Obat Syaraf Kejepit di Apotik Untuk Atasi Nyeri Anda

Obat syaraf kejepit antikonvulsan di apotik

Saraf kejepit merupakan kondisi medis yang terjadi saat saraf mengalami tekanan oleh tulang, tulang rawan, otot, hingga tendon. Penekanan syaraf inilah yang selanjutnya menyebabkan rasa sakit, kebas, kesemutan, sampai hilangnya sensasi. Pada tahap awal, ada beberapa obat syaraf kejepit di apotik yang mampu mengatasi gejala HNP yang layak Anda coba. Jenis Obat Syaraf Kejepit di Apotik Kerusakan akibat masalah syaraf kejepit dapat bersifat ringan hingga berat, obat yang ada dapat digunakan, namun harus sesuai petunjuk dokter. Sering kali masalah syaraf kejepit juga menyebabkan masalah kesehatan yang sifatnya sementara hingga jangka panjang. Lebih cepat Anda mendapatkan diagnosis pasti syaraf kejepit dan menjalani pengobatan saraf terjepit yang tepat, semakin besar kemungkinan Anda sembuh total. Berikut ini jenis-jenis obat yang dapat menjadi pilihan untuk mengatasi syaraf kejepit yg ada di apotik. Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA Link Berikut   Obat Minum di Apotik, Kortikosteroid untuk Syaraf Kejepit Terapi dengan obat syaraf kejepit kortikosteroid oral atau minum mampu meredakan pembengkakan dan rasa nyeri dan bisa Anda dapatkan di apotik K24. Golongan obat kortikosteroid pereda nyeri ini memang sebaiknya di konsumsi dengan resep dokter. Termasuk antara lain kortison, hidrokortison, dan prednison. Obat ini terkenal juga sebagai obat syaraf kejepit di apotik dengan harga terjangkau. Baca juga : Ciri-ciri saraf leher terjepit Sesungguhnya, kortikosteroid sebagai pereda nyeri tersedia dalam bentuk krim, suntikan, inhaler ataupun intranasal. Namun, pada kasus syaraf kejepit, biasanya dokter akan memberikan kortikosteroid minum dalam sediaan tablet, kapsul, atau sirup yang bisa Anda dapatkan dengan resep. Obat anti inflamasi non steroid (NSAIDs) Golongan obat syaraf kejepit, golongan NSAIDs antara lain ibuprofen, aspirin, atau naproxen. Obat golongan ini dapat meredakan rasa nyeri atau pembengkakan akibat saraf kejepit yang menyiksa. Penggunaan obat anti inflamasi non steroid ini untuk syaraf kejepit sebaiknya menggunakan resep dokter. Narkotika Golongan obat narkotika harus mendapatkan resep dokter untuk meredakan rasa nyeri yang parah akibat syaraf kejepit atau HNP, hanya ada pada tempat tertentu saja yang sepengetahuan pemerintah atau regulator. Obat syaraf kejepit jenis ini umumnya hanya dalam periode singkat. Baca juga : Bahaya syaraf kejepit Secara literatur narkotika bekerja dengan reseptor rasa sakit di otak. Sehingga mampu menghilangkan rasa nyeri yang menjadi gejala utama syaraf kejepit. Narkotika adalah golongan obat saraf kejepit atau HNP yang memerlukan resep dokter dan bukan sembarang dokter yang dapat meresepkannya harus sesuai dengan indikasi, dan hanya di apotik tertentu golongan obat ini ada. Suntikan steroid Injeksi atau suntik steroid dapat sebagai obat syaraf kejepit atau HNP dan bisa Anda dapatkan di apotik. Suntikan steroid mampu meredakan pembengkakan dan menyembuhkan saraf yang mengalami peradangan, akibat syaraf kejepit. Antidepresan Obat Syaraf Kejepit yang Ada di Apotik Jangan kaget ketika dokter memberikan Anda obat antidepresan untuk mengobati syaraf kejepit. Selain bisa menyembuhkan beberapa kondisi psikis atau gangguan kejiwaan. Golongan obat antidepresan juga ampuh meredakan nyeri akibat kerusakan saraf. Termasuk antara lain masalah syaraf kejepit. Baca juga : Penyebab saraf terjepit Golongan antidepresan trisiklik adalah jenis antidepresan yang paling sering dokter gunakan untuk mengatasi rasa nyeri. Beberapa golongan antidepresan lain antara lain amitriptyline, nortriptyline, doxepin, dan desipramine. Perlu adanya resep dokter ketika Anda ingin mencoba obat golongan antidepresan ini sebagai pengobatan masalah syaraf kejepit. Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA Link Berikut   Antikonvulsan Obat Syaraf Kejepit Yg Ada di Apotik Obat-obatan antikejang atau antikonvulsan dapat memberikan manfaat untuk mengatasi rasa sakit atau pereda nyeri akibat kerusakan pada saraf kejepit. Sebenarnya, obat antikonvulsan dibuat untuk penderita epilepsi, namun dari beberapa literatur yang ada obat ini efektif mengatasi nyeri pasien dengan syaraf kejepit . Efek menenangkan dari obat antikonvulsan, membuatnya jadi salah satu obat syaraf kejepit yang bisa meredakan rasa sakit akibat penekanan pada saraf. Beberapa golongan obat antikonvulsan seperti gabapentin atau pregabalin, dipercaya sebagai obat nyeri akibat kerusakan saraf di apotik termasuk  syaraf kejepit. Sama seperti obat syaraf kejepit lain, antikonvulsan dalam penggunaannya membutuhkan resep dokter. Operasi Syaraf Kejepit Terkini Jika syaraf kejepit tidak kunjung membaik setelah Anda mengonsumsi obat-obatan di apotik. Dokter spesialis bedah saraf akan merekomendasikan tindakan operasi untuk menghilangkan tekanan pada saraf yang terjepit. Jenis operasi sangat beragam, tergantung dari lokasi saraf yang terdampak. Baca juga : 2 dari 1000 orang menderita saraf kejepit Prosedur pembedahan bertujuan untuk memberikan ruang bagi saraf, sehingga tidak lagi mengalami tekanan berlebih baik oleh bantalan sendi atau tulang atau kondisi kesehatan lainnya. Pembedahan mungkin mengharuskan dokter memutuskan ligamentum karpal untuk memberikan ruang bagi saraf di pergelangan tangan terutama pada kasus carpal tunnel syndrome. Namun saat ini teknologi endoskopi atau minimally invasive bisa menjadi pilihan terbaik bagi Anda yang enggan melakukan tindakan operasi. Rehabilitasi Medik Rehabilitasi medik atau terapi fisik dikenal juga sebagai fisioterapi dapat dilakukan untuk mengatasi masalah syaraf kejepit. Dengan fisioterapi, penderita saraf kejepit dapat meregangkan dan memperkuat ototnya. Gejala nyeri akibat terjepitnya saraf dapat segera reda. Baca juga : Benarkah syaraf kejepit menyebabkan kelumpuhan Teknologi fisioterapi yang dimiliki di lamina rehab khusus untuk mengatasi masalah syaraf terjepit tulang belakang adalah manuthera, alat ini tidak ada di apotik dan hanya ada di Lamina Klinik. Saat syaraf kejepit menyebabkan organ tubuh, seperti tangan, tidak bisa bergerak, maka alat penyangga atau splint sangat direkomendasikan dokter. Keberadaan alat penyangga akan membantu otot beristirahat, sehingga gejala nyeri akibat terjepitnya saraf bisa dikurangi. Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA Link Berikut   Untuk mengetahui obat syaraf kejepit yang paling cocok untuk kondisi Anda, kami menyarankan berkonsultasi dengan dokter syaraf kejepit yang bagus. Dokter-dokter Lamina Pain and Spine Center memiliki pengalaman dalam mengatasi syaraf terjepit Anda.

Dokter Syaraf Kejepit Yang Bagus Adalah Dokter Spesialis?

Dokter syaraf kejepit yang bagus

Tak bisa dipungkiri banyak orang bertanya-tanya, dokter spesialais yang khusus menangani syaraf kejepit yang bagus itu dokter apa? Karena terdapat banyak sekali dokter spesialis yang menangani syaraf kejepit dan terkesan membingungkan. Namun Anda tak usah ragu, semua dokter memiliki tujuan yang mulia, menyembuhkan pasien saraf kejepit sesuai dengan bidang kedokteran atau spesialisasi yang ia miliki dan di terapkan dalam praktek. Bukan menjadi rahasia lagi, sebanyak 60-80% populasi pernah mengalami nyeri pinggang atau tulang belakang selama hidupnya. Nyeri pinggang atau tulang belakang seringkali disebabkan oleh syaraf kejepit atau dalam dunia kedokteran disebut sebagai Herniated Nucleus Pulposus atau HNP. Syaraf Kejepit Ke Dokter Apa Saat Anda mengalami syaraf kejepit ke dokter apa lalu kita berobat? Kondisi tersebut adalah pertanyaan banyak pihak. Secara keilmuan dokter yang menangani saraf kejepit dapat dilakukan oleh beberapa bidang ilmu kedokteran diantaranya. Dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis syaraf, dokter spesialis bedah syaraf, dokter spesialis rehabilitasi medik, dokter spesialis anastesi dan dokter spesialis orthopaedi. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dokter spesialis penyakit dalam dengan gelarnya SpPD umumnya mengatai syaraf terjepit secara medika mentosa atau obat-obatan. Ketiadaan dokter spesialis lain menjadikan peran dokter penyait dalam menjadi penting dalam menangani masalah saraf kejepit ini. Terutama di daerah-daerah yang belum memiliki banyak dokter spesliasis bedah syaraf atau dokter orthopaedi. Sistem kesehatan berjenjang juga menyumbang peran pada pasien syaraf terjepit ini. Tak jarang bahkan pasien syaraf kejepit ditemukan terlebih dahulu oleh dokter umum di klinik pratama atau puskesmas. Meski obat sudah diberikan, karena nyerinya tidak kunjung reda, dokter umum selanjutnya memberikan rujukan pada dokter spesialis diatasnya. Dan yang paling banyak adalah dokter penyakit dalam. Dokter Spesialis Saraf Dokter spesialis saraf dengan gelar SpS menjadi dokter yang juga banyak menerima pasien syaraf kejepit. Ini karena pasien sebelumnya mengeluh kebas di bagian tubuh tertentu, kesemutan, hilangnya sensasi di telapak tangan atau kaki. Yang membuatnya mengira ada masalah dengan kondisi sarafnya. Dokter selain menyarankan untuk melakukan pemeriksaan radiologi atau test fungsi saraf pasien, tidak menutup kemungkinan akan memberikan obat-obatan yang mampu mengatasi gangguan syaraf. Dokter Speslialis Bedah Saraf Yang Bagus Untuk Syaraf Kejepit Peran dokter spesialis bedah saraf atau yang kita kenal dengan gelar SpBS sangat bagus dalam mengatasi masalah syaraf kejepit. Saraf terjepit umum disebabkan oleh bantalan sendi tulang belakang yang menonjol, tulang yang mengalami pergeseran, adanya massa tumor atau cairan tertentu yang menekan syaraf tulang belakang hingga kondisi lainnya. Saat sudah di pastikan dengan pemeriksaan radiologi seperti magnetic resonance imaging pada tulang belakang. Saat obat-obatan atau terapi latihan fisik tidak memberikan hasil, dokter akan menyarankan untuk dilakukan tindakan pada pasien. Saat ini ada 2 pendekatan medis untuk mengatasi masalah saraf kejepit, yakni bedah terbuka dan bedah minimal. Bedah terbuka merupakan tindakan untuk mengatasi masalah syaraf kejepit yang bagus tempo dulu oleh dokter. Ini karena harus membuka punggung pasien, memotong tulang untuk bisa sampai melihat syaraf yang mengalami penekanan. Selain risiko komplikasi yang besar, pemulihan pasien juga menjadi cukup lama, karena sayaran yang dilakukan bisa mencapai 10-15 cm. Belum lagi pemulihan untuk mengembalikan fungsi jaringan penyangga tulang belakang seperti otot dan tulangnya. Saat ini dengan kemajuan teknologi kedokteran yang ada, syaraf kejepit sudah bisa diatasi dengan teknologi Endoskopi. Endoskopi menjagkau seluruh bagian tulang belakang, baik leher, punggung hingga pinggang. Keuntungan dari tindakan endoskopi adalah sayatan yang kecil hanya 7 mm menjadikan proses penyembuhan pasien syaraf kejepit menjadi lebih cepat. bantuan kamera endoskopi pada alat juga menurunkan risiko cedera jaringan saat tindakan sehingga meninimalkan komplikasi pada pasien. Salah satu yang penting meminimalkan risiko kelumpuhan yang dapat terjadi pada pasien. Dokter Spesialis Anastesi Dokter spesialis anastesi dengan gelarnya SpAn, dapat mengatasi masalah syaraf kejepit terutama dengan teknologi intervensi nyeri. Ada berbagai modalitas yang dapat dilakukan, seperti nerve block dengan menggunakan obat hingga radiofrekuensi ablasi. Teknik ini dirasa cukup efektif menghilangkan keluhan yang dirasakan pasien.   Keunggulan lainnya adalah biaya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan tindakan pembedahan baik metode terbuka atau konvensional maupun dengan bedah minimal seperti endoskopi. Lamina Pain and Spine Center memiliki tim dokter anastesi yang handal, terutama dalam intervensi nyeri. Dokter Rehabilitasi Medik Yang Bagus Untuk Syaraf Kejepit SpKFR atau SpRM adalah gelar yang diberikan pada dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi. Peran dokter rehabilitasi medik dalam menangani syaraf kejepit, yang bagus saat setelah tindakan operasi baik konvensional maupun minimal dilakukan. Ia berperan dalam pengembalian fungsi otot-otot atau jaringan sekitar yang kaku paska tindakan operasi. Dokter rehabilitasi medis mengatasi masalah syaraf kejepit atau HNP umumnya melalui pendekatan holistik dan bukan tindakan pembedahan seperti dokter ortopedi. Hal ini seringkali menjadi pertimbangan banyak orang saat memilih dokter untuk masalah HNP. Tidak dipungkiri bahwa 9 dari 10 orang yang mengalami HNP takut dilakukan tindakan operasi terbuka. Sehingga bedah minimal jadi solusinya. Ada sekitar 895 pasien yang sudah menjalani terapi endoskopi untuk syaraf terjepit tulang belakang di Klinik Lamina. Ini merupakan jumlah yang paling besar bahkan di kawasan Asia Tenggara. Tidak diragukan lagi, dokter rehabilitasi medis dalam melakukan terapi tidak terfokus hanya kepada trauma fisik yang menimbulkan keluhan. Dokter rehabilitasi medik juga mempertimbangkan aspek kehidupan pasien dalam aktivitas sehari- hari, pekerjaan, dan psikologis. Tujuan utamanya pasien memiliki kemampuan fungsional yang optimal dan mencegah terjadinya kecacatan serta ketergantungan hidup pada orang lain. Dalam pendidikan kedokteran, dokter rehabilitasi medis mempelajari tentang ilmu gerak (kinesiologi), anatomi otot tulang sendi, hingga penggunaan alat- alat terapi. Selain itu dokter rehabilitasi medik juga mempelajari jenis gerakan-gerakan secara lebih mendetail sehingga akan menunjang pemulihan kondisi pasien syaraf kejepit paska tindakan operasi. Hal inilah yang menjadikan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik Lamina Pain and Spine Center sebagai dokter syaraf kejepit yang bagus. Kapan Penderita Syaraf Kejepit Datang Ke Dokter Spesialis yang Bagus Saat Anda memiliki masalah kesehatan seperti nyeri kronis atau trauma repetitif (trauma akibat gerakan berulang) yang menimbulkan hambatan beraktivitas maupun hambatan pekerjaan. Dokter spesialis saraf kejepit dalam menangani pasien akan menanyakan riwayat penyakit sebelumnya, memeriksa, meminta pemeriksaan penunjang seperti CT-scan atau MRI tulang belakang pada kasus HNP. Untuk penanganan awal maka dokter spesialis saraf kejepit akan memberikan terapi konvensional, namun apabila terdapat risiko yang menimbulkan kondisi memburuk maka dapat dirujuk untuk tindakan intervensi seperti pembedahan. Untuk penatalaksanaan konservatif, dokter spesialis saraf kejepit

Pes Anserinus Bursitis Penyebab Nyeri Lutut Pencinta Atletik

Pes anserinus bursitis

Bursa merupakan kantung kecil layaknya jelly yang ada di seluruh tubuh, termasuk bahu, siku, panggul, lutut dan tumit. Bursa berisi cairan dan letaknya tepat di antara tulang dan jaringan lunak. Ia bekerja sebagai bantalan, yang berfungsi mengurangi gesekan. Peradangan pada bagian ini dalam dunia kedokteran disebut sebagai pes anserinus atau pes anserine bursitis. Lebih lanjut pes anserinus atau peradangan bursa umumnya terjadi antara tulang kering (tibia) dan tiga tendon otot hamstring (sartorius, gracilis, semitendinosus) pada struktur bagian dalam lutut. Pes anserinus terjadi saat bursa mengalami iritasi yang selanjutnya secara alami memproduksi cairan terlalu banyak. Kondisi inilah yang selanjutnya menyebabkan pembengkakan dan mengakibatkan penekanan struktur lutut lain yang ada di sekitarnya. Fakto Risiko Pes Anserinus Bursitis Pes anserinus dapat dipicu oleh beberapa kondisi seperti over aktivitas atau gesekan konstan dan tekanan pada bursa. Pes anserinus juga dapat juga dapat disebabkan oleh trauma, misalnya benturan langsung langsung di area pes anserine. Cedera di lokasi ini mengakibatkan keluarnya cairan synovial pada bursa. Yang kemudian menjadikan bursa meradang dan menimbulkan rasa sakit bagi penderitanya. Beberapa literatur menyebutkan bahwa pes anserine bursitis lebih sering terjadi pada wanita paruh baya dengan kegemukan. Ini didasarkan fakta bahwa perempuan memiliki pinggul yang lebih lebar, yang menyebabkan tekanan menjadi lebih besar di area insersi pes anserine genu valgum. Pes anserinus juga berisiko dialami atlet, terutama pelari. Selain itu mereka dengan riwayat penyakit osteoarthritis lutut juga rentan mengalami masalah kesehatan ini. Dari beberapa literatur yang ada, terdapat beberapa faktor yang berkontribusi pada terjadinya pes anserinus bursitis diantaranya : Aktivitas olahraga yang salah, misalnya tidak melakukan pemanasan, lari menanjak dalam intensitas yang berlebih, atau menambah intensitas olahraga baik berupa beban atau jarak tempuh berlebih dari seharusnya tanpa adanya tahapan Otot hamstring yang tegang Kelebihan berat badan terutama pada wanita paruh baya Riwayat osteoarthritis pada sendi lutut sebelumnya Cidera meniscus Gejala Pes Anserinus Bursitis Ada beberapa gejala khas yang sering muncul pada pasein dengan pes anserine bursitis. Gejala ini dapat berupa : Nyeri di daerah lutut terutama lutut bagian dalam. Nyeri umumnya dirasakan penderita ketika berdiri setelah duduk, lebih sering gejala muncul di malam hari, atau saat aktivitas menaiki tangga. Nyeri yang dialami pasien bisa tepat pada bagian pes anserine. Namun kadang kala juga nyeri yang di tunjukan pasien bisa menyebar ke bagian lain di sekitar lutut seperti meniskus. Penderita pes anserinus bursitis juga sering kali mengalami pembengkakan lokal di sekitar lutut. Nyeri yang dialami pasien umumnya menetap, dan akan bertambah berat ketika melakukan aktivitas terutama pada mereka dengan riwayat arthritis lutut sebelumnya atau pasien wanita dengan obesitas. Pes anserinus bursitis lebih sering terjadi pada olahragawan terutama cabang atletik. Atau olahraga lainnya yang sering melakukan gerakan menyamping atau cutting. Penderita pes anserinus bursitis umumnya ditandai dengan beberapa tanda diantaranya : Menurunnya kekuatan otot Gaya berjalan yang tiba-tiba berubah Penurunan fungsi lutut Penurunan rentang gerak pada lutut Gangguan fungsi postural atau gangguan biomekanika terutama di ekstremitas bawah (pinggang kebawah) Diagnosis Pes Anserinus Bursitis Diagnosis pes anserine pada pasien harus memperhatikan beberapa hal seperti diantaranya nyeri spontan pada bagian inferomedial sendi lutut. Untuk menegakkan diagnosis pes anserinus bursitis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang lain seperti : Pemeriksaan langsung pada area lutut dan menanyakan gejala lain yang dirasakan pasien. Pemeriksaan radiologi seperti rongten, ini ditujukan untuk menyingkirkan penyebab lain seperti fraktur pada area lutut karena gejalanya yang sangat mirip pada pasien. Pemeriksaan radiologi Magnetic Resonance Imaging/ MRI untuk melihat ada tidaknya kerusakan di daerah medialis lutut. Terapi Terdapat beberapa modalitas terapi yang dapat dilakukan pada pasien dengan pes anserinus bursitis. Mulai dari terapi non farmakologi hingga obat-obatan hingga pembedahan. Fisioterapi dapat dilakukan dengan tujuan mencegah nyeri bertambah berat. Dokter rehabilitasi medik Lamina Rehab akan menyarankan Anda penderita pes anserinus bursitis untuk menghindari aktivitas naik tangga di rumah, memanjat, atau kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan rasa sakit di lutut. Kompres dingin selama 15 menit setiap 4 hingga 7 jam dapat mengurangi inflamasi yang disebabkan pes anserine bursitis. Bebat lutut juga dianjurkan pada beberapa pasien. Selain itu, latihan peregangan otot hamstring, peregangan otot betis dan quadriceps, serta peregangan adductor panggul, ‘heel slide’, ‘quadriceps isometric’, dan ‘hamstring isometric’ juga disarankan pada pasien. Pada kondisi tertentu, ultrasound terapi juga bisa dilakukan pada pasien untuk mempercepat penyembuhan pes anserine bursitis. Modifikasi gaya hidup atau program latihan pada atlet sangat diperlukan agar peradangan pada lutut tidak muncul kembali dalam beberapa saat. Saat modifikasi gaya hidup dan fisioterapi sudah dilakukan, namun nyeri masih muncul, pasien mungkin memerlukan terapi lain dapat berupa obat-obatan hingga tindakan pembedahan. Obat-obat yang umumnya diberikan dapat berupa ; Obat anti-inflamasi non steroid Suntik obat penghilang rasa sakit atau steroid Saat gejala menetap, sementara modalitas terapi diatas sudah dilakukan. Dokter rehabilitasi medis Lamina Rehab dokter dapat menyarankan pembedahan untuk mengeluarkan bursa yang mengalami inflamasi. Referensi : https://emedicine.medscape.com/article/308694-overview https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/pes-anserine-knee-tendon-bursitis https://www.physio-pedia.com/Pes_Anserinus_Bursitis

TB Tulang Belakang, Kenali Gejala Hindari Komplikasinya

TB tulang belakang sebabkan kelumpuhan

TB tulang belakang, kenali gejalanya karena infeksi ini dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Infeksi tuberkulosis atau TB disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini penyebab infeksi tuberkulosis (TB/TBC) yang biasanya mengenai paru-paru. Namun di beberapa kasus infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui percikan (droplet) air liur penderita tuberkulosis yang bersin atau batuk. Kemudian bakteri ini masuk ke dalam aliran darah dan menyebar di luar paru-paru, disebut dengan istilah tuberkulosis (TB) ekstrapulmoner. Salah satu bentuk TB ekstrapulmoner adalah penyakit TB pada tulang belakang atau penyakit Pott atau dikenal juga dengan spondilitis TB. Ironisnya, tulang belakang adalah lokasi infeksi TB tulang yang paling sering. Infeksi Tuberkulosis dan Kualitas Hidup Apabila infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis ini mengenai korpus vertebra (tulang belakang), maka timbul kerusakan sehingga tulang belakang tidak stabil dan gangguan struktur di sekitarnya. Pasien dapat mengalami kelumpuhan akibat kompresi pada medula spinalis (tekanan atau terjepitnya saraf tulang belakang). Kelumpuhan yang menetap (ireversibel) ini tentu dapat menurunkan kualitas hidup. Penyakit TB pada tulang belakang ini dapat menimbulkan komplikasi yang tidak ringan, yaitu berupa tulang keropos (osteoporosis), nyeri kronik, dan keterbatasan nyeri sendi. Apa Itu Penyakit TB pada Tulang Belakang? Sebanyak 50% penderitanya mempunyai lesi di tulang belakang dan 10-45% diantaranya mengalami defisit atau kelainan neurologi. Spondilitis TB atau TB pada tulang belakang dapat berasal dari infeksi langsung (primer) dan tidak langsung (sekunder). Primer berarti bakteri langsung menginfeksi korpus atau tulang belakang, sedangkan yang sekunder bila bakteri menyebar melalui aliran darah atau kelenjar getah bening dari lokasi infeksi menuju tempat lain ke tulang belakang. Sebagian besar penyakit TB ini merupakan infeksi sekunder dari paru-paru, namun ada juga beberapa kasus yang merupakan infeksi primer. Penyakit TB pada tulang belakang dapat dibagi berdasarkan 3 kategori: Akut, bila keluhan masih ringan dan belum ada komplikasi Kronik, keluhan semakin berat, mungkin sudah timbul gibus (benjolan di tulang belakang) sehingga tampak bungkuk Neglected, keluhan semakin berat dan sudah mulai mengganggu kualitas hidup Spondilitis TB adalah jenis TB yang sangat berbahaya karena dapat dikaitkan dengan kerusakan neurologis akibat kompresi struktur saraf yang berdekatan dan deformitas tulang belakang yang signifikan. Kerusakan neurologis yang tampak adalah paraplegia (kelumpuhan). Pada tahap awal, TB tulang belakang sulit didiagnosis karena tanpa nyeri, atau pada penderitanya tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala Umum Pada Pasien TB Tulang Belakang Ketika terdiagnosis, biasanya sudah dalam kondisi lanjut. Terkadang penyakit ini bersifat dorman atau ‘tidur’ di paru-paru dan sudah menyebar tanpa penderitanya tahu terkena penyakit ini. TB  tulang belakang, kenali gejalanya: Nyeri sendi Nyeri punggung Merasa tidak nyaman di area dada Nyeri di area pergelangan tangan Bengkak Kaku sendi Terdapat nanah/abses di ruas tulang belakang Benjolan di tulang belakang Kerusakan pada bantalan sendi ruas tulang belakang Komplikasi neurologis Paraplegia/paralisis/kelumpuhan Kelainan bentuk (deformitas) tulang Tungkai yang memendek pada anak Pembengkakan jaringan lunak Kelainan bentuk struktur tulang TB tulang belakang, kenali gejalanya yang kadang disertai dengan gejala umum TBC antara lain: Fatigue Demam Keringat di malam hari Turunnya berat badan Batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih, dahak bercampur darah, batuk darah Sesak napas Nafsu makan menurun Kenali Penyakit TB Tulang Belakang Kerusakan tulang belakang akibat TB yang progresif dapat menyebabkan kifosis (kelainan lengkungan tulang belakang dan tampak membungkuk), dan penyempitan rongga tulang belakang. Kondisi selanjutnya dapat menekan saraf di area tulang belakang sehingga menimbulkan nyeri disertai defisit neurologis pada pasien. Tuberkulosis tulang (atau juga disebut spondilitis tuberkulosa) ini mendapatkan sebaran dari paru ke diskus ruas tulang belakang yang berdekatan melalui aliran darah. Tempat yang biasanya menjadi sasaran TB adalah ruas tulang T10 (sekitar 40-50% kasus) hingga L1 (sekitar 35-45% kasus), dan leher sekitar 10%. Namun TB tulang dapat menyerang hampir semua tulang tetapi yang paling sering terjadi adalah pada tulang belakang, pinggul, lutut, kaki, siku, tangan dan bahu. Walaupun setiap tulang atau sendi dapat terkena, akan tetapi tulang yang mempunyai fungsi untuk menahan beban (weight bearing) dan sendi yang mobile lebih sering terkena dibandingkan dengan bagian yang lain. Gejala lokal sesuai dengan lokasi tulang belakang yang terkena. Pada ruas tulang leher (servikal), menimbulkan kaku leher, yang menjalar hingga lengan. Kadang terjadi deformitas, lordosis-normal, kelumpuhan/paralisis lengan diikuti oleh paralisis tungkai. Jika bantalan ruas tulang ini terinfeksi, maka jarak kedua ruas tulang belakang akan menyempit bahkan menempel. Tulang belakang pun akan kehilangan kelenturannya dan rusak karena tidak mendapatkan asupan nutrisi. Seseorang yang mengalami kondisi ini bisa menjadi sulit untuk bergerak. Pada kedua ruas tulang belakang yang saling menempel akibat kerusakan pada diskus, sel-sel yang mati akan terakumulasi sehingga membentuk sebuah abses, atau disebut sebagai gibus. Gibus ini akan membuat punggung terlihat bungkuk, seperti ada sesuatu yang menonjol. Gejala Neurologik Gejala neurologik juga bisa terjadi akibat subluksasi/pergeseran tulang belakang, penekanan medula spinalis atau radiks. Kerusakan saraf akibat TB tulang belakang ini dia gejalanya yang dapat terjadi akibat cedera pada tulang belakang, otak, maupun saraf perifer yang disebabkan oleh faktor luar, seperti trauma, ketidakseimbangan oksigen, atau penyakit tertentu. Faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan saraf terjepit, nekrosis, kompresi, atau ruptur sehingga mengalami kerusakan. Bila terjadi gangguan neurologis, derajat kerusakan kelumpuhan (paraplegia) dapat dibedakan menjadi: Derajat 1, kelemahan pada anggota gerak bawah setelah melakukan aktivitas atau setelah berjalan jauh. Pada tahap ini belum terjadi gangguan saraf sensorik. Derajat 2, kelemahan pada anggota gerak bawah tapi penderita masih dapat melakukan pekerjaannya. Derajat 3, kelemahan pada anggota gerak bawah yang membatasi gerak/ aktivitas penderita serta hipoestesia/anestesia. Derajat 4, gangguan saraf sensorik dan motorik disertai gangguan buang air kecil dan buang air besar Pada servikal (ruas tulang leher) bawah dan torakal (ruas tulang dada) atas dapat timbul kifosis, dan abses retrofaringeal, supraklavikular dan mediastinal namun jarang menyebabkan gangguan saraf spinal. Bila terjadi penekanan saraf simpatis, akan timbul sindrom Horner dan kaku leher. Pemeriksaan Penunjang dan Penanganan TB pada Tulang Belakang Penyakit TB pada tulang belakang dapat diketahui melalui beberapa pemeriksaan, yang meliputi pemeriksaan fisik, riwayat penyakit sebelumnya (tuberkulosis), serta beberapa pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan radiologi tulang belakang. Hasil pemeriksaan laboratorium: Laju endap darah (LED) meningkat Tes Mantoux positif Hasil radiologis: Hasil rontgen bisa memperlihatkan adanya kerusakan (destruksi tulang belakang dan penyempitan ruas tulang belakang). Hasil MRI dapat memperlihatkan adanya kompresi saraf tulang belakang dan dapat menunjukkan beberapa perbedaan di

Nyeri Otot dan Sendi Karena Menyetir

nyeri otot dan sendi

Nyeri otot dan sendi karena menyetir biasa dirasakan bagi Anda yang gemar bepergian dengan menggunakan mobil. Nyeri otot dan sendi karena menyetir ini bisa disebabkan oleh duduk yang terlalu lama. Duduk terlalu lama saat berkendara dengan postur tubuh yang tidak leluasa, menjadi penyebab nyeri otot dan sendi karena menyetir. Menyetir dapat menyebabkan nyeri otot dan sendi termasuk saat berangkat ke tempat kerja yang dilakukan secara rutin. Nyeri otot dan sendir bisa juga karena melakukan perjalanan ke luar kota dalam jangka panjang. Jika nyeri otot karena menyetir dapat mempersulit Anda, membuat Anda khawatir dan mengganggu aktivitas harian Anda. Untuk itu ketahui penyebab dan pencegahannya seperti apa. Penyebab Nyeri Otot dan Sendi Karena Menyetir Ketika duduk dalam mobil, saat tidak bergerak, sama saja dulu di kursi yang nyaman. Namun saat mulai kendaraan sudah bergerak, semuanya akan berbeda. Tubuh akan mengalami beragam tekanan, seperti tubuh akan mengikuti getaran ke atas dan ke bawah, dibarengi dengan berayun ke samping kiri atau kanan. Para peneliti pernah mempelajari getaran tubuh saat menyetir mobil. Hal inilah yang menyebabkan tubuh tidak nyaman sehingga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami nyeri otot. Nyeri Punggung Akibat Kelamaan Menyetir Sebuah studi yang pernah dipublikasikan dalam International Archives of Occupational and Environmental Health (2015) mengungkapkan orang-orang yang mengalami getaran (vibrasi) pada tubuh secara keseluruhan, atau dengan pekerjaan yang mengharuskan menyetir mobil, memiliki risiko dua kali lebih besar mengalami nyeri sciatica dan nyeri punggung/pinggang dibandingkan dengan yang tidak sering menyetir. Ketika menyetir mobil, Anda pun aktif menggunakan kaki untuk diletakkan di atas pedal gas, rem dan kopling. Saat kaki aktif, kaki tidak dapat membantu menstabilkan dan menopang tubuh bagian bawah seperti layaknya Anda meletakkan kaki di lantai saat duduk santai. Kombinasi faktor-faktor ini disertai dengan desain kursi mobil juga, dapat meningkatkan risiko Anda mengalami masalah pada area tulang belakang atau punggung. Beberapa Faktor Penyebab Nyeri Otot dan Sendi  *Postur tubuh yang kurang baik Buruknya postur tubuh saat duduk dalam waktu yang lama atau memiliki gaya hidup sedentari, dapat membuat perubahan struktur tulang belakang (leher dan punggung/pinggang). Otot-otot akan melemah dan dikondisikan sehingga tidak dapat menopang kesejajaran tulang belakang. Ketika Anda membungkuk akan membebani tulang, otot, bantalan tulang, jaringan lunak, dan ligamen yang ada di tulang belakang. Saat cenderung miring ke salah satu sisi tubuh, misalnya saat bekerja di depan komputer atau saat menyetir, juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan tulang belakang sehingga timbul nyeri. Selain itu, duduk dengan dompet ada di saku celana, juga dapat menyebabkan ketidaksejajaran antara tulang panggul dan punggung sehingga timbul nyeri. *Pemakaian ligamen dan otot secara berlebihan menyebabkan nyeri otot dan sendi karena menyetir. Jaringan lunak di sekitarnya berpotensi menjadi tegang berlebihan dan meradang sehingga timbullah nyeri otot dan sendi. *Kecelakaan atau cedera, misalnya jatuh dari ketinggian, kecelakaan mobil, cedera saat olahraga dapat memicu timbulnya nyeri punggung karena mencederai bantalan tulang, tulang, ligament, otot-otot, jaringan lunak dan saraf di area tulang belakang. Faktor Lain *Teknik yang buruk saat mengangkat benda berat. Misalnya hendak mengangkat benda dengan posisi yang salah dapat memberikan beban tambahan pada punggung atas. Menahan atau mengangkat benda setinggi kepala, terutama lebih sering miring ke kiri atau kanan dibandingkan di bagian tengah, dapat berpotensi mencederai punggung atas dan bahu. *Fraktur kompresi, sehingga tulang belakang (vertebra) bisa menjadi lemah dan kemampuan untuk menopang beban tubuh menjadi berkurang. Orang dewasa dengan osteoporosis (keropos tulang) dapat berisiko alami hal ini. Fraktur (retak tulang) yang kecil pada tulang belakang dapat terkompresi (tertekan), sehingga tulang belakang berubah bentuknya. Jika tulang belakang ini retak dapat menimbulkan perubahan postur tubuh dan nyeri tentunya. *Radang sendi (artritis) yang disebabkan proses penuaan. *Fibromialgia menyebabkan fatigue dan nyeri di seluruh tubuh. Nyeri punggung atas merupakan area yang paling sering dialami oleh penderitanya. *Tumor yang menekan saraf tulang belakang atau infeksi juga dapat menyebabkan nyeri punggung atas sehingga mengusik kegiatan menyetir Anda. Langkah Sehat Cegah Nyeri Otot dan Sendi Karena Menyetir Sesuaikan posisi kursi dan sandaran kepala. Jika kemudi mudah dijangkau, dapat membantu mengurangi tekanan pada leher, pinggang, pergelangan tangan, dan bahu. Pastikan lutut tidak lebih tinggi dari panggul. Selain itu, pastikan kepala berada di tengan sandaran kepala. Jaga posisi leher dan punggung dalam posisi yang netral. Sangga area pinggang, mungkin dengan meletakkan bantal kecil untuk menyangga/menopang tulang belakang saat menyetir. Mengatur posisi atau sudut kemudi. Para ahli menyarankan pegang kemudi dengan posisi jam 10 atau jam 2. Namun dengan adanya air bag, kini pakar menyarankan posisi di arah sesuai jam 9 dan jam 3 untuk membantu meningkatkan keamanan dan memungkinkan Anda meletakkan siku di sandaran guna mengurangi rasa nyeri terutama di area punggung. Jika kursi mobil dilengkapi dengan pemanas, gunakan saat menyetir. Rasa hangat ini dapat membantu otot dan sendi lebih relaks sehingga menurunkan transmisi sinyal ke otak dan lebih banyak mengalirkan oksigen ke area tubuh sehingga nyeri bisa mereda. Bila kursi tidak dilengkapi dengan pemanas, mungkin Anda bisa membelinya dan letakkan di kursi supir. Lakukan jeda atau istirahat. Bila kelamaan duduk dengan posisi tertentu dalam mobil, menyebabkan kekakuan pada otot punggung dan nyeri. Jika bisa istirahat, lakukan setiap 30 menit, bisa dengan menepi ke sisi jalan dan lakukan peregangan otot sehingga dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah. Atau setiap 20 menit, ubah posisi duduk dan lakukan peregangan. Menggubah cara Anda masuk dan keluar mobil. Upayakan tidak memutar punggung saat masuk atau keluar dari mobil. Membawa alat kompres baik untuk dingin maupun hangat.

Makanan Untuk Syaraf Kejepit Sebagai Pilihan Pereda Nyeri

Makanan direkomendasikan untuk syaraf kejepit

Makanan bagi penderita syaraf kejepit untuk pereda nyeri sangat perlu guna membantu memperlambat kerusakan dan membantu menambah kadar sehat pada tubuh penderita syaraf kejepit. Selain itu juga dapat bermanfaat dalam meredakan nyeri agar kualitas hidup penderita syaraf kejepit menjadi lebih baik. Baca juga : Kenali beda saraf terjepit dan nyeri punggung biasa Selain dengan obat-obatan tertentu, asupan makanan tertentu perlu perhatian agar proses pemulihan syaraf terjepit menjadi lebih baik. Untuk membantu mengendalikan kondisi syaraf kejepit Anda, simak beberapa makanan yang tepat bagi kondisi syaraf kejepit Anda. Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA Link Berikut   Makanan Untuk Syaraf Kejepit Berikut beberapa makanan yang dapat membantu untuk memulihkan nyeri akibat syaraf kejepit, antara lain: Kaya akan vitamin C (jambu, papaya, bayam, jeruk, kiwi, strawberry, dan lainnya) Kaya akan asam lemak omega-3 (salmon, tuna, chia seed, minyak zaitun, tofu dan lainnya). Asam lemak omega-3 berperan dalam perbaikan fungsi sistem imun, membantu meredakan proses inflamasi dan mencegah kerusakan saraf serta membantu menurunkan rasa nyeri. Kaya akan vitamin B12 seperti telur, susu, ikan Kaya akan antioksidan, misalnya kacang merah, dark chocolate Mengandung magnesium, seperti kacang kedelai Mengandung vitamin C, seperti buah-buahan seperti buah jeruk, dan buah tomat. Vitamin ini juga terkandung dalam sayuran seperti brokoli, bayam, paprika, ubi jalar Mengandung sulfur, seperti dalam kol, kembang kol. Sulfur ini berperan dalam proses perbaikan kolagen. Mengandung vitamin A, misalnya wortel, telur, keju dan lainnya Air, membantu menjaga kadar air dalam tubuh dan dalam struktur tulang belakang Sayuran berdaun hijau, seperti bayam, brokoli dan kale yang dapat membantu meredakan nyeri punggung dengan cara mengatasi proses inflamasi pada tulang belakang. Teh, bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan karena kandungan antioksidannya. Pantangan Makanan Untuk Penderita Syaraf Kejepit Selain makanan yang baik, ada juga jenis makanan yang harus penderita syaraf kejepit hindari, atau pantangannya, diantaranya; Gluten Gluten adalah nama umum untuk protein yang ditemukan dalam gandum, gandum dan gandum hitam. Ini seperti lem yang membantu makanan mempertahankan bentuknya. Masalahnya adalah, banyak orang yang alergi dan bahkan tidak menyadarinya. Bagi kita yang alergi terhadap gluten atau hidup dengan sakit saraf, menghilangkan gluten dari diet kita sangat dianjurkan. Ini berarti kita tidak bisa makan makanan yang mengandung gandum, putih, kue atau tepung kue Pemanis buatan Processed foods karena mengandung tinggi nitrat Makanan tinggi lemak jenuh, tinggi gula, dan lemak trans Sumber makanan yang mengandung sirup jagung berfruktosa tinggi (high fructose corn syrup) Makanan cepat saji (fast foods) Penyebab  Hingga saat ini masih belum secara pasti apa penyebab seseorang lebih rentan mengalami syaraf terjepit (nerve pinched atau hernia nukleus pulposus/HNP) dibandingkan dengan orang lain. Padahal mereka memiliki kerja yang sama seperti mengangkat benda berat. Baca juga : Sembuhkan saraf terjepit tanpa operasi Mungkin orang yang lebih rentan, bagian terluar dari bantalan tulang belakangnya melemah. Bersin, membungkuk dengan posisi tubuh yang tidak tepat, atau mengangkat benda berat dengan postur tubuh yang salah, dapat memberikan beban tambahan terhadap ruas tulang belakang. Pada sebagian orang yang memiliki bantalan tulang yang lemah, maka faktor tersebut cukup dapat menyebabkan prolaps atau menonjolnya bantalan tulang. Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA Link Berikut   Ada beberapa faktor yang dapat mempertinggi risiko penderita atau seseorang untuk alami syaraf terjepit, antara lain: Pekerjaan/aktivitas harian yang harus mengangkat benda Pekerjaan/aktivitas harian dengan duduk lama (misalnya menyetir mobil, pekerja kantoran depan komputer) Olahraga angkat beban (angkat besi) Merokok Memiliki berat badan berlebihan atau obesitas Proses penuaan Baca juga : Saraf leher terjepit ini gejalanya

Rotator Cuff Tear Adalah Salah Satu Penyebab Nyeri Bahu

Rotator cuff tear adalah robekan atau cedera pada otot-otot di sekitar bahu (rotator cuff). Rotator cuff adalah area bahu yang tersusun dari empat otot yaitu supraspinatus, infraspinatus, teres minor dan subscapularis yang mengelilingi sendi bahu dan berperan mengendalikan gerakan bahu dan menjaga agar sendi bahu tetap stabil. Sendi bahu memiliki pekerjaan yang tidak ringan dan berperan besar dalam aktivitas harian seperti saat menyisir rambut, meraih benda di atas, bermain tenis, berenang, menangkap bola dan lainnya. Cedera Rotator Cuff Tear Adalah Tidak ada definisi pasti tentang rotator cuff tear yang benar. Kadang-kadang keparahan diekspresikan oleh jumlah tendon yang sobek, kadang-kadang pada berapa besarnya sobekan. Cedera rotator cuff tear ini bisa menjadi penyebab tersering nyeri bahu pada dewasa dan tendon adalah titik yang sering terobek. Kelima jenis rotator cuff tear adalah dengan berdasarkan banyaknya otot yang cedera/robek di pangkal humerus (Lädermann A dkk, 2015): Tipe A: robekan pada otot supraspinatus & subscapularis superior Tipe B: robekan pada otot supraspinatus dan keseluruhan otot subscapula Tipe C: robekan pada otot supraspinatus, superior subscapularis & infraspinatus Tipe D: robekan pada otot supraspinatus & infraspinatus Tipe E: robekan pada otot supraspinatus, infraspinatus & teres minor Besarnya Rotator Cuff Tear Adalah Tendon yang paling sering cedera atau robek adalah otot supraspinatus dan klasifikasi robekan ini memaparkan besar/ukuran, lokasi dan bentuk robekan rotator cuff. Untuk robekannya sendiri klasifikasinya (Cofield, 1982) adalah sebagai berikut: -Kecil: < 1 cm -Sedang: 1-3 cm -Besar: 3-5 cm -Masif: > 5 cm Tendon pada area rotator cuff tear lebih mudah cedera karena area bahu ini bergerak dalam ruang yang sempit. Saat tendon ini berputar atau terangkat, maka tendon yang ada di ruang sempit itu juga akan bergerak. Nah secara bertahap tendon ini akan bergesekan atau terjepit dengan tulang di atasnya atau dengan ligamen di bahu depan. Terdapat beberapa jenis aktivitas bahu yang dapat memicu timbulnya cedera pada rotator cuff, antara lain: Lengan yang terdorong mendadak misalnya cedera olahraga, kecelakaan atau jatuh Gerakan berulang dengan posisi lengan di atas kepala dapat memperkecil ruang tendon. Misalnya saat push up, berenang, mengecat rumah, tukang kayu dan lainnya. Menggerakkan lengan ke atas kepala secara kuat atau mendadak, misalnya pada atlet lempar lembing, olahraga dengan raket dan gulat. Gerakan tiba-tiba misalnya menarik menghidupkan mesin pemotong rumput. Jika Anda jatuh atau terlalu meregangkan lengan atau mengangkat benda yang terlalu berat dapat juga merobek rotator cuff. Jenis robekan ini bisa juga timbul berbarengan dengan cedera bahu lain, seperti patah tulang leher atau dislokasi bahu. Penyebab rotator cuff tear adalah: Akut, terjadi setelah jatuh dalam posisi lengan lurus atau mengangkat benda yang berat dengan gerakan tersentak-sentak. Jenis cedera ini dapat timbul berbarengan dengan cedera bahu lainnya, misalnya patah tulang leher atau dislokasi bahu. Kronik akibat pemakaian tendon terus menerus dan terjadi sesuai dengan proses penuaan. Robekan rotator cuff lebih sering dialami oleh lengan yang lebih dominan. Jika terjadi di salah satu bahu, maka berpeluang terjadi hal yang sama di lengan satu lagi walau kadang tanpa gejala. Penyebab Cedera Kronik Rotator Cuff Tear Adalah Faktor lain yang juga dapat menyebabkan cedera kronik, yaitu: -Gerakan sama yang berulang dalam waktu lama dapat membebani otot dan tendon penyusun rotator cuff. Contohnya olahraga tenis, mendayung, dan angkat berat. -Berkurangnya aliran darah. Seiring proses bertambahnya usia, aliran darah ke area ini dapat berkurang. Bila aliran darah ini terganggu, kemampuan tubuh untuk memperbaiki kerusakan tendon juga terganggu sehingga bila tidak ditangani dapat menyebabkan robekan pada tendon. -Tumbuhnya taji tulang di area tulang akromion. Saat mengangkat lengan, taji tulang ini akan bergesekan dengan tendon rotator cuff yang lama kelamaan dapat membuat robekan. Gejala yang ditimbulkan rotator cuff tear adalah: Nyeri parah saat terjadinya cedera Nyeri bahu terutama di malam hari Nyeri timbul saat melakukan aktivitas dengan mengangkat tangan Otot-otot bahu melemah Bahu terasa kaku Sulit tidur atau berbaring di sisi bahu yang cedera Gerakan bahu terbatas Sulit menjangkau bagian belakang atau punggung Bahu berbunyi saat bergerak dalam posisi tertentu Tidak semua rotator cuff tear menyebabkan rasa nyeri. Karena cedera area ini bisa juga disebabkan oleh proses degeneratif yang sudah lama sebelum gejala mulai muncul. Pemeriksaan dan Penanganan Rotator Cuff Tear  Selama pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa beberapa area sekitar bahu dan mencoba menggerakkan lengan berbagai posisi. Dokter juga akan menilai kekuatan otot-otot di sekitar bahu dan lengan. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan pemeriksaan penunjang untuk rotator cuff tear adalah: Rontgen, untuk melihat kemungkinan adanya taji tulang atau hal lain yang menimbulkan nyeri, seperti radang sendi (artritis) Ultrasound, untuk melihat struktur di bahu seperti jaringan lunak (otot dan tendon) dan hasilnya dapat membandingkan antara bahu yang terkena dan bahu yang sehat. MRI dapat menggambarkan struktur di bahu lebih detail. Jika Anda mengalami rotator cuff tear namun tetap menggunakan sendi bahu, maka kemungkinan dapat menyebabkan kerusakan yang lebih lanjut dan memperbesar ukuran robekannya. Nyeri kronik pada bahu dan lengan ini perlu dikonsultasikan guna mencegah timbulnya gejala yang lebih berat dan agar Anda dapat melakukan aktivitas seperti semula. Terapi atau penanganan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi/menuntaskan nyeri dan memperbaiki fungsi. Ada beberapa pilihan penanganan yang bergantung pada usia, tingkat aktivitas, kondisi kesehatan pada umumnya dan jenis robekan yang Anda miliki. Nyeri dan fungsi bahu pada sekitar 80% penderita rotator cuff tear dapat diatasi dan diperbaiki dengan nonbedah, yaitu: -Istirahat dengan membatasi aktivitas yang memerlukan mengangkat lengan. Mungkin akan dianjurkan untuk menggunakan penyangga lengan. – Mengganti atau mengubah atau menghentikan aktivitas yang menimbulkan nyeri – Obat antinyeri untuk membantu meredakan nyeri dan bengkak – Terapi fisik atau latihan yang membantu memperkuat otot serta memperbaiki gerakan bahu. Konsultasikan dengan dokter mengenai program latihan ini. – Injeksi steroid dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan. Kenali Cara Pencegahan Rotator Cuff Tear Beberapa cara untuk membantu mencegah terjadinya rotator cuff tear adalah sebagai berikut: -Melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin untuk membantu mempertahankan kekuatan dan fleksibilitas gerakan sendi bahu. -Menjaga postur tubuh yang baik -Hindari mengangkat benda yang terlalu berat terutama di atas kepala -Hindari melakukan gerakan mengangkat lengan secara berulang untuk waktu yang lama. -Lakukan latihan peregangan dan pemanasan sebelum melakukan pekerjaan yang menggunakan sendi bahu -Lakukan istirahat setelah

Bamboo Spine Lebih Sering pada Laki-laki?

bamboo spine

Ankylosing spondylosis atau bamboo spine adalah peradangan kronis yang terjadi pada tulang belakang dan sendi lainnya. Bamboo spine ini dapat menyebabkan tulang-tulang kecil di tulang belakang (vertebra) rusak sehingga dapat menyatu. Dengan menyatunya tulang ini dapat membuat tulang belakang menjadi kurang fleksibel dan membuat postur tubuh membungkuk ke depan. Jika SA ini mengenai tulang iga, dapat menyebabkan sesak napas. Dari beberapa literatur, penyakit ankylosing spondylosis lebih seringnya mengenai laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Tanda dan gejalanya juga bisa timbul sejak di awal masa dewasa. Peradangan juga bisa timbul di bagian tubuh lainnya, seperti mata.   Peradangan sendi ini perlu mendapatkan penanganan yang baik untuk membantu mengurangi gejala dan memperlambat penyakit. Gejala Bamboo Spine Gejala bamboo spine  dapat berupa kekakuan dan nyeri di punggung bawah dan panggul terutama di pagi hari dan setelah tidak beraktivitas dalam waktu tertentu. Nyeri leher dan fatigue (kelelahan) juga gejala tersering yang dirasakan. Seiring waktu, gejala bisa saja memburuk, membaik atau hilang dalam jangka waktu tertentu. Area tubuh yang biasanya terkena antara lain: Sendi di antara bagian bawah tulang belakang dan panggul Tulang belakang di punggung bawah atau pinggang Area antara tendon dan ligamen yang menghubungkan tulang, terutama di tulang belakang, namun bisa juga di telapak kaki Kartilago antara tulang dada dan iga Sendi panggul dan bahu Penyebab dan Komplikasinya Apa? Penyebab utamanya hingga kini masih belum diketahui. Namun kemungkinan ada faktor genetik yang berperan, yaitu gen HLA-B27 yang menyebabkan individu tersebut berpotensi tinggi mengalami bamboo spine. Pada kasus bamboo spine yang berat, taji tulang dapat terbentuk dan secara bertahap akan menjembatani tulang belakang sehingga akhirnya menyatukan antartulang. Pada area tulang belakang yang ada taji tulang ini akan menjadi kaku dan kurang fleksibel. Komplikasi lainnya bisa berupa: Peradangan pada mata (uveitis) yang menyebabkan nyeri pada mata, peka terhadap cahaya dan kaburnya penglihatan. Segera temui dokter bila Anda alami kondisi ini. Fraktur kompresi. Pada beberapa orang, tulangnya dapat menipis di stadium awal SA. Melemahnya tulang belakang ini bisa hancur atau retak sehingga postur tubuh membungkuk. Nah fraktur atau retak tulang ini dapat menekan saraf di area tersebut sehingga menimbulkan nyeri. Masalah pada jantung. Penyakit ini dapat menimbulkan masalah tertentu pada aorta (pembuluh terbesar tubuh manusia) dan bila aorta ini membesar atau meradang dapat mengubah bentuk katup aorta dalam jantung sehingga fungsinya akan terganggu. Ayo Cegah Bamboo Spine Penyakit ini merupakan salah satu jenis artritis yang terutama mengenai tulang belakang yang menimbulkan nyeri dan kaku sendi. Namun ada beberapa gaya hidup sehat yang bisa membantu Anda bersahabat dengannya atau mencegahnya. Tetap aktif. Olahraga dan latihan fisik dapat membantu mengurangi dan memperbaiki postur tubuh serta meredakan fatigue, dengan latihan aerobik (berenang) dan latihan yang membangun kekuatan otot seperti plank, push-up.Lakukan peregangan. Latihan peregangan ini sangat diperlukan terutama penderita bamboo spine. Peregangan otot ini bisa dilakukan misalnya setelah mandi dengan air hangat atau sebelum tidur malam (agar dapat tidur lebih nyenyak). Menjaga postur tubuh tetap tegak untuk membantu meredakan atau mengurangi gejala akibat SA. Berhenti merokok Menjaga asupan kalsium dan vitamin D. Kalsium membantu menjaga kekuatan tulang sedangkan vitamin D membantu penyerapan kalsium. Kombinasi keduanya membantu mempertahankan kesehatan tulang yang sangat diperlukan terutama bagi penderita SA. Kalsium dapat ditemukan terkandung dalam keju, produk olahan susu, brokoli, sayur berdaun hijau. 9 Fakta Unik Bamboo Spine Menyerang usia muda. Tidak seperti jenis artritis lainnya, penyakit ini sering muncul di usia antara 17 dan 45 tahun. Dalam sebuah review jurnal Anaesthesia, puncaknya di usia 20-30 tahun. Nyeri punggung/pinggang bukan satu-satunya gejala. Namun gejala awal yang sering muncul adalah nyeri dan kaku pada punggung bawah (pinggang) dan bokong. Pertamanya Anda merasakan ketidaknyamanan di salah satu sisi saja, namun berangsur dirasakan di kedua sisi. SA ini juga dapat mengenai sendi panggul, belikat, tulang iga, tumit, paha, tangan, kaki dan leher. Tidak hanya mengenai sendi. Ahli rematologi, dr. Elyse Rubensten, di California, penyakit ini dapat mengenai sistem kardiovaskular (masalah pada jantung) dan pulmoner (paru). Laki-laki memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan dengan perempuan (Johns Hopkins Arthritis Center). Faktor genetik juga memegang peran besar. SA ini penyebab postur bungkuk. Bila SA ini mengenai bagian atas leher, dapat menimbulkan kifosis dan membuat kepala ‘jatuh’ ke depan. Merokok memperburuk SA. Mengutip sebuah studi dalam Expert Review of Clinical Immunology (2013), merokok memperburuk ankylosing spondylosis, menurunkan kualitas hidup akibat rokok memengaruhi fungsi paru dan jatung. Dapat menyebabkan fusi pada tulang-tulang. Ankylosing spondylosis menyebabkan ligamen yang mengelilingi tulang berubah menjadi jaringan tulang, atau dikenal dengan istilah bamboo spine, karena tulang belakang (spine/vertebra) menjadi tulang yang kaku layaknya bambu). Dikaitkan dengan inflammatory bowel disease (IBD). Sekitar 2-3 persen penderita IBD (peradangan kronik saluran cerna termasuk penyakit Crohn dan colitis ulseratif) berisiko terkena ankylosing spondylosis (Crohn’s & Colitis Foundation). Pada individu dengan marker genetik SA dapat mengalami SA setelah infeksi saluran kemih dan usus. Beristirahat atau tidak aktif mungkin bukan cara terbaik buat atasi ankylosing spondylosis. Rasa tidak nyaman disebabkan oleh ankylosing spondylosis biasanya memburuk setelah istirahat. Nyeri punggung akibat SA biasanya membaik setelah melakukan latihan fisik/olahraga atau setelah mandi dengan air hangat.   Ankylosing Spondylosis Bamboo Spine dan Osteoporosis Bamboo spine kemungkinan mempertinggi risiko keroposnya tulang atau osteoporosis. Untuk membantu mengurangi risiko terkena osteoporosis Anda bisa memperkuat tulang dengan cara berikut:   Berolahraga 30-60 menit setiap hari. Makan makanan bergizi seimbang, termasuk makanan tinggi kalsium dan vitamin D Jangan merokok Batasi jumlah kafein Pertahankan berat badan ideal/seimbang Pertahankan postur yang sehat. Ambil langkah-langkah untuk mencegah jatuh, seperti tidak memakai sepatu hak tinggi Lakukan pemeriksaan fisik secara teratur   Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi care line officer Lamina Pain and Spine Center melalui WA/HP yang tertera.

Ankle Sprain Adalah Penyebab Pergelangan Kaki Bengkak

ankle sprain adalah penyebab kaki bengkak

Pergelangan kaki yang mengalami cedera terkilir atau keseleo merupakan salah satu cedera muskuloskeletal yang bisa terjadi pada area pergelangan kaki dan bisa dialami oleh siapa saja. Kondisi ini dalam dunia medis adalah ankle sprain. Pergelangan kaki ini membantu menjaga keseimbangan dan kestabilan tubuh. Bagian ini disangga oleh beberapa otot dan ligamen. Pergelangan kaki juga rentan menjadi cedera yang bisa disebabkan oleh berbagai hal, antara lain: Terkilir (akibat cedera pada ligamen) Fraktur/patah/retak Peradangan pada tendon (tendinitis) Peradangan pada sendi (artritis). Salah satu penyangga pergelangan kaki adalah ligamen yang berupa jaringan fibrosa yang menghubungkan antartulang. Ligamen inilah yang membantu menjaga tulang dalam posisi yang sesuai dan menstabilkan sendi di situ. Pergelangan kaki yang cedera atau terkilir sebagian besar terjadi pada ligamen lateral di bagian tepi luar pergelangan kaki. Cedera ini bervariasi dari robekan kecil pada serat otot hingga ke ligamen dan jaringan sekitarnya.   Jika disebabkan oleh robekan ligamen secara komplet, pergelangan kaki ini bisa menjadi tidak stabil setelah cedera. Seiring waktu, ankle sprain menyebabkan ketidakstabilan, yang selanjutnya terjadi adalah rusaknya tulang dan kartilago (tulang rawan) pada sendi-sendi penyusunnya. Penyebab Ankle Sprain atau Keseleo Adalah Kaki Anda memiliki peluang cukup besar untuk terputar selama melakukan beragam aktivitas, misalnya: Berjalan atau berolahraga di atas permukaan yang tidak rata Jatuh atau terpeleset Melakukan olahraga yang gerakannya banyak berputar, seperti bermain basket, tenis, sepak bola Atau selama olahraga, bisa saja kaki terinjak tidak sengaja saat berlari, sehingga kaki akan terputar Berlari, melompat dan pemakaian yang berlebihan Mendaratkan kaki terlalu kuat/kencang Cedera lainnya yang juga bisa memicu timbulnya tendinitis atau mengenai tendon Achilles, antara lain: Tekanan berlebihan pada tendon Achilles (tendon yang menghubungkan otot betis dan telapak kaki) Adanya taji tulang pada telapak kaki yang bergesekan dengan tendon Achilles Telapak kaki yang rata karena adanya beban ekstra pada tendon bagian belakang tulang kering Selain itu, cedera pergelangan kaki atau ankle sprain adalah rentan dengan adanya radang sendi (artritis) yang juga dapat mengenai area kaki: OA yakni artritis jenis degeneratif yang biasanya muncul di usia lanjut dan berlangsung lambat. seiring waktu, kartilago antartulang akan semakin menipis sehingga sendi-sendi menjadi kaku dan nyeri Rheumatoid arthritis penyakit autoimun yang juga dapat mengenai sendi-sendi dan juga merusak kartilago Artritis pascacedera yang timbul setelah adanya cedera pada kaki atau pergelangannya sehingga sendi meradang dan kaku bahkan bisa berlangsung setelah cedera lama sehingga kartilago yang melindungi ujung tulang semakin habis. Beberapa Tanda Ankle Sprain Adalah Ankle sprain atau pergelangan kaki yang terkilir dapat menimbulkan gejala seperti diantaranya adalah : Bengkak Nyeri (saat ditekan atau disentuh) Memar Tidak dapat bertumpu pada pergelangan kaki yang terkilir/cedera Perubahan warna di sekitarnya Terasa kaku Jika terjadi robekan berat pada ligamen, mungkin bisa terdengar suara ‘krek’ saat terjadinya cedera. Gejala terkilir/keseleo berat ini adalah mirip dengan tulang yang retak sehingga ankle sprain memerlukan penatalaksanaan sedini mungkin. Kenali Derajat Keparahannya Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik seperti menekan area pergelangan kaki untuk mengetahui ligamen mana yang cedera, serta menilai luas gerakan dengan menggerakkan pergelangan kaki ke segala arah. namun bila tampak bengkak, dan kaku, pergelangan kaki ini tidak digerakkan. Jadi dokter akan menilai juga berdasarkan pembengkakan, nyeri dan memar serta menilai derajat keparahannya guna menentukan rencana penanganannya yang sesuai. Berdasarkan kerusakan yang mungkin terjadi pada ligamen, keparahannya terbagi dalam: Derajat 1 (ringan): robekan sangat sedikit disertai dengan nyeri dan bengkak ringan Derajat 2 (sedang): robekan di sebagian ligamen disertai juga dengan nyeri dan bengkak sedang di area tersebut. Derajat 3 (berat): robekannya lebih luas (komplet) disertai dengan nyeri dan bengkak yang siginifikan pada pergelangan kaki dan ketidakstabilan area ini. Untuk pemeriksaan penunjang ankle sprain mungkin dokter akan meminta Anda melakukan pemeriksaan radiologi, termasuk diantaranya adalah rontgen, MRI atau CT scan. Penanganan Terkilirnya Pergelangan Kaki Hampir sebagian besar cedera di area ini dapat ditangani tanpa operasi. Penanganannya bergantung pada derajat ringan hingga berat, yaitu: Fase 1: istirahatkan kaki, melindungi pergelangan kaki dan mengurangi/meredakan bengkak Fase 2: memperbaiki gerakan, kekuatan dan fleksibilitas area ini Fase 3: melakukan latihan dan secara bertahap kembali beraktivitas yang tidak memerlukan gerakan memutar kaki. Ketiga fase ini biasanya memerlukan waktu sekitar 2 minggu untuk memulihkan cedera ringan sedangkan untuk yang berat membutuhkan waktu sekitar 6-12 minggu.   Selain itu, dokter juga untuk menganjurkan perawatan di rumah dengan metode RICE: Istirahatkan (rest) pergelangan kaki Kompres dengan es (ice) untuk membantu meredakan bengkak dan dilakukan 20-30 menit sebanyak 3-4 kali sehari. Jangan letakkan es kontak langsung dengan kulit, bungkus terlebih dahulu dengan handuk/kain bersih Kompresi (compression), gunakan bebat agar tidak banyak bergerak dan membantu menopang pergelangan kaki yang terkilir Angkat (elevation) sekitar setinggi jantung (saat berbaring dengan meletakkan bantal) sesering mungkin selama 48 jam pertama Berikut Adalah Cara Cegah Ankle Sprain Beberapa langkah sehat berikut adalah berfungsi mempertahankan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas otot agar terhindar dari cedera pergelangan kaki atau ankle sprain, berupa: Lakukan pemanasan sebelum aktivitas fisik atau olahraga Waspada saat berjalan, berlari atau saat beraktivitas fisik di permukaan tanah yang tidak rata Gunakan sepatu yang sesuai dengan aktivitas Hentikan aktivitas saat Anda merasa nyeri Hindari menggunakan sepatu high heels Untuk informasi lebih lanjut terkait cedera pergelangan kaki Anda dapat menghubungi care line officer Lamina Pain and Spine Center melalui Hp/WA tertera.

Nyeri Kepala dan Migrain Pasca Kecelakaan Adalah Tanda Whiplash Injury

Cedera whiplash adalah

Siapa yang tidak pernah mengalami sakit kepala? Ya, sakit kepala boleh dikatakan adalah penyakit sejuta umat. Banyak penyakit yang menimbulkan gejala berupa sakit kepala, mulai dari flu, demam berdarah, hingga tumor otak.  Namun penyebab nyeri kepala dan migrain pasca kecelakaan, seringkali adalah akibat whiplash injury. Selain itu cedera whiplash banyak terjadi pada benturan akibat olahraga. Namun, ia juga merupakan cedera tersering pada orang yang mengenakan sabuk pengaman saat terjadi kecelakaan mobil. Bukan berarti Anda boleh meninggalkan sabuk pengaman saat mengendarai mobil. Sabuk pengaman sangat bermanfaat untuk mencegah cedera lain yang lebih serius dan mematikan. Whiplash injury adalah cedera pada otot-otot leher akibat gerakan leher yang mendadak dan kuat. Dorongan saat kecelakaan, misalnya, dapat menyebabkan leher tertekuk, tertarik, atau terputar keras. “Akibatnya, timbul rasa nyeri dan kaku di leher yang menjalar ke kepala,” ujar Dr Mahdian Nur Nasution SpBS, dari Lamina Pain and Spine Center. Tidak jarang, punggung dan pinggang juga ikut terkena imbasnya, mengakibatkan rasa pegal pasca kecelakaan,” jelasnya. Rasa nyeri akibat whiplash rupanya dapat timbul segera, atau baru mulai dirasakan beberapa hari hingga minggu setelah kecelakaan. Jika hal ini terjadi, segera periksakan diri ke dokter. Pasalnya, cedera yang tidak ditangani dengan tepat dapat terus menetap seumur hidup, bahkan menyebabkan bahaya yang lebih serius. Kabar baiknya adalah, whiplash injury yang ringan dapat sembuh seiring waktu. Untuk meredakan nyeri, Anda dapat meminum obat anti inflamasi non steroid atau anti nyeri lain yang dianjurkan, mengenakan penyangga leher sesuai anjuran dokter, dan mengompres leher dengan es dibungkus handuk segera setelah kecelakaan. Kompres diberikan selama 30 menit setiap 3-4 jam sekali selama 2-3 hari. Setelah 2-3 hari, baru gunakan kompres hangat dengan menggunakan handuk. Pusing Berputar dan Muntah Adalah Gejala Utama Whiplash Sakit kepala hebat dan whiplash injury adalah tanda bahwa telah terjadi benturan yang terjadi sangat keras. Karena itu, boleh jadi otak Anda juga ikut terkena dampaknya. Gegar otak adalah salah satu dampak benturan kepala yang paling ditakuti. Pada gegar otak, otak dapat mengalami pembengkakan dan pecah pembuluh darah yang sangat berbahaya. Hal ini harus segera ditangani, tidak hanya untuk menyelamatkan jiwa, tetapi juga untuk menghindari dampak serius yang permanen. Gegar otak perlu diwaspadai jika setelah kecelakaan jika terdapat gejala seperti pusing berputar, mual, muntah, mengantuk berlebihan, tampak bingung, atau tidak sadarkan diri. Untuk mengetahui adanya gegar otak atau tidak, tidak bisa hanya dengan melakukan rontgen kepala biasa. “Dokter biasanya memerlukan bantuan alat CT Scan untuk mengetahui ada tidaknya cedera otak, dan melakukan sejumlah pemeriksaan lain untuk menyingkirkan kemungkinan lainnya,” tambahnya. Terapi Whiplash Jika ternyata hasil pemeriksaan tidak terbukti adanya gegar otak, atau whiplash yang Anda perlukan adalah istirahat. Dokter mungkin akan meresepkan obat antihistamin untuk mengurangi rasa pusing berputar atau melakukan manuver-manuver tertentu. Perhatian juga perlu diberikan apakah rasa pusing diikuti dengan rasa berdengung di telinga.