Nyeri Punggung Bawah Berkaitan Dengan 5 Kondisi Kesehatan Mental

Depresi karena nyeri punggung bawah

JAKARTA — Nyeri punggung bawah, tak seperti dugaan orang bukan sekadar kondisi fisik. Karena berdasarkan penelitian ternyata nyeri punggung bawah juga banyak berpengaruh pada kesehatan mental. Beberapa kasus nyeri punggung yang berkaitan dengan postur yang buruk dan kurangnya kebugaran. Dalam penelitian ini masalah kesehatan inilah yang terkait dengan kesehatan mental. Nyeri punggung bawah bisa muncul tiba-tiba dan kadang muncul tanpa alasan apapun. Ini dikenal sebagai nyeri punggung “non-spesifik”. Rasanya sangat menyiksa saat bergerak. Tapi sama sekali tak menggerakkan juga tak bijak. Karena biasanya rasa nyeri itu terkait dengan gerakan yang canggung atau ada cakram atau diskus yang pecah yang dika kenal sebagai syaraf kejepit. Apapun yang terjadi ternyata banyak hubungan nyeri punggung bawah dan kesehatan mental.   Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal General Hospital Psychiatry, individu yang memiliki sakit punggung lebih mungkin juga mengalami berbagai masalah kesehatan mental. Tim peneliti, yang dipimpin oleh Profesor Patricia Schofield dan Dr Brendon Stubbs dari Anglia Ruskin University, mengambil data dari 190.595 orang berusia 18 tahun ke atas di 43 negara, menjadikannya studi terbesar dari jenisnya. Penelitian dilakukan di 43 negara, 19 berpenghasilan rendah dan 24 berpenghasilan menengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara kondisi psikologis dan nyeri punggung bawah. Analisis data mengungkapkan bahwa, jika dibandingkan dengan orang tanpa sakit punggung, mereka yang mengalami sakit punggung 2 kali lebih mungkin mengalami salah satu dari lima kondisi kesehatan mental – kecemasan, depresi, psikosis, stres, dan kurang tidur. Depresi Karena Gerak yang Terbatas Mengomentari temuan tersebut, seperti dikutip dari laman Express Dr. Stubbs mengatakan: “Data kami menunjukkan bahwa baik nyeri punggung dan sakit punggung kronis dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan depresi, psikosis, kecemasan, stres, dan gangguan tidur. “Ini menunjukkan bahwa sakit punggung memiliki implikasi kesehatan mental yang penting yang dapat membuat pemulihan dari sakit punggung lebih sulit. Alasan pasti untuk ini belum ditetapkan.” Satu penjelasan potensial adalah bahwa gerakan fisik yang terbatas dapat menyebabkan tekanan psikologis, yang pada gilirannya dapat semakin memperburuk nyeri punggung bawah, seperti yang dijelaskan oleh Harvard Health sebelumnya, “Kerentanan psikologis dapat mengubah otak Anda dan intensif kan rasa sakit.” Hubungan itu mungkin juga bersifat timbal balik. Rasa sakit itu sendiri dapat mengembalikan otak Anda. Ketika rasa sakit pertama kali terjadi, itu mempengaruhi sirkuit otak sensitivitas-rasa sakit Anda. Tetapi ketika rasa sakit berlangsung, aktivitas otak yang terkait beralih dari sirkuit ‘rasa sakit’ ke sirkuit yang memproses emosi. “Itulah sebabnya emosi seperti kecemasan sering menjadi pusat perhatian pada nyeri punggung kronis. Dan itu sebabnya kontrol emosional menjadi jauh lebih sulit.” Jika hubungan ditentukan antara kondisi mental seseorang dan sakit punggungnya, terapi psikologis dapat membantu mengurangi gejala. Terapi Bicara Redakan Sakit dan Depresi Akibat Nyeri Punggung Bawah NHS menjelaskan, terapi seperti terapi perilaku kognitif dapat membantu Anda mengelola nyeri punggung bawah dengan lebih baik dengan mengubah cara Anda berpikir tentang kondisi Anda. “Jika Anda sudah lama sakit, program perawatan spesialis yang melibatkan kombinasi terapi kelompok, latihan, relaksasi, dan pendidikan tentang rasa sakit dan psikologi rasa sakit mungkin ditawarkan.” Untuk mengendalikan gejala nyeri dan depresi, kursus perawatan lain mungkin diperlukan. Menurut Mayo Clinic, ini termasuk: Obat-obatan antidepresan dapat meringankan rasa sakit dan depresi karena pembawa pesan kimiawi bersama di otak. Terapi bicara, juga disebut konseling psikologis (psikoterapi), dapat efektif dalam mengobati kedua kondisi tersebut. Teknik pengurangan stres, aktivitas fisik, olahraga, meditasi, penjurnalan, belajar keterampilan mengatasi masalah, dan strategi lain juga dapat membantu. Program rehabilitasi nyeri, biasanya menyediakan pendekatan tim untuk perawatan, termasuk aspek medis dan psikiatrik. (***) Untuk mengetahui lebih lanjut terkait kondisi nyeri punggung bawah, Anda dapat menghubungi care line officer Lamina Pain and Spine Center melalui Hp/WA tertera. Terimakasih.

Lutut Sakit Saat Squat Atau Setelahnya, Ini Penyebab Utamanya

nyeri lutut akibat squat

JAKARTA — Squat masih menjadi gerakan favorit mereka yang gemar olahraga, baik sekadar untuk melatih kebugaran hingga untuk menurunkan berat badan. Gerakan ini memang punya banyak manfaat. Semestinya dengan teknik yang benarpun bisa banyak manfaat squat yang didapat. Saat atau setelah squat yang baik, semestinya tidak menyebabkan sakit lutut. Hanya sayang beberapa orang melakukannya dengan salah, dan malah mengundang nyeri lutut. Namun tak hanya squat yang salah penyebab nyeri lutut. Mereka yang pernah mengalami cedera lutut dan memang memiliki masalah lutut sejak lama juga bisa mengalami nyeri lutut.   Dalam artikel ini, kita akan membedah habis dan lebih lanjut berbagai sebab sakit lutut saat squat yang salah dan bagaimana cara mencegahnya. PENYEBAB SAKIT LUTUT SAAT SQUAT Beberapa kemungkinan alasan mengapa orang mengalamo nyeri lutut karena squat termasuk: Salah melakukan squat. Wanita dalam kondisi tertentu yang melakukan squat. Seseorang yang pernah mengalami nyeri lutut lalu melakukan squat lagi dengan cara yang salah. Melakukan squat dengan teknik yang salah bisa menambah tekanan pada lutut, dan bukan menghasilkan otot dan glutes paha yang lebih kencang. Jika seseorang pernah mengalami sakit saat atau setelah squat, maka mereka harus menghubungi dokter untuk melihat kondisi lutut mereka sebenarnya. LUTUT TERKILIR Gerakan yang memelintir aneh pada lutut saat melakukan squat, bisa membuat lutut terkilir dan sakit. Terkilir sangat menyakitkan dan bisa mengakibatkan pembengkakan. Baca juga : Metode Terbaru Endoskopi PELD Cedera ini bisa membuat gerakan saat squat jadi lebih menyakitkan, demikian pula dengan gerakan lain yang membutuhkan lutut. Mereka yang pernah mengalami lutut terkilir mungkin juga akan merasa kesulitan untuk berjalan dan mengangkat beban yang menggunakan kekuatan lutut. SINDROMA NYERI PATELLOFEMORAL Sindroma nyeri patellofemoral bisa menyebabkan nyeri di tempurung lutut dan di area depan lutut, sehingga untuk melakukan squat akan terasa sangat sakit. Siapapun bisa terserang sindroma ini. Namun entah mengapa sejumlah orang menyebut kondisi ini sebagai “runner’s knee” atau ” jumper’s knee”, bisa jadi karena lebih banyak pencinta olahraga yang terserang nyeri ini. TENDONITIS Tendon menghubungkan otot dengan tulang. Tendonitis terjadi saat seseorang terlalu banyak menggunakan lututnya dan tendon di sekitar lutut, hingga terjadi pembengkakan. Tendonitis lebih mungkin terjadi karena gerakan berulang, terutama jika tekanan berlangsung dalam waktu yang lama pada tendon, misalnya saja pada para atlit dan pekerja fisik. ARTHRITIS DI LUTUT Artritis menyebabkan persendian nyeri dan meradang. Berbagai jenis radang sendi dapat mempengaruhi hampir semua sendi dalam tubuh, termasuk lutut. Tulang rawan atau cartilage adalah jaringan fleksibel dan tegas yang mengelilingi sendi dan memungkinkan mereka untuk bergerak dengan lancar. Osteoartritis muncul jika tulang rawan ini rusak. Penderita osteoartritis lutut mungkin mengalami rasa sakit dan bengkak di sekitar lutut dan merasa seolah-olah persendiannya kaku. Osteoartritis paling sering terjadi pada orang berusia di atas 65 tahun. Rheumatoid arthritis adalah kondisi autoimun yang mempengaruhi sendi di seluruh tubuh. Sistem kekebalan menyerang jaringan sehat di sekitar sendi, menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan kekakuan. Arthritis pasca-trauma dapat terjadi setelah cedera pada lutut yang merusak sendi atau ligamen. Jika infeksi menyebar ke lutut, itu dapat menyebabkan radang sendi menular ini. TENDON ATAU TULANG RAWAN YANG AUS Cedera parah atau keseleo dapat menyebabkan tulang rawan di lutut robek. Orang mungkin perlu memakai penyangga lutut saat aktivitas fisik setelah robekan tulang rawan. Robekan tendon patella adalah robekan yang terjadi pada tendon lutut, yang dapat terjadi karena pukulan, lompatan, atau tendon yang melemah. Gejala robekan tendon patella meliputi: Sulit berjalan Sulit menekuk lutut Tempurung lutut yang bergerak Rasa sakit dan area sekitar nyeri terasa lunak Tekukan di bawah tempurung lutut Jenis perawatan akan tergantung pada ukuran robekan tendon. Fisioterapi kadang-kadang cukup, tetapi pembedahan biasanya diperlukan. SINDROM PITA ILIOTIBIAL Pita iliotibial adalah jaringan yang membentang sepanjang kaki bagian atas dari pinggul ke lutut. Ketika seseorang menekuk lutut mereka, pita iliotibial bergerak untuk mendukungnya. Jika pita iliotibial meradang, dapat menggosok di lutut luar dan menyebabkan rasa sakit, terutama selama gerakan yang melibatkan sendi, seperti jongkok. IT band syndrome sering mempengaruhi pelari. Orang yang tidak melakukan peregangan dengan benar sebelum berolahraga juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami cedera ini. BAGAIMANA SAAT SQUAT YANG BENAR UNTUK CEGAH SAKIT LUTUT Untuk melakukan squat yang benar dan bebas dari serangan nyeri, ada beberapa hal yang penting untuk dilakukan. Misalnya pemanasan dan peregangan sebelum latihan untuk mencegah cedera. Pemanasan dan peregangan sangat penting untuk mereka yang berusia lanjut mengingat biasanya otot mereka lebih tidak fleksibel dan bisa dengan mudah aus.   Untuk pemanasan, gunakan gerakan untuk sendi dengan lembut untuk meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otot dan pusat yang berisiko nyeri. Lakukan peregangan kaki sebelum dan setelah olahraga untuk mengurangi risiko cedera atau terkilir. Untuk melakukan squat dengan benar, berikut beberapa cara untuk melakukan squat dengan benar seperti disarikan dari Medical News Today : Mulai dari posisi berdiri, rentangkan kaki selebar bahu. Sambil menghembuskan napas, tekuk lutut dan turunkan bokong seolah-olah akan duduk tahan lengan untuk menjaga keseimbangan. Pastikan tumit tetap menapak di lantai Jaga agar bokong sejajar lutut dan hanya turun serendah mungkin tanpa menyebabkan ketidaknyamanan Jaga agar paha sejajar dengan lantai Jaga agar punggung dalam posisi lurus dan netral Pastikan pinggul, lutut, dan jari kaki semuanya mengarah ke depan Tarik napas dan kembalilah ke posisi berdiri dengan menekan tumit dan jaga agar bokong tetap kencang. PENELITIAN The Arthritis Foundation merekomendasikan bahwa orang-orang yang mengalami rasa sakit ketika berjongkok melakukan squat bersandar pada dinding. Menggunakan dinding sebagai penopang dapat membantu orang menguatkan otot yang lemah atau cedera dan mengurangi rasa sakit dari waktu ke waktu. Orang dapat melakukan squat bersandar pada dinding menggunakan langkah-langkah berikut: Berdirilah dengan punggung rata menempel dinding. Jaga jarak sekitar 45 centimeter antara bagian belakang tumit dan dinding pisahkan kaki selebar bahu. Buang napas dan turunkan bokong seolah-olah akan duduk. Jangan biarkan pantat lebih rendah dari lutut. Kencangkan perut dan jaga agar punggung tetap rata di dinding. Tarik napas dan gunakan otot tumit dan kaki untuk berdiri kembali The Arthritis Foundation menyarankan orang-orang yang mengalami rasa sakit ketika berjongkok untuk melakukan 10 squat dinding tiga kali seminggu. PENYEMBUHAN DAN MENGURANGI SAKIT LUTUT SAAT SQUAT Jika terlanjur lutut Anda sakit setelah atau saat melakukan squat, paling baik adalah berkonsultasi dengan dokter ahli di

Sindrom Piriformis ICD 10 Kenali Pemicunya

Sindrom piriformis icd 10

JAKARTA — Pernah merasakan nyeri di bagian belakang (bokong) yang disertai dengan kebas atau kesemutan hingga menjalar ke jari kaki? Jangan-jangan Anda mengalami sindrom piriformis dengan klasifikasi ICD 10 dari WHO. Bagi yang sudah pernah merasakan, aktivitas dan pekerjaan harian pun dapat terganggu. Nyeri pada bokong bisa disebabkan oleh otot piriformis yang ‘mengusik’ saraf sciatica terdekat sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman atau disebut juga dengan sindrom piriformis atau piriformis syndrome. Piriformis sendiri adalah nama otot yang terletak di bagian bokong dan membentang hingga bagian atas tulang paha sesuai dengan kriteria International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems  atau ICD 10.   Apa Penyebab Piriformis Sindrom Berdasarkan ICD 10 Bila Anda menjadi salah satunya yang mengalami nyeri sindrom piriformis sesuai kriteria ICD 10, coba ditelaah beberapa kebiasaan Anda sehari-hari yang ternyata dianggap sebagai pemicunya. Apa saja pemicunya? Meletakkan dompet (berisikan beragam kartu, dari kartu kredit hingga kartu lainnya) dan ponsel di saku belakang celana. Saat duduk – terutama untuk waktu yang lama – dengan segala isi saku belakang celana berisiko menekan saraf sciatica yang ada di bawah otot piriformis.Pada tahun 1978, Dr. Elmar Lutz menggambarkan dua studi kasus tentang fenomena ini dan menamakannya “Sciatica dompet-kartu kredit” (Credit card-wallet sciatica). Seiring dengan kemajuan jaman, di abad ke-21 ini, spesialis neurologi Dr. Orly Avitzur menambahkan ponsel sebagai barang yang sering juga diselipkan di saku belakang. Sepatu hak tinggi. Sepatu model ini dapat mengganggu lengkungan (kurvatura) tulang belakang yang normal karena berat badan akan dibebankan ke depan. Disinilah sciatica kadang menjadi ‘korban’ karena saat bergerak dengan sepatu hak tinggi, dan membebani punggun bawah dan memicu timbulkan gejala nyeri pada bokong. Celana panjang (terutama jins) dan pakaian dalam yang terlalu ketat. Memang jins ketat kadangkala membuat penampilan semakin modis. Namun berisiko terkena nyeri pada sciatica. Pilih mana? Lebih baik pilih pakaian yang memungkinkan anda bergerak bebas. Tanpa pakaian ketat, Anda bisa tetap tampil modis kok. Kelebihan berat badan atau obesitas, dapat memberikan tekanan pada tulang belakang yang akhirnya dapat menyebabkan nyeri pada bokong. Stres. Hal ini diungkapkan oleh pakar rehabilitasi medik di New York University School of Medicine, Dr. John Sarno yang sudah melakukan berbagai pendekatan medis untuk mendiagnosis dan mengatasi nyeri tulang belakang berdasarkan emosi penderitanya dengan membandingkan dengan hasil MRI. Tidak hanya disebabkan oleh masalah pada saraf tulang belakang, namun juga diduga terjadi gangguan pada suplai oksigen pada saraf sciatica sehingga timbul gejala yang sama seperti nyeri pada kaki, kelemahan otot kaki dan sensasi kesemutan. Prevalensi Piriformis Sindrom Diperkirakan nyeri pada bokong atau sindrom piriformis mengenai 10-40% populasi dan biasanya dialami pada kisaran usia 40 tahun. Berdasarkan ICD 10, para pekerja yang melakukan pekerjaan tertentu, seperti operator mesin atau pengemudi, cukup rentan alami sindrom piriformis ini.   Biasanya nyeri akibat sindrom piriformis akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 4-6 minggu. Namun jika terdapat gangguan neurologis, mungkin pulihnya akan lebih lama. Bila diduga terjadi keparahan dengan gejala yang progresif, mungkin dokter Lamina Pain and Spine Center akan menyarankan tindakan operasi. (*)

Pekerjaan Rumah Tangga Juga Bisa Jadi Pemicu Nyeri

Pekerjaan Rumah Tangga

Hati-hati pekerjaan rumah tangga juga bisa jadi pemicu nyeri. Kehidupan masyarakat urban tampaknya belum sepenuhnya kembali normal sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri, Senin (10/6). Selain jalan-jalan banyak yang masih lengang, para Asisten Rumah Tangga (ART) mungkin juga banyak yang belum kembali. Tak ayal berbagai pekerjaan rumah tangga harus ditanggung pemilik rumah sendiri. Membersihkan rumah, memotong rumput, mencuci mobil, membeli bahan makanan jadi semacam tugas wajib orang dewasa dalam kehidupan yang tak terhindarkan. Terutama saat ART belum kembali. Tetapi jika Anda menderita sakit punggung kronis yang terkait dengan cedera atau penurunan kondisi tulang belakang, Anda mungkin tahu bahwa beberapa tugas bisa lebih dari sekadar menghabiskan waktu, tapi benar-benar jadi beban tersendiri. Namun Anda dapat mempelajari cara-cara yang sehat untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu untuk menghindari tekanan yang tidak semestinya pada tulang belakang Anda. Dengan teknik yang benar, bahkan pekerjaan biasa ini bisa sekaligus untuk melatih otot-otot di tubuh Anda untuk bergerak dan membakar kalori. Jika sakit terus berlanjut, tak ada cara lain selain segera menghubungi dokter ahli, seperti yang ada di Klinik Lamina Pain and Spine Center. Dengan berbagai keahlian untuk diagnostik, terapi fisik, manajemen rasa sakit, dan perawatan bedah invasif minimal yang bertujuan memulihkan fungsi Anda. Anda bisa menghubungi layanan Whatsapp untuk konsultasi gratis. Di bawah ini adalah beberapa contoh pekerjaan rumah tangga bersama dengan tips untuk melakukannya tanpa merusak tulang belakang Anda, dikutip dan diolah dari laman thespinehealthinstitute: 1. Menghisap debu, mengepel, dan menyapu lantai Pekerjaan menyedot debu, mengepel atau menyapu, adalah pekerjaan yang paling tak terhindarkan meski sebenarnya juga punya banyak manfaat untuk kesehatan Anda jika dilakukan dengan benar. Bergantung pada seberapa kuat Anda melakukan setiap tugas, Anda dapat membakar hingga 50 kalori setiap 15 hingga 30 menit dengan pekerjaan ini. Karena berolahraga dan menjaga berat badan yang sehat adalah dua cara paling efektif untuk menghindari cedera punggung. Untuk menghindari ketegangan pada punggung selama tugas-tugas ini, pastikan untuk meregangkan dan menghangatkan otot Anda terlebih dahulu, hindari gerakan memutar yang canggung dan berlebiha. 2. Memasak dan mencuci piring Makanan bergizi dapat membantu menangkal sakit punggung dan leher. Faktanya, makanan yang disiapkan secara sehat tidak hanya memasok tubuh Anda dengan vitamin dan mineral yang dibutuhkannya untuk menjaga tulang dan otot yang kuat, tetapi juga dapat memerangi peradangan yang memicu rasa sakit di punggung dan leher Anda. Menggunakan pencuci piring otomatis Anda dapat membakar hingga 100 kalori per jam sambil hanya mencuci dan mengeringkan piring. Ingatlah bahwa saat bekerja di meja dapur, menempatkan satu kaki di tepi lemari rendah yang terbuka dapat membantu menstabilkan dan mengurangi ketegangan pada tulang belakang Anda. 3. Mencuci pakaian. Mengangkut pakaian ke dan dari mesin cuci, ditambah menggantung dan melipatnya ketika sudah selesai, bisa menambah latihan singkat untuk kebugaran Anda. Faktanya, Anda akan membakar lebih dari satu kalori per menit sambil melakukan tugas yang tidak dapat dihindari ini. Kuncinya adalah berlatih teknik mengangkat yang benar dan menghindari menyentak tiba-tiba dan gerakan memutar pinggang. 4. Memotong rumput dan berkebun. Jika Anda memotong rumput menggunakan mesin pemotong rumput, Anda tahu Anda mendapatkan latihan otot saat melakukannya. Anda dapat membakar sekitar 100 kalori hanya dalam 20 menit – dan lebih dari 300 kalori dalam satu jam. Itu latihan yang sangat efisien. Tetapi untuk menghindari menyakiti punggung Anda, penting menggunakan otot-otot inti Anda sebanyak mungkin, dengan kekuatan tambahan yang berasal dari paha depan Anda saat mendorong ke atas bukit atau melalui bidang padat. Pekerjaan halaman lainnya yang memungkinkan Anda membakar sebanyak 300 kalori per jam termasuk tugas menyapu dan berkebun seperti memangkas semak-semak. Jika Anda menggali di taman, fokuslah menggunakan otot kaki dan ketiak Anda, dan ketika Anda merasa punggung Anda lelah, istirahatlah. Berdiri dan regangkan setiap beberapa menit, dan jangan memelintir ke samping saat kaki Anda ditanam dalam posisi squat. 5. Mencuci jendela, mobil atau hewan peliharaan. Kegiatan ini memang membutuhkan kerja keras. Anda akan membakar lebih dari 30 kalori setiap 15 menit atau lebih saat Anda mencuci jendela atau mobil Anda. Untuk hewan peliharaan, tergantung karakter peliharaan Anda apakah suka air dan tidak merepotkan atau sebaliknya. Semua kegiatan ini bisa memberi manfaat otot yang kuat. Namun sejaligus juga untuk mencegah ketegangan otot saat melakukannya, pastikan Anda melakukan peregangan sebelum memulai kegiatan. 6. Berbelanja. Jikapun dalam keseharian, Anda tak menugaskan ART untuk berbelanja dan sudah biasa Anda lakukan sendiri kegiatan ini, Anda tetap harus waspada. Sisi baiknya berbelanja meski sering dianggap sepele bisa membakar kalori hingga 90 kalori per jam dengan menggunakan kereta belanja. Jika Anda harus mengangkat belanjaan ke posisi yang lebih tinggi maka yang bisa terbakar sampai 400 kalori per jam. Namun Anda harus meyakinkan bahwa Anda sudah punya pemahaman tentang bagaimana teknik mengangkat benda berat dengan cara yang benar. Anda perlu menempatkan otot fleksor inti dan pinggul Anda untuk bekerja saat memutar dan mengangkat barang untuk menghindari menyakiti punggung Anda. Jangan pula meremehkan beban belanjaan ringan. Belanjaan ringan tidak serta merta menghindari menyakiti punggung Anda. Lakukan teknik mengangkat beban dengan benar, agar terhindar dari nyeri punggung dan tulang belakang. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Lamina Pain & Spine Center sebagai satu-satunya klinik syaraf kejepit terlengkap di Indonesia. (***)

Cara Mengatasi Nyeri Punggung Dalam Perjalanan Arus Balik

Cara Mengatasi Nyeri Punggung

Cara mengatasi nyeri punggung dalam perjalanan arus balik. Jakarta pagi ini Senin (10/6) masih terlihat cukup lengang. Arus balik dari mudik lebaran tampaknya belum sepenuhnya tuntas. Implikasinya kemacetan mungkin masih akan mengancam para pemudik yang hendak kembali. Salah satu risiko kemacetan panjang tentu saja adalah nyeri punggung karena lama duduk di kendaraan. Jika Anda sebelumnya sudah mengetahui Anda memang pengidap nyeri punggung kronis, maka sudah selayaknya sebelum melakukan perjalanan panjang Anda melakukan pemeriksaan medis untuk mengatasi nyeri punggung. Anda bisa melakukannya di Klinik Lamina Pain and Spine Center. Anda bisa mendapatkan ‘bekal’ obat yang sesuai. Atau bahkan mungkin para dokter ahli nyeri bisa merekomendasikan tindakan untuk mencegah nyeri yang lebih permanen tergantung kondisi Anda. Anda tetap bisa melakukan pemeriksaan dan memutuskan untuk melakukan tindakan medis usai Idul Fitri dengan berkonsultasi secara gratis dulu melalui Whatsapp dengan nomor yang tercantum di website ini. Cara terbaik adalah sering-sering melakukan peregangan selama dalam perjalanan. Keluar dari jalur kemacetan, keluar dari kendaraan dan lakukan peregangan sambil berdiri dan berjalan atau berlari-lari kecil. Berikut beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk meringankan nyeri punggung dalam perjalanan dikutip dari laman spine-health. 1. Cari cara paling nyaman dalam mengatasi nyeri punggung Pastikan Anda berada dalam posisi paling nyaman dalam perjalanan. Gangguan kecil saja di awal perjalanan bisa menyebabkan rasa nyeri luar biasa di waktu kemudian. Singkiran dompet yang biasa Anda simpan di saku belakang celana, ponsel di saku depan celana yang bisa membuat posisi duduk Anda tidak seimbang. Jangan terlalu jauh atau terlalu dekat dari setir jika Anda yang harus mengendara mobil. Cari posisi paling nyaman. Posisi yang tak nyaman akan memberi stres tambahan pada lumbar tulang belakang, leher, bahu, dan pergelangan tangan. Cari posisi duduk yang membuat punggung Anda lurus. Jika perlu tambahkan bantal untuk mengganjal di kursi agar posisi punggung tetap lurus. Anda bisa juga menggunakan bantal kecil, scarf atau handuk yang digulung dan meletakannya di lengkung punggung bawah. 2. Pastikan perjalanan Anda selancar yang bisa Anda dapatkan. Jalanan yang tak mulus bisa membuat goncangan yang memberi risiko guncangan tambahan untuk tulang belakang. Cobalah hal-hal berikut : Pilih kendaraan yang paling minim memberikan efek kejutan saat melewati jalan bergelombang. Periksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan, dan mengganti bagian kendaraan yang telah aus, seperti ban. Pertimbangkan untuk menggunakan bantalan untuk mengganjal tulang ekor. 3. Keluar dan bergeraklah cara mengatasi nyeri punggung. Tahukah Anda bahwa tulang belakang Anda didesain untuk bergerak? Duduk dengan satu posisi dalam waktu lama bisa membuat otot punggung kaku dan bahkan bisa menyebabkan kejang otot. Jika mungkin buat jadwal kapan harus menghentikan kendaraan Anda. Idealnya setiap 30 menit sekali, berhentilah, keluar dari kendaraan dan bergerak sembari melakukan peregangan. Bergerak juga akan melancarkan sirkulasi darah, yang membawa nutrisi dan oksigen ke bagian punggung Anda. Jika belum bisa meminggirkan kendaraan dan berhenti karena kemacetan, cobalah untuk bergerak ringan di tempat duduk Anda. Bahkan bergerak setiap 10 menit sambil dudukpun lebih baik dari pada tidak bergerak sama sekali. Minimal atur kursi Anda dan ubah posisi Anda sedikit setiap 15 hingga 20 menit. Pompa pergelangan kaki Anda untuk menjaga darah tetap mengalir dan berikan sedikit regangan pada otot-otot hamstring Anda. 4. Bawa alat kompres dingin. Jika Anda terlanjur mengidap nyeri punggung, sangat tepat berbekal kompres dingin di mobil dalam perjalanan. Sebagian besar nyeri punggung disertai dengan peradangan. Menerapkan kompres dingin dapat mengurangi peradangan dan jaringan yang mati rasa. Harap diingat untuk selalu menggunakan handuk atau pelindung lainnya untuk menghindari kulit terbakar karena rasa dingin yang terlalu menyengat. 5. Lakukan pemanasan otot. Menghangatkan punggung bagian bawah adalah cara yang baik untuk mengatasi rasa sakit pada perjalanan panjang. Berikut beberapa pilihannya: Simpan bantalan pemanas di mobil Anda, dan gunakan konverter daya untuk menancapkannya ke pemantik rokok atau sumber daya dashboard Anda dan hidupkan bantalan pemanas Anda saat Anda membutuhkannya. Jika Anda lebih suka panas lembab, Anda dapat membeli paket pemanas yang dapat digunakan kembali dan memanaskannya dalam microwave Anda sebelum masuk ke dalam mobil. Anda dapat menempatkan ini di antara punggung bagian bawah dan sandaran kursi di tempat menggunakan bantal lumbar. Beberapa mobil memiliki kursi berpemanas, yang menghasilkan tingkat panas rendah secara terus-menerus dan dapat digunakan untuk menjaga otot punggung bagian bawah Anda tetap hangat 6. Mendukung punggung dengan kaki Anda. Mendukung tulang belakang Anda dimulai dengan meletakkan ganjal di bawah kaki Anda. Kaki Anda harus diletakkan di atas permukaan yang kokoh dan pada ketinggian yang tepat untuk menghindari pemindahan stres ke punggung bagian bawah. 7. Pengalihan pikiran adalah satu cara mengatasi nyeri punggung. Mengurangi stres dengan melepaskan pikiran dari rasa sakit Anda bisa sangat membantu. Bahkan jika Anda adalah pengemudi, masih ada beberapa opsi untuk membantu memenuhi pikiran Anda. Coba saluran musik baru atau berbicang santai dengan penumpang kendaraan Anda. Jika Anda penumpang, maka Anda memiliki beberapa pilihan: bermeditasi, membaca, mencoba teka-teki silang, mencoba aplikasi atau permainan elektronik baru, menonton film atau serial TV yang selalu ingin Anda lihat. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Lamina Pain & Spine Center sebagai satu-satunya klinik syaraf kejepit terbaik di Indonesia. (***)

8 Mitos Sciatica ICD 10 yang Membuat Hidup Anda Berantakan

Kriteria ICD 10 Sciatica

JAKARTA — Berdasarkan International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems atau ICD 10. Berdasarkan kriteria ICD 10 Sciatica adalah nyeri yang menjalar dari punggung ke bokong baik aspek posterior atau lateral kaki. Saraf sciatic sendiri diketahui sebagai saraf terbesar di tubuh kita. Saraf ini membentang dari punggung bawah menuju ke dua kaki. Jika Anda mengira nyeri sciatica adalah kondisi medis, Anda tergolong orang yang menjadi korban mitos. Sciatica bukan kondisi medis, namun gejala penyakit tertentu seperti stenosis spinal, herniasi diskus di lumbar atau penyakit degeneratif pada diskus. Faktanya, itu bukan satu-satunya mitos tentang sciatica. Dikutip dari laman care2 berikut 8 mitos seputar sciatica yang mungkin membuat hidup Anda berantakan: Mitos 1 : ICD 10 Sciatica hanya menyerang orang-orang yang malas bergerak Meski orang-orang yang tak aktif bergerak berisiko lebih tinggi mengalami sciatica dibanding orang-orang yang aktif bergerak, sebenarnya kedua kelompok sama-sama berisiko.   Kebiasaan mengangkat beban berat dengan membungkuk atau memelintirkan pinggang bisa secara masif meningkatkan risiko sciatica di kalangan orang-orang yang bahkan aktif bergerak. Malas berolahraga dan tidak suka melakukan peregangan sebelum dan setelah olahraga berkontribusi pada kondisi ini. Mitos 2 : Berdasarkan ICD 10 Pembedahan satu-satunya jalan mengatasi sciatica Salah. Karena ternyata sebagian besar kasus sciatica bisa ditangani dalam enam minggu dengan menggunakan metode nonsurgical atau tanpa bedah. Tapi kasus-kasus berat berdasar ICD 10 sciatica mau tak mau harus diatasi dengan pembedahan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Perlu dicatat bahwa nyeri sciatica yang tak terus menerus dan tak mengganggu mungkin bisa memburuk jika Anda abaikan. Jadi segera cari solusi terbaiknya. Misalnya di Klinik Lamina Pain and Spine Center. Mitos 3 : Anda harus beristirahat total jika Anda terkena sciatica Penelitian menunjukkan bahwa berbaring seharian di ranjang tak akan meringankan rasa nyeri sciatica. Anda lebih baik berusaha tetap aktif bergerak dan berolahraga semampunya untuk mengurangi nyeri sciatica. Baca juga : Sciatica Sebabkan Nyeri Pinggang Hingga Tumit Dalam sejumlah kasus, enggan bergerak aktif bisa membuat kondisi nyeri semakin memburuk karena malah membuat otot-otot punggung dan hamstring kaku dan lemah. Kedua masalah itu terkait dengan masalah nyeri punggung bawah. Mitos 4: Nyeri di kaki berarti Anda pasti mengidap sciatica Sebagian besar orang telah melakukan diagnosis sendiri bahwa mereka mengidap sciatica jika kaki dan punggung,meski sadar bahwan nyeri di kaki dan punggung bisa jadi tak berhubungan sama sekali. And mungkin merasakan nyeri di bagian punggung, karena ketegangan otot punggung atau postur yang buruk. Nyeri kaki, bisa juga karena cellulitis, keteganga otot dan masalah pembuluh darah. Konsultasikan dengan dokter Anda, jika Anda mengalami nyeri kaki dan nyeri punggung yang kronis untuk menemukan penyebab aslinya. Mitos 5 : Jika Anda terserang sciatica, nyerinya tak akan pernah hilang Mitos ini tak muncul begitu saja. Banyak orang frustasi karena mereka telah menjalani banyak tindakan berbeda untuk keluhan nyeri mereka tanpa hasil yang memuaskan. Padahal berdasarkan ICD 10 sciatica bisa disembuhkan. Anda hanya membutuhkan keahlian dokter yang bisa mengerti masalah intinya dan menemukan metode yang tepat untuk menanganinya.   Di Klinik Lamina Pain and Spine Center para dokter ahli yang sangat kompeten di bidangnya terutama manajemen nyeri, penyebab nyeri Anda bisa dengan cepat ditemukan dan diiobati. Mitos 6: Bredasarkan ICD 10 Obat adalah cara terbaik untuk menangani sciatica Mengonsumsi obat-obatan tertentu tampaknya jadi jalan yang tepat untuk mengatasi sciatica, tapi sebenarnya tak cukup efektif. Penelitian menunjukkan ada bukti yang lemah bahwa obat-obatan uang digunakan untuk sciatica bisa cukup efektif. Untuk pengidap sciatica yang parah, antidepresan, analgesik opioid, NSAID dan kortikosteroid mungkin tak cukup membantu. Mitos 7: Tak ada yang tahu penyebab sciatica Sciatica muncul ketika saraf sciatica tertekan atau terjepit. Tekanan itu bisa disebabkan oleh herniasi diskus, penyempitan kanal saraf atau pertumbuhan taji tulang. Mitos 8: Tindakan untuk semua pasien sama Salah. Karena tindakan untuk seorang pasien mungkin tidak akan berhasil untuk pasien lainnya, bahkan jika gejala yang Anda rasakan sama. Tindakan yang dilakukan untuk menyembuhkan sciatica harus berbasis pada gejala spesifik dan penyebab nyerinya. (***)

Perjalanan Mudik Tanpa Oleh-oleh Nyeri Punggung

Perjalanan mudik tanpa nyeri

JAKARTA — Suasana dan nuansa Idul Fitri sudah mulai terasa di mana-mana. Beberapa perusahaan bahkan mulai meliburkan karyawannya mulai akhir pekan ini. Salah satu ‘budaya’ merayakan Idul Fitri di Indonesia adalah dengan perjalanan mudik atau pulang kampung bersama-sama, ini akan lebih bermakna jika tanpa nyeri saat berkendara. Baik saat perjalanan berangkat maupun saat kembali ke rumah, salah satu isu penting adalah tentang perbekalan dan oleh-oleh yang tak sedikit. Tak jarang saat memindahkan dan mengangkat barang-barang ini jadi pangkal munculnya nyeri punggung dalam perjalanan mudik. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah nyeri punggung menjadi oleh-oleh usai perjalanan mudik lebaran. Pertama, pastikan Anda memang bukan pengidap kronis atau kambuhan, ada baiknya sebelum berangkat mudik Anda memeriksakan diri dulu secara lengkap ke Lamina Pain and Spine Center.   Para dokter ahli di Klinik Lamina akan segera mencarikan solusi terbaik untuk menangani keluhan Anda. Misalnya dengan tindakan mulai dari penggunaan obat-obatan antinyeri, injeksi steroid, radiofrekuensi ablasi sampai bedah minimally invasive seperti Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD) dan Percutaneous Endoscopy Lumbar Discectomy (PELD). BAGAIMANA BEBAN BERAT BERPENGARUH PADA SENDI Membawa beban berlebih di tas dapat menyebabkan keausan pada persendian, ligamen, dan otot di seluruh punggung dan di pinggul. Seringkali, bagian-bagian tubuh ini bekerja untuk mengimbangi berat tambahan, tetapi karena mereka tidak dapat mempertahankan kekuatan itu untuk jangka waktu yang lama, mereka mulai mengalami degenerasi, yang dapat menyebabkan kekakuan, kehilangan rentang gerak dan rasa sakit. Efek-efek ini dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh ketika otot-otot lain bekerja untuk mengimbangi ketegangan. Degenerasi bertahap ini dapat menyebabkan nyeri punggung kronis, cakram terkompresi di tulang belakang (herniasi diskus), nyeri leher, postur dan gaya berjalan yang berubah, dan bahkan nyeri pada kaki. RINGANKAN BEBAN PERJALANAN MUDIK ANDA Selanjutnya adalah melakukan seleksi yang baik terhadap barang bawaan Anda selama mudik. Misalnya saja jika Anda memilih menggunakan tas punggung, pilih tali yang cukup tebal dan pastikan puncak barang bawaan Anda dalam tas punggung hanya mencapai puncak tulang belikat saja. Bila Anda menggunakan koper untuk barang bawaan Anda saat mudik. Pastikan beratnya masih dalam jangkauan kemampuan Anda. Jika Anda menggunakan beberapa kemasan kardus, pastikan saat mengangkat atau meletakkan Anda tidak membungkuk, tetapi dengan berlutut dan merendahkan tubuh bagian atas agar nyeri saat perjalanan mudik tidak muncul. Cermati tentang apa yang Anda ingin bawa ke kampung halaman dan saat kembali ke rumah. Barang-barang yang sekiranya bisa Anda dapatkan juga di kampung halaman sebaiknya tidak perlu dibawa. “Perhatikan bahwa tas Anda adalah sesuatu yang paling mudah untuk dimodifikasi sesuai lingkungan Anda,” kata Dr. Charla Fischer, ahli bedah saraf tulang belakang di NYU Langone’s Spine Center seperti dikutip dari New York Post. Dalam prakteknya Fischer sering menyarankan pasiennya untuk menyortir barang bawaannya dan jenis tas mereka. Misalnya dari barang bawaan dengan tas ransel seberat 1,3 kilogram bisa jadi dengan pemilihan bahan dan perangkat keras lainnya di tas bisa ditekan hanya 0,45 kilogram saja. “Bertahan dengan beban beberapa kilogram sepanjang perjalanan, bisa membuat punggung Anda kaku seperti papan dan mencetuskan nyeri. Berbaik hatilah pada tubuh Anda sendiri,” kata Fischer. TIPS PERJALANAN DENGAN BAWAAN MINIMALIS HINDARI NYERI AKUT Teliti lagi bawaan Anda. Singkirkan benda-benda tak bermanfaat atau yang Anda duga “siapa tahu nanti dibutuhkan”. Karena biasanya barang-barang ini tak akan digunakan kecuali hanya membuat tas Anda semakin berat saja. Misalnya : peta perjalanan, kacamata yang tak Anda butuhkan, botol minuman beserta isinya yang padahal bisa diisi hanya saat akan digunakan. Cek isi dompet Anda. Pastikan isi dompet Anda hanya uang secukupnya, kartu ATM yang penting dan kartu ID yang penting saja. Dua tali tas lebih baik dari satu. Tas yang disandang di bahu seperti model messenger, totes dan purse bisa membuat bahu tidak seimbang, kaku dan nyeri. Jikapun terpaksa menggunakan maka kenakan secara bergantian di kiri dan kanan, dan pilihlah yang menggunakan straps atau tali tas yang tebal. Untuk tas punggung, dengan tali yang memeluk punggung bagian bawah, sekitar pinggul atau perut untuk dukungan tambahan pada lumbar.Jika tali ransel terlalu tinggi, otot punggung akan tertarik. Tetapi jika terlalu rendah, distribusi berat dapat menyebabkan cakram tulang belakang menekan – menyebabkan masalah punggung jangka panjang. Atau tulang belakang menekuk ke depan atau ke belakang dalam upaya untuk menyeimbangkan berat tapi menyakitkan. Pilih bahan tas dengan bijak. Tas kulit mungkin gaya, tetapi menambah berat pada perjalanan Anda. Cari yang terbuat dari bahan ringan, seperti kanvas. “Ingatlah bobot dasar tas sebesar 1,3 kilogram, ” kata Fischer. Meski dirancang untuk ergonomis, bahan-bahan tas tertentu bisa menambah beban bawaan dan itu buruk untuk Anda. Peregangan jangan dilupakan. Begitu sampai di tujuan atau setidaknya di tempat peristirahatan, luangkan waktu dalam perjalanan untuk meregangkan otot punggung dan mencegah nyeri atau kram. Cobalah gerakan memutar tulang belakang: Berbaringlah di tanah dan biarkan lutut Anda jatuh ke satu sisi, lihat ke atas bahu Anda di sisi yang berlawanan. Lakukan selama 5 menit pada sisi yang berlawanan . (***)

Spina Bifida Occulta Adalah Kelainan Tulang Belakang Undang Nyeri

Spina bifida acculta adalah

JAKARTA — Saat bayi masih dalam kandungan, berbagai perkembangan yang sifatnya berangsur-angsur sudah selayaknya mendapatkan perhatian lebih. Termasuk perkembangan tulang belakangnya. Ada beberapa kelainan yang sangat berefek pada tulang belakang yang gagal berkembang seperti semestinya. Salah satunya adalah spina bifida occulta. Dalam kasus ini yang terjadi adalah beberapa tulang belakang, tulang dan susunan saraf tidak berhasil tertutup dengan sempurna. Menurut Spina Bifida Association, 10-20 persen orang mengalami spina bifida occulta. Uniknya ternyata banyak yang tak menyadari memiliki kondisi ini, karena ada kemungkinan penderita tak mengalami gejalanya. Salah satu namanya adalah spina bifida tersembunyi.   Beberapa fakta unik tentang spina bifida adalah: Pengidap spina bifida occulta sering tidak merasakan gejalanya. Jikapun dalam kasus gejalanya bisa diketahui, biasanya sangat tak terlihat. Spina bifida tak bisa disembuhkan. FAKTA SPINA BIFIDA OCCULTA Para ahli menyebut spina bifida occulta berasal dari bahasa Latin. ‘Spina’ berarti tulang belakang, ‘bifida’ berarti berarti terbuka dan ‘occulta’ berarti rahasia atau tertutup. Gejala pada kondisi ini sangat halus, sampai tak terlihat dalam beberapa kali. Oleh karena itu, kondisi ini biasanya ditemukan secara tidak sengaja melalui X-ray atau pemindaian MRI yang dilakukan seseorang karena alasan lain. Baca juga : Lordosis Perbedaan dengan spina bifida terbuka yang sering disebut sebagai myelomeningocele, adalah kecacatan bawaan yang parah. Mereka dengan spina bifida terbuka cenderung memiliki masalah mobilitas, dan lebih sering mengalami cedera dan infeksi daripada orang dengan spina bifida occulta. Seseorang dengan spina bifida terbuka memiliki kanal tulang belakang yang terbuka ke berbagai derajat sepanjang panjangnya. Juga, kantung yang berisi bagian dari sumsum tulang belakang terdorong keluar melalui kulit. TENTANG SPINA BIFIDA OCCULTA ADALAH? Spina bifida occulta  adalah tipe khusus dari spina bifida namun dalam kondisi yang lebih ringan. Biasanya lubang di tulang belakang ukurannya minimal dan saraf masih sangat terlindungi Berikit beberapa gejala khas pada spina bifida occulta: Nyeri punggung. Rasa lemah di kaki Rasa kebas dan nyeri di punggung dan di kaki. Bentuk tulang belakang yang melengkung atau dikenal sebagai skoliosis Kurang bisa mengendalikan kandung kemih dan usus besar. Bentuk kaki dan betis yang melengkung. Sedikitnya satu dari 1.000 pengidap spina bifida occulta mengalami gejala-gejala itu. Dalam beberapa kasus, orang dapat melihat tanda-tanda kelainan sumsum tulang belakang mereka, karena ini dapat menyebabkan perubahan pada kulit di sepanjang garis tengah punggung bawah. Tanda-tanda yang terlihat dari kemungkinan kelainan sumsum tulang belakang meliputi: Ada arena berbulu di kulit punggung Perubajan warna kulit atau tanda lahir Lesung atau lekukan kulit Pertumbuhan atau bantalan lemak Jika seseorang memperhatikan tanda-tanda ini, mereka harus mengunjungi dokter untuk membicarakan masalah mereka. Ada sejumlah komplikasi yang dirasakan pengidap. Misalnya kesakitan ketika orang lain memegang punggung bawah mereka. Nyeri punggung dan kelemahan pada tungkai adalah gejala umum spina bifida occulta. Sumsum tulang belakang seseorang berjalan dari otak mereka ke tulang belakang mereka. Ketika terjadi sindrom sumsum tulang belakang, biasanya medula spinalis yang menggantung bebas melekat pada tulang belakang, sehingga membatasi pergerakannya. Gejala spina bifida occulta meliputi: Sakit punggung Kelemahan di kedua kaki dan lengan Kesulitan mengendalikan kandung kemih dan usus Tidak ada obat untuk spina bifida occulta, tetapi perawatan tidak diperlukan bagi kebanyakan orang karena mereka tidak memiliki gejala. Ketika gejalanya muncul, mereka diobati secara individual. Jika seseorang menderita sakit punggung, misalnya, mereka bisa melakukan fisioterapi atau obat pereda nyeri untuk membantu mengatasi ini. Baca Juga : Nyeri Punggung dan Leher ini Penyebabnya. Atasi di Klinik Lamina! PENYEBAB DAN PENTINGNYA ASAM FOLAT Para peneliti tidak yakin mengapa satu orang dan bukan orang lain mungkin mengalami spina bifida occulta. Namun, cacat sumsum tulang belakang lebih mungkin terjadi pada bayi yang ibunya tidak mengonsumsi asupan asam folat yang cukup. Wanita hamil disarankan untuk mengonsumsi suplemen asam folat, selama kehamilan setidaknya mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari, bahkan sebelum konsepsi terjadi. Memastikan asupan suplemen asam folat yang tepat selama kehamilan dapat mengurangi risiko cacat tulang belakang, seperti spina bifida, hingga 40 hingga 100 persen. Orang-orang dapat mencoba untuk meningkatkan asupan asam folat mereka dengan makan lebih banyak makanan yang mengandungnya, termasuk sayuran berdaun gelap dan sereal yang diperkaya. Atau, suplemen dapat dikonsumsi secara oral dalam bentuk pil atau kapsul. Wanita dengan diabetes dan mereka yang sebelumnya telah melahirkan anak dengan cacat tabung saraf berada pada risiko yang lebih tinggi. DIAGNOSIS SPINA BIFIDA OCCULTA ADALAH Spina bifida occulta sering hanya ditemukan ketika seseorang dengan kondisi ini mengunjungi dokter mereka untuk alasan yang tidak berhubungan. Jika dokter melakukan tes atau pemeriksaan khusus dan memperhatikan tanda-tanda spina bifida occulta, mereka dapat melakukan tes seperti X-ray atau pemindaian MRI untuk mengkonfirmasi. Apakah spina bifida occulta merupakan kecacatan? Mengidap spina bifida occulta tidak berarti seseorang mengalami kecacatan. Namun, mungkin akan mengali keterbatasan tertentu. Karena sebenarnya bisa jadi banyak orang yang juga mengalami kondisi ini, namun tak menyadarinya karena gejalanya sangat ringan dan tak mencolok. Spina bifida occulta dapat terjadi tanpa riwayat keluarga sebelumnya, dan mereka yang mengidapnya tidak menurunkannnya jika mereka memiliki anak. Kompliasi spina bifida occulta seperti sindrom tali pusat, mungkin memerlukan pembedahan. Gejala lain biasanya berhasil dikelola melalui obat pereda nyeri dan terapi fisik saat gejala muncul. (***)

Menggali Manfaat Bedah pada Epilepsi

bedah epilepsi

JAKARTA – Bedah epilepsi kadang menjadi salah satu opsi penanganan pada epilepsi. Kapan bedah ini bisa dilakukan pada penderita epilepsi? Menurut Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP dari Lamina Pain and Spine Center, pembedahan menjadi pilihan bagi pasien epilepsi jika kejangnya tidak dapat lagi dikendalikan oleh obat antiepilepsi (OAE). Atau ketika efek samping OAE pada pasien tersebut sangat parah atau tidak dapat ditoleransi yang dapat memengaruhi kualitas hidupnya. Bagi pasien dengan masalah medis lainnya, misalnya ada penyakit penyerta (janutng, kanker) biasanya tidak dianjurkan untuk menjadi kandidat  tindakan bedah epilepsi.   Secara umum, terdapat 3 jenis operasi untuk atasi epilepsi, yaitu: Mengangkat bagian otak yang diduga menjadi biang keladi pemicu kejang. Merusak jalur yang menghantarkan impuls kejang ke otak, jika bagian otak yang memicu kejang tidak diketahui. Memasang implan untuk mengendalikan impuls kejang. Dari ketiga tindakan itu, yang paling banyak dilakukan, adalah tindakan bedah mengangkat bagian otak yang diduga menjadi penyebab kejang. Manfaat lain dari bedah pada epilepsi ini, lanjut Dr Wawan adalah yang tadinya epilepsi tersebut tidak dapat ditangani dengan obat, diharapkan setelah bedah, epilepsinya dapat ditangani dengan pemberian obat. Epilepsi merupakan salah satu penyakit neurologi menahun akibat aktivitas listrik otak yang abnormal. Dengan bentuk serangan kejang dan perubahan tingkah laku, kesadaran dan perubahan lain yang hilang timbul, baik yang terasa atau terlihat. Beberapa penyebab gangguan listrik di otak tersebut dapat disebabkan oleh kerusakan jaringan, seperti tumor otak, cidera kepala, atau akibat gejala sisa dari suatu penyakit (infeksi otak, stroke, cacat lahir). Kejang pada Epilepsi Dapat Diatasi dengan Bedah Direktur Bedah Program Epilepsi pada The Vanderbilt University Medical Center (VUMC), Dr. Dario Englot menyatakan, serangan kejang pada epilepsi dapat menyebabkan masalah atau gangguan pada jaringan otak.  Yang selanjutnya dikaitkan dengan defisit fungsi kognitif dan ini terlihat pada pasien dengan epilepsi. Baca juga : Kode ICD 10 Epilepsi Hal ini ditunjukkan dengan studi terbaru pada 15 orang dengan epilepsi lobus temporal dan hasilnya terdapat perbaikan dalam jaringan otak setelah dilakukan operasi, dibandingkan dengan sekelompok subjek tanpa epilepsi. Jadi disimpulkan, aktivitas jaringan otak dapat membaik dengan operasi jika ingin menghentikan kejang. Hal ini dilansir pada salah satu jurnal Neurosurgery. (###)

7 Kemungkinan Tersering Penyebab Nyeri Bahu Anda

Berbagai masalah penyebab nyeri bahu

JAKARTA — Bahu adalah sendi yang paling fleksibel di tubuh manusia. Terdiri dari beberapa tendon, ligamen dan otot yang saling bekerja sama saat melakukan gerakan. Saat arena bahu mengalami nyeri ada banyak kemungkinan penyebabnya. Mulai dari akibat cedera, aus umum karena proses penuaan dan peradangan. Lebih lanjut, bahu terdiri dari tiga tulang: Humerus atau tulang lengan atas. Skapula atau tulang belikat. Klavikula atau tulang selangka. Bagian atas lengan atas pada glenoid, ada soket bundar di bilah bahu. Satu set otot dan tendon yang disebut rotator cuff menjaga sendi bahu tetap di tempatnya dan memberikan mobilitas dan stabilitas. Berikut beberapa masalah nyeri yang menyerang bahu, misalnya: 1. TENDINITIS Tendinitis adalah salah satu jenis nyeri bahu yang mengacu pada masalah peradangan di tendon, atau otot-otot seperti tali yang menghubungkan dengan tulang. Di bahu, tendinitis biasanya menyerang tendon rotator cuff atau yang menghubungkan bilah bahu ke bicep. Peradangan pada tendon-tendon ini dapat menyebabkan rasa sakit di sekitar sendi bahu. Kulit di area ini mungkin tampak memerah dan bengkak. Baca juga : Tendonitis Tendinitis dapat bersifat akut atau kronis. Tendinitis akut biasanya merupakan akibat dari cedera atau penggunaan sendi bahu yang berlebihan. Kondisi yang mempengaruhi tulang, seperti radang sendi, dapat menyebabkan tendinitis kronis. Pengobatan dilakukan dengan mengistirahatkan sendi secara total. Kompres dingin area yang terdampak tendonitis selama 20 menit beberapa kali dalam sehari untuk meringankan nyeri. Penting untuk membungkus es dengan handuk dan tidak kontak secara langsung ke kulit yang terdampak. Penggunaan obat antiperadangan antisteroid yang dijual bebas bisa dipakai untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan. 2. BURSITIS Bursitis mengacu pada inflamasi pada bursae, yaitu kantung kecil berisi cairan atau lendir yang bertindak sebagai bantalan antara tulang dan jaringan lunak pada persendian. Bursitis biasanya hasil dari cedera, terlalu sering digunakan, dan gerakan sendi yang berulang. Namun, infeksi dan kondisi peradangan seperti radang sendi dan asam urat juga dapat menyebabkan peradangan pada bursae. Peradangan bursae antara manset rotator dan tulang belikat disebut bursitis subakromial. Pada rotator cuff, bursitis terkadang dapat berkembang bersamaan dengan tendinitis. Bursitis di bahu dapat menyebabkan nyeri dan nyeri yang dapat membatasi pergerakan lengan dan membuat aktivitas sehari-hari menjadi sulit. Pengobatan dapat sering dilakukan di rumah dengan beristirahat, mengompreskan es, dan minum obat nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen atau aspirin. Untuk orang-orang dengan radang bursae, dokter dapat merekomendasikan injeksi steroid atau menjalani prosedur pengeluaran cairan dari dalam bursae. Jika bursitis disebabkan oleh infeksi, dokter dapat meresepkan antibiotik. Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat bursae yang terkena dampak. 3. TENDON ROBEK Tendon terkadang dapat pecah atau sobek. Kerusakan ini mungkin sebagian, atau dapat sepenuhnya terlepas dari tulang. Tendon robek dapat terjadi akibat cedera, terlalu sering digunakan, dan keausan umum pada bahu seiring bertambahnya usia seseorang. Di bahu, robekan ini biasanya mempengaruhi tendon rotator cuff dan biceps. Robekan tendon dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kelemahan atau mobilitas berkurang di lengan. Orang biasanya dapat mengobati robekan tendon di bahu di rumah dengan: Mengistirahatkan bahu dan menghindari kegiatan yang dapat memperburuk gejala. Kompres es ke area tersebut selama 20 menit beberapa kali setiap hari Minum obat antinyeri yang dijual bebas. Dokter mungkin menyarankan mencoba latihan penguatan atau terapi fisik. Jika robekan tendon tidak membaik dengan perawatan ini, dokter dapat merekomendasikan suntikan steroid atau operasi. 4. TUMBUKAN BAHU Tumbukan bahu mengacu pada ketika bagian atas bilah bahu, atau akromion, bergesekan dengan tendon rotator manset dan bursae ketika seseorang mengangkat lengan mereka. Tumbukan ini dapat membatasi gerakan, menyebabkan rasa sakit dan kelemahan pada lengan, dan menyebabkan radang kandung lendir atau bursae dan tendinitis. Perawatan untuk tumbukan bahu biasanya melibatkan istirahat, minum obat anti nyeri antisteroid yang dijual bebas dan terapi fisik atau terapi okupasi. Namun, mungkin perlu beberapa minggu atau bulan untuk gejala membaik. Jika tidak ada respon terhadap perawatan sama sekali, dokter dapat merekomendasikan suntikan steroid atau pembedahan. 5. DISLOKASI Dislokasi total terjadi ketika tulang keluar sepenuhnya dari soket. Subluksasi mengacu pada ketika tulang hanya sebagian keluar dari soket. Dislokasi bahu bisa sangat menyakitkan dan biasanya membuat lengan sama sekali tak bisa digerakkan. Bahu juga mungkin tampak cacat, atau mungkin ada tonjolan di bawah kulit di mana tulang telah keluar dari tempatnya. Dislokasi bahu biasanya terjadi karena cedera, seperti karena kontak fisik saat olahraga. Dislokasi dapat merusak jaringan ikat dan sekitarnya, yang dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap dislokasi di masa depan. Dokter menyebut dislokasi bahu yang berulang sebagai ketidakstabilan bahu kronis. Penderika dislokasi bahu harus segera dilarikan ke rumah sakit. Jangan mencoba untuk menarik bahu kembali ke tempatnya sendiri, karena ini dapat merusak sendi atau jaringan di sekitarnya. Setelah ahli medis memindahkan tulang kembali ke soketnya, bahu yang terkilir dapat memakan waktu beberapa bulan untuk sepenuhnya pulih. Pilihan pengobatan biasanya termasuk istirahat, minum obat antinyeri nonsteroid dan melakukan terapi fisik untuk memperkuat otot bahu. Mungkin memerlukan pembedahan, terutama jika itu berulang. 6. OSTEOARTHRITIS Osteoarthritis adalah kondisi degenerartif di mana cartilage atau tulang rawan pada sendi secara berangsung retak. Hal ini biasanya menyerang lutut, pinggul dan tangan. Tapi bisa juga menyerang sendi apapun dalam tubuh. Termasuk bahu. Gejala osteoarthritis biasanya akan semakin buruk seiring waktu termasuk munculnya pembengkakan, nyeri, kekakuan,m dan berkurangnya kemampuan gerak pada sendi. Pengidap biasanya akan merasakan sensasi seperti ada gilasan saat menggerakkan bahu mereka. Penyebab osteoarthritis bisa karena cedera di masa lalu atau karena proses penuaan yang wajar terjadi. Untuk pengobatan, hingga saat ini tak ada obat yang secara langsung menyembuhkan kondisi ini. Sehingga penanganan yang bisa diberikan lebih berfokus pada menghilangkan gejala, meningkatkan mobilitas, dan memperlambat perkembangan kondisi. Opsi perawatan termasuk: Modifikasi aktivitas harian untuk mengurangi rasa sakit Terapi fisik atau terapi okupasi untuk memperkuat dan meregangkan otot-otot yang menopang bahu. Kompres es atau bantal panas selama 20 menit dua atau tiga kali sehari untuk membantu menghilangkan rasa sakit dan peradangan. Menggunakan obat-obatan yang dijual bebas termasuk krim dan salep penghilang rasa sakit Injeksi steroid ke dalam sendi bahu yang bisa dilakukan di Klinik LAMINA. Menjalani jenis operasi yang disebut artroplasti bahu total. 7. FRAKTUR ATAU PATAH TULANG JIka cedera keras di bahu terasa sangat menganggu ada kemungkinan yang terjadi adalah tulang retak atau patah. Tulang