Skoliosis dan HNP, Penyebab Nyeri Punggung dan Bokong

skoliosis dan HNP

Skoliosis dan HNP kadangkala terjadi secara bersamaan atau menjadi proses sebab dan akibat. Skoliosis adalah sebuah kondisi kelengkungan (kurvatura) tulang belakang yang tidak normal atau berlebihan. Skoliosis ini tidak hanya timbul dari kecil namun juga bisa muncul pada orang dewasa yang disebabkan oleh berbagai faktor seiring dengan proses pertambahan usia. Penyebab Skoliosis Dewasa Pada orang dewasa, skoliosis bisa diakibatkan percepatan proses penuaan pada tulang belakang. Pada proses penuaan akan dibarengi dengan kemunduran atau perubahan pada jaringan, maka tulang belakang cenderung melengkung membentuk layaknya huruf C yang lebih sering, dibandingkan dengan lengkungan huruf S (pada skoliosis idiopatik). Faktor lain yang juga dapat menyebabkan skoliosis dewasa antara lain proses degeneratif pada ruas tulang belakang yang seiring waktu dapat merusak bantalan sendi antar tulang, tulang keropos (osteoporosis), penyakit Parkinson. Gejala Skoliosis dan HNP Tulang belakang yang melengkung ini dapat menyebabkan tulang belakang menjadi tidak stabil, hingga sulit rasanya untuk berdiri tegak, berjalan, atau berlari yang bebas nyeri. Nyeri mungkin dapat menyertai berbagai aktivitas. Beberapa orang yang mengalami skoliosis kadang memperhatikan perubahan postur tubuh, misalnya berkurangnya tinggi badan atau merasa nyeri punggung dan leher saat beraktivitas. Kadang skoliosis tidak menimbulkan gejala. Namun jika merasakan nyeri yang menjalar hingga lengan atau kaki, kebas, kesemutan, kemungkinan tulang belakang yang membengkok menjepit saraf di sekitarnya. Syaraf kejepit ini tidak selalu menjadi risiko skoliosis, namun segala perubahan pada ‘lurusnya’ tulang belakang dapat meningkatkan risiko terjadinya syaraf kejepit. Syaraf kejepit atau herniasi nukleus pulposus (HNP) terjadi akibat bantalan sendi di antara tulang belakang menonjol dan menjepit saraf di sepanjang ruas tulang belakang. Dewasa dengan skoliosis kadang memiliki lebih banyak gejala dibandingkan remaja karena proses degenerasi sehingga mengakibatkan stenosis spinal atau penyempitan ruas tulang belakang. Jadi stenosis spinal ini sering membarengi skoliosis pada dewasa. Beberapa penderitanya cenderung membungkuk agar ‘ruang’ untuk saraf menjadi terbuka atau akibat perubahan lengkungan tulang belakang yang alami. Ketidakseimbangan ini membuat penderitanya berkompensasi dengan gerakan menekuk panggul dan lutut untuk memperbaiki atau mencoba postur tubuh tetap tegak. Gejala yang mungkin timbul antara lain: Nyeri dan kaku otot punggung bawah Kaki terasa kebas, kram, kesemutan, melemah dan nyeri seperti ditusuk akibat adanya syaraf kejepit Fatigue atau kelelahan akibat otot di tungkai dan kaki menegang berlebihan Perubahan lengkungan tulang belakang pada dewasa bisa terjadi di punggung atas (dada/toraks) dan punggung bawah (pinggang), maka tampak bahu tidak simetris, layaknya punuk di punggung atas. Lengkungan ini dapat memburuk pada usia lanjut akibat proses degenerasi dan/atau keseimbangan. Selain itu, radang sendi (artritis) juga dapat mengenai sendi-sendi di tulang belakang dan memicu timbulnya taji tulang (bone spurs). Pemeriksaan Penunjang Skoliosis dan HNP Untuk membantu dokter menegakkan diagnosis, akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang atau radiologis, yaitu: Rontgen, dari arah depan dan penderitanya berdiri, dan harus mencakup semua segmen tulang belakang (whole spine) untuk mengukur kelurusan, lengkungan dan keseimbangan. Dari arah samping, panggul dan lutut harus tegak. Rontgen area leher, dada, dan pinggang juga bisa dilakukan. Magnetic resonance imaging (MRI) atau computerized tomography (CT) scan untuk menilai gejala tungkai bawah atau gejala neurologis lainnya. Pilihan Penanganan Skoliosis dan HNP Penanganan untuk dewasa dengan skoliosis tanpa gejala yang mengganggu aktivitas, antara lain: Observasi secara berkala Obat antiinflamasi nonsteroid yang diresepkan dokter Obat antinyeri dari dokter Latihan fisik (sesuai dengan anjuran dokter) untuk memperbaiki/meningkatkan fleksibilitas otot dan membantu memperkuat otot-otot inti pada perut dan punggung. Korset yang disesuaikan dengan derajat lengkungan tulang belakang. Injeksi epidural atau nerve block injection dengan injeksi kortikosteroid ke dalam rongga epidural untuk membantu mengatasi nyeri dan bengkak pada saraf. Injeksi facet, dengan menyuntikkan kortikosteroid dan obat antinyeri ke sendi facet. Pilihan penanganan yang lain dapat dilakukan pada penderita yang mengalami ketidakseimbangkan tulang belakang, nyeri pada kaki atau gejala yang menurunkan kualitas hidup akibat keterbatasan dalam aktivitas harian. Tindakan medis dilakukan untuk membantu memperbaiki keseimbangan tulang belakang, meredakan nyeri dan rasa tidak nyaman atau membebaskan saraf yang terjepit. Pilihan tindakan untuk membebaskan jepitan saraf di tulang belakang adalah teknologi endoskopi atau percutaneous endoscopic lumbar decompression (PELD). Teknologi ini dilakukan oleh dokter saraf berpengalaman dan bergantung dari hasil pemeriksaan klinis dan neurologis saat konsultasi. Konsultasikan kondisi skoliosis anda dengan tim dokter kami di Lamina Pain and Spine Center.  

Stroke Mini Sebabkan Kelumpuhan Sebagian Secara Mendadak

Gangguan bicara gejala stroke mini

Pernah lemas, bicara pelo, atau lumpuh sebelah secara mendadak tapi hilang lagi? Waspadalah, mungkin ini adalah gejala stroke mini atau dalam dunia kedokteran disebut sebagai TIA. TIA atau transient ischemic attack juga sering disebut dengan mini stroke, adalah kondisi seperti stroke yang berlangsung hanya sementara waktu. Meski tidak meninggalkan gejala sisa, stroke mini tidak dapat dianggap remeh. 1 dari 3 orang yang pernah mengalami TIA, memiliki kemungkinan benar-benar mengalami stroke pada tahun yang sama. Stroke Mini, Kabar Gembira Sekaligus Buruk Bagi mereka yang mengalami stroke mini, ada dua sisi untuk melihatnya. TIA adalah kabar buruk, mengingat ini berarti penderitanya sudah mengalami gangguan dalam pembuluh darah dan berisiko tinggi mengalami stroke yang permanen. Kabar gembiranya, terjadinya TIA berarti tubuh sedang menyalakan “alarm” tanda bahaya. Dengan demikian, dapat dilakukan tindakan pencegahan sebisa mungkin agar tidak terjadi stroke. TIA dan stroke sama-sama terjadi akibat sumbatan atau berkurangnya aliran darah di otak. Kambing hitamnya, sering-sering adalah bekuan darah dan penyempitan pembuluh darah. Bekuan darah dapat terbentuk akibat pengerasan dan penebalan pembuluh darah (aterosklerosis), serangan jantung, atau irama jantung yang tidak normal. Pada mereka yang beruntung, bekuan darah dapat mencair dan aliran darah menjadi lancar kembali, sehingga gejala sama sekali menghilang. Ini yang disebut dengan stroke mini. Namun jika sumbatan terus berlangsung, apalagi dalam waktu lama, otak akan mengalami kerusakan secara permanen. Inilah yang disebut dengan stroke. Gejala Utama Stroke Mini Sama seperti stroke, TIA juga dapat menyebabkan timbulnya gejala neurologis. Bedanya, TIA dapat berlangsung tiba-tiba dan berlangsung singkat. Kebanyakan gejala dapat menghilang dengan sendirinya dalam 10 sampai 20 menit. Gejala yang terjadi tidak selalu sama pada masing-masing orang. Ini bergantung pada lokasi pembuluh darah dan otak yang mengalami sumbatan. Setidaknya terdapat beberapa gejala yang dapat ditemui antara lain: Tiba-tiba merasa kebas atau lemas pada wajah, tangan atau kaki, terutama hanya pada satu sisi tubuh Tiba-tiba merasa bingung, kesulitan bicara atau sulit mengerti apa yang dikatakan orang lain Gangguan penglihatan mendadak, baik pada satu atau pun dua mata Tiba-tiba sulit untuk berjalan, merasa pusing, hilang keseimbangan atau koordinasi Nyeri kepala mendadak yang berat tanpa sebab TIA kadang dapat dengan mudah diketahui, misalnya pada orang yang wajahnya tiba-tiba terlihat miring atau tampak jatuh sebelah, lengan terasa lemas tidak bisa diangkat, atau bicara pelo. Namun kadang dapat menjadi rancu jika gejala tidak jelas. Misalnya saat berkendara dan tiba-tiba pusing sehingga jatuh, sakit kepala, atau penglihatan menjadi buram secara tiba-tiba. Apalagi jika dialami oleh orang yang sudah lanjut usia, bukan tidak mungkin dianggap keluhan biasa. Yang Harus Dilakukan Saat TIA Terjadi Meski sebagian besar orang yang mengalami stroke tidak mengalami TIA sebelumnya, namun orang yang mengalami TIA, sepertiganya akan mengalami stroke di masa yang akan datang. Jika anda mengira bahwa anda mengalami gejala stroke mini, segera ke rumah sakit atau menelepon ambulans. Pengenalan gejala dan pengobatan secara dini, akan mencegah terjadinya stroke di masa yang akan datang. Pergi ke rumah sakit tidak hanya boleh dilakukan sesaat setelah terjadi stroke mini. Jika stroke mini terjadi beberapa waktu yang lampau, hal ini juga masih bisa diperbaiki, entah menggunakan obat atau pun melalui pembedahan. Dan jika timbul gejala stroke mini. Jangan menunggu gejala hilang, karena jika terlalu lama dapat terjadi stroke. TIA juga dapat terjadi pada mereka yang pernah mengalami stroke sebelumnya. Ini berarti bahwa ada sesuatu dalam pengobatan anda tidak bekerja dengan baik. Untuk itu, pasien seperti ini perlu segera ke rumah sakit. Baca juga : Whiplash injury Baik TIA ataupun stroke, waktu adalah hal yang sangat penting. Meskipun stroke mini dapat pulih kembali dengan sendirinya, namun kita tidak tahu kapan bekuan darah yang menyumbat akan mencair kembali. Kita tidak dapat memprediksi apakah bekuan atau gejala yang disebabkannya akan hanya berupa TIA atau stroke. Semakin lama penanganan ditunda, maka akan makin banyak kerusakan yang terjadi pada otak. Di Lamina Pain and Spine Center, dokter akan mencari tahu penyebab terjadinya stroke mini, sedikitnya dalam waktu 1 jam. Ini penting untuk menentukan langkah pengobatan berikutnya. Dokter mungkin akan menganjurkan terapi obat atau pembedahan guna mengurangi risiko stroke, bergantung pada hasil pemeriksaan yang didapat. Tips Mencegah Stroke Mini Jangan anggap remeh penyakit, berobat teratur jika memiliki penyakit seperti darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi Minum obat sesuai dengan yang diresepkan. Jika ada masalah, segera hubungi dokter Jika diresepkan obat pengencer darah, ini mungkin karena anda berisiko mengalami stroke. Jadi minumlah obat sesuai anjuran dokter, jangan menduga-duga sendiri dan merasa tidak perlu. Praktekkan gaya hidup yang sehat, seperti hindari merokok dan lingkungan berasap rokok Batasi minuman beralkohol, yaitu 2 gelas per hari untuk pria dan 1 gelas per hari untuk wanita Jaga agar berat badan tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus Aktivitas fisik teratur selama 30 menit per hari hampir setiap hari Makan makanan dengan gizi seimbang dan rendah kolesterol, lemak jenuh dan garam. Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan makan ikan sedikitnya sebulan sekali.

Nyeri Betis Kaki Kiri, Ini Dia Penyebab dan Terapinya

nyeri betis kaki kiri, apa sebabnya?

Nyeri betis kaki kiri seringkali dirasakan bila terdapat masalah pada otot-otot, sistem vaskular, dan saraf. Betis Anda, ‘terbentang’ dari lutut hingga pergelangan kaki yang tersusun dari dua otot utama yaitu gastrocnemius dan soleus, yang menyatu di tendon Achilles, tendon di tumit. Kaki bagian bawah ini memiliki beberapa pembuluh darah arteri. Selain itu juga ada beberapa saraf besar seperti saraf tibia dan cabang saraf sciatica. Saraf-saraf tepi ini menjadi alur ‘pesan’ antara otak dan tungkai/ kaki. Sebab Nyeri Betis Kaki Kiri Ada beberapa penyebab munculnya nyeri pada bagian betis baik pada sebelah kaki kiri maupun kanan, seperti diantaranya; 1. Masalah Otot Dua otot besar pada betis selalu digunakan saat Anda bergerak, jadi dalam titik tertentu otot tersebut bisa menjadi tegang atau nyeri. Kram otot bisa datang tiba-tiba dan hilang dalam waktu beberapa menit saja. Kram ini terjadi saat otot berkontraksi tanpa disadari sehingga timbul nyeri dadakan dan tajam. Kram hingga nyeri otot betis pada kaki dapat disebabkan oleh latihan fisik, dehidrasi (kurangnya asupan air putih), cedera otot betis dan kekurangan zat mineral (kurangnya kadar kalsium, kalium, natrium, magnesium dalam makanan Anda). Dalam kondisi tertentu, seperti diabetes, kehamilan, bisa membuat Anda lebih rentan alami kram pada betis. 2. Masalah Saraf Persarafan di area betis didominasi oleh saraf sciatica yang merupakan saraf terpanjang dan terlebar pada tubuh. Pada saat sciatica atau saraf terjepit dapat mengakibatkan nyeri (kadang dibarengi dengan kelemahan otot) ke salah satu kaki. Pada beberapa kasus, nyeri pada bokong hingga kaki dan betis kiri dirasakan luar biasa dan tidak bisa berjalan atau berdiri. Sciatica juga dapat disebabkan oleh kehamilan, menonjolnya bantalan ruas tulang belakang atau stenosis spinal (kanalis tulang belakang menyempit/stenosis dan menjepit saraf di dekatnya). Neuropati perifer juga dapat menjadi penyebab betis sebelah kiri sakit hingga ke kaki. Banyak faktor yang dapat merusak atau mengganggu persarafan betis, misalnya kecelakaan, infeksi, kondisi genetik, dan diabetes (diabetic peripheral neuropathy merupakan komplikasi diabetes akibat tingginya kadar gula darah dalam waktu lama sehingga merusak saraf perifer). Stenosis spinal lumbar terjadi ketika ada tekanan pada saraf tulang belakang di area punggung bawah akibat penyempitan kanalis spinalis (rongga kecil diantara ruas tulang belakang). Stenosis spinal penyebab terseringnya adalah proses degeneratif atau akibat terbentuknya taji tulang (bone spur). Kondisi stenosis ini dapat menimbulkan nyeri dan kram pada bagian kaki, betis atau paha saat berjalan. Nyeri ini dapat mereda saat membungkuk, duduk atau berbaring. Malah juga dapat menimbulkan kelemahan dan rasa kebas di kaki. 3. Masalah Vaskular Timbulkan Nyeri Betis hingga Kaki Kiri Masalah pada vaskular atau pembuluh darah misalnya peripheral artery disease (PAD) akibat pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke tungkai atau kaki mengalami penyempitan (aterosklerosis). Nyeri juga disebabkan oleh kekurangan aliran darah atau klaudikasio. Selain itu juga dapat terasa nyeri ditusuk-tusuk, kebas/baal. Deep vein thrombosis (DVT) merupakan salah satu jenis gangguan pembuluh darah yang menyebabkan bekuan darah dalam pembuluh darah vena. Akibatnya betis sebelah kiri sakit. DVT seringkali disebabkan oleh pasca-cedera otot betis, atau duduk lama dalam pesawat. Penyebab Lain Nyeri Betis Kaki Kiri Klaudikasio neurogenik terjadi ketika saraf yang menuju ke kaki terjepit akibat stenosis spinal juga dapat menyebabkan nyeri panggul. Nyeri sciatica merupakan salah satu bentuk klaudikasio neurogenik. Selain betis sebelah kiri sakit, juga dapat menyebabkan: nyeri saat berjalan nyeri setelah berdiri lama nyeri di paha, punggung bagian bawah, atau bokong Apa Gejala Lain yang Dirasakan? Nyerinya tumpul atau tajam Betis kram atau ototnya mengencang Kram saat berdiri atau duduk Kesemutan Bengkak Betis berwarna kemerahan Terapi Nyeri Betis dan Kaki Sebelah Kiri? Penanganan nyeri betis kaki kiri bergantung pada kondisi yang menjadi penyebabnya. Penyebab yeri betis sebelah kiri dapat diatasi dengan ; Obat-obatan, yang akan diresepkan oleh dokter sesuai dengan hasil pemeriksaan dan penyebabnya. Terapi fisik atau rehabilitasi yang dapat membantu memperbaiki fleksibilitas, kekuatan dan gerakan. Dokter akan merekomendasikan jenis terapi untuk membantu memperbaiki cedera otot betis, stenosis spinal lumbar. Tindakan non-bedah, misalnya untuk kasus stenosis spinalis yang dapat diperbaiki dengan teknologi Percutaneous Lumbar Disc Decompression (PLDD) yang dilakukan hanya dengan bius lokal, dan tidak perlu rawat inap. Perubahan gaya hidup yang dianjurkan oleh dokter guna mencegah perburukan gejala. Perubahan gaya hidup berupa berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan sehat dan seimbang, memiliki berat badan ideal. Coba beberapa langkah berikut ini: Istirahatkan kaki Kompres dingin pada area betis yang terasa nyeri Minum obat pereda nyeri yang diresepkan dokter Kompresi atau perban. Bisa juga mengenakan stoking kompresi untuk membantu memperlancar aliran darah. Sambil berbaring dan tinggikan posisi betis kiri setinggi panggul dapat membantu meredakan nyeri dan bengkak. Cegah nyeri betis kaki kiri akibat kram: Lakukan pemanasan (warming up) dan peregangan (stretching) sebelum dan sesudah olahraga Jangan lupa minum air putih sesuai kebutuhan Lakukan peregangan dan pijat area kaki secara rutin

Nyeri Punggung Bagian Bawah Akibat Syaraf Kejepit

Nyeri punggung bagian bawah

Nyeri punggung bagian bawah bisa diakibatkan oleh syaraf kejepit. Nyeri punggung bawah akibat saraf terjepit juga merupakan masalah kesehatan yang dapat mengganggu aktivitas harian Anda. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab nyeri punggung bagian bawah, antara lain ketegangan otot, tulang keropos (osteoporosis), tumor, infeksi dan herniasi nukleus pulposus (HNP). Salah satu yang banyak dirasakan masyarakat saat ini adalah HNP atau yang dikenal dengan istilah syaraf kejepit. Syaraf Kejepit Sebabkan Nyeri Punggung Bagian Bawah Usia Muda Usia penderita HNP juga mulai bergeser, yang tadinya didominasi oleh usia lanjut, kini usia muda atau usia produktif pun juga banyak terdiagnosis HNP. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh gaya hidup dan pola kerja yang kurang baik. Pada usia lanjut, syaraf kejepit disebabkan oleh proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, bantalan sendi mulai kehilangan kadar airnya sehingga bantalan sendi menjadi rapuh, dan tidak fleksibel lagi. Sedangkan syaraf terjepit pada usia muda, diakibatkan oleh tuntutan pola kerja misalnya duduk atau berdiri terlalu lama, sering naik turun tangga, mengoperasikan mesin dengan getaran kuat terlalu lama, atau berkendara dalam waktu lama (supir, dan lain lain) atau bisa juga akibat cedera atau jatuh. HNP adalah menonjolnya bantalan tulang belakang yang menekan saraf tulang belakang. Gejala yang sering dirasakan oleh penderita HNP adalah nyeri di punggung bagian bawah, nyeri bahu yang menjalar ke bagian lengan, kesemutan, kebas, dan seperti terbakar. Jika dibiarkan, akan mengakibatkan gangguan sistem gerak bahkan kelumpuhan. Gejala atau tanda HNP bervariasi bergantung pada lokasi dan jenis HNP, dari tanpa nyeri hingga berat atau nyeri pada leher terus menerus hingga menjalar hingga ke punggung bagian bawah karena saraf di sepanjang tulang belakang terjepit akibat menonjolnya bantalan sendi. Seringnya kondisi HNP tidak dapat terdiagnosis dengan cepat karena pasien merasakan nyeri yang sudah menjalar hingga paha, lutut atau kaki. Gejala HNP mencakup perubahan sensorik (seperti kebas, kesemutan, kelumpuhan) dan perubahan motorik (seperti kelemahan otot, paralisa, dan menurunnya berbagai refleks). Pemeriksaan Penunjang Nyeri Punggung Bagian Bawah Bila Anda mengalami gejala tersebut, segerakan konsultasi dengan dokter. Sebaiknya tidak dipijat oleh orang yang tidak ahli di bidangnya. Kondisi HNP dapat terdiagnosis dengan pemeriksaan fisik oleh dokter dan pemeriksaan penunjang seperti CT Scan dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Proses pengobatannya bertahap, dimulai dengan pencegahan, obat-obatan. Jika obat-obatan tidak dapat memberikan efek, dokter akan mempertimbangkan fisioterapi, dan intervensi lainnya untuk mengatasi nyeri dan memperbaiki/ meningkatkan kualitas hidup. Cegah HNP Nyeri punggung bagian bawah yang diakibatkan HNP sesungguhnya dapat dilakukan pencegahan dengan membiasakan perilaku hidup sehat, seperti diantaranya: Lakukan pola kerja yang baik Istirahat yang cukup Kurangi berat badan yang berlebih Untuk yang bekerja duduk di depan komputer atau berdiri terus menerus selama berjam-jam, lakukan peregangan setiap 3 jam. Manajemen Nyeri Punggung Bagian Bawah Karena HNP Nyeri akibat HNP atau syaraf terjepit dapat bervariasi dari ringan hingga berat, keluhan yang paling sering adalah nyeri punggung bagian bawah. Coba lakukan beberapa hal berikut ini, untuk mengurangi nyerinya: Jangan dipaksa. Jangan mengangkat beban berat. Jika mau mengangkat benda dari lantai, tekuk lutut terlebih dahulu Kompres area yang nyeri dengan kompres hangat atau dingin, minimal 15-20 menit Rehabilitasi dengan melakukan latihan fisik yang dianjurkan oleh dokter untuk membantu memperkuat otot-otot punggung dan otot-otot inti Postur tubuh selalu tegak. Postur tubuh yang kurang baik dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko Anda mengalami HNP dan dapat memperburuk HNP yang sudah Anda alami Latihan fisik/ olahraga, seperti berenang dan berjalan kaki, dapat membantu mempertahankan sehatnya otot-otot dan memperbaiki sirkulasi darah di area HNP Menjaga berat badan tetap ideal dapat membantu mengurangi beban terhadap bantalan sendi, dan membantu mengurangi kerusakan lebih lanjut Obat-obatan dapat diresepkan oleh dokter untuk membantu mengurangi nyeri akibat HNP Pijat dan Syaraf Kejepit Pijat tidak dapat ‘memperbaiki’ atau ‘menyembuhkan’ bantalan sendi yang menonjol (HNP) atau syaraf kejepit. Memijat langsung pada bantalan sendi yang menonjol sebaiknya tidak dilakukan, karena tekanan langsung ke area HNP atau syaraf kejepit ini justru dapat memperburuk kondisi dan dapat menyebabkan semakin nyeri punggung bagian bawah semakin hebat jika penyebabnya HNP di lumbal. Teknologi Endoskopi dan Syaraf Kejepit Kini teknologi  pengobatan maupun tindakan medis semakin berkembang dalam mengatasi nyeri unggung bagian bawah. Syaraf kejepit atau HNP sudah dapat diatasi dengan tindakan non-operasi atau minimally invasive surgery seperti teknologi PLDD (percutaneous laser disc decompression) dan endoskopi. Khusus teknologi endoskopi ini mencakup: Percutaneous endoscopic lumbar discectomy (PELD) Percutaneous endoscopic cervical discectomy (PECD) Percutaneous stenoscopic lumbar decompression (PSLD) Teknologi atau prosedur ini dilakukan untuk membantu menghilangkan nyeri akibat tekanan dari menonjolnya bantalan ruas tulang belakang yang menjepit saraf sekitar tulang belakang. Karena prosedur ini stitchless surgery atau tidak memerlukan jahitan setelah prosedur dilakukan, maka segi estetik juga baik mengingat sayatan hanya sekitar 7 mm. Masih banyak lagi keunggulan teknologi endoskopi ini, antara lain waktunya jauh lebih singkat yaitu sekitar 45 menit, dilakukan dengan anestesi lokal dan tidak merusak jaringan sekitarnya. Proses pemulihan juga lebih cepat dan tanpa rawat inap. Setelah tindakan endoskopi, dalam waktu tertentu ada beberapa PANTANGAN yang perlu dilakukan sesuai dengan anjuran dokter, yaitu: Menyetir Duduk dalam waktu lama Naik turun tangga Mengangkat beban berat Membungkuk atau memungut benda-benda yang jatuh Mengenai teknologi, Indonesia tak kalah majunya, karena metode endoskopi untuk atasi syaraf kejepit sudah dapat dilakukan di Indonesia, yaitu di Klinik Lamina Pain and Spine Center. Konsultasikan kondisi syaraf kejepit Anda dengan tim dokter kami di sini.

Wajah Umum Digunakan Tenaga Kesehatan Menghitung Skala Nyeri

Ekspresi wajah menentukan skala nyeri

Setiap individu pasti pernah mengalami nyeri. Nyeri merupakan alarm adanya masalah pada tubuh, dapat disebabkan karena cedera, hingga tanda penyakit tertentu. Tingkat nyeri berbeda-beda satu orang dengan orang lainnya dapat juga disebabkan kondisi yang melatarbelakangi. Untuk membantu para tenaga kesehatan, penghitungan skala nyeri dari gambaran wajah dibuat dengan tujuan mencari penyebab, hingga kemungkinan terapi yang tepat pada kondisi nyeri. Dalam dunia kedokteran, nyeri diketahui sebagai aktivitas sensorik dan emosional yang merupakan manifestasi proses patologis tubuh yang memberikan rangsang pada saraf atau kerusakan jaringan. Reaksi ini selanjutnya menimbulkan rasa tidak nyaman pada penderitanya. Dari derajatnya nyeri terbagi menjadi nyeri ringan, nyeri sedang, dan nyeri berat. Sementara pada penyebab utamanya, nyeri dibagi berdasarkan jenis, penyebab, komplikasi, dan derajat nyeri.   Nyeri umumnya dirasakan di area tertentu tubuh, seperti lutut, punggung, dan pinggang. Nyeri juga dapat terjadi akibat kondisi kesehatan tertentu seperti fibromyalgia. Nyeri juga dapat menjalar ke seluruh bagian tubuh. Nyeri muncul karena mediasi serabut saraf yang selanjutnya mengirimkan rangsang ke otak. Skala Nyeri Wajah Untuk memudahkan diagnosis, para pakar membuat skala nyeri yang jenisnya beragam. Skala nyeri ada yang digambarkan dalam bentuk nilai angka, yakni 1-10. Berikut kriteria skala nyeri berdasarkan angka yang digunakan dokter atau tenaga medis. Skala 0 : tidak terdapat nyeri Skala 1 : nyeri sangat ringan Skala 2 : nyeri ringan dengan sensasi seperti di cubit, tidak terlalu menyakitkan Skala 3 : nyeri terasa mengganggu, pada sebagian besar orang masih bisa di toleransi Skala 4 : nyeri cukup mengganggu, dan memberikan rasa tidak nyaman hingga sulit berkonsentrasi seperti toh sakit gigi Skala 5 : nyeri benar-benar mengganggu dengan ketidaknyamanan sehingga tidak bisa didiamkan dalam waktu lama Skala 6 : nyeri yang dirasakan pasien mengganggu indera, terutama penglihatan Skala 7 : nyeri membuat penderitanya tidak bisa melakukan aktivitas Skala 8 : nyeri membuat penderitanya tidak bisa berpikir jernih, hingga terjadi perubahan perilaku Skala 9 : nyeri mengakibatkan penderita menjerit-jerit dan menginginkan cara apapun untuk menyembuhkan nyeri yang dialami Skala 10 : nyeri berada di tahap yang paling berat hingga terkadang membuat penderitanya tidak sadarkan diri Cara Menghitung Skala Nyeri Wajah Skala nyeri wajah membantu tenaga medis mendiagnosis penyakit, menentukan metode pengobatan, hingga menganalisis efektivitas dari pengobatan. Dalam dunia medis, terdapat banyak metode penghitungan. Berikut ini beberapa cara penghitungan skala nyeri umum digunakan, diantaranya : 1. Visual Analog Scale Visual Analog Scale atau sering disebut VAS merupakan cara penghitungan nyeri yang paling banyak digunakan tenaga kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia. VAS merupakan skala linier yang menunjukan gradasi tingkatan nyeri yang dialami pasien. Metode VAS, ditunjukkan berupa rentang garis sepanjang kurang lebih 10 cm, di mana pada ujung garis kiri tidak mengindikasikan nyeri, sementara ujung satunya lagi mengindikasikan rasa nyeri berat. Selain dua indicator tersebut, VAS bisa ditunjukkan dengan indikator reda nya rasa nyeri. VAS merupakan cara penghitungan skala nyeri wajah yang mudah. Hanya saja metode ini tidak dianjurkan digunakan sebagai analisis rasa nyeri pada pasien paska tindakan pembedahan. Karena VAS membutuhkan koordinasi visual, motorik, dan konsentrasi dalam penilaian nya. 2 Verbal Rating Scale Verbal rating scale atau dikenal juga sebagai VRS mirip dengan VAS. Hanya saja pernyataan verbal dari rasa nyeri yang dialami pasien menjadi tolok ukur nya. VRS baik digunakan pasien pasca tindakan operasi, ini disebabkan prosedur penilaian tidak bergantung pada koordinasi motorik dan visual. 3 Numeric Rating Scale Numeric rating scale atau dikenal sebagai NRS didasari pada skala angka dengan nilai 1-10 yang menggambarkan kualitas nyeri yang dialami pasien. Metode penilaian skala nyeri NRS diklaim lebih mudah dipahami, lebih sensitif terhadap jenis kelamin, etnis, hingga dosis. NRS juga digadang-gadang lebih efektif mendeteksi penyebab nyeri akut dibandingkan pengukuran skala nyeri VAS dan VRS.   Meski demikian NRS juga memiliki kekurangan, yakni tidak adanya pernyataan spesifik terkait tingkatan nyeri yang dialami pasien. Hal ini selanjutnya membuat tingkat keparahan nyeri yang dialami pasien tidak dapat diidentifikasi secara pasti. 4 Wong-Baker Pain Rating Scale Untuk Skala Nyeri Wajah Pasien Wong-Baker Pain Rating Scale merupakan metode penghitungan skala nyeri yang ditemukan oleh Donna Wong dan Connie Baker. Cara mendeteksi skala nyeri ini terus mengalami perkembangan. Wong-Baker pain rating scale digunakan dengan melihat ekspresi wajah yang sudah dikelompokkan ke dalam beberapa tingkatan nyeri. Pada prosedur penilaian, dokter akan meminta pasien memilih wajah paling menggambarkan rasa sakit yang sedang dialami. Gambaran skala nyeri dibagi dalam 6 tingkat, diantaranya; Raut wajah 1 : tidak ada nyeri yang dirasakan Raut wajah 2 : sedikit rasa nyeri Raut wajah 3 : nyeri mulai mengganggu Raut wajah 4 : nyeri lumayan parah Raut wajah 5 : nyeri berat Raut wajah 6 : nyeri sangat berat 5. McGill Pain Questinonnaire Penghitungan skala nyeri lain yang juga digunakan tenaga medis adalah McGill Pain Questinnaire atau sering disebut sebagai MPQ. MPQ merupakan cara evaluasi nyeri yang ditemukan oleh Torgerson dan Melzack dari Universitas Mcgill pada sekitar tahun 1971. Seperti namanya, prosedur MPQ akan memberikan kuesioner kepada pasien. Kuesioner ini berisikan kategori atau kelompok rasa tidak nyaman yang dialami pasien.   Terdapat 20 kelompok skala nyeri, yang masing-masing terdiri dari sejumlah kata sifat (adjektiva). Pada proses evelauasi pasien diminta memilih kata-kata yang paling menggambarkan kondisinya saat itu. Kelompok 1-10, menggambarkan kualitas sensorik dari nyeri. Gejala yang masuk dalam kelompok ini meliputi: berdenyut, menusuk, panas, kesemutan, gatal, perih, kram, dan tercabik. Kelompok 11-15, menggambarkan efektivitas nyeri, yang meliputi : melelahkan, memuakkan, menakutkan, celaka, kejam, membunuh. Kelompok 16, pada kelompok ini kata sifat yang digunakan lebih ke dimensi evaluasi, yang meliputi: rasa menjengkelkan, menyusahkan, menyengsarakan, rasa tidak tertahankan. Kelompok 17-20, pada kelompok ini berisi kata-kata yang sifatnya spesifik, seperti: menyiksa, mengerikan, dingin, memancarkan, hingga rasa seperti ditembus. Lazimnya tenaga kesehatan meminta pasien memilih tiga kata dari kelompok 1-10, dua kata dari kelompok 11-15, satu katan dari kelompok 16, dan satu kata dari kelompok 17-20. Setelah didapatkan, tenaga medis selanjutnya menjumlahkan kata-kata yang dipilih pasien sehingga mendapatkan angka tertentu, yang selanjutnya digunakan untuk menentukan skala nyeri pasien. 6 Oswetry Disability Index Diperkenalkan oleh Jeremy Fairbank pada tahun 1980. Oswetry Disability Index atau sering disebut ODI merupakan metode deteksi nyeri yang bertujuan mengukur derajat kecacatan. Dengan penilaian tambahan pada indeks kualitas hidup pasien penderita

Kenali Struktur Jaringan Dan Fungsi Sendi Lutut Anda

Struktur jaringan sendi lutut manusia

Sendi ada di hampir semua tubuh manusia, salah satu sendi yang berperan penting pada hidup kita adalah sendi lutut. Perlu diketahui lutut menopang beban tubuh kita, terutama saat berdiri, berjalan, berlari, dan melompat. Sendi lutut atau knee joint berperan besar pada mobilisasi atau gerak berpindah tempat, perannya sangat vital bagi manusia. Saat sendi lutut mengalami masalah kesehatan, aktivitas harian kita akan sangat terganggu. Fungsi sendi lutut yang baik sangat dipengaruhi struktur jaringan lutut di sekitarnya. Lutut manusia memiliki beberapa struktur penting yang saling berkaitan. Apabila satu struktur sendi terjadi kerusakan, kondisi ini berpotensi merusak struktur yang lain. Secara umum, struktur knee joint dapat dikelompokan menjadi tiga bagian yakni; struktur stabilitas, struktur penumpu beban, dan struktur penunjang lain. Sendi Lutut Struktur Penunjang Stabilitas Lutut dapat bergerak bebas tanpa bergeser dari dudukannya, karena struktur ligamen yang merupakan komponen utama. Terdapat 4 ligamen penting pada knee joint, yaitu; 1. Anterior cruciate ligament (ACL) 2. Posterior cruciate ligament (PCL) 3. Lateral collateral ligament (CLC) 4. Medial collateral ligament (MCL) ACL dan PCL merupakan ligamen struktur knee joint yang sering mengalami cedera yang mengakibatkan ketidak stabilan. Ligamen lain yang juga berperan penting adalah medial patello femoral ligament (MPFL), yang berfungsi menjaga stabilitas tulang tempurung lutut. Selain ligamen, bentuk dan kelurusan tulang sekitarnya juga mempengaruhi stabilitas lutut. Otot sekitar lutut, seperti otot hamstring dan quadriceps juga turut membantu kestabilan knee joint kita. Struktur Penumpu Beban Sendi lutut diciptakan dengan begitu sempurna, sehingga secara efektif mengurangi friksi atau gesekan antar tulang saat bergerak dan menumpu beban. Struktur tulang pada knee joint dilapisi tulang rawan, yang memiliki tekstur permukaan sangat halus dan licin. Tulang rawan sendi berfungsi sebagai komponen utama saat lutut dibebani. Kerusakannya pada tulang rawan sendi selanjutnya menimbulkan nyeri hingga mobilitas terganggu. Struktur jaringan penumpu beban dalam hal ini tulang rawan, seiring waktu mengalami degenerasi yang selanjutnya menimbulkan masalah kesehatan seperti osteoarthritis (OA). Osteoarthritis sering kali dialami kelompok usia lanjut. Tidak menutup kemungkinan OA muncul pada usia, umumnya di picu cedera pada lutut. Struktur penumpu beban pada lutut adalah meniscus. Meniscus sering disebut sebagai bantalan sendi, jaringan ini membantu mengurangi tekanan pada tulang rawan sendi. Fungsi utama meniscus menyerap gaya tekan. Kerusakan pada meniscus akan memicu masalah pada tulang rawan sendi, serta mengganggu pergerakan lutut penderitanya. Struktur Penunjang Lain Sendi Lutut Cairan sendi atau dalam dunia kedokteran disebut sebagai synovial fluid berfungsi sebagai pelumas dan mengurangi gesekan antar tulang rawan. Cairan synovial menempel di permukaan tulang rawan secara menyeluruh. Volume cairan synovial sekitar 0,5 – 4 ml pada satu sendi dengan kekentalan tertentu. Secara alami cairan synovial diproduksi oleh kelenjar synovial yang terdapat disekitar lutut manusia. Kapsul sendi, merupakan struktur penunjang penting lain yang ada pada lutut. Kapsul sendi berfungsi sebagai barrier sendi. Kapsul sendi juga membantu distribusi atau penyebaran cairan synovial sehingga lutut dapat berfungsi secara efektif. Bursa, merupakan struktur penunjang lain pada knee joint. Bursa berbentuk kantong kecil yang berisi cairan kental (mirip putih telor). Bursa memiliki fungsi sebagai bantalan antara tulang dengan tendon atau otot. Bursa mampu mencegah gesekan langsung antara tendon, otot dan tulang saat lutut bergerak. Saat bursa mengalami iritasi hal ini akan menimbulkan rasa sakit pada lutut, sehingga menggangu aktivitas penderitanya. Sangat kompleks bukan jaringan lutut kita? Di hampir semua komponennya, walau kecil, sangat berperan pada kualitas fungsi sendi lutut. Gangguan atau masalah kesehatan baik diakibatkan cedera mekanik atau faktor degeneratif, akan mempengaruhi struktur sekitarnya. Saat knee joint kita mengalami masalah yang tidak kunjung sembuh, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter di Lamina Pain and Spine Center dengan Prof dr Darto Satoto, SpAn atau dengan dr Ibrahim Agung SpKFR.

Sakit Pada Lutut, Jangan Anggap Remeh, Cegah Dengan Ini

Sakit pada lutut

Sakit pada lutut bisa bersumber dari struktur tulang lutut seperti sendi lutut, tempurung, ligamen hingga tulang rawan. Dokter memerlukan keahlian hingga pemeriksaan penunjang lain untuk memastikan diagnosis nyeri pada lulut seorang pasien. Pada kebanyakan individu dengan nyeri lutut umumnya hanya memiliki gejala ringan. Tetapi pada beberapa orang akan mengalami rasa sakit yang luar biasa. Mengidentifikasi lokasi sakit pada lutut sangatlah penting, karena akan menunjukkan penyebab utama rasa sakit yang dialami pasien. Nyeri lutut dapat terjadi di semua umur, meski lebih sering dialami pasien usia lanjut aau mereka dengan obesitas (kelebihan berat badan). Tanda dan Gejala Nyeri Lutut Ada beberapa gejala atau tanda yang akan muncul pada mereka dengan masalah kesehatan sendi lutut. Dan yang paling umum terjadi adalah rasa sakit atau nyeri ketika berjalan atau posisi tertentu. Selain itu mereka dengan masalah kesehatan lulut akan mengalami pembengkakan, kekakuan sendi dan krepitasi (terdengar bunyi “klik” saat lutut digerakkan). Meski bisa sembuh dengan sendirinya, saat kesehatan lulut Anda terganggu dan waktunya lebih dari 2 bulan, ada baiknya Anda memeriksakan kondisi Anda ke dokter, untuk dilakukan pemeriksaan dan terapi lebih lanjut. Nyeri lutut pada orang dewasa, dapat disebabkan karena trauma seperti jatuh, keseleo, hingga cedera saat olahraga. Selain itu nyeri lutut juga dapat disebabkan adanya kelainan diluar lutut seperti lemahnya otot paha, cedera ligamen, masalah sendi panggul, hingga kelainan tulang belakang (syaraf kejepit) yang memerlukan penanganan segera. Kapan Penderita Nyeri pada Lulut Datang ke Dokter Orang dengan masalah kesehatan lutut disarankan segera menghubungi dokter apabila mengalami satu atau lebih kondisi di bawah ini, diantaranya: 1. Sedang melakukan terapi fisik atau rehabilitasi namun gejala yang dialami semakin parah 2. Lutut Anda mengalami perubahan bentuk secara anatomi 3. Penderita nyeri lutut yang disertai dengan demam, kemerahan atau rasa panas di lutut, hingga pembengkakan pada lutut 4. Nyeri lutut yang disertai dengan mati rasa pada betis 5. Penderita nyeri lutut yang tidak dapat melakukan aktivitas berjalan akibat nyeri yang dialami Saat Anda memiliki satu atau lebih kondisi diatas, jangan lagi menunda melakukan pemeriksaan ke klinik khusus nyeri atau dokter spesialis anastesi intervensi, dokter spesialis rehabilitasi medik untuk penanganan segera. Penyebab Nyeri Lutut Ada banyak penyebab sakit pada lutut, termasuk diantaranya cidera ligamenyang disebabkan karena terkilir atau robek. Tulang rawan sendi lutut yang robek, hingga peradangan sendi pada tempurung lutu. Dari beberapa kepustakaan yang ada disebutkan beberapa penyebab tersering nyeri lutut diantaranya : 1. Terkilir atau tegang 2. Cedera meniskus (bantalan lutut) atau pada tulang rawan 3. Osteoartritis 4. Tendonitis 5. Bursitis 6. Perdarahan bagian dalam sendi lutut 7. Penyakit Osgood-Schlatter 8. Rematik sendi lutut 9. Infeksi pada sendi lutut dikenal juga sebagai arthtritis septic Faktor Risiko Sakit pada Lutut Ada banyak faktor risiko yang berperan dalam kejadian nyeri lutut, pada Anda, diantaranya adalah : 1. Obesitas atau kelebihan berat badan 2. Masalah biomekanik sendi lutut. 3. Kurangnya fleksibilitas atau kekuatan otot-otot lutut 4. Olahraga-olahraga high impact dengan tumpuan utama pada kaki atau lutut 5. Orang yang memiliki riwayat cedera lutut sebelumnya Pilihan Terapi Sakit pada Lutut Terapi nyeri lutut berbeda-beda tergantung penyebab utamanya. Seperti contoh nyeri pada tempurung lutut dapat diatasi dengan terapi fisik untuk memperkuat otot kuadrisep (paha depan), serta dengan melakukan peregangan pada otot hamstring (paha belakang) hingga otot betis (kaki bagian bawah). Baca juga : Nyeri lutut pada remaja Untuk sakit pada lutut yang disebabkan cedera ligamen, umumnya seringkali sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, atau dengan istirahat cukup. Ligamen yang robek pada lutut terkadang memerlukan imobilisasi yang diikuti terapi fisik aktif. Apabila sakit pada lutut tidak berkurang, bahkan semakin berat. Tidak menutup kemungkinan dokter akan menyarankan tindakan operasi minimal seperti artroskopi untuk memperbaiki kerusakan yang ada di Lamina Pain and Spine Center. Paska tindakan operative, aktivitas ringan sudah dapat dilakukan perlahan. Dimulai dengan aktivitas berjalan atau latihan menggunakan sepeda statis. Cara Lain Atasi Sakit pada Lutut Di rumah Anda dapat melakukan terapi sederhana untuk mengatasi sakit pada lutut, diantaranya dengan; 1. Memperbaiki gaya hidup 2. Konsumsi obat sesuai resep dokter 3. Kurangi atau hindari aktivitas yang menyebabkan munculnya rasa sakit pada lutut 4. Lakukan aktivitas secara perlahan

Vitamin Saraf Tulang Belakang Yang Dianjurkan Dokter

Vitamin saraf tulang belakang

Neuropati mengambarkan sebuah kondisi medis yang menyebabkan saraf mengalami iritasi yang ditandai dengan gejala nyeri, kondisi ini dapat terjadi pada seluruh tubuh termasuk diantaranya tulang belakang. Neuropati muncul sebagai komplikasi dari penyakit lain seperti diabetes atau efek samping dari terapi kemo pada penderita kanker. Baru-baru ini penelitian menunjukan vitamin dapat mengatasi masalah saraf ini, termasuk pada tulang belakang. Selain memberikan manfaat dan dapat menghilangkan gejala neuropati, vitamin juga mampu menjaga kesehatan tubuh kita dari beberapa kondisi penyakit lain. Saat Anda mengalami masalah saraf seperti pada bagian tulang belakang, vitamin dapat memberikan harapan. Vitamin atau suplemen, bisa dikombinasikan dengan terapi obat untuk mengatasi nyeri tulang belakang, atau dikombinasikan dengan terapi rehabilitasi untuk mengurangi gejala akibat permasalahan saraf. Baca juga : Pantangan syaraf kejepit Namun perlu diketahui, penggunaan vitamin syaraf untuk masalah tulang belakang bukan bertujuan untuk menggantikan terapi obat yang diberikan dokter. Berikut ini beberapa vitamin saraf yang dianjurkan dan bisa membantu mengatasi masalah nyeri atau iritasi pada syaraf tulang belakang, diantaranya; Vitamin B untuk Saraf Tulang Belakang Kandungan vitamin B diketahui bermanfaat mengatasi neuropati atau masalah syaraf, termasuk saraf tulang belakang. Vitamin B akan mengembalikan fungsi system saraf. Bahkan tak jarang neuropati perifer yang ditandai dengan kesemutan atau kebas di ujung jari kaki dan tangan dapat disebabkan oleh kurangnya asupan vitamin B. Kandungan vitamin B yang dimaksud harus mencakup vitamin B1 (thiamine dan benfotiamine), B6 dan B12. Atau sering juga kita menyebutnya dengan vitamin B komplek. Baik benfotiamine maupun thiamine adalah tururnan dari vitamin B1 yang keduanya mampu mengurangi rasa nyeri dan inflamasi serta mencegah kerusakan sel. Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa menemukan makanan yang kaya akan fitamin B diantaranya; daging, sea food, telur, dan sayur-sayuran. Bahkan dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa suplementasi vitamin B, mampu mengatasi kerusakan saraf. hal ini dikarenaan viatamin B dapat mempercepat regenerasi jaringan saraf dan fungsinya. Asam Alpha Lipoic Alpha lipoic acid memiliki kandungan vitamin anti oksidan baik yang berguna dalam perbaikan kerusakan saraf tulang belakang. Ia juga dapat sebagai terapi pada kasus neuropati yang disebabkan penyakit diabetes atau saat terapi kanker. Asam alpha lipoic juga dapat menurunkan kadar gula darah, memperbaiki fungsi saraf, serta dapat mengatasi keridaknyaman pada tangan dan kaki yang meliputi; Rasa sakit Kesemutan Kaku Bengkak Rasa seperti terbakar Sebagai vitamin atau suplemen asam alpha lipoc dapat diberikan secara intravena. Untuk penggunaan dalam bentuk kapsul disarankan dengan dosis harian antara 600 sampai dengan 1200 mg. makanan harian yang mengandung banyak asam alpha lipoic diantaranya; Hati ayam atau sapi Daging merah Brokoli Bayam Acetyl L Carnitine Ini merupakan asam amino yang kaya akan kandungan anti oksidan. Selain berfungsi meningkatkan energy pada tubuh, acetyl L carnitine juga mampu meningkatkan kesehatan saraf, serta mengurangi rasa sakit akibat malah neuropati seperti pada safaf tulang belakang. Dosis yang dianjurkan untuk konsumsi harian adalah 500 mg dua kali sehari. Berikut jenis makanan yang banyak mengandung acetyl L carnitine diantaranya, daging dan ikan. Curcumin pada Kunir Sebagai Vitamin Saraf Tulang Belakang Kunir, merupakan herba yang banyak digunakan penduduk Indonesia. Herba ini ternyata dapat berfungsi sebagai anti inflamasi, kaya antioksidan dan dapat menghilangkan rasa sakit. Dari beberapa kepustakaan kunir juga bisa mengatai pembengkakan atau kesemutan baik pada tangan atau kaki. Dalam sebuah studi dikatakan bahwa ekstrak kunir atau kurkumin ini dapat sebagai terapi neuropati, setelah konsumsi selama kurang lebih 14 hari. Ia memiliki efek yang baik dalam terapi nyeri, inflamasi dan juga gangguan fungsi saraf lainnya. Minyak Ikan Minyak ikan ternyata juga baik untuk mengatasi masalah syaraf tulang belakang, vitamin minyak ikan memiliki efek anti inflamasi yang baik dan mencegah kerusakan syaraf. Dosis harian untuk vitamin minyak ikan pada saraf tubuh atau tulang belakang adalah 2400 – 5400 mg/ hari. Asam omega 3 dalam minyak ikan bisa anda temukan pada beberapa jenis makanan sebagai berikut, diantaranya; Salmon Kacang Sarden Minyak kanola Kedelai Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi customer care relation officer Lamina Pain and Spine Center.

Nyeri Pinggang Saat Haid, 6 Cara Mengatasinya Di Rumah

Nyeri pinggang saat haid

Saat haid atau periode menstruasi hadir, kaum hawa akan mengalami beberapa kondisi fisik dan psikis, seperti nyeri pada payudara, kram di perut, hingga kemungkinan sakit pada pinggang. Kondisi ini tentunya mengganggu aktivitas harian wanita dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Meskipun dapat hilang dengan sendirinya, namun ada beberapa cara diketahui mampu mengurangi sakit pinggang saat haid. Harus dipahami, cara-cara ini juga cukup sederhana dan dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri pinggang saat haid di rumah. Selain itu penting diketahui terlebih dulu penyebab terjadinya sakit pinggang saat haid agar Anda dapat menemukan penanganan yang tepat. Penyebab Nyeri Pinggang Saat Haid Penyebab utama nyeri pinggang saat haid disebabkan oleh perubahan hormon. Data yang diambil dari Journal of Exercise Rehabilitation menyebutkan bahwa sakit pinggang saat haid dipicu oleh prostaglandin yang menyebabkan rahim berkontraksi terlalu kuat. Selanjutnya memotong pasokan oksigen ke beberapa otot di sekitarnya. Studi lain mengungkapkan, bahwa prostaglandin menyebabkan rasa sakit pada rahim dan perut. Kemudian juga dapat menyebabkan rasa mual, sakit kepala, dan diare. Rasa sakit yang dirasakan wanita saat haid selain pada pinggang juga dirasakan di sekitar perut, payudara, panggul, dan bahu. Setelah menstruasi, peningkatan ambang nyeri juga dapat dirasakan pada area perut dan panggul wanita. “Banyak wanita mengalami nyeri pinggang saat haid. Rasa nyeri ini muncul dari rahim yang berkontraksi dan melepaskan lapisan yang telah menumpuk sejak siklus mestruasi terakhir,” ujar Dr Ibrahim Agung SpKFR dari Lamina Rehab. Baca juga : Sakit pinggang pada dewasa The American College of Obstetricians and Gynecologists juga menyatakan, sakit pinggang saat haid merupakan gangguan siklus menstruasi pada wanita yang paling sering terjadi. Dalam dunia kedokteran nyeri saat hait dan setelahnya ini disebut sebagai dismenore. Meski demikian, sakit pinggang saat haid dapat menjadi tanda kondisi kesehatan lain yang lebih serius. Dalam kondisi ini kemungkinan dibutuhkan penanganan medis yang lebih intensif seperti pada kasus endometriosis, adenomyosis, infeksi panggul, hingga kemungkinan fibroid rahim. Untuk memastikannya dokter memerlukan pemeriksaan penunjang lain hingga didapatkan diagnosis yang tepat untuk dilakukan penaganan yang tepat dan adekuat juga. Cara Mengatasi Nyeri Pinggang Saat Haid Mengatasi sakit pinggang saat haid dapat dilakukan dengan cara-cara sederhana, atau dilakukan dengan pengobatan rumahan. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan meliputi: Istirahat yang cukup dan menjaga tubuh tetap rileks. Saat tubuh melakukan instirahat, Anda disarankan untuk minum banyak air agar tubuh tetap terhidrasi. Konsumsi makan-makanan yang sehat, bila perlu tambahkan suplemen gizi dengan vitamin B dan magnesium. Mandi dengan air hangat dapat dilakukan untuk mengurangi sakit pinggang saat haid. Anda juga dapat menggunakan bantal pemanas atau handuk yang direndam air hangat untuk mengurangi sakit pinggang saat haid. Olahraga secara teratur. Wanita yang rutin melakukan kegiatan olahraga secara teratur, terbukti lebih minim risikonya mengalami nyeri pinggang saat haid. Aktivitas olahraga yang dianjurkan pada kondisi ini seperti yoga atau pilates. Selama periode haid, sebaiknya hindari konsumsi minuman atau makanan dengan kafein atau cokelat yang tinggi. Hindari juga konsumsi alkohol dan rokok. Konsumsi obat seperti acetaminophen atau obat antiinflamasi, seperti ibuprofen dan naproxen beberapa hari sebelum menstruasi bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya sakit pinggang saat haid. Saat Nyeri Tetap Ada Saat Anda sudah melakukan beberapa cara diatas, namun nyeri pinggang saat dan sesudah haid masih ada. Terlebih disertai gejala lain berupa kelemahan pada kaki, punggung terasa nyeri atau kebas di salah satu kaki. Sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan medis segera ke dokter Lamina Pain and Spine Center.

Makanan Yang Mengandung Glukosamin Tinggi Di Sekitar Kita

Salmon jenis makanan yang mengandung glukosamin tinggi

Bagi Anda pencinta olahraga atau aktivitas fisik di luar, seperti jogging atau sekedar jalan-jalan santai di taman bersama rekan. Anda akan merasa sangat sedih saat terjadi masalah kesehatan pada sendi atau lutut Anda? Masalah persendian meski jarang mengancam nyawa penderitanya, kondisi ini diketahui dapat menghambat aktivitas atau mobilitas harian Anda. Ternyata ada cara untuk mencegahnya, salah satunya dengan konsumsi makanan yang mengandung glukosamin tinggi. Masalah kesehatan sendi yang tidak segera diatasi, akan mengganggu aktivitas Anda. Cara paling mudah untuk menjaga kesehatan sendi, cukup memperhatikan asupan makanan harian. Sangat disarankan mengonsumsi makanan yang tinggi akan kandungan nutrisi dan vitamin. Utamanya jenis makanan yang mengandung glukosamin tinggi, sangat baik dan bermanfaat menjaga kesehatan sendi.   Makanan yang Mengandung Glukosamin Tinggi Ada beberapa makanan yang direkomendasikan untuk menjaga kesehatann persendian. Utamanya makanan yang mengandung glukosamin tinggi, termasuk diantaranya; 1. Cherry Buah cherry dengan karakteristik warna kulit buah yang merah tajam kaya akan kandungan naturan. Naturan dalam buah cherry memiliki efek anti inflamasi yang baik bagi tubuh manusia. Efek anti inflamasi ini sangat ampuh untuk melawan peradangan yang terjadi pada tubuh. Bahkan buah ceri dipercaya ampuh dalam mengatasi masalah persendian seperti nyeri pinggang atau masyarakat mengenalnya sebagai encok. Buah cherry juga merupakan sumber makanan yang mengandung glucosamine, yang baik untuk mengatasi masalah sendi pinggang, dan sendi tubuh lainnya. 2. Cabe Merah Cabe merah diketahui sebagai satu satu sumber vitamin C yangh cukup tinggi. Kandungan vitamin C dalam cabe merah sangat ampuh untuk mengatasi masalah persendian seperti sendi lutut. Dalam beberapa literatur diketahui kandungan vitamin C mampu membantu proses pembentukan kolagen dalam tubuh manusia dan sebagai makanan yang mengandung glucosamine. 3. Salmon Sumber Glokosamin Hewani Selain diketahui baik untuk perkembangan fungsi otak. Ikan salmon juga sangat baik untuk menjaga kesehatan persendian Anda. Daging ikan salmon merupakan makanan yang mengandung glucosamine tinggi yang ampuh mengatasi persoalan persendian seperti artritis. Dalam literatur konsumsi glukosamin 3 gr/ hari mampu meningkatkan fungsi sendi termasuk bantalan sendi dan produksi cairan pelumas sendi. 4. Sumsum Tulang Hewan Susum tulang hewan ternyata merupakan makanan yang mengandung glucosamine tinggi yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tulang dan persendian Anda. Sumsum tulang hewan diketahui sebagai sumber glokosamin hewani yang tinggi dan mudah di dapatkan di sekitar kita. Tidak heran jika banyak orang merekomendasikan sumsum tulang sebagai makanan yang baik untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi. Namun demikian perlu diperhatikan juga dampak lain dari konsumsi sumsum tulang belakang yakni meningkatnya kadar kolesterol dalam darah. Baca juga : Nyeri akibat kompresi arteri poplitea 5. Teripang Laut Teripang laut, meski banyak orang yang tidak mengenalinnya, ternyata mampu sebagai sumber makanan yang mengandung glukosamin tinggi. Yang selanjutnya mampu menjaga kesehatan persendian Anda. Chondroitin sulphate, yaitu senyawa yang ada dalam teripang laut yang juga ada pada tulang rawan manusia. Konsumsi teripang atau timun laut bisa dalam kondisi segar atau di keringkan. Teripang laut juga sering kita temui dalam ramuan tradisional china untuk pengobatan beberapa kondisi penyakit termasuk diantaranya sendi dan jantung.   Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi customer relation officer Lamina Pain and Spine Center. Terimakasih