Punggung Belakang Nyeri Akibat Terlalu Lama Duduk

Punggung belakang nyeri sudah biasa terjadi, baik pada pekerja kantoran, pengemudi, penjahit, dan profesi lainnya. Artinya, kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja. Nah, tahukah kamu apa yang menjadi penyebab punggung belakang nyeri? Yap, salah satunya adalah terlalu lama duduk atau duduk dengan posisi yang kurang tepat.  Punggung belakang nyeri akibat terlalu lama duduk Penyebab paling umum adalah stres pada postur tubuh. Masalah ini sering sekali terjadi karena beragam hal, misalnya posisi tidur yang salah, posisi tubuh membungkuk dalam waktu lama, dan angkat beban berat. Namun, ternyata tekanan pada punggung bisa mencapai sembilan puluh persen saat seseorang sedang dalam posisi duduk, lho. Apalagi jika duduk dalam waktu lama. Ketika seseorang sedang duduk, tidak hanya bagian punggung saja yang mendapatkan tekanan tapi juga bagian leher dan tulang belakang, Apalagi jika posisi atau postur tubuhnya saat duduk kurang tepat. Ketegangan dan ketidakseimbangan pada ketiga bagian tersebut bisa terjadi. Misalnya, duduk saat bekerja dari rumah atau menyetir mobil dalam keadaan jalan macet atau menempuh jarak jauh. Duduk terlalu lama akan membuat fleksor pinggul berada dalam posisi yang lebih pendek. Hal ini dapat mencegah glute untuk aktif dan menyebabkan paha bagia belakang mendapatkan banyak beban yang berlebihan. Akibatnya, seseorang akan bisa mengalami kemiringan panggul anterior yang bisa menyebabnyak punggung bangian bawah merasa nyeri.  Posisis duduk yang salah Masih banyak orang yang kurang memperhatikan posisi duduk yang tepat atau egronomi yang buruk. Artinya egronomi adalah interaksi tubuh dengan lingkungan kerjanya. Buruknya egronomi kemudian meningkatkan risiko peregangan pada punggung dan cedera muskuloskeletal lainnya. Oleh sebab  itu, ketahui beberapa posisi duduk yang perlu seseorang hindari, yaitu: Posisi Tubuh dari Punggung ke Bawah Terlalu Melengkung  ke Depan Postur duduk seperti ini bisa  memberikan banyak tekanan pada punggungbawah. Jika tekanan  terlalu banyak, cakram intervertebralis yang merupakan bagian tulangbelakang untuk bantalan mengalami gangguan. Lalu,  rasa sakit akan muncul karena gangguan tersebut. Baca juga: Kelainan tulang belakang Posisi Kepala Maju Pada posisi ini, otot-otot yang menopang leher dan punggung atas akan mengalami ketegangan. Semakin kepala maju ke depan dan dalam waktu lama, nyeri-punggung bisa terjadi. Terlalu Condong ke Depan Posisi tubuh yang terlalu condong ke depan, maka tulangbelakang tidak akan mendapatkan dukungan sama sekali dari tubuh. Posisi ini bisa mengakibatkan ketegangan otot jangka panjang meskipun nyeri punggung bisa terasa jika posisinya tidak berubah.   Jika kamu memiliki keluhan tulang belakang nyeri, segera periksakan ke dokter. Ceritakan secara mendetail apa saja yang kamu rasakan dan aktivitas apa saja sebelum keluhan tersebut terasa.  

Pangkal Paha Sakit, Kenali Penyebab dan Pencegahannya

Pangkal paha sakit atau paha bagian ujung atas, penyebabnya bisa akibat dari melakukan banyak aktivitas berlebihan pada tubuh. Biasanya kondisi ini disebut  groin pain dan paling sering menyerang atlet yang fokus berolahraga pada bagian kaki. Groin pain  terjadi ketika bagian paha dalam (selangkangan) mendapatkan  tekanan yang kuat.  Sehingga mengakibatkan membuat otot-otot sekitar paha menjadi tegang atau bahkan robek. Lalu, apa yang menjadi penyebab utama pangkal paha sakit? Bagaimana cara  mencegahnya dan menanganinya? Penyebab pangkal paha sakit Penyebab lainnya adalah hernia inguinalis. Terjadi saat jaringan internal bergerak melalui titik lemah pada otot pangkal paha. Hal ini menyebabkan munculnya benjolan pada daerah selangkangan yang menyebabkan rasa sakit. Selain itu,  kondisi batu ginjal dan  patah tulang juga bisa menjadi penyebab  rasa nyeri ini.  Berikut beberapa faktor risiko umum yang bisa menyebabkan pangkal paha sakit: Tarikan pada otot, tendon, atau ligamen saat berolahraga Memiliki riwayat hernia atau memiliki kelemahan pada otot dinding perut Mengalami cedera atau penyakit pada sendi panggul Selain itu ada kondisi lain dari organ sekitarnya, misalnya: Infeksi saluran kencing (ISK) Adanya peradangan pada testis Batu ginjal Cara mencegah dan mengobati 1. Pemanasan sebelum olahraga Peregangan  sebelum olahrga dapat meningkatkan jangkauan gerak Anda dan mengurangi efek nyeri pada otot. 2. Jangan diforsir Hindari mengangkat benda yang terlalu berat. Jangan memaksakan diri. 3. Jangan hanya olahraga sesekali saja Cobalah berolahraga secara teratur dan jangan hanya pada akhir pekan saja. Jangan lupa gunakan teknik dan peralatan olahraga yang tepat. Saat olahraga, gunakan sepatu  olahraga yang nyaman dan sesuai dengan olahraga yang akan kamu lakukan.  Selain itu, perbanyak minum air putih untuk mencegah kram otot dan kekakuan pada kaki. Jika kamu mengalami pangkal paha sakit yang terus-menerus, sebaiknya segera melakukan konsultasi pada dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Selain itu, dokter juga tentunya akan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi dan penyebab nyeri tersebut. Jalani pola gaya hidup sehat, jangan terlalu sering mengangkat beban  berat dan hindari penggunaan celana yang ketat untuk menghindari paha sakit.  Nah, bagaiamana dengan penjelasannya? semoga bisa bermanfaat.

Paha Sakit, Apa Penyebabnya dan Bagaiman Mengatasinya?

Paha sakit yang seseorang rasakan, bisa terjadi akibat seringnya memakai celana jeans terlalu ketat.  Menggunakan celana jeans yang ketat akan memberikan tekanan pada area kaki sehingga akan menimbulkan gangguan  kesehatan tertentu. Gangguan kesehatan  yang sering muncul akibat celana jeans ketat, yaitu  meralgia paresthetica. Paha sakit akibat meralgia paresthetica  Berasal dari bahasa Yunani, meralgia paresthetica (MP)  artinya adalah  paha dan nyeri. Nama lain dari penyakit ini adalah sindrom Bernhardt-Roth atau neuralgia saraf kutaneus lateral. Penyebab kondisi ini adalah adanya  tekanan kuat yang  terus-menerus pada saraf femoralis pada bagian tungkai bawah. Gejala yang mungkin bisa kamu rasakan, meliputi paha sakit,  nyeri, kesemutan, mati rasa, rasa seperti  terbakar pada paha  luar. Selain itu, juga kadang akan muncul rasa nyeri saat menyentuh sesuatu yang memiliki suhu panas. Penyebab paha sakit Penyebab sakit paha ada dua faktor yaitu faktor mekanik dan metabolisme. Apa sih faktor mekanik dan metabolisme? simak penjelasannya. Faktor mekanik akibat cara berpakaian yang kurang tepat, misalnya terlalu ketat pakaian ketat. Selanjutnya ada juga akibat dari mengalami cedera langsung, spasme atau kaku otot, dan skoliosis. Faktor metabolisme akibat dari penyakit tertentu, misalnya  diabetes mellitus dan  keracunan timah hitam. Selain kedua faktor tersebut, ada juga fakto risiko lainnya yang bisa meningkatkan risiko mengalami MP ini. Obesitas sehingga berisiko menekan/menjepit saraf femoralis Kehamilan yang menyebabkan ukuran perut bertambah sehingga menekan pangkal paha. Diabetes Usia Penyebab lainnya, sciatica, pengapuran pada panggul, saraf kejepit (HNP) , dan spinal stenosis. Bagaimana cara mendiagnosisnya? Dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti  pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan penunjang (MRI, EMG) dan  tes konduksi saraf. Pemeriksaan dengan rontgen, MRI, atau  CT scan berguna untuk membantu dokter mendiagnosis. Pengobatannya Bergantung pada Penyebab Pengobatan MP berfokus untuk membebaskan jepitan atau tekanan pada saraf. Cara untuk mengatasinya, bisa dengan hal berikut ini: Menggunakan pakaian yang cukup longggar Mengurangi berat badan yang berlebihan Menjaga berat badan tetap ideal Mengonsumsi obat anti-nyeri Kompres es pada bagian  yang nyeri Jika keluhan tetapp saja kamu rasakan  hingga lebih dari dua bulan atau sakit paha memburuk, maka dokter kemungkinan merekomendasikan injeksi steroid. Pengobatan ini dapat membantu meredakan peradangan dan rasa nyeri. Begitu pula dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan penyebabnya.

Telapak Kaki Panas, Gejala Apakah Ini?

Telapak kaki panas seperti terbakar, mungkin kamu sedang mengalami gangguan fungsi saraf tepi atau neuropati perifer.  Penyebab telapak kaki panas bervariasi. Bisa karena banyaknya aktivitas, seperti plantar faciitis, atau penggunaan alas kaki yang tidak nyaman. Hal ini bisa teratasi dengan beristirahat. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi karena adanya gangguan kesehatan. Salah satunya adalah diabetes yang  bisa  menyebabkan komplikasi berupa neuropati perifer. Lebih lanjut, penyebab neuropati perifer juga bisa karena kekurangan vitamin B, kebiasaan minum alkohol, asam urat, bahkan AIDS, Telapak kaki panas akibat kerusakan saraf Neuropati perifer terjadi saat serabut saraf mengalami kerusakan. Saraf tepi yang mengalami kerusakan,  cenderung lebih aktif, mengakibatkan kesalahan pengiriman sinyal ke otak. Sinyal rasa nyeri ketika sumber nyeri sebenarnya tidak ada. Hal ini kemudian akan membuat  saraf menjadi sangat sensitif pada sentuhan. Keluhan neuropati perifer pada setiap orang bisa berbeda-beda. Ada yang bisa merasakan rasa panas terbakar, ada juga yang ringan saja. Selain itu, ada juga yang bisa merasakan kesemutan. Lalu, jika saraf sudah benar-benar rusak, penderita akan menglami mati rasa. Tingkat kerusakan saraf pada kondisi neuropati perifer Mononeuropati Berarti kerusakan saraf tepi tunggal. Kondisi ini bisa terjadi karena mengalami cedera, sering melakukan gerakan yang sama berulang-ulang, atau menahan posisi yang sama dalam waktu lama. Polineuropati Kerusakan saraf pada beberapa saraf tepi dalam waktu bersamaan. Penyebabnya antara lain, kekurangan vitamin B, gagal ginjalm kanker dan kebiasaan minum-minuman beralkohol. Jenis yang paling umum dari kondisi ini adalah neuropati diabetik akibat dari penyakit diabetes.  Mengenali Gejala Neuropati Perifer Agar bisa memastikan penyebab telapak kaki panas akibat neuropati perifer, perhatikan gejala-gejala berikut ini yang kemungkinan akan muncul: Kaki seperti ada yang membungkus, rasanya sedang pakai kaus kaki Lemah dan terasa berat pada bagian kaki saat menggerakannya Ada rasa seperti getaran halus atau rasa nyeri yang muncul mendadak pada bagian permukaan kaki Nyeri yang menusuk Keringat berlebih Disfungsi seksual pada pria Untuk mencegah hal ini terjadi, mulailah menjaga pola gaya hidup yang sehat dengan rutin olahraga, penuhi vitamin dan mineral pada tubuh dan gunakan kaos kaki yang nyaman. Namun, jika gejal sudah mulai terasa, segera periksakan diri dengan dokter untuk segera mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Alami Betis Sakit Apa Penyebabnya?

Betis sakit yang pada awalnya ditandai dengan nyeri punggung kemudian menjalar ke betis bukan lagi hal yang tidak biasa. Kondisi ini cukup sering terjadi pada siapapun. Penyebabnya beragam bergantung pada struktur mana yang mengalami keluhan. Seperti gangguan pada otot pada bagian punggung, saraf, pembuluh darah,  persendian pada tulang belakang, dan masih banyak lagi. Penyebab Nyeri Punggung Menjalar Hingga Betis Sakit Gangguan tersebut bisa karena beberapa hal berikut ini: Ischialgia Skiatika Hernia nukleus pulposus Skoliosis Stenosis spinal Pergeseran tulangbelakang Radang sendi Postur tubuh yang kurang baik Trauma pada punggung Terlalu lama duduk Penyebab betis sakit lainnya Selain, penyebab dari nyeri punggung yang menjalar hingga betis, betis sakit bisa juga terjadi karena beberapa hal. Berikut yang menjadi penyebab betis sakit. 1. Cedera  Cedera akibat benturan dengan benda tumpul, terjatuh atau ketendang pada area betis saat olahrga bisa memunculkan rasa nyeri dan juga memar. Namun, jika cederanya ringan biasanya keluhan tersebut akan hilang dengan sendirinya. 2. Kram otot Kondisi ini bisa terjadi akibat aktivitas atau olahraga yang kamu lakukan secara berlebihan. Hal ini bisa menimbulkan kontraksi mendadak pada otot betis yang kemudian akan membuat kamu merasakan nyeri. Keluhan ini bisa terjadi dalam hitungan detik hingga menit.  Bisa juga terjadi secara tiba-tiba saat tidur di malam hari. Selain aktivitas dan olahraga berat yang kamu lakukan secara berlebihan,  kondisi lainnya yang dapat memicu kram otot, yakni: Dehidrasi Tubuh kekurangan kalium, magnesium, dan kalsium Gagal ginjal Terlalu banyak konsumsi minuman beralkohol Kelainan saraf Diabetes 3. Keseleo atau terkilir Kondisi ini terjadi akibatmengalami  kelelahan, aktivitas yang membuat otot bekerja terlalu berat, atau melakukan olahraga tanpa pemanasan. 4. Achilles tendinitis Kondisi ini terjadi bisa karena alami cedera, gerakkan yang salah saat olahraga, dan aktivitas berlebihan yang kemudian menyebabkan peradangan pada tendon Achilles (Achilles tendinitis). Selain itu,gangguan ini juga bisa dipicu oleh bone spur, yaitu pertumbuhan tulang baru yang mengganggu pelekatan tendon Achilles ke tulang tumit. 5.  Varises Varises atau varicose veins  akibat melemahnya katup pada pembuluh vena yang membawa aliran darah balik dari kaki ke jantung. Diagnosis nyeri punggung menjalar hingga betis sakit Namun, untuk memastikan penyebab keluhan secara tepat  harus melakukan pemeriksaan secara langsung.  Dokter akan melakukan wawancara, pemeriksaan fisik, dan bila perlu melakukan pemeriksaan penunjang seperti rontgen atau MRI dan tes darah. Kemudian,  dokter akan memberikan penanganan lanjutan sesuai dengan kondisi pasien. Tips pencegahan Beberapa tips yang bisa kamu lakukan: Lakukan relaksasi Olahraga teratur Istirahat cukup Perbaiki postur dan posisi tubuh Kompres hangat Hindari mengangkat benda berat Oleskan pereda nyeri topikal Konsumsi obat anti nyeri bila perlu Minum air putih Semoga, artikel kali ini bisa bermanfaat ya…  

Bahaya! Penggunaan Sepatu Hak Tinggi Bisa Merusak Tulang!

Sepatu hak tinggi

Sepatu hak tinggi atau high heels merupakan salah satu penunjang penampilan yang sering wanita gunakan untuk kegiatan sehari-hari. Selain membuat postur tubuh menjadi lebih tinggi dan ramping, sepatu hak tinggi juga menjadi salah satu penunjang kepercayaan diri wanita. Namun, sayangnya tak banyak yang tahu bahwa sepatu hak tinggi dapat menimbulkan beberapa dampak masalah kesehatan jika terlalu sering digunakan salah satunya adalah kerusakan tulang atau osteoarthritis. Dampak penggunaan sepatu hak tinggi Melansir dari jurnal artikel kesehatan menyebutkan bahwa 80% cedera yang terjadi akibat menggunakan sepatu hak, berpusat di area tumit dan kaki. Sedangkan 20% lainnya berdampak pada area lutut, area badan, bahkan hingga leher dan kepala. Sepatu hak tinggi dapat membahayakan penggunanya apabila di gunakan terlalu sering. Hal ini karena, saat memakai sepatu hak, maka seluruh berat badan akan bertumpu pada kaki sehingga dapat menyebabkan area tersebut menjadi tertekan terutama di bagian tulang kering (tumit). Inilah sebabnya mengapa kamu sering merasakan nyeri saat terlalu lama menggunakan high heels. Selain itu, menggunakan sepatu jenis ini terlalu sering juga bisa menimbulkan masalah kesehatan lainnya seperti: Nyeri Seperti penjelasan di atas, terlalu sering menggunakan sepatu tinggi menyebabkan rasa nyeri pada area tumit karena tekanan. Selain itu, nyeri juga dapat menjalar ke area punggung. Hal ini terjadi karena terjadinya perubahan pada postur tubuh ketika terlalu sering menggunakan sepatu hak tinggi. Perubahan postur tubuh Saat terlalu sering menggunakan high heels, postur tubuh menjadi tak seimbang, karena saat menggunakan high heels, bagian atas tubuh akan condong ke depan. Lama kelamaan, postur tubuh menjadi  berubah. Pengapuran tulang Selain dapat menimbulkan nyeri, merubah postur tubuh, penggunaan sepatu hak tinggi juga bisa menyebabkan pengapuran tulang/osteoarthritis atau kerusakan tulang rawan. Bagaimana hak tinggi merusak tulang Wanita pengguna high heels berisiko terkena kerusakan tulang belakang hingga tulang kaki. Hal ini terjadi karena, saat seseorang menggunakan high heels, maka postur tubuh menjadi tidak seimbang, tulang bagian dada akan membusung/melengkung ke depan (lordosis), sehingga dapat menyebabkan tulang bagian belakang mengalami kerusakan. Selain itu, tulang paha bagian belakang juga rentan mengalami kejang otot, hingga menyebabkan postur tubuh mengalami perubahan. Selain itu, kerusakan tulang pada pengguna high heels juga dapat menimbulkan risiko saraf kejepit hingga kelumpuhan. Baca juga: Pengapuran Tulang atau Osteoartritis Ini Cara Pengobatannya Tips menggunakan high heels Nah, agar tidak menimbulkan masalah berbahaya seperti kerusakan tulang yang membahayakan kesehatan, sebaiknya mengikuti tips penggunaan high heels di bawah ini! Tidak menggunakan high heels yang tidak terlalu kecil. Gunakanlah sepatu yang memiliki bantalan agar lebih nyaman. Sebaiknya gunakan high heels yang tidak lebih dari 5 cm. Tidak menggunakan high heels dengan tinggi yang sama selama lebih dari dua hari. Jangan memilih high heels dengan ujung yang lancip. Pilihlah sepatu yang memiliki ukuran hak yang tebal. Segera berhenti menggunakan sepatu tinggi jika sudah mulai mengalami nyeri pada tumit. Segeralah melakukan konsultasi dengan dokter jika nyeri pada bagian tumit, punggung, hingga leher tidak hilang dalam waktu berminggu-minggu.

Kelumpuhan Wajah Melorot Mulai Menyerang Kaum Muda!

Kelumpuhan wajah melorot atau bell's palsy

Kelumpuhan pada wajah atau yang terkenal dengan nama Bell’s palsy dalam dunia medis sering dihubungkan dengan penyakit stroke atau hanya menyerang para lansia. Tak banyak yang tahu, ternyata penyakit ini juga bisa menyerang kaum muda. Tak hanya bisa membuat wajah menjadi melorot/asimetris, ternyata kelumpuhan wajah juga bisa menjadi tanda penyakit yang berbahaya. Yuk kenal apa itu bell’s palsy di bawah ini! Apa itu kelumpuhan wajah Kelumpuhan wajah merupakan kondisi di mana penderitanya merasakan hilangnya kontrol pada otot/saraf yang ada pada bagian wajah secara tiba-tiba pada satu sisi wajah. Sering disalahartikan sebagai pertanda penyakit stroke pada lansia, namun tak banyak yang tahu bahwa lumpuhnya wajah bisa terjadi pada remaja hingga anak kecil. Baca juga: Nyeri Wajah Paling Tak Tertahankan Adalah Trigeminal Neuralgia Penyebab yang terjadi pada kaum muda Lumpuhnya satu sisi wajah terjadi akibat saraf yang mengendalikan otot-otot pada wajah menjadi membengkak atau meradang. Saraf yang meradang tersebut tidak mampu mengirimkan sinyal ke otak seseorang. Sehingga saraf yang mengontrol mata, air liur, dan indera perasa juga dapat terpengaruh. Inilah yang menyebabkan penderitanya sulit mengontrol wajah mereka, sehingga satu sisi wajah nampak melorot. Ada beberapa yang menjadi penyebab lumpuhnya wajah pada anak muda, antara lain: Gaya hidup yang tidak sehat Gaya hidup kurangnya olahraga, atau gerak membuat tubuh kamu mudah terkena penyakit berbahaya. Salah satunya stroke dan diabetes, yang saat ini mulai menyerang para anak muda. Kedua penyakit ini juga dapat menyebabkan kelumpuhan pada wajah yang membuat satu sisi wajah menjadi melorot. Terlalu banyak konsumsi makanan tak sehat Makanan yang tidak sehat seperti junk food, makanan manis dan lainnya mampu membuatmu terserang penyakit stroke, hingga diabetes, jantung, dll. Penyakit di atas juga rentan menyerang saraf dan otot pada tubuh, termasuk are wajah yang menjadi penyebab bell’s palsy. Flu Penyakit flu juga menjadi salah satu masalah yang menyebabkan salah satu sisi wajah menjadi melemah atau melumpuh yang menjadi salah satu penyebab bell’s palsy. Penyembuhan Kelumpuhan pada wajah bisa hilang dengan sendirinya, namun pada beberapa kasus bell’s palsy ini dapat datang kembali akibat faktor stres atau pola hidup. Untuk itu, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi masalah lumpuhnya wajah yang melorot. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi obat/vitamin, obat anti-virus (kebanyakan bells palsy disebabkan oleh virus), dan yang terakhir adalah senam wajah dengan fisioterapi. Fisioterapi untuk kelumpuhan wajah Fisioterapi merupakan serangkaian tindakan yang bertujuan sebagai terapi rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi tubuh agar kembali normal. Terapi ini bisa menjadi salah satu opsi yang bisa penderita bell’s palsy agar sistem saraf dan otot kembali dapat berfungsi normal kembali. Menurut beberapa penuturan dari penderita Bell’s palsy menyebutkan bahwa fisioterapi dapat membuat mereka cepat pulih. Selain itu, semakin cepat kamu melakukan konsultasi dengan dokter maka semakin cepat juga bell’s palsy akan pulih. Kamu bisa loh, melakukan konsultasi mengenai bells palsy melalui Klinik Lamina Pain and Spine Center. Konsultasi secara langsung maupun melalui layanan online!  

Nyeri Pinggang Belakang Hilang dengan Metode PSLD!

Obat Syaraf Terjepit di Pinggang

Nyeri pinggang merupakan hal yang umum terjadi pada orang dewasa. Selain menyebabkan penderitanya merasakan sakit, nyeri pinggang juga dapat membuat aktivitas para penderitanya terganggu. Salah satu penyebab sakit pinggang belakang adalah stenosis spinal, atau yang terkenal dengan nama penyempitan tulang.  Seperti yang dialami oleh Nora Kurniawati, salah seorang pasien di Lamina Pain and Spine Center, ia mengalami sakit yang luar biasa pada bagian pinggang yang membuatnya tak mampu untuk berjalan. Lalu, akhirnya ia memutuskan untuk berobat di Klinik Lamina dan dokter langsung merekomendasikan untuk segera melakukan MRI. Apa itu MRI Magnetic Resonance Imaging merupakan metode pemeriksaan organ tubuh yang menggunakan magnet dan gelombang radio, yang dokter gunakan untuk membantu diagnosis penyakit pada pasien. Pemeriksaan menggonalan teknologi MRI ini banyak di gunakan untuk memeriksa otak, tulang belakang, pembuluh darah, dan organ-organ lainnya. Pemeriksaan ini tak hanya efektif untuk menemukan abnormalitas dalam organ tubuh, tetapi juga cukup aman karena tidak terlalu memancarkan radiasi cahaya. Sehingga, ibu hamil pun bisa melakukan pemeriksaan ini. Selain itu, teknik MRI juga sering diterapkan pada pasien di Klinik Lamina Center untuk membantu mendiagnosa penyakit, sehingga dokter bisa menentukan metode yang tepat untuk penanganannnya. Tindakan PSLD Setelah melakukan tindakan MRI, dokter akhirnya merekomendasikan Nora untuk melakukan pengobatan dengan PSLD (Percutaneous Stenoscopy Lumbar Decompression). Metode ini menggunakan teknologi dekompresi endoskopi. Alat tersebut akan masuk ke dalam tubuh pasien, untuk melihat kelainan dan menunjukan jaringan otot yang bermasalah. Lalu, ketika sudah menemukan otot yang bermasalah, dokter akan memotong bagian yang bermasalah tanpa harus memotong jaringan otot yang lainnya. Baca juga: PSLD, Adalah Teknologi Terkini Atasi Stenosis Tulang Belakang Keunggulan dari PSLD Ada beberapa kelebihan dari tindakan PSLD, di antaranya: Luka sayatan cenderung kecil, hanya sekitar 0,5 cm. Perdarahan minim. Pemulihan cepat sehingga pasien bisa langsung beraktivitas setelah tindakan. Risiko infeksi rendah, karena tidak merusak jaringan sekitanya. Hemat biaya. Prosedur melakukan PSLD Sebelum melakukan tindakan, dokter akan membius pasien dengan anestesia. Setelah itu, dokter akan memasukan alat dekompresi endoskopi ke area tubuh. Alat ini akan membantu dokter untuk menemukan saraf yang terganggu, dan memotong cakram hernia, sendi, atau tendon yang memberi tekanan pada saraf (penyebab nyeri pinggang belakang). Prosedur tindakan operasi PSLD hanya membutuhkan waktu sekitar 30-40 menit saja. Setelah itu, pasien akan sadar dan bisa langsung melakukan aktivitas kembali. PSLD di Klinik Lamina Klinik Lamina Pain and Spine Center, merupakan klinik nyeri tulang belakang yang fokus menangani berbagai permasalahan seputar saraf. Salah satunya adalah nyeri tulang belakang yang di tangani oleh dokter spesialis ahli berpengalaman. Jika kamu mengalami permasalahan nyeri pinggang belakang/masalah seputar saraf kejepit, silahkan lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter, kamu bisa datang langsung ke klinik maupun melalui layanan konsultasi online!

Tulang Kering Sakit, Pertanda Penyakit Apa?

sakit tulang kering

Tulang kering sakit merupakan masalah yang sering atlet/olahragawan, hingga para pejalan kaki alami. Penyebab utama dari nyeri tulang kering adalah, akibat dari tulang kering yang banyak terkena tekanan. Salah satunya contohnya adalah jika ketika kaki menapak ke tanah. Selama ini, sakitnya tulang kering sering diidentikan dengan kaki yang terkilir atau cedera. Namun, benarkah seperti itu? Yuk simak selengkapnya di bawah ini! Penyebab tulang kering sakit Salah satu sebab dari masalah ini adalah aktivitas berat seperti olahraga, sehingga menyebabkan tekanan pada tulang kering atau tibia. Tulang kering merupakan tulang penghubung lutut dan pegelangan kaki. Ini dia beberapa penyebab umum dari masalah tulang kering: Atlet Beberapa aktivitas olahraga yang memerlukan gerakan lari dan tekanan pada tumit kaki, banyak melakukan gerakan tiba-tiba, dan gerakan yang cepat seperti, basket, tennis, jogging, badminton, dll. Orang yang baru berolahraga Orang yang baru belajar untuk melakukan olahraga juga rentan mengalami masalah ini. Biasanya orang yang kurang aktif bergerak, tulang mereka akan sulit menyesuaikan dengan gerakan tiba-tiba dan cepat. Sehingga otot gampang stre, hal ini menimbulkan rasa nyeri dan sakit pada tulang kering. Wanita Menurut beberapa jurnal kesehatan menyebutkan bahwa wanita lebih rentan mengalami masalah ini. Penyebabnya adalah karena wanita lebih cepat mengalami pengapuran tulang akibat diet ataupun kondisi mensturasi. Orang yang mengalami obesitas Kelebihan berat badan juga bisa menjadi penyebab kamu mengalami nyeri pada tulang kering. Tulang pada penyandang obesitas biasanya lebih cepat mengalami keroposan atau kerapuhan akibat adanya tekanan berlebih pada tulang tersebut. Baca juga: Shin Splints Adalah Nyeri Pada Kaki, Umum Dijumpai Pelari Pertanda penyakit apa? Selama ini banyak orang berpikir bahwa sakit tulang kering merupakan akibat adanya ceder biasa, namun ternyata nyeri pada tulang kering juga bisa merupakan sebuah gejala dari suatu penyakit, seperti: Shin splints Masalah ini terjadi ketika tulang kering sering digunakan, sehingga menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa. Masalah ini sering terjadi pada orang yang seri lari, dll. Selain itu, juga sering terjadi pada orang yang sedang mengikuti pelatihan militer. Meskipun tidak berbahaya namun, jika tidak teratasi maka sakit pada bagian tulang akan menjadi kronis yang dapat menimbulkan kelumpuhan. Adamantinoma Penyakit ini merupakan salah satu tumor langka yang ada pada tulang kering area kaki. Tumor ini dapat tumbuh ketika jaringan tulang berhenti tumbuh. ·         Fibrous dysplasia Masalah ini juga bisa menjadi penyebab mengapa seseorang mengalami sakit tulang kering. Fibrous dysplasia ini penyebabnya adalah abnormalitas sel-sel tulang yang tergantikan oleh jaringan ikat, sehingga menimbulkan nyeri tulang yang luar biasa. Terutama pada tulang kering. Itulah beberapa penyakit yang bisa menjadi penyebab kamu merasakan sakit tulang kering yang luar biasa. Namun, bukan tidak mungkin bahwa nyeri yang kamu alami juga merupakan penyakit lain yang tidak disebutkan di atas, untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, segeralah hubungi dokter spesialis ahli saraf. Kamu bisa juga loh, melakukan konsultasi di Klinik Lamina Pain and Spine Center, agar segera mendapat penanganan yang tepat pada sakit tulang keringmu.

Cara Menyembuhkan Syaraf Kejepit Leher, Pinggang, dan Bokong

cara menyembuhkan syaraf kejepit

Cara menyembuhkan syaraf kejepit kini bisa dengan teknologi endoskopi tulang belakang. Teknologi endoskopi ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tonjolan bantalan sendi yang menjepit saraf belakang. Seusainya Anda terbebas dari nyeri atau keluhan lainnya terkait dengan kondisi dan lokasi saraf terjepit yang Anda alami. Cara Menyembuhkan Syaraf Kejepit dengan Endoskopi Tulang Belakang Terapi dengan metode terkini endoskopi tulang belakang terdiri dari: Endoskopi lumbar/pinggang (Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy/PELD) dan Percutaneous Stenoscopic Lumbar Discectomy (PSLD) untuk syaraf kejepit pinggang. Endoskopi leher/servikal (Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy/PECD) sebagai cara menyembuhkan syaraf kejepit leher. Laser PLDD (Percutaneous Laser Disc Decompression), mengarahkan sinar laser ke area bantalan tulang agar bantalan tulang mengecil (menyusut) sehingga tidak lagi menonjol dan menjepit saraf. PLDD dilakukan untuk mengatasi menyempitnya rongga tulang belakang atau stenosis spinalis. Saat dokter menggunakan metode endoskopi sebagai cara menyembuhkan syaraf kejepit, dokter akan menggunakan alat endoskopi, sebuah alat mini berkamera yang tersambung dengan layar monitor. Dengan adanya kamera dan layar ini menjadikan operator dalam hal ini dokter bedah saraf dapat melihat kondisi saraf tulang belakang yang terjepit tonjolan bantalan sendi. Jepitan saraf inilah yang menimbulkan nyeri. Jika dokter berhasil mengambil tonjolan bantalan tulang itu dengan alat endoskopi tulang belakang ini maka saraf pun terbebas dari jepitan dan nyeri pun akan berangsur hilang. Dulu cara menyembuhkan syaraf kejepit dengan operasi terbuka yang memerlukan sayatan lebih besar, perlu rawat inap sehingga pemulihannya juga membutuhkan waktu yang lebih lama.   Keunggulan Endoskopi Tulang Belakang Keunggulan metode terkini endoskopi tulang belakang sebagai cara menyembuhkan syaraf kejepit antara lain: -Risiko lebih minimal -Proses pemulihan lebih cepat, sehingga Anda bisa kembali beraktivitas lebih awal -Sayatan relatif kecil (± 8 mm) -Perdarahan minimal. -Angka keberhasilan cukup baik -Waktu tindakan relatif singkat, hanya ± 45 menit -Tanpa rawat inap (kecuali bila Anda memerlukannya) Dokter akan memberikan bius secara lokal saja sehingga metode ini dapat menjadi pilihan Anda yang mungkin memiliki faktor-faktor tertentu yang menjadi kontraindikasi untuk bius total. Selain itu metode ini memungkinkan masa perawatan yang jauh lebih cepat daripada operasi terbuka. Bagi Anda yang mengutamakan segi estetik juga sangat tepat, karena teknik ini hanya dengan sayatan kecil sehingga meninggalkan bekas luka yang minimal pula. Sebelum memutuskan untuk melakukan endoskopi tulang belakang, dokter akan melakukan pemeriksaan klinis, fisik, serta pemeriksaan penunjang radiologi, seperti MRI. Bila hasil MRI menunjukkan adanya syaraf kejepit, baik lokasi dan berat ringannya jepitan, maka kemungkinan dokter akan merekomendasikan endoskopi tulang belakang pada syaraf kejepit yang berat. Kombinasi Terapi dengan Rehabilitasi Medik Selain dengan teknologi, dokter akan menganjurkan beberapa cara menyembuhkan syaraf kejepit yang tergolong ringan yaitu: Kompres hangat atau dingin, untuk membantu meredakan kekakuan otot dan meredakan peradangan Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan Dokter biasanya akan mengombinasikan atau menggabungkan beberapa cara menyembuhkan syaraf kejepit dengan fisioterapi dengan beberapa pilihan, misalnya TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation) atau ultrasound. Selain itu, dokter akan menyusun gerakan atau latihan fisik yang terprogram sesuai dengan kondisi syaraf kejepit Anda. Syaraf Kejepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Kondisi bantalan sendi yang menonjol dapat menjepit saraf tulang belakang. Saat saraf tersebut sudah terjepit maka timbul gejala yang umumnya adalah nyeri. Gejala klinis HNP berbeda-beda bergantung lokasinya. HNP leher lazimnya menimbulkan gejala berupa nyeri tajam saat Anda menggerakkan leher, nyeri pada tulang belikat, menjalar ke bahu, lengan atas, lengan bawah dan jari tangan. Tak hanya nyeri tajam seperti ada yang menusuk, kesemutan/kebas/baal hingga jari tangan juga menyertai syaraf kejepit leher. Pada pinggang atau lumbar, awalnya terasa hanya pada salah satu sisi. Nyeri terasa pada pinggang, bokong dan menjalar betis dan kaki. Seringkali juga terasa sensasi kesemutan/kebas/baal. Variasi gejala tersebut lazim timbul perlahan-lahan dan semakin terasa hebat jika duduk atau berdiri dalam waktu lama, setelah berjalan beberapa saat, saat batuk atau bersin, serta ketika Anda membungkuk. Gejala klinis pada setiap pasien berbeda-beda bergantung pada lokasi dan derajat ringan beratnya jepitan saraf. Pada kasus yang ekstrem, HNP atau syaraf kejepit pinggang dapat menyebabkan sindrom kauda equina dengan gejala nyeri, kesemutan, kebas/baal, serta kelumpuhan kedua tungkai. Tidak hanya ini, gejala lain yang menyertai sindrom cauda equina bisa berupa ketidakmampuan menahan buang air kecil dan buang air besar. Penyebab Syaraf Kejepit Bantalan sendi yang menonjol dapat terjadi akibat berbagai faktor antara lain: Faktor degenerasi, akibat proses menua pada seseorang bantalan tulang (diskus intervertebralis) cenderung berkurang kadar airnya sehingga memengaruhi fleksibilitasnya dalam menopang tulang belakang terutama saat bergerak atau beraktivitas. Cedera atau kecelakaan, baik akibat jatuh atau olahraga Pekerjaan yang mengharuskan mengangkat beban berat dalam waktu lama, duduk lama, sering membungkuk. Kelebihan berat badan (obesitas) Adanya infeksi pada tulang belakang, misalnya infeksi TB pada tulang belakang Tumor sehingga memengaruhi struktur normal tulang belakang Osteoporosis atau keropos tulang yang menyebabkan fraktur kompresi pada tulang belakang