Psoriasis Arthritis Biang Keladi Nyeri Lutut Pasien Autoimun

Psoriasis arthritis pada lutut

JAKARTA — Psoriasis arthritis dapat muncul pada mereka yang memang sudah mengidap penyakit autoimun, seperti lupus misalnya. Arthritis psoriatrik bisa muncul pada mereka yang memang sudah mengidap psoriasis hanya saja kali ini yang diserang adalah sendi, terutama bagian lutut. Seperti diketahui psoriasis arthritis adalah kondisi autoimun yang ditandai dengan munculnya masalah di kulit. Sel kulit terus menerus tumbuh dengan cepat dan dari sel kulit mati muncul rasa gatal, kering, kemudian muncul semacam sisik yang disebut plak. Jika pengidap psoriasis juga mengalami arthritis psoriatrik, biasanya akan menyerang satu atau lebih sendi, misalnya di lutut. Lutut jadi kaku, meradang dan sakit. Arthritis psoriatrik adalah kondisi kesehatan terkait peradangan jangka panjang. Gejala mungkin bisa memburuk seiring waktu tanpa penanganan yang tepat.   Sangat mungkin untuk memperlambat laju penyakit dengan penanganan yang tepat. Diagnosis awal sangat penting untuk meminimalkan kerusakan pada sendi. Bagaimana arthritis psoriatrik bisa mempengaruhi lutut? Kondisi arthritis psoriatrik tidak selalu sama polanya pada setiap pengidap. Gejala seperti kekakuan, nyeri dan bengkak, mungkin muncul dengan cara yang berbeda pada tiap pengidap. Baca juga : ICD 10 HNP Misalnya jika seorang pengidap mengalami masalah di salah satu lutut, pengidap lain mungkin di lutut yang lain atau malah kedua lutut, sehingga sulit untuk bergerak. Arthritis psoriatrik juga mengakibatkan pembengkakan di ligamen, tendon dan cairan synovial di sekitar area yang diserang. Tak hanya di lutut, gejala ini juga bisa muncul di siku, kaki dan tangan. Gejala Psoriasis Arthritis Gejala psoriasis arthritis pada satu pengidap ke pengidap bisa berbeda. Namun gejala umumnya termasuk: Kekakuan, terutama setelah beristirahat atau bangun tidur. Pembengkakan dan peradangan di lutut dan area sekitarnya. Nyeri di sendi, tendon dan ligamen. Merasa sendi seperti macet, sulit bergerak dan berkurang area geraknya. Sensasi hangat sampai panas di lutut yang mengalami peradangan. Mereka yang mengalami serangan di lutut mungkin juga mengalami: Kelelahan. Perubahan di bentuk kuku, seperti pecah-pecah dan terbelah. Mata nyeri dan kemerahan Jari tangan dan kaki membengkak. Kesulitan berjalan karena nyeri di kaki atau tendon Achilles Sakit punggung Gejala dapat mengalami kekambuhan atau remisi (berkurang). Seseorang mungkin mengalami serangan mendadak di mana gejalanya memburuk dalam waktu singkat. Setelah flare-up, gejala-gejala dapat membaik ketika kondisi menjadi remisi. Gejala-gejalanya mungkin berkurang untuk waktu yang lama sampai kambuh berikutnya. Tingkat keparahan gejala psoriasis seseorang tidak selalu menentukan bahwa gejala arthritis psoriatik mereka. Misalnya, seseorang mungkin memiliki gejala psoriasis parah tetapi hanya gejala arthritis psoriatik ringan. Demikian juga, seseorang dengan psoriasis ringan mungkin masih mengalami artritis psoriatik yang lebih parah. Penyebab Psoriasis Arthritis Obesitas dapat mempengaruhi perkembangan arthritis psoriatik. Artritis psoriatik terjadi karena sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel dan jaringan yang sehat. Pada orang dengan psoriasis, respon imun yang salah menyebabkan tubuh membuat sel-sel kulit baru dengan sangat cepat, yang bertumpuk satu sama lain dan membentuk plak. Ketika kondisi tersebut mempengaruhi sendi, itu mengarah ke peradangan. Sementara tidak ada penyebab yang jelas untuk arthritis psoriatik, para peneliti telah menemukan koneksi ke kedua genetika dan lingkungan. Orang-orang yang kerabat dekatnya menderita arthritis psoriatik mungkin lebih mungkin untuk mengembangkan kondisi tersebut. Sebuah tinjauan tahun 2017 yang muncul dalam The New England Journal of Medicine juga mencatat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi perkembangan radang sendi psoriatik, seperti: Kegemukan Psoriasis parah Penyakit kuku Cedera traumatis Merokok Kondisi ini dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi menurut National Psoriasis Foundation, kebanyakan orang dengan arthritis psoriatik pertama kali melihat gejala sekitar 10 tahun setelah psoriasis mereka dimulai. Gejalanya sering dimulai antara usia 30 dan 50 tahun. Tidak semua orang dengan psoriasis mengembangkan arthritis psoriatik. Faktanya, arthritis psoriatik hanya terjadi pada sekitar 30 persen orang yang menderita psoriasis.Pelajari lebih lanjut tentang hubungan antara psoriasis dan radang sendi psoriatik, keduanya merupakan kondisi peradangan. Diagnosis Dokter dapat menggunakan alat pencitraan untuk membantu mereka mendiagnosis arthritis psoriatik di lutut. Menggunakan MRI, sinar-X, atau USG lutut dapat membantu mereka memeriksa penyimpangan atau tanda-tanda peradangan pada sendi dan jaringan di sekitarnya. Dokter dapat menggunakan tes tambahan untuk menyingkirkan bentuk radang sendi yang umum lainnya, seperti rheumatoid arthritis dan osteoarthritis.Mereka juga dapat memesan tes darah untuk memeriksa peradangan dan antibodi spesifik dari jenis arthritis lainnya. Dalam beberapa kasus, mereka dapat mengeluarkan beberapa cairan dari sendi untuk membantu menghilangkan kemungkinan kondisi mendasar lainnya, seperti infeksi. Terapi Saat ini tidak ada obat untuk arthritis psoriatik. Perawatan berfokus pada mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup seseorang. Perawatan untuk arthritis psoriatik lutut mungkin termasuk: Dokter dapat meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan resep kortikosteroid untuk lutut. Dokter berhati-hati dalam menggunakan suntikan steroid, karena dapat menyebabkan efek samping jangka panjang. Obat antirematik yang memodifikasi penyakit juga dapat memperlambat perkembangan artritis psoriatik. Obat-obatan ini bekerja paling baik ketika seseorang mulai meminumnya sedini mungkin. Versi yang lebih baru dari obat ini disebut molekul kecil oral. Mereka dapat membutuhkan waktu cukup lama untuk membangun di dalam tubuh dan menjadi efektif, jadi penting untuk terus menggunakannya walaupun gejalanya tidak segera membaik. Dokter dapat merekomendasikan obat imunosupresan atau biologis seperti penghambat tumor necrosis factor (TNF). Obat-obatan ini dapat membantu memblokir TNF, yang memiliki peran penting dalam peradangan dalam tubuh. Agen biologis menjanjikan lainnya yang disebut biologik dapat membantu meringankan penyakit. Obat-obatan ini bekerja dengan menghalangi bahan kimia lain dalam darah yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Ini dapat menghentikan serangan, mencegah gejala, dan mencegah kerusakan sendi dan tulang lebih lanjut. Agen biologis dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan pada beberapa orang. Dokter akan memantau seseorang untuk efek samping yang merugikan. Beberapa orang membuktikan nyeri arthritis psoriatrik bisa diatasi dengan cara-cara sederhana dan obat-obatan rumahan, seperti : Penggunaan obat anti nyeri non steroid. Kompres dingin dan hangat Melatih gerakan dengan perlahan, agar ruang gerak bisa semakin luas. Untuk melatih kelenturan bisa mengikuti kelas yoga sekaligus untuk membuat otot lebih relaks. Perubahan Gaya Hidup Dokter Lamina Pain and Spine Center mungkin juga akan merekomendasikan untuk menjaga gaya hidup sehat termasuk menurunkan berat badan melalui diet yang tepat dan olah raga rutin. Semuanya ditujukan untuk mengrangi tekanan dan stres pada sendi-sendi. Dalam beberapa kasus, menggunakan sepatu khusus bisa mengurangi gejala dan nyeri di kaki dan lutut. Arthritis psoriatrik adalah kondisi kronis pada lutut. Penanganan yang sukses melibatkan kerjasama yang baik

Ayo Tegak dan Bangkit Usir Nyeri Punggung Bersama

Kontak Klinik Lamina Solusi Nyeri

JAKARTA — Ada hubungan erat antara Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh setiap tanggal 20 Mei seperti hari ini dengan berbagai upaya manusia Indonesia khususnya para pengidap nyeri punggung untuk bebas dari rasa tak nyaman tersebut. Hari Kebangkitan Nasional disebut sebagai hari mulai munculnya kesadaran nasional sebagai orang Indonesia sejak berdirinya perkumpulan Boedi Oetomo pada tanggal yang sama di tahun 1908. Peristiwa itu erat kaitannya dengan masa perjuangan kemerdekaan. Nah, kini ketika Indonesia sudah merdeka, tiap anggota masyarakat punya hak untuk merasa bebas dari penjajahan rasa nyeri dan bangkit baik secara mental tapi juga secara fisik. Namun bagaimana bisa bangkit jika nyeri punggung masih jadi masalah bagi para pengidapnya. Tak bisa dianggap enteng, menurut Global Burden of Disease Study pada 2010. Nyeri punggung diperkirakan menjadi salah satu dari 10 penyakit dan akibat cedera paling banyak dikeluhkan.   Pengidap nyeri punggung dipastikan akan mengalami mobiilitas yang semakin rendah, aktivitas yang semakin terganggu, maka produktivitas pengidapnya pun akan semakin memburuk seiring waktu. Kualitas hidup yang memburuk ini bisa membuat penderita akhirnya depresi. “Bisa terjadi depresi karena pasien telah capek, merasa sakit atau berpikir terus menerus tentang penyakitnya, sehingga membuat alam bawa sadar kita mengingat hal tersebut dan menyebabkan depresi,” kata Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, ahli bedah saraf di Klinik Lamina Pain and Spine Center. Solusi Atasi Nyeri Karena itulah mencari solusi nyeri punggung adalah kondisi darurat yang harus segera dilakukan. Di Klinik Lamina Pain and Spine Center  yang saat ini sudah dibuka di Mampang, RS Bunda Menteng dan RS Meilia Cibubur, ada banyak alternatif pengobatan medis dengan teknologo terkini yang bisa dilakukan dan disesuaikan dengan kebutuhan pasien. “Aktivitas sehari-hari Anda akan menjadi lebih mudah dilakukan jika Anda tidak dalam kondisi nyeri. Nyeri punggung bisa sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia dan akan berpengaruh pada kemampuan mereka dalam bekerja, aktivitas sosial dan olah raga,” kata Kate Granger, dari Australian Chiropractors Association seperti dikutip dari laman tenterfieldstar. Sulitnya mencari apakah kurang gerak menyebabkan nyeri punggung dan atau nyeri punggung membuat orang semakin sulit bergerak ibarat teka-teki mana lebih dulu, ayam atau telur. “Jika Anda sudah terserang nyeri, Anda akan lebih sulit bergerak, apalagi berolah raga. Lalu karena tak bergerak dan berolah raga, situas Anda bisa semakin memburuk pula,” kata Granger. Cara Menjaga Kesehatan Punggung Agar Bebas Sakit Nyeri punggung bisa berasal dari otot atau tulang belakang. Tulang belakang Anda adalah organ yang paling bertanggung jawab untuk mendirikan dan mendukung struktur tubuh sejak manusia lahir. Setidaknya ada tiga hal yang disarankan untuk menjaga kesehatan punggung: 1. TETAP AKTIF BERGERAK Sebagian besar aktivitas fisik seperti olah raga bisa berdampak positif pada tulang belakang. Namun umumnya justru masyarakat lebih banyak yang tidak aktif secara fisik. Akibatnya tulang belakang dan saraf tulang belakang terkena imbasnya. Padahal punggung yang sehat dan kuat sangat penting di segala usia. Disarankan setidaknya seseorang menyisihkan waktu 2,5 jam dalam sepekan untuk berolah raga aktif. Hal ini juga jadi keprihatinan Dr Mahdian. Dia berkisah menemui beberapa kasus saraf terjepit yang menyerang orang-orang perkotaan. Rata-rata orang urban jarang berolah raga, lalu tiba-tiba langsung mencoba olah raga angkat beban seperti di gym. Berbeda dengan orang pedesaan yang sudah biasa bergerak dengan otot, tiba-tiba melakukan angkat beban ketika otot belum cukup kuat maka yang terbebani adalah tulang belakang dan saraf. 2. MEMPERBAIKI POSTUR TUBUH Membiasakan diri dengan postur tubuh yang benar saat berdiri, duduk dan tidur adalah kunci kedua untuk terbebas dari nyeri punggung. Dengan postur yang salah akan ada tekanan tambahan pada saraf dan tulang belakang yang menimbulkan rasa tegang, sakit, sakit kepala, kelelahan dan nyeri punggung. Menjaga postur yang baik termasuk juga menjalankan gerak yang tepat dan sehat saat harus bergerak. Perlu disiplin untuk memperbaiki postus yang buruk, tapi hasilnya biasanya sepadan dengan upaya keras itu. Dr Mahdian mengingatkan postur yang salah sering kali terjadi karena kecanduan dalam penggunaan gadget pada kaum urban. 3. SEGERA TEMUI AHLI MEDIS Di Klinik Lamina Anda bisa berkonsultasi secara gratis dahulu via Whatsapp sebelum akhirnya membuat janji bertemu untuk pemeriksaan lebih lanjut dengan para dokter ahli. Untuk tindakan medis tertentu mungkin Anda akan diminta menjalani pemeriksaan X-Ray dan pemindaian dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Berbagai penanganan medis terkait nyeri punggung bisa dilakukan di Klinik Lamina yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan hasil pemeriksaan. Misalnya penggunaan korset khusus, injeksi steroid, Radiofrekuensi Abalasi, Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD), Percutaneous Endoscopy Lumbar Discectomy (PELD), hingga pembedahan untuk kasus kifosis bisa dilakukan. (***)

Spinal Stenosis Bisa Ditangani dengan Efisien di Klinik Lamina

spinal stenosis

JAKARTA — Keluhan stenosis pada lumbar tulang belakang (Lumbar Spinal Stenosis) bisa besar dampaknya bagi pengidapnya. Karena besar kemungkinan mereka tak bisa menjalani aktivitas seperti biasanya. Rasa kesemutan, kebas, nyeri otot sampai bisa membuat penderita spinal setenosis tak bisa berdiri lama. Atau untuk berjalan kakipun paling hanya bisa bertahan untuk beberap meter saja. Di Klini Lamina Pain and Spine Center masalah seperti ini bisa ditangani dengan efisien dan efektif. Hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja. Dan jika kondisi cukup baik. Pasien bisa segera kembali pulang. Lumbar spinal stenosis (LSS) terjadi ketika ada pembesaran atau bulging diskus pada ligamen atau pada tulang belakang. Akibatnya kanal tulang belakang menyempit, sehingga saraf akan mengalami kompresi atau penekanan.   LSS terjadi berangsur-angsur seiring waktu. Bisa disebabkan oleh proses degenerasi atau penuaan pada sejumlah struktur yang menopang tulang belakang. Sejumlah struktur ini berubah tanpa gejala atau asimtomatik seiring waktu, meski dengan pemindaian lewat MRI biasanya hal itu terlihat. Gejala Lumbar Spinal Stenosis Sebagian dari tulang belakang yang kaku dan menyempit, gejala yang bisa bermanifestasi adalah saat ada saraf yang terjepit. Sering kali, nyeri pada spinal stenosis muncul saat orang berjalan atau bediri dalam waktu lama. Akibatnya kondisi ini akan membatasi aktivitas dan mobilitas pengidapnya. Saat pengidap LSS berdiri atau berjalan, kanal spinal akan lebih menyempit, menyebabkan tulang belakang bagian bawah dan kaki semakin nyeri. Semua ini biasanya akan lebih ringan saat duduk dan atau membungkuk. Sampai beberapa tahun yang lalu, satu-satunya pilihan pengobatan yang tersedia adalah salah satu dari dua ekstrem: terapi konservatif atau operasi tulang belakang terbuka. Baca juga : PSLD sebagai Terapi Spinal Stenosis Namun, kini cukup dengan terapi fisik dan injeksi steroid epidural sudah bisa memberi kesembuhan pada sebagian orang. Semua pilihan ini bisa dilakukan di Klinik Lamina. Operasi tulang belakang terbuka, berfungsi untuk meredakan tekanan pada saraf tulang belakang, tetapi operasi dan anestesi dapat membawa peningkatan risiko pada pasien yang lebih tua. Perkembangan Terapi Dalam salah satu prosedur non-invasif , dokter ahli bedah menggunakan alat khusus yang masuk melalui portal yang sangat kecil di antara tulang-tulang. Dipandu oleh sinar-X dan zat kontras yang disuntikkan selama prosedur, ahli bedah mengorek ligamen dan memperluas kanal tulang belakang untuk mengurangi kompresi akar saraf. Susunan tulang belakang tetap utuh dan mekanika tulang belakang tidak terganggu sehingga pasien biasanya pulih dengan cepat. Pasien sering kali bisa segera pulang ke rumah setelah prosedur tindakan dn mereka bisa mulai proses rehabilitasi menuju pemulihan. Biasanya, termasuk di dalamnya latihan berjalan. Hasil dari prosedur ringan itu cukup positif . Tidak ada komplikasi besar yang berhubungan dengan peralatan atau prosedur dalam waktu satu tahun berikutnya. Pasien akan bisa berjalan dan berjalan dalam waktu yang lama.   Berikut beberapa alternatif tindakan yang bisa dilakukan, misalnya noninvasif, minimal invasif, dan pembedahan kini tersedia untuk mengurangi rasa nyeri dari spinal stenosis. Ahli medis bisa meresepkan antinyeri seperti analgesik yang diukur secara individual sesuai dengan problem nyeri unik pasien. Dokter juga bisa menganjurkan terapi fisik untuk melatih kelenturan dan mengajari Anda bagaimana gerakan dan cara berjalan yang bisa bermanfaat untuk membuka kanal spinal. Untuk beberapa pasien, ini bisa meringankan tekanan pada saraf yang terjepit. Intervensi. Para ahli manajemen nyeri bisa menawarkan injeksi untuk menghilangkan rasa nyeri dan meringankan inflamasi atau peradangan. Prosedur lain mencakup prosedur minimal invasif yang bertujuan untuk menangani masalah struktural yang berkontribusi pada penyempitan spinal. Pembedahan. Ahli bedah bisa mengangkat sebagian tulang, sendi atau diskus yang membuat saraf terjepit. (***)

Nyeri Leher Sebelah Kanan Maupun Kiri Kini Banyak Solusinya

Penyebab Nyeri leher

Nyeri leher sebelah kanan maupun kiri kini banyak solusinya. Leher manusia adalah organ yang unik. Meski terlihat ringkih ternyata leher punya kekuatan luar biasa. Kepala manusia ada yang menyamakan dengan berat bola bowling yang sekitar 4,5 kilogram. Tentu saja ini akan memberi beban tambahan untuk diskus dan sendi di leher kita. Bayangkan, setelah bertahun-tahun berjalan leher pada akhirnya juga akan kelelahan dan mengalami penuaan dengan beban akumulatif juga. Akibatnya banyak orang yang kemudian mengidap arthritis pada leher yang juga dikenal dengan istilah cervical spondylosis. Hal ini ditandai dengan adanya nyeri leher sebelah kanan maupun disebelah kiri. “Yang terjadi adalah diskus mengalami degenerasi, sehingg ruas-ruas tulang saling berbenturan hingga munculnya taji tulang atau bone spurs.” kata Thomas Mroz, MD, direktur di Center for Spine Health, dikutip dari laman Cleveland Clinic. Setiap orang punya risiko menalami degenerasi diskus. Sayangnya, diskus sendiri tak diciptakan untuk memperbaiki diri sendiri atau kuat bertahan lama. Sekitar 90 persen dari mereka yang berusia 60 tahunan sangat mungkin mengalami degenerasi diskus saat diperiksa dengan X-Ray. NYERI LEHER SEBELAH KANAN GEJALA ARTHRITIS Nyeri pada leher menjadi gejala utama cervical spondylosis dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda pada tiap manusia. Juga sensasi kadar rasa sakitnya juga bisa berbeda-beda. “Anda bisa menemukan 100 orang dengan tingkat perubahan degeneratif yang sama di servikal mereka, tapi mungkin hanya sedikit saja yang mengalami nyeri leher,” kata Dr. Mroz. Pada mereka yang punya pengalaman dengan nyeri leher, biasanya mengalami dalam jangka pendek, kemudian akan membaik dengan sendirinya pada 6-12 minggu. Kadang arthritis servikal menyempit ruangnya dan membuat akar saraf keluar dari tulang belakang, saraf seperti terjepit. Pengidap bisa merasakan rasa nyeri yang menyebar ke arah lengan, rasa kebas dan lemah di lengan dan tangan. Jika terjadi diskus yang kolaps dan muncul taji tulang ke saraf tulang belakang dan menyebabkan tekanan, maka akan muncul gejala yang lebih serius seperti hilangnya kemampuan tangan untuk bergerak, hilangnya keseimbangan, kesulitan berjalan dan pengendalian buang air besar dan usus besar. SANTAI DAN BERI DIRI ANDA SENDIRI WAKTU Anda mengalami sakit leher, modifikasi aktivitas Anda selama beberapa minggu untuk menghindari ketegangan tambahan pada leher Anda. Untuk meringankan rasa sakit yang lebih parah, Anda dapat menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid yang dijual bebas (NSAID) atau mendapatkan resep dari dokter Anda. Obat gabapentin (Neurontin®) dapat membantu mengatasi nyeri leher yang berkaitan dengan saraf. Jika Anda tidak memperbaiki obat-obatan ini, dokter Anda mungkin menyarankan suntikan steroid epidural untuk mengurangi peradangan di sekitar dan di dalam saraf. Setelah rasa sakit mereda, Dr. Mroz merekomendasikan untuk mengunjungi terapis fisik atau melakukan latihan rentang gerak untuk meningkatkan mobilitas di leher Anda dan mencegah kekakuan. Jika Anda masih merasakan sakit setelah enam minggu, kunjungi dokter. KAPAN TINDAKAN PEMBEDAHAN DIPERLUKAN Untuk sebagian besar orang dengan arthritis leher, waktu dan tindakan non bedah cukup dan bisa meringankan rasa tak nyaman. Tapi jika Anda mengidap herniasi diskus yang menyebabkan tekanan pada saraf tulang belakang dengan gejala seperti rasa nyeri, kelemahan dan kebas yang tak juga pergi, mungkin ini saatnya mempertimbangkan untuk tindakan pembedahan. Salah satu yang dilakukan untuk memperbaiki saraf yang terjepit disebut discectomy. Ahli bedah saraf akan mengangkat salah satu bagian dari tulang leher yang rusak untuk melepaskan jepitan pada area tersebut. Kemudian ruas tulang belakang khususnya di bagian leher akan difusikan atau digabungkan untuk menstabilkan tulang belakang. Opsi pembedahan lain adalah posterior foraminotomy, yang akan melebarkan tulang belakang dimana tempat aliran saraf, dan mengangkat taji tulang yang menekan saraf tersebut. Kompresi sumsum tulang belakang dapat diobati dengan beberapa cara pembedahan. Mereka semua menciptakan lebih banyak ruang untuk saraf. Operasi dekompresi dan fusi anterior mirip dengan perawatan saraf terjepit. Kompresi tali pusat juga dapat diatasi dengan menghilangkan bagian vertebra yang disebut lamina atau prosedur yang disebut laminoplasty. Sebagian besar orang dengan saraf terjepit akan membaik setelah operasi. “Orang dengan kompresi sumsum tulang belakang juga membaik, tetapi tingkat peningkatan tergantung pada keparahan disfungsi neurologis sebelum operasi,” kata Dr. Mroz. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Lamina Pain & Spine Center sebagai satu-satunya klinik syaraf kejepit terlengkap di Indonesia.  

Jenis Penyakit Kronis Yang Berujung Pada Nyeri Punggung

Penyakit nyeri kronis

JAKARTA — Penyakit kronis beberapa di antaranya bisa sangat menyiksa dan menyebabkan nyeri. Apalagi yang kemudian memunculkan nyeri punggung. Karena seperti diketahui nyeri punggung kronis adalah salah satu penyakit yang sangat mengganggu pengidapnya karena membatasi aktivitas dan mobilitas dalam keseharian. Singkatnya pengidap penyakit kronis yang berujung pada nyeri punggung sangat dekat dengan kondisi frustasi. Ada beberapa penyakit kronis yang bisa menyebabkan nyeri punggung. Nyeri punggung sendiri dikenal sebagai masalah kesehatan umum yang bisa berasal daru cedera, aktivitas tertentu, proses degeneratif dan penyakit kronis. “Low Back Pain, ditandai macam-macam bisa sakit di pinggang. Bisa karena sendi, otot, tulang bergeser, infeksi, sampai saraf kejepit, usianya bisa menyerang di usia 30-an,” kata Dr. Mahdian Nur Nasution, ahli bedah saraf dari Klinik Lamina Pain and Spine Center. Sementara itu seperti dikutip dari laman health24 menurut Profesor Quinette Louw dari Divisi Fisioterapi Stellenbosch University dan penulus sebuah review di jurnal The Lancet pada 2018, nyeri punggung disebut sebagai alasan paling sering diungkapkan pada absen kerja di Afrika Selatan. Nyeri punggung disebut Louw juga menyebabkan disabilitas lebih besar dibanding gabungan masalah paru-paru, pencernaan dan kanker payudara. Berikut tiga penyakit kronis yang menyebabkan nyeri punggung: 1. OSTEOARTHRITIS PENYAKIT KRONIS PENYEBAB RASA NYERI Osteoarthritis adalah penyakit degeneratif atau yang berkaitan dengan proses penuaan yang menyerang sendi. Penyebabnya adalah pemburuka dari cartilage atau tulang rawandan tulang yang kemudian mempengaruhi sendi. Disebutkan bahwa osteoarthritis adalah 1 dari 4 kondisi yang paling sering menyerang wanita di dunia. Setidaknya 1 dari 8 pria juga diperkirakan mengidap masalah ini. Osteoarthritis bisa menyerang tangan, lutut, pinggul dan tulang belakang. Pengidap osteoarthritis mau tak mau harus mengubah gaya hidupnya. Pada kasus osteoarthritis yang menyerang punggung, pengidap akan merasakan rasa nyeri dan kaku, tapi juga kelemahan otot dan rasa kebas yang berawal dari terjepitnya akar saraf di tulang belakang. Nyeri muncul karena gesekan dua tulang rawan yang aus karena mengalami degenerasi. Tulang rawan yang normalnya berada di permukaan dua tulang dan mencegah gesekan itu. Apalagi ketika tulang rawan retak, tulang yang bergesekan akan mengalami nyeri dan peradangan. Gesekan kronis antara dua tulang ini akan membuat tulang menumbuhkan formasi baru yang disebut osteophytes. Formasi baru ini biasanya akan menekan saraf disekitar tulang belakang dan menyebabkan gejala neurologis seperti rasa nyeri, paresthesia atau rasa tertusuk tajam, kebas dan kelemahan otot mulai dari punggung sampai ke kaki. Kondisi ini bisa terlihat saat pemeriksaan dengan X-Ray dan MRI. Pasien sendiri mungkin akan merasakan nyeri mereda saat tidur telentang atau istirahat. Dengan teknologi manajemen nyeri yang tepat  di Lamina Pain and Spine Center dan pengelolaan gaya hidup sehat — seperti diet, penurunan berat badan dan olahraga — nyeri punggung bisa diringankan. Penggunaan obat-obatan antiperadangan cukup berhasil. Pembedahan tidak diperlukan pada banyak kasus seperti ini. Hanya saja mungkin perlu diwaspadai adanya gesekan saraf yang menyebabkan masalah lebih besar. 2. PENYAKIT KANKER SEBABKAN NYERI KRONIS Pasien harus menyadari bahwa nyeri punggung kadang adalah gejala utama pada kanker tulang yang muncul di tulang belakang. Karena jenis kanker ini, jaringan lain di area sekitarnya mengalami penekanan termasuk akar saraf. Kanker tulang, juga sering menyebabkan pelemahan pada jaringan tulang yang menyebabkan fraktur atau retak patologikal dan rontoknya tulang yang paling membuat nyeri. Penyakit kanker dari bagian lain seperti dari prostat, paru-paru, payudara dan kolon atau usus besar juga bisa menyebar atau bermetastase ke tulang yang pada akhirnya menyebabkan nyeri punggung kronis. Tindakan seperti radiasi dan beberapa jenis kemoterapi dan terapi hormon, kadang juga bisa berkontribusi pada nyeri punggung. Sangat disarankan untuk mengonsultasikan nyeri punggung yang dirasakan ketika sudah didiagnosis mengidap kanker. Karena penanganannya tentu akan berbeda dengan nyeri punggung lainnya. Terapi fisik, layanan paliatif, pengobatan analgesik untuk menghilangkan nyeri dan pembedahan mungkin perlu dilakukan untuk menghilangkan nyeri. 3. DIABETES Penelitian terbaru dari University of Sydney tahun ini menyebutkan kasus diabetes meningkatka 35 persen risiko mengalami nyeri punggung pada mereka yang sebelumnya tak mengalami masalah punggung. Sementara menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, sekitar 60-70 persen dari pengidap Diabetes tipe 1 dan 2, mengalami neuropati sebagai efek samping. Diabetes neuropati adalah komplikasi umum dari diabetes dan kerusakan saraf akibat dari kadar gula darah yang tak terkontrol. Ada 4 jenis neuropati dengan gejala mulai dari rasa tak nyaman, kebas, nyeri yang sangat misalnya pada punggung. Keluhannya bisa berbeda pada tiap pasien. Jika yang dialami adalah mononeuropati atau fokal neuropati maka kerusakan mungkin ganya terjadi pada saraf tunggal. Tak heran pengidap diabetes mungkin hanya akan mengalami nyeri punggung bukan nyeri yang lain. Meski nyeri punggung yang berkaitan dengan diabetes umumnya tidak bersifat progresif dibanding pada neuropati lainnya, namun seringkali cukup mengganggu, Tingginya kadar gula darah bisa merusak serat saraf di seluru tubuh. Sementara rusaknya satu pembuluh darah kecil saja akibat diabtetes bisa menghalangi aliran darah ke serat saraf. Semua bisa berujung pada nyeri punggung yang parah. Beberapa faktor risiko neuropati misalnya, kondisi diabetes yang tak terkendali, obesitas dan kecanduan merokok. Karenanya pencegahan sangatlah penting. Pastikan kondisi diabetes tidak progresif apalagi sampai memicu neuropati karena bisa membatasi mobilitas pengidap. Selain mengendalikan kadar gula darah dengan pengobatan, pengidap juga bisa melakukan perubahan ke gaya hidup sehat seperti berhenti merokok, berhenti minuman alkohol dan berolah raga. (***)

Ingin Sembuh dari Nyeri Punggung? Hentikan Kecanduan Rokok

Kecanduan rokok

JAKARTA — Anda merasa sulit menghentikan kecanduan rokok? Jika kini Anda sudah terserang nyeri punggung, inilah saat yang tepat melakukannya. Hal yang sama juga berlaku jika Anda ingin terhindar dari nyeri menyiksa yang hampir pernah dialami oleh semua orang sekali dalam hidupnya ini. Di Klinik Lamina Pain and Spine Center, selain sejumlah pemeriksaan yang rinci dan teliti untuk menemukan sebab nyeri punggung Anda. Banyak alternatif tindakan medis pula yang bisa dilakukan untuk meringankan nyeri Anda. Dengan dukungan teknologi terkini dan dokter-dokter yang kompeten nyeri punggung Anda akan segera diatasi. Kebiasaan dan kecanduan me rokok telah lama diketahui berhubungan erat dengan peningkatan kejadian nyeri kronis, terutama pada kasus nyeri punggung. Demikian kesimpulan sebuah penelitian terbaru. Mengapa hal ini terjadi memang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut,.   Alasan yang tepat untuk ini masih dieksplorasi, dan penelitian berhenti membuktikan bahwa merokok menyebabkan sakit punggung kronis. Karena tidak etis untuk melakukan uji coba terkontrol secara acak di mana beberapa peserta diminta untuk merokok untuk mempelajari efeknya pada sakit punggung. Untungnya data pengamatan saja telah memberikan dukungan yang cukup besar untuk melihat hubungan antara kecanduan rokok dan nyeri kronis. “Saya pikir kita dapat, dengan tingkat kepastian yang cukup tinggi, menghubungkan kecanduan rokok dengan berbagai hasil negatif,” kata Dr. Crawford Barnett, spesialis manajemen nyeri di Cleveland Clinic Hillcrest Hospital di Cleveland. Penelitian menemukan bahwa  kecanduan rokok berkaitan dengan tingkat osteoporosis yang lebih tinggi, penyakit diskus lumbar. Atau yang mempengaruhi punggung bagian bawah – serta meningkatnya masalah saat proses penyembuhan tulang. Nikotin, Nyeri dan Kecanduan Rokok Memang dalam jangka pendek nikotin dalam rokok dapat memberikan penghilang rasa sakit. Namun mempersulit upaya untuk berhenti bagi mereka yang sudah memiliki rasa sakit kronis. Merokok juga menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan meningkatkan risiko seseorang untuk kondisi yang mengancam jiwa dari kanker paru-paru hingga penyakit jantung, hingga masalah punggung. “Masalahnya adalah Anda membangun toleransi terhadap nikotin dengan sangat, sangat cepat,” Barnett menjelaskan. “Anda membutuhkan lebih banyak dan lebih banyak untuk mendapatkan efek yang sama, dan pada akhirnya Anda tidak mendapatkan efek sama sekali, meskipun sekarang tubuh Anda menuntut bahan kimia, karena sudah terbiasa dari sudut pandang fisiologis.” “Nikotin itu sendiri adalah vasokonstriktor – artinya menyempitkan pembuluh darah -maka akan lebih sedikit oksigen yang masuk ke dalam pembuluh darah,” kata Barnett. “Padahal jika seandainya saya memiliki punggung yang buruk, saya perlu aliran darah ekstra untuk membantu menyembuhkan. Apalagi di area yang secara otomatis mendapatkan sedikit aliran darah, seperti diskus.” Satu studi dari 331.941 pekerja konstruksi Swedia menemukan mereka yang  kecanduan rokok lebih mungkin menjalani operasi untuk mengobati stenosis lumbar tulang belakang. Sementara penyempitan kanal tulang belakang ini biasanya disebabkan oleh keausan normal seiring bertambahnya usia, merokok telah dikaitkan dengan peningkatan degenerasi diskus. Penelitian yang diterbitkan dalam The Spine Journal pada tahun 2018 juga menemukan hubungan “tergantung dosis” di mana perokok berat, atau mereka yang merokok 15 batang sehari atau lebih, memiliki risiko lebih tinggi daripada perokok sedang (yang merokok 1 hingga 14 batang setiap hari) atau mantan perokok yang akan membutuhkan pembedahan untuk stenosis lumbar tulang belakang. Merokok juga meningkatkan risiko lebih tinggi pada pasien yang menjalani prosedur implan seperti neurostimulator yang dimasukkan untuk memblokir sensasi rasa sakit, atau memiliki operasi tulang belakang. “Banyak ahli bedah tidak akan melakukan operasi tulang belakang jika pasien masih merokok,” kata Barnett. Merokok Dan Gangguan Fungsi Kesehatan Selain meningkatkan risiko masalah seperti infeksi selama prosedur, merokok merusak kemampuan tubuh untuk sembuh, katanya. “Karena lagi ketika kamu sembuh, kamu membutuhkan darah yang banyak mengandung oksigen,” Barnett menjelaskan. Penelitian lain menyebutkan kecanduan rokok bisa berdampak pada bagaimana orang menilai pengalaman nyeri di otak mereka atau di tingkat saraf. Pada penelitian di tahun 2014 yang dipublikasikan di jurnal Human Brain Mapping yang fokus pada hubungan antara merokok dan transisi yang disebut nyeri subakut. Penelitian berlangsung antara 4 sampai dengan 12 minggu dengan nyeri kronis dan fisiologi otak. Secara khusus, itu memusatkan perhatian pada daerah otak yang disebut nucleus accumbens dan medial prefrontal cortex, atau mPFC. “Jadi sepertinya ada komponen emosional tentang nyeri yang ditangkap antara accumbens dan PFC,” kata pemimpin penelitian, Bogdan Petre. Dari bidang psikologi dan neuroscience di University of Colorado Boulder. Petre adalah juga asisten peneliti di Feinberg School of Medicine at Northwestern University saat memimpin penelitian tersebut. Ada tipe spesifik aktivitas otak dan hubungan-hubungan yang bisa dilihat dengan pemindaian otak. Dalam pemeriksaan akan terlihat bagaimana kebiasaan merokok bisa meningkatkan risiko nyeri kronis. “Kita tak bisa menyebutkan ada hubungan sebab akibat di sini. Tapi kami melihat hubungannya yang erat antara kecanduan rokok dan kemunculan nyeri punggung setahun kemudian,” kata Petre. Secara umum, para ahli mengatakan, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk memahami mengapa merokok berpengaruh pada nyeri kronis. Apapun hasilnya nanti, fakta hubungan merokok dan nyeri kronis ini semestinya sudah jadi alasan kuat untuk menghentikan rokok. Jika Anda punya masalah dalam menghentikan kebiasaan ini, jangan ragu untuk minta bantuan dokter untuk mendapatkan pendekatan yang menyeluruh sekaligus untuk masalah nyeri kronis seperti nyeri punggung. (***)

Osteoarthritis Lutut dapat Diatasi dengan Diet dan Olahraga yang Tepat

Osteoarthritis lutut dapat diatasi dengan diet dan olahraga yang tepat. Lutut memainkan peranan penting dalam mobilitas manusia. Di kedua organ tubuh yang berfungsi untuk bergerak itu beban tubuh manusia banyak bertumpu. Maka tak heran begitu terkena osteoarthritis rasa nyeri dan tak nyamannya bisa menganggu aktivitas sehari-hari. Lebih dari 250 juta orang di dunia menderita osteoarthritis di lutut. Setidaknya separuh dari mereka akhirnya menjalani pengantian tulang lutut. Jika sakit dan osteoarthritis ditemukan dalam kondisi awal di Klinik Lamina Pain and Center bisa ditangani dengan banyak cara. Dengan pengobatan konvensional, radiofrekuensi ablasi (RF) sampai dengan pembedahan terbuka. Semua pilihan didasarkan pada pemeriksaan saat pasien datang berkonsultasi dan dengan sejumlah alat deteksi canggih terbaru. Gejala Osteoarthritis Lutut “Gejala utama osteoarthritis lutut adalah nyeri yang bisa mengurangi kualitas hidup dan mobilitas,” kata Stephen Messier profesor bidang kesehatan dan ilmu olahraga dari Wake Forest University, Winston-Salem, seperti dikutip dari laman ksat. Baik yang belum melakukan tindakan atau pasca tindakan, modifikasi perilaku perlu dilakukan. Baik untuk mencegah maupun untuk mempercepat pemulihan. Untuk itu para peneliti sudah memberikan panduan diet dan olahraga yang bisa meringankan rasa nyeri lutut. Dampaknya orang jadi bisa bebas bergerak tanpa merasa sakit, bahkan bagi yang tak perlu harus menjalani pembedahan atau pengobatan. Cathryn Sages adalah salah satu pengidap nyeri lutut osteoarthritis termasuk yang mengikuti penelitian di Wake Forest University. Penurunan Berat Badan Penelitian pertama menemukan bahwa penurunan berat badan sampai 10 persen dari berat badan awal, dengan olah raga moderat bisa mengurangi rasa nyeri lutut sampai separuhnya. “Kami menemukan bahwa setiap 0,4 kilogram pengurangan berat badan, berarti pengurangan beban 1,6 kilogram untuk lutut Anda,” kata Messier . Carolyn Archie sudah mengidap nyeri lutut selama 10 tahun sebelum mengikuti penelitian ini. “Saya akhirnya bisa menurunkan berat badan sampai 9,9 kilogram ini luar biasa,” kata Archie yang melakukan diet yang tepat dan olah raga dengan elliptical machine. Sementara Brad Zabel mengatakan latihan teratur dan mengatur pola makan sangat berarti untuk mengurangi kebutuhannya akan obat nyeri seperti ibuprofen. Penelitian kedua memberikan hasil yang lebih baik lagi. “Penurunan berat badan dua kali lipat, dua kali lipat pula efeknya. Setidaknya lakukan latihan tiga kali dalam sepekan, sekitar 40-60 menit,” kata Messier. “Saya tak mengatakan Anda harus ikut lari marathon, Anda cukup berjalan keliling rumah Anda,” kata Sages. Para peserta penelitian mengikuti diet dengan pembatasan kalori dan kewajiban berjalan kaki hingga 20 menit diikuti latihan kekuatan selama 15 menit. Terakhir ditutup lagi dengan berjalan kaki lagi selama 20 menit. Penelitian ini didanai oleh National Institutes of Health. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Lamina Pain & Spine Center sebagai satu-satunya klinik syaraf kejepit terlengkap di Indonesia. (***)

Fisioterapi Tulang Belakang Agar Punggung Sehat dan Bugar

fisioterapi tulang belakang

JAKARTA — Fisioterapi tulang belakang agar punggung sehat dan bugar. Kehidupan menuntut orang untuk bekerja dan bergerak dengan cara yang kadang-kadang tidak selalu tepat dari sudut pandang kesehatan. Mulai dari bekerja dengan duduk seharian atau membawa beban berat bisa menyebabkan komplikasi dalam jangka panjang. Fisioterapi bisa menyebabkan tekanan di tulang belakang yang mempengaruhi saraf dan otot. Di Klinik Lamina Pain and Spine Center nyeri punggung ditangani dengan berbagai alternatif pengobatan medis yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Namun juga dengan dukungan fisioterapi tulang belakang yang ditangani oleh ahli-ahli profesional. Saat ini di dua Klinik Lamina, di Mampang dan di RS. Melia tersedia Manuthera perangkat latihan fisioterapi tulang belakang yang bisa membantu pasien untuk lebih cepat pulih. Jumlah pengidap nyeri punggung karena dampak pekerjaan memang tak main-main. Sebagai contoh di sebuah klinik saja dari 20 pasien yang datang sekitar 18 di antararnya mengeluhkan nyeri punggung karena terlalu banyak duduk. Sheila Wibabara, fisioterapis dari Physique Clinic, mengatakan ada kalanya fisioterapi adalah penanganan terbaik untuk nyeri punggung dan komplikasi lain yang berhubungan pada tulang belakang. Idealnya memang pengidap nyeri bisa menelusuri sendiri penyebab nyeri mereka. Tapi faktanya tak demikian. Banyak orang melakukan kebiasaan tak sadar yang memicu sakit punggung. Misalnya postur yang salah saat duduk bekerja jika dilakukan dalam waktu lama akan memberi tekanan tambahan pada tubuh mereka. Ketika seorang pasien datang dengan sakit tulang belakang, Wibabara mengatakan hal terbaik yang harus dilakukan adalah pertama-tama dengan fisioterapi menilai kekuatan otot dan kisaran gerakan di persendian. Rwamamara Fisioterapis Tulang Belakang Setelah itu, teknik dan latihan yang harus dilakukan direkomendasikan agar persendian tetap bekerja sebaik mungkin. “Menilai pasien untuk memahami dari mana sakit punggung itu berasal adalah yang terpenting. Bisa jadi karena gaya hidup, jenis pekerjaan yang mereka lakukan, atau dari cedera atau kondisi mereka sejak dilahirkan,“ katanya. Mengetahui masalah dan penyebab rasa sakit membantu dokter merancang rencana perawatan, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Vincent Rwamamara, seorang fisioterapis berbasis Kigali, mengatakan seseorang dapat dibantu jika mereka memiliki sendi hypermobile, di mana rentang pergerakannya di luar normal. Rwamamara mengatakan ini adalah alasan mengapa penting untuk memperlakukan setiap masalah tergantung pada kondisi yang dimiliki seseorang. “Anggapan kedua adalah bahwa semua nyeri punggung mengarah pada konsekuensi neurologis. Ada kemungkinan rasa sakit baru ini dapat disebabkan oleh patologi yang lebih serius dan bedah, yang jika tidak ditangani, dapat menyebabkan konsekuensi medis yang serius, ”kata Rwamamara. Fisioterapi Tulang Belakang Menurut Esther Jolie Esther Jolie Nandatwa, seorang fisioterapis di Physique Clinic, mengatakan masa penyembuhan dengan layanan fisioterapi tulang belakang tergantung pada kondisi, bagaimana kondisi sebelumnya, dan disiplin pasien. Sebagai contoh, katanya, pasien disarankan untuk melanjutkan beberapa latihan bahkan saat berada di rumah dan menghindari terlalu banyak duduk atau berdiri, yang semuanya membawa masalah. Dia mengatakan bagian perawatan biasanya dilakukan dengan dua cara; ada sesi tertentu, misalnya, di mana mereka menangani masalah tergantung pada bagaimana disajikan. Dia mencatat bahwa sakit punggung kadang-kadang dapat mengiritasi saraf, dan ketika ini terjadi, traksi digunakan terutama untuk mengurangi rasa sakit di punggung bawah. Traksi adalah teknik gerakan yang dirancang untuk mengurangi tekanan pada cakram tulang belakang yang terkena yang menyebabkan rasa sakit. Ini adalah peregangan tulang belakang secara manual, yang mengurangi tekanan pada cakram dan karenanya mengurangi rasa sakit individu. Terlepas dari ini, ketika datang ke fisioterapi untuk meredakan kembali atau jenis rasa sakit lainnya, mobilisasi juga merupakan bagian dari perawatan. Mobilisasi melibatkan pemijatan otot, latihan, dan kompres panas untuk mengendurkan otot. Fisioterapi Tulang Belakang “Semua ini dilakukan karena perawatan dimaksudkan untuk menghilangkan rasa sakit dan meluruskan tulang belakang. Tetapi begitu seseorang kembali ke kebiasaan terlalu tinggi atau berdiri, punggung akan menderita komplikasi lagi, ”dia mengamati. Wibabara mencatat bahwa perawatan harus dikelola terus menerus, ketika sesi selesai dan rasa sakit hilang, seorang pasien disarankan untuk hanya duduk selama satu setengah jam maksimal kemudian berdiri untuk bersantai atau meregangkan tubuh untuk memecahkan ketegangan di kembali. Dia mengatakan bahwa penting bagi seseorang untuk berdiri selama beberapa menit, kemudian duduk lagi atau bahkan bekerja sambil berdiri jika mungkin tergantung pada jenis pekerjaan yang dilakukan. Atau, katanya berjalan di sekitar setiap 1,5 jam sangat ideal. Minum banyak air sepanjang hari juga penting. Berenang juga penting untuk mencegah sakit punggung yang, menurutnya, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kekuatan punggung. Rwamamara mengatakan berenang adalah bentuk pengondisian aerobik berdampak rendah yang sangat mudah bagi punggung pasien. Ini karena daya apung air mendukung berat badan, mengurangi tekanan pada sendi dan tulang belakang dan memungkinkan rentang gerak yang lebih besar. Daya apung air, kata Rwamamara, menghilangkan tekanan pada persendian. Pada saat yang sama, berenang dan latihan akuatik lainnya dapat memperkuat otot punggung dan inti. Fisioterapi Menurut Wibabara Ada kalanya ketika pasien datang dengan kesakitan luar biasa. Dalam kondisi ini pemberian obat penghilang rasa sakit dan perawatan saraf untuk rasa sakit, terutama untuk orang-orang yang mengalami sakit saraf yang parah bisa dilakukan. Namun, ia menambahkan bahwa obat hanya diberikan ketika seseorang memiliki rasa sakit yang parah yang membuat latihan bahkan dianjurkan keras. Namun, bahkan dengan pengobatan, fisioterapi tulang belakang tetap dianjurkan. Wibabara menjelaskan bahwa ini karena obat tidak akan benar-benar menghentikan rasa sakit, melainkan akan mematikan rasa dan setelah dosis selesai, rasa sakit akan kembali. “Fisioterapi itu lebih kepada penanganan dengan pendekatan yang permanen, terutama jika seorang pasien sangat taat pada saran yang diberikan oleh terapis mereka. Sementara obat-obatan sifatnya kadang hanya meredakan nyeri, bukan menyelesaikannya?” kata wanita itu. Seperti dikutip dari The New Times, banyak orang yang bekerja yang tak bisa bekerja atau tidur dengan baik karena nyeri punggung dan mereka diberikan pereda nyeri, sekadar agar mereka bisa melanjutkan aktivitas harian mereka. Sebelum melakukan olahraga, penderita nyeri punggung sebaiknya menemui ahli medis dulu. Karena beberapa gerakan memang bisa memperburuk kondisi nyeri. Mencegah tambahan rasa nyeri karea dipicu gerakan tertentu itu perlu, namun bukan berarti sama sekali menghindari olah raga. Olah raga tetap penting untuk melatih otot-otot punggung, agar jika ada beban yang harus ditanggung, kekuatan tubuh lebih mengandalkan otot, bukan tulang belakang. Semua sangat tergantung pada kondisi pribadi pasien. Mengenali penyebab dari nyeri punggung akan sangat penting. Karena dengan demikian penanganan yang tepatpun bisa dengan cepat ditentukan dan dilakukan. Posisi tidur yang salah juga

Nyeri Punggung dan Leher Sangat Populer, Ini Penyebabnya

Nyeri punggung dan leher

JAKARTA — Nyeri punggung dan leher menyerang pria dan wanita dari berbagai usia tanpa perbedaan ras dan status sosial ekonomi. Nyeri punggung sangat biasa terjadi, bahkan diidentifikasikan sebagai salah satu penyebab disabilitas di dunia, menurut American Chiropractic Association. “Proses terjadinya nyeri sangat rumit dan melibatkan banyak faktor. Pada nyeri akut, mula-mula jaringan yang rusak melepaskan zat-zat kimiawi yang mengaktifkan reseptor nyeri dan mencetuskan terbentuknya sinyal-sinyal nyeri. Sinyal nyeri ini kemudian dihantarkan ke sepanjang saraf melalui saraf tulang belakang menuju otak.” kata Dr Mahdian Nur Nasution SpBS, dari Lamina Pain and Spine Center Jakarta. Bisa dikatakan sekali dalam seumur hidup tiap orang pernah merasakan nyeri punggung dan leher. Uniknya banyak pengidap yang memilih untuk menahan nyeri selama bertahun-tahun dan bukan segera mencari pertolongan dokter.   “Padahal nyeri demikian bisa menurunkan kualitas hidup seseorang, mengurangi mobilitas dan menghambat aktivitas sehari-hari,” kata Dr Mahdian Nur Nasution, SpBS ahli masalah nyeri dan saraf tulang belakang dari Klinik Lamina Pain and Spine Center. Nyeri Punggung dan Leher, Kondisi Medis Serius Banyak yang mengira bahwa masalah nyeri punggung adalah sekadar perkara ketidaknyamanan dalam hidup saja. Bukan masalah medis serius. Namun seperti dicatat oleh Steve Mayer, ahli masalah punggung dari Mountain Star Comprehensive Spine Center, ternyata banyak pasien nyeri punggung dan leher yang kondisinya jadi sangat kronis dan melemahkan akibat pengabaian tersebut. Lebih jauh, penelitian di Swedia yang dipublikasikan National Institutes of Health (NIH) menyimpulkan pada 4 juta masyarakat, “Ada peningkatan angka kematian dini pada pria dan wanita karena masalah muskoloskeletal, yang menyangkut masalah nyeri punggung dan leher,” kata Mayer. Sementara itu penelitian di Spanyol menemukan, mereka yang melaporkan nyeri terus menerus di leher dan punggung bawah, 44 persen cenderung lebih sering absen tidak masuk kerja/ sekolah 30 hari di tahun lalu dibanding mereka yang tak punya keluhan ini. Menurut Dr Mahdian, penggunaan obat anti nyeri, seperti opioid, umum dijumpai dalam terapi nyeri. Sayangnya terapi nyeri dengan menggunakan obat berpotensi menyebabkan ketergantungan obat anti nyeri, terutama mereka yang mendapat obat golongan opioid. Nyeri Punggung dan Leher dari Berbagai Sebab Tingginya jumlah pengidap nyeri leher dan punggung ini mengindikasikan betapa seriusnya masalah yang mendunia ini. Padahal alternatif terapi juga banyak, walau tak semuanya mudah. Berbagai teknologi medis yang canggih seperti yang ada di Lamina, saat pemeriksaan penyebab utama harus ditemukan untuk mendapatkan pengobatan dan tindakan paling tepat. Meski penyebab sakit punggung bisa sangat beragam dan tak mudah untuk diketahui, tapi bukan tak mungkin dilakukan. Misalnya saja salah satu pasien yang mengeluhkan nyeri punggung mungkin keluhannya berasal dari banyak sumber, dengan satu sumber lebih serius dibanding sumber masalah nyeri lainnya. “Dokter bertugas mengevaluasi secara teliti kondisi pasien dan mendiagnosis apa saja penyebab nyeri dan memberikan solusinya,” kata Mayer. “Kadang menemukan penanganan yang tepat atau kombinasi penanganan yang tepat sangat dibutuhkan untuk memulai proses pemulihan.” Nyeri Punggung dan Leher, Ada Banyak Pilihan terapi Teknologi diagnostik semakin berkembang dengan tingkat akurasi memuaskan, demikian pula dengan teknologi untuk penanganan nyeri. Pilihan solusinya sangat terkait dengan kondisi pasien, tingkat keparahan dan karakter spesifik pasien. Selain penanganan dengan teknologi terkini, gaya hidup juga berkontribusi besar dalam percepatan pemulihan. Misalnya mengubah cara duduk, berdiri, kebiasaan mengangkat beban berat, dan sebagainya. Berikut beberapa penyebab umum nyeri leher dan punggung dan solusinya : Postur yang buruk Kebiasaan seseorang duduk atau berdiri, membuat jaringan lunak tertarik dan mengalami ketegangan otot. Solusinya, biasakan melakukan peregangan sebelum aktivitas fisik dan postur yang benar sesuai sifat alami tubuh.Lakukan latihan penguatan otot perut, bokong dan punggung. Hindari kebiasaan berdiri dengan satu kaki, membungkuk saat mengetik, dan sebaiknya pasang layar komputer Anda dengan arah layar sejajar dengan dengan mata. Bantal dan posisi tidur Bantal terlalu tebal atau rata akan menyebabkan Anda tidur dalam posisi tidak nyaman. Bantal seharusnya memposisikan kepala Anda dalam posisi yang sehat dan netral.Tidur tengkurap adalah penyebab lain sakit leher malam hari. Ketika Anda tidur tengkurap, Anda harus memiringkan kepala dan leher ke samping, yang dapat menekan saraf. Tidur miring dapat membantu Anda bangun tanpa rasa sakit. Waspada arthritis Terkadang, sakit leher bisa disebabkan oleh arthritis. Ini adalah kondisi kronis yang memerlukan perawatan dari dokter. Penelitian menunjukkan orang yang terkena rheumatoid arthritis memiliki lebih banyak masalah tidur daripada orang dewasa yang sehat. Cedera Nyeri leher dan punggung mungkin terkait dengan cedera olahraga atau trauma fisik. Cidera olahraga seringkali merupakan hasil dari penggunaan yang berlebihan, teknik yang tidak tepat, kurangnya peregangan dan trauma.Whiplash adalah trauma lainnya yang dapat menyebabkan sakit leher atau punggung. Ini terjadi sebagai akibat gerakan kepala mencambuk maju atau mundur tiba-tiba (seperti dalam kecelakaan mobil). Gejala whiplash mungkin tidak jelas sampai satu hari atau lebih setelah trauma. Kapan Gejala Jadi Sesuatu yang Serius Ada banyak sumber penelitian tentang nyeri leher dan punggung yang hanya bisa didiagnosis oleh seorang dokter. Dokter mungkin akan meneliti apakah nyeri yang Anda rasakan semakin lama semakin parah dan tak ada perbaikan. Apakah pengobatan yang dilakukan memberikan perbaikan atai tidak? Apakah Anda masih merasakan rasa kesemutan dan kebas? Ketika rasa sakit mulai, itu mungkin melibatkan kekakuan, sakit kepala, pusing, kelelahan atau sakit bahu, tetapi karena itu merupakan cedera pada jaringan lunak, itu tidak dapat dilihat pada sinar-X standar. Edukasi adalah langkah pertama untuk pencegahan dan penanganan cedera olahraga yang berhubungan dengan nyeri leher dan punggung. “Saya punya pengalaman bekerja sama dengan para ahli bedah, saya sangat mengenali isyarat bahaya saat pemeriksaan,” kata Mayer. Tanda bahaya itu misalnya pembedahan yang diperlukan pada saraf yang terjepit atau ketidakseimbangan tulang belakang,” kata Mayer. Bahkan meski pasien mengalami nyeri yang kronis, nyeri yang berat dan menunjukkan adanya kerusakan saraf, belum tentu pembedahan diperlukan. Perbincangan pasien dan dokter selalu diperlukan dalam penanganan yang minimal invasif sebelum akhirnya memutuskan untuk menjalani prosedur yang lebih invasif. Intinya konsultasi dengan dokter sangat penting untuk mengumpulkan informasi dari berbagai pengujian sebagai bahan diskusi antar pasien dan dokter. Menemukan inti masalah sangat penting agar lebih fokus menentukan solusinya. (***)

Perbedaan Khas Antara Nyeri Punggung dan Sakit Ginjal

Nyeri ginjal

JAKARTA — Nyeri punggung memang bisa banyak penyebabnya. Bahkan kadang-kadang bisa jadi penyebabnya adalah yang tak dipikirkan sama sekali. Terutama nyeri punggung bawah yang sering salah duga dengan masalah ginjal. Ginjal adalah organ tubuh yang bertugas untuk membuang produk sisa dari tubuh khususnya cairan dalam pembuluh darah sebelum dikeluarkan dalam bentuk cairan urin. Ginjal ada dua buah yang berada di bawah tulang rusuk manusia di bagian belakang, dekat dengan tulang belakang. Tak heran bahwa kadang jadi sulit untuk membedakan apakah keluhan yang dirasakannya adalah nyeri karena ginjal atau karena nyeri punggung. Untuk menentukan perbedaan dua jenis keluhan tersebut, pertimbangkan hal-hal berikut: Lokasi sumber rasa nyeri Tipe dan tingkat keparahan rasa nyeri Gejala-gejala lain   Karena ginjal bertugas menjaring produk sisa dan racun yang mungkin ada di pembuluh darah, produk sisa ini bisa menyebabkan infeksi dan kerusakan pada organ tubuh yang lain. Di ginjal produk sisa seperti kalsium yang terlalu banyak, oksalat, dan fosfor bisa berakumulasi di ginjal dan membentuk batu ginjal. Batu ginjal ketika melewati saluran kemih dan menghambat bisa sangat menyakitkan saat bergerak. Lokasi Nyeri Punggung atau Ginjal Pada pengidap nyeri punggung karena masalah pada ginjal biasanya menyebar di area punggung, selangkangan hingga paha. Nyeri ginjal seringkali muncul di bawah tulang rusuk di dekat tulang belakang. Kadang juga terasa seolah rasa nyeri berasal dari bagian dalam tubuh. Orang mungkin akan merasakan nyeri di salah satu bagian tubuh kiri atau kanan atau kedua bagian tubuh sekaligus. Semua tergantung pada bagian ginjal mana yang kena masalah. Tingkat Keparahan Batu ginjal yang kecil kadang bisa melewati saluran kemih tanpa menimbulkan rasa nyeri. Namun yang berukuran besar dan tajam bisa menimbulkan rasa nyeri yang hebat. Infeksi ginjal bisa menyebabkan rasa nyeri yang tumpul tapi terus menerus. Sebagian besar masalah ginjal berasal dari batu ginjal. Gejala penyerta lain untuk kasus batu ginjal adalah Urin yang keruh atau berdarah. Nyeri saat berkemih Ingin terus menerus buang air kecil Pusing Mual Sembelit (konstipasi) atau diare Demam Sakit kepala Kelelahan Beberapa gejala masalah ginjal yang parah seperti: nafas barbau tak sedap, lidah terasa seperti logam, nafas pendek pembengkakan di kaki, mata kaki dan betis, mudah bingung, detak jantung tak beraturan dan kejang otot. Beberapa penyebab nyeri karena masalah ginjal di antaranya: infeksi saluran kencing, batu ginjal, infeksi ginjal, penggumpalan darah di ginjal, trauma atau cedera di ginjal. NYERI PUNGGUNG Nyeri punggung tergolong hal yang sangat umum terjadi. Menurut lembaga National Institute of Neurological Disorders and Stroke, sekitar 80% dari orang dewasa pasti pernah mengalami nyeri punggung sekali seumur hidupnya. Nyeri punggung bisa menyerang otot, tulang dan saraf di tulang belakang. Lokasi, keparahan serta gejalanya tergantung pada penyebabnya. Tapi paling sering terjadi adalah nyeri di punggung bawah. Rasa nyerinya bisa jadi tumpul. Beberapa gerakan tertentu sangat mungkin memicu nyeri lagi. Nyerinya juga bisa fluktuatif meski sering kali tumpul ada kalanya juga jadi nyeri yang menusuk dan menyebar kebagian tubuh lainnya. Jenis-jenis nyeri punggung lain misalnya: 1. Sciatica Sciatica adalah salah satu bentuk nyeri punggung yang berasal dari saraf tulang belakang. Ini terjadi kala sciatica terjepit atau tertekan. Rasanya seperti ada yang terbakar dan menjalar hingga ke bokong. 2. Nyeri tulang Nyeri tulang terjadi karena ada retakan ditulang belakang atau ada bentuk tulang yang tidak semestinya. Nyerinya mungkin datang dengan tiba-tiba. Mulai dari yang terasa moderat hingga menjadi parah saat gerakan tertentu. Gejala yang menyertai nyeri punggung: Nyeri atau kekakuan sepanjang tulang belakang. Nyeri yang tajam dan menusuk di leher. Kesulitan untuk berdiri tegak karena nyeri atau kejang otot. Sulit berjalan. Rasa kebas atau kesemutan di punggung yang menyebar hingga ke kaki. Lemah di salah satu atau kedua kaki. Kesulitan mengosongkan kandung kemih. Kehilangan kemampuan mengendalikan berkemih. Diare atau konstipasi. Penyebab Nyeri Punggung Beda Dengan Ginjal Seseorang mungkin mengalami nyeri punggung karena postur yang buruk. Ketegangan pada otot atau ligamen di punggung adalah sebab paling umum terjadinya nyeri punggung. Orang juga bisa mengalami ketegangan punggung dari terlalu kerasa melakukan peregangan, mengangkat beban terlalu berat atau salah teknik saat mengangkat benda. Sebab lain dari nyeri punggung bisa jadi: Postur yang buruk. Berdiri atau duduk dalam waktu yang lama. Kejang dan tegang otot. Cedera di punggung seperti tulang retak atau akibat jatuh. Diskus yang rusak, meleset dari tempatnya dan aus. Kurva abnormal dari bentuk tulang belakang. Tumor. Selain yang berdiri sendiri ada beberapa kondisi medis yang menyebabkan nyeri punggung misalnya: Penyakit yang disertai peradangan seperti arthritis dan spondylitis. Osteoporosis. Shingles atau penyakit ruam saraf. Kanker di tulang belakang. Infeksi Sindroma cauda equina, yang mempengaruhi saraf di bagian bawah saraf tulang belakang. Abdominal aortic aneurysm. Endometriosis. Sebenarnya dalam kondisi ringan, nyeri punggung bisa disembuhkan di rumah dengan istirahat cukup, kompres hangat dan konsumsi obat nyeri yang dijual bebas. Namun, orang wajib menemui dokter jika nyeri berasal dari cedera traumatis. Segeralah berkonsultasi dengan dokter saat nyeri punggung disertai dengan keluhan berikut: Nyeri yang terus menerus terjadidan tidak memabik setelah beristirahat. Nyeri punggung yang semakin buruk seiring waktu. Nyeri, kebas dan kesemutan yang menyebar hingga ke kaki atau ke tangan. Kesulitan berdiri atau berjalan. Bengkak di kaki, ankle atau pergelangan kaki dan kaki. Turun berat badan yang tak bisa dijelaskan. Masalah buang ari yang tiba-tiba. Demam. Irama jantung yang tak beraturan. Napas pendek atau sesak. Ringkasan Dikutip dari Medical News Today, ginjal berada di bawah tulang rusuk di kedua sisi tulang belakang dan bersandar pada otot-otot punggung, yang berarti kadang-kadang sulit untuk membedakan antara sakit punggung dan sakit ginjal. Nyeri ginjal dapat terjadi pada satu atau kedua sisi punggung tepat di bawah tulang rusuk. Penyebab nyeri ginjal termasuk ISK, batu ginjal, dan trauma tumpul pada ginjal. Mengenali perbedaan antara nyeri ginjal dan nyeri punggung dapat menyebabkan diagnosis lebih awal dan hasil perawatan yang lebih baik. Informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi tim dokter Lamina Pain and Spine Center. (***)