Wajah Mati Rasa Sebelah, Waspadai Penyebabnya

Wajah mati rasa sebelah bisa terjadi karena beberapa faktor. Umumnya tubuh mengalami mati rasa jika terjadi saraf yang rusak, terjepit atau terkena inflamasi. Bukan hanya pada anggota tubuh, wajah/muka juga bisa mengalami mati rasa. Pada bagian wajah manusia, terdapat banyak saraf yang bertugas untuk mengontrol wajah. Jika terdapat masalah pada bagian wajah, maka saraf-saraf tersebut bisa mengganggu respon wajah terhadap sensasi. Masalah mati rasa yang terjadi pada bagian muka, bisa terjadi setelah operasi gigi, cedera atau kecelakaan bahkan akibat salah posisi tidur. Kondisi kesehatan yang memengaruhi wajah mati rasa sebelah Selain beberapa kegiatan di atas, penyakit dan juga kondisi kesehatan seseorang juga bisa menjadi penyebab wajah mati rasa sebelah maupun keseluruhan. Berikut beberapa penyebab muka mati rasa. Penyakit Multiple Sclerosis Gejala Multiple Sclerosis yang paling umum adalah mati rasa. Kamu bisa mengalami wajah mati rasa sebelah atau keseluruhan. Penyakit Multiple Sclerosis menyebabkan sistem imun dalam tubuh menyerang lapisan yang melindungi serat pada saraf. Tanpa lapisan pelindung tersebut, saraf bisa lebih mudah mengalami kerusakan. Penyakit Herpes Zoster Penyakit Herpes Zoster bisa terjadi karena adanya infeksi virus pada cacar air yang seseorang sedang alami. Kondisi ini bisa menyebabkan wajah mati rasa sebelah maupun keseluruhan. Ruam pada wajah akibat Penyakit Herpes Zoster juga bisa menimbulkan nyeri pada penderita. Umumnya ruam pada kulit bagian muka penderita ini akan muncul pada salah satu mata. Sebelum ruam pada muka muncul, 1-5 sebelumnya penderita akan merasakan nyeri, gatal dan juga mati rasa pada area bagian wajah. Penyakit Stroke Penyakit stroke bisa terjadi akibat pecahnya atau tersumbatnya pembuluh darah yang berfungsi untuk memompa darah dan oksigen ke bagian otak. Salah satu gejala penyakit stroke adalah wajah mati rasa sebelah. Tanpa adanya darah dan oksigen, sel-sel otak bisa mati dengan cepat, sehingga bagian tubuh yang terkontrol oleh saraf di dalamnya berhenti bekerja. Penderita stroke memerlukan penanganan yang cepat dan juga efektif. Hal ini karena jika tidak mendapat penanganan yang tepat maka risiko kerusakan otak secara permanen akan semakin besar. Perawatan dan konsultasi dengan dokter dan tenaga medis adalah pilihan terbaik untuk penderita stroke. Serangan iskemik transien Sebagian orang menyebut serangan iskemik transien adalah stroke kecil. Gejala iskemik transien hampir banyak memiliki kesamaan dengan penyakit stroke, seperti terjadinya mati rasa pada bagian wajah. Mirip dengan penyakit stroke, serangan iskemik transien juga terjadi akibat penggumpalan darah di otak. Berbeda dengan penyakit stroke, penggumpalan darah pada iskemik transien berlangsung cukup cepat dan gejalanya hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Bell’s Palsy Penyakit Bell’s Palsy membuat wajah mati rasa sebelah atau keseluruhan, menjadi sayu, termasuk kelopak mata dan bagian ujung mulut. Penyakit Bell’s Palsy menyebabkan wajah bengkak, sehingga mempengaruhi pergerakan wajah. Gejala penyakit Bell’s Palsy berlangsung selama berjam-jam atau bahkan bisa berhari-hari. Penyembuhan untuk penyakit Bell’s Palsy bisa dalam kurun waktu beberapa minggu. Tumor Beberapa jenis tumor jinak bisa tumbuh pada bagian saraf yang mengontrol sensasi dan pergerakan wajah. Semakin besar tumor maka bisa semakin menekan saraf. Gejala nyeri yang terjadi tergantung pada jenis tumor. Pada penderita tumor, mereka bisa merasakan wajah mati rasa sebelah hingga keseluruhan. Selain itu penderita juga bisa mengalami kesulitan saat mengunyah makanan. Tumor juga bisa menyebabkan otot wajah lemah dan penderita mengalami gangguan pendengaran. Aneurisma otak Penyakit aneurisma otak terjadi karena pembesaran pembuluh darah pada arteri otak. Pada kondisi yang belum parah, penderita aneurisma otak akan mengalami penggembungan kecil pada pembuluh darah. Sedangkan jika penyakit aneurisma otak semakin membesar maka bisa menimbulkan tekanan pada jaringan otak dan juga saraf. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya wajah mati rasa sebelah. Penderita akan merasakan nyeri pada salah satu bagian mata. Jika aneurisma otak pecah, maka akan menyebabkan terjadinya pendarahan dalam otak. Penderita akan merasakan sakit kepala yang luar biasa. Jika hal ini terjadi maka harus segera mendapat penanganan serius dari dokter. Migrain hemiplegia Penyakit migrain hemiplegia adalah jenis penyakit langka. Penyakit ini menyebabkan mati rasa pada salah satu sisi tubuh dan menyebabkan sakit kepala. Sensasi ini bisa terjadi pada bagian muka, kaki ataupun tangan. Serangan penyakit migrain hemiplegia bisa berlangsung selama beberapa jam atau bahkan hingga berhari-hari. Jika kamu mengalami keluhan ini, bisa jadi penyebabnya adalah salah satu dari beberapa jenis penyakit di atas. Kamu bisa langsung berkonsultasi dengan dokter ataupun tenaga medis untuk mendapatkan informasi pengobatan yang tepat dan juga sesuai dengan kondisi penyakit yang kamu alami.
Cari Tahu Beda Epilepsi Dan Kejang Biasa

Epilepsi dan kejang banyak orang mengira adalah jenis penyakit yang sama. Namun, kamu perlu tahu jika dua penyakit tersebut berbeda. Berikut adalah beberapa fakta terkait kejang dan epilepsi yang perlu kamu agar tidak salah dalam penanganannya. Beda epilepsi dan kejang Kejang dan epilepsi memang saling berkaitan. Namun keduanya memiliki kondisi yang berbeda. Epilepsi atau ayan adalah gangguan yang terjadi pada saraf pusat. Sedangkan, kejang adalah gangguan yang terjadi pada kelistrikan bagian otak secara tiba-tiba dan tidak dapat terkontrol. Keduanya banyak yang menyamakan karena menimbulkan gejala kejang yang menandakan adanya kelainan pada bagian otak. Pada saat penderita epilepsi dan kejang terjadi, penderita akan mengalami kesulitan untuk mengendalikan tubuhnya sendiri. Biasanya mereka akan melakukan gerakan menyentak tak terkendali, tiba-tiba tatapan kosong dan mata terus berkedip. Pada kondisi yang cukup serius, bahkan penderita ayan maupun kejang bisa kehilangan kesadaran. Setelah sadar umumnya penderita ayan akan merasa kebingungan atas apa yang sudah mereka kerjakan. Frekuensi kejadian Perbedaan epilepsi dan juga kejang adalah pada frekuensi terjadinya. Kejang terjadi satu kali serangan dan bisa muncul secara tiba-tiba. Sementara pada epilepsi, biasanya terjadi beberapa kali dan muncul tanpa penyebab yang jelas. Penyebab yang mendasari Kamu bisa mengetahui beda antara penyakit ayan dan juga kejang dari penyebab yang mendasari. Penderita ayan umumnya memiliki masalah gangguan kelistrikan. Namun yang perlu menjadi perhatian adalah, tidak semua orang yang mengalami kejang juga memiliki penyakit ayan. Berikut beberapa penyebab terjadinya kejang: Kurang tidur, Sakit atau demam, Mengalami hiponatremia atau kadar natrium rendah dalam darah, Memiliki gaya hidup kurang sehat seperti, berlebihan dalam konsumsi alkohol, nikotin dan zat berbahaya lain, Penyakit COVID-19. Sedangkan, penyebab epilepsi sendiri antara lain: Akibat trauma otak, Penyakit tumor otak, Stroke, Penyakit meningitis, Kelainan struktur otak sejak lahir, seperti autisme. Hal yang perlu kamu pahami dari kejang dan epilepsi Mendeteksi epilepsi sejak dini itu penting. Sebab penderita jika sudah mengalami kejang bisa menimbulkan komplikasi penyakit lain seperti, kemungkinan terjatuh, beresiko mengalami kecelakaan, tenggelam dan gangguan mental. Kejang pada penyakit ini bisa termasuk dalam kondisi kritis, tentunya ini berbeda dengan kejang yang terjadi biasa. Pada penyakit kejang biasanya umumnya karena terjadi gangguan kesehatan seperti demam. Walaupun tingkat dan kemungkinan terburuknya lebih ringan, baik kejang biasa maupun kejang akibat epilepsi memerlukan penanganan medis yang tepat. Hal ini untuk menghindari kemungkinan buruk terjadi pada penderita ataupun memicu munculnya penyakit baru. Cara menolong Setelah mengetahui perbedaan kejang biasa dan juga kejang akibat epilepsi kamu juga perlu mengetahui langkah-langkah yang bisa dilakukan ketika teman ataupun keluarga kamu ada yang mengalami kejang. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan ketika menghadapi orang yang kejang ataupun epilepsi: Posisikan tubuh penderita ke satu sisi dengan hati-hati, Letakan bantalan lembut pada bagian bawah kepala, Buka kancing atau apapun yang menghambat jalur pernafasan pada leher penderita, Sebaiknya hindari untuk memasukan jari, sendok ataupun benda apapun ke mulut penderita, Hindari untuk menahan seseorang yang mengalami kejang, Jika penderita melakukan gerakan menghentak, usahakan jauhkan posisi benda-benda berbahaya dari sekitar, Tetap temani penderita kejang sampai datangnya petugas medis maupun dokter datang, Catat berapa kali penderita mengalami kejang dan laporkan ke petugas medis ataupun dokter setelah tiba. Dengan mengetahui tindakan yang tepat maka bisa membantu penderita untuk mengurangi efek yang terjadi saat serangan kejang terjadi. Semakin cepat penanganan pada kejang biasa ataupun epilepsi maka bisa membantu penderita mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.
Pencegahan Saraf Terjepit, Ikuti Langkah Ini!

Pencegahan saraf terjepit bisa membantu meminimalisir terjadinya komplikasi penyakit lain. Saraf terjepit dapat terjadi karena saraf pada bagian tubuh tertentu mendapat tekanan lebih. Hal inilah yang menyebabkan saraf mengirimkan sinyal peringatan ke bagian otak dan menimbulkan rasa nyeri, kesemutan dan juga lemah pada penderita. Kerusakan saraf bisa terjadi pada bagian tulang belakang, yaitu pada bagian leher dan bisa menyebabkan cervical radiculopathy. Pencegahan saraf terjepit Kerusakan tulang belakang yang menyebabkan saraf rusak atau cervical radiculopathy bisa menyebabkan nyeri terasa mulai bagian bahu, bersamaan dengan munculnya kelemahan otot yang merambat ke bagian lengan dan juga jari. Kondisi ini banyak terjadi pada lansia, sebab saraf pada tubuh mereka sudah mulai melemah. Pada pasien muda, saraf terjepit bisa terjadi karena cedera mendadak atau kecelakaan. Penyembuhan saraf terjepit sendiri biasanya memakan waktu yang tidak sebentar. Ketika penderita sudah merasa lebih baik dan sembuh, resiko saraf terjepit masih bisa muncul pada kemudian hari. Oleh karena itu, melakukan konsultasi dengan tenaga medis seperti dokter adalah pilihan terbaik untuk mencegah kembali munculnya saraf terjepit. Berikut beberapa cara pencegahan saraf terjepit: 1. Minum obat pereda nyeri dan suntik Mengutip dari American Academy of Orthopaedic Surgeons menyatakan jika gejala saraf kejepit pada bagian leher bisa reda dengan menggunakan obat-obatan sesuai anjuran dokter, seperti, obat anti nyeri, seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen. Penderita saraf terjepit juga bisa mengonsumsi obat kortikosteroid untuk mengurangi terjadinya bengkak dan radang pada saraf. Pengobatan ini bisa menjadi solusi jangka pendek pencegahan saraf terjepit. Selain dengan rutin mengonsumsi obat-obatan, penderita saraf terjepit juga bisa menjalani prosedur penyuntikan steroid pada lamina, foramen, atau sendi facet pada area sekitar tulang belakang untuk mencegah kembali munculnya saraf terjepit. 2. Mengompres dengan air dingin atau hangat Selain rutin minum obat pereda nyeri, kamu juga bisa melakukan pencegahan saraf terjepit dengan melakukan kompres pada area yang terasa nyeri secara bergantian. Kamu bisa menggunakan es batu ataupun air hangat untuk mengompres area yang nyeri dan mengalami bengkak serta radang. Kamu bisa mengkombinasikan antara suhu panas dan dingin untuk meningkatkan sirkulasi darah. Tempelkan atau kompres pada area yang mengalami nyeri selama 15 menit sebanyak 3 kali sesuai dengan kebutuhan. 3. Istirahat cukup Cara sederhana untuk pencegahan saraf terjepit pada bagian leher adalah dengan istirahat cukup. Kamu bisa beristirahat jika tubuhmu sudah mulai kelelahan. Jangan memaksakan untuk beraktivitas saat tubuh merasa lelah, karena hal inilah yang bisa jadi pemicu gejala saraf terjepit kambuh. Istirahat cukup bisa membantu tubuh untuk melakukan perbaikan secara alami pada bagian saraf. Kamu juga bisa memilih posisi yang nyaman agar kualitas tidurmu lebih maksimal. 6. Olahraga Kamu juga bisa menerapkan gaya hidup sehat sebagai pencegahan saraf terjepit. Beberapa jenis olahraga yang bisa kamu lakukan seperti, berjalan, berenang dan bersepeda. Latihan tersebut bisa menjaga kebugaran tubuh dan mengontrol berat badan ideal. Berat badan yang ideal bisa mengurangi terjadinya tekanan pada saraf dan menghindari nyeri saraf terjepit kembali. 7. Mengatur posisi tubuh Untuk pekerja kantoran yang terbiasa duduk dengan durasi yang cukup lama, kamu perlu memperhatikan posisi duduk yang benar, tidak bungkuk tetapi tetap tegak. Kemudian saat tidur, pilihlah bantal yang nyaman serta kasur yang rata untuk mengikuti bentuk lekuk tulang belakang. 8. Hindari kebiasaan mengangkat beban dengan membungkuk Kebiasaan mengangkat beban dengan membungkuk bisa menjadi penyebab munculnya penyakit saraf terjepit. Misalnya saat mengangkat galon ke dispenser atau saat menggendong anak. Kamu bisa memulainya dengan berjongkok dalam posisi tegak lalu berdiri secara perlahan. 9. Lengkapi asupan nutrisi Semakin bertambahnya umur, maka akan terjadi pengeroposan tulang atau osteoporosis, gangguan sendi dan juga saraf. Kamu bisa menjaga asupan kalsium, vitamin B kompleks, dan mineral untuk nutrisi tulang, sendi dan juga saraf.
Gejala Saraf Terjepit Mulai Dari Nyeri Tak Biasa

Gejala saraf terjepit yang paling umum adalah munculnya rasa nyeri pada bagian yang tekena. Saraf terjepit (HNP) merupakan kondisi adanya jaringan pada sekitar saraf yang tertekan hingga ke akar dan menyebabkan rasa sakit, mati rasa dan juga kesemutan pada bagian area tubuh. Saraf terjepit umumnya terjadi pada bagian leher atau radikulopati serviks, bagian punggung tengah atau radikulopati toraks dan bagian punggung bawah atau radikulopati lumbal. Selain pada bagian tubuh tersebut, saraf kejepit juga banyak terjadi pada bagian tangan, siku dan pergelangan tangan. Gangguan ini bisa terjadi pada semua umur. Namun, saat ini memang penyakit ini banyak terjadi pada mereka yang berusia 50 tahun ke atas. Ini terjadi karena umumnya pada umur tersebut, banyak yang mengalami radang sendi dan degenerasi pada tulang belakang serta bagian tubuh lain. Apa aja sih gejala saraf terjepit? 1. Rasa nyeri yang menyebar Timbulnya rasa sakit yang menyebar pada sepanjang jalur saraf yang memasok sensasi atau gerakan adalah gejala saraf terjepit. Jika terjadi pada bagian leher, maka saraf akan terasa nyeri hingga ke bagian bahu, lengan, tangan dan juga jari. Umumnya penderita merasakan sensasi, tajam, terbakar ataupun sakit. Kemudian, linu panggul yang menggambarkan serangkaian gejala bisa terjadi saat saraf siatik besar pada tulang belakang lumbal mengalami dikompresi. Tanda khusus terjadinya linu pada bagian pinggul adalah sensasi nyeri satu sisi yang menyebar mulai dari punggung bawah ke bagian bokong, belakang paha, betik hingga kaki. Pada penderita HNP bagian punggung bawah, penderita bisa merasakan sakit saat duduk atau berdiri yang lama. Hal ini karena terjadi tekanan pada bagian tulang belakang dan juga saraf. Selain itu penderita juga bisa merasakan sakit secara tiba-tiba dan menusuk selama melakukan gerakan kuat seperti, batuk, bersin, dan juga tertawa. 1. Mati rasa Tanda sederhana terjadinya saraf terjepit adalah terasa mati rasa atau kehilangan sensasi pada area tubuh yang terkena saraf terjepit. Kemudian, jika kamu memiliki saraf terjepit pada bagian leher, mati rasa yang terasa pada bagian bahu, lengan tangan dan juga jari. Jika saraf terjepit pada bagian punggung, maka mati rasa dapat mempengaruhi bagian bokong, tungkai dan juga kaki. 2. Kesemutan Kesemutan atau sensasi seperti tertusuk jarum pada sepanjang jalur saraf adalah gejala umum terjadinya saraf terjepit. Jika kamu mengalami saraf terjepit pada bagian leher kamu bisa mengalami sensasi kesemutan pada bagian leher, lengan, tangan dan juga jari. Kemudian, jika kamu merasakan saraf terjepit pada bagian punggung bawah, maka kamu akan merasakan kesemutan pada bagian bokong dan juga kaki. 3. Lemah otot Saraf terjepit menimbulkan gejala kelemahan otot dan hilangnya fungsi motorik pada bagian tubuh. Jika kamu mengalami kelemahan otot maka akan kesulitan berjalan bahkan melakukan aktivitas fisik sederhana seperti menggenggam. Namun, jika penderita tidak mengalami gejala apapun maka bisa jadi itu merupakan tanda alami saraf terjepit. 4. Inkontinensia usus atau kandung kemih Kamu perlu tahu, saraf pada bagian punggung selain berfungsi untuk menggerakkan kaki juga berfungsi untuk mengontrol kandung kemih dan usus. Kondisi ini terjadi ketika saraf pada bagian punggung tertekan, maka penderita akan mengeluarkan air seni atau bahkan buang air besar. Jika kamu merasakan salah satu dari lima gejala tersebut, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter. Hal ini penting untuk mengetahui langkah yang tepat untuk pengobatan dan juga penanganan medis terbaik.
Hipertensi dan Nyeri Wajah, Adakah Kaitannya?

Hipertensi ternyata menjadi salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami trigeminal neuralgia atau nyeri wajah sebelah. Hal ini terjadi karena pompa jantung lebih kuat, sehingga pembuluh darah di kepala lebih menekan, lebih kuat menyentuh saraf trigeminus. Lalu, sebenarnya apa sih hipertensi dan trigeminal neuralgia ini? Dan bagaimana cara pencegahannya? Apa sih hipertensi itu? Hipertensi dalam istilah medis adalah penyakit tekanan darah tinggi. Tekanan darah adalah kekuatan aliran darah dari jantung kemudian mendorong dinding pembuluh darah. Kekuatan ini kapanpun bisa berubah karena aktivitas yang sedang dilakukan jantung dan daya tahan pembuluh darah. Artinya, hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari batas normal. Gejala seseorang mengalami kondisi ini, antara lain: Mual Muntah Sakit kepala Mimisan Sesak napas Gangguan penglihatan Telinga berdenging Gangguan irama jantung Darah dalam urine Apa saja yang menjadi penyebab tekanan darah tinggi? Hipertensi terbagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Primer terjadi karena faktor keturunan atau gaya hidup yang tidak sehat, misalnya merokok, terlalu banyak mengonsumsi garam, stres, malas bergerak, mengonsumsi alkohol berlebihan, dan berat badan berlebihan. Sementara sekunder, karena kondisi medis lain yang menyertainya atau efek samping obat-obatan tertentu. Beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan kondisi ini terjadi, misalnya sleep apnea, gangguan ginjal, tumor pada kelenjar adrenal, gangguan pada tiroid, atau diabetes. Bagaimana cara mencegahnya? Cara mencegahnya kamu harus menghindari faktor yang bisa meningkatkan risiko terserang penyakit ini. Beberapa cara efektif yang bisa kamu lakukan, antara lain: Jaga berat bada ideal Olahraga rutin Konsumsi makanan rendah lemak dan kaya serat, Batasi jumlah garam dalam makanan, tidak lebih dari 1 sendok teh per hari. Hindari konsumsi minuman alkohol Batasi konsumsi minuman yang mengandung kafein Hentikan kebiasaan merokok. Lalu, bagaimana dengan penyakit trigeminal neuralgia? Berikut penjelasannya. Apa sih penyakit trigeminal neuralgia? Trigeminal neuralgia atau nyeri wajah merupakan kondisi yang menyebabkan rasa sakit atau nyeri pada saraf trigeminal. Saraf tersebut adalah saraf utama pada wajah yang letaknya pada bagian pelipis. Serangan nyeri biasanya hanya muncul pada salah satu sisi wajah. Meskipun jarang terjadi, namun sekalinya terjadi bisa sangat menyiksa penderitanya. Serangan nyeri terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung selama beberapa detik sampai beberapa menit. Pada kasus ringan, serangan terjadi bisa muncul selama beberapa hari hingga bulan. Namun, pada kasus berat bisa muncul ratusan kali dalam sehari. Gejala paling umum adalah rasa nyeri seperti tertusuk-tusuk jarum pada wajah. Nyeri biasanya akan muncul pada rahang, bibir, mata, hidung, kulit kepala, dan dahi. Terlebih lagi ketika kamu berbicara, mengunyah, berdandan, mencuci muka, menggosok gigi, dan/atau saat kamu menyentuh wajah. Apa yang menjadi penyebab trigeminal neuralgia? – Gangguan fungsi saraf karena tertekan oleh pembuluh darah yang melebar atau akibat tumor – Cedera pada saraf trigeminal akibat trauma pada wajah ataupun karena efek operasi – Rusaknya selaput pelindung saraf, misalnya karena penyakit multiple sclerosis – Mengalami hipertensi -Ada riwayat keluarga memiliki trigeminal neuralgia Bagaimana cara mencegahnya? Trigeminal neuralgia sulit untuk mencegahnya, namun ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghindari risiko pemicu terjadinya serangan nyeri, misalnya: – Cuci muka dengan air hangat – Konsumsi makanan atau minuman bersuhu normal – Konsumsi makanan yang lembut – Hindari minuman yang terlalu asam – Bersihkan mulut setelah makan – Sikat gigi dengan hati-hati dan lembut
Ragam Jenis Pengobatan Saraf Kejepit

Pengobatan saraf kejepit beragam bergantung pada kondisi atau tingkat keparahan si penderita. Dalam dunia medis, saraf kejepit dikenal juga sebagai hernia nukleus pulposus (HNP). Kondisi ini terjadi ketika bantalan lembut dari jaringan yang ada antara tulang pada tulang belakang, terdorong keluar. Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri, mati rasa atau kelemahan pada anggota tubuh yang terserang. Apa itu saraf kejepit dan bagaimana bisa terjadi? Lalu, adakah pengobatan saraf kejepit yang tepat? Namun, sebelum mengetahui jenis pengobatan apa saja, ada baiknya untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyakit ini dan apa saja yang menjadi penyebabnya. Di antara setiap tulang belakang, terdapat bantalan karet yang disebut cakram atau disc. Bantalan ini berfungsi untuk membantu menjaga tulang tetap berada pada tempatnya dan sebagai peredam guncangan. Penyebab umumnya adalah karena keausan atau penggunaan anggota tubuh tertentu yang berlebihan akibat dari melakukan gerakan berulang. Selain itu, penuaan atau degenerasi cakram juga bisa menjadi penyebab saraf kejepit. Ada beberapa faktor risiko lainnya yang dapat meningkatkan terjadinya kondisi ini, antara lain, cedera, postur tubuh yang tidak baik, rematik. Selain itu, ada juga stres dan berat badan berlebihan atau obesitas. Apa saja jenis pengobatan saraf kejepit? Kondisi ini bisa menyebabkan penderitanya mengalami nyeri bahkan himgga kelumpuhan. Oleh sebab itu, mendapatkan pengobatan yang tepat harus segera mereka dapatkan. Ada beragam cara yang bisa penderita lakukan untuk mengatasi gejala masalah kesehatan satu ini, antara lain: 1. Obat-obatan Bila rasa sakit atau nyeri yang kamu alami ringan sampai sedang, dokter kemungkinan akan memberikan obat pereda nyeri. Selain itu, mungkin juga dokter akan menyarankan pemberian suntikan. 2. Terapi Dokter mungkin juga menyarankan penderita menjalani terapi fisik/ fisioterapi untuk membantu mengatasi keluhan. 3. Operasi Pada beberapa kasus, dokter mungkin juga akan menyarankan untuk menjalani operasi bila pengobatan lainnya sudah tidak lagi efektif 4. Endoskopi dan Laser PLDD Teknologi terkini endoskopi untuk mengatasi saraf kejepit lumbar atau pinggang, antara lain Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (PELD) dan Percutaneous Stenoscopic Lumbar Discectomy (PSLD). Untuk saraf kejepit leher dengan Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD). Terakhir adalah Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD). Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan saraf kejepit. Bila kamu atau anggota keluargamu mengalami saraf kejepit, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Tips Peregangan Sebelum Olahraga Bulu Tangkis Yang Harus Kamu Tahu

Bulu tangkis atau badminton sama seperti olahraga fisik lainnya yang sangat menguras kekuatan tubuh. Hampir semua anggota tubuh bergerak karena para pemain harus berlarian ke segela arah dengan cepat. Olahraga ini menggabungkan kelincahan, kekuatan, kecepatan, dan daya tahan otot yang tinggi. Oleh sebab itu, tak jarang para pemain mengalami cedera. Melakukan pemanasan sebelum olahraga, bisa menjadi salah satu cara mencegah terjadinya cedera. Setidaknya, tubuh tidak akan kaget saat melakukan aktivitas fisik yang berat. Berikut adalah beberapa pilihan peregangan yang bisa kamu lakukan sebelum berolahraga bulu tangkis. Setiap gerakan peregangan, kamu setidaknya harus menahan selama 10-20 detik. Jenis Peregangan Sebelum Olahraga Bulu Tangkis Gerakan kepala ke bawah lalu ke atas dan rasakan setiap tarikannya. Gerakan kepala ke kanan dan ke kiri tahan beberapa saat dan rasakan setiap tarikannya. Arahkan siku ke atas, dengan tangan di belakang kepala. Dengan tangan Anda yang lain, pegang siku Anda dan tarik perlahan ke sisi yang lain sampai regangan yang baik terasa. Ulangi untuk kedua sisi. Pegang lengan secara horizontal ke depan tubuh dengan tangan yang lain, pegang siku dan tarik perlahan ke arah dada.Ulangi untuk kedua sisi. Berdiri dalam posisi tegak, lalu rentangkan kedua tangan. Selanjutnya, gerakan memutar lengan atas ke dalam dan keluar. Memutarkan pergelangan tangan dengan memposisikan lengan atas rapat dengan badan. Tekuk siku ke depan hingga membentuk sudut 90 derajat dengan telapak tangan menghadap ke atas. Kemudian, lakukan gerakan stretching dengan memutar pergelangan tangan hingga telapak tangan menghadap ke bawah. Melunturkan ibui jari, angkat tangan dan lebarkan jari-jari lalu gerakan ibu jari sepanjang telapak tangan semaksimal mungkin, lalu tahan selama beberapa detik. Setelah itu, kembalikan ibu jari ke posisi semula dan ulangi kembali ke langkah awal. Kneeling stretch, tubuh dalam posisi berlutut, ratakan punggung bawah dan pundak serta dada tegak. Kemudian membungkuk ke depan dari pinggul ke lutut bahkan lebih untuk meregangkan bagian pinggul kana. Tahan posisi ini baru gantu ke lutut bagian kiri. Quadriceps, berdiri dengan kaki kiri lalu angkat tulang kering kanan dengan menekuk kaki ke belakang. Lalu, tekan pinggul ke dalam dan tarik tulang kering ke arah bokong. Pastikan juga lutut mengarah ke tanah. Cobalah untuk tidak menarik lutut ke belakang ataupun ke samping. Tahan posisi ini lalu berganti ke kaki sebelah kanan. Ayunkan kaki ke belakanghingga tumit menyentuh paha belakang. Ingatlah untuk menjaga postur tetap tegak. Dengan melakukan peregangan, kamu bisa mengurangi risiko terjadinya cedera saat olahraga bulu tangkis, lho. Misalnya, cedera lutut, cedera bahu, dan keseleo.
Cara Sederhana Mengurangi Keluhan Nyeri Leher Belakang

Keluhan nyeri leher belakang bisa terjadi pada semua umur. Penyebabnya cukup beraneka ragam, mulai dari posisi tidur yang salah hingga postur tubuh kurang baik bisa menyebabkan nyeri leher belakang. Umumnya, nyeri leher belakang berlangsung selama 2-6 minggu. Pada beberapa kasus ringan nyeri leher belakang rasa sakit bisa hilang tanpa memerlukan perawatan khusus. Penyebab keluhan nyeri leher belakang sakit Penyebab nyeri leher belakang adalah akibat adanya ketegangan otot, yang menyebabkan otot meregang terlalu jauh. Ketegangan otot leher bisa terjadi akibat postur tubuh yang kurang baik, seperti: Salah posisi tidur akibat penggunaan bantal yang salah, Menunduk terlalu lama, Kebiasaan mendongak terlalu lama, Melakukan gerakan berulang yang menyebabkan tekanan pada leher. Jenis gangguan leher 1. Arthritis leher Merupakan kondisi berubahnya tulang, diskus, dan sendi leher yang terjadi akibat keausan atau peradangan yang terjadi akibat penuaan. Arthritis leher bisa terjadi dan menyebabkan nyeri pada pangkal tengkorak, nyeri punggung, bahu dan juga lengan. 2. Herniasi diskus leher Kondisi diskus leher terjadi karena adanya tonjolan pada diskus tulang belakang leher. Tonjolan ini menyebabkan peradangan dan juga iritasi pada persendian, otot, dan saraf yang menimbulkan tonjolan diskus. Tonjolan diskus inilah yang menyebabkan nyeri pada leher, bahu dan juga lengan. Baca juga: pengobatan saraf kejepit leher dengan PECD 3. Penyempitan foramen tulang Penyempitan foramen tulang belakang leher dapat mengakibatkan nyeri leher belakang. Foramen adalah celah pada ruas tulang belakang yang berfungsi sebagai tempat keluarnya akar saraf dari tulang belakang. Ketika foramen menyempit, maka akar saraf akan terjepit. Kondisi ini bisa menyebabkan gejala seperti rasa sakit atau panas yang tajam, kelemahan, hingga mati rasa pada leher, bahu, dan juga lengan. Cara mengurangi keluhan nyeri leher belakang Untuk mengurangi gangguan ini, kamu bisa melakukan langkah-langkah sederhana berikut: 1. Menggerak-gerakkan otot leher Kamu bisa mencoba gerakan otot leher secara perlahan-lahan. Lakukan gerakan melingkar supaya otot-otot yang sakit bisa lebih rilek dan meregang. Setelah itu, kamu juga memvariasikannya dengan gerakan ke depan dan ke belakang, lalu ke kiri dan ke kanan. Kamu bisa menghentikan gerakan bila muncul rasa sakit. Gerakan peregangan sederhana ini bisa membantu melatih leher dan mengurangi nyeri. 2. Kompres hangat dan dingin Kamu bisa mengompres leher dengan air hangat ataupun dingin. Mengompres dengan air hangat maupun dingin bertujuan untuk membantu meningkatkan aliran darah dan oksigen ke leher, serta membantu otot-otot leher menjadi rileks. Kamu bisa membungkus es menggunakan handuk, lalu tempelkan selama beberapa menit pada area nyeri. Efek dingin dari es dapat merelaksasi otot-otot leher dan mengurangi nyeri leher belakang. 3. Oleskan balsam Kamu bisa mengoleskan balsem pada bagian leher yang sakit. Balsam mengandung bahan aktif yang bermanfaat untuk menekan sinyal atau rasa rasa sakit pada leher. 4. Pijat Pijat bermanfaat untuk menghilangkan rasa sakit terutama pada keluhan nyeri belakang leher. Namun efek dari pijat hanya bisa berlangsung sebentar. 5. Minum obat pereda nyeri Kamu bisa mengonsumsi obat pereda nyeri untuk meringankan nyeri leher belakang. Namun, kamu perlu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui jenis obat yang paling tepat untuk mempercepat proses penyembuhan. 6. Perbaiki posisi tidur Banyak yang tidak sadar, bahwa posisi tidur yang kurang baik bisa menyebabkan nyeri leher belakang. Kamu bisa memperbaiki posisi tidur dengan menggunakan bantal yang tidak terlalu tinggi serta pertahankan posisi tidur agar kepala tidak terlalu terangkat. Meskipun nyeri leher belakang adalah penyakit ringan yang bisa sembuh dengan sendiri pada beberapa kondisi. Namun kamu tetap perlu memeriksakan kondisinya jika rasa sakit berlangsung lebih dari seminggu dan semakin parah, atau bahkan berbarengan dengan munculnya gejala lain. Gejala lain yang bisa muncul akibat nyeri leher belakang adalah, mati rasa atau rasa linu pada bagian bahu, nyeri pada dada, sakit kepala, hingga kesulitan menggerakkan tangan atau kaki. Tujuan pemeriksaan diri pada nyeri leher belakang adalah agar keluhan akibat penyakit tersebut bisa selesai metode yang tepat.
Alami Brain Fog, Bisa Jadi Pertanda Penyakit Autoimun Berikut Ini!

Brain fog atau kabut otak merupakan kondisi yang menyerang seseorang sehingga membuatnya akan mengalami lupa sesaat, sulit berkonsentrasi atau ketidakmampuan untuk fokus. Brain fog bukanlah penyakit, namun sebuah gejala dari kondisi atau penyakit tertentu. Salah satu penyakit yang memiliki gejala kabut otak ini adalah penyakit autoimun. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasannya berikut ini. Apa sih penyakit autoimun? Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh (imun) menyerang tubuh atau lebih tepatnya sel-sel dalam tubuh sehingga membuatnya tidak bisa berfungsi dengan baik. Jadi, dalam hal ini, sistem kekebalan tubuh salah untuk menilai sel sehat yang ada dalam tubuh dan menganggapnya sebagai zat asing. Akibatnya, tubuh mulai memproduksi antibodi yang malah menyerang dan merusak sel sehat dalam tubuh tersebut. Padahal, sistem imun bertugas melawan infeksi virus, bakteri, dan benda asing lainnya yang masuk ke dalam tubuh. Penyakit ini lebih banyak menyerang kaum perempuan pada usia produktif. Biasanya, pada diagnosis tahap awal akan sulit terdeteksi kemunculannya. Gangguan kesehatan ini juga bisa menyebabkan penyakit yang berbeda-beda sehingga gejalanya pun akan berbeda. Namun, umumnya penderita akan mengalamin brain fog. Brain fog bisa menjadi pertanda dari penyakit autoimun Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit autoimun yang ditandai dengan alami brain fog: 1. Lupus Penyakit lupus atau lupus eritematosus merupakan salah satu jenis penyakit autoimun kronis yang bisa menyebabkan terjadinya peradangan pada beberapa bagian tubuh, termasuk kulit, ginjal, sendi dan otak. 2. Autoimun hepatitis Penyakit yang menyerang sel-sel hati dan sistem kekebalan tubuh yang dapat mengakibatkan hati mengeras dan gagal hati. 3. Celiac Dease Penyakit autoimun yang menyebabkan penderitanya tidak mampu menerima gluten dan zat yang terkandung dalam gandum. 4. Antibody Syndrome Berikutnya, jenis penyakit autoimun ini atau bisa juga disebut Antiphospholipid (APS )ini menyerang lapisan dalam pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya pembekuan darah pada saluran darah, baik saluran vena maupun arteri. 5. Hemolytic Anemia Penyakit ini menghancurkan sel darah merah yang ada dalam tubuh. 6. Guillain-Barre Syndrome (GBS) Menyerang saraf yang menghubungkan otak dan tulang belakang. Sehingga otak mengalami kesulitan untuk memberikan perintah pada saraf otot dan menimbulkan kelumpuhan. 7. Ideophathic Thrombosythopenic Purpura (ITP) Paling banyak menyerang kaum perempuan dan menyebabkan pecahnya jaringan pembuluh darah. 8. Multiple Sclerosis Penyakit multiple sclerosis menyerang lapisan pelindung pada sekitar saraf, sehingga menyebabkan terganggunya kerja otak dan saraf tulang belakang. 9. Psoriasis Ditandai dengan penumpukan sel kulit yang terjadi akibat sel-sel kulit dalam kulit tumbuh cepat dan segera naik ke permukaan sehingga kulit menebal dan terjadi penumpukan pada permukaaan kulit. 10. Diabetes Sudah tidak asing dengan penyakit satu ini, bukan? Ia menyerang sel-sel insulin, sehingga tubuh tidak mampu memenuhi kebutuhan insulin. Sehingga menyebabkan terlalu banyak gula yang beredar dalam darah. Sampai saat ini, penyakit autoimun merupakan penyakit yang belum ada cara untuk mencegahnya. Namun, bukan berarti tidak bisa mengendalikannya. Apa saja gejala umum dari penyakit autoimun? Meskipun memiliki gejala yang beragam bergantung pada jenis penyakit yang menyebabkannya, namun ada beberapa gejala umum yang bisa kamu perhatikan. Misalnya, alami brain fog atau kabut otak yang bisa menyebabkan penderita sulit konsentrasi dan mudah lupa. Lalu, mengalami kelelahan berlebihan dan berkepanjangan, tangan dan kaki alami kesemutan, nyeri sekujur tubuhm rambut rontok parah, dan ruam pada kulit. Jika kamu mengalami beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Berbagai Jenis Keluhan Kesehatan Pada Pekerja Kantoran

Keluhan kesehatan pada pekerja kantoran banyak terjadi. Penyebab umumnya adalah pekerja kantoran biasanya memiliki waktu yang sedikit untuk bergerak atau melakukan aktivitas fisik lainnya. Terlalu banyak duduk mulai dari jam 8 pagi hingga 5 sore, belum lagi ketika harus lembur kerja. Kita akan fokus bekerja menghadap laptop. Inilah yang akhirnya membuat para pekerja kantoran melupakan berbagai gangguan kesehatan yang bisa mengancamnya. Selain itu, pola makan tidak sehat bisa menjadi pemicu semua itu dapat terjadi sewaktu-waktu. Berikut ini merupakan keluhan kesehatan yang sering terjadi pada pekerja kantoran. Nyeri leher dan punggung Terlalu lama duduk ketika bekerja akan memberikan tekanan berlebihan pada bagian tubuh sehingga menyebabkan nyeri pada bagian leher, sakit punggung dan pinggul. Nah, untuk mencegah kondisi ini, kamu bisa melakukan peregangan setiap satu jam sekali dan rutin lupa minum air putih. Nyeri bokong Duduk dalam waktu lama dan posisi tidak tepat (membungkuk) bisa menyebabkan tekanan berlebihan pada bagian bokong. Hal ini bisa berupa rasa sakit dan nyeri pada bagian bokong baik ketika duduk, berdiri dan berjalan. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) CTS merupakan kondisi yang membuat tangan mengalami sensasi kesemutan, nyeri, mati rasa dan/atau lemah. Cara untuk menghindarinya, cobalah beristirahat dan lakukan peregangan tangan di sela-sela jam kerja. Sakit kepala Melakukan pekerjaan berlebihan tanpa istirahat bisa membuat kamu rentan alami stres. Jika sudah stres, biasanya akan menimbulkan sakit kepala parah. Jika sudah begini, istirahatlah sejenak dan coba untuk melakukan peregangan. Mata lelah Kelelahan pada mata akan menyebabkan mata kering, buram, sakit kepala, dan merah. Biasanya hal ini terjadi ketika terlalu lama menatap layar komputer atau laptop dan berada di ruangan ber-AC. Obesitas Kebiasaan duduk di depan layar komputer membuat kamu akan jarang bergerak dan memunculkan selalu ingin ngemil. Hal ini bisa membuat kamu mengalami obesitas. Apalagi jika kamu termasuk pribadi yang jarang dan malas berolahraga. Kondisi ini bisa saja semakin tinggi mengicarmu.