Leher yang kaku, kadang kita kenal dengan kaku kuduk. Kaku kuduk sering dirasakan di leher belakang dan biasanya ditandai dengan rasa sakit atau nyeri sehingga sulit digerakkan. Terutama ketika mencoba memutar kepala ke salah satu sisi.

Padahal leher ini membantu menyangga dan menggerakkan leher serta melindungi saraf tulang belakang.

Sakit kepala, nyeri/sakit leher, nyeri pada bahu dan/atau nyeri pada lengan kadangkala menyertai kaku kuduk. Untuk menengok pun, seseorang perlu membalikkan seluruh tubuh ke arah yang dituju karena begitu nyerinya atau kakunya leher saat menengok.

Kaku kuduk bervariasi dalam intensitas nyerinya, dari rasa tidak nyaman biasa hingga nyeri ekstrem, seperti ditusuk, dan terbatas di area tersebut. Biasanya, bila dipaksakan menengok akan timbul nyeri yang luar biasa.

 

Penyebab Kaku Kuduk

kaku kuduk saraf leher terjepit
Ilustrasi : Kaku kuduk tanda masalah syaraf leher

Penyebab tersering antara lain otot sekitar leher kaku. Di area leher, terdapat otot levator scapula yang cukup rentan dengan cedera. Otot ini terletak di belakang dan sisi leher, yang menghubungkan tulang leher dengan tulang bahu dan dikontrol oleh saraf cervical III dan IV (C3 dan C4).

Baca juga : Skoliosis adalah

Otot levator scapula dapat menjadi kejang atau kaku akibat kegiatan harian yang Anda lakukan, misalnya:

Kaku kuduk juga kadangkala disebabkan oleh adanya masalah lain di tulang leher. Beberapa penyebab lainnya adalah:

Baca juga : Leher Terasa Sakit? Apa Yang Perlu Dilakukan

Kenali Gejalanya Kaku Kuduk

Nyeri pada leher menimbulkan beberapa gejala antara lain:

Perawatan Kaku Kuduk di Rumah

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu meredakan nyeri pada leher:

Mewaspadai Nyeri Leher

Nyeri leher yang disertai dengan gejala di bawah ini, perlu diwaspadai.

Kaku kuduk ini juga sering menjadi penanda adanya kondisi yang lebih serius, misalnya:

Dokter akan melakukan pemeriksaan berdasarkan keluhan dan nyeri yang dirasakan serta merekomendasikan pemeriksaan penunjang, seperti MRI untuk memastikan penyebab nyeri.

Bila dari hasil MRI terdapat jepitan saraf di leher, maka kemungkinan dokter akan melakukan tindakan antara lain percutaneous endoscopic cervical discectomy (PECD). Teknologi ini memiliki beberapa keunggulan yaitu sayatan minimal, tindakan hanya sekitar 45 menit, dan proses pemulihannya lebih cepat.

 

Untuk perbaikan nyeri yang diakibatkan saraf terjepit leher, bergantung pada sudah berapa lama kondisi jepitannya. Bila sudah terjadi lama, maka proses pemulihan akan membutuhkan waktu yang agak lebih lama dibandingkan dengan yang baru saja terjepit.

Pascatindakan, sebaiknya tidak melakukan aktivitas yang harus menundukkan kepala dalam waktu lama misalnya saat menggunakan handphone, dan tidak dianjurkan untuk mengangkat benda berat.

Klinik Lamina Pain and Spine Center memiliki teknologi terkini (endoskopi leher atau percutaneous endoscopic cervical discectomy/PECD) untuk atasi saraf terjepit di leher dan memiliki pakar nyeri dan tulang belakang yang sudah berpengalaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *