. Misalnya manipulasi sendi, mobilisasi sendi, manipulasi tulang belakang, mobilisasi tulang belakang, pemijatan dan fisioterapi. Khusus untuk kasus-kasus tulang belakang seperti yang banyak ditangani di Klinik Lamina Pain and Spine Center, rehabilitasi medik untuk mengatasi nyeri ini dianggap sangat penting bagi kesehatan pasien. Itulah kenapa di Lamina Rehab dihadirkan teknologi Manuthera 242 satu-satunya di Indonesia. Saat ini Dr Sri Wahyuni SpKFR yang menangani masalah ini mulai berpraktek setiap hari di Klinik Lamina Mampang. Setiap hari Senin-Sabtu pukul 11.00 sampai dengan selesai, dibantu juga oleh Dr Ibrahim Agung SpKFR. Manuthera Lojer 242 Untuk mendapatkan layanan rehabilitasi medik ini, pasien harus memiliki dasar berupa hasil pemeriksaan dan penilaian dokter atas keluhannya. Dokter rehabilitasi medik kemudian akan membuat dan mengevaluasi program terapi yang dibutuhkan. Program yang dimaksud bisa jadi mencakup traksi tulang belakang dan panggul, pemijatan, terapi kompres panas dan dingin dan stimulasi otot dengan listrik dan latihan peregangan. Yang menarik dari layanan rehabilitasi medik adalah adanya produk Manuthera Lojer 242, yang baru ada pertama kali di Indonesia di dua Klinik Lamina yaitu di Klinik Lamina Mampang dan Klinik Lamina di RS Meilia, Cibubur. Dalam pertemuan para ahli fisioterapi, tulang belakang dan sendi di RS Melia, Cibubur beberapa waktu lalu, Dr. Hakim Hassan, ahli ortopedik dan osteopat dari Klinik Ostheopati Finlandia, mengatakan dia yakin bahwa di dunia tak akan ada teknologi yang lebih canggih dari alat terapi karyanya dan beberapa rekananannya ini. Menurut dokter yang kini berdomisili di Muscat, Oman itu secara umum Manuthera bisa digunakan untuk terapi manual beberapa masalah tulang belakang dan disfungsi sendi. “Otot punggung bawah sering membawa masalah karena kurang bergerak, peregangan dan diajak beraktivitas. Padahal otot ini sudah semestinya digerakkan secara rutin setiap hari,” kata Dr. Hakim. Manuthera meja terapi dengan 4 ‘sendi’ ini memiliki gerakan yang sangat ergonomis yang bisa memudahkan dan membuat pasien sekaligus terapis merasa nyaman. Gerakannya sangat lembut lebih seperti gerakan tubuh manusia dan bukan robot atau mesin dengan dua motor yang bisa bergerak secara sinkron berdasarkan struktur teknologi tinggi. Baca juga : Radiofrekuensi ablasi “Dengan Manuthera pasien bisa digerakkan dengan lembut sesuai dengan kebutuhan terapi dan posisi anatomik yang ingin dilatih. Mobilisasi bisa dilakukan dengan 3 dimensi menggunakan traksi, fleksi, lateral fleksi dan rotasi menggunakan gravitasi,” kata Dr. Hakim sembari mempraktekkan penggunakan Manuthera. Kelebihan Manuthera Manuthera 242 bisa digunakan dengan beban berat tubuh pasien sampai 250 kilogram. Tak heran karena baja yang digunakan untuk produk Lojer ini dibuat di Finlandia. Semua komponen diproduksi sendiri oleh Lojer dan hanya untuk produk Lojer yang hanya diproduksi di negara tersebut. Menjalani rehabilitasi medik untuk mencapai kesembuhan total juga harus dibarengi dengan perubahan gaya hidup pasien. Mulai dari menjaga postur saat berdiri, duduk, bergerak, dan tidur, mengetahui cara atau teknik mengangkat barang dengan benar, memiliki area kerja yang ergonomis, menjaga berat badan ideal serta tidak merokok. (***)
Jangan Khawatirkan Stenosis Spinal Klinik Lamina Adalah Solusinya

JAKARTA — Stenosis spinal adalah kondisi menyempitnya ruang di antara tulang belakang. Akibatnya terjadi tekanan di saraf di tulang belakang. Kondisi ini lebih sering terjadi di bagian leher dan punggung bawah. Stenosis spinal adalah yang paling sering disebabkan oleh perubahan karena penuaan di tulang belakang yang berhubungan dengan osteoarthritis. Tipe stenosis tergantung pada di bagian tulang punggung mana kondisi itu muncul. Bahkan mungkin saja orang mengalami stenosis di dua bagian sekaligus. Dua jenis stenosis spinal yang paling sering terjadi adalah stenosis servikal dan stenosis lumbar. Beberapa pengidap stenosis mungkin tak menunjukkan gejala. Sementara yang lain mungkin merasakan nyeri, kesemutan, kebas dan lemah otot. Gejala tersebut juga bisa memburuk seiring waktu. Gejala tersebut sangat beragam tergantung lokasi stenosis dan saraf yang terpengaruh. Gejala Spinal Stenosis Adalah Di leher (tulang servikal): Rasa lemas, kebas dan kesemutan di tangan, lengan, kaki dan telapak kaki. Masalah dalam berjalan dan keseimbangan badan. Nyeri leher. Dalam beberapa kasus, disfungi kandung kemih dan usus besar. Di punggung bawah (lumbar) Kebas atau tingling di kaki sampai telapak kaki Rasa lemah di kaki. Nyeri atau kram di salah satu atau kedua kaki saat berdiri terlalu lama atau saat berjalan. Kondisi ini biasanya agak sedikit pulih saat Anda menekuk lutut atau duduk. Nyeri punggung Sebagian besar pengidap stenosis berusia lebih dari 50 tahun, meski juga bisa muncul pada mereka yang beusia muda. Tindakan tergantung pada lokasi stenosis spinal terjadi dan tingkat keparahan gejala adalah salah satu indikasinya. Tindakan yang bisa dilakukan untuk stenosis spinal adalah: Obat-obatan seperti pereda nyeri, antidepresan untuk mengurangi nyeri kronis, antikejang dan mengurangi nyeri karena saraf yang rusak dan untuk pereda nyeri dalam waktu pendek. Injeksi steroid dan/atau terapi fisik juga penting untuk sebagian orang. Pembedaha mungkin dipertimbangkan untuk dilakukan jika pengobatan dan tindakan lain tidak menolong atau jika kondisi membuat Anda semakin tidak berfungsi pada aktivitas sehari-hari. Bicarakan dengan dokter Anda tentang pengobatan terbaik yang bisa Anda dapatkan. Misalnya dengan para dokter ahli kami di Klinik Lamina Pain and Spine Center. Usia Lanjut Lebih Rentan Stenosis spinal karena kondisi degeneratif yang menyebabkan penyempitan pada kanal di ruas-ruas tulang belakang adalah tempat terletaknya saraf tulang belakang. Jika terjadi di leher sebutannya adalah stenosis servikal, di punggung bawah disebut stenosis lumbar. Semua kondisi ini jarang terdiagnosis sebelum berusia 60 tahun. Menyempitnya kanal di spinal memberikan tekanan lebih pada saraf tulang belakang dan akar saraf. Hal ini bisa berimbas pada banyak hal dengan beragam gejala. Stenosis pada lumbar sering kali menyebabkan nyeri punggung bawah, nyeri di kaki dan rasa kebas. Gejala stenosis servikal termasuk nyeri leher dan kesemutan di tangan. Berjalan dan keseimbangan tubuh juga bisa terpengaruh. Para penderita stenosis servikal biasanya sebelumnya pernah mengalami cedera atau trauma di leher mereka. Whiplash atau cedera leher karena kejutan saat kecelakaan mobil misalnya sebagai contoh paling sering terjadi. Tindakan medis termasuk penggunaan obat antinyeri, fisioterapi, injeksi steroid dan bahkan juga pembedahan. (***)