Edema Tungkai Adalah Tanda Ginjal Bermasalah

edema tungkai

Edema adalah pembengkakan anggota tubuh yang terjadi karena penimbunan cairan pada jaringan. Ada bermacam-macam edema yang akan kita bahas, termasuk diantaranya adalah edema tungkai. Lebih lanjut, untuk mengatasi edema berlebih di daerah perut, dapat dilakukan pungsi cairan perut. Pungsi dilakukan dengan memasukkan jarum dan selang, kemudian menampung cairan yang keluar dari perut. “Melalui tindakan ini, rasa kembung dan ketidaknyamanan pasien akan sangat berkurang,” jelas dr Mahdian Nur Nasution SpBS. Meski demkian, pungsi tidak akan menghentikan produksi cairan edema. Karena itu, meski cairan yang keluar sudah berliter-liter, seminggu kemudian cairan bisa sudah menumpuk kembali. Untuk membantu mengurangi jumlah cairan atau edema, dokter dapat memberikan albumin melalui infus. Salah satu penyebab edema adalah sirosis. Kondisi ini belum bisa disembuhkan secara total. Bahkan, dahulu hati tidak dapat lagi diperbaiki jika sudah terjadi sirosis. Pilihan untuk mengatasi hal ini adalah dengan melakukan transplantasi hati, meski tidak semua kasus mengalami kesuksesan. Penyakit Ginjal Sebabkan Edema Tungkai Terdapat beberapa mekanisme edema pada gagal ginjal kronik. Penyakit ginjal dan gagal ginjal juga dapat menyebabkan terjadinya edema. Hal ini terjadi karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan cairan melalui urine. Pada orang yang mengalami gagal ginjal, ginjal tidak lagi mampu membentuk urine sehingga cairan di dalam darah merembes ke jaringan lain.   Hal ini dapat ditandai dengan membengkaknya atau edema tungkai sehingga jika ditekan, kulit tidak akan otomatis kembali dan meninggalkan cekungan bekas tekanan. Edema akibat penyakit ginjal juga dapat terlihat di daerah sekitar mata. Baca juga : Text Neck Syndrome Edema akibat penyakit ginjal juga terjadi akibat kebocoran albumin melalui ginjal dan dibuang melalui urine. Akibatnya, cairan merembes keluar dari pembuluh darah dan menumpuk di jaringan lain. Untuk meredakan edema ekstremitas akibat penyakit ginjal, diperlukan upaya untuk mengatasi penyakit ginjal itu sendiri. Selain itu dapat dilakukan hemodialisis, pemberian albumin melalui infus, dan pasien diminta untuk mengurangi jumlah cairan yang diminum. Apa Itu Edema pada Penyakit Lain Selain gangguan jantung, hati, dan ginjal, ada beberapa penyakit lain yang juga dapat menyebabkan edema, diantaranya adalah kerusakan pada pembuluh balik/ vena di tungkai. Gangguan vena yang menahun seperti varises yang besar, dapat menyebabkan darah mengumpul di pembuluh darah tungkai dan akhirnya menyebabkan pembengkakan atau edema. Pada kasus yang berat, edema dapat membengkak akibat trombosis di vena dalam, yaitu sumbatan oleh bekuan darah di vena tungkai. Hal ini dapat terjadi pada orang yang melakukan perjalanan udara dalam waktu lama sehingga darah mengumpul di kaki. Gangguan ini dapat berbahaya dan ditandai dengan pembengkakan pada satu tungkai secara tiba-tiba. Segera hubungi dokter bila ini terjadi. Tangani Sesuai Penyebab Edema Jika tidak ditangani, edema atau oedema dapat menimbulkan sejumlah komplikasi seperti nyeri hebat pada daerah yang bengkak, rasa kaku dan sulit berjalan, serta kulit yang terasa seperti ditarik, gatal, atau tidak nyaman. Edema juga meningkatkan risiko terjadinya infeksi di daerah yang membengkak. Terbentuknya jaringan parut di antara lapisan kulit, gangguan sirkulasi darah dan pembuluh darah. Serta meningkatkan risiko terjadinya ulkus atau borok pada kulit.   Agar penanganan edema tungkai lebih efektif, diperlukan terapi yang sesuai dengan penyebab terjadinya edema dan jika mungkin, terapi untuk mengatasi penyakit yang mendasarinya sehingga edema tidak datang kembali. Hubungi Lamina pain and spine center untuk informasi lebih lanjut.

Insufisiensi Vena dan Sirosis Hati Jadi Penyebab Kaki Bengkak

Insufisiensi vena penyebab kaki bengkak

Jakarta – Jatuh, terbentur, atau luka, wajar jika menjadi penyebab daerah yang terkena mengalami bengkak, seperti kaki atau bagian tubuh lain. Namun, bila kaki, tangan, dan daerah lain jadi bengkak tanpa ada trauma sebelumnya, hal ini tentu menimbulkan rasa kuatir. Ada apa ya? Dalam dunia medis, bengkak sering disebut dengan istilah edema. Edema adalah pembengkakan yang disebabkan oleh terperangkapnya cairan tubuh di dalam jaringan. Meskipun dapat terjadi di mana saja, bengkak ini biasanya akan lebih mudah terlihat di lengan, tangan, kaki, tungkai, dan pergelangan kaki. Edema sendiri sebenarnya merupakan reaksi normal tubuh terhadap cedera atau peradangan. Pada kondisi ini, berkumpulnya cairan di tempat yang mengalami cedera akan membantu sel darah putih untuk melawan penyakit. Meski demikian, ada juga edema yang disebabkan oleh penggunaan obat tertentu, kehamilan, atau penyakit. Bahkan, edema seringkali merupakan gejala awal adanya sejumlah penyakit serius, di antaranya gagal jantung, penyakit ginjal, dan sirosis atau pengerasan hati. Jika terjadi edema, daerah yang bengkak akan terlihat sembab, kulit seolah kencang atau mengkilap. Bila ditekan, kulit akan membentuk cekungan yang menetap selama beberapa detik. “Pada penyakit seperti sirosis hati, pembengkakan juga dapat terjadi di daerah perut sehingga perut membesar,” ujar Dr Mahdian Nur Nasution SpBS. Penyebab Kaki Bengkak Pertama, Gagal Jantung Kongestif Pada penderita gagal jantung, jantung tidak kuat lagi untuk memompa darah secara efektif. Akibatnya, darah dapat menumpuk di tubuh bagian bawah, yaitu di tungkai. Akibatnya, edema akan terjadi di daerah tungkai. Pada stadium lanjut, edema dapat menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru sehingga penderitanya sulit untuk menarik napas. Bila edema disebabkan oleh gagal jantung, dokter biasanya akan berusaha mengeluarkan cairan yang menumpuk dengan memberikan obat pelancar kencing. Selain itu, penyakit yang mendasarinya, yaitu gagal jantung juga perlu diobati. Bisa dengan memberikan obat-obatan untuk memperkuat kontraksi jantung atau dengan memasang alat pompa buatan di jantung. Penyebab Kaki Bengkak Kedua, Sirosis Hati Sirosis hati adalah kondisi hati yang telah mengeras akibat adanya penyakit. Sirosis dapat disebabkan oleh kanker hati dan peradangan hati, baik akibat penggunaan obat-obat berlebihan ataupun akibat penyakit infeksi. Salah satu fungsi hati adalah untuk membentuk albumin, protein yang diperlukan untuk menjaga cairan darah dan sel tetap pada tempatnya. “Pada sirosis, kadar albumin berkurang sehingga timbul edema di seluruh tubuh dalam jumlah luar biasa, termasuk di rongga perut,” jelasnya. Ketika ginjal terganggu atau tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik, cairan dapat menumpuk di kaki yang mengakibatkan pembengkakan. Penyebab Kaki Bengkak Ketiga, Insufisiensi vena Kaki bengkak dapat menjadi gejala awal Anda mengalami insufisiensi vena, sebagai penyebab darah tidak dapat bergerak naik dari pembuluh darah di kaki ke jantung. Kondisi ini mengakibatkan pembengkakan pada kaki. Jika tidak atasi, kondisi ini dapat menyebabkan borok kulit hingga kemungkinan infeksi. Beberapa jenis obat dapat menyebabkan kaki bengkak, seperti; obat anti diabetes, obat anti inflamasi non-steroid (NSAIDs), anti depressant, obat anti steroid, obat anti hipertensi, hingga penggunaan alat kontrasepsi oral. Penyebab lainnya. Wanita yang sedang dalam siklus menstruasi mungkin bisa mengalami kaki bengkak. Selain itu, berdiri terlalu lama, mengendarai mobil atau melakukan perjalanan dengan pesawat dalam waktu lama juga bisa menjadi faktor pemicu pembengkakan pada kaki. Cara Mengatasi Kaki Bengkak Ada beberapa cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko penyebab pada kaki yang bengkak, diantaranya; Turunkan berat badan jika berlebihan Kompres dengan es batu yang dibalut handuk Anda bisa berbaring lalu angkat kaki ke atas Kurangi asupan garam Gunakan stoking kompresi Hindari terlalu lama berdiri Lakukan olahraga ringan dengan cara menggerakkan kaki Hindari penggunaan pakaian ketat, terutama pada bagian paha Jika penyebab kaki bengkak karena konsumsi obat-obatan diatas. Sangat disarankan tidak langsung berhenti penggunaan obat tanpa ijin dokter. Penggunaan obat sejenis dapat menghindari penyebab kaki bengkak, tanpa menghentikan terapi. Jika dengan cara-cara tersebut kondisi kaki Anda tidak kunjung membaik atau justru bertambah parah, silahkan datang ke Lamina Pain and Spine Center untuk informasi lebih lanjut.

Nyeri Kaki Ini Penyebab dan Terapi yang Dapat Dilakukan

nyeri kaki

Kaki, merupakan bagian tubuh yang menumpu semua beban tubuh kita sehari-hari. Fungisnya yang amat penting ini menjadikan kaki sebagai bagian tubuh yang harus kita jaga kondisinya. Atau dengan kata lain terbebas dari nyeri kaki. Meski kita berharap kaki kita baik-baik saja, ada kalanya bagian tubuh kita ini harus mengalami pegal, keram, atau bahkan nyeri. Yang dapat disebabkan oleh berbagai macam kondisi kesehatan seperti adanya pembekuan darah, masalah otot hingga persarafan pada kaki. Pada kondisi seperti ini, istirahat yang cukup merupakan cara terbaik yang dapat dilakukan untuk menghilangkan nyeri kaki Anda. Penyebab Nyeri Kaki Sering kali kita mendengar rekan atau keluarga kita sendiri mengalami kram pada kaki. Kondisi ini dapat menyerang kapan saja bahkan saat seseorang tertidur, saat beraktivitas atau yang juga sering terjadi ketika kita sedang duduk nyaman di kantor atau kelas. Dalam dunia kedokteran sakit di kaki yang terjadi secara tiba-tiba diikuti dengan keram yang cukup intens disebut sebagai “Charley horse”. Kondisi ini menunjukan sedang terjadi masalah pada tubuh Anda.   Baca juga : Kaki kesemutan Jangan coba menyepelekan nyeri ini, karena seiring waktu kondisinya akan bertambah berat. Menurut pakar kesehatan dunia, dan Dr Wawan Mulyawan SpBS, SpKP dari Lamina Pain and Spine Center RS Meilia Cibubur, Depok, Charley horse terjadi ketika otot-otot kaki mengalami dehidrasi. “Minum air yang cukup setiap hari, membuat tubuh dan kaki terhidrasi dengan baik dapat mengurangi nyeri atau keram pada kaki kita,” jelasnya. Hal lain yang dapat dilakukan ketika kita mengalami nyeri kaki atau keram adalah dengan meregangkan kaki sementara. Dapat juga dilakukan seperti melakukan pemanasan otot-otot kaki seperti saat kita hendak melakukan olah raga. Disisi lain memberikan pijatan lembut diseluruh area kaki juga dapat membantu mengurangi keram atau nyeri kaki tersebut. Mengenal Shin Splints Terdapat beberapa kondisi kesehatan yang sering menyebabkan nyeri pada kaki atau ketegangan di kaki, salah satunya adalah shin splints. Shin splints merupakan kondisi medis yang ditandai dengan rasa nyeri dibagian depan betis Anda. Hal ini kemungkinan besar disebabkan otot disekitar tulang kering mengalami peradangan. Gejala yang umum terjadi pada shin splints ini diantaranya sakit ketika berjalan, berlari, atau melompat.   Penyebab utama shin splints adalah melakukan gerakan berulang di permukaan keras aau tidak rata. Bentuk telapak kaki yang datar juga meningkatkan risiko terjadinya shin splints. Mengistirahatkan kaki merupakan cara mudah yang dapat dilakukan. Dapat juga di lanjutkan dengan kompres dingin pada bagian yang mengalami nyeri. Penggunaan obat anti inflamasi seperti Aspirin, Ibuprofen dan Naproxen juga dianjurkan. “Saat konsumsi obat-obatan tidak memberikan hasil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter yang ahli dalam mengatasi masalah nyeri pada kaki. Karena kemungkinan penyebab lain yang membutuhkan diagnosis dokter,” jelas Dr Wawan.

Bakteri Tertentu Adalah Penyumbang Nyeri Fibromyalgia

Fibromyalgia adalah

JAKARTA — Penelitian terbaru menjelaskan suatu hal yang mungkin sebelumnya tak pernah terpikirkan oleh orang. Ternyata ada hubungan antara bakteri di pencernaan dengan nyeri kronis. Contohnya adalah dalam kasus pengidap fibromyalgia menunjukkan ada variasi berbeda dalam komposisi mikrobiomanya. Para peneliti menunjukkan untuk pertama kalinya, ada berbagai jenis bakteri yang berbeda pada pencernaan pengidap fibromyalgia. Setidaknya ada 20 jenis spesies bakteri berbeda yang ditemukan baik dalam jumlah besar atau kecil di mikrobioma. Para partisipan penelitian yang mengidap fibromyalgia dibanding pada kelompok pengendali yang sehat. Fibromyalgia Adalah Fibromyalgia mempengaruhi 2-4 persen dari populasi dan diketahui belum ada obatnya. Gejala penyakit ini mencakup kelelahan, masalah tidur dan kognitif. Tapi penyakit ini terutama ditandai dengan penyebaran rasa nyeri yang kronis. Dalam paper yang dipublikasikan di jurnal Pain, tim peneliti yang berbasis di Montreal itu memperlihatkan bahwa ada perganti-gantian bakteri di saluran pencernaan pada mereka yang mengidap fibromyalgia. Rata-rata ada 20 bakteri yang berbeda ditemukan baik dalam jumlah besar atau sedikit dalam mikrobioma pada pengidap penyakit ini dibanding mereka yang berada dalam kelompok sehat.   Tentang Jenis Bakteri Tertentu “Kami menggunakan berbagai teknik, termasuk Artificial Intelligence, untuk mengkonfirmasi bahwa perubahan yang kami lihat pada mikrobioma. Pasien fibromyalgia tidak disebabkan oleh faktor-faktor seperti diet, pengobatan, aktivitas fisik, usia, dan sebagainya, yang diketahui mempengaruhi mikrobioma, “kata Dr. Amir Minerbi. Dari Unit Manajemen Nyeri Alan Edwards di Pusat Kesehatan Universitas McGill (MUHC), dan penulis pertama penelitian ini. Tim peneliti terdiri dari peneliti dari Universitas McGill dan Université de Montréal serta yang lain dari Lembaga Penelitian MUHC. Baca juga : Ankylosing Spondylitis Lebih lanjut Minerbi menambahkan, “Kami menemukan bahwa fibromyalgia dan gejala fibromyalgia – rasa sakit, kelelahan, dan kesulitan kognitif.  Berkontribusi lebih dari faktor-faktor lain terhadap variasi yang kita lihat dalam mikrobioma dari mereka yang menderita penyakit tersebut. Kami juga melihat bahwa keparahan gejala pasien berkorelasi langsung dengan peningkatan kehadiran atau tidak adanya bakteri tertentu – sesuatu yang belum pernah dilaporkan sebelumnya. ” Adalah Bakteri Penanda Kondisi Fibromyalgia Hingga titik ini tak jelas apakah perubahan pada bakteri di pencernaan terlihat pada pengidap fibromyalgia adalah penanda kehadiran penyakit ini atau bahkan justru jadi sebab penyakit ini. Karena fibromyalgia melibatkan sejumlah gejala tersebut — bukan semata masalah nyeri — maka langkah selanjutnya adalah meneliti apakah bakteri-bakteri yang sama dan juga berada di pencernaan. Mikrobioma juga akan diteliti pada kondisi lain yang melibatkan rasa nyeri seperti nyeri kronik pada punggung bawah, sakit kepala dan nyeri neuropatik lain. Para peneliti juga tertarik untuk mengeksplorasi apakah bakteri adalah pemegang peran sebagai penyebab pengembangan nyeri dan fibromyalgia. Juga apakah kehadiran mereka pada akhirnya dapat membantu dalam menemukan penyembuhan, serta mempercepat proses diagnosis. Fibromyalgia adalah penyakit yang terbukti sulit didiagnosis. Pasien dapat menunggu selama 4 hingga 5 tahun untuk mendapatkan diagnosis akhir. Tapi ini mungkin akan berubah. “Kami memilah-milah sejumlah besar data, mengidentifikasi 19 spesies yang meningkat atau menurun pada individu dengan fibromyalgia.” kata Emmanuel Gonzalez, dari Pusat Kanada untuk Genomik Komputasi dan Departemen Genetika Manusia di McGill University. “Dengan menggunakan pembelajaran mesin, komputer kami dapat membuat diagnosis fibromyalgia, hanya berdasarkan pada komposisi microbiome, dengan akurasi 87 persen. Saat kami membangun penemuan pertama ini dengan lebih banyak penelitian. Kami berharap dapat meningkatkan akurasi ini, berpotensi menciptakan perubahan langkah dalam diagnosis.” “Orang dengan fibromyalgia menderita tidak hanya dari gejala penyakit mereka tetapi juga dari kesulitan keluarga, teman dan tim medis untuk memahami gejala mereka,” kata Yoram Shir, penulis senior di koran yang merupakan Direktur Alan Edwards Pain, Unit Manajemen di MUHC dan Investigator Rekanan dari Program BRAIN RI-MUHC. “Sebagai dokter manajemen nyeri, kami frustrasi dengan ketidakmampuan kami untuk membantu, dan frustrasi ini merupakan bahan bakar yang baik untuk penelitian. Ini adalah bukti pertama, setidaknya pada manusia, bahwa mikrobioma memiliki efek pada nyeri difus, dan kami benar-benar membutuhkan cara baru untuk melihat rasa sakit kronis.” Bagaimana Penelitian Ini Dilakukan? Penelitian dilakukan berdasarkan penelitian cohort terhadap 156 orang di daerah Montreal, 77 diantaranya diketahui mengidap fibromyalgia. Para partisipan di penelitian itu diwawancara dan melakukan pemeriksaan sampel lengkap, darah, liur, urin hingga kotoran.   Hasilnya lalu dibandingkan dengan hasil dari mereka yang sehat, yaitu yang tinggal serumah dengan pengidap fibromyalgia, seperti orang tua, keturunan dan kerabat pengidap. (***)

Nyeri, Gejala Penyintas Kanker, Dapat Diatasi Tanpa Operasi

Nyeri kanker

JAKARTA — Kanker diketahui menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan banyak masalah bagi penderita dan keluarganya. Salah satu yang kadang tak dipahami orang — karena hanya dirasakan si penderita kanker — adalah rasa nyeri yang menyiksa terus menerus. Sebuah penelitian terbaru menyebutkan 1 dari 3 pengidap kanker di Amerika Serikat dinyatakan mengalami nyeri kronis. Akibatnya 1 dari 6 di antara mereka jadi terbatas aktivitas hariannya. “Prevalensi atau angka kejadian nyeri kronis dan dampak tinggi nyeri kronis di antara para penyintas kanker dalam penelitian kami hampir dua kali lipat dari pada populasi umum. Ini menunjukkan ada kebutuhan yang tidak terpenuhi penting dalam komunitas pengidap kanker.” kata rekanan penulis Xuesong Han, seorang peneliti American Cancer Society (ACS). Penelitian Terkini Tim peneliti menganalisis data tahun 2016-2017 dari National Health Interview Survey pada lebih dari 4.500 penyintas kanker. Ditemukan hampir dari 35 persen penyintas mengalami nyeri kronis, yang di definisikan sebagai rasa nyeri pada sebagian besar hari yang dijalani atau setiap hari, selama enam bulan terakhir. Itu berarti untuk kondisi di Amerika Serikat saja ada 5,4 juta penyintas yang mengalami nyeri ini.   Dikutip dari laman HealthDay, bahkan dari angka tersebut 16 persen mengalami rasa nyeri luar biasa hingga aktivitas harian mereka sangat terbatasi, secara umum di AS ada sekitar 2,5 juta penyintas. Para peneliti tidak menemukan hubungan yang signifikan antara jenis rasa nyari dan lamanya waktu sejak diagnosis kanker, menurut penelitian. Itu diterbitkan 20 Juni di jurnal JAMA Oncology tersebut. Nyeri kronis adalah salah satu efek jangka panjang paling umum dari pengobatan kanker dan telah dikaitkan dengan kualitas hidup yang lebih rendah, kepatuhan yang rendah terhadap pengobatan, dan biaya perawatan kesehatan yang lebih tinggi. Di Klinik Lamina Pain and Spine, nyeri sebagai akibat dari kanker menjadi salah satu perhatian juga. Para dokter ahli di bidang manajemen nyeri yang menangani mungkin akan memberikan beberapa alternatif solusi yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Tentu saja jenis nyeri dan kanker harus diteliti lewat pemeriksaan lebih lanjut. Terapi Nyeri Kanker Perkembangan teknologi dan inovasi pengobatan kanker saat ini membawa dampak positif untuk penanganan rasa sakit yang dirasakan pasien kanker. “Kini, tersedia beberapa pilihan tindakan dan terapi yang dapat membantu mengurangi rasa sakit yang dialami oleh pasien kanker.” ujar Prof dr Darto Satoto SpAn(K) dari Lamina Pain and Spine Center. Penanganan dan terapi yang paling lazim dilakukan adalah dengan pemberian obat-obatan dalam dosis tertentu yang disesuaikan dengan tingkat rasa sakit yang dialami pasien. Untuk pasien yang mengalami rasa sakit dalam kategori ringan, terapi dan penanganan rasa sakit dapat dilakukan melalui pemberian obat seperti parasetamol. Jika sudah dalam kategori berat, pasien diberikan tramadol atau morfin untuk mengurangi rasa sakit. Selain pengobatan, terdapat solusi alternatif yang lebih efektif, yaitu melalui Gangglion Celiac Blockade. Gangglion Celiac Blockade adalah salah satu jenis tindakan pain management (pain control ) yang dapat mengatasi keluhan nyeri, termasuk kanker. Tindakan ini merupakan tindakan minimal invasive tanpa operasi. Gangglion Celiac Blockade dilakukan melalui pendekatan anterior (bagian depan) perut dan dengan bantuan C-arm, yaitu alat rontgen yang dapat digerakkan. Setelah itu, jarum khusus akan dimasukkan ke dalam kulit di bagian atas perut. Campuran alkohol dan cairan kontras di suntik kan melalui jarum. Setelah prosedur selesai, pasien dengan kanker misalnya usus akan merasakan nyeri berkurang signifikan, bahkan hingga 95%. Karena itu, tindakan ini direkomendasikan untuk mengurangi rasa sakit secara cepat dan tepat. Terapi Gangglion Celiac Blockade harapan pasien kanker usus untuk kembali melakukan aktivitas tanpa rasa nyeri hebat. Tindakan manajemen nyeri ini dapat membantu mengondisikan tubuh penyintas dengan baik sehingga pengobatan kanker dapat dijalani dengan kondisi prima. (***)

Nyeri Leher, Keluhan Menganggu Yang Ternyata Solusinya Mudah

Penyebab Nyeri leher

JAKARTA — Nyeri leher adalah gangguan kesehatan yang bisa dikatakan unik. Disebut sakit, tapi umumnya penderita masih bisa tetap bergerak. Namun dikatakan bisa aktif bergerak sebenarnya mereka juga terganggu karena rasa nyeri dan kekakuannya. Untungnya seperti sebab nyeri leher yang sangat beragam, solusinya juga bisa beragam. Semua solusi itu bisa ditemukan di Klinik Lamina Pain and Spine Center, bersama dokter-dokter yang sangat kompeten di bidangnya. Solusi nyeri leher bisa mulai dari pemberikan obat anti nyeri oral, injeksi steroid sampai pembedahan minimally invasif sesuai kasus dan kondisi pasien usai pemeriksaan. “10 persen dari nyeri leher itu diakibatkan dari saraf kejepit, 90 persennya dari banyak macam-macam. Masalahnya 10 persen dari saraf kejepit itu butuh tindakan. Namanya saraf kejepit obatnya adalah melepas jepitan bukan dengan obat, akupuntur, atau pijet, sebenernya itu kurang tepat,” kata dr Mahdian.   Salah satu tindakan yang saat ini memberikan hasil pembedahan lebih baik dan lebih cepat sembuh ialah Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD). “Sayatan hanya 4 mm, biusnya juga lokal saja. Waktu operasi pasien juga menjadi lebih singkat, pemulihan cepatan, kerusakan jaringan lebih minimal.” Menurut literatur, keberhasilan PECD berkisar di atas 87 persen, sementara kata dr Mahdian saat ini di Lamina Pain and Spine Center kesuksesan hasil mencapai 90 persen lebih, meskipun ada beberapa kasus yang memperlukan pengulangan. BERBAGAI PENYEBAB NYERI LEHER Dalam masyarakat kita penyebab nyeri leher diyakini bisa sangat beragam. Mulai dari ‘ salah bantal’ atau kondisi yang muncul ketika kepala tidak ditopang dengan semestinya dengan bantal saat tidur. Cedera akibat kebiasaan menggeretekkan leher di tukang cukur dan saat merasa tidak nyaman, kaku. Kondisi ini biasanya jadi kecanduan yang akhirnya menimbulkan cedera di dalam leher. Penggunaan helm yang besarnya dan beratnya tidak proporsional. Orang Indonesia cenderung lebih banyak yang jadi pengguna motor. Mau tak mau penggunaan helm pun jadi keharusan. Sayangnya ada beberapa orang yang tak bijak atau kurang mendapat informasi tentang penggunaan helm yang tepat. Satu lagi yang bisa dikatakan kebiasaan khas masyarakat urban adalah penggunaaan ponsel sambil tiduran. Baik tidur dengan telentang atau tengkurap kedua-duanya akan menambah beban pada leher saat terus menerus melihat ke ponsel. Belum lagi cahaya berkedip dari ponsel bisa membuat mata semakin lelah dan kekakuan di kepala. Depresi dan kecemasan juga jadi penyumbang besar penyebab sakit kepala. SEBAB-SEBAB LAIN NYERI LEHER Nyeri leher adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Menurut sebuah literatur tahun 2008, antara 30-50 persen populasi orang dewasa pernah mengalaminya dalam waktu satu tahun. Antara 2-12 persen dari populasi bahkan mengalami nyeri leher yang sangat berat hingga membatasi gerakan dan aktivitas mereka. “Banyak pengidap mengatakan ‘saya tak tahu sebabnya, sepertinya nyeri leher ini muncul tiba-tiba begitu saja,” kata Judy Chapeha terapis fisik ortopedik dan profesor di University of Alberta seperti dikutip dari laman Global News. Padahal menurut Chapeha jika ditelurusi selalu ada penyebab nyeri leher. Mulai dari hentakan akibat kecelakaan kendaraan bermotor, gerakan leher tiba-tiba saat olah raga dan seperti di Indonesia usai memangkas rambut di barber shop, atau bahkan kejadian sederhana tapi melibatkan gerak leher yang keras dan tiba-tiba. “Semua itu biasanya akan berujung pada trauma dan nyeri,” kata Chapeha. Penyebab lain dari nyeri leher adalah kekakuan, postur yang buruk dan beberapa masalah tak spesifik lain. Ada kalanya akibat ketegangan yang terus berulang. Seperti mengangkat beban dari posisi berdiri hingga duduk di depan komputer untuk jangka waktu lama, apalagi dengan penggunaan kursi yang tak ergonomis. JANGAN SAMA SEKALI BERHENTI BERGERAK Sejumlah pasien yang mengalami nyeri leher saja dan kadang-kadang menyebar hingga ke sakit kepala dan kekakuan. Menurut Pierre Cote, ahli epiemiologis dari Canada Research Chair di Ontario Tech University, penyebab lain yang kadang menyebabkan nyeri adalah : pikiran Anda sendiri. Namun apapun sebabnya, pasien ada baiknya tidak sama sekali menghentikan aktivitas sama sekali. Chepeha dan Cote sama-sama sepakat bahwa Anda tidak menghentikan gerakan leher sama sekali meski sedang merasakan nyeri. “Menghentikan leher dari bergerak ketika Anda menderita sakit leher mungkin adalah salah satu hal terburuk yang dapat Anda lakukan,” kata Cote. Sebelum tahun 1990-an, dokter sering menggunakan penahan leher pasien yang mengalami nyeri karena gerakan menyentak. “Ini adalah intervensi sekarang yang sama sekali tidak direkomendasikan untuk pasien dengan nyeri leher yang umum,” katanya, “Bahkan mungkin hal ini lebih banyak ruginya.” Sendi leher dapat menegang, yang dapat membuat rasa sakit semakin buruk, dan menjadi tidak bergerak sama sekali juga hanya memperkuat secara psikologis bahwa ada sesuatu yang salah, yang lagi-lagi membuatnya semakin buruk. Chepeha merekomendasikan Anda untuk meregangkan leher secara teratur. “Jika Anda memiliki leher yang sakit, tentu saja jangan menekan rasa sakit, tetapi bekerja dalam pola gerakan nyaman bagi Anda,” katanya. ” Jika gerakan mendekatkan telinga ke bahu terasa sakit, jangan lakukan, tetapi gerakkan dalam rentang gerak yang bebas rasa sakit.” “Obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas seperti ibuprofen atau acetaminophen biasanya tidak bekerja dengan baik untuk meredakan nyeri leher,” kata Cote. Demikian pula dengan kompres panas dan dingin. Tetapi jika nyeri masih berlangsung selama 4-5hari tanpa menjadi lebih baik, atau tidak hilang setelah beberapa minggu, ia merekomendasikan untuk menghubungi seorang profesional medis. Intinya jangan sepelekan masalah nyeri leher sekecil apapun gangguannya. Apalagi jika nyeri leher kemudian diikuti dengan rasa kebas, penurunan berat badan, demam dan dan kedinginan, sakit kepala hebat, sangat mungkin ada kondisi serius menyertainya. Seorang dokter mungkin merekomendasikan perawatan seperti fisioterapi untuk meregangkan, olahraga atau memanipulasi leher. Namun secara umum, katanya, Anda harus berusaha untuk tidak khawatir. (***)

Adalah Arthritis, Si Radang Sendi Pengundang Nyeri

Cara Mengatasi Nyeri Punggung

JAKARTA — Arthritis adalah inflamasi atau peradangan pada sendi. Tapi sebenarnya istilah ini digunakan untuk menggambarkan lebih dari 200 kondisi yang mempengaruhi sendi, jaringan di sekeliling sendi dan jaringan penghubung lainnya. Inilah yang banyak disebut dengan kondisi rheumatik. Bentuk paling umum dari arthritis adalah osteoarthritis. Sementara kondisi dari rheumatik paling berhubungan dengan arthritis adalah gout atau asam urat, fibromyalgia, dan Rheumatoid Arthritis (RA). Kondisi rheumatik cenderung mengundang rasa nyeri, sakit, kaku dan bengkak di bagian atau sekitar sendi yang terserang. Gejalanya bisa muncul secara bertahap, bisa juga tiba-tiba. Beberapa kondisi rheumatik juga bisa mempengaruhi sistem daya tahan tubuh dan beberapa organ internal dalam tubuh. Beberapa bentuk arthritis, seperti RA dan lupus (SLE), dapat mempengaruhi banyak organ dan menyebabkan gejala yang meluas. Arthritis lebih umum di antara orang dewasa berusia 65 tahun atau lebih, tetapi dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia, termasuk anak-anak. FAKTA TENTANG ARTHRITIS Arthritis adalah kondisi yang spesial. Berikut beberapa fakta penting tentang arthritis atau radang sendi. Artritis mengacu pada sekitar 200 penyakit rematik dan kondisi yang mempengaruhi sendi, termasuk lupus dan rheumatoid arthritis. Kondisi ini memunculkan serangkaian gejala dan mengganggu kemampuan melakukan tugas sehari-hari. Aktivitas dapat memepengaruhi radang sendi dan meningkatkan rasa sakit, fungsi, dan kesehatan mental. Faktor-faktor yang mempengaruhi artritis termasuk cedera, metabolisme abnormal, susunan genetik, infeksi, dan disfungsi sistem kekebalan tubuh. Baca juga : Kaki Kesemutan Gejala Saraf Kejepit Perawatan bertujuan untuk mengendalikan rasa sakit, meminimalkan kerusakan sendi, dan meningkatkan atau mempertahankan kualitas hidup. Ini melibatkan obat-obatan, terapi fisik, edukasi dan dukungan untuk pasien. PENGOBATAN DAN TINDAKAN MEDIS ARTHRITIS ADALAH Sebelum memastikan tindakan yang tepat untuk mengelola nyeri yang muncul dari arthritis, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter. Anda bisa menemukan sejumlah dokter ahli untuk penanganan jenis nyeri ini di Klinik Lamina Pain and Spine Center. Dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa alternatif yang akan disesuaikan dengan kondisi Anda. Beberapa alternatif yang mungkin dilakukan misalnya dengan pengobatan, injeksi steroid, atau radiofrekuensi ablasi. Sebagai tindakan pendamping bisa dilakukan penyesuaian gaya hidup dan rehabilitasi medik yang bisa Anda tanyakan saat berkonsultasi dengan para dokter ahli di Klinik Lamina. Tujuan utamanya adalah untuk mengendalikan rasa sakit, meminimalkan kerusakan sendi lebih luas, hingga mempertahankan fungsi dan kualitas hidup. Tindakan bisa saja berupa: Pengobatan. Terapi non-farmakologi. Terapi fisik okupasional. Penggunaan korset atau alat bantu lainnya. Edukasi dan dukungan. Penurunan berat bada Pembedahan, terutama untuk penggantian lutut. Pengobatan untuk berbagai tipe arthritis, seperti OA, seringkali pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengurangi nyerinya, memudahkan aktivitas fisik, mengurangi berat badan jika penderita mengalami hal ini dan edukasi manajemen pribadi. Perawatan ini juga diterapkan untuk jenis radang arthritis, seperti RA, bersama dengan obat anti-inflamasi seperti kortikosteroid dan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID), obat anti-rematik pemodifikasi penyakit (DMARDs), dan relatif kelas obat baru yang dikenal sebagai biologik. Obat-obatan yang digunakan sangat tergantung pada tipe arthritisnya, misalnya: – Pengobatan alami. Misalnya diet seimbang dengan olahraga yang tepat, tidak merokok, tidak minum alkohol, akan sangat membantu pengidap arthritis. TERAPI BUKAN OBAT UNTUK ARTHRITIS ADALAH Diet Tak ada diet spesifik untuk menanggulangi arthritis, tapi beberapa jenis makanan akan mengurangi peradangan. Beberapa makanan ala diet Mediterania bisa memberikan nutrisi yang baik untuk kesehatan sendi. Yakni : ikan, kacang dan biji-bijian, buah dan sayuran, minyak zaitun serta gandum utuh. Sementara jenis makanan yang perlu dihindari misalnya sayuran berwarna gelap seperti tomat dan yang mengandung solanin. Hal ini memang membutuhkan penelitian lebih lanjut. Namun kebiasaan para pengidap untuk menghindari hal ini terbukti bisa menekan keluhan. Manajemen pribadi Kuncinya adalah: berusaha aktif bergerak, menjaga berat tubuh ideal, memeriksakan diri secara rutin ke dokter, menjaga sendiri dari stres yang tak perlu. PENTING MENGELOLA NYERI DENGAN Mengendalikan keluhan dengan mengamati tingkat rasa nyeri, penggunaaan obat-obatan dan memperhatikan efek samping dari obat-obatan untuk dikonsultasikan dengan dokter. Mengelola rasa sakit dan kelelahan: pengobatan dapat dikombinasikan dengan manajemen nyeri non-medis. Belajar mengelola kelelahan adalah kunci untuk hidup nyaman dengan radang sendi. Tetap aktif: olahraga bermanfaat untuk mengelola radang sendi dan kesehatan secara keseluruhan. Menyeimbangkan aktivitas dengan istirahat: selain tetap aktif, istirahat juga penting ketika penyakit Anda aktif. Makan makanan yang sehat: diet seimbang dapat membantu Anda mencapai berat badan yang sehat dan mengendalikan peradangan. Hindari makanan olahan, olahan, dan makanan yang berasal dari hewan yang bersifat pro-inflamasi dan pilih makanan nabati yang tinggi antioksidan dan yang memiliki sifat anti-inflamasi. Memperbaiki tidur: tidur yang buruk dapat memperburuk sakit radang sendi dan kelelahan. Ambil langkah-langkah untuk meningkatkan kebersihan tidur sehingga Anda lebih mudah tertidur dan tetap tertidur. Hindari kafein dan olahraga berat di malam hari dan batasi waktu menonton sebelum tidur. Merawat persendian: tips untuk melindungi persendian termasuk menggunakan persendian yang lebih kuat dan lebih besar sebagai pengungkit saat membuka pintu, menggunakan beberapa persendian untuk menyebarkan berat benda seperti menggunakan ransel dan mencengkeram selurus mungkin dengan menggunakan pegangan empuk. Jangan duduk dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama. Beristirahatlah secara teratur untuk menjaga ponsel. TERAPI FISIK Sering kali dokter menyarankan terapi fisik untuk membantu pasien arthritis mengatasi keterbatasan gerakan. Biasanya yang dianjurkan : Terapi air hangat. Berlatih di air kolam air hangat. Air akan membantu medukung berat tubuh dan tekanan pada otot dan sendi. Terapi fisik khusus yang dibuat sesuai kondisi dan kebutuhan pribadi. Kadang juga dikombinasikan dengan tindakan seperti kompres dingin atau panas serta pemijatan. Terapi okupasional : mengelola kegiatan sehari-hari yang disesuaikan dengan kondisi pasien dan penggunaan alat-alat yang sesuai. Tujuannya adalah untuk menjaga sendi dari kerusakan lebih lanjut dan mengelola kelelahan yang diakibatkannya. Aktivitas fisik menunjukkan bahwa meskipun individu dengan artritis dapat mengalami peningkatan nyeri jangka pendek saat pertama kali memulai olahraga, aktivitas fisik yang berkelanjutan dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi gejala jangka panjang. Kegiatan fisik ramah-sendi yang sesuai untuk orang dewasa dengan radang sendi dan penyakit jantung meliputi: Berjalan Renang Bersepeda Seorang profesional perawatan kesehatan dapat membantu Anda menemukan cara untuk menjalani gaya hidup sehat dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. DAMPAK TERJADINYA ARTHRITIS ADALAH Nyeri akibat artritis bisa konstan, atau mungkin datang dan pergi. Nyeri mungkin mempengaruhi hanya satu bagian, atau dirasakan di banyak bagian tubuh. Pembengkakan: Pada beberapa jenis artritis kulit di atas sendi yang terkena menjadi merah dan bengkak

Keuntungan Asuransi Kesehatan dan Manfaatnya

manfaat dan keuntungan asuransi

Manfaat dan keuntungan asuransi kesehatan. Dalam sejumlah perbincangan saat konsultasi via WhatsApp dengan Klinik Lamina Pain and Spine Center, salah satu pertanyaan yang kerap ditanyakan adalah apakah calon pasien sudah menggunakan asuransi kesehatan. Pertanyaan ini perlu dilakukan karena dengan penggunaan asuransi proses administrasi saat harus tindakan dan sebagainya umumnya juga jadi lebih cepat. Karena telah ada pihak lain yang menangani satu masalah tersebut. Selama ini di Klinik Lamina ada sejumlah asuransi yang sudah bekerja sama. Bahkan sejumlah kasus pasien juga telah diselesaikan pembayarannya dengan asuransi dengan lancar dan tuntas. Beberapa asuransi yang telah bekerja sama dengan Klinik Lamina di antaranya : Mandiri Inhealth Wanna Arthalife AXA Astra Aviva BNI Life Jasindo. Saat ini berinvestasi dengan asuransi sudah banyak dipahami banyak anggota masyarakat. Perusahaan asuransi kesehatan terikat untuk melakukan jaminan kompensasi untuk biaya medis jika pemegang polis jatuh sakit atau mengalami kecelakaan yang menyebabkan rawat inap pemegang polis. Secara umum, perusahaan asuransi bekerja sama dengan rumah sakit terkemuka untuk memberikan perawatan tanpa uang tunai kepada tertanggung. Jika perusahaan asuransi tidak memiliki ikatan dengan rumah sakit, mereka mengganti biaya pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemegang polis. Namun masih banyak yang belum merasa yakin dengan aspek keuntungan asuransi kesehatan. Misalnya untuk biaya-biaya pemeriksaan sebelum tindakan, saat tindakan hingga pasca tindakan.Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa keuntungan asuransi kesehatan: 1. Melindungi dalam pembayaran biaya medis Tujuan utama dari asuransi kesehatan adalah untuk pembayaran biaya kesehatan dan medis tanpa harus menyusahkan keuangan Anda secara umum. Asuransi kesehatan memberikan proteksi untuk layanan kesehatan yang normalnya harus Anda bayar mahal. Dengan asuransi, segala biaya rumah sakit Anda akan ditangani, termasuk juga untuk berbagai prosedur untuk rawat inap, biaya ambulan dan dalam beberapa hal biaya-biaya lain. Dengan demikian, Anda bisa hanya fokus pada proses mempercepat pemulihan kondisi kesehatan, tanpa harus khawatir akan biaya yang tinggi dan proses pengurusannya. 2. Cakupan untuk penyakit-penyakit yang kritis. Beberapa asuransi saat ini sudah mencakup beberapa jenis penyakit kritis. Baik untuk asuransi yang berdiri sendiri ataupun untuk pasal tambahan. Seperti misalnya untuk asuransi untuk gagal ginjal, transplantasi sumsum tulang belakang, stroke, amputasi anggota badan dan lain sebagainya. Tanyakan pada agen asuransi Anda secara mendetail tentang kemungkinan menggunakan layanan ini. Pastikan hal-hal terkait hal ini sudah sangat jelas sehingga Anda bisa memanfaatkan secara maksimal layanan tersebut. 3. Ditangani tanpa setoran tunai. Saat memutuskan akan memilih salah satu jasa layanan asuransi kesehatan perlu memerhatikan mekanisme pengajuan klaimnya. Ada klaim yang diajukan dengan sistem reimbursement, ada juga dengan sistem non-tunai. Pilihlah sistem pengajuan klaim yang paling mudah dan efektif sesuai dengan kebutuhan. Banyak penyedia asuransi menawarkan fasilitas klaim tanpa uang tunai. Dalam pengaturan seperti itu, Anda tidak perlu melakukan pembayaran sendiri. Biaya rawat inap diselesaikan antara perusahaan asuransi Anda dan rumah sakit. Untuk mendapatkan manfaat ini, sangat penting untuk diterima di rumah sakit jaringan asuransi mana pun. Anda dapat mengisi formulir pra-otorisasi dan memperlihatkan kartu asuransi kesehatan Anda untuk menikmati fasilitas tanpa uang tunai. 4. Perlindungan tambahan melebihi yang biasanya yang sudah diberikan perusahaan. Banyak organisasi yang melindungi pekerja mereka dengan asuransi grup. Namun kebijakan seperti itu sayangnya tidak dibuat sesuai kebutuhan tiap-tiap individu yang berbeda-beda. Karenanya Anda mungkin membutuhkan asuransi kesehatan tambahan. Belum lagi jika dalam perjalan karir Anda harus pindah pekerjaan dan sebagainya. Untuk melindungi kondisi ini sangat disarankan untuk memiliki asuransi kesehatan yang bersifat pribadi. 5. Membantu Anda agar lebih tertib mengelola uang. Setelah memutuskan untuk memiliki asuransi kesehatan mau tak mau Anda harus rutin membayar premi setiap bulannya. Hal ini akan membuat Anda wajib menyisihkan penghasilan Anda agar jika sewaktu-waktu membutuhkan asuransi tersebut tidak ada kesulitan. 6. Keuntungan Asuransi Kesehatan Lainnya. Biaya transportasi. Ini mencakup biaya ambulans untuk transportasi yang diasuransikan. Tanpa klaim bonus. Ini ditawarkan jika pemegang polis tidak mengajukan klaim untuk perawatan apa pun di tahun sebelumnya. Pemeriksaan kesehatan. Beberapa perusahaan asuransi menawarkan opsi pemeriksaan kesehatan gratis berdasarkan perjanjian sebelumnya. Sewa kamar. Bergantung pada jumlah premium yang dibayarkan, biaya kamar rumah sakit juga ditanggung oleh pemegang polis. Beberapa asuransi mencakup meliputi pembayaran biaya-biaya rawat inap, biaya konsultasi dokter umum, konsultasi dokter spesialis, dan biaya pemeriksaan laboratorium, pencegahan penyakit seperti imunisasi atau skrining kanker, persalinan normal atau bedah caesar, perawatan gigi dan obat-obatan. Bicarakan layanan yang bisa diberikan asuransi dengan agen Anda secara teliti. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Lamina Pain & Spine Center sebagai satu-satunya klinik syaraf kejepit terlengkap di Indonesia. (***)

Hiperlordosis Tulang Belakang Sebabkan Nyeri Saat Berdiri

nyeri tulang belakang hiperlordosis

JAKARTA — Nyeri pada tulang belakang adalah keluhan yang sangat umum terjadi. Bahkan ada ungkapan bahwa tiap orang sekali dalam seumur hidupnya pasti pernah merasakan nyeri tulang belakang. Hiperlordosis adalah salah satu masalah kesehatan tulang belakang yang menyebabkan nyeri punggung. Keluhan nyeri tulang belakang tak boleh sama sekali diabaikan. Periksakan kondisi nyeri punggung Anda sedini mungkin di Klinik Lamina Pain and Spine Center. Para ahli di Klinik Lamina akan membantu Anda mulai dari pemeriksaan hingga memberikan pilihan tindakan yang paling nyaman sebagai solusi. Jika nyeri tulang belakang yang Anda rasakan adalah saat bangkit berdiri dan berjalan, sangat mungkin itu akibat kelelahan otot hingga hiperlordosis. Tapi ada kemungkinan lain, misalnya kondisi berikut ini yang dikutip dari laman Medical News Today : Spinal stenosis. Penyakit degeneratif pada diskus. Hiperlordosis Baca Juga : Nyeri Tulang Punggung KELELAHAN OTOT PENYEBAB NYERI TULANG BELAKANG Istirahat yang baik bisa meredakan nyeri tulang belakang. Terlalu lama berjalan dan berdiri bisa membuat di punggung bawah dan kaki menjadi kelelahan. Akhirnya muncul nyeri dan rasa sakit. Rasa sakit ini biasanya akan sedikit mereda dengan duduk atau rebahan.   Tapi perlu dicatat bahwa mereka yang kelebihan berat badan sangat mungkin berisiko lebih besar terhadap rasa lelah di punggung ini saat berdiri dan berjalan. Penanganannya untuk kondisi darurat bisa dengan: Beristirahat. Kompres hangat atau dingin. Minum obat yang dijual bebas, seperti ibuprofen. Latihan ringan seperti peregangan untuk mengendorkan otot yang tegang. Menjaga berat badan yang sehat untuk mengurangi stres pada punggung dan kaki. LUMBAR SPINAL STENOSIS Stenosis tulang belakang adalah penyempitan tulang belakang yang dapat berdampak tekanan ekstra pada sumsum tulang belakang dan saraf. Stenosis tulang belakang sering terjadi di punggung bagian bawah atau lumbar tulang belakang, yang menyebabkan nyeri punggung bawah saat berjalan atau berdiri. Banyak pengidap yang merasakan rasa sakitnya mereda saat duduk atau duduk dengan condong ke depan. Gejala lain dari stenosis tulang belakang dapat meliputi: Kelemahan di kaki Kaki kebas dan kesemutan di punggung bagian bawah, bokong, atau kaki Sciatica, atau nyeri tajam yang menjalar ke kaki Stenosis spinal yang parah dapat menyebabkan masalah usus dan kandung kemih serta disfungsi seksual. Stenosis spinal biasanya terjadi akibat penuaan dan paling sering terjadi pada orang berusia diatas 50 tahun. Namun, beberapa orang dilahirkan dengan kanal tulang belakang yang sempit, dan stenosis tulang belakang juga dapat berkembang setelah cedera tulang belakang. Baca juga : Nyeri Punggung Tak Tertahankan Untuk pengobatan, seorang dokter pertama-tama dapat merekomendasikan perawatan non-bedah untuk orang-orang dengan stenosis tulang belakang. Opsi lainnya dapat mencakup: Terapi fisik Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen Injeksi steroid Jika rasa sakit seseorang memburuk atau tidak membaik, dokter dapat merekomendasikan prosedur bedah untuk menstabilkan tulang belakang atau mengurangi tekanan pada saraf tulang belakang. Di Klinik Lamina saat ini ada banyak pilihan untuk bedah minimal invasif dengan luka yang lebih kecil dan waktu pemulihan yang lebih singkat. PENYAKIT DEGENERATIF PADA DISKUS Seiring bertambahnya usia seseorang, diskus atau piringan pelindung yang berada di antara ruas tulang belakang secara bertahap bisa aus dan menyusut. Degenerasi diskus ini dapat menyebabkan ruas-ruas tulang belakang saling bergesekan, yang dapat menyebabkan sakit punggung dan kekakuan. Gejala penyakit diskus degeneratif sering membaik dengan berjalan, rasa sakitnya mungkin bertambah buruk ketika seseorang berdiri atau memutar, menekuk, atau mengangkat. Gejala lain dari penyakit cakram degeneratif mungkin termasuk: Nyeri punggung bagian bawah yang menjalar ke bokong dan paha Kelemahan pada tungkai atau kaki Sakit punggung yang bervariasi dalam tingkat keparahan dan durasi Pilihan pengobatan untuk penyakit degeneratif diskus dapat mencakup: NSAID, seperti ibuprofen. Kompres dingin atau panas. Terapi fisik. Penggunaan korset . Jika perawatan konservatif tetap memunculkan gejala nyeri seseorang, dokter dapat merekomendasikan penggantian diskus buatan atau fusi tulang belakang. HIPERLORDOSIS PENYEBAB NYERI TULANG BELAKANG Hiperlordosis adalah bentuk lengkung yang terlalu jauh dan berlebihan ke dalam pada tulang belakang bagian bawah. Yang menyebabkan bokong menjadi lebih menonjol dan perut mencuat. Ketika berbaring telentang, seseorang dengan hiperlordosis mungkin memiliki kurva berbentuk C yang terlihat atau celah besar di punggung bawahnya. Hiperlordosis juga dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan di punggung bawah, yang dapat mempengaruhi gerakan atau menjadi lebih buruk dengan berdiri lama. Hiperlordosis dapat terjadi akibat cedera atau kondisi tulang belakang seperti obesitas, osteoporosis, spondylolisthesis, dan rakhitis. Pilihan pengobatan tergantung pada usia seseorang dan tingkat keparahan kelengkungan dan gejala. Seorang dokter dapat merekomendasikan bahwa anak-anak dengan hiperlordosis memakai korset punggung saat mereka masih tumbuh. Untuk orang dewasa, dokter dapat merekomendasikan perawatan konservatif, seperti penghilang rasa sakit OTC, terapi fisik, dan manajemen berat badan. Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter dapat merekomendasikan operasi korektif. KAPAN NYERI TULANG BELAKANG HIPERLORDOSIS HARUS KE DOKTER Nyeri punggung bagian bawah, ketika berdiri atau berjalan, tidak selalu memprihatinkan dan mungkin menjadi lebih baik dengan perawatan di rumah, seperti istirahat, penghilang rasa sakit OTC, terapi panas dan dingin, dan peregangan ringan.   Seseorang harus pergi ke dokter jika rasa sakitnya parah, tidak membaik, atau terjadi bersamaan dengan gejala lain yang melemahkan. Orang dengan sakit punggung bagian bawah harus mencari perhatian medis segera jika mereka mengalami kehilangan kontrol usus atau kandung kemih atau gerakan kaki menjadi sangat terpengaruh. Kiat pencegahan meliputi: Berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari, cobalah melakukan campuran latihan aktivitas fisik intensitas rendah dan tinggi, seperti naik sepeda, berjalan kaki, kelas aerobik, berenang, atau menggunakan mesin elips. Mempraktikkan postur yang baik saat berjalan, seperti dengan menjaga punggung lurus dan menghindari bersandar terlalu jauh ke depan atau merosot. Membuat penyesuaian yang sesuai untuk tempat kerja agar untuk memperbaiki ergonomi. Contohnya termasuk memposisikan layar komputer setinggi mata dan menggunakan kursi yang mendukung dan disesuaikan dengan benar. Menggunakan teknik pengangkatan yang tepat, termasuk memegang benda sedekat mungkin dengan tubuh, mempertahankan posisi lebar, menekuk dari kaki dan bukan bagian belakang, dan menghindari mengangkat benda yang terlalu berat. Makan makanan sehat dan seimbang yang mencakup banyak buah, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. (***)

Pentingnya Hasil Pemeriksaan MRI, Nyeri dan Tulang Belakang?

pemeriksaan MRI

JAKARTA — Memahami masalah nyeri baik karena masalah tulang belakang, wajah dan sebagainya sebagaimana yang banyak ditangani di Klinik Lamina Pain and Spine Center, salah satu pemeriksaan yang sering digunakan adalah dengan Magnetic Resonance Imaging atau MRI. Tentu saja selain dengan X-Ray dan CT-scan, pemeriksaan darah dan pemeriksaan lainnya. Pertanyaannya mengapa MRI tulang belakang sangat penting? Bagaimana MRI dilakukan? Dan bagaimana dengan MRI yang digunakan untuk pemeriksaan otak dan kepala?   Dokter biasanya menggunakan pemeriksaan pemindaian MRI untuk membuat diagnosis, memonitor cedera kepala dan untuk memeriksa kemungkinan adanya keabnormalan di kepala dan otak. MRI memberikan gambaran 3 dimensi untuk bagian tubuh yang dipindai. Prosedur pemindaian memberikan detail yang sangat rinci dari berbagai sudut pandang. Tergantung pada tujuan melakukan MRI, dokter mungkin akan merekomendasikan MRI dengan kontras dengan zat tertentu yang dimasukkan ke tubuh pasien. MRI membuat dokter bisa melihat apa yang ada dalam tubuh pasien. Pemindaian ini tidak menghasilkan radiasi, tidak seperti pemindaian CT dan sinar-X. Pemindaian MRI menggunakan kekuatan magnet yang kuat dan gelombang radio untuk membuat gambar. Alat ini dapat memindai tulang, organ, dan jaringan, yang membuatnya ideal untuk bagian tubuh yang kompleks seperti kepala. Pemindaian MRI menunjukkan tingkat detail yang lebih tinggi daripada teknik pencitraan lainnya, terutama pada jaringan lunak. Ini penting ketika memeriksa otak atau batang otak untuk kerusakan atau penyakit. PEMERIKSAAN MRI DISARANKAN UNTUK DIAGNOSIS BERIKUT Seorang dokter dapat merekomendasikan pemindaian kepala MRI jika mereka mencurigai bahwa seseorang terserang: Aneurisma otak. Arteri yang tersumbat. Tumor otak. Kondisi kronis yang mempengaruhi kepala, seperti multiple sclerosis, masalah mata atau telinga bagian dalam. Epilepsi Pendarahan otak atau stroke Hidrosefalus, atau cairan di otak Infeksi di kepala atau otak Saraf terjepit atau herniasi diskus Prosedur MRI tulang belakang yang bersifat noninvasif berlangsung seperti berikut, dokter atau teknisi akan menjelaskan pada pasien tentang proses dan memberi tahu apa yang diharapkan. Baca juga : Piriformis Sindrom Kemudian pasien akan ditanya serangkaian pertanyaan tentang riwayat kesehatan seseorang. Radiografer juga perlu tahu apakah pasien sedang hamil atau tidak. Dokter cenderung tidak merekomendasikan pemindaian MRI selama kehamilan, karena tidak jelas apakah kekuatan magnet dapat mempengaruhi perkembangan janin. Mereka juga akan bertanya apakah seseorang mengenakan benda logam, seperti tindikan, pelat logam, jam tangan, atau perhiasan. Ini dapat mengganggu pemindaian, dan seseorang harus mencopotnya sebelum memasuki pemindai. Anggota tim layanan kesehatan biasanya akan meminta seseorang untuk mengenakan gaun rumah sakit. Objek logam lainnya yang dapat mengganggu pemindaian termasuk: Klip aneurisma otak Implan koklea Tambalan gigi dan jembatan Implan mata Fragmen logam di mata atau pembuluh darah Pelat logam, kabel, sekrup, atau batang Klip bedah atau staples SELAMA PEMINDAIAN INI YANG AKAN BERLANGSUNG Teknisi akan membawa pasien ke ruangan pemindai MRI. Pasien akan dibaringkan di troli geser, dan teknisi dapat menutupinya dengan selembar selimut. Teknisi akan memposisikan troli sehingga tubuh pasien yang akan dipindai berada dalam MRI. Mereka akan meninggalkan pasien ruangan dan berbicara kepada orang tersebut melalui radio. Hal-hal yang harus dipahami pasien adalah sebagai berikut: Bantal atau balok busa di troli akan menjaga kepala di posisi yang tepat. Mesin MRI mengeluarkan banyak kebisingan, jadi Anda bisa mendengar dengungan keras, suara ketukan, dan suara elektronik umum. Teknisi biasanya akan menyediakan headphone atau penyumbat telinga. Pasien harus tetap diam di dalam pemindai untuk memastikan gambar yang jelas dan akurat. Jika pasien bergerak, mereka mungkin harus mengulang pemindaian. Jika pasien, seperti pengidap Parkinson, masih kesulitan berbaring, seorang teknisi dapat menawarkan pengekangan untuk membantu. Setiap mesin MRI memiliki tombol panggilan. Jika seseorang merasa cemas atau ingin menghentikan prosedur, mereka dapat menekan tombol panggil dan berbicara dengan staf medis. Sebagian besar tato aman untuk MRI. Namun, beberapa tinta mengandung jejak logam, yang dapat menyebabkan panas atau tidak nyaman selama pemindaian. Jika seseorang merasa tidak nyaman, mereka harus memberi tahu radiograf. Tim medis dapat menawarkan anestesi atau sedatif kepada pasien yang memiliki klaustrofobia ekstrem. TINJAUAN HASIL PEMERIKSAAN MRI TULANG BELAKANG Radiografer akan meninjau dan menafsirkan hasil pindaian. Mereka kemudian akan menghubungi dokter dengan hasilnya. Ini bisa memakan waktu beberapa hari kecuali itu pemindaian darurat. Seseorang dapat meminta untuk melihat hasil pemeriksaan MRI tulang belakang pindaian mereka dengan bertanya kepada dokter mereka. Dokter mungkin memerlukan pemindaian lanjutan, dan mereka akan menjelaskan alasannya.   Usai pemindaian dilakukan seorang radiografer akan meninjau dan menafsirkan hasilnya. Hasil MRI tulang belakang tersebut yang akan disampaikan ke dokter. Proses ini bisa berlangsung beberapa hari kecuali dalam kasus pemindaian darurat. Seseorang dapat meminta untuk melihat hasil pindaian mereka dengan bertanya kepada dokter mereka. Dokter mungkin memerlukan pemindaian lanjutan, dan mereka akan menjelaskan alasannya. Untuk biaya prosedur MRI tulang belakang, bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan untuk perkiraan yang akurat. Mungkin juga ada biaya terkait, untuk kontras, anestesi, dan prosedur tambahan. PEMERIKSAAN MRI UNTUK ANAK-ANAK Dokter bisa menjelaskan prosedur MRI pada anak-anak sebelum melaksanakannya. Meski mungkin terasa menyeramkan hal ini bisa dijelaskan kepada anak-anak. Meski anak-anak cenderung punya kebiasaan gemar akan petualangan dan hal-hal baru. Bagaimanapun sangat penting menjelaskan prosesnya kepada anak-anak untuk mencegah kecemasan. Salah satu perbedaan orang dewasa dan anak-anak saat menggunakan MRI khususnya di bagian kepala adalah pada anak-anak akan lebih sulit untuk duduk atau berbaring diam-diam dalam waktu lama. Karenanya kadang disarankan untuk menggunakan pembiusan dan dimonitor sepanjang masa prosedur. KESIMPULAN MRI khususnya untuk bagian kepala adalah piranti yang sangat penting untuk diagnosis dan monitoring. Hasil pemeriksaan ini bisa mengindikasikan jika ada perubahan pada kondisi jaringan, terutama yang berpengaruh terhadap kerja otak. Tidak seperti pemeriksaan sinar-X dan CT scan, pemindaian MRI tulang belakang tidak melibatkan radiasi. Pemeriksaan MRI tulang belakang tidak menimbulkan risiko, selain memicu kecemasan atau klaustrofobia tertentu. Tapi ada cara untuk mencegah hal ini terjadi. Teknologi pemindai MRI terus ditingkatkan sepanjang waktu untuk mengurangi waktu pemindaian dan meningkatkan akurasi. (***) Terakhir diperbarui: 06 Mei 2020 Ditinjau oleh: dr Yulianto