Radiofrequency Ablation

Radiofrequency

Radiofrequency ablation adalah prosedur bedah minimal yang ditujukan untuk menghambat serabut syaraf yang membawa sinyal rasa sakit ke otak. Teknologi ini dapat mengatasi masalah nyeri dalam jangka panjang, seperti halnya nyeri pinggang bawah, leher, dan juga arthritis sendi. Jika Anda mengalami nyeri berulang, dan Anda sebelumnya pernah melakukan terapi nerve block dan memberikan hasil baik, radiofrequency ablation bisa jadi solusi penghilang nyeri kronik Anda dalam jangka panjang. Apa itu Radiofrequency Ablation Radiofrequency ablation atau yang dikenal juga dengan istilah rhizotomy merupakan prosedur minimally invasive non bedah yang menggunakan tenaga panas untuk mengurangi atau menghentikan transmisi rasa sakit ke otak. Gelombang radiofrequency akan membakar serabut saraf yang menyebabkan nyeri, atau dengan kata lain menghilangkan transmisi sinyal rasa sakit ke otak. Prosedur ini paling umum digunakan untuk mengatasi nyeri kronik dan kondisi kesehatan lain seperti arthritis pada tulang belakang, spondilosis dan sacroilitis. Radiofrequency ablation juga dapat digunakan pada kasus nyeri leher, punggung, lutut, pinggul, dan nyeri saraf tepi. Keuntungan Radiofrequency Ablation Ada beberapa keuntungan terapi yang bisa pasien dapatkan dengan radiofrequency ablation ini, diantaranya; 1. Terapi non bedah, cocok untuk Anda yang takut dengan tindakan operasi 2. Terapi nyeri golongan menengah 3. Proses pemulihan pasca tindakan singkat atau kecil 4. Mengurangi ketergantungan obat penghilang nyeri 5. Meningkatkan fungsi fisik pasien nyeri 6. Pasca tindakan Anda bisa langsung bekerja atau aktivitas seperti sedia kala Siapa saja yang cocok melakukan tindakan radiofrequency ablation? Radiofrequency ablation merupakan opsi terapi bagi pasien nyeri kronik, yang sebelumnya pernah mendapatkan terapi obat nyeri atau yang pernah melakukan terapi blok injeksi. Tindakan medis ini dilakukan dokter melalui bantuan fluoroscopic atau panduan X-ray. Tindakan ini tidak dianjurkan dilakukan pada orang dengan penyakit infeksi, wanita hamil, atau gangguan sistem pembekuan darah. Tindakan radiofrekuensi ablasi umumnya dilakukan oleh dokter berpengalaman baik itu dokter spesialis rehabilitasi medik (SpKFR), Spesialis Radiologi (SpRad), Spesialis anastesi (SpAn), Spesialis bedah (SpBS) dan Spesialis saraf (SpS). Persiapan Sebelum Tindakan Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan pasien sebelum melakukan tindakan radiofrequency ablation. Dokter operator umumnya akan melihat riwayat kesehatan Anda, tidak menutup kemungkinan dokter menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan radiologi terlebih dahulu untuk menentukan tititk mana yang terbaik dilakukan tindakan ini. Pasien yang sebelumnya menggunakan terapi aspirin atau pengencer darah lain akan diminta dokter untuk menghentikan konsumsinya terlebih dahulu beberapa hari sebelum tindakan. Tindakan radiofrekuensi ablasi merupakan tindakan minimal, pasien bisa langsung pulang pasca tindakan dilakukan. Jika anda membawa kendaraan roda 4 atau 2, disarankan untuk tidak mengendarai kendaraan sendiri, minta bantuan keluarga atau teman untuk mendampingi Anda. Untuk informasi lebih lanjut terkait tindakan ini, Anda dapat menghubungi customer relation officer Lamina Pain and Spine Center. Terimakasih

Kontak

Kontak Klinik Lamina Solusi Nyeri

Kontak Lamina – Kami berkomitmen memberikan layanan kesehatan medis paripurna, dengan kualitas sumber daya medis dan tim dokter terbaik. Tak hanya sebagai klinik pengobatan. Lamina Pain and Spine Center merupakan wadah dan tempat berkonsultasi masyarakat seputar nyeri dan tulang belakang, serta penyembuhannya. Mengedepankan kualitas, sumber daya manusia dan teknologi kami hadir di tengah Masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran bahwa nyeri adalah penyakit yang harus diatasi. Anda dapat menjumpai tim dokter Klinik Lamina di 4 Cabang yang kami miliki yang beralamatkan di beberapalokasi berikut ini antara lain: Kontak Cabang Klinik Lamina Lamina Mampang Jl. Warung Buncit Raya No.34, RT007/005 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan 12760Lamina Cibubur RS Meilia, Lantai 7, Jl. Alternatif Cibubur KM1, Cimanggis, Depok, Jawa Barat 16454 Lamina Pulomas Kartika Pulomas Hospital, Lantai 3, Jl. Pulo Mas Timur K Blok K No.2, Pulogadung, Jakarta Timur 13210 Brain and Spine Bunda Neuro Center Lantai 5 RSU Bunda, Jl. Teuku Cik Ditiro No. 21 Menteng – Jakarta Pusat 10350 Atau dapat juga melakukan konfirmasi appointment mengenai masalah saraf terjepit di leher terlebih dahulu melalui kontak call center kami di nomer  021-7919-6999. Fasilitas Klinik Lamina Klinik Lamina memiliki 9 tim dokter spesialis yang terdiri dari dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis rehabilitasi medik, dokter spesialis anastesi. Semua dokter tersebut memiliki kompetensi yang handal dan sesuai dengan standart medis yang ada.

Injeksi Intra Artikular

Intra artikular

Injeksi intra artikular merupakan sebuah tindakan medis yang dilakukan dengan menghantarkan preparat obat tertentu secara langsung dengan bantuan suntikan menuju sendi. Preparat yang digunakan dokter dapat berupa, steroid atau jenis obat lain seperti obat anastesi, asam hyaluronic hingga botok. Suntikan intra artikular umumnya diberikan ketika seseorang mengalami rasa sakit, yang tidak memberikan respon dengan pengobatan konservatif. Seperti halnya penggunaan atau konsumsi opat penghilang nyeri seperti obat oral anti inflamasi, atau dengan terapi fisik. Jenis Suntikan Intra Artikular Jenis suntikan intra artikular beragam, sesuai dengan jenis obat yang dibutuhkan pasien. Seperti contoh ketika suntikan intra artikular ditujukan untuk menghilangkan rasa sakit pada penderita kanker sendi, doxorubicin sebagai salah satu golongan obat kemoterapi dapat diberikan pada pasien. Obat ini juga dipercaya mampu menghilangkan infeksi jamur pada sendi atau dalam dunia kedokteran disebut sebagai fungal arthritis. Beberapa jenis obat yang digunakan dalam suntikan intra artikular memiliki fungsi dan cara kerjanya masing-masing, seperti diterangkan sebagai berikut; Kortikosteroid bekerja dengan cara mengurangi inflamasi atau peradangan secara lokal. Preparat obat ini bekerja dengan menghambat produksi citokin pro inflamasi yang terbentu sebagai respon alami tubuh saat adanya cidera atau kondisi kronis lain. Obat ini sering digunakan untuk mengatasi penyakit osteoarthritis, penyakit gout, dan reumatoid arthritis yang umum terjadi pada sendi terutama lutut. Asam hyaluronic, merupakan substansi alami yang ada pada tubuh manusia seperti pada carian sinofial yang berfunsgi melumasi sendi tubuh. Karena adanya pengaruh osteoarthritis, asam hyaluronic produksinya terus menurun yang selanjutnya memperparah kondisi sendi. Suntikan asam hyaluronic dari luar diharapkan mampu memberikan pelumasan menyeluruh pada sendi, mengurangi rasa sakit hingga memperluas gerakan sendi tubuh. Platelet rich plasma, merupakan substansi yang didapatkan dari darah pasien yang kaya akan plasma. Suntikan intra artikular menggunakan platelet rich plasma atau PRP ini mampu mengurangi rasa sakit, meningkatkan aktivitas fisik pada orang yang sebelumnya mengalami osteoarthritis. Salah satu efek samping yang mungkin muncul dari terapi suntik intraartikular adalah infeksi dan reaksi pada sendi lokal. Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi customer relation officer Klinik Lamina melalui telpon atau WA. Terimakasih

Laser PLDD Pada Masalah Tulang Belakang

terapi laser

Teknologi laser dalam dunia kedokteran memiliki peran yang sangat penting, demikian halnya dalam bidang tulang belakang. Disini teknologi laser dapat digunakan sebagai alat menghantarkan panas, menguapkan cairan hingga sebagai alat modifikasi jaringan lunak yang menekan saraf tulang belakang pada manusia. Teknologi laser sangat baik digunakan untuk mengatasi permasalahan kesehatan terkait jaringan lunak seperi bantalan sendi yang menonjol dan menekan saraf tulang belakang atau kita sebut sebagai saraf terjepit. Laser juga dapat digunakan untuk menciutkan bantalan sendi, dan menutup kebocoran bantalan sendi. Dalam beberapa kasus, teknologi laser pada tulang belakang ini sering dikombinasikan dengan alat lain untuk menciptakan terapi yang ade kuat untuk pasien dengan keluhan nyeri hingga masalah tulang belakang. Kondisi Medis Yang Dapat Ditangani Dengan Laser Terdapat beberapa kondisi atau masalah kesehatan tulang belakang yang dapat diatasi menggunakan teknologi ini seperti diantaranya; Herniasi bantalan sendi tulang belakang. Oleh masyarakat kita kondisi ini juga sering disebut sebagai saraf terjepit tulang belakang. Sciatica merupakan kondisi nyeri pada tulang belakang bagian bawah yang mirip dengan saraf terjepit. Ini disebabkan karena kompresi pada sciatic nerve di bagian bokong atau pinggang bawah penderitanya. Penyakit tulang belakang karena penuaan Nyeri menjalar atau dalam dunia kedokteran dikenal sebagai nyeri radikuler Keunggulan Ada beberapa keungulan dari teknologi laser pldd di Klinik Lamina pada masalah tulang belakang, diantaranya; Proses pemulihan cepat dibandingan teknologi lain Rasa nyeri paska tindakan minimal Tidak memerlukan rawat inap Sedikit tindakan anastesi Paparan radiasi minimal Sayatan minimal sehingga risiko terbentuknya scar atau bekas luka pasca tindakan minimal Risiko perdarahan minimal Risiko infeksi sangat kecil Untuk informasi lebih lanjut mengenai teknologi ini silahkan menghubungi customer relation kami di nomer Hp/Wa 0812 8281 8473. Terimakasih

Physiotherapy Jakarta Terbaik Untuk Anda

Physiotherapy jakarta

Tim Physiotherapy Klinik Lamina Pain and Spine Center Jakarta, berkomitmen membantu Anda untuk dapat kembali bergerak dan beraktivitas secara normal. Tim kami berupaya meningkatkan mobilitas pasien, dengan cara menghilangkan nyeri dan membantu pasien. Terbebas dari cidera menggunakan berbagai modalitas terapi, alat dan teknik fisioterapi. Untuk masalah kesehatan tulang belakang warga Jakarta seperti skoliosis, dokter dan tim physiotherapy memiliki sertifikat internasional (scientific exercise approach to scoliosis) sebagai seorang trainer dan protokol yang jelas. Baca juga : Syaraf terjepit di bokong Kami juga memiliki alat-alat terapi yang cangih seperti laser terapi, shock wave, guided PEMF, ultrasound serta terapi untuk decompresi spinal. Yang selanjutnya dapat mengantisipasi segla kebutuhan kesehatan pasien kami. Tim dokter Physiotherapy Lamina Pain and Spine Center Jakarta, merupakan dokter-dokter handal yang ahli dalam bidangnya. Beberapa dokter spesialis yang tergabung dalam tim kami adalah dokter spesialis rehabilitasi medik, dokter spesialis anastesi, dan dokter spesialis bedah saraf. Yang bertujuan untuk mengatasi semua masalah kesehatan nyeri dan tulang belakang. Secara individual untuk meningkatkan kulaitas hidup pasien. Pusat Physiotherapy di Jakarta Lamina Pain and Spine Center atau dikenal juga sebagai Lamina Rehab, memiliki tim fisioterapi handal baik pria maupun wanita. Di dalam klinik, tim kami akan mengajarkan cara-cara latihan gerak untuk mengatasi malah nyeri tulang belakang secara tepat dan akurat. Terapi tertentu dapat dilakukan di rumah Anda menggunakan alat bantu sederhana seperti handuk, bola khusus untuk terapi. Atau alat hingga modalitas lain yang bisa dengan mudah Anda lakukan di rumah. Sehingga selain terapi dilakukan di klinik untuk dilakukan evaluasi lanjut. Terapi juga bisa dilakukan di rumah Anda dengan cara yang mudah namun efektif. Penggunaan alat modern latihan khusus, dibantu juga dengan pijatan atau relaksasi manual akan membantu Anda mendapatkan ketenangan dan juga sebagai upaya untuk mendapatkan kesembuhan atas kondisi nyeri dan masalah kesehatan tulang belakang. Untuk informasi lebih lanjut terkait masalah physiotherapy nyeri dan tulang belakang, Anda dapat menghubungi relation officer Lamina Pain and Spine Center di Jakarta.

Endoscopy PELD Teknologi Terkini Atasi HNP di Indonesia

Jakarta – Semakin majunya teknologi kedokteran, membawa kita pada majunya layanan kesehatan yang lebih memungkinkan dengan risiko yang lebih minimal. Salah satu teknologi kedokteran maju di bidang bedah saraf adalah endoscopy PELD (percutaneous endoscopic lumbar discectomy). Berikut ini beberapa pertanyaan yang sering muncul dan ditanyakan kepada tim dokter lamina pain and spine center coba kami rangkum dalam artikel berikut. Apa Itu Endoscopy PELD ? Merupakan tindakan minimally invasive tulang belakang, untuk mengatasi masalah syaraf terjepit akibat herniasi bantalan sendi tulang belakang. Keunggulan Endoscopy PELD Karena alat endoskopi PELD menggunakan mikroskop dan juga selongsong berukuran 7mm. Hasil tindakan untuk mengatasi bantalan yang menjepit saraf tulang belakang sayatannya minimal. Selain itu dengan adanya kamera endoskopi pada alat. Menjadikan dokter bedah syaraf selaku operator dengan gampang membedakan mana syaraf tulang dan jaringan penunjang tulang belakang sehingga meminimalkan risiko cedera jaringan. Perbedaan Endoscopy dengan Laminektomi Perbedaan PELD dengan laminektomi adalah ukuran sayatan yang dihasilkan. Laminektomi memerlukan sayatan di punggung sekitar 10-20 cm. Bergantung ruas yang terdampak HNP. Sementara dengan PELD sayatan hanya sebesar 7 mm. Pasca-tindakan pasien hanya membutuhkan satu jahitan saja sehingga proses penyembuhan pasca-tindakan menjadi lebih cepat. Mengobati Saraf Kejepit dengan Endoscopy PELD Ketakutan masyarakat tentang tindakan bedah untuk syaraf kejepit konvensional menjadi salah satu alasan mereka ingin melakukan dengan PELD. Angka keberhasilan terapi dari beberapa literatur yang ada menunjukkan hingga 90%. Risiko Endoscopy PELD Risiko tindakan medis selalu ada, namun dapat diminimalisasi dengan kompetensi dokter. Pengalaman dokter Lamina Pain and Spine Center tidak perlu diragukan lagi. dari sekian banyak tindakan endoskopi tulang belakang di Indonesia. Kami sudah melakukan tindakan endoskopi tulang belakang lebih dari 1000 pasien sejak tahun 2018. Tentang Endoscopy PELD Bagaimana Prosedur Endoscopy PELD Prosedur tindakan cukup simpel. Pasien masuk ke ruang tindakan, dan dibaringkan dengan posisi tengkurap. Dengan bantuan foto MRI dan C-arm, alat endoskopi dimasukkan ke bantalan sendi yang menekan syaraf. Tentunya sebelumnya dilakukan anestesi. Pra-Tindakan – Persiapan Sebelum Endoscopy PELD Sebelum tindakan dilakukan, sama seperti prosedur bedah lainnya. Pasien diwajibkan melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium termasuk diantaranya, gula darah, SGPT/SGOT, fungsi jantung dan pemeriksaan darah lengkap. Pasien juga diwajibkan untuk puasa selama kurang lebih 6-8 jam sebelum tindakan. Tindakan – Berapa Lama Endoscopy PELD Tindakan endoskopi dilakukan hanya dalam waktu 45 menit. Namun ini juga dipengaruhi lokasi dari penjepitan bantalan sendi dan kondisi pasien. Rata-rata waktu tindakan yang dilakukan di Lamina sekitar 45 menit. Pasca-Tindakan – Aktivitas Kembali Normal Setelah Endoscopy PELD Setelah tindakan dilakukan, pasien akan diobservasi di ruang yang telah disediakan sekitar 2 jam. Ini untuk melihat kondisi pasien, setelah normal pasien bisa langsung pulang. Namun dalam kondisi khusus pasien dimungkinkan untuk rawat inap 1-2 hari, seperti pasien-pasien dengan jaminan asuransi swasta. Atau pasien yang memiliki kondisi kesehatan khusus yang mengharuskan dilakukannya rawat inap setelahnya. Berapa Biaya Endoscopy PELD ? Biaya PELD di Lamina masih cukup terjangkau dibandingkan tempat lain. Sekitar 80 – 90 jutaan, dengan pelopor tindakan endoskopi PELD di Indonesia dr. Mahdian Nur Nasution. Harga dapat berbeda di cabang Lamina Pain and Spine Center. Saat ini kami memiliki 4 cabang yaitu di RS Meilia Cibubur, RS Bunda Menteng dan RS Kartika Pulomas dan Lamina Mampang. Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi customer care kami. Terimakasih. Baca juga : Endoskopi PECD

Cervical Radiculopathy Adalah Saraf Terjepit Leher

radiculopathy adalah

Cervical radiculopathy adalah kondisi medis kedua terbanyak setelah saraf terjepit pinggang (lumbal). Cervical radiculopathy disebut juga sebagai saraf terjepit di leher. Saraf terjepit leher terjadi ketika ada penekanan saraf tulang belakang di leher atau terjadi iritasi. Endoskopi PECD bisa jadi solusi. Informasi & Pendaftaran Telepon 021-7919-6999 Gejala yang paling sering muncul berupa nyeri di leher yang menjalar hingga pundak yang selanjutnya menyebabkan kelemahan otot dan juga rasa kebas di bagian lengan hingga tangan. Penyebab paling sering dari cervical radiculopathy adalah keausan tulang dan bantalan sendi, yang dipengaruhi usia dan menyebabkan terjadinya arthritis. Sementara pada usia muda saraf terjepit leher banyak disebabkan karena kecelakaan yang menyebabkan herniasi bantalan sendi. Terapi Cervical Radiculopathy Pada cervical radiculopathy terapi dibagi dalam 2 jenis yaitu; non bedah dan bedah. Beberapa jenis terapi non bedah yang dapat dilakukan diantaranya; Penggunaan soft cervical collar Terapi fisik Obat-obatan Dalam dua dekade terakhir, penanganan HNP servikal terus berkembang. Setelah teknik bedah terbuka tak lagi populer karena berbagai risikonya, muncul teknologi lain, yakni  Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF) yang sampai saat ini masih dilakukan dokter di banyak belahan dunia termasuk Indonesia. Sayangnya teknik ini memiliki beberapa komplikasi yang dapat terjadi. Seperti disfagia, hematoma, unilateral recurrent laryngeal nerve (RLN) palsy, kebocoran cairan serebrospinal (CSF), kebocoran esophagus, perburukan gejala radiculopathy, hingga kegagalan pemasangan implant. Endoskopi PECD Bedah Minimal Kebutuhan akan hasil pembedahan yang lebih baik dan harapan pasien akan proses recovery yang cepat memunculkan teknik bedah terbaru yang disebut Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD). Sering disebut Endoskopi Servikal/ Endoskopi PECD. Teknik Endoskopi PECD, menganut dua pendekatan yaitu anterior (depan) dan posterior (belakang). Keduanya bertujuan mengilangkan herniasi bantalan sendi tulang belakang yang menyebabkan penekanan pada saraf tulang belakang. Dengan bantuan penglihatan langsung melalui kamera endoskopi yang ditampilkan pada layar. Informasi & Pendaftaran Telepon 021-7919-6999 Keuntungan Endoskopi PECD Sayatan minimal (4 mm) Anestesi lokal Waktu operasi yang lebih singkat Pemulihan cepat Kerusakan jaringan minimal Dalam beberapa literatur medis disebutkan tingkat keberhasilan terapi menggunakan Endoskopi PECD mencapai 90%. Keberhasilan Endoskopi PECD bergantung pada pemilihan pasien yang tepat dan dekompresi elemen saraf yang adekuat. Informasi & Pendaftaran Telepon 021-7919-6999 Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Lamina Pain & Spine Center sebagai satu-satunya klinik syaraf kejepit terlengkap di Indonesia.

Terapi Rheumatoid Arthritis

Terapi rheumatoid arthritis

Terdapat bermacam cara yang dapat bermanfaat untuk terapi penyakit rheumatoid arthritis. Termasuk penggunaan obat-obatan, operasi atau mengatur aktifitas fisik. Menurut Prof Dr Darto Satoto SpAn(K),  dari Lamina Pain and Spine Center, jenis pengobatan tentunya tergantung pada beberapa faktor, termasuk antara lain ; usia, kesehatan secara keseluruhan, riwayat kesehatan, dan tingkat keparahan arthritis. Obat-obatan untuk Terapi Rheumatoid Arthritis Terdapat banyak terapi obat-obatan rheumatoid arthritis (RA) yang tersedia untuk mengurangi nyeri sendi, bengkak, dan peradangan. Beberapa obat tersebut untuk mencegah atau meminimalkan perkembangan penyakit. Obat-obatan yang membantu mengurangi gejala arthritis, seperti nyeri sendi, kekakuan, dan pembengkakan, antara lain: Informasi & Pendaftaran Telepon 021-7919-6999   Obat anti-inflamasi penghilang rasa sakit, seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen. Penghilang rasa sakit topikal (oles langsung ke kulit). Kortikosteroid, seperti prednisone Obat penghilang rasa sakit golongan narkotika Ada juga obat yang disebut disease-modifying anti-rheumatic drugs (DMARDs), yang bekerja dengan menghalangi atau menekan serangan sistem kekebalan tubuh pada sendi. Obat penekanan kekebalan tubuh, serta pengobatan biologis. Terapi Rehabilitasi untuk Penderita Rheumatoid Arthritis Keseimbangan antara istirahat dan olahraga sangat penting dalam terapi rheumatoid arthritis. Sewaktu flare-up, yaitu memburuknya radang sendi, tindakan yang terbaik adalah untuk mengistirahatkan sendi yang meradang. Hal ini dapat dicapai dengan penggunaan sementara tongkat atau joint splints, yaitu perangkat agar sendi tidak dapat bergerak. Baca juga : Carpal tunnel syndrome Ketika radang sendi berkurang, program panduan olahraga perlu untuk mempertahankan fleksibilitas sendi dan memperkuat otot-otot yang mengelilingi sendi. Rentang gerakan olahraga harus secara teratur untuk menjaga mobilitas sendi. Pada lanjut usia yang mengalami RA, jika tidak melakukan istirahat, maka penyakit ini akan berkembang menjadi beberapa tahap, yaitu: Terdapat radang sendi dengan pembengkakan membran sinovial dan kelebihan produksi cairan sinovial. Secara radiologis, kerusakan tulang pipih atau tulang rawan dapat terlihat. Pasien mungkin mengalami keterbatasan gerak tetapi tidak ada deformitas sendi. Jaringan ikat fibrosa yang keras menggantikan pannus, sehingga mengurangi ruang gerak sendi. Ankilosis fibrosa mengakibatkan penurunan gerakan sendi, perubahan kesejajaran tubuh, dan deformitas. Secara radiologis terlihat adanya kerusakan kartilago dan tulang. Ketika jaringan fibrosa mengalami kalsifikasi, ankilosis tulang dapat mengakibatkan terjadinya imobilisasi sendi secara total. Atrofi otot yang meluas dan luka pada jaringan lunak seperti medula-nodula. Bedah pada RA Ketika kerusakan sendi dari rheumatoid arthritis telah parah atau nyeri yang tidak bisa dikendalikan dengan obat-obatan, maka operasi mungkin menjadi pilihan untuk membantu memulihkan fungsi sendi yang rusak. Informasi & Pendaftaran Telepon 021-7919-6999   Meski sampai saat ini belum ada obat yang mampu sebagai terapi utama rheumatoid arthritis secara menyeluruh, namun pengobatan dini yang bersifat agresif telah terbukti membantu mencegah kecacatan.

Tipe dan Diagnosis Rheumatoid Arthritis di Indonesia

Rheumatoid arthritis Indonesia

Diagnosis rheumatoid arthritis didasarkan pada kombinasi bermacam faktor, para pakar di Indonesia membaginya dalam beberapa kondisi termasuk diantaranya: Lokasi dan kesimetrian nyeri sendi yang spesifik, terutama sendi tangan. Adanya kekakuan sendi di pagi hari. Adanya benjolan dan nodul di bawah kulit (nodul rheumatoid). Hasil tes x-ray yang menunjukkan adanya rheumatoid arthritis. Hasil faktor rheumatoidpositif dari tes darah yang dilakukan serta tes darah lainnya   Kebanyakan orang yang terkena rheumatoid arthritis memiliki antibodi faktor rheumatoid (RF) dalam darah mereka. Namun terkadang ada orang di Indonesia atau negara lain yang tidak memiliki antibodi ini dan terkena rheumatoid arthritis karena ada penyakit lain yang menyebabkan faktor rheumatoid diproduksi dalam darah. Baca juga : Pentingnya MRI Tulang Belakang Oleh karena itu, diagnosis rheumatoid arthritis didasarkan dari kombinasi kelainan sendi serta hasil tes darah. Faktor Pemeriksaan Darah Jadi Penentu Rheumatoid Arthritis di Indonesia Tes darah yang baru dan lebih spesifik untuk rheumatoid arthritis adalah tes antibody citrulline cyclic, juga disebut anti-CCP. Kehadiran antibodi anti-CCP ini menunjukkan kecenderungan bentuk rheumatoid arthritis yang lebih agresif termasuk pada orang Indonesia. Orang-orang dengan rheumatoid arthritis mungkin mempunyai anemia ringan. Pada test darah juga ditemukan adanya sedimentasi eritrosit (ESR) atau peningkatan protein C-reactive (CRP), yang merupakan penanda adanya peradangan. Beberapa orang di Indonesia dengan rheumatoid arthritis juga mungkin memiliki hasil positif pada tes antibodi antinuclear (ANA), yang menunjukkan adanya gangguan autoimun. Pada lansia RA dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok, yaitu : Kelompok 1 Artritis reumatoid klasik. Sendi-sendi kecil pada kaki dan tangan sebagian besar terlibat. Terdapat faktor reumatoid, dan nodula-nodula reumatoid yang sering terjadi. Penyakit dalam kelompok ini dapat mendorong ke arah kerusakan sendi yang progresif. Kelompok 2 Termasuk ke dalam klien yang memenuhi syarat dari American Rheumatologic Association untuk artritis reumatoid karena mereka mempunyai radang sinovitis yang terus-menerus dan simetris, sering melibatkan pergelangan tangan dan sendi-sendi jari. Kelompok 3 Sinovitis terutama memengaruhi bagian proksimal sendi, bahu dan panggul. Awitannya mendadak, sering ditandai dengan kekuatan pada pagi hari. Pergelangan tangan pasien sering mengalami hal ini, dengan adanya bengkak, nyeri tekan, penurunan kekuatan genggaman, dan sindrome karpal tunnel. Kelompok ini mewakili suatu penyakit yang dapat sembuh sendiri yang dapat dikendalikan secara baik dengan menggunakan prednison dosis rendah atau agens antiinflamasi dan memiliki prognosis yang baik. Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi care line officer Lamina Pain and Spine Center, melalui Hp/Wa tertera. Terimakasih.

Radang Sendi Arthritis Ini Penyebab dan Penyebabnya

Radang sendi rheumatoid arthritis

Arthritis adalah istilah umum yang berarti radang pada sendi. Radang sendi ditandai dengan kemerahan, rasa hangat, bengkak, dan nyeri di dalam sendi dalam dunia kedokteran dikenal sebagai arthritis. Salah satu jenis radang pada sendi kronis yang biasanya terjadi pada kedua sisi tubuh seperti tangan, pergelangan tangan dan lutut adalah Rheumatoid arthritis (RA). Kesimetrian ini selanjutnya membantu dokter membedakan rheumatoid arthritis dari jenis arthritis atau radang sendi yang lain. Selain mempengaruhi sendi, RA sesekali dapat mempengaruhi kulit, mata, paru-paru, jantung, darah, bahkan saraf. Gejala Radang Sendi Rheumatoid Arthritis Setidaknya terdapat beberapa gejala dari rheumatoid arthritis yang meliputi: nyeri pada sendi dan disertai pembengkakan, kekakuan terutama pada pagi hari atau setelah duduk untuk waktu yang lama dan kelelahan. Informasi & Pendaftaran Telepon 021-7919-6999   Rheumatoid arthritis berbeda-beda pengaruhnya pada masing-masing orang. Pada beberapa orang, gejala sendi berkembang secara bertahap selama beberapa tahun. Sedangkan pada beberapa yang lain, rheumatoid arthritis dapat berkembang dengan cepat. Dikatakan oleh Prof Dr Darto Satoto SpAn(K), dari Lamina Pain and Spine Center, rheumatoid arthritis adalah penyakit auto imun yang mempengaruhi sekitar 1% populasi di Amerika Serikat. Penyakit ini dua sampai tiga kali lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Namun pada pria yang terkena penyakit ini, cenderung lebih parah. Radang sendi rheumatoid arthritis biasanya terjadi pada usia pertengahan, dan mereka usia lanjut. Sampai saat ini penyebab dari rheumatoid arthritis, belum diketahui secara pasti, tetapi diduga penyakit ini disebabkan oleh kombinasi dari faktor genetik, lingkungan, dan hormonal. Pada rheumatoid arthritis, ada suatu hal yang memicu sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sendi dan kadang-kadang organ lainnya. Beberapa teori menyarankan bahwa ada virus atau bakteri yang mungkin mengubah sistem kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan sistem kekebalan tersebut menyerang sendi. Patofisiologi Rheumatoid Arthritis Setelah sistem kekebalan tubuh dipicu, sel-sel kekebalan  melakukan migrasi dari darah ke dalam sendi dan sendi-lapisan jaringan, disebut sinovium. Di tempat tersebut, sel-sel kekebalan tubuh menghasilkan zat inflamasi yang menyebabkan iritasi, mengikis tulang rawan (bahan bantalan pada bagian akhir tulang), serta pembengkakan dan peradangan pada lapisan sendi. Seiring tulang rawan terkikis, ruang antara tulang-tulang menyempit. “Jika kondisi tersebut memburuk, maka tulang bisa bergesekan satu dengan yang lain. Hal tersebut menyebabkan sendi menjadi bengkak, sakit dan terasa hangat saat disentuh,” jelasnya. Informasi & Pendaftaran Telepon 021-7919-6999