Obat Saraf Terjepit Tanpa Operasi

obat saraf terjepit

Obat Saraf Terjepit — Saraf yang mengalami jepitan akibat adanya penonjolan bantalan ruas tulang belakang dapat menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa dan tak tertahankan. Kadang membuat penderitanya tidak dapat melakukan aktivitas harian seperti biasa. Bahkan penderitanya bisa mengalami gangguan fungsi buang air kecil dan buang air besar hingga tidak dapat berjalan. Saraf terjepit seringkali dikaitkan dengan saraf tulang belakang. Jepitan saraf ini ternyata tidak hanya dialami di ruas tulang belakang. Tetapi juga bisa terjadi di pergelangan tangan yang dikenal dengan istilah carpal tunnel syndrome. Dikenal dengan tarsal tunnel syndrome bila ada saraf terjepit di kaki yang menimbulkan nyeri pada telapak kaki.   Jepitan Saraf Tulang Belakang Antar ruas tulang belakang dibantali oleh semacam jelly sehingga tulang-tulang tersebut dapat bergerak dengan bebas. Bantalan ini suatu saat dapat mengalami kerusakan atau menipis yang penyebabnya cukup banyak. Sehingga berisiko menggembung atau bocor sehingga menekan atau menjepit saraf di area tersebut dan timbullah nyeri. Bantalan tulang yang menonjol ini juga dikenal dengan hernia nukleus pulposus atau HNP. Yang bisa terjadi di bagian mana saja, dari leher hingga lumbar (punggung bawah/pinggang). Gejala akibat HNP ini antara lain nyeri, kesemutan, rasa baal, kelemahan otot hingga kelumpuhan bila tidak ditangani dengan sedini dan sebaik mungkin. Penyebabnya cukup beragam, antara lain cedera akibat olahraga atau kecelakaan, proses penuaan, kelebihan berat badan. Penyakit tertentu (tumor misalnya), dan melakukan aktivitas yang sama dengan postur tubuh yang salah dalam waktu yang lama. Obat Saraf Terjepit Untuk membantu mengatasi atau meredakan nyeri yang biasanya merupakan gejala utama saraf terjepit, dokter akan meresepkan atau memberikan obat-obatan yaitu antara lain: Obat pereda nyeri (antiinflamasi nonsteroid/OAINS) Kortikosteroid (oral atau injeksi). Selain obat, dokter mungkin akan merekomendasikan fisioterapi yang berisikan serangkaian gerakan peregangan atau gerakan untuk membantu memperkuat otot dan memperbaiki fungsi fisik. Bila dengan obat dan fisioterapi saraf terjepit Anda belum membaik, maka kemungkinan dokter akan merekomendasikan beberapa tindakan atau teknologi terkini untuk menuntaskan saraf terjepit Anda, bergantung pada lokasi jepitan saraf terjadi. Teknologi terkini untuk tuntaskan saraf terjepit dilakukan tanpa operasi besar. Mengingat tindakan operasi besar atau konvensional sering ditakutkan pasien akan kemungkinan risikonya. Kini saraf terjepit sudah dapat ditangani tanpa operasi yaitu dengan teknologi terkini, endoskopi. Percutaneous endoscopic lumbar discectomy (PELD) dilakukan untuk mengatasi saraf terjepit di bagian pinggang atau lumbar. Percutaneous endoscopic cervical discectomy (PECD) untuk mengatasi saraf terjepit di leher. Keunggulan teknik endoskopi yang minimally invasive ini adalah tindakan dilakukan lebih singkat, risiko kerusakan jaringan di sekitar lebih minimal, dan proses pemulihan lebih cepat. Selain itu, radiofrekuensi ablasi dan percutaneous stenosis lumbar discectomy (PSLD) juga bisa menjadi pilihan untuk mengatasi nyeri akibat adanya jepitan pada saraf tulang belakang.   Untuk menentukan teknologi mana untuk kondisi saraf terjepit Anda, dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan fisik terlebih dahulu dan melihat hasil pemeriksaan penunjang seperti MRI. Teknologi endoskopi ini dapat menjadi ‘obat’ saraf terjepit terkini agar Anda dapat terbebas dari nyeri yang tak tertahankan dan saraf pun tak terjepit lagi.

Klinik Lamina Bisa Atasi Stenosis Lumbar Anda

Proses degenerasi dapat menyebabkan perubahan pada tulang belakang. Proses degenerasi ini terjadi seiring dengan pertambahan usia atau penuaan.  Salah satu akibat dari proses degenerasi ini adalah stenosis pada ruas tulang belakang. Setiap tulang belakang memiliki lubang tempat saraf dan sumsum tulang belakang. Normalnya, rongga atau lubang ini cukup luas untuk menampung saraf. Namun dalam kondisi stenosis, rongga ini menjadi sempit atau mengecil akibat proses degenerasi. Proses degenerasi ini bisa menyebabkan pembentukan taji tulang (bone spurs). Taji tulang inilah yang dapat membuat rongga tersebut menyempit atau mengecil, sehingga menjepit saraf yang ada di area tersebut. Penyempitan rongga inilah yang disebut dengan stenosis. Stenosis (penyempitan) tulang belakang adalah kondisi umum yang terjadi ketika kanal tulang belakang, yang berisi akar saraf dan sumsum tulang belakang, menjadi lebih kecil atau sempit. Hal ini menyebabkan jepitan pada saraf di bagian tersebut sehingga timbullah rasa nyeri, kram, kelemahan otot dan mati rasa. Gejala yang timbul bergantung pada bagian mana penyempitan itu terjadi, dan gejala-gejala ini terasa dari punggung bawah/pinggang, kaki, leher, bahu dan lengan. Perubahan degeneratif pada tulang belakang terlihat pada usia 50 tahun (sekitar 95% kasus). Pada sebagian kecil kasus individu yang terlahir dengan masalah pada tulang belakang, nantinya akan mengalami stenosis lumbar (pinggang), dan kasus ini dikenal dengan stenosis spinal kongenital. Penyebab dan Gejalanya Apa? Saat usia muda, bantalan sendi tulang belakang memiliki kandungan air yang tinggi. Saat menua, ruas tulang belakang kehilangan air tersebut atau mengering sehingga runtuh atau roboh dan ruang antar ruas tulang belakang menyempit baik lebarnya dan tingginya. Akibatnya, akan menekan sendi facet. Sendi facet ini berfungsi menghubungkan antar tulang belakang, dari leher hingga punggung bawah dan berada di kedua sisi tulang belakang. Masing-masing vertebra terhubung dengan 3 sendi yaitu satu sendi besar tulang belakang dan dua sendi facet di bagian belakang. Radang sendi atau artritis merupakan salah satu penyebab tersering stenosis spinal. Selain itu, kondisi medis tertentu juga dapat menyebabkan penyempitan ini, antara lain adanya tumor di tulang belakang, penyakit Paget (terganggunya proses regenerasi tulang), spondiloartritis (peradangan kronik dan kekakuan yang terutama menyerang persendian tulang belakang dan penyebab pastinya belum diketahui), serta osteoartritis. Gejala stenosis tulang belakang ini dapat berupa: Nyeri punggung, namun ada beberapa yang tidak merasakan gejala ini, dan bergantung pada berat ringannya radang sendi yang dialami. Rasa nyeri seperti terbakar di bokong atau kaki (sciatica). Tekanan pada saraf tulang belakang dapat menyebabkan nyeri yang terasa seperti terbakar. Biasanya nyeri berawal dari bokong dan menjalar hingga kaki. Bila berlanjut, nyeri bisa terasa hingga ke telapak kaki. Rasa kebas atau kesemutan pada bokong atau kaki. Kelemahan di otot-otot kaki atau ‘foot drop’. Bila jepitan saraf ini semakin memburuk, kelemahan otot atau kelumpuhan dapat terjadi di kedua kaki. Nyeri pinggang berkurang dalam posisi tertentu. Beberapa hasil studi pada ruas tulang punggung bawah atau pinggang, posisi membungkuk ke depan dapat membantu memperluas ruang untuk saraf. Nyeri biasanya semakin buruk saat berdiri tegak dan berjalan. Secara umum, pasien dengan stenosis akan merasa nyaman saat Namun saat berdiri tegak dapat mengurangi ruang yang tersedia untuk akar saraf dan dapat menghalangi aliran darah dari area tersebut. Menyempitnya rongga tulang belakang ini bisa terjadi di lateral (bagian tepi), sentral (di bagian tengah), dan foraminal. Penyempitan di bagian tepi ini merupakan yang tersering. Untuk membantu dokter mendiagnosis stenosis ini, selain berdasarkan keluhan pasien, lokasi nyeri atau pemeriksaan media, dokter akan  menganjurkan pemeriksaan penunjang lainnya, seperti rontgen, dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Perlu Tetap Bergerak Tetap aktif bergerak atau rutin berolahraga tiga kali seminggu (minimal 30 menit). Kemudian, lakukan perubahan aktivitas, dan jangan lakukan sesuatu yang justru memicu timbulnya atau memperburuk rasa nyeri yang ada, seperti mengangkat beban berat atau berjalan kaki untuk jarak yang cukup jauh. Jangan lupa selalu konsultasikan dengan dokter sebelum minum obat pereda nyeri. Jangan lupa untuk tetap menjaga berat badan yang ideal, karena berat badan yang berlebihan dapat memberikan beban berlebihan pula pada sendi. Klinik Lamina Punya Solusinya Kadangkala kata tindakan operasi membuat beberapa pasien merasa ragu untuk melakukannya. Itu sebabnya konsultasikan dengan dokter Anda untuk program fisioterapi guna meringankan nyerinya. Klinik Lamina Pain and Spine Center merupakan one stop clinic yang dapat membantu menuntaskan nyeri pinggang akibat stenosis spinal tanpa operasi dengan teknologi terkini yaitu teknologi PSLD atau Percutaneous Stenoscopic Lumbar Decompression. Teknologi PSLD ini hanya memerlukan waktu sekitar 30-45 menit dan proses pemulihannya lebih cepat. Selain itu, teknologi terkini lainnya untuk membantu mengatasi saraf terjepit, adalah endoskopi untuk saraf terjepit pinggang (PELD = percutaneous endoscopic lumbar discectomy) dan leher (PECD = percutaneous endoscopic cervical discectomy/endoskopi leher), serta PLDD (percutaneous laser disc decompression atau dikenal dengan laser). Kemungkinan dokter juga akan merekomendasikan terapi fisik yang ditujukan untuk membantu mengurangi rasa nyeri dengan menstimulasi saraf melalui Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), pemijatan, dan gelombang ultrasound. Untuk terapi fisik atau fisioterapi, Klinik Lamina memiliki Prime Rehab dengan fisioterapis berpengalaman.

Radikulopati Adalah Penyebab Nyeri Pinggang dan Leher Berkepanjangan

Radikulopati adalah penyebab nyeri pinggang

Radikulopati adalah kondisi kerusakan akar saraf di sekitar area ruas tulang belakang sehingga dapat menjepit saraf di daerah tersebut. Hal ini terjadi karena adanya perubahan di sekeliling tulang dan kartilago (tulang rawan) akibat menipisnya bagian tersebut atau pernah terjadi cedera sehingga menekan saraf yang ada di sekitarnya. Saat akar saraf ini tertekan atau terjepit, maka menyebabkan peradangan yang gejalanya berupa kebas, kelemahan otot dan nyeri. Kenali Gejalanya Gejalanya bisa ringan hingga berat dan bergantung pada lokasi akar saraf yang terkena. Ada 3 jenis radikulopati, diantaranya adalah : Radikulopati servikal, yang terjadi di ruas tulang leher. Gejalanya bisa berupa kelemahan otot, rasanya seperti terbakar atau ditusuk-tusuk, atau melemahnya otot di bahu, lengan, tangan hingga jari. Radikulopati torakal, tertekannya saraf di bagian punggung atas sehingga nyeri dapat terasa di bagian dada. Namun radikulopati torakal ini sangat jarang terjadi dibandingkan dengan radikulopati lumbar atau servikal. Radikulopati lumbar, bila saraf punggung bawah (pinggang) tertekan sehingga timbul nyeri pinggang, panggul, atau sciatica, nyeri pada kaki seperti ditusuk. Pada kasus ini yang berat dapat menyebabkan inkontinensia (gangguan fungsi berkemih), disfungsi seksual, atau paralisis/kelumpuhan. Kode icd 10 radiculopathy lumbar, merupakan bagian dari penyakit yang menyerang muskuloskeletal dan jaringan lunak dalam International Classification of Disease 10. Gejala yang ditimbulkan juga bervariasi bergantung pada jenis radikulopati yang Anda alami. Gejala bisa mengenai area tulang belakang yang berbeda, dari pinggang, lengan, hingga kaki, dan berupa: Nyeri yang dapat memburuk dengan gerakan/perubahan tubuh tertentu seperti pada radikulopati servikal Nyeri menusuk Mati rasa Kebas Kelemahan otot Kesemutan Kehilangan refleks Penyebab Radikulopati Adalah Radikulopati timbul saat saraf tertekan oleh jaringan sekitarnya yang kadangkala disebabkan oleh adanya penonjolan bantalan ruas tulang belakang. Biasanya diawali dengan adanya kelemahan atau robekan pada lapisan luar bantalan tulang belakang. Nukleus atau bagian terdalam bantalan tulang akan menonjol keluar dan menekan saraf tulang belakang yang berada di dekatnya. Taji tulang yang tumbuh di tulang belakang juga bisa menyebabkan radiculopati. Taji tulang ini bisa timbul akibat adanya cedera atau peradangan sendi (osteoartritis/OA) sehingga menyebabkan tulang belakang menjadi kaku dan mempersempit ruang tempat saraf tulang belakang berada, sehingga saraf di area tersebut terjepit. Kegemukan (obesitas), pekerjaan yang memerlukan gerakan membungkuk, adanya riwayat cedera leher atau tulang belakang, dan riwayat keluarga mengalami radikulopati adalah merupakan beberapa faktor yang mungkin dapat meningkatkan risiko Anda mengalami radikulopati. Usia, postur tubuh yang tidak benar, kelainan tulang belakang seperti skoliosis, dan gerakan berulang dalam waktu lama juga dapat menjadi penyebab timbulnya radikulopati. Bila ada riwayat keluarga mengalami radiculopati, maka Anda juga kemungkinan bisa mengalaminya karena diduga kondisi ini bersifat genetik atau diturunkan. Untuk memastikan kondisi ini, mungkin dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti: Rontgen, untuk melihat ketidaksejajaran atau penyempitan di ruas tulang belakang MRI, melihat jaringan, dan akar saraf yang kemungkinan mengalami jepitan CT scan, melihat tulang seperti, taji tulang, secara detail Atasi Radikulopati Pengobatan bergantung pada penyebabnya. Tujuan pengobatan ini adalah untuk membantu mengurangi/meredakan nyeri dan peradangan (bengkak). Untuk hal ini dokter akan meresepkan obat-obatan antinyeri dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Anda juga perlu membatasi gerakan atau aktivitas yang memicu timbulnya nyeri dan kompres bagian yang nyeri dengan kompres dingin (air es). Baca juga : Spondilosis servikal Bila dengan terapi sebelumnya nyeri masih ada, dokter mungkin akan memberikan opsi guna mengatasinya. Salah satunya adalah dengan teknologi laser. Konstantinovic dkk (2010), nyeri leher akut dengan radikulopati adalah diatasi dengan terapi laser, terbukti efektif mengurangi rasa nyeri pada lengan dalam jangka pendek dan memperbaiki gerak leher. Radikulopati bisa dicegah? Jawabannya adalah bisa. Salah satunya jaga kesehatan tulang belakang dengan cara: Menjaga postur tubuh, saat duduk jangan ‘selonjoran’ dan usahakan kedua kaki menempel di lantai Saat angkat beban dari bawah, jangan lupa untuk menekuk lutut Lakukan istirahat saat Anda melakukan pekerjaan yang berulang-ulang Gunakan sepatu yang memiliki alas dalam yang dapat menyangga kaki dengan baik, dan hindari sepatu hak tinggi dalam waktu yang lama Tetap aktif atau berolahraga yang dapat membantu melindungi kesehatan tulang belakang Jauhi radikulopati servikal dengan cara menjaga postur tubuh sambil menjaga berat badan tetap ideal. Untuk informasi lebih lanjut Anda bisa menghubungi Klinik Lamina yang ada di Jakarta.

Perkuat Sistem Imun dengan Makanan dan Gaya Hidup Sehat

sayuran buah perkuat sistem imun

Nutrisi dan gaya hidup seringkali dikatakan berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh atau sistem imun dan kerentanan seseorang terhadap penyakit menular. Bagaimana kerja kedua faktor tersebut dapat tidaknya memengaruhi kerentanan seseorang terhadap COVID-19 atau perjalanan klinisnya, masih belum diketahui. Namun, ada baiknya kita perlu mengonsumsi makanan sehat guna membantu meningkatkan sistem imun. Bagaimana Makanan dan Gaya Hidup Sehat Itu Perkuat Sistem Imun Mengonsumsi nabati atau sayuran dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh bergantung pada sel-sel darah putih yang dapat menghasilkan antibodi untuk berperang melawan serangan bakteri, virus dan lainnya. Para penyuka sayuran telah terbukti memiliki sel darah putih yang lebih efektif dibandingkan dengan yang tidak suka sayuran, karena asupan vitaminnya yang tinggi dan asupan lemak yang rendah. Makan makanan rendah lemak juga berperan penting. Hasil beberapa penelitian telah menunjukkan, dengan membatasi asupan lemak dapat membantu memperkuat pertahanan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, penelitian juga menunjukkan minyak/lemak dapat merusak fungsi sel darah putih dan diet tinggi lemak dapat mengubah fungsi mikrobiota usus yang berperan dalam membantu sistem kekebalan tubuh. Mempertahankan berat badan yang ideal juga dapat bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh. Obesitas atau kelebihan berat badan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa penyakit. Dengan mengonsumsi makanan nabati/sayuran efektif dapat membantu Anda untuk menurunkan berat badan, karena kaya serat, tanpa adanya tambahan kalori. Serat juga dapat membantu menurunkan indeks massa tubuh, yang terkait dengan peningkatan imunitas. Pola makan sayur-sayuran juga terbukti dapat membantu mengurangi biomarker inflamasi atau peradangan. Dengan memiliki berat badan ideal, beban terhadap persendian juga dapat dikurangi. Perkuat Sistem Imun dengan Vitamin, Mineral, dan Antioksidan Penelitian telah menunjukkan, buah-buahan dan sayuran mengandung nutrisi — seperti beta-karoten, vitamin C, dan vitamin E — yang dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Karena banyak sayuran, buah-buahan, dan makanan nabati lainnya juga kaya akan antioksidan, yang berperan dalam  mengurangi stres oksidatif Beta-karoten Merupakan antioksidan kuat yang dapat membantu mengurangi risiko terjadinya peradangan dan juga berperan dalam meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dengan meningkatkan sel-sel yang melawan penyakit dalam tubuh. Sumber beta-karoten antara lain ubi jalar, wortel, dan sayuran berdaun hijau. Vitamin C dan E Kedua vitamin ini adalah antioksidan yang membantu menghancurkan radikal bebas dan membantu timbulnya respons kekebalan tubuh secara alami. Sumber vitamin C misalnya paprika merah, jeruk, stroberi, brokoli, mangga, lemon, dan buah-buahan dan sayuran lainnya. sedangkan sumber vitamin E misalnya kacang-kacangan, biji-bijian, bayam, dan brokoli. Vitamin D Penelitian menunjukkan suplementasi vitamin D dapat membantu mengurangi risiko infeksi virus, termasuk infeksi saluran pernapasan, dengan cara mengurangi produksi senyawa proinflamasi di dalam tubuh. Peningkatan vitamin D dalam darah telah dikaitkan dengan pencegahan penyakit kronis lainnya termasuk TBC, hepatitis, dan penyakit kardiovaskular. Vitamin ini juga diperlukan tubuh untuk menyerap kalsium secara maksimal di usus. Sumber vitamin D misalnya sinar matahari, ikan salmon, ikan tuna, telur, susu Seng (zinc) Merupakan mineral yang dapat membantu meningkatkan sel darah putih, yang bekerja melawan serangan bakteri, virus dan lainnya. Sumbernya antara lain kacang-kacangan, kuaci, biji wijen, kacang polong dan lentil. Perlu Variasi Profesor Pellegrini, ahli penyakit infeksi di Walter and Eliza Hall Institute (Australia) mengatakan,”Tidak ada satu jenis makanan yang dapat bekerja langsung untuk meningkatkan sistem imun seseorang, itu sebabnya perlu mengonsumsi berbagai makanan yang bervariasi.” Baca juga : Obat saraf terjepit tanpa operasi Dikatakan lebih lanjut, nutrisi bisa didapatkan dari makanan sehat yang bervariasi, itu sebabnya perlu makan makanan yang mengandung vitamin A, B, C, D, E dan mineral (zat besi, seng, dll). Semua mikronutrien ini berperan penting dalam sistem imun seseorang dalam proses produksi jenis sel yang berbeda-beda. Misalnya, vitamin A dan seng dapat membantu mempertahankan keutuhan kulit dan lapisan organ-organ vital dan sistem pernapasan. Vitamin B12 dan zat besi juga diperlukan dalam produksi hemoglobin yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Perlu Tidur Cukup Tubuh tentu perlu tidur untuk beristirahat dan memulihkan tenaga di keesokan hari. Tanpa tidur yang cukup, kemungkinan dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan yang serius — seperti penyakit jantung, penyakit Alzheimer, dan obesitas. Kurang tidur juga dikaitkan dengan fungsi kekebalan tubuh yang menurun. Sebuah studi menemukan bahwa seseorang yang tidurnya kurang dari lima jam saat malam hari berisiko lebih tinggi mengalami selesma dibandingkan dengan mereka yang tidur cukup jamnya. Para periset menyatakan tidur nyenyak dengan waktu yang cukup membantu memperkuat sistem imun dan dalam studi barunya menemukan tidur yang berkualitas tersebut dapat membantu meningkatkan jumlah sel T dalam tubuh yang bekerja melawan infeksi. Menurut Harvard Health, tidur malam membutuhkan waktu 7-9 jam. “Semalam saja kurang tidur (hanya sekitar 4-5 jam), sel-sel di sistem imun Anda sudah dapat menurun hingga lebih dari 50%,” jelas Matthew Walker, ahli neuroscience di University of California. Jika sering sulit tidur, Anda bisa menambahkan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan saat makan. Studi menemukan, dengan mengonsumsi makanan kaya serat dan rendah lemak jenuh dapat membantu tidur Anda lebih nyenyak. Jangan Lupa Cuci Tangan dan Atasi Stres Cara terbaik untuk mencegah penyebab virus corona adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, minimal 20 detik. Tidak ada suplemen atau kebiasaan lainnya yang dapat menggantikan pentingnya mencuci tangan dengan sabun. Jangan lupa untuk atasi stres, karena stres dapat menurunkan kerja sistem kekebalan tubuh untuk berperang melawan serangan bakteri atau virus penyebab penyakit. Untuk itu, coba lakukan hobi Anda yang selama ini tertunda, dan cari info perkembangan virus corona hanya dari sumber-sumber yang terpercaya.

2 Dari 1000 Orang Adalah Penderita Saraf Kejepit, Cegah Segera

saraf kejepit adalah

Saraf terjepit atau syaraf kejepit adalah jepitan, peradangan, membengkak atau jenis kerusakan lainnya yang terjadi pada saraf perifer atau saraf tepi tubuh. Saraf perifer atau tepi ini terletak pada bagian luar kanalis spinalis dan otak. Pada saraf yang terjepit dapat terjadi pada seluruh bagian tubuh, walau yang paling sering terjadi pada cedera tulang belakang dan leher. Rasa ketidaknyamanan yang terjadi pada seluruh area tubuh adalah salah satu gejala kejepit nya saraf. Untuk mendiagnosis apakah Anda mengalami saraf terjepit atau tidak, sangat penting untuk memahami semua gejala, penyebab, risikonya dan bagaimana mendiagnosisnya. Penanganan bergantung pada area dan keparahan penyakit. Gejala Saraf Kejepit Adalah Kondisi saraf yang kejepit menimbulkan beberapa gejala, antara lain adalah; rasa kebal, nyeri, kesemutan atau rasa yang tidak nyaman. Saraf tepi pada tubuh terdapat di semua bagian tubuh, dan tidak hanya terbatas pada punggung atau leher saja. Saraf terjepit terdapat pada area punggung bawah (pinggang), panggul, paha, lengan, tangan dan telapak kaki. Dari beberapa jurnal kedokteran yang ada, prevalensi saraf kejepit bisa mencapai 2 dari 1000 orang, utamanya pada kelompok usia 50 ke atas. Sensasi yang terasa pada pasien seperti kesetrum atau perasaan seperti terbakar. Kadang rasa atau sensasi ini terjadi di salah satu bagian saja atau kadang menjalar dari area leher hingga ke lengan, atau dari punggung bawah hingga ke kaki dan area lain. Artikel lainnya : Dokter Syaraf Kejepit Yang Bagus Gejala-gejala tersebut dapat menetap, atau kadang hilang dan muncul, bergantung pada stabil tidaknya terjepitnya saraf di area tersebut. Perubahan posisi atau aktivitas fisik dapat membuat kenyamanan tersendiri atau malah dapat memperburuk kondisi. Itu sebabnya diagnosis perlu sekali oleh para dokter saat gejala-gejala tersebut menetap atau berulang. Kondisi ini bila ditemukan sedini mungkin, dapat teratasi dengan baik. Diagnosis Saraf Kejepit Adalah Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan konsultasi atau bertanya mengenai awal gejala, frekuensi gejala, lokasi nyeri dan ragam aktivitas yang Anda lakukan saat gejala itu timbul. Pemeriksaan atau tes yang  paling sering adalah rontgen untuk melihat ada tidaknya ketidaksejajaran ruas tulang belakang. Jika kondisi ini berat, mungkin dokter akan meminta Anda melakukan EMG atau Elektromiografi  untuk melihat aliran listrik pada saraf. Mungkin tidak hanya itu, dokter juga akan meminta pemeriksaan MRI, agar dapat memastikan lokasi dan kondisi saraf terjepitnya. Apabila kondisi ini berlanjut dapat menyebabkan komplikasi atau kerusakan jaringan. Itu sebabnya perlu untuk segera konsultasikan dengan dokter sedini mungkin. Penyebab Saraf Terjepit Ada kemungkinan beberapa posisi tubuh yang rentan akan terjadinya saraf terjepit, seperti melipat/ menyilangkan kaki, bersandar pada siku, postur tubuh yang buruk pada area leher. Ketidaksejajaran ruas tulang belakang, penonjolan bantalan tulang belakang, kegemukan/obesitas, aktivitas fisik/olahraga berlebihan, cedera/ kecelakaan mendadak, merupakan beberapa faktor risiko terjadinya saraf terjepit. Apa pun yang menyebabkan tekanan pada saraf tepi berisiko timbulnya kerusakan pada area tersebut seiring dengan waktu. Terapi Saraf Kejepit Adalah Penatalaksanaan yang menjadi rekomendasi dokter bergantung pada masalah dan luasnya masalah yang terjadi. Dalam beberapa kasus, istirahat beberapa hari bisa Anda lakukan di rumah. Artikel lainnya : Cara Mengobati Syaraf Kejepit Terdapat beberapa perilaku/aktivitas penyebabutama, seperti menyilangkan kaki atau postur tubuh yang buruk. Saran kami, Anda berhenti melakukannya. Untuk melenyapkan nyeri nya atau kemungkinan terjepitnya saraf pada area tersebut. Nyeri dan rasa tidak nyaman juga dapat berkurang dengan mengkonsumsi obat pereda nyeri yang dokter Anda resepkan. Sedangkan pada kondisi yang berat dapat mencoba beberapa opsi terapi. Radang sendi (artritis) atau kondisi radang sendi lainnya merupakan kondisi lanjutan atau disebabkan oleh usia. Saraf terjepit dapat ditangani secara rutin dengan injeksi kortikosteroid untuk membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan yang terjadi. Salah satu area saraf lain yang bisa menjadi sasaran adalah carpal tunnel syndrome (CTS) yang terjadi pada area tangan. Pada kondisi yang berat tindakan bedah adalah pilihan utama guna melepaskan kejepit nya saraf tepi tangan. Artikel lainnya : Pengobatan Syaraf Kejepit Di Leher Terapi Fisik Dapat Dipertimbangkan Bila saja hasil MRI menunjukkan adanya saraf kejepit pada area bantalan ruas tulang belakang atau leher, dokter dapat mempertimbangkan beberapa teknologi terkini tanpa operasi,  antara lain adalah; percutaneous endoscopic lumbar discectomy (PELD), percutaneous endoscopic cervical discectomy (PECD).  Dan percutaneous stenoscopic lumbar decompression (PSLD), dan percutaneous laser disc decompression (PLDD). Kesemua teknologi tersebut sudah ada pada Klinik Lamina Pain and Spine Center oleh para pakar nyeri dan tulang belakang yang sudah berpengalaman dan memiliki jam terbang yang cukup tinggi melakukan teknologi tersebut. Teknologi tersebut memiliki keunggulan antara lain tanpa operasi, hanya perlu bius lokal, prosedur tindakan singkat sekitar 10-45 menit, risiko minimal karena tidak merusak jaringan sekitar, dan tidak perlu rawat inap sehingga pasien dapat beraktivitas setelahnya. Namun sebelum memutuskan beraktivitas, ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan dalam beberapa waktu, misalnya hindari membungkuk, tidak boleh mengangkat beban berat, dan hindari menundukkan kepala atau sering menggunakan gadget.

Sembuhkan Saraf Terjepit atau HNP Tanpa Operasi

Saraf terjepit atau HNP disebabkan oleh menonjolnya bantalan tulang di ruas tulang belakang. Ruas tulang belakang dari leher sampai tulang ekor dihubungkan menjadi satu melalui persendian. Di antara masing-masing tulang tersebut terdapat sebuah bantalan sendi yang disebut diskus intervertebralis. Dalam bantalan ruas tulang belakang tersebut, diisi oleh suatu bahan seperti jeli kenyal (bantalan) yang disebut nukleus pulposus. Layaknya mobil dan motor, bantalan tulang belakang bekerja sebagai “shock breaker” (peredam getaran). Bantalan tulang belakang ini memungkinkan bagian ini dapat bergerak secara lentur. Jadi sebenarnya bantalan tersebut ada yang menjaga, namun karena beberapa faktor, seperti usia, gaya hidup yang buruk dan cara mengangkat barang dengan teknik yang salah, maka ‘penjaga’ bantalan tersebut pun mulai rusak dan memiliki kemungkinan menonjol dari tempat semula. Menonjolnya bantalan sendi tersebut dikenal dengan istilah herniasi nukleus pulposus (HNP) yang mengakibatkan saraf di area tersebut terjepit sehingga timbul nyeri. Sebagian besar HNP disebabkan oleh penyakit degeneratif, yaitu penurunan fungsi organ tubuh karena bertambahnya usia. Derajat Saraf Terjepit Terdapat 4 derajat dalam penentuan tingkat tindakan yang akan dilakukan apabila bantalan sendi sudah menonjol. Apabila masih derajat 1-2, kondisi nukleus sudah menonjol namun masih berada dalam lingkaran annulus fibrosus. Pada tahapan ini dapat dilakukan dengan terapi untuk membantu meringankan keluhan nyeri (atau dengan obat-obatan). Selain itu juga dianjurkan melakukan fisioterapi rutin dengan berenang. Apabila sudah dalam derajat 3-4, bantalan ruas tulang belakang membengkak hingga bocor keluar, maka perlu dilakukan intervensi dengan tindakan tertentu agar saraf yang terjepit dapat terbebas dan rasa nyeri pun mereda. Jika Anda mengalami gejala HNP atau saraf terjepit, seperti alami nyeri leher atau nyeri punggung bawah yang menjalar hingga lengan atau kaki, atau jika disertai dengan mati rasa atau kesemutan, segeralah periksa ke dokter untuk mendapat kepastian serta penanganan yang tepat. Menonjolnya bantalan ruas tulang belakang, herniasi atau bahkan kondisi robekan pada bantalan tulang, biasanya disebabkan oleh lemahnya annulus yang sudah terjadi dan peningkatan tekanan yang mendadak pada bantalan tulang sehingga serat-serat pada annulus robek. Penyebab Saraf Terjepit (HNP) Menonjolnya bantalan ruas tulang belakang dapat disebabkan oleh: 1.Trauma atau cedera ringan namun sudah terakumulasi dalam waktu yang cukup lama sehingga dapat berisiko memicu timbulnya cedera pada bantalan tulang. Misalnya saja postur tubuh yang buruk saat duduk, berdiri dan bekerja, dapat membebani dan menekan tulang belakang. Posisi bungkuk dalam waktu lama menyebabkan jaringan ruas tulang belakang meregang berlebihan dan melemah. Bila kondisi ini berlangsung lama akan menyebabkan perubahan aliran cairan atau jel dan bahkan bisa bocor dari tempat yang semestinya dan timbul nyeri. 2.Beban dadakan yang tidak terduga, misalnya jatuh, kecelakaan, yang dapat menyebabkan benturan hebat pada bantalan sendi ruas tulang belakang. Hal ini kemungkinan bisa ‘merobek’ serat-serat annulus sehingga bantalan ruas tulang belakang juga terkena dampaknya. 3.Faktor keturunan (genetik) Diperkirakan salah satu sekian banyak penyebab cedera tulang belakang, adalah faktor keturunan (genetik). Bagi mereka yang memiliki kepadatan (densitas) serat elastin yang rendah dan meningginya komponen serat-serat fibrokartilaginosa maka kemungkinan berisiko besar alami hal ini. Serat-serat ini berperan dalam membentuk annulus diskus antar ruas tulang belakang. Faktor lainnya yang juga berperan seperti lemak perut yang berlebihan, kekuatan tungkai bawah yang tidak begitu bagus, dan pekerjaan yang dilakukan secara rutin (misalnya angkat beban berat). Namun secara keseluruhan, faktor genetik hanya berperan kecil dalam cedera bantalan antar tulang belakang. Yang jauh lebih penting lagi, Anda perlu melakukan beberapa langkah untuk membantu mencegah cedera ini. Klinik Lamina, Punya Solusi Saraf Terjepit Saraf terjepit kini sudah dapat ditangani dengan teknologi terkini tanpa operasi yang ada di Klinik Lamina Pain and Spine Center. Teknologi seperti PELD, PSLD, PLDD merupakan solusi terkini untuk tuntaskan nyeri akibat saraf terjepit yang dilakukan hanya dalam waktu 10-45 menit, hanya dengan bius lokal dan pasien dapat langsung beraktivitas.                      

5 Manfaat Asuransi Kesehatan Untuk Anda

Manfaat asuransi kesehatan

Secara umum, perusahaan asuransi kesehatan bekerja sama dengan beberapa rumah sakit terkemuka untuk memberikan manfaat perawatan, tanpa uang tunai kepada tertanggung. Jika perusahaan asuransi tidak memiliki ikatan dengan rumah sakit, maka akan mengganti biaya pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemegang polis. Namun masih banyak juga sebagian masyarakat yang belum merasa yakin dengan manfaat asuransi kesehatan tersebut. Misalnya untuk biaya-biaya pemeriksaan sebelum tindakan, saat tindakan hingga pasca tindakan. Hasil rangkuman dari beberapa sumber, berikut ini ada beberapa manfaat menggunakan asuransi kesehatan diantaranya: 1.Melindungi dalam pembayaran biaya medis Ikut asuransi kesehatan bertujuan untuk pembayaran biaya kesehatan dan medis tanpa harus mengganggu keuangan Anda secara umum dan memberikan proteksi untuk layanan kesehatan yang normalnya harus Anda bayar mahal. Baca juga : Endoskopi PELD ditangung BPJS Semua biaya rumah sakit, termasuk rawat inap, ambulans dan biaya lainnya akan ditangani oleh asuransi. Jadi, Anda bisa fokus pada proses pemulihan tanpa harus khawatir akan biaya yang tinggi dan proses pengurusannya. 2. Mencakup penyakit kritis. Saat ini beberapa asuransi sudah mencakup beberapa jenis penyakit kritis, misalnya gagal ginjal, stroke dan sebagainya. Coba tanyakan poin ini secara lengkap dan pastikan layanan ini bisa Anda manfaatkan dengan optimal. 3. Tanpa perlu setoran tunai. Perhatikan mekanisme pengajuan klaimnya, bisa reimbursement atau non-tunai . Pilih saja yang paling mudah dan efektif sesuai dengan kebutuhan. 4. Manfaat Perlindungan tambahan dari Asuransi Kesehatan. Banyak perusahaan atau organisasi melindungi pekerjanya dengan asuransi kelompok. Namun kadang kebijakan seperti itu tidak dibuat sesuai kebutuhan setiap individu, misalnya mungkin ada yang perlu asuransi kesehatan tambahan. Belum lagi jika harus pindah kerja dan sebagainya. Itu sebabnya setiap individu perlu memiliki asuransi kesehatan pribadi. 5. Membantu Anda agar lebih tertib mengelola uang. Setelah memutuskan asuransinya beserta sistem pembayarannya atau hal lainnya, maka langkah berikutnya Anda harus menyisihkan dana agar ketika Anda membutuhkan asuransi tersebut tidak ada kesulitan. Jadi sebaiknya bicarakan layanan yang bisa diberikan asuransi dengan agen Anda secara teliti. Tanyakan kemungkinan tambahan manfaat lainnya. Asuransi di Klinik Lamina Tak sedikit yang menanyakan asuransi yang bisa digunakan di Klinik Lamina Pain and Spine Center via telepon maupun whatsapp. Klinik Lamina hingga saat ini sudah bekerjasama dengan beberapa asuransi, yaitu: Takaful Keluarga Pertamina Bina Medika Reliance Indonesia Jasa Indonesia (Persero) BNI Life InHealth Indonesia Mandiri InHealth BRI Life Owlexa Health Care Prudential AA International

Nyeri Di Bokong Kiri Sampai Kaki, Tanda Syaraf Kejepit

syaraf kejepit di bokong

Nyeri di bokong kiri dan menjalar hingga kaki bisa karena masalah syaraf kejepit hingga inflamasi pada saraf sciatica. Saraf sciatica ini berada di sekitar otot-otot piriformis di bagian bokong. Kadang nyeri pada bokong hingga kaki ini dikenal dengan sebutan piriformis syndrome. Piriformis merupakan otot kecil yang berada di dalam bokong (di belakang otot gluteus maximus). Otot ini bermula pada tulang punggung bagian bawah hingga ke atas tulang paha dan berdekatan dengan saraf sciatica. Saat syaraf sciatica ini terjepit oleh otot-otot piriformis akan menimbulkan beberapa gejala yang berupa: Kaku atau nyeri di bagian pinggul atau pantat Sakit menjalar dari bokong ke bagian hamstring atau betis Kesemutan ekstremitas bawah Nyeri dan kaku saat adanya tekanan pada muskulus piriformis, seperti saat duduk Nyeri pinggang Sakit ketika duduk lebih dari 15 menit Nyeri ketika berjalan Sakit pada kaki bisa timbul secara mendadak maupun secara perlahan/ bertahap. Gejala tambahan lainnya dapat berupa kesemutan dari bokong sampai kaki, kaki terasa tertusuk-tusuk jarum, dan pada kasus yang berat dapat mengganggu gerakan kaki maupun saat menekuk lutut. Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA 0811 1443 599   Penyebab Syaraf Kejepit di Bokong Dari beberapa literatur, salah satu penyebab nyeri bokong atau sciatica adalah herniated nucleus pulposus (HNP) atau saraf terjepit di tulang belakang bagian bawah. Bantalan sendi di bagian tersebut ada yang menonjol sehingga menjepit syaraf di bagian bokong, atau kita kenal sebagai syaraf kejepit. Selain itu, juga bisa oleh menyempitnya saluran saraf tulang belakang atau stenosis spinal. Kondisi ini dapat membuat otot piriformis menjepit saraf sciatica. Baca juga : Nyeri bokong karena skoliosis dan HNP Cedera pada tulang belakang, tumor, tumbuhnya taji di tulang belakang, keropos tulang (osteoporosis) juga bisa menimbulkan nyeri bokong yang menjalar hingga kaki. Sebenarnya penyebab sindrom piriformis ini terbagi menjadi dua: Primer, terjadi akibat adanya kompresi (penekanan) saraf secara langsung akibat cedera, peradangan Sekunder, misalnya akibat adanya kelainan pada pembuluh darah, bursitis. Nyeri ini juga bisa muncul oleh karena : Pembentukan taji tulang (osteofit) yang biasanya muncul karena proses penuaan sehingga tulang semakin menipis dan saling bergesekan. Spondilolistesis atau bergesernya tulang belakang dari tempat semestinya yang dapat muncul karena melemahnya tulang belakang. Stenosis spinal atau menyempitnya saluran tulang belakang bisa oleh radang sendi, proses degenerasi diskus (bantalan tulang), kelainan abnormal dari tulang belakang, atau penyakit-penyakit tertentu (penyakit Paget, artritis rematoid, ankilosing spondilitis). Terdapat beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami nyeri ini yaitu penuaan, obesitas (dapat membebani tulang belakang), aktivitas di tempat kerja (perlu mengangkat beban berat atau duduk terlalu lama yang dapat membebani tulang belakang), dan diabetes. Bagaimana Obat Sakit Bokong Sebelah Kiri Sampai Kaki Sebelumnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Pengobatan yang diberikan pada kasus sakit di bokong sebelah kiri sampai kaki biasanya berupa: Obat antiinflamasi nonsteroid (pereda nyeri) Latihan otot tertentu Kompres dingin atau dengan es Istirahat Bila pemberian obat tidak ada perbaikan, mungkin dokter akan injeksi, misalnya steroid. Namun bila semua terapi tersebut tidak juga membuahkan hasil yang baik, kemungkinan dokter akan mempertimbangkan tindakan bedah guna melepas tekanan otot piriformis pada saraf sciatica. Baca juga : Nyeri bokong atas yang jarang namun menyakitkan Saran lain adalah hindari melakukan aktivitas olahraga lari, bersepeda dan mendayung. Hindari pula duduk dalam waktu lama dan sebaiknya lakukan peregangan otot setiap 30 menit sekali. Teknologi Terkini, Bisa Jadi Solusi Syaraf Kejepit Di Bokong Bila setelah berkonsultasi dengan dokter dan dokter curiga penyebabnya adalah syaraf kejepit, dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan MRI. Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA 0811 1443 599   Saat hasil MRI menunjukkan adanya syaraf terjepit di pinggang atau stenosis di ruas tulang belakang, teknologi terkini endoskopi (percutaneous endoscopic lumbar discectomy/ PELD) atau percutaneous laser disc decompression (PLDD) dapat menjadi solusi terbaik dan terkini untuk mengatasi saraf terjepit. Baca juga : Endoskopi PELD Kedua teknologi ini mampu selesai dalam waktu sekitar 15-45 menit dan tanpa rawat inap, yang pengerjaannya oleh para dokter yang berpengalaman dalam bidang ini. Teknologi PELD dan PLDD ini sudah ada di Indonesia, yaitu di Klinik Lamina Pain and Spine Center.

Pantangan Syaraf Kejepit, Yang Perlu Anda Ketahui Dan Hindari

pantangan syaraf kejepit

Herniated nucleus pulposus (HNP) atau saraf terjepit yang terjadi di pinggang (punggung bawah) dapat menimbulkan rasa nyeri yang bervariasi dari ringan hingga seperti tersetrum yang menjalar hingga ke kaki. Nah berikut adalah beberapa pantangan aktivitas bila Anda mengalami syaraf kejepit: 1. Pantangan Syaraf Kejepit Pertama, Duduk terlalu lama Duduk terlalu lama merupakan pantangan penderita syaraf kejepit, ini karena duduk lama dapat memberikan tekanan berlebihan pada bantalan ruas tulang belakang, apalagi dalam posisi bungkuk. Untuk meminimalisasi rasa nyeri pada syaraf kejepit di pinggang, coba lakukan peregangan dengan berdiri, bergerak atau berbaring bila memungkinkan. Bila duduk tidak dapat Anda hindari, berikut tips guna mengurangi tekanan atau beban pada tulang belakang: Duduklah dalam posisi tegak Pertahankan paha sejajar dengan lantai (pinggul tidak boleh lebih rendah dari lutut) Gunakan bantal kecil di bagian belakang guna menyangga punggung bawah Pasang alarm sebagai pengingat melakukan peregangan seperti berdiri, berjalan sebentar 2. Pantangan Syaraf Kejepit Kedua, Mencuci pakaian Mencuci pakaian merupakan pantangan bagi penderita syaraf kejepit. Aktivitas ini akrab dengan kaum perempuan, yang perlu Anda lakukan dengan membungkuk saat mengambil pakaian. Membawa ember/tempat pakaian kotor, atau saat mengambil deterjen atau air. Aktivitas ini dapat membebani ruas tulang belakang atau pinggang/punggung bawah.   Bila perlu, tanyakan anggota keluarga lainnya untuk mencuci pakaian atau lebih praktisnya lagi, kirim saja ke binatu secara rutin. 3. Pantangan Syaraf Kejepit Ketiga, Menggunakan Vacuum Cleaner Vacuum cleaner sering Anda gunakan untuk menghemat waktu dan tenaga. Hal ini sama sebenarnya dengan menyapu dan mengepel lantai, hanya saja peralatan yang Anda gunakan berbeda. Aktivitas ini memerlukan gerakan berulang maju dan mundur dengan posisi badan membungkuk. Bila hal ini berlangsung lama dan terus menerus, bisa jadi dapat membebani bantalan ruas tulang belakang. Sehingga kegiatan ini menjadi pantangan penderita saraf kejepit. Jadi perlu istirahatkan punggung atau bila memungkinkan, meminta bantuan orang lain untuk melakukannya atau membeli vacuum cleaner otomatis atau yang menggunakan remote. 4. Memberi makan hewan peliharaan Mungkin hal ini tampaknya hanya tugas sederhana, tetapi saat mengisi mangkuk makan hewan peliharaan Anda, perlu lakukan dengan membungkuk, bisa memicu nyeri di tulang belakang. Bila memungkinkan, beli mangkok makan/minum khusus dengan penyangganya sehingga Anda tidak perlu membungkuk. Minta bantuan anggota keluarga untuk melakukannya. 5. Berkebun dengan menggunakan cangkul atau sekop Saat berkebun atau sedang merapikan taman rumah, sering Anda diharuskan angkat benda, membungkuk atau bahkan memutar tubuh saat bekerja. Gerakan ini dapat memperburuk nyeri pada pinggang akibat HNP atau saraf terjepit. Jika pinggang nyeri dan tidak kunjung reda, segera konsultasikan dengan dokter. 6. Pantangan Saraf Kejepit, Latihan atau Aktivitas Fisik Berat (high impact) Simak juga video animasi beberapa aktivitas atau gerakan yang merupakan pantangan untuk Anda penderita syaraf kejepit, berikut ini. Hindari aktivitas fisik yang berat atau aktivitas yang dapat memberikan tekanan/beban berlebihan pada bantalan ruas tulang belakang, seperti: Lari Lompat tali Squat Sit-up Gerakan menyentuh jari kaki Sebagai gantinya, Anda bisa berenang, dan sepeda statis. Olahraga atau aktivitas fisik aerobik dapat membantu meningkatkan/memperbaiki aliran darah, zat-zat gizi, dan oksigen ke bagian jaringan lunak di tulang belakang dan membantu mempercepat proses penyembuhan serta membantu mengurangi rasa nyeri.   Konsultasikan dengan dokter mengenai latihan-latihan fisik yang dapat dilakukan, yang akan disesuaikan dengan kondisi Anda masing-masing. Pantangan syaraf kejepit ini perlu dilakukan sesuai dengan anjuran dokter. Terakhir diperbarui: 12 Mei 2020 Ditinjau oleh: dr Yulianto

Jari Tangan Kesemutan Akibat Saraf Terjepit Leher

tangan kesemutan

Jari tangan kesemutan atau terasa kebas/baal biasanya disebabkan oleh beberapa kondisi yang mengenai saraf dan/atau pembuluh darah yang bertanggungjawab di area lengan atau tangan. Penyebab jari tangan kesemutan ini bisa disebabkan juga oleh neuropati perifer atau adanya kerusakan di saraf-saraf pada ekstremitas atau anggota tubuh sehingga terasa kesemutan atau kebas di jari tangan. Menurut Dr dr Wawan Mulyawan SpBS, SpKP, dari Lamina Pain and Spine Center, rasa kebal atau baal ini juga kadang dirasakan seperti ditusuk-tusuk dengan jarum. Malah ada beberapa yang merasakan seperti terbakar dan bahkan ada yang tidak mampu mengambil atau memegang benda, layaknya hilangnya kekuatan otot di jari tangan/lengan. Biang keladi tangan atau jari kesemutan ini cukup beragam. Salah satunya yang tersering adalah bantalan tulang leher yang ‘meleset’ dari tempatnya dan spondilosis servikal.   Bantalan Sendi Leher yang Bergeser Diskus memiliki bantalan lunak ala jeli yang memisahkan antara ruas tulang belakang. Bantalan lunak ini tidak hanya di ruas tulang leher namun juga ada di seluruh tulang belakang, dari leher hingga ke punggung bawah. Bila terjadi robekan atau cedera pada diskus ini, maka bantalan lunak akan terjepit hingga keluar dari tempat semestinya. Nah kalau sampai bocor, disebut juga dengan istilah herniated nucleus pulposus (hernia nukleus pulposus/HNP). Kerusakan pada diskus atau bantalan yang bocor akan keluar dan menekan saraf yang ada di sekitarnya, dan dalam hal ini adalah saraf pada leher. Saraf pada leher (servikal) memiliki 8 pasang, C1 hingga C8 yang mempersarafi kepala, leher, beberapa otot pernapasan atau dada, lengan, bahu hingga tangan. Itu sebabnya bila ada jepitan di saraf ini bisa timbul kesemutan, hingga kelemahan atau nyeri pada lengan atau bahkan kaki. Spondilosis Servikal Juga Sebabkan Jari Tangan Kesemutan Kondisi ini merupakan salah satu jenis radang sendi atau artritis yang mengenai tulang leher. Dikenal juga dengan istilah pengapuran. Penyebabnya bisa oleh makin menipisnya atau ada robekan pada tulang leher. Kerusakan inilah yang akan menekan saraf-saraf yang ada di daerah tersebut sehingga timbullah rasa kesemutan, baal atau kebas di lengan, tangan hingga jari jemarinya. Kadang ada yang merasakan rasa nyeri dan kaku di leher. Bahkan kadang ada yang tidak merasakan gejala seperti yang lainnya. Gejala lainnya yang menyertai spondilosis servikal ini juga berupa: kelemahan di lengan, tangan, kaki hingga telapak kaki sakit kepala leher berbunyi saat bergerak kehilangan atau gangguan keseimbangan otot di leher atau bahu terasa kaku hilangnya kendali untuk buang air kecil dan buang air besar. Kesemutan pada jari tangan bisa menjadi salah satu indikator adanya proses degeneratif pada tulang belakang, yaitu osteoarthritis, yang bisa terjadi seiring dengan proses penuaan. Kondisi ini juga dikenal dengan stenosis tulang belakang. Neel Anand, MD dari salah satu rumah sakit di Los Angeles menjelaskan, bila stenosis ini terjadi di ruas tulang leher dapat menyebabkan nyeri leher hingga mati rasa atau kesemutan pada lengan, tangan dan jari tangan.  Apa Pengobatannya Jari Tangan Kesemutan? Bila kondisi ini sudah mengganggu aktivitas harian Anda, konsultasikan dengan dokter sedini mungkin. Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan, seperti pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan akan dilakukan pemeriksaan penunjang seperti MRI. Bila hasil MRI menyatakan penyebabnya adalah saraf terjepit di leher, kemungkinan dokter akan melakukan beberapa pilihan antara lain adalah endoskopi leher atau servikal, atau percutaneous endoscopic cervical discectomy (PECD). Tindakan endoskopi servikal ini sudah dapat dilakukan di Indonesia yang salah satunya di Klinik Lamina Pain and Spine Center yang memiliki beberapa pakar saraf terjepit yang kompeten dan berpengalaman.   Beda Tangan Kesemutan Karena CTS VS Syaraf Kejepit Saat kesemutan, rasa tebal, atau nyeri terjadi di telapak dan jari-jari tangan, disertai kelemahan saat menggenggam berhati-hatilah, mungkin Anda mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Kondisi ini berbeda dengan kesemutan yang diakibatkan syaraf terjepit di bagian leher tentunya. CTS adalah kumpulan tanda dan gejala atau dikenal sebagai sindroma yang disebabkan penekanan syaraf medianus yang terdapat pada terowongan carpal atau tunnel carpal. Pasien dengan CTS akan mengalami gejala di area yang dipersarafi saraf medianus. Meski gejala terbatas di daerah yang dipersarafi oleh saraf medianus, rasa nyeri dan kesemutan juga dapat terjadi pada pergelangan tangan, hingga seluruh tangan. Gejala sensorik umumnya menjalar sampai lengan bawah (di bawah siku). Kondisi ini akan memburuk di malam hari dan akan membuat pasien terbangun dari tidur. Aktivitas yang memerlukan gerakan berulang umumnya memperberat kondisi. Cara sederhana seperti mengibaskan tangan, hingga merendam tangan dengan air hangat seringkali mampu mengurangi gejala yang muncul. Terdapat pemeriksaan-pemeriksaan untuk memperkuat diagnosis CTS. selain pemeriksaan fisik, test Phalen dan Tinel juga digunakan untuk memunculkan gejala klinis CTS, untuk memperkuat diagnosis. Pemeriksaan elektrodiagnosis baik dilakukan untuk memastikan CTS, serta melihat seberapa besar kerusakan yang terjadi pada saraf medianus. Ini penting dilakukan untuk mengatasi CTS, serta mengetahui patofisiologi CTS dimudian hari (prognosis). Tangan Kesemutan Apakah Harus Operasi? Terdapat beberapa pilihan terapi pasien dengan CTS. Ini dilihat dari berat ringannya gangguan saraf medianus. Pada pasien CTS ringan hingga sedang, terapi konservatif (tanpa operasi) menjadi pilihan utama. Terapi ini memiliki tingkat keberhasilan mencapai 93%. Terapi konservatif meliputi modifikasi gaya hidup, penggunaan wrist splinting, terapi obat, fisioterapi ultrasound, latihan fisik, hingga yoga.   Kombinasi terapi, diketahui meningkatkan efektivitas pengobatan CTS. Ada parameter yang digunakan untuk memprediksi kegagalan terapi konservatif, hal ini meliputi: Gejala menetap lebih dari 10 bulan Usia diatas 50 tahun Kesemutan atau rasa nyeri yang menetap dan tidak kunjung hilang Gangguan diskriminasi pada 2 titik (>6 mm) Tanda Phalen positif kurang dari 30 detik Hasil pemeriksaan elektrodiagnostik menunjukkan pemanjangan latensi motorik serta sensorik Topik Terkait : Nyeri pada jari tangan Terakhir diperbarui: 02 Maret 2020 Ditinjau oleh: Dr dr Wawan Mulyawan SpBS, SpKP